599 research outputs found
'Resting' and 'Fremantle Terzinas' Poems by author Hersri Setiawan (Translation into English by David T. Hill)
In late February 1993, Indonesian author Hersri Setiawan arrived for a brief visit to Australia to participate in the Perth Writers' Festival at the Fremantle Arts Centre. A former political prisoner held for nine years in detention without trial, he managed to leave Indonesia several years ago and now lives in the Netherlands as a political exile. These poems have been translated by David T. Hill
Pengenalan Analisis Runtun Waktu dan Aplikasinya dengan Bantuan Paket Program R
Data runtun waktu adalah hasil observasi yang dikumpulkan secara
berurutan dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Data ini dapat
digunakan untuk memahami kondisi di masa lampau atau masa kini
serta dapat digunakan untuk meramalkan situasi yang akan datang.
Modul pembelajaran ini, mencoba menerjemahkan sebagian isi dari buku
Time Series Analysis with Applications in R oleh Chan dan Cryer. Dalam
modul ini, dijelaskan bagaimana data runtun waktu dapat dianalisis
dengan bantuan program R. Data – data runtun waktu yang digunakan
adalah data yang ada di dalam paket program R dan akan dianalisis
apakah data – data tersebut stasioner, white noise atau tidak serta pada
bab terakhir akan dibahas bagaimana menggunakan metode regresi,
analisis residual, Shapiro-Wilk test, runs test dan sampel fungsi
otokorelasi dalam menganalisis data – data tersebut. Semua test yang
digunakan dalam modul ini akan menggunakan bantuan program R.Time series data is the result of observations that are collected in sequence
over a certain period of time. This data can be used to understand past or
current situations and to forecast situations in the future. This module tries
to interpret some of the contents of the book Time Series Analysis with
Applications in R by Chan and Cryer. In this module, it is explained how
time series data can be analyzed with the help of the R program. All time
series data in this module exists in packages of Program R, and those data
will be analyzed to determine whether the data is stationary or not, white
noise or not. In the third chapter, we will discuss how to use the regression
method, residual analysis, the Shapiro-Wilk test, the run test, and the
sample autocorrelation function to analyze those data. All tests in this
module will use help from the program R
ANALISA PENGOPERASIAN BOW THRUSTER PADA SAAT MANOUVER DI MV. NUSANTARA SEJATI
ABSTRAKSI
Dimas Ricky Setiawan, (2019) NIT. 51145438.T, “Analisa pengoperasian bow thruster pada saat manouver di MV. Nusantara Sejati”, Program Diploma IV, Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dwi Prasetyo, M.M, M.Mar.E dan Pembimbing II: Sri Murdiwati, S.Sos, M.Si
Bow thruster System adalah pesawat bantu untuk manouver kapal waktu akan sandar atau akan meninggalkan dermaga, yaitu dengan memanfaatkan putaran propeller yang memberikan gaya axial/ gaya dorong melintang pada haluan kapal.
Metode yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode shell dan usg sebagai metode untuk menentukan faktor permasalahan dan event-event yang ada pada permasalahan. Adapun rumusan masalah dari penelitian ini adalah faktor apa yang menyebabkan gangguan pada bow thruster, apa dampak yang ditimbulkan, dan apa upaya yang dilakukan terhadap masalah yang ada.
Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa penyebab overload pada bow thruster adalah sistem kontrol dari pesawat bantu bow thruster tersebut yang malfungsion atau tidak bekerja dengan baik sehingga pengontrolan bow thruster tidak normal, dan berakibat pada terjadinya trouble/gangguan terhadap komponen utama penyusun bow thruster yaitu pada drive motor (electromotor), gear transmission dan baling-baling (dengan controllable pitch propeller). Pengoperasian bow thruster yang tidak normal berdampak pada terganggunya proses manouver kapal, serta mengakibatkan peningkatan beban kerja dari generator yang mensuplai arus listrik untuk pengoperasiannya dan dapat memicu terganggunya pengoperasian bow thruster yang bisa menyebakan trip out, upaya yang dilakukan untuk menghindari terjadinya kendala pengoperasian pada bow thruster adalah melakukan penggantian komponen yang rusak/ tidak berfungsi dengan baik dengan komponen- komponen yang baru.
ABSTRACT
Dimas Ricky Setiawan, (2019) NIT. 51145438.T, "Analysis of the operation of the bow thruster during manouvers on ship MV. Nusantara Sejati ", Program Diploma IV, Technical, Marchant Marine Polytechnic of Semarang, 1st Supervision: Dwi Prasetyo,MM,M.Mar.E and 2nd Supervision: Sri Murdiwati, S.Sos, M.Si
Bow thruster system is a auxiliary aircraft for maneuvering the ship when it will lean or will leave the dock, namely by utilizing the propeller rotation which provides axial force / transverse force on the bow of the ship.
The method that used in this scription is fishbone analysis and fault tree analysis as a method to determine the factors of the problem and events that have in the problem. The formulation of the problem for this research are what’s factors that can caused the trouble of boiler burning, what’s impacts, and what’s efforts that are made to existing the problem.
ased on the results of this study concluded that the cause of overload on the bow thruster is the control system of the auxiliary bow thruster aircraft which is malfunctioning or not working properly so that the bow thruster control is not normal, and results in the occurrence of trouble / interference to the main component of the bow thruster compiler on the drive motor (electromotor), hydraulic power pack, gear transmission and propellers (with controllable pitch propeller). The abnormal bow thruster operation results in disruption of the ship's maneuvering process, as well as resulting in an increase in the workload of the generator which supplies electric current for its operation and can trigger overload on the bow thruster which can cause trip out, efforts to avoid overload on the bow thruster are replacing components that are damaged / not functioning properly with new components
Slank, Musik, dan Kepentingan
Selama ini kita salah memandang musik hanya sebagai sebuah peristiwa seni yang netral dan tanpa bias. Musik sejak awal harus diklasifikasikan dalam dua kategoriberbeda. Pertama, ia adalah sebentuk karya seni bunyi yang dinikmati sisi estetisnya. Ide penciptaan bisa berasal dari mana saja, tapi tujuannya tetaplah memberi kenikmatan estetis pada pendengar. Kedua, karena kodratnya yang demikian, musik seringkali digunakan sebagai katalisator dalam menyampaikan pesan-pesan tertentu. Artinya musik tidak lagi netral, tapi berpihak. Hal itulah yang membedakan musik dengan kicauan burung. Sama-sama indah, tapi yang satu tak bisa disebut musik. Musik itu dilandasi dengan aspek kesengajaan, tidak hadir secara spasial. Kesengajaan maksud inilah yangdiperdebatkan, menempatkan musik “dalam bingkai kepentingan”. Tapi mari, walaupun sulit, kita lepaskan keterkaitan musik dengan penciptanya. Lepaskan musik dari beban-beban kepentingan musisinya. Biarkan bunyi musik itu mengalun, dinyanyikan, dan disenandungkan dalam peluh perjuangan mencari keadilan. Death of the author, adagium lawas bilang demikian. Tak ada salahnya kita tetap menyanyikan lagu-lagu Slank bertema sosial, kritikan, bahkan kebencian pada korupsi dengan lantang. Barangkali kini, yang menyanyikan itu semua bukan lagi Slank, tapi kita
KEPUASAN DAN LOYALITAS KONSUMEN LUSCIOUS DENGAN KEPERCAYAAN KONSUMEN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI
Pertumbuhan ekonomi khususnya pada kota Surabaya meningkat dengan pesat dalam periode 2008 sampai dengan 2015. Pertumbuhan ini didukung dengan meningkatnya pertumbuhan industri makanan ringan yang juga mempengaruhi gaya hidup masyarakat. Pada saat ini, masyarakat kelas menengah terus meningkat jumlahnya setiap tahunnya. Hal itu juga disertai dengan konsumsi makanan yang semakin meningkat pula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara kepuasan konsumen dan loyalitas konsumen Luscious dengan adanya keterlibatan variabel kepercayaan sebagai variabel mediasi.. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 70 orang dengan kriteria yaitu konsumen yang pernah melakukan pembelian di Luscious di area kota Surabaya. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner dan riset perpustakaan, sedangkan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Data yang didapat diolah dengan menggunakan program SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara variabel kepuasan dan kepercayaan terhadap loyalitas yang pengaruhnya juga signifikan terhadap loyalitas konsumen Luscious. Kesimpulan dari penelitian ini digunakan untuk memperbaiki performa perusahaan terutama dalam segi kepuasan dan kepercayaan untuk dapat menciptakan tingkat loyalitas konsumen yang tinggi
Studi deskriptif mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kohesivitas kelompok dalam kelompok musik kiai kanjeng
Penentuan Kondisi Optimum Fermentasi Menggunakan Lactobacillus Bulgaricus Dalam Pembuatan Tepung Singkong Terfermentasi
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimum singkong fermentasi dan karakteristik tepung singkong. Kondisi optimum ditentukan berdasarkan kadar asam laktat maksimum yang dihasilkan pada fermentasi. Kondisi fermentasi dipelajari pada variasi pH (3,4,5,6,7), suhu (300C, 350C, 400C, 450C, 500C) dan (3,6,9,12,15) jam waktu inkubasi. Karakteristik tepung singkong fermentasi dan non fermentasi tersebut meliputi kandungan pati, amilosa - amilopektin dan daya pengembang tepung. Kondisi optimum fermentasi dicapai pada pH 6, suhu 450C dan 12 jam waktu inkubasi. Karakteristik tepung singkong fermentasi pada kondisi optimum didapatkan kandungan pati, amilosa – amilopektin yang lebih tinggi dan daya pengembang yang lebih baik daripada yang tidak terfermentasi. Kandungan pati, amilosa dan amilopektin pada singkong yang tidak terfermentasi adalah 85,91%, 13,97%, 71,94%. Sementara itu kandungan pati, amilosa dan amilopektin pada singkong yang terfermentasi adalah 86,93%, 14,03% dan 72,90%. Daya pengembang tepung pada singkong terfermentasi adalah 47,37% sedangkan daya pengembang tepung pada singkong yang tidak terfermentasi adalah 42,11%
PENGARUH TEKANAN STAKEHOLDER, UKURAN PERUSAHAAN, DAN CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KUALITAS SUSTAINABILITY REPORT (Studi Empiris di Perusahaan yang Terdaftar di Kompas 100 Periode 2017-2021)
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh tekanan stakeholder, ukuran perusahaan, dan corporate
governance terhadap kualitas sustainability report di perusahaan yang terdaftar pada Kompas100 pada tahun
2017-2021. Munculnya konsep Triple Bottom Line (profit, planet, people) mendorong perusahaan untuk
mengeluarkan sustaianability report. Peningkatan pelaporan oleh perusahaan semakin meningkat seiring waktu.
Ini berlaku juga terhadap kualitas sustainabilty report yang dilaporkan oleh perusahaan yang semakin naik setiap
tahunnya. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Metode analisis data yang
digunakan adalah analisis regresi data panel. Hasil dari pengujian hipotesis dalam penelitian ini menyimpulkan
bahwa secara parsial, tekanan stakeholder dan corporate governance tidak berpengaruh terhadap kualitas
sustainability report pada perusahaan yang terdaftar di Kompas100 pada tahun 2017-2021 sedangkan ukuran
perusahaan berpengaruh terhadap kualitas sustainability report pada perusahaan yang terdaftar di Kompas100
pada tahun 2017-2021
Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Domestik Perumahan Menteng Indah di Kecamatan Medan Denai
The deterioration in environmental quality is caused by various factors, one of which is the
disposal of domestic wastewater that is not treated properly and ends up in water bodies. The
increasing population, the greater the quantity of wastewater produced, especially non-toilet
wastewater (grey water) and toilet wastewater (black water). With the increasing quantity of
domestic wastewater, appropriate wastewater treatment is needed to avoid water pollution and
damage to environmental ecosystems. This planning aims to plan the Menteng Indah Residential
Domestic Wastewater Treatment Plant (WWTP) in Medan Denai District. The planned
wastewater treatment system starts from a collection well unit with a required land area of 2.7
m2, a fat separator basin with a required land area of 7.8 m2, an equalization basin with a
required land area of 20 m2, an initial settling basin with a required land area of 26.7 m2, an
Anaerobic Baffle Reactor tub with a required land area of 36 m2, The final settling basin with the
required land area is 23.6 m2, and the disinfectant basin with the required land area is 20 m2.
The planned wastewater treatment plant can reduce COD levels by 78.1%; BOD of 85%; TSS by
92.6%; and oils and fats by 80%.130 HalamanSkripsi Sarjan
PERLINDUNGAN KONSUMEN TRANSPORTASI OTOBUS: Studi Yuridis Kelayakan Transportasi Otobus di Kota Surakarta
- …
