27 research outputs found
Profil Pilihan Karier Siswa SMA Negeri 1 Tongas
ABSTRAK Putranto, Riski. 2014. Profil Pilihan Karier Siswa SMA Negeri 1 Tongas. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Ella Faridati Zen, M.Pd (II) Dr. Hj. Muslihati, S.Ag, M,Pd Kata Kunci: Pilihan Karier, Tipe Kepribadian Penelitian profil pilihan karier ini diadakan karena peneliti menemukan fakta bahwa anak di daerah Kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo dan sekitarnya belum memiliki pandangan tentang arah kariernya ke depan. Mereka masih bingung ketika ditanya mengenai kehidupan kariernya setelah lulus sekolah nantinya. Kebanyakan dari mereka memilih pekerjaan-pekerjaan yang dianggap bagus atau favorit di lingkungan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pilihan karier siswa SMA Negeri 1 Tongas. Seperti apa gambaran pilihan karier siswa SMA Negeri 1 Tongas, dilihat dari tipe kepribadiannya. Penelitian ini hanya berusaha untuk mendeskripsikan pilihan karier siswa SMA Negeri 1 Tongas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Penelitian yang berusaha mendeskripsikan fakta ke dalam skala kuantitatif. Populasi dalam penelitian adalah siswa SMA Negeri 1 Tongas, yaitu sebanyak 258 siswa. Jumlah sampel yang akan diambil dihitung menggunakan rumus yang dikembangkan oleh Isaac dan Michael. Jumlah responden adalah 133 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Proportional Stratified Random Sampling. Sehingga kelas yang menjadi sampel adalah kelas XA, XB, XC, XI IA 1, XI IA 2, XI IS 1, XI IS 2. Instrumen yang digunakan adalah inventori tipe kepribadian dan angket pilihan karier yang dikembangkan dari teori Holland. Teknik analisisnya menggunakan teknik analisis persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe konvensional dipilih oleh siswa terbanyak yaitu pada tipe kepribadian (62 siswa) dan pilihan karier (40 siswa). Pekerjaan dengan peminat terbanyak adalah pengusaha, yaitu sebanyak 125 siswa. Tiga dari lima pekerjaan yang paling diminati adalah pekerjaan yang termasuk ke dalam tipe konvensional, yaitu pegawai kantor, pegawai bank, dan sekretaris. Tiga pekerjaan yang disebutkan di atas masuk ke dalam tipe konvensional yang artinya bahwa pilihan siswa SMA Negeri berkutat pada tipe konvensional. Sebagian besar siswa yang memiliki tipe kepribadian konvensional memilih pekerjaan tipe konvensional, meskipun ada beberapa siswa yang memilih pekerjaan pada tipe lainnya. Dari hasil penelitian ini diharapkan akan berguna bagi konselor dan sekolah. Bagi konselor diharapkan akan menjadi informasi yang berguna bagi pengembangan program BK di sekolah. Dengan tujuan untuk membantu siswa mengenali dirinya dan juga pekerjaan yang diminatinya. Sehingga siswa mudah dalam menentukan pilihan kariernya. Bagi sekolah diharapkan dapat menjadi sumber informasi atau data yang dapat digunakan untuk pengembangan program sekolah. Sekolah juga dapat membantu konselor dalam kaitannya dengan penyusunan program bimbingan karier. Sekolah hendaknya menjadi fasilitator dengan menyediakan berbagai kebutuhan yang diperlukan dalam penyusunan program dan pelaksanaan program. Sehingga tujuan dari pelaksanaan program dapat tercapai
METODE DAKWAH SUNAN KALIJAGA MELALUI MEDIA SENIBUDAYA
ABSTRAK
Kita mengetahui bahwa Islam datang ke Nusantara tidak lepas dari peran dewan dakwah yang berjumlah sembilan yang kita kenal dengan sebuatan Walisongo. Sunan Kalijaga adalah salah satu dari Walisongo yang memiliki banyak keunikan dalam proses Islamisasi di Tanah Jawa. Pribadi yang multidimensi tidak hanya ahli dalam pemahaman Islam melainkan juga menguasai berbagai metode dan bidang ilmu yang dibutuhkan masyarakat. Keadaan masyarakat Jawa yang masih kental dengan tradisi lama maka metode dakwah yang dipakai dalam Islamisasipun menyesuaikan dengan culture yang ada, seperti menciptakan wayang kulit, baju taqwa, tembang, suluk, grebeg maulud, gamelan dan cerita wayang. Sehingga membuat masyarakat tertarik memeluk Islam dengan suka rela. Dengan demikian orang memandang Islam agama yang ramah, fleksibel dan tidak menyeramkan. Selain itu aplikasi dari ajarannya yang mengajak terhadap komitmen kebangsaan yang baik menumbuhkan rasa cinta tanah air dengan pemanfaatan budaya setempat, karena kita tahu relasi antara Islam dan kebangsaan sangatlah erat. Untuk mengetahui metode yang di gunakan Sunan Kalijaga dalam menyebarkan agama Islam dipulau Jawa. maka dapat disimpulkan yang dimaksud dengan judul skripsi ini adalah metode atau cara dalam menyampaikan materi Dakwah melalui Senibudaya yang banyak disenangi oleh masyarakat Jawa, dan Sunan Kalijaga mengguanakannya untuk menyampaikan dakwahnya pada masyarakat. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian library research atau penelitian telaah pustaka. Sedangkan yang dimaksud penelitian telaah pustaka adalah telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada penalaran kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan. Bahan pustaka digunakan untuk menggali pemikiran atau gagasan baru sebagai bahan dasar untuk melakukan deduksi dari pengetahuan yang telah ada. Untuk mengetahui cara Sunan Kalijaga berdakwah dengan menggunakan SeniBudaya, Untuk mengetahui cara Sunan Kalijaga berdakwah dengan menggunakan Seni dan Budaya, Untuk mengetahui efek penyebaran Agama Islam yang dilakukan Sunan Kalijaga yang menggunakan media SeniBudaya. Penelitian ini menemukan: 1) Bagaimana pendekatan yang dipakai oleh Sunan Kalijaga dalam Menyebarkan Agama Islam di Pulau Jawa, yaitu: seperti Wayang, Grebek, Skaten, Bedug, Suronan, Tembang dan Dalang. dengan menggunakan metode dakwah melalui senibudaya,lebih efektif karna
iii
masyarakat Jawa dahulu menyukai kesenian. Oleh karna itu Sunan
Kalijaga Membuat sesuatu yang biasa digemari oleh masyarakat
setempat, agar metode dakwahnya dapat diterima oleh masyarakat. 2)
Bagaimana efek yang akan timbul Dakwah Sunan Klijaga
menggunakan Seni dan Budaya ialah: Dampak yang terjadi dalam
dakwah Sunan Kalijaga di pulau Jawa pada saat itu ialah adanya unsur
kebudayaan Hindu Budha yang maknanya atau pengertiaannya di
ubah oleh Sunan Kalijaga susuai syariat islam dan diterima oleh
masyarakat hingga saat ini. Metode ini sangat efektif sebagaimana
Sunan Klaijaga melakukan dengan benar dan juga tidak salah langkah.
Dengan adanya dakwah Sunan Kalijaga masyarakat lebih pandai
dalam berpakaian serta berprilaku yang baik sesama manusia dan
menjalan tolenrasi umat beragama
Penerapan layanan bimbingan kelompok dengan teknik fun game untuk mengatasi kurangnya percaya diri untuk menyampaikan pendapat pada siswa kelas x pbs 1 smk tamansiswa kudus
Penelitian ini bertujuan untuk: 1. Mendiskripsikan percaya diri dalam menyampaikan pendapat dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik Fun Game pada siswa kelas X. 2. Mendiskripsikan pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan teknik Fun Game dalam mengatasi kurangnya percaya diri untuk menyampaikan pendapat pada siswa kelas X PBS 1.
Kurangnya percaya diri untuk menyampaikan pendapat memang sering dialami seorang siswa didalam kelas. Siswa kadang kurang berani dalam menyampaikan pendapat, entah masalah dalam kemampuan individu, atau takut salah. Dalam penelitian ini, melalui layanan bimbingan kelompok teknik fun game bertujuan untuk mengatasi kurangnya percaya diri untuk menyampaikan pendapat pada siswa kelas X PBS 1 SMK TAMANSISWA Kudus.
Kegiatan Bimbingan kelompok teknik fun game peneliti melaksanakan sesuai dengan prosedur tahapan, dengan kegiatan tahapan langkah-langkah teknik fun game sebagai berikut: a. Menyediakan alat permainan beserta kelengkapanya, b. Fasilitator menjelaskan tujuan permainan dan yang menjdi fasilitator yaitu guru, konselor dan wakil kelas, c. Menentukan permainan memegang peran dan penulis, d. Menjelaskan aturan dalam melaksanakan fun game, e. bermain dan diskusi, f. Menyimpulkan hasil diskusi, g. menutup kegiatan.
Dalam penelitian ini, kegiatan teknik fun game diberikan saat tahap kegiatan dalam layanan bimbingan kelompok. Hipotesis dikemukakan bahwa: 1) Percaya diri untuk menyampaikan pendapat dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik fun game pada siswa kelas X PBS 1 SMK TAMANSISWA Kudus 2) Pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan teknik fun game pada siswa kelas X PBS 1 SMK TAMANSISWA Kudus dapat meningkatkan kurangnya percaya diri untuk menyampaikan pendapat.
Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) yang ditempuh dalam dua siklus. peneliti menentukan hasil purposive sampling berdasarkan pertimbangan dari hasil observasi dan wawancara untuk menentukan subyek penelitian. Tahapan dalam analisis data dapat dijelaskan sebagai berikut: Reduksi data, Paparan data dan Penyimpulan
STRATEGI PENGELOLAAN DESA WISATA DUREN SARI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT DESA SAWAHAN KECAMATAN WATULIMO
ABSTRAK
Skripsi dengan judul Strategi Pengelolaan Desa Wisata Duren Sari
Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Masyarakat Desa Sawahan Kecamatan
Watulimo Kabupaten Trenggalek ini ditulis oleh Riski Anggianingrum, NIM
12209183017, Jurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu
Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Tulungagung, pembimbing Anggoro
Putranto, S.Pd., M.Sc.
Kata kunci: Pengelolaan Desa Wisata, Ekonomi Masyarakat, SWOT
Penelitian ini dilatarbelakangi dari perkembangan pesat industri wisata yang
menjadi salah satu sektor unggulan di banyak negara. Sebagai salah satu Kabupaten
di Wilayah Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Trenggalek tetap konsisten dalam
berusaha meningkatkan potensi wisata melalui pengelolaan desa wisata. Desa
Wisata Duren Sari yang berada di wilayah administratif Desa Sawahan
berkomitmen melakukan pengelolaan potensi wisata melalui pengadaan sarana dan
prasana serta penambahan paket wisata agar mampu meningkatkan daya tarik
wisata serta memberi dampak positif bagi masyarakat di Desa Sawahan.
Fokus dalam penelitian ini yaitu (1) Pengelolaan Desa Wisata Duren Sari
dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat desa Sawahan, (2) Faktor
pendukung dan penghambat pengelolaan Desa Wisata Duren Sari, (3) Strategi
pengembangan Desa Wisata Duren Sari terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
Sedangkan tujuan penelitian ini (1) Untuk mendeskripsikan pengelolaan Desa
Wisata Duren Sari dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat desa Sawahan,
(2) Untuk mendeskripsikan kondisi ekonomi masyarakat Desa Sawahan sebelum
dan sesudah adanya Desa Wisata Duren Sari, (3) Untuk mendeskripsikan strategi
pengembangan Desa Wisata Duren Sari terhadap peningkatan ekonomi masyarakat
Penelitian ini menggunakan jenis Kualitatif Deskriptif dengan tujuan untuk
mendapatkan jawaban detail mengenai Pengelolaan Desa Wisata Duren Sari
Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Masyarakat Desa Sawahan Kecamatan
Watulimo. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara
dan juga dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan berupa SWOT.
Hasil penelitian berupa pengelolaan Desa Wisata Duren Sari Sebagai Upaya
Peningkatan Ekonomi Masyarakat Desa Sawahan Kecamatan Watulimo. Adapun
dalam pengelolaan Desa Wisata Duren Sari Mitra yaitu dengan melibatkan
masyarakat secara aktif dalam kegiatan pariwisata yang memberikan dampak
positif pada ekonomi masyarakat, tumbuhnya industri kreatif rumah tangga,
meningkatnya kualitas diri serta kesadaran masyarakat dalam melestarikan potensi
alam dan kearifan lokal. Berdasarkan analisis SWOT ditunjukkan bahwa Desa
Wisata Duren Sari Mitra mempunyai peluang serta kekuatan yang lebih tinggi,
sehingga hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendorong kebijakan organisasi
serta menjalankan strategi pengembangan potensi wisata secara tepat
UPAYA UNIT PELAKSANA TEKNIS DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH MELALUI PAJAK KENDARAAN BERMOTOR BAGI MAHASISWA PENDATANG DI KOTA MALANG (Sudi di Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendapatan Malang Kota)
Deri Tri Putranto, Agus Yulianto S.H., M.H., Dr. Dewi Cahyandari, S.H., M.H. Fakultas Hukum,Universitas Brawijaya [email protected] ABSTRAK Pengaturan Wajib lapor Kendaraan Bermotor yang berasal dari luar daerah diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 9 Tahun 2010 tentang Pajak Daerah. Namun Upaya yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendapatan Malang Kota terkait Pasal 4 Ayat (2) bahwa “Kendaraan Bermotor Luar Daerah yang digunakan lebih dari 3 bulan di daerah wajib lapor kepada Kepala Dinas†sudah dilaksanakan sejak tahun 2010-2011 belum maksimal, dikarenakan banyak yang tidak setuju. Melalui Metode Penelitian Yuridis Empiris dengan pendektan sosiologis, penulis akan berusaha menjawa permasalahan terkait dengan Upaya, Hambatan dan Solusi dalam Pasal 4 Ayat (2) Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 9 Tahun 2010 tentang Pajak Daerah. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa yang terjadi di lapangan tidak sesuai dengan Peraturan Daerah yang terkait. Adapun Hambatannya yaitu masyarakat banyak yang protes terkait wajib lapor kendaraan bermotor dari luar daerah. Lebih lanjut penulis menyarankan memuat ketentuan sanksi dalam Peraturan Daerah tersebut dan perlu adanya pengoperasian zebra kepada kendaraan bermotor dari luar daerah. Kata Kunci : Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendapatan Malang Kota, Kendaraan Bermotor Dari Luar Daerah, Peraturan Daerah.  ABSTRACT The requirement for incoming students to report their vehicles coming from other regions is governed in Regional Regulation of the Province of East Java Number 9 of 2010 concerning Regional Tax. However, the measures as taken by Technical Implementing Unit of Revenue Department of Malang related to Article 4 Paragraph (2) stating “vehicles from outside regions and used for more than three months have to be reported to the Unit Head†had not been optimally implemented from 2010-2011 since some disagree with the regulation. With empirical juridical method and sociological approach, the author aims to answer the problem regarding the measures, hindrance, and solution in Article 4 Paragraph (2) of Regional Regulation of the Province of East java Number 9 of 2010 concerning Regional Revenue. The research result concludes that the reality is not what the regional regulation tries to manage. Some members of public protest over compulsory report that they have to make about their vehicles from different regions. Moreover, It is essential that provisions of sanction in the Regional Regulation be made, and inspections for vehicles from different regions are required. Keywords: Technical Implementing Unit of Revenue Department Malang, vehicles from outside regions, Regional Regulation
ANALISIS KEGAGALAN LATIHAN KEADAAN DARURAT DI MV. FEDERAL KIBUNE PADA SAAT PORT STATE CONTROL INSPECTION
ABSTRAKSI
Bagas Putranto Teguh Sutomo, 2019, NIT : 52155616 N “Analisis kegagalan latihan keadaan darurat di MV. Federal Kibune pada saat port state control inspection”, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. Pembimbing : (1) Capt. Hadi Supriyono, M.M, M.Mar (II) R.A.J Hadi Susilo Wibowo, S.IP., M.M.
Transportasi memegang peranan penting dalam perekonomian dunia, salah satunya adalah angkutan laut. Angkutan laut tidak terlepas dari keadaan darurat yang mungkin timbul. Hal ini ditanggapi serius oleh IMO dengan menerbitkan peraturan menyangkut latihan keadaan darurat yaitu SOLAS 1974 Chapter III- Life Saving Appliances and Arrangements Part B Section I – Passanger Ships And Cargo Ships Regulation 19-Emmergency Training And Drills. Maka dengan dasar ini penyusun telah selesai menyusun skripsi dengan judul “Analisis kegagalan latihan keadaan darurat di MV Federal Kibune pada saat port state control inspection” dengan permasalahan antara lain mengapa terjadi kegagalan latihan keadaan darurat di MV Federal Kibune pada saat Port State Control Inspection dan bagaimanakah cara yang dilakukan crew kapal MV Federal Kibune dalam mengatasi kegagalan latihan keadaan darurat pada saat Port State Control Inspection.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Dalam hal ini mengumpulkan data berupa pendekatan terhadap objek melalui observasi ,serta menggunakan data-data yang berhubungan dengan kegagalan latihan keadaan darurat di atas kapal yang berkaitan dengan Port State Control Inspection.
Berdasarkan hasil penelitian, Penyusun menemukan penyebab terjadinya kegagalan latihan keadaan darurat di atas kapal pada saat Port State Control Inspection dan juga mengenai tindakan untuk mengatasi kegagalan latihan keadaan darurat pada saat Port State Control Inspection sehingga dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan latihan keadaan darurat di atas kapal harus sesuai dengan ketentuan yang diterapkan yakni sesuai SOLAS 1974 Chapter III- Life Saving Appliances and Arrangements Part B Section I – Passanger Ships And Cargo Ships Regulation 19-Emmergency Training And Drills dan juga kesadaran dari setiap crew kapal terhadap tugasnya masing-masing serta keseriusan crew kapal saat latihan keadaan darurat mutlak dibutuhkan demi terwujudnya latihan keadaan darurat yang berjalan optimal di atas kapal pada saat Port State Control Inspection sehingga kapal terhindar dari deficiency dan penahanan. Dengan adanya kesadaran akan tanggung jawab dalam melaksanakan latihan keadaan darurat maka permasalahan dalam kegagalan latihan keadaan darurat di atas kapal pada saat Port State Control Inspection dapat dihindari, sehingga pelaksanaan latihan keadaan darurat berjalan dengan baik dan benar.
ABSTRACT
Bagas Putranto Teguh Sutomo, 2019, NIT : 52155616 N “Analysis of the failure of the emergency training in the MV. Federal Kibune when the port state control inspection”, Merchant marine polytechnic of Semarang. Advisor : (1) Capt. Hadi Supriyono, M.M, M.Mar (II) R.A.J Hadi Susilo Wibowo, S.IP., M.M.
Transportation is an important role in the world economy, one of them is sea transportation. Sea transportation, can not be separated from a state of emergency that might arise. It is taken seriously by the IMO by issuing regulations regarding the exercise of emergency, namely SOLAS 1974 The Chapter III-Life Saving Appliances and Arrangements Part B Section I – Passanger Ships And Cargo Ships Regulation 19-Emmergency Training And Drills. So on this basis the author has finished writing his research entitled "The Failure of The Emergency Drills On MV Federal Kibune during Port State Control Inspection" with problems among others, why failure occurs of the emergency drills on MV Federal Kibune at the time of Port State Control Inspection and how do the manner that is done by crew of MV Federal Kibune in addressing the failure of the emergency drills at the time of Port State Control Inspection.
The method used in this study is qualitative method. It produces descriptive data such as written words from the people and observed behavior. In this case the approach to collect data in the form of objects through observation, and use data relating to the failure of emergency drills on board with regard to Port State Control Inspection.
Based on this research, the authors found the cause of the failure of an emergency drills on board at the time of The Port State Control Inspection and also about actions to address the failure of an emergency drills at the time of The Port State Control Inspection so it can be concluded that the implementation of an emergency drills on board must comply with the provisions applicable to the corresponding SOLAS 1974 The Chapter III-Life Saving Appliances and Arrangements Part B Section I – Passanger Ships And Cargo Ships Regulation 19-Emmergency Training And Drills and also the consciousness of each ship’s crew against their respective task as well as the seriousness of the ship’s crew during emergency drills required for the attainment of absolute emergency drills which runs optimally on board at the time of The Port State Control Inspection so that ships avoid the deficiency and detention. By the presence of awareness of the responsibility of carrying out of the emergency drills the troubles in the failure of the emergency drills on board at the time of The Port State Control Inspection can be avoided so the implementation of the emergency drills run well and right
PERAN BALAI PEMASYARAKATAN DALAM PEMBIMBINGAN TERHADAP ANAK NAKAL DI BALAI PEMASYARAKATAN SURAKARTA
Picta Dhody Putranto, E 0006196. 2010. PERAN BALAI
PEMASYARAKATAN DALAM PEMBIMBINGAN TERHADAP ANAK
NAKAL DI BALAI PEMASYARAKATAN SURAKARTA. Fakultas Hukum
Universitas Sebelas Maret.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Balai
Pemasyarakatan dalam pembimbingan terhadap anak nakal, dan untuk mengetahui
kendala-kendala yang dialami oleh Balai Pemasyarakatan dalam melakukan
pembimbingan terhadap anak nakal.
Penelitian ini merupakan penelitian hukum sosiologis atau penelitian
hukum empiris yang bersifat deskriptif, penelitian ini menggunakan metode
penelitian kualitatif. Data yang diperoleh dari data primer dan sekunder. Data
primer diperoleh dari Balai Pemasyarakatan Surakarta dan data sekunder
diperoleh dari data yang diperoleh dari bahan-bahan kepustakaan, dokumen, dan laporan-laporan yang ada hubungannya dengan permasalahan yang diteliti. Untuk
teknik pengumpulan data yaitu menggunakan dua teknik yaitu wawancara, dan
studi kepustakaan. Selanjutnya untuk menganalisa data yang ada dengan
menggunakan analisis kualitatif dengan interaktif model.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan penulis, dapat diambil
kesimpulan bahwa Balai Pemasyarakatan Surakarta sebagai salah satu penegak
hukum khususnya dalam pembimbingan terhadap anak nakal, dalam menjalankan
perannya tersebut dilakukan melalui tiga tahap, pertama tahap pra ajudikasi yaitu
tahap pada saat dimulainya proses penyidikan oleh kepolisian terhadap anak
nakal, kedua tahap ajudikasi yaitu tahap pada saat perkara yang melibatkan anak
nakal telah memasuki proses persidangan, ketiga tahap post ajudikasi yaitu tahap
pada saat setelah perkara yang melibatkan anak nakal diputus oleh hakim.
Kendala-kendala yang dapat menghambat pelaksanaan peran Balai
Pemasyarakatan Surakarta dalam pembimbingan terhadap anak nakal antara lain
pertama lemahnya aturan hukum yang berlaku terhadap tindak pidana yang
dilakukan oleh anak, kedua kurangnya koordinasi diantara sesama aparat
penegak hukum dalam menangani perkara pidana anak, ketiga rendahnya kualitas
sumber daya manusia di Balai Pemasyarakatan Surakarta sehingga dalam
menangani perkara pidana anak, keempat kurangnya sarana dan prasarana yang
memadai sehingga dalam penanganan perkara pidana anak, kelima wilayah
hukum Balai Pemasyarakatan Surakarta yang sangat luas meliputi eks
Karesidenan Surakarta, keenam Keluarga klien anak yang tidak kooperatif,
ketujuh Alokasi anggaran dan dana yang sangat minim kepada Balai
Pemasyarakatan Surakarta dalam menjalankan peran dan fungsinya.
Kata kunci : Balai Pemasyarakatan, Tindak Pidana Anak, Anak Nakal.
Picta Dhody Putranto, E0006196. 2010. CENTER ROLE OF BALAI
PEMASYARAKATAN IN COACHING TO JUVENILE DELINQUENTS
ON BALAI PEMASYARAKATAN SURAKARTA. Faculty of Law, Eleven
March University.
The purpose of this study is to investigate the role of Balai
pemasyarakatan in coaching against bad boy, and to identify the constraints faced
by the Balai Pemasyarakatan in the conduct of supervision of juvenile
delinquents.
This research is a sociological law or descriptive empirical legal research,
this study uses qualitative research methods. Data obtained from primary and
secondary data. Primary data obtained from the Balai Pemasyarakatan Surakarta
and secondary data obtained from the literature materials, documents, and reports
related to the problem under study. For data collection technique is to use two
techniques, interview and literature study. Furthermore, to analyze existing data
using qualitative analysis with an interactive model.
Based on the results of research that has been done with the author, it can
be concluded that the Balai Pemasyarakatan Surakarta as one of law enforcement,
particularly in the supervision of juvenile delinquents, in carrying out its role is
carried out through three stages, first stage is pre adjudication stage at the
commencement of the investigation by the police against bad boy, the second
stage is the stage at the time of adjudication of cases involving juvenile
delinquents have entered the trial, the third phase of post adjudication stage at the
time after the case involving juvenile delinquents sentenced by the judge. The
constraints that can hamper the implementation of the role of Balai
Pemasyarakatan Surakarta in supervision of juvenile delinquents, among others,
the first weakness of the rule of law that applies to crimes committed by children,
both the lack of coordination among law enforcement officers in handling
criminal cases of children, the three low quality of the source human resources in
the Balai Pemasyarakatan Surakarta so that in handling criminal cases of children,
the fouth, of the lack of adequate facilities and infrastructure so that in handling
criminal cases of children, the fifth, jurisdictions Balai Pemasyarakatan’s covers a
very broad Surakarta former, the sixth, children Families clients who do not
cooperate, the seventh, budget allocation and funds are minimal to Balai
Pemasyarakatan Surakarta in performing its roles and functions.
Keywords: Balai Pemasyarakatan, Children Crime, Bad Boy
Criticizing Female Genital Mutilation Practice from Feminist Standpoint Theory: A View from Communication Science Perspective
This conceptual review examines Female Genital Mutilation (FGM) practice in Indonesia viewed from Feminist Standpoint Theory (FST). The current study uses a literature review to build an argumentative contribution from communication science perspective. FGM is a global phenomenon locally and culturally practiced in more than 29 countries, including Indonesia. Despite many state regulations and international treaties forbidding the practice because of its harmful consequences, FGM practice is persistently maintained by religion, culture, tradition, and other factors. The author proposes FST as a theoretical base to criticize FGM because it does not represent the lived experience of women, marginalizes women further to the brink of ideal democratic participation, and does not contribute towards the positive construction of female selfhood. The author will elaborate on these three objections using the communication science perspective within the Indonesian cultural context. The author proposes more action-oriented theorizing to overcome FST's practical deficiency by providing insights from critical intercultural communication. Women's collective agency based on situated knowledge will empower their communicative skills as enablers of transformation to eradicate FGM
Menggali Metode Berteologi Pastoral dari Pentalogi R. Hardawiryana SJ
Abstrak: Dalam tulisan ini penulis berusaha mencermati karya-karya dari almarhum Pater Robertus Hardawiryana, SJ (1926-2009), salah satu teolog Indonesia yang terkemuka segera seusai Konsili Vatikan II. Berdasarkan karya-karya beliau terakhir yang sudah diterbitkan, yakni Pentalogi, tetapi juga memanfaatkan beberapa manuskrip yang belum diterbitkan, penulis memusatkan diri pada pandangan Hardawiryana tentang metode berteologi sejauh tercermin dalam tulisan-tulisannya. Pada umumnya, pandangan Hardawiryana tentang metode bisa dilihat pada awal karangan-karangannya, di mana tampak bahwa dia sangat sadar akan pentingnya metode dalam berteologi. Dalam hal ini Hardawiryana sejalan dengan arah-arah baru yang dibuka oleh Federasi Konferensi-konferensi Uskup Asia dalam pelbagai dokumennya. Meskipun demikian, sulit diharapkan suatu paparan teoretis yang menyeluruh dan sistematis tentang metode berteologi dari teolog ini, mengingat bahwa minat utamanya lebih tertuju pada pengupayaan suatu arah pastoral yang kuat pada tulisan-tulisan teologi, dan sebaliknya juga, pada pemberian dasar teologis yang kuat pada kebijakan-kebijakan pastoral. Selain itu, penulis juga memandang perlu untuk menilik sejenak pembentukan intelektual Hardawiryana agar lebih menolong untuk memahami kecenderungan-kecenderungannya kelak dalam berteologi.
Kata-kata Kunci: Teologi, metode berteologi, pembinaan teologi, orientasi pastoral, inkulturasi, FABC.
Abstract: In this essay the author attempts to explore the works of the late Fr. Robert Hardawiryana, S.J., (1926-2009), one of prominent Indonesian theologians in the wake of the Second Vatican Council. Based on this theologian’s latest published works, the Pentalogi, but also making use of some yet unpublished manuscripts, the author focuses on Hardawiryana’s view of theological method as reflected in his writings. In most cases, his view on method can be seen from the introduction he provides at the beginning of his articles, as he is highly aware of the importance of method in doing theology. In this way he concurs with the new trends opened up by the Federation of Asian Bishops’ Conference in its various documents. However, one can hardly expect a thorough and systematic theoretical exposition on theological method from this theologian, as his main interest lies elsewhere, namely, to bring a truly responsible pastoral thrust to theological writings, and vice versa, to provide sound theological foundation to pastoral policies. The author also considers that a glimpse at his intellectual formation would be of considerable help to understand Hardawiryana’s future leanings in theology.
Keywords: Theology, method of theology, theological formation, pastoral orientation, inculturation, FABC.</jats:p
Influence of a Wall-Embedded Phononic Crystal on Tollmien-Schlichting Waves
This thesis concerns a numerical investigation for the stabilization (delay of laminar-to-turbulent transition) of ows over a at plate with a meta-unit of a possible metamaterial. The type of instability studied is that due to small disturbances in an incompressible, two-dimensional boundary layer. The linear growth of the disturbance in the form of a wave (also called the Tollmien-Schlichting wave) was of particular interest. There is a newly emerging class of structures called "metamaterials" which are capable of controlling the properties of classical waves (electromagnetic/optical/acoustic). This thesis investigates whether or not one of these materials are capable of attenuating TS waves. A literature review was conducted on three types of metamaterials, namely those based on Helmholtz-resonators, membranes structures and phononic crystals. The mechanisms for which the three aforementioned metamaterials attenuate acoustic waves are resonance, anti-resonance and Bragg's scattering respectively. Based on the likelihood of successfully achieving damping of TS waves, the phononic crystal was chosen to be further studied…Aerospace Engineering | Aerodynamic
