1,720,957 research outputs found
PELESTARIAN BAHASA DAN BUDAYA DAERAH BERBASIS KEARIFAN LOKAL MELALUI PEMBELAJARAN BAHASA BERMEDIA AUDIO VISUAL
Tulisan ini dilatarbelakangi oleh adanya ketimpangan pemahaman para mahasiswa Sunda Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNSUR di dalam memahami pernyataan atau ungkapan yang menggunakan bahasa daerah. Berbeda dengan kecepatan mereka pada saat memahami pernyataan yang diungkapkan dengan bahasa asing, atau bahasa Indonesia. Selain itu, dalam kehidupan sehari-hari masih banyak masyarakat yang tidak bisa berbahasa daerah, bahkan seolah merasa takut untuk menggunakannya. Lebih-lebih lagi dengan semakin banyaknya istilah asing yang digunakan dalam kegiatan keseharian, serta intensitas komunikasi yang mengglobal, semakin menambah kelangkaan digunakannya bahasa daerah tersebut. Tentu saja hal ini menjadi sangat ironis, karena banyak masyarakat termasuk mahasiswa yang tidak memahami bahasa daerahnya sendiri, sementara bahasa asing atau bahasa kedua lainnya sangat cepat dipahaminya. Rendahnya minat mahasiswa terhadap pemakaian bahasa daerah, serta adanya pemikiran dan perlakuan yang berbeda terhadap penggunaan bahasa daerah, juga kurangnya keterpahaman mahasiswa terhadap bahasa dan budaya daerah mendorong penulis untuk mencari sebuah solusi dengan memanfaatkan kondisi yang ada melalui pembelajaran bahasa daerah berbasis kearifan lokal dengan memanfaatkan media audio visual. Oleh karena itu, penulis merasa perlu untuk meningkatkan kemampuan dan sikap mereka, khususnya para mahasiswa terhadap bahasa daerahnya sendiri. Dalam rangka meningkatkan kemampuan mahasiswa memahami bahasa daerahnya tersebut, penulis mencoba memberikan sebuah pembelajaran keterampilan berbahasa daerah dengan mengangkat budaya atau kebiasaan sesuai kearifan lokal yang ada di daerah masing-masing. Pengkajian dilakukan di dalam pembelajaran bahasa daerah dengan tujuan meningkatkan kemauan dan kemampuan mahasiswa dalam pelestarian bahasa dan budaya daerah. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah dengan menggunakan metode eksperimental. Metode ini digunakan untuk mengujicobakan keefektifan pemanfaatan Media Audio-Visual di dalam Pembelajaran bahasa daerah dengan mengangkat kearifan lokal. Teknik Penelitian yang penulis gunakan adalah teknik tes dan angket. Tes digunakan untuk mengukur kemampuan berbahasa daerah secara produktif (berbicara dan menulis) dengan memanfaatkan media audio-visual. Sementara angket digunakan untuk mengetahui respon serta sikap para mahasiswa terhadap pembelajaran dan usaha pelestarian bahasa daerah. Dengan menciptakan sebuah pembelajaran kreatif dan inovatif, penelitian ini mencoba memberikan sebuah solusi guna menjawab tuntutan dan kebutuhan yang ada. Hasil penelitian ini diharapkan mampu menjadi sebuah upaya dalam pelestarian bahasa daerah khususnya bagi para mahasiswa sebagai bagian terpenting dalam agen perubahan pelestarian bahasa daerah tersebut. Dengan pengemasan pembelajaran bahasa daerah yang mengangkat kearifan lokal melalui media audio-visual tersebut diharapkan tertanam kecintaan mahasiswa terhadap bahasa dan budaya daerahnya sendiri. Tumbuhnya kecintaan terhadap bahasa daerah menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan bangsa sekaligus menjadi daya tarik tersendiri dalam mengangkat budaya daerah di ajang nasional dan internasional. Untuk itulah, penulis merasa penting melakukan penelitian ini sebagai upaya di dalam melestarikan bahasa daerah tersebut
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Model Pembelajaran Instruksi Langsung Dalam Peningkatan Keterampilan Menulis Cerita Pendek Pada Siswa MTs
Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan menulis cerpen berdasarkan pengalaman melalui model pembelajaran behavioral (Instruksi langsung) pada siswa kelas IX C MTs Negeri 4 Cianjur tahun pelajaran 2022-2023. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IX C MTs N 4 Cianjur tahun pelajaran 2022-2023 sebanyak 29 siswa sebagai subjek penerima tindakan, sedangkan untuk subjek pelaku tindakan adalah guru Bahasa dan Sastra Indonesia kelas IX selaku guru, teman sejawat selaku subjek yang melakukan observasi proses pembelajaran. Penelitian tindakan ini dilakukan dalam dua siklus, tiap-tiap siklus terdiri atas: perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran behavioral (instruksi langsung) dapat meningkatkan hasil keterampilan menulis cerpen dalam pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di kelas IX C MTs N 4 Cianjur tahun pelajaran 2022-2023. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata hasil keterampilan menulis cerpen siswa juga mengalami peningkatan yaitu sebelum tindakan sebesar 71 pada siklus I sebesar 75,72 dan pada siklus II sebesar 81,65. Selain itu, persentase ketuntasan siswa yaitu sebelum tindakan sebesar 48,27%, pada siklus I sebesar 75,86%, pada siklus II sebesar 89,65%
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Keefektifan Model PAKEM dalam Meningkatkan Keterampilan Berbahasa Anak Usia 3-5 Tahun
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keefektifan model pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM) dalam meningkatkan keterampilan berbahasa anak usia 3-5 tahun di TK-KB An-Nahl. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan rancangan pra-eksperimen Intact-Group Comparison. Subjek penelitian terdiri dari dua kelompok: kelompok eksperimen (n=18) yang mengikuti pembelajaran PAKEM dan kelompok kontrol (n=20) yang mengikuti metode pembelajaran tradisional. Teknik pengumpulan data meliputi tes, observasi, dan angket pendapat guru. Hasil analisis data menunjukkan bahwa anak-anak dalam kelompok eksperimen mengalami peningkatan signifikan dalam keterampilan berbahasa, seperti yang terlihat dari skor tes awal dan tes akhir. Hasil tes akhir pada kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Dengan mengukur peningkatan kemampuan berbahasanya dengan pengukuran kosa kata dan kemampuannya berbicara. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa PAKEM efektif dalam meningkatkan keterampilan berbahasa anak usia dini dan memberikan rekomendasi bagi pendidik PAUD untuk menerapkan pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan dalam upaya mendukung perkembangan optimal anak.
Kata Kunci: Keterampilan Berbahasa Anak, Model Pembelajaran Pake
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
