45 research outputs found
Konsep Pendidikan Islam Dalam Kitab Fathul Baari
The concept of Islamic education is absolutely necessary in forming Muslims who are pious, noble and have good cognitive abilities. For this reason, many Islamic thinkers try to formulate the concept of Islamic education as a whole which can be used as a reference in fostering the younger generation of Islam. Islamic thinkers include: Ibn Hazm, al-Ghazali, an-Nahlawi, Naguib al-Attas and others. In this paper, the author tries to present other nuances from a different perspective, the author tries to uncover the concept of Islamic education According to the hadith scholars, namely Ibn Hajar al-Asqalani in the book Fathul Baari. The research in this paper aims to: (1) To know the concept of Islamic education in the book Fathul Baari, and (2) To find out the differences in the concept of Islamic education in the book Fathul Baari with the concept of other Islamic education. the concept of Islamic education in the book contains the definition of education, the position of science in Islamic education, educators and their duties, and methods of education
Transformasi kalimat Syartiyah dalam kitab Fathul Qarib pada pembahasan fardhu wudhu karya Imam Ibnu Qassim Al-Ghazi (Transformatif Generatif Noam Chomsky)
This study analyzes the transformation of syartiyah (conditional) sentences in the book Fathul Qarib in the discussion of fardhu wudhu by Imam Ibn Qasim Al-Ghazi, focusing on Noam Chomsky's transformative generative
theory. This study is motivated by the importance of Arabic in Islamic studies, especially the science of Nahwu and Sharaf, and the lack of specific studies on the transformation of syartiyah sentences. The research method
used is qualitative descriptive with textual analysis. Data in the form of syartiyah sentences from Fathul Qarib fasal fardhu wudhu, collected through documentation. The analysis includes identification of deep and surface structures, application of transformational grammar, and analysis
of transformations such as al-ibdal, i'adah al-tartib, al-ziyadah, and hadzf. The results of the study indicate that transformation affects the understanding of the law of ablution, and can be returned to the initial structure to find out the meaning before and after the transformation. This study also confirms the relevance of Chomsky's theory in analyzing classical Islamic texts. This study aims to reveal the types of transformations in conditional sentences and changes in meaning from deep to outer structure. This research is expected to increase understanding, improve the quality ofworship, and develop transformation analysis methods
PELATIHAN PEMBUATAN TUTORIAL BAHAN AJAR MULTIMEDIA DENGAN VIRTUAL REALITY DI SMP ALAM AR-RIDHO KOTA SEMARANG
Virtual reality (VR), realitas maya, atau realitas virtual adalah teknologi multimedia yang ditujukan agar pengguna dapat merasakan berada pada lingkungan digital yang seolah-olah nyata. Lingkungan yang disimulasikan oleh komputer disebut pula dengan nama computer-simulated environment, yaitu tiruan dari suatu lingkungan sebenarnya atau benar-benar suatu lingkungan yang hanya ada dalam imajinasi. Sekolah Alam Ar-Ridho merupakan sekolah yang berbasis pada explorasi alam sebagai bahan pendidikan dengan konsep penelitian dasar. Pada sekolah ini, siswa dididik memanfaatkan alam sebagai media penelitian dan penggalian ide. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah membuat konten virtual reality yang dapat digunakan oleh sekolah Alam Ar-Ridho untuk membantu dalam pengembangan proses belajar mengajar pada sekolah tersebut. Adapun metode yang dilakukan pada pengabdian ini terdiri dari enam tahapan, yaitu 1) Observasi lapangan, 2) Perancangan konten VR, 3) Pembuatan konten VR, 4) Pengujian, 5) Pelatihan SDM, dan 6) Pemeliharaan peralatan. Diharapkan dengan adanya fasilitas Virtual Reality, siswa dapat bereksplorasi lebih jauh dengan mempelajari tanaman yang tidak tersedia di lingkungan sekolah
SOSIALISASI PENGGUNAAN APLIKASI PERPUSTAKAAN DIGITAL PADA SMP IT YAABUNAYYA FATHUL KHAER MAKASSAR: Digital Library Application Usage Training
The training activities carried out are expected to improve the quality of library services at partner schools. The goal to be achieved by the author is that each semester can carry out community service to these partners with different training materials. Especially for this semester the author held training on the use of digital library applications. This training is a competency for the academic community in utilizing information and communication technology in increasing reading interest for the academic community. The target of this service activity program is the entire academic community of SMP IT Yaabunayya Fathul Khaer in Makassar City with a total of 50 students, 10 teachers and 1 librarian. The method used is a lecture method, question and answer, and simulation. The results of this activity show: (1) participants (librarian staff) will have knowledge of book data processing, (2) training participants will have knowledge in the borrowing process and (3) training participants will get book information in the library.Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan diharapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan perpustakaan pada sekolah mitra. Tujuan yang ingin dicapai oleh penulis adalah setiap semester dapat melaksanakan pengabdian pada masyarakat pada mitra tersebut dengan pelatihan materi yang berbeda-beda. Terkhusus untuk semester ini penulis mengadakan pelatihan tentang penggunaan aplikasi perpustakaan digital. Pelatihan ini merupakan kompetensi bagi civitas akademik dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam meningkatkan minat baca bagi civitas akademik. Sasaran program kegiatan pengabdian ini adalah seluruh civitas akademik SMP IT Yaabunayya Fathul Khaer di Kota Makassar dengan jumlah siswa 50 orang, 10 orang guru dan 1 orang pegawai perpustakaan. Metode yang digunakan berupa metode ceramah, tanya jawab, dan simulasi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan : (1) peserta (pegawai perpustakaan) akan memiliki pengetahuan tentang pengolahan data buku, (2) para peserta pelatihan akan memiliki pengetahuan dalam melakukan proses peminjaman dan (3) para peserta pelatihan akan mendapatkan informasi buku pada perpustakaan tersebut
STRATEGI PENINGKATAN KEDISIPLINAN BERIBADAH SISWA DI SMAN 1 NGUNUT TULUNGAGUNG
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Strategi Peningkatan Kedisiplinan Beribadah Siswa di SMAN 1 Ngunut Tulungagung” ini ditulis oleh Mohammad Hasan Ridho, NIM 1721143257, Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Tulungagung, 2018, dosen pembimbing: Dr. Fathul Mujib, M. Ag. NIP. 19750523 200604 1 002
Kata Kunci : Strategi, Kedisiplinan Beribadah Siswa
Penelitian ini di latar belakangi oleh adanya berbagai kegiatan kedispilinan beribadah yang diterapkan disekolah SMAN 1 Ngunut yang berbasis umum ini memiliki ketekunan pembiasaan beribadah yang sekalipun tidak kalah dengan sekolah madrasah yang murni berbasis agama seperti Madrasah Aliyah.
Fokus dari penelitian ini, meliputi: (1) Bagaimana strategi yang diterapkan untuk meningkatkan kedisipilinan shalat siswa di SMAN 1 Ngunut Tulungagung? (2) Bagaimana strategi yang diterapkan untuk meningkatkan kedisiplinan membaca Al-Qur’an siswa di SMAN 1 Ngunut Tulungagung? (3) Bagaimana strategi yang diterapkan untuk meningkatkan kedisiplinan infaq shodaqoh siswa di SMAN 1 Ngunut Tulungagung? Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi yang diterapkan untuk meningkatkan kedisipilinan shalat, membaca Al Qur’an, dan infaq Shodaqah siswa di SMAN 1 Ngunut Tulungagung.
Jenis Penelitan ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan sumber data primer, dan sekunder. Teknik pengumpulan data adalah dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi, Teknik analisis data yang digunakan yaitu melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dan pengecekan keabsahan datanya menggunakan triangulasi sumber dan teknik
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: (1) Strategi mendisiplinkan ibadah sholat dengan pemberian keteladanan oleh guru dengan mencontohkan dan mengajak siswa untuk sholat berjamaah, membiasakan siswa untuk sholat berjamaah secara tepat waktu dengan membuat penjadwalan sholat berjamaah, dan memberikan peringatan serta teguran bagi siswa yang tidak ikut berjamaah.(2) Strategi mendisiplinkan siswa dalam membaca Al Qur’an dengan keteladanan dan mengajak para siswa untuk membaca Al Qur’an sebelum jam pelajaran dimulai, yang dilakukan dengan pembiasaan secara terus menerus setiap pagi. Pada waktu sholat Jum’at guru mengarahkan bagi siswi untuk tartil disetiap kelas. Pembiasaan membaca Al Qur’an tidak dilakukan disekolahan saja, tetapi dilakukan keliling disetiap rumah siswa setiap hari Sabtu, ditambah dengan kegiatan Yasin dan Tahlil (3) Strategi guru mendisiplinkan infaq sedekah dilakukan dengan pembiasaan setiap hari jumat, yang di bantu oleh pengurus ta’mir masjid, dalam pembiasaannya guru juga memberikan contoh dan juga mengajarkan untuk selalu berbagi bersama, penerapannya tidak ada hukuman karena prinsip dari infaq sedekah adalah keikhlasan dan pemberian reward dilakukan dengan pengumuman kelas yang mengumpulkan infaq sedekah, hal itu memberikan kepuasan tersendiri bagi siswa
FUNGSI MANAJEMEN DALAM PELATIHAN DAKWAH DI PONDOK PESANTREN FATHUL HUDA CANDI REJO KECAMATAN WAY PENGUBUAN KABUPATEN LAMPUNG TENGAH
ABSTRAK
Pelatihan dakwah merupakan suatu kegiatan untuk
mengembangkan dan meningkatkan kemampuan yang mengandung
ajakan atau seruan untuk mengetahui dan mengamalkan ajaran-ajaran
Islam dalam kehidupan sehari-hari. Teori yang digunakan oleh peneliti
pada skripsi ini yaitu teori tentang fungsi manajemen meliputi
pengertian manajemen, fungsi manajemen, unsur-unsur manajemen dan
prinsip manajemen, pelatihan dakwah meliputi pengertian pelatihan
dakwah dan komponen pelatihan dakwah, pondok pesantren meliputi
pengertian pondok pesantren, serta fungsi dan tujuan pondok pesantren.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana fungsi
manajemen Pondok Pesantren Fathul Huda dalam melakukan pelatihan
dakwah. Penelitian ini bersifat deskriptif, pengumpulan data
menggunakan sampling 7 orang dari 222 pupulasi yang ada. Metode
pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Fokus penelitian dalam skripsi ini penulis
mengangkat mengangkat permasalahan tentang fungsi manajeman dal
am pelatihan dakwah di Pondok Pesantren Fathul Huda dan subfokus
yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan
dalam pelatihan dakwah di Pondok Pesantren Fathul Huda Candi Rejo
Way Pangubuan.
Berdasarkan hasil penelitian di pondok pesantren Fathul Huda, upaya
untuk mengembangkan keterampilan para santri dalam berdakwah
diterapkan melalui kegiatan pelatihan dakwah yang dimulai dari
perencanaan dengan cara menentukan metode, adapun metode yang
dilakukan yaitu santri berlatih di kamar masing-masing dengan tugas
yang sudah ditentukan dan seminngu sekali para santri ditampilkan
untuk membaca khutbah dan berpidato tanpa teks, kemudian
pengorganisasian, dimana yang mengorganisasikan kegiatan pelatihan
dakwah adalah pengurus dari seksi dakwah, untuk pelaksanaan
pelatihan dakwah yaitu ada berpidato, khutbah, kajian ilmu Al-Qur’an,
Hadits, dan kitab-kitab klasik Islam, Syi’ar santri yang dilaksanakan
setiap tahun pada hari-hari besar Islam, seperti peringatan Maulid Nabi,
Isra’ Mi’raj, dan satu Muharram, dan pengawasan yang dilakukan yaitu
dengan mengawasi santri untuk mencegah santri dari bermain-main dan
tidak mendengarkan penjelasan ustadz di Pondok Pesantren.
Berdasarkan hasil yang di kumpulkan dari analisis data yang ditarik, di
simpulkan bahwa fungsi manajemen mengenai perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dalam melakukan
pelatihan dakwah sudah baik.
Kata kunci: Fungsi Manajemen, Pelatihan dakwah, Pondok Pesantren
iii
ABSTRACK
Da'wah training is an activity to develop and improve abilities that
contain an invitation or call to know and practice Islamic teachings in
everyday life. The theory used by the researcher in this thesis is the
theory of management functions including the notion of management,
management functions, management elements and management
principles, da'wah training includes the notion of da'wah training and
components of da'wah training, Islamic boarding schools include the
notion of Islamic boarding schools, as well as the functions and
objectives Islamic boarding school.
This study aims to determine how the management function of the
Fathul Huda Islamic Boarding School in conducting da'wah training.
This research is descriptive, data collection using sampling 7 people
from 222 existing population. The method of data collection in this study
used the methods of observation, interviews, and documentation. The
focus of the research in this thesis, the author raises the issue of the
management function in da'wah training at the Fathul Huda Islamic
Boarding School and the sub-focus, namely planning, organizing,
implementing and supervising the da'wah training at the Fathul Huda
Islamic Boarding School Candi Rejo Way Pangubuan.
Based on the results of research at the Fathul Huda Islamic boarding
school, efforts to develop the skills of the students in preaching are
applied through da'wah training activities starting from planning by
determining the method, while the method used is that students practice
in their respective rooms with predetermined tasks and weekly. Once the
students are shown to read sermons and give speeches without text, then
organize, where the organizers of the da'wah training activities are the
administrators of the da'wah section, for the implementation of da'wah
training there are speeches, sermons, studies of the knowledge of the
Qur'an, Hadith, and books. the classic book of Islam, Syi'ar santri
which is held every year on major Islamic holidays, such as the
commemoration of the Prophet's Birthday, Isra' Mi'raj, and one
Muharram, and supervision is carried out by supervising students to
prevent students from playing and did not listen to the explanation of the
cleric at the Islamic Boarding School. Based on the results collected
from the analysis of the data drawn, it is concluded that the
management functions regarding planning, organizing, implementing
and supervising in conducting da'wah training are good.
Keywords: Management Function, Da'wah Training, Islamic Boarding
Schoo
Taḥlīlu Ṭuruqi al Tarjamati fī Kitābi Fatḥil Qarībi li al Syaikh Syamsi al Dīni Abū ‘Abdillah (Dirāsatun fī ‘Ilmi al Tarjamati)
The author discusses the translation method used in the Fathul Qorib translation book. The formulation of the problem is: 1. What are the translation methods used in the Fathul Qorib translation book? 2. What method is suitable for translating the book of fathul qorib? The purpose of this study is to describe and find out: 1. What translation is used by the translator in the book of Fathul Qorib. 2. What kind of translation is suitable for translating the book of Fathul Qorib. The method used in this research is a qualitative descriptive literature research. And the technique used is by reading, writing and studying as well as analyzing the data with documentation. It can be concluded from the results of this study, namely: the translation used in translating the book of fathul qorib is a literal translation of 3 sentences, a faithful translation of 91 sentences and a free translation of 38 and the translation that is suitable to be used in translating this Fathul Qorib book is the Faithful Translation. With the description of Setia's translation, that is the translation that is focused on the intent of the original translation so that it is right on target and easy to understand
Exploring the Application of Artificial Intelligence in Arabic Language Learning: Perspectives of Students and Teachers
General Background: The integration of Artificial Intelligence (AI) in education offers new opportunities for personalized and adaptive learning, yet its application in Arabic language education remains underexplored. Specific Background: While AI has been widely studied for English and other major languages, research focusing on Arabic—particularly from user-experience perspectives—is still limited. Knowledge Gap: Few studies qualitatively examine how students and teachers perceive AI’s role, challenges, and pedagogical relevance in Arabic language learning, especially in regions with unequal digital infrastructure such as Lombok. Aims: This study investigates perceptions of students and teachers regarding the implementation of AI in Arabic language learning and identifies key factors influencing its success or limitations. Results: Findings reveal that AI enhances learning interactivity, flexibility, and basic language skills; however, cultural-contextual understanding still relies heavily on teacher interaction. Implementation challenges include insufficient digital infrastructure, limited training, and varied student digital readiness. Novelty: This study offers a holistic qualitative analysis integrating pedagogical theory, technological readiness, and socio-cultural factors in the use of AI for Arabic learning. Implications: The results highlight the need for stronger infrastructure investment, continuous teacher training, and inclusive digital literacy programs to optimize AI-supported Arabic language education.
Highlights:
AI improves interactivity and flexibility but lacks cultural-context depth.
Training and digital literacy strongly influence successful implementation.
Infrastructure gaps limit equitable access to AI-based Arabic learning.
Keywords: Artificial Intelligence, Arabic Language Learning, Student–Teacher Perceptions, Digital Readiness, Educational Technolog
Konstruksi Sosial-Teologis Ritual Ijazah Asma' Artho (Uang Azimat) di Pondok Pesantren Fathul Ulum Kwagean Pare Kediri
This article scrutinizes social and theological constructions of the practice of ijazah Asma Artho or Uang Azimat (money blessing tradition) in Fathul Ulum Islamic Boarding School. Asma Artho is not a practice of doubling money. It is only money blessed by kiai. There is a symbol contained in the post-blessing money, the kiai, through his team, writes the word Bāsiṭ, one of Asmā’ al-Ḥusnā, on the blessed money. Socially, the practice, which is routinely implemented every year, is not only sought by the santri, but also the general public and businessmen. If santri and the general public wishes the blessing of their rejection from this ritual process, then it is different from the perspective of the business community, where they believe this money (Asma Artho) has enough impact on the increase in the business’s current good. For them, the more blessed the money is, the more fortune it earns. In understanding the theological construct of this blessed money, the author examines the meaning of the Bāsiṭ, one of Asmā’ al-Ḥusnā, and the interpretation of this word in the Qur’an which is contained in the money and how to read the rajah. This bleesed money is based on the thought of Abū Ḥāmid al-Ghazālī, Abū Bakr Muḥammad Shatā al-Dimyātī, and Ma‘rūf al-Karkhī. Al-Karkhī said has even said that anyone who reads the mawlid upon the Prophet Muhammad on some silver or gold-plated dirhams and then mix the dirhams with other dirhams, these dirhams will then get a blessing
