142 research outputs found
PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN KANTIN BU LILIK DAN PAK WAWAN
Seiring berkembangnya jaman, banyak industri bidang jasa kuliner menerapkan persaingan ketat untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen agar dapat memperoleh kepuasan yang baik. Pada institusi pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, keberadaan kantin menjadi penting karena sebagai acuan tolak ukur pada tingkat kualitas pelayanan dan produk makanan yang akan dikonsumsi oleh mahasiswanya sehingga mampu dalam mengedepankan kepuasan konsumen yang lebih baik. Tujuan penelitian (1) mengetahui pengaruh kualitas produk terhadap kepuasan konsumen di kantin Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, (2) mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen di kantin Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian dilakukan di kantin Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Sampel yang digunakan sebanyak 100 orang yang terbagi dalam 2 tempat penelitian yaitu di Kantin Soto Ayam Bu Lilik (50 Orang) dan juga Kantin Es Susu Pak Wawan (50 Orang). Metode analisis penelitian ini adalah Uji T. hasil penelitian ini adalah: 1) Hasil kualitas produk kantin Bu Lilik dengan nilai siginifikasi < 0,001 < 0,05. Hasil kualitas produk di kantin Pak Wawan dengan nilai siginifikasi sebesar 0,090 > 0,05. Hasil penelitian (Uji T) menunjukkan kualitas produk berpengaruh signifikan dan tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen., 2) Hasil kualitas pelayanan di kantin Bu Lilik dengan nilai siginifikasi 0,023 < 0,05. Hasil kualitas pelayanan di kantin Pak Wawan dengan nilai siginifikasi 0,050 = 0,05. Hasil penelitian (Uji T) menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen
Politeness and Impoliteness Strategies in Sundanese Language Podcasts on the YouTube Channel Ridwan Remin
This research examines politeness and impoliteness strategies in the Sundanese language as used on the Ridwan Remin YouTube podcast. Analyzing these strategies provides insights into cultural and social norms, enhances understanding of interpersonal communication within the Sundanese community, and demonstrates how traditional linguistic practices evolve in modern media contexts. As podcast media gains popularity, studying these strategies in this digital format reveals how traditional practices adapt to reflect broader social and cultural changes. This qualitative study utilizes politeness theory by Brown & Levinson (1987) and impoliteness theory by Culpeper (1996), alongside pragmatics, to explore how speakers manage social relationships through language in a podcast setting. The research focuses on the podcast episode "Soleh Solihun: Working with Sincerity (in Sundanese)," uploaded on Ridwan Remin's YouTube channel on May 31, 2021. By analyzing the podcast transcript, the study identifies various politeness and impoliteness strategies used by speakers and evaluates listener responses. This research not only contributes to understanding linguistic strategies in digital communication but also offers implications for future studies on communication practices in evolving digital platforms
Strategic Management Analysis of Indonesian Sharia Banking
Increasing banking competition on a national and global scale requires managers to determine the right strategic steps. This is done to improve banking performance as a public entity which is increasingly needed. The purpose of this study is to analyze the strategic management of Indonesian Islamic banking in increasing market share in the Indonesian banking industry. This study uses the literature study method and uses secondary data as well as providing explanations and analysis of various literature studies and secondary data related to the strategic management process of Indonesian Islamic banking. The results of this research, analysis of the external environment of Indonesian Islamic banking found several opportunities to encourage the competitiveness of the Islamic banking industry but also found threats from competition from conventional banking. From the analysis of the internal environment, several weaknesses were found, namely, in the field of human resources, information technology, and the number of bank branch offices. By analyzing the external and internal environment, medium and long-term goals and objectives of Islamic banking are produced and several strategies are produced, namely, expansionary strategy, conventional bank conversion strategy to Islamic banking, human resource strategy, banking technology development strategy, funding, and capital strategy, and a strategy to increase the number of bank offices. From the analysis of the internal environment, several weaknesses were found, namely, in the field of human resources, information technology, and the number of bank branch offices
Pemberdayaan masyarakat kampung berkebun: Penelitian di RW 04 Kelurahan Pajajaran Kecamatan Cicendo Kota Bandung
Pemberdayaan masyarakat kampung berkebun di RW 04 Kelurahan Pajajaran Kecamatan Cicendo Kota Bandung merupakan program yang digagas oleh mantan Walikota Bandung Ridwan Kamil. Namun, gagasan ini kemudian diimplementasikan oleh Ketua RW Wawan Setiawan yang bermukim di bantaran Sungai Cipamokolan dengan kondisi yang banyak sampah. Sehingga, menimbulkan kekumuhan yang berdampak pada lingkungan. Dengan program tersebut diharapkan adanya perubahan lingkungan, dan meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui kegiatan bercocok tanam dengan menggunakan paranggong (anyaman bambu) di atas Sungai, serta memanfaatkan lahan yang sempit
Strategi Marketing Public Relations Indosat Ooredoo (Studi Kasus Pada PT. Indosat Tbk Area Banjar Patroman Ciamis Jawa Barat)
PT Indonesian Satellite Corporation Tbk adalah sebuah perusahaan penyelenggara jasa telekomunikasi internasional di Indonesia. Indosat merupakan perusahaan telekomunikasi dan multimedia terbesar kedua di Indonesia untuk jasa seluler (Satelindo, IM3, StarOne). Perusahaan yang bergerak dibidang telekomunikasi ini dari hari ke hari semakin menunjukan eksisnya dan semakin banyak pelanggannya, karena dengan berbagai program dan produk yang akan direncanakan oleh Indosat ini adalah dapat direspon dengan baik oleh kalangan konsumennya, maka tidak heran sampai dengan hari ini Indosat adalah salah satu perusahaan provider telekomunikasi favorit dikalangan masyarakat Indonesia. Strategi marketing yang dilakukan oleh Public relations Indosat adalah dengan pergantian nama dari Indosat menjadi Indosat Ooredoo karena perusahaan Indosat ingin menjadi pemimpin terdepan dan terbesar digital di Indonesia.
Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis masalah, untuk mengetahui planning, untuk mengetahui reborn/aksi, dan untuk mengetahui evaluasi. Kerangka pemikiran di dalam penelitian ini menggunakan konsep 4 step Public Relations Process, yakni dengan mengetahui analisis masalah, planning, reborn/aksi dan evaluasi yang dilakukan oleh Public Relations Indosat Ooredoo dalam perubahan nama menjadi Indosat Ooredoo.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam dan observasi pasipatorik pasif. Penelitian ini dilakukan dengan menempuh langkah-langkah: menentukan lokasi penelitian, menentukan metode penelitian, menentukan pemilihan informan, menentukan jenis dan sumber data, menentukan teknik pengumpulan data, dan akhirnya mengolah dan menganilisis data.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa perubahan nama yang dilakukan oleh perusahaan Indosat Ooredoo adalah untuk menjadi perusahaan yang mengedepankan layanan digital kepada para pelanggannya, dan memberikan program yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan, sehingga para pelanggannya semakin loyal kepada perusahaan. Dunia digital yang saat ini sedang direalisasikan oleh Indosat Ooredoo ini karena ingin lebih meningkatkan pelayanan serta jaringan yang super cepat dan stabil kepada para pelanggan setia Indosat Ooredoo.
Berdasarkan temuan ini dapat disimpulkan bahwa strategi yang dilakukan oleh Public Relations Indosat Ooredoo adalah dengan menggunakan konsep 4 step Public Relations Process serta Indosat Ooredoo memiliki cita-cita untuk menjadi perusahaan terbesar dan nomor satu di Indonesia dengan era digitalnya
PERUBAHAN PERILAKU AKTIVITAS SEKSUAL PADA PENDERITA STROKE
Perubahan Perilaku Aktivitas Seksual pada Penderita Stroke. Seks adalah salah satu kebutuhan manusia, tidak hanya pada orang normal tetapi juga pada penderita stroke. Seksualitas merupakan salah satu aspek kompleks pada individu manusia. Stroke dapat menyebabkan perubahan perilaku seksual, baik menurunkan libido, potensi seksual dan kepuasan seksual. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui perubahan perilaku aktivitas seksual pada penderita stroke. Strategi penelitian yang digunakan adalah studi kasus terpancang (embedded case study research). Analisis data dilakukan melalui analisis deskritif. Sumber data penelitian berupa: (1) informan atau narasumber dari pasien, istri, dan anak, (2) arsip dan dokumen mengenai status pasien. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan cara interview mendalam (deep interview) dan diskusi kelompok terfokus (focus group discussion). Berdasarkan hasil analisis data penelitian diperoleh tema-tema perilaku aktivitas seksual adalah hubungan suami istri/ bersetubuh, konsep diri negatif, keterbatasan fungsi seksual, faktor-faktor yang mendorong aktifitas seksual, fungsi seksual, hasrat untuk mengabdi dan berhenti melakukan hubungan seksual. Perubahan perilaku aktifitas seksual penderita stroke dipengaruhi oleh kondisi penderita, agama yang diyakini dan budaya
ANALISIS STRATEGI BISNIS MELALUI PENDEKATAN SOCIAL BUSINESS MODEL CANVAS (SBMC): Studi Pada Perusahaan Biogas BRIN di Dusun Giriharja Kabupaten Sumedang
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran umum strategi bisnis yang diterapkan saat ini pada perusahaan sosial biogas BRIN, untuk mengetahui hasil identifikasi strategi bisnis melalui Social Business Model Canvas (SBMC), dan untuk mengetahui alternatif formulasi strategi bisnis terbaru dengan melalui pendekatan Social Business Model Canvas (SBMC). Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan data primer dan data sekunder, sehingga alat pengumpulan data pada penelitian ini yaitu metode wawancara, studi literatur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan mengidentifikasi strategi bisnis melalui pendekatan Social Business Model Canvas (SBMC) terdapat elemen yang kurang baik sehingga perlu melakukan evaluasi atau perbaikan yaitu pada elemen Key Allies, Key Activities, Value Proposition, Channels, Cost of Delivery, dan Community Reinvestment. Selain itu, pembentukan formulasi strategi baru ini menggunakan strategi blue ocean dengan penerapan kerangka kerja empat langkah yang menyesuaikan dengan hasil identifikasi SBMC.
The purpose of this study is to find out the general description of the business strategy that is currently being applied to the BRIN biogas social enterprise, to find out the results of business strategy identification through the Social Business Model Canvas (SBMC), and to find out the latest alternative business strategy formulations through the Social Business Model Canvas (SBMC). This research method was a qualitative research with a case study approach. Data collection techniques were using primary data and secondary data, so that the data collection tools in this study were interviews, literature studies, and documentation. The results of the study show dat by identifying business strategies through the Social Business Model Canvas (SBMC) approach, there were elements that here not good so that it was necessary to evaluate or improve, the elements of Key Allies, Key Activities, Value Propositions, Channels, Cost of Delivery, and Community Reinvestment. In addition, the formation of this new strategy formulation used a blue ocean strategy with the application of a four-step framework that adapts to the results of the SBMC identification
Pengetahuan, Sikap dan Praktik Pengelolaan Limbah Masker Sekali Pakai Oleh Pegawai Puskesmas Pada Pandemi Covid-19 di Kabupaten Pangandaran
Limbah biomedis yang salah satunya masker sekali pakai memerlukan penanganan limbah yang tepat agar tidak mencemari lingkungan dan menyebabkan penularan kembali penyakit COVID-19. Pada tahun 2021, di Kabupaten Pangandaran, limbah masker sekali banyak ditemukan sebagai sampah di laut dan telah menyebabkan pencemaran serius terhadap lingkungan laut. Oleh karena itu, mendesak penting bagi Pemerintah Kabupaten Pangandaran untuk merumuskan regulasi yang secara spesifik mengatur cara pembuangan masker medis. Dengan menyadari dampak signifikan yang ditimbulkan terhadap pencemaran lingkungan, regulasi semacam itu akan membantu menjaga keberlanjutan dan kebersihan wilayah pesisir. Dalam konteks ini, Puskesmas, sebagai lembaga penanganan awal pasien Covid-19, menjadi fokus penelitian ini untuk mengevaluasi dan memahami lebih lanjut pengelolaan limbah masker sekali pakai di tingkat pelayanan kesehatan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis determinan antara faktor demografi, pengetahuan, dan perilaku terhadap praktik pengelolaan limbah masker sekali pakai pada pegawai Puskesmas di Kabupaten Pangandaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Desain penelitian ini menggunakan metode survei eksplanatif. Demografi (umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, area tempat kerja dan riwayat vaksin Covid-19, dan riwayat terkena Covid-19), pengetahuan dan sikap sebagai variabel tidak terikat (X) sedangkan variabel praktik merupakan variabel terikat. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dan check list observasi. Cara pengumpulan data dengan melakukan wawancara dan observasi. Partisipan sebanyak 91 orang berasal dari 15 puskesmas yang berbeda di Kabupaten Pangandaran. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan untuk menguji hubungan X dan Y menggunakan Chi-Square, analisa lanjut seberapa besar pengaruhnya menggunakan multivariate regresi logistic.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, area tempat kerja dan riwayat vaksin Covid-19, dan riwayat terkena Covid-19 dan sikap terhadap praktik pengelolaan limbah masker sekali pakai. Pengetahuan responden terhadap praktik pengelolaan limbah masker sekali pakai memiliki hubungan yang signifikan, sehingga hipotesis ada hubungan yang positif dan signifikan antara pengetahuan dengan praktik pengelolaan limbah masker sekali pakai diterima sedangkan hipotesis lainnya ditolak. Hasil regresi logictic menunjukan pengetahuan dan pekerjaan mempunyai pengaruh signifikan terhadap praktik pengelolaan limbah masker sekali pakai, pengetahuan yang baik mempunyai pengaruh 7,5 kali untuk praktik pengelolaan limbah masker sekali pakai. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin baik pengetahuan pegawai puskesmas maka semakin baik pula praktik pengelolaan masker sekali pakai di puskesmas kabupaten Pangandaran. Dari kesimpulannya tersebut ada beberapa saran untuk puskesmas yaitu agar rutin refreshing dan praktik pentingnya pengelolaan limbah biomedis terutama limbah masker sekali pakai yang aman dan efektif, kegiatan itu diharapkan meningkatkan tingkat pengetahuan petugas puskesmas yang dibarengi dengan praktik yang baik dalam pengelolaan limbah biomedis khususnya limbah masker sekali pakai
Pendidik perspektif Shahih al-Bukhari : Telaah kitab Shahih al-Bukhari
Sebagian orang beranggapan bahwa hadits itu hanya berbicara mengenai masalah hukum saja, seperti; hukum shalat, puasa, haji, zakat, amar ma’ruf nahyi munkar, berlaku adil dan yang lainnya. Padahal kalau kita mencari, mengkaji dan menganalisa ternyata hadits juga berbicara mengenai pendidikan dalam hal ini pendidik.
Tesis ini bertujuan untuk meneliti konsep pendidik dalam kitab hadits Shahih al-Bukhari. Penelitian ini perlu dilakukan, mengingat permasalahan di atas dan juga masih adanya sebagian pendidik pada hari ini, kurang layak dijadikan sebagai teladan yang baik oleh peserta didiknya, karena jauhnya mereka dari nilai dan akhlak islami yang terdapat dalam Al-Quran dan Hadits yang seharusnya dimiliki oleh pendidik. Di samping itu, banyak pemahaman yang keliru tentang keberadaan tugas dan tanggung jawab pendidik, terutama pendidik dalam pendidikan Islam.
Penelitian ini adalah library research (penelitian pustaka) karena yang dijadikan objek kajian adalah karya literatur berupa kitab hadits, yaitu Shahih al-Bukhari oleh Muhammad ibn Isma‘il al-Bukhari. Oleh karena itu, data-data yang diperlukan ialah data-data tekstual, yaitu hadits-hadits tentang pendidik yang ada dalam kitab hadits Shahih al-Bukhari dengan interpretasi hadits dari ulama hadits. Adapun metode pendekatan pada penelitian ini adalah pendekatan deduktif (deductive approach) dan pendekatan induktif (inductive approach).
Hasil akhir dari penelitian ini adalah bahwa di dalam kitab hadits Shahih al-Bukhari terdapat dua keutamaan bagi pendidik, yaitu mendapatkan ganjaran pahala dan seorang pendidik adalah manusia yang bermanfaat sebagaimana yang terdapat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Burdah, dari ayahnya yaitu Abu Musa al-Asy’ari. Terdapat juga di dalamnya hadits tentang tugas pendidik, yaitu mendidik sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Sulaiman Malik ibn al-Huwairi, dan Tazkiyah sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Akhlak pendidik dalam kitab Shahih al-Bukhari adalah: 1. Ikhlas karena Allah, 2. Takwa, 3. Berilmu, 4. Konsekuen, 5. Lemah lembut dan kasih saying, 6. Memperhatikan keadaan peserta didik, 7. Jujur dalam perkataan dan perbuatan, 8. Sabar, 9. Tawadu‘, 10. Adil, 11. Bertanggung jawab
Analisis biaya, volume dan laba persemaian permanen modern baturaja sumatera selatan (kerjasama finlandia)
Studi geladikarya ini menyajikan informasi mengenai struktur biaya dan laba yang akan berkaitan dengan tingkat produksi dan penjualan. Informasi ini diperlukan oleh
manajemen suatu unit usaha sebagai bahan pengambilan keputusan dalam rangka menjalankan usahanya.
Pengadaan atau pembuatan bibit tanaman dalam rangka kegiatan reboisasi merupakan bagian yang sangat penting untuk mendukung keberhasilannya. Kegiatan reboisasi dari
waktu ke waktu senantiasa ditingkatkan, baik dalam volume fisik, teknis pelaksanaan, maupun manajemen pelaksanaannya.
Hal ini mengingat banyaknya terdapat lahan kawasan hutan yang kritis dan tidak produktif. Di lain pihak terdapat kecenderungan kekurangan bahan baku industri perkayuan yang selama ini masih sebagian besar dipasok oleh kayu dari hutan alam. Selain itu tekanan dari dunia internasional berkaitan dengan isu global lingkungan hidup.
Untuk mendukung keberhasilan kegiatan reboisasi yang selalu meningkat tersebut, maka dibangun unit persemaian modern di beberapa tempat melalui kerjasama dengan Finlandia,
antara lain di Propinsi Sumatera Selatan sebagai objek studi ini. Selama ini pembuatan bibit dilakukan secara sederhana dan merupakan bagian dari kegiatan proyek reboisasi, sehingga dirasakan kurang memadai baik ditinjau dari segi kualitas, maupun kuantitas dan ketepatan
waktunya. Setelah masa pembangunan sarana fisik persemaian selama 3 tahun denqan biaya sebesar Rp 4,6 milyar, yaitu tahun 1994 direncanakan persemaian tersebut akan diserahkan
kepada PT Inhutani (BUMN) untuk dikelola sebagai unit usaha yang mandiri dan ekonomis.
Masalah yang akan timbul antara lain sampai sejauh mana struktur biaya persemaian tersebut mendukung terlaksananya pengusahaan persemaian sebagai unit usaha yang ekonomis. PT Inhutani sebagai calon pengelola persemaian ini perlu tahu mengenai berapa volume produksi minimal yang harus dicapai, berapa harga jual yang wajar dan berapa tingkat laba yang dapat diperoleh dari pengusahaan tersebut. Lebih jauh diharapkan oleh pemerintah bahwa usaha di bidang pembibitan tanaman reboisasi ini bukan saja diusahakan oleh BUMN , tetapi dapat menarik para investor terutama swasta, sehingga secara nasional dapat
mendukung kegiatan reboisasi.
Untuk mencari jawaban terhadap permasalahan tersebut, digunakan suatu konsep ekonomi yaitu analisis biaya, volume dan laba (cost, -volume and profit analisys/CVP).
Analisis ini sangat berguna bagi para manajer di dalam menjalankan usahanya, karena dapat memberikan arahan di dalam menentukan penggunaan sarana produksi, menetukan
strategi pemasaran, mengetahui potensi laba yang dimiliki serta merencanakan laba yang akan diperoleh. Kajian utama dalam analisis ini adalah membahas hubungan antara
struktur biaya (biaya tetap dan variabel) dengan volume produksi serta tingkat perolehan laba, sesuai dengan kapasitas produksi serta harga jual produk di pasar.
Dikenal beberapa parameter dalam analisis CVP antara lain Titik Impas (BEP) , Leverage Operasi (DOL) , Batas Keamanan (MOS), Titik Penutupan Usaha .
Struktur biaya persemaian ini memiliki porsi biaya tetap yang cukup tinggi apabila dibandingkan dengan biaya persemaian konvensional yang selama ini dilaksanakan,
serta harga pokok produksi bibit reboisasi yang dihasilkannya.
Tingginya biaya tetap tersebut diakibatkan dengan adanya tujuan pemerintah lainnya yaitu dalam rangka transfer teknologi. Dari total biaya investasi sebesar Rp 4,6 milyar, terdapat komponen biaya expert asing sebesar 30% atau Rp 1.5 milyar. Selain itu terdapat biaya untuk
sarana fisik yang kurang berhubungan langsung dengan proses produksi sehingga dirasakan over budgetting, antara lain guest house, meeting room, kendaraan roda 4 dsb.
Untuk mengurangi beban biaya investasi ini, maka biayabiaya tersebut dikurangkan dari perhitungan selanjutnya dengan asumsi komponen tersebut merupakan tanggung jawab
pemerintah. Apabila biaya investasi ini tidak direduksi, maka pihak PT Inhutani cukup sulit untuk mengelola unit persemaian ini secara mandiri, apalagi ekonomis.
Biaya investasi yanq telah direduksi menjadi sebesar Rp 3 milyar, dirasakan sesuai denqan kebutuhan biaya apabila pihak Inhutani membuat sarana fisik serupa tanpa menqadakan kerjasama dengan luar negeri. Denqan biaya investasi tersebut, ternyata unit persemaian ini merupakan unit usaha yang cukup menquntungkan. Dengan tinqkat laba bersih yang dianggarkan sebesar 20% dari biaya variabel, maka volume produksinya hanya diperlukan sebesar 77% (11,5 juta batang) dari kapasitas maksimum (15 juta batang), dengan harga jual yang relatif rendah (Rp 95lbatang) atau 177% dari biaya variabel. Keuntungan akan semakin besar dengan dinaikannya harga jual dan volume penjualannya.
Untuk menaikan harga jual dan volume penjualan di masa mendatang bagi PT Inhutani cukup mudah, mengingat BUMN tersebut memiliki akses yang kuat terhadap kebijaksanaan
pemerintah terutama dalam kaitannya denqan persemaian ini sehingqa dapat berperan sebagai mono-polist. Dasar analisis ini adalah bibit reboisasi dengan jenis Accasia mangium, sesuai dengan sifatnya yang antara lain cepat tumbuh, daur pendek, roduktivitas tinggi serta saat ini banyak dibudidayakan di areal HTI di wilayah yang bersangkutan, terutama oleh swasta sebagai calon konsumen.
Unit persemaian moderen di Batu Raja-Sumatera Selatan memiliki sasaran konsumen yang cukup potensial, baik berasal dari kalangan swasta, BUMN atau Pemerintah sendiri.
Kebutuhan akan bibit tanaman reboisasi untuk wilayah persemaian tersebut setiap tahunnya masih jauh berada di atas kapasitas maksimumnya, yaitu lebih kurang hanya 10%
dari seluruh kebutuhan. Oleh karena itu peningkatan sarana produksi untuk menambah kapasitas produksi cukup strategis untuk dilaksanakan. Dari hasil penelaahan diperoleh gambaran bahwa dengan menambah sarana green house seluas 30% sehingga biaya tetapltahun meningkat hanya kurang 2% , akan dapat menambah kapasitas produksi sebesar 30%, yaitu dari 15 juta bibit menjadi 20 juta bibit setiap tahunnya.
Hal ini sebagai akibat dari kekurang serasian dari kapasitas berbagai sarana yang ada. Sedangkan berkaitan dengan input produksi berupa tenaga kerja di wilayah bersangkutan
tidak menjadi kendala, mengingat lokasi unit persemaian tersebut teletak di dekat pemukiman penduduk serta di wilayah ini telah terlaksana program nasional mengenai
penyerapan tenaga kerja yaitu Program Angkatan Kerja Lokal dan Angkatan Kerja Antar Daerah (AKL dan AKAD) di bidang kehutanan.
Dari Hasil analisis C-V-P terhadap unit persemaian moderen tersebut diperoleh beberapa informasi penting, yaitu ;
- Dasar perhitungan adalah.biaya tetap yang telah direduksi menjadi sebesar Rp 3 milyar dan diamortisasi ke dalam tahunan dengan memperhitungkan nilai sisanya menjadi Rp
352.551 jutaltahun. Biaya variabel berupa tenaga kerja dan bahan baku adalah sebesar Rp 53,58/bibit. Jangka waktu penanaman adalah 8 bulan setiap tahunnya yang berarti juga jangka waktu produksi bibit, diperoleh besarnya kapasitas persemaian 15 juta bibit/tahun.
- Dengan harga jual sebesar Rp 95/bibit, maka diperoleh Titik Impas sebesar 8,50 juta bibit/tahun, atau dalam rupiah nilai penjualan sebesar Rp 807,50 juta/tahun.
- Dengan tingkat perolehan laba yang dianggarkan/tahun sebesar 20% dari biaya variabel, tingkat volume yang harus diproduksi adalah sebesar 11,5 juta bibit.
- Nilai DOL yang menggambarkan kepekaan perolehan laba bersih terhadap perubahan volume penjualan, adalah sebesar 4. Menunjukan bahwa peningkatan penjualan satu
persen akan meningkatkan laba bersih sebesar 4 persen, dan sebaliknya apabila terjadi penurunan.
- Dengan didasarkan pada anggaran laba sebesar 20% dari biaya variabel, maka Nilai Batas Keamanan dari hasil perhitungan adalah sebesar 26% atau dalam unit penjualan
sebesar 3 juta bibit l tahun. Manajemen harus berusaha agar target penjualan sebesar 11,5 juta tersebut tidak meleset sampai lebih dari 26%.
- Titik Penutupan Usaha diperoleh sebesar 2,9 juta bibit atau dalam rupiah sebesar Rp 275,576 juta, menunjukan bahwa apabila terjadi volume penjualan sebesar kurang
dari 2,9 juta bibit/tahun, maka usaha tersebut perlu distop sambil melihat perkembangan di masa mendatang.
Untuk memperoleh fungsi persemaian moderen secara optimal, maka pengelolaan selanjutnya perlu diserahkan kepada PT Inhutani setempat sebagai BUMN untuk diusahakan sebagai unit bisnis. Hal ini mengingat antara lain kendala
sistem keuangan serta prosedur administrasi keproyekan yang belum mendukung untuk terlaksananya pengelolaan yang profesional. Pada tahap awal, PT Inhutani sebagai pengelola dapat diberikan proteksi oleh pemerintah dengan mewajibkan para pelaksana kegiatan reboisasi untuk menggunakan bibit dari persemaian modern. Namun demikian tingkat harga tetap dikendalikan sehingga tidak semata-mata untuk memperoleh
keuntungan yang tinggi, akan tetapi mengemban misi pelayanan dan mengembangkan sistem pembibitan di Indonesia.
Nilai-nilai parameter dalam analisis C-V-P di atas dapat berubah dengan dilakukannya perhitungan secara lebih rinci sesuai fakta di lapangan oleh pihak pengelola setelah
persemaian dioperasikan. Nilai-nilai di atas dihitung berdasarkan data sekunder, informasi lisan serta asumsi yang ditetapkan. Hal ini mengingat bahwa persemaian saat
ini belum dikelola sebagai unit bisnis sehingga beberapa komponen biaya belum masuk di dalamnya, antara lain komponen biaya untuk tenaga tetap sebagai biaya tetap yang
memiliki porsi cukup besar
- …
