123 research outputs found
Upaya Pemanfaatan Peralatan Kapal MV.Srikandi Indonesia 19 Secara Maksimal Di Saat Tumpahan Minyak Pada Saat Bunker
ABSTRAKSI
Setiawan, Muhammad Reza, NIT. 551811126597 N, 2022, “Upaya Pemanfaatan Peralatan
Kapal MV.Srikandi Indonesia 19 Secara Maksimal Di Saat Tumpahan Minyak Pada
Saat Bunker”, Skripsi, Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu
Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Capt. Dian Wahdiana, M.M. Pembimbing II:
Kresno Yuntoro, S.St, M.M.
Bunker adalah sebuah kegiatan yang dilakukan diatas kapal yang melibatkan kapal
tongkang dan pelabuhan, kegiatan bunker bertujuan untuk mengisi bahan bakar kapal agar
kapal siap untuk berlayar. Aspek yang paling penting dari proses bunker adalah “komunikasi”
yang merupakan bagian dari suatu pekerjaan. Berdasaarkan penelitian yang telah dilakukan,
ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya tumpahan minyak di laut yaitu pelaksanaan
kegiatan bunker dan penanganan tumpahan minyak yang tidak sesuai dengan prosedur. Untuk
mencegah terjadinya pencemaran minyak di laut, maka dilakukan sebuah penelitian untuk
memaksimalkan peralatan yang ada di kapal MV. Srikandi Indonesia 19 untuk mencegah
maupun menangani tumpahan minyak. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui
penyebab, dampak serta upaya meningkatkan berhasil nya penanganan tumpahan minyak
sehingga dapat mencegah terjadinya pencemaran pada saat bunker
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan
secara terperinci proses pelaksanaan bunker dan penanggulangan tumpahan minyak. Teknik
pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Responden
yang akan di wawancara adalah Captain, Mualim I dan KKM. Penelitian ini menggunakan
teknik analisa data USG (Urgency, seriousness, Growth) untuk mencari penyelesaian masalah
dan faktor yang di amati seperti pada masalah tentang MV. Srikandi Indonesia 19 yang
mengalami tumpahan minyak sehingga mencemari lingkungan.
Hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa analisis terjadinya
overflow pada saat bunker di MV. Srikandi Indonesia 19 disebabkan oleh keteledoran Chief
Engineer dalam melaksanakan bunker, penggunaan alat alat yang tidak maksimal, kurangnya
kedisiplinan crew dan pengawasan oleh KKM, kurangnya persiapan peralatan keselamatan saat
bunker. Faktor-faktor tersebut akan berdampak pada laporan dari loading master, overflow,
lingkungan, mengganggu proses bunker dan jadwal kerja crew kapal. Untuk mencegah faktorfaktor
tersebut dapat dilakukan upaya dengan cara mematuhi peraturan dan taat saat
melaksanakan bunker, memeriksa sounding periodic tangki, mempersiapkan peralatan
keselamatan saat bunker. Dan sebagai bentuk usaha untuk meningkatkan persentase
keberhasilan penanggulangan minyak maka haruslah melaksanakan safety meeting, oil spill
drill, pengawasan oleh KKM,pengecekan berkala terhadap alat-alat, dan permintaan peralatan
kepada perusahaan jika mengalami kekurangan alat-alat di atas kapa
Citra Destinasi pengaruhnya terhadap Minat Berkunjung kembali, dengan Daya Saing sebagai variabel mediasi dan Budaya Lingkungan Hijau sebagai variabel moderasi (studi pada destinasi wisata di bali)
Muhammad Reza Abdullah, Program Doktor Ilmu Manajemen, Pascasarjana, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, citra destinasi pengaruhnya terhadap minat berkunjung kembali, dengan daya saing sebagai variabel mediasi dan budaya lingkungan hijau sebagai variabel moderasi (studi pada destinasi wisata di bali),2023. Promotor: Margono Setiawan, Co-Promotor: 1 Sumiati. Ko Promotor 2: Dodi.Wirawan Irawanto.
Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis dan menjelaskan pengaruh citra destinasi dikaitkan dengan minat berkunjung kembali yang dimoderasi oleh budaya lingkungan hijau dan dimediasi oleh daya saing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis data Structural Equation Modeling (SEM). Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 98 responden wisatawan nusantara yang berkunjung ke destinasi wisata sangeh dan Penelokan Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara langsung citra destinasi terbukti terkait dengan minat berkunjung kembali. Citra destinasi berpengaruh terhadap daya saing pariwisata. daya saing pariwisata berpengaruh terhadap minat berkunjung Kembali ke destinasi wisata. Hasil penelitian menunjukan daya saing mampu memediasi hubungan citra destinasi dengan minat berkunjung Kembali, dalam penelitian ini daya saing menjadi hal penting dalam mendorong citra destinasi meningkatkan minat berkunjung wisatawan ke destinasi Sangeh dan Penelokan. Demikian juga budaya lingkungan hijau secara langsung mampu meningkatkan minat berkunjung kembali Namun tidak memoderasi citra destinasi dalam meningkatkan minat berkunjung kembali. Hal ini karena pengunjung terhadap budaya lingkungan hijau berbeda beda karakteristik dan persepsi
Struktur Komunitas Gastropoda DI Hulu Sungai Bedadung Kabupaten Jember
Gastropoda adalah kelompok hewan invertebrata yang bertubuh lunak dan tubuhnya dilindungi oleh cangkang. Sebagian besar kelompok hewan ini memiliki cangkang tunggal namun ada jenis Gastropoda yang tidak bercangkang. Kelompok hewan ini ditemukan hidup di darat maupun di perairan. Di perairan tawar, Gastropoda ini ditemukan hidup di kolam, danau, rawa, sungai, aliran-aliran irigasi atau selokan, parit dan anak-anak sungai. Beberapa jenis Gastropoda mampu hidup di perairan dengan aliran air tenang atau deras dengan kedalaman mulai 8 m. Gastropoda di dalam ekosistem sungai berperan sebagai herbivora, karnivora dan detritivora. Di dalam ekosistem sungai, Gastropoda juga menjadi mangsa bagi organisme lain. Burung air, itik, ikan, dan kepiting merupakan pemangsa Gastropoda. Beberapa jenis Gastropoda sungai menjadi sumber protein bagi hewan ternak seperti itik dan lele maupun manusia contohnya Filopaludina sp., Pila sp. dan Pomacea canaliculata. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi, dominansi, dan keanekaragaman jenis Gastropoda di Hulu Sungai (S) Bedadung Kabupaten Jember.
Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni-Desember 2019. Pengambilan spesimen dilakukan di Hulu S. Bedadung yang berada di Dusun Pakel dan Dusun Krajan, Desa Sucopangepok, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember. Metode yang digunakan adalah Purpossive sampling. Penentuan lokasi stasiun berdasarkan perbedaan tipe penggunaan lahan seperti hutan, perkebunan kopi, persawahan dan pemukiman di sekitar Hulu S. Bedadung. Masing-masing stasiun penelitian dibagi menjadi empat stasiun. Pencuplikan spesimen Gastropoda menggunakan Surber net. Pengukuran parameter faktor abiotik air di Hulu S. Bedadung dilakukan secara in situ yang meliputi kekeruhan, suhu, pH, oksigen terlarut (Dissolved Oxygen, DO) dan tipe substrat. Identifikasi spesimen Gastropoda dan analisis
data dilakukan di Laboratorium Ekologi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Jember. Di laboratorium ekologi spesimen Gastropoda dikelompokan berdasarkan kesamaan morfologinya. Deskripsi karakteristik cangkang dan identifikasi untuk menentukan nama jenis menggunakan buku Keong Air Tawar Pulau Jawa (Moluska, Gastropoda). Data jenis dan jumlah individu setiap jenis Gastropoda dianalisis untuk menentukan dominansi dan keanekaragaman. Penentuan dominansi pada komunitas Gastropoda menggunakan indeks Simpson (C) sedangkan keanekaragaman (H’) menggunakan Shannon-Wiener. Sementara data parameter faktor abiotik dari kisaran kecil dan besar selanjutnya dirata-rata untuk digunakan sebagai parameter faktor abiotik air di Hulu S. Bedadung.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di Hulu S. Bedadung ditemukan tujuh jenis Gastropoda meliputi Sulcospira (S) testudinaria, Melanoides (M) tuberculata, Melanoides (M) riquerti, Tarebia (T) granifera, Thiara (Th) Scabra, Lymnaea sp. dan Filopaludina (F) javanica. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa di Hulu S. Bedadung mampu mendukung keberadaan tujuh jenis Gasropoda. Parameter faktor abiotik air di Hulu S. Bedadung yang mendukung keberadaan Gastropoda meliputi suhu yang rendah berkisar antara 18,79 °C - 26,17 °C, DO yang cukup tinggi berkisar antara 6,06 - 8,29 mg/L dan tipe substrat seperti berbatu, pasir dan lumpur. Hasil nilai indeks dominansi (C) di Hulu S. Bedadung sebesar 0,5 yang tergolong sedang. Hasil perhitungan nilai sedang ini disebabkan ada satu jenis yang mendominansi di Hulu S. Bedadung yaitu S. testudinaria yang ditunjukkan kelimpahan komunitas sebesar 1055. Nilai indeks keanekaragaman jenis (H’) Gastropoda sebesar 0,8 yang tergolong rendah. Hasil perhitungan nilai rendah hal ini disebabkan oleh jumlah jenis Gastropoda yang rendah yaitu tujuh jenis yang tidak merata karena ada satu jenis yang dominan
Lantunan Syair Al-I’tiraf Pasca Azan di Pondok Pesantren Darul Arafah Raya Desa Lau Bakeri, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang: Analisis Makna Teks dan Struktur Melodi
Skripsi ini akan mengkaji tentang makna teks syair Al.I‟tiraf dan melodi syair Al.I‟tiraf. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode penelitian kualitatif. Adapun dalam proses kerjanya, penulis akan melakukan pengumpulan dan pengolahan data dengan beberapa cara yaitu studi kepustakaan (termasuk pustaka online), observasi, wawancara, perekaman data visual dan audio, serta kerja laboratorium. Penelitian ini menggunakan teori weighted scale untuk menganalisis struktur melodi untuk menganalisis makna teks digunakan teori semiotik soedjimaan dan zocst, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa makna teks bercerita tentang seorang hamba yang sedang meratapi kesalahan dan dosa-dosa pada masa lalu, dan memohon ampun kepaada Allah Subhanahu Wata‟ala. Struktur melodi syair Al.I‟tiraf terdiri dari: (1) Struktur syair baris dengan keseluruhannya memakai tulisan arab. (2) Struktur melodi terdiri dari lima nada (F,G,A,B,C) nada dasar F, wilayah nada satu oktaf, nada yang sering dipakai A kemudian di ikuti oleh G,B,F, dan C, interval yang paling sering di pakai adalah skunde,88 HalamanSkripsi Sarjan
Tindakan Hukum terhadap Orang Asing Mantan Narapidana yang Memiliki Kartu Pengungsi UNHCR dalam Perspektif Keimigrasian
Migrasi pencari suaka dan pengungsi ke wilayah Indonesia tidak lagi melalui pola tradisional, tetapi transaksional. Mereka masuk menggunakan dokumen resmi dan melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi, lalu mendaftarkan diri ke UNHCR untuk mendapatkan status pencari suaka dan pengungsi. Sering kali status tersebut disalahgunakan untuk kepentingan tertentu. Mereka menganggap dirinya kebal hukum (hak imunitas) dari aturan positif suatu negara, termasuk melakukan tindak pidana di Indonesia. Rumusan masalah yang diteliti dalam tulisan ini adalah bagaimana tindakan hukum terhadap orang asing mantan narapidana yang memiliki kartu pengungsi UNHCR dalam perspektif keimigrasian: Studi Kasus Ali Reza Khodadad. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif yang bersifat kualitatif dengan logika berpikir campuran (deduktif dan induktif). Dari hasil penelitian dapat diketahui beberapa fakta hukum sebagai berikut. Dalam ketentuan yang tertera pada kartu pengungsi, dicantumkan kewaijban bagi setiap pemegang kartu ini untuk mematuhi undang-undang dan peraturan yang berlaku di Indonesia. Ali Reza Khodadad dapat dikenakan tindakan administratif keimigrasian berupa deportasi sesuai dengan Pasal 75 jo. Pasal 78 ayat (3) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, dikarenakan yang bersangkutan telah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika. Pelaksanaan tindakan deportasi terhadap Ali Reza Khodadad harus dilakukan tanpa melihat status pengungsinya. Hal ini merupakan perwujudan dari konsep kedaulatan negara
URGENSI PENGATURAN INSENTIF BERUPA SUBSIDI UNTUK PENERBITAN UTANG BERWAWASAN LINGKUNGAN (GREEN BOND) (PERBANDINGAN INDONESIA DAN SINGAPURA)
Muhammad Hanif Reza, Iwan Permadi, Setiawan Wicaksono
Fakultas Hukum Universitas Brawijaya
Jl. MT. Haryono No. 169 Malang
e-mail: [email protected]
Abstrak
Dalam penelitian ini, penulis membahas urgensi pengaturan insentif berupa subsidi untuk penerbitan Green Bond dengan membandingkan situasi di Indonesia dan Singapura. Permasalahan ini dipilih karena penulis tertarik pada perubahan iklim yang menjadi perhatian global. Untuk mencapai cita-cita mengatasi perubahan iklim, pembangunan sumber energi bersih melalui pengembangan energi terbarukan diperlukan, namun biayanya tinggi dan tidak dapat ditanggung hanya oleh APBN dan APBD. Green bond menjadi alternatif pembiayaan, tetapi regulasi yang ada yaitu POJK 60/2017 di Indonesia belum berhasil menarik minat investor. Oleh karena itu, perbandingan hukum terkait pengaturan insentif subsidi antara Indonesia dan Singapura menjadi relevan. penelitian ini merumuskan pertanyaan penelitian: (1) Apa Urgensi Pengaturan Insentif berupa subsidi Green Bond di Indonesia? (2) Bagaimana Pengaturan Insentif berupa subsidi Green Bond di Indonesia?. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan statue, comparative, dan conceptual. Penulis menggunakan bahan hukum primer, sekunder, dan tersier serta melakukan analisis deskriptif dan perbandingan hukum. Hasil penelitian menunjukkan ketidaklengkapan norma pada POJK No. 60/2017, terutama pada Pasal 17 dan Pasal 18, yang dibuktikan melalui landasan filosofis, sosiologis, dan yuridis. Penulis menyimpulkan bahwa model pengaturan yang dapat diterapkan di Indonesia dapat diambil dari Monetary Authority of Singapore Green Bond Grant Scheme, yang sukses mengakomodasi insentif subsidi untuk penerbitan efek bersifat utang berwawasan lingkungan (green bond).
Kata Kunci: Obligasi Hijau, Insentif Berupa subsidi
Abstract
This research studies the urgency of the regulation regulating incentives in the form of a subsidy in a green bond by comparing the conditions in Indonesia and Singapore. The interest in this research topic departed from the author’s interest in climate change which has attracted global attention. To tackle such climate change, the development of clean energy-based resources is required, amidst the issue that such development will also require a huge cost that the State Budget and Regional Budget cannot support. Green bond is the alternative to this funding. The problem is that the Regulation of Financial Services Authority (henceforth referred to as POJK) 60/2017 in Indonesia has not managed to draw the attention of investors. This issue indicates that comparing the laws in Indonesia and Singapore should be relevant in this study. Departing from this consideration, this research aims to investigate: (1) the urgency of the regulation regarding the incentive of a green bond as a subsidy in Indonesia and (2) how this regulation is implemented. This research employed a normative-juridical method and statutory, comparative, and conceptual approaches. Primary, secondary, and tertiary data were analyzed using descriptive and comparative methods. The research results reveal there is an incomplete norm in POJK Number 60/2017, particularly in Article 17 and Article 18 when it is seen from philosophical, sociological, and juridical bases. This research also suggests that the regulation implemented in Indonesia may refer to the Monetary Authority of Singapore Green Bond Grant Scheme that has successfully accommodated the incentive given as a subsidy in debt security issuance in a green bond concept.
Keywords: green bond, incentive as subsid
Model Pembelajaran Menulis Ilmiah berbasis PARMI (Produksi, Atensi, Retensi, Motivasi, dan Inovasi)& Penerapannya
Pencapalan target pembelajaran dapat dilakukan dengan pemilihan model yang sesuai kondisi peserta didik. Model pembelajaran PARMI sebagai pengembangan dan Social Learning Bandura merupakan salah satu yang dapat dipilih. PARMI terbukti dapat meningkatkan: 1) kemampuan berpikir kritis, 2) berpikir kreatif. dan 3) kemampuan menulis ilmiah. Hal ini karena PARMI dapat menjadikan pembelajar merasa nyaman dan inovatif. PARMI menumbuhkan kepedulian pembelajar pada lingkungan dan sesama. Pembelajar tidak hanya melihat persoalan pada dlrl sendirl, tetapi juga pada orang lain atau hal lain yang berada dl IIngkungannya. Pembelajar tidak memandang dlri secara semplt, tetapi berpiklr secara luas.
Selama Ini, pengajar dianggap berkedudukan lebih tinggi karena memlliki kekuasaan mullak terhadap hasil belajar pembelajar. PARMI mengubah pola pembelajaran tersebut. Pembelajar bukanlah orang yang tidak tahu sama sekali. Pun pengajar bukanlah orang yang tahu segalanya. Pengajar dan pembelajar bekerJa secara bersama-sama. Pengajar sebagai mitra belajar hendaknya juga dapat menjadi rujukan dalam menyelesaikan permasalahan menulis ilmiah. Pengajar bukan lagi seseorang yang kata-katanya tidak boleh disanggah.
Pengajar juga bukan lagi seseorang yang menakutkan. Pengajar merupakan mitra belajar bagi pembelajar
Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Membentuk Kepribadian Islami di Madrasah Aliyah Al Arsyadi Samarinda
Abstract.
The purpose of this research is to determine the internalization of character education values in the formation of Islamic personality at Madrasah Aliyah Al Arsyadi Samarinda and to determine the factors that influence the internalization of character education values at Madrasah Aliyah Al Arsyadi Samarinda. In collecting data, the author used observation, interview and documentation techniques. Meanwhile, in analyzing the data, the author used qualitative methods with data analysis techniques according to Miles and Huberman, namely data collection, data reduction, and drawing conclusions (verification). From the research results, it is known that the internalization of character education values in the formation of Islamic personality at Madrasah Aliyah Al Arsyadi Samarinda with the stages of implementing the character education values strategy starts from the first step, namely Morals. Understanding, Moral Feeling or Moral Love, Moral Action or Moral Action. The factors that influence the internalization of Character Education Values are caused by: 1) educational factors (teachers) using methods in teaching and learning that are quite appropriate and quite varied, and 3) environmental factors that are quite supportive, namely parents who motivate children enough so that they will arouse students' interest in character education.
Keywords: Character education, Islamic Personality, Values
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui internalisasi nilai-nilai pendidikan karakter dalam membentuk kepribadian islami di Madrasah Aliyah Al Arsyadi Samarinda dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi internalisasi nilai-nilai pendidikan karakter di Madrasah Aliyah Al Arsyadi Samarinda. Adapun pengumpulan data,lpenulis menggunakan teknik observasi, wawancaraldan dokumentasi. Sedangkan dalam menganalisis data, penulis menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis data menurut Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, danlpenarikan kesimpulan (verifikasi). Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam membentuk Kepribadian Islami di Madrasah Aliyah Al Arsyadi Samarinda dengan tahapan strategi implementasi nilai-nilai pendidikan karakter dimulai dari langkah pertama yaitu Moral Knowing, Moral Feeling atau Moral Loving, Moral Doing atau Moral Action. Faktor-faktor yang mempengaruhi Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter yaitu disebabkan oleh: 1) faktor pendidik (guru) penggunaan metode dalam belajar mengajar yang cukup sesuai dan cukup bervariasi, dan 3) faktor lingkungan yang cukup mendukung, yaitu orang tua yang cukup memotivasi terhadap anaknya sehingga akan menimbulkan minat murid terhadap pendidikan karakter.
Kata Kunci: Kepribadian Islami, Nilai, Pendidikan Karakte
IMPLEMENTATION OF VIRTUAL TOUR USING IMAGE STITCHING AS AN INTRODUCTION MEDIA OF SMPN 1 KARANGKOBAR TO NEW STUDENTS
“During the pandemic, the education sector experienced a decline where students and teachers had to do online learning due to the increasingly widespread Covid-19 outbreak. Therefore, the Indonesian government decided to reduce activities that cause crowds in order to prevent the transmission of Covid-19 in Indonesia. With such problems, the author can provide a solution by using a Virtual Tour which is used as a medium to introduce Karangkobar 1 State Junior High School to students who want to register when PPDB takes place. Virtual Tour in the form of 360-degree panoramic images provided with a hotspot and several features such as popups such as images and information that appear in real time. In the functional testing of the Espensaka Virtual Tour application, it was carried out using the Blackbox Testing method on eight different smartphones which produced functions that could run well but had problems with the Gyroscope which could not run on laptops and computers. Then the test using the SUS (System Usability Scale) method with 90 respondents who filled out 10 questions on the questionnaire resulted in an average value of 73.8 which the score according to the System Usability Scale Grade was included in a good rating. From the results of testing using the method on the application, it can be concluded that the Espensaka Virtual Tour application can be run well but has problems with the Gyroscope which cannot be run on laptops and computers. The Espensaka Virtual Tour application can still be used by making an improvement on the recommended hotspot
- …
