367 research outputs found
Nilai Tegangan Kuat Lentur Balok Beton Busa (Foam Concrete) Terhadap Penambahan Serat Sabut Kelapa Dengan Serbuk Cangkang Telur Dan Abu Sekam Padi
Penggunaan beton ringan dalam berbagai konstruksi modern berkembang dengan
cepat karena terdapat keuntungan-keuntungan yang dapat diperoleh dari
penggunaan teknologi beton ringan tersebut diantaranya, berat jenis beton yang
lebih kecil sehingga dapat mengurangi berat sendiri elemen struktur yang
mengakibatkan kebutuhan dimensi tampang melintang menjadi lebih kecil.
Dengan pemanfaatan limbah industri pangan seperti abu sekam padi, serbuk
cangkang telur, dan serat sabut kelapa dapat diolah menjadi bahan substitusi
seperti semen dalam membuat beton yang diharapkan mampu menghasilkan suatu
beton dengan kekuatan yang baik, ramah lingkungan, dan dapat dilihat
penggunaannya pada bangunan yang tepat dari jenis beton ini. Penelitian ini
bertujuan untuk mempelajari nilai tegangan kuat lentur balok beton busa terhadap
penambahan serat sabut kelapa dengan serbuk cangkang telur dan abu sekam padi.
Variasi abu sekam padi, serbuk cangkang telur, dan bahan tambahan serat sabut
kelapa dalam campuran beton diambil mulai dari 0%, 10%, 15%, dan 20%.
Sampel pengujian dipakai pada balok beton dengan ukuran 10 x 10 x 60 cm
3
sebanyak 12 benda uji. Untuk mengetahui nilai kuat tekan dan kuat lentur beton
dilakukan pengujian selama 28 hari. Nilai kuat tekan berdasarkan variasi adalah
sebesar Normal (0%) = 8,04 Mpa; Variasi I (10%) = 6,68 Mpa; Variasi II (15%) =
2,81 Mpa; Variasi III (20%) = 2,26 Mpa. Sedangkan buat nilai kuat lentur
berdasarkan variasi adalah sebesar Normal (0%) = 2,7 Mpa; Variasi I (10%) = 1,5
Mpa; Variasi II (15%) = 1,5 Mpa; Variasi III (20%) = 1,35 Mpa. Pada penelitian
ini dapat disimpulkan bahwa beton dengan campuran abu sekam padi, serbuk
cangkang telur, dan serat sabut kelapa dengan mendapatkan nilai tertinggi di
variasi I (10%) sebesar 1,5 Mpa
Perancangan Video Advertising Untuk Memperkuat Brand Strengthening Terhadap Channel Youtube Animasi 2d Rizky Riplay
Rizky riplay merupakan salah satu channel youtube animasi horror terbesar di Indonesia. Banyaknya kompetitor membuat channel tersebut perlu untuk memperkuat brand strengthening supaya channel ini tetap berkembang. Salah satu cara untuk memperkuat brand strengthening pada channel ini adalah dengan membuat video iklan tersegmen di platform online yang sesuai yaitu Youtube.
Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menyebar kuesioner online tentang bagaimana pendapat audiens terhadap video iklan yang telah dibuat. Pembuatan video tersebut telah didiskusikan oleh para ahli terlebih dahulu, mengenai gaya gambar dan juga naskah cerita.
Luaran dari perancangan ini adalah video iklan animasi 2 dimensi yang sesuai dengan identitas channel rizky riplay. Video yang dibuat sesuai dengan jenis cerita unggulan dari channel rizky riplay, yaitu video horor komedi dan horor misteri. Selain itu, di akhir video juga ditampilkan informasi singkat mengenai fitur membership yang merupakan fitur ekslusif untuk subscriber rizky riplay.
================================================================================================
Rizky Riplay is one of the biggest horror animation YouTube channels in Indonesia. The
number of competitors makes the channel necessary to gain brand strenghtening so that
this channel continues to grow. One way to gain brand strengthening on this channel is to
create segmented advertising videos on the appropriate online platform, namely Youtube.
The method used is a quantitative method by distributing online questionnaires about how
the audience thinks about YouTube advertising that has been made. The making of the
video has been discussed by experts in advance, regarding the style of the image and also
the story script. The author also reads some supporting literacy that is suitable for studying
youtube advertising.
The output of this design is a 2-dimensional animated advertising video that matches the
identity of the Rizky Riplay channel. The videos are made according to the superior story
types from the Rizky Riplay channel, namely comedy horror videos and mystery horror
videos. In addition, at the end of the video, brief information is also displayed about the
membership feature which is an exclusive feature for Rizky Riplay's subscribers. And
also short duration ads on social media Instagram and Facebook
Manufacture of Semi-Mechanical Palm Processing Tools to Become CPO (Crude Palm Oil)
At the moment, the demand for fried oil in the global market is very high, as
is Indonesia, where the demand is growing every day and the fried petroleum
market in Indonesia is dominated by palm coconut oil. The plantations that this
individual owns usually produce only the raw fruit of the palm tree without any
processing. Therefore, the purpose of this research is to make a semi-mechanical
palm processing device into a crude palm oil (CPO) where this tool functions to
crushed the palm with a knife inside it that is driven by a propulsion motor which
will produce CPO. The results indicate that the effective capacity of the palm oil
processing equipment is 127.40 kg/hour. The average yield obtained when using
this equipment is 16.22%. Fuel consumption is 2.56 l/hour. For the economic
analysis, the Break-Even Point (BEP) value obtained 11,964.71 kg/year. The NPV
at an interest rate of 6% is 15,411,655.45 IDR/ year, and at an interest rate of 20%,
the NPV is -646,364.07IDR. The IRR obtained is 19.44%, This tool is very helpful
for palm oil farmers in producing crude oil, as it has a higher economic yield
compared to just selling fresh fruit bunches or raw palm fruit.114 PagesSkripsi Sarjan
Pengaruh Jumlah Lintasan Traktor Roda 4 Terhadap Pemadatan Tanah (Studi Kasus di Lahan Perkebunan Tebu PTPN II Klumpang)
The purpose of this study was to evaluate changes in soil physical and mechanical properties due to soil compaction caused by repeated tractor trajectories. Soil compaction can occur due to repeated tractor trajectories in the tillage process. Changes in physical and mechanical characteristics of soil, the value of soil density, soil porosity, ground pressure, and soil penetration resistance. Soil compaction can cause disruption of plant root growth which will ultimately reduce crop production. The study was carried out with moisture content, bulk density of 1.060 gr/cm3, porosity of 53.900% and an average penetration resistance of 1.320 kgf/cm2 (0.130 MPa) with an average tractor ground pressure value of 0.880 kg/cm2 crossing the ground as much as 8 times the track.The results showed that the number of tractor trajectories affected the value of bulk density, soil porosity and soil penetration resistance. The increasing number of trajectories, causing an increase in the level of soil density which can be seen by the increasing the bulk density value by 1.310 gr/cm3, decreasing of porosity value by 26.630% while the average penetration resistance increased by6.880 kgf/cm2 (0.670 MPa).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi perubahan sifat fisik dan mekanik tanah akibat pemadatan tanah yang disebabkan oleh lintasan traktor. Pemadatan tanah dapat terjadi karena lintasan traktor yang berulang dalam proses pengolahan lahan. Perubahan sifat fisik dan mekanik tanah yang terjadi ditandai dengan perubahan nilai kerapatan massa tanah, porositas tanah, nilai tekanan tanah dan tahanan penetrasi tanah. Pemadatan tanah dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan akar tanaman yang pada akhirnya akan mengurangi produksi tanaman. Penelitian dilakukan dengan kadar air awal 20,050%, nilai awal kerapatan massa 1,060 gr/cm3, porositas 53,900% dan tahanan penetrasi rata-rata 1,320 kgf/ cm2 (0,130 MPa) dengan nilai tekanan tanah traktor rata-rata 0,880 kg/cm2 melintasi tanah sebagai sebanyak 8 kali lintasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah lintasan traktor mempengaruhi nilai kerapatan massa, porositas tanah dan tahanan penetrasi tanah. Hal ini dapat dilihat dengan meningkatnya nilai kerapatan massa 1,310 gr/cm3, menurunkan nilai porositas 26,630% sementara tahanan penetrasi rata-rata meningkat sebesar 6,880 kgf /cm2 (0,670 MPa).86 HalamanSkripsi Sarjan
Pembuatan dan Pengujian Alat Transportasi Pasca Panen Pedesaan
Post harvest is a continuation of the harvesting process for cultivated plants or the results of taking natural resources. Post harvest activities are inseparable from transportation activities, because transportation can maintain product quality during the transportation period and can also guarantee the product to the destination on time. Rural post harvest transportation tools are a tool designed to reduce the difficulties of farmers in rural areas to transport harvested products. The purpose of this study is to create, test and analyze the economic value of the tool. Parameters observed were tool effective capacity, fuel consumption and economic analysis. This tool is operated on a paved track at a distance of 1 km carrying a load of 300 kg at a speed of 30 km/hour. The results showed that the effective capacity of the tool was 1557.9 kg/hour, fuel consumption was 1.53 l/hour, and the value of the basic cost of tool use for 5 consecutive years was Rp.18.42/kg.Pasca panen adalah kelanjutan dari proses panen terhadap tanaman budidaya atau hasil dari pengambilan sumber daya alam. Kegiatan pasca panen tidak terlepas dari kegiatan transportasi, karena transportasi dapat menjaga kualitas produk selama masa pengangkutan dan juga dapat menjamin produk sampai ketempat tujuan dengan tepat waktu. Alat transportasi pasca panen pedesaan merupakan suatu alat yang dirancang untuk mengurangi kesulitan para petani yang berada di pedesaan untuk mengangkut produk hasil panen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat, menguji serta menganalisis nilai ekonomi alat. Parameter yang diamati yaitu kapasitas efektif alat, konsumsi bahan bakar dan analisis ekonomi. Alat ini dioperasikan pada lintasan yang beraspal pada jarak 1 km dengan membawa beban 300 kg pada kecepatan 30 km/jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas efektif alat sebesar 1557,9 kg/jam, konsumsi bahan bakar sebanyak 1,53 l/jam, serta nilai biaya pokok penggunaan alat selama 5 tahun berturut-turut yaitu sebesar Rp.18,42/kg.Skripsi Sarjan
Pengaruh Jumlah Lintasan Traktor Roda 4 Terhadap Pemadatan Tanah (Studi Kasus di Lahan Perkebunan Tebu PTPN II Klumpang)
The purpose of this study was to evaluate changes in soil physical and mechanical properties due to soil compaction caused by repeated tractor trajectories. Soil compaction can occur due to repeated tractor trajectories in the tillage process. Changes in physical and mechanical characteristics of soil, the value of soil density, soil porosity, ground pressure, and soil penetration resistance. Soil compaction can cause disruption of plant root growth which will ultimately reduce crop production. The study was carried out with moisture content, bulk density of 1.060 gr/cm3, porosity of 53.900% and an average penetration resistance of 1.320 kgf/cm2 (0.130 MPa) with an average tractor ground pressure value of 0.880 kg/cm2 crossing the ground as much as 8 times the track.The results showed that the number of tractor trajectories affected the value of bulk density, soil porosity and soil penetration resistance. The increasing number of trajectories, causing an increase in the level of soil density which can be seen by the increasing the bulk density value by 1.310 gr/cm3, decreasing of porosity value by 26.630% while the average penetration resistance increased by6.880 kgf/cm2 (0.670 MPa).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi perubahan sifat fisik dan mekanik tanah akibat pemadatan tanah yang disebabkan oleh lintasan traktor. Pemadatan tanah dapat terjadi karena lintasan traktor yang berulang dalam proses pengolahan lahan. Perubahan sifat fisik dan mekanik tanah yang terjadi ditandai dengan perubahan nilai kerapatan massa tanah, porositas tanah, nilai tekanan tanah dan tahanan penetrasi tanah. Pemadatan tanah dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan akar tanaman yang pada akhirnya akan mengurangi produksi tanaman. Penelitian dilakukan dengan kadar air awal 20,050%, nilai awal kerapatan massa 1,060 gr/cm3, porositas 53,900% dan tahanan penetrasi rata-rata 1,320 kgf/ cm2 (0,130 MPa) dengan nilai tekanan tanah traktor rata-rata 0,880 kg/cm2 melintasi tanah sebagai sebanyak 8 kali lintasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah lintasan traktor mempengaruhi nilai kerapatan massa, porositas tanah dan tahanan penetrasi tanah. Hal ini dapat dilihat dengan meningkatnya nilai kerapatan massa 1,310 gr/cm3, menurunkan nilai porositas 26,630% sementara tahanan penetrasi rata-rata meningkat sebesar 6,880 kgf /cm2 (0,670 MPa).86 HalamanSkripsi Sarjan
System Dynamics Model for FEW (Food-Energy-Water) Nexus in the Netherlands
The research aims to inform policy to improve household water-energy-food consumption toward an environmentally sustainable level. Attached here is the System Dynamics model developed in Vensim environment, using data obtained from literature studies and expert opinions
Analisis Aspek Biologis Ikan Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares Bonnaterre) yang Tertangkap di Pantai Sendang Biru Kabupaten Malang
Aktivitas penangkapan yang tinggi dan tak terkendali akan berdampak buruk terhadap kelestarian sumberdaya ikan tuna sirip kuning ( Thunnus albacares ). Untuk pengelolaan yang strategis dan agar kelestariannya terjaga, perlu adanya analisis terhadap aspek biologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan panjang dan berat, Tingkat Kematangan Gonad (TKG) dan rasio kelamin jantan dan betina ( sex ratio ) dari ikan tuna sirip kuning yang tertangkap di Pantai Sendang Biru. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan bulan Juli tahun 2014 yang berlokasi di Pantai Sendang Biru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan melakukan observasi dan pengumpulan data terkait panjang ikan, berat ikan, berat gonad ikan, data pengamatan tingkat kematangan gonad dan data jenis kelamin ikan yang diamati, kemudian dilakukan analisis hubungan panjang dan berat, analisis tingkat kematangan gonad dan analisis rasio kelamin jantan dan betina untuk dapat menggambarkan aspek biologi Ikan Tuna sirip kuning tertangkap di Pantai Sendang Biru untuk kebutuhan konservasi serta pengamatan terhadap faktor lingkungan pendukung yaitu kualitas perairan Pantai Sendang Biru.
Jumlah sampel yang didapat untuk penelitian ini adalah sebanyak 62 ekor Ikan Tuna sirip kuning dengan kisaran panjang ikan yang tertangkap adalah 38,2 – 72 cm dan kisaran berat ikan yang tertangkap adalah 766 – 4714,5 gram. Nilai rata-rata panjang yang tertangkap sebesar 45,40 cm dengan jumlah ikan paling banyak terdapat pada selang kelas paling kecil (38 – 43,9 cm) yaitu sebanyak 31 ekor ikan, sedangkan nilai rata-rata berat ikan yang tertangkap sebesar 1356,08 gram dengan jumlah ikan paling banyak juga terdapat pada selang kelas paling kecil (760 – 1419,9 gram) yaitu sebanyak 46 ekor ikan. Dari hasil analisis hubungan panjang dan berat dari ikan jenis kelamin jantan yang tertangkap didapat persamaan W = 0,054L2,63 dengan nilai b = 2,63 dan nilai b≠3 yang berarti memiliki pola pertumbuhan alometrik. Untuk ikan dengan jenis kelamin betina didapat persamaan W = 0,01L3,05 dengan nilai b= 3,05 dan nilai b ≠ 3 yang berarti memiliki pola pertumbuhan alometrik sama seperti ikan jantan. Dari hasil pengamatan secara morfologi mengenai tingkat kematangan gonad dari Ikan Tuna sirip kuning yang tertangkap di Pantai Sendang Biru, didapatkan TKG yang paling banyak ditemui adalah TKG III yaitu Perkembangan I sebanyak 14 ekor ikan. Sedangkan TKG yang paling sedikit ditemui adalah TKG I yaitu Dara sebanyak 1 ikan dengan rerata GSI terbesar pada TKG V yaitu sebesar 0,28%. Dari hasil perhitungan didapat ukuran ikan pertama kali matang gonad (L m ) sebesar 50,72 cm sehingga ukuran ikan yang tertangkap yang berada di bawah ukuran pertama kali matang gonad sebesar 85,48% dari total seluruh ikan yang tertangkap. Hasil uji “Chi-Square” dengan selang kepercayaan 95% (α = 0,05) didapat nilai X2 hit sebesar 2,32 dan nilai X2 tabel sebesar 3,84. Dengan nilai X2 hit yang lebih kecil dibanding nilai X2 tabel didapatkan keputusan terima H 0 yang artinya perbandingan antara jenis kelamin jantan dan betina dari Ikan Tuna sirip kuning yang tertangkap di Pantai Sendang Biru tidak terdapat perbedaan. Untuk parameter lingkungan pendukung, kualitas perairan Pantai Sendang Biru berada pada standar yang masih layak dan sesuai untuk mendukung kehidupan Ikan Tuna sirip kuning kecuali untuk parameter TOM yang melebihi standar yang baik untuk kualitas perairan.
Kesimpulan yang bisa diambil dari hasil penelitian kali ini adalah dari anilisis hubungan panjang dan berat dari Ikan Tuna sirip kuning antara jenis kelamin jantan dan jenis kelamin betina tidak terdapat perbedaan karena sama-sama memiliki pola pertumbuhan allometrik yaitu tidak terdapat keseimbangan antara pertambahan panjang dan pertambahan berat. Untuk jantan didapat pola pertumbuhan allometrik negatif yaitu pertambahan berat tidak secepat pertambahan berat sehinga ikan dalam kondisi kurus dan untuk betina didapat pola pertumbuhan allometrik positif yaitu pertambahan berat lebih cepat dibanding pertambahan panjang sehinggal ikan dalam kondisi gemuk. Dari pengamatan TKG, jumlah ikan yang belum matang gonad lebih banyak dibanding yang sedang atau sudah mengalami matang gonad. Nilai ukuran ikan pertama kali matang gonad (L m ) yaitu sebesar 50,72 cm dan dari data hasil pengamatan ikan yang ditangkap, 85,48% ikan yang tertangkap berada dibawah ukuran ikan pertama kali matang gonad. Dari analisis sex ratio, tidak terdapat perbedaan jumlah ikan antara jenis kelamin jantan dan betina dari Ikan Tuna sirip kuning yang tertangkap di Pantai Sendang Biru yang artinya populasi ikan sedang menuju ke proses matang gonad dan pemijahan. Dari parameter kualitas perairan dengan parameter suhu, DO, salinitas dan pH berada pada kisaran yang sesuai dan mendukung bagi kehidupan Ikan Tuna sirip kuning di Pantai Sendang Biru sedangkan hanya satu parameter yaitu parameter TOM yang kurang baik untuk kehidupan ikan. Dari semua analisis, didapat kesimpulan akhir aktivitas penangkapan Ikan Tuna sirip kuning di Pantai Sendang Biru belum sustainable atau berkelanjutan. Disarankan perlu adanya perencanaan dan penyusunan kembali kebijakan-kebijakan terkait aktivitas penangkapan Ikan Tuna sirip kuning di Pantai Sendang Biru mulai dari manajemen alat-alat tangkap yang digunakan, diutamakan kebijakan penggunaan alat tangkap yang yang diatur ukuran mata jaring dan ukuran mata pancingnya sehingga ikan-ikan yang ditangkap bukan merupakan ikan yang belum berkesempatan matang gonad
ANALISIS TATA RUANG KANTOR PADA PT WANAMITRA PERMAI
Rizky Nasliza., 2010. 8143108216. Analysis of Office Layout at PT Wanamitra Permai. DIII Studies Program Secretary. Department Of Economy and Administration. Fakulty of Economics. State University of Jakarta. This studi aims to determine Office Layout at PT Wanamitra Permai. In this thesis the writer uses the descriptive analysis by the methods of collecting data thourgh observation and literature study. Based on the observation that the author looks at the office layout at PT Wanamitra Permai is not optimal is evident from the following problems narrowness of the room so as not to add to the file cabinet so that the employees accumulate records on a table or under the table, working table full of Finance Manager files and messy, noise in the office. Therefore, it is recommended that companies make room for storing files that are on the table employees, expand the workspace Finance Manager to impress both guests and attention to building techniques to muffle the sound.
Keyword: Office Layou
EFEKTIVITAS PASAL 13 AYAT 1 DAN 2 PERATURAN MENTERI AGRARIA DAN TATA RUANG NOMOR 13 TAHUN 2017 (Studi di Kantor Badan Pertanahan Nasional Kota Malang)
Rizky Arif Firmansyah, M. Hamidi Masykur, S.H., M.Kn, Shanti Riskawati, S.H., M.Kn Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Email:[email protected]  ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang efektivitas Pasal 13 ayat 1 dan 2 Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang Nomor 13 Tahun 2017 tentang Tata Cara Blokir dan Sita. Di dalam pelaksanaan efektivitas tersebut, penulis akan melihat bagaimana Badan Pertanahan Nasional melaksanakan salah satu fungsi untuk pencatatan blokir dan sita. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis empiris dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis Kata Kunci: Blokir, Efektivitas, Badan Pertanahan Nasional  ABSTRACT This study discusses about the effectiveness of Article 13 paragraph (1) and (2) of the Regulation of the Minister of Agrarian and Spatial Number 13 of 2017 concerning Procedures for Blocking and Seizure. In implementing this effectiveness, the author will look at how the National Land Agency performs one of the functions for blocking and seizureregistry. This study applies an empirical legal research using a descriptive analytical approach Keywords: Blocking, Effectiveness, National Land Agenc
- …
