1,720,959 research outputs found
IMPLEMENTASI ALGORITMAFLOYD WARSHALL DAN NEAREST NEIGHBOUR DALAM PENGOPTIMALAN RUTE CAPACITATED VEHICLE ROUTING PROBLEM WITH TIME WINDOWS
Capacitated Vehicle Routing Problem with Time Windows (CVRPTW) merupakan masalah penentuan rute tercepat kendaraan untuk memenuhi permintaan konsumen yang terdiri dari pelayanan antar dengan kendala kapasitas kendaraan, time windows, dan kecepatan pada tiap jalur berdasarkan waktu per jam. Permasalahan CVRPTW dapat diselesaikan dengan menggunakan algoritma yang bersifat eksak dan heuristik. Dalam menyelesaikan masalah CVRPTW akan digunakan dua algoritma, yakni algoritma floyd warshall dan nearest neighbour.
Pada penelitian ini, akan dijelaskan mengenai penggunaan algoritma floyd warshall dan nearest neighbourdalam penyelesaian masalah CVRPTW yang kemudian akan diimplementasikan pada data simulasi secara manual dan menggunakan perangkat lunak MatLab. Selanjutnya akan dibandingkan efektifitas kedua algoritma tersebut yang diukur berdasarkan proses dan hasil pembentukan rute.
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa algoritma floyd warshall dapat membentuk rute dengan total waktu tempuh yang lebih efektif dibandingkan dengan algoritma nearest neighbour. Namun dalam proses penerapannya, algoritma nearest neighbour jauh lebih cepat dan praktis dibandingkan dengan algoritma floyd warshall.
Kata Kunci:capacitated vehicle routing problem with time windows (CVRPTW), floydwarshall, nearest neighbou
Analisa Kestabilan Bebas Kecanduan pada Penyebaran Penggunaan Media Sosial Berdasarkan Model SEARQS
In this paper we discussed about the model of social media addiction and stability analysis of the equilibrium point as well as its numerical simulation by assuming the individual population is divided into 5 classes, namely Susceptible individual, Expose individuals, Addicted individuals, Recover individuals. The SEARQS model is used. The assumptios used are no deaths due to social media addiction. In addition, individuals who have quit social media addiction may return to being Susceptible individuals. The problem that arises from the spread of excessive use of social media is how to know when individuals who are addicted to social media will disappear from the population and when individuals who are addicted to social media will still be in the population. Based on the model, an addiction-free equilibrium point and an endemic equilibrium point are obtained. The stability analysis was carried out around the addiction-free equilibrium point and the result was that the addiction-free equilibrium point was locally asymptotically stable if the condition was fulfilled. Furthermore, a numerical simulation using the Matlab program results if , the population of individuals who are addicted to social media will disappear from the population shortly after 10 time units, whereas if , individuals who are addicted to social media are still in the population
Analisa Kestabilan Bebas Kecanduan pada Penyebaran Penggunaan Media Sosial Berdasarkan Model SEARQS
Penelitian ini membahas mengenai model penyebaran penggunaan media sosial dan analisa kestabilan di sekitar titik ekuilibrium serta simulasi numeriknya dengan mengasumsikan populasi individu dibagi menjadi 5 kelas yaitu individu yang rentan terhadap kecanduan media sosial, individu yang menggunakan media sosial tetapi belum timbul kecanduan, individu kecanduan/adiktif media sosial, individu sembuh dari kecanduan media dan individu yang berhenti menggunakan media sosial. Model matematika yang digunakan adalah SEARQS dengan asumsi tidak ada kematian karena kecanduan media sosial. Selain itu, individu yang telah berhenti dari kecanduan media sosial, dapat kembali menjadi individu rentan. Permasalahan yang timbul dari penyebaran penggunaan media sosial yang berlebihan adalah bagaimana mengetahui kapan individu yang kecanduan media sosial akan menghilang dari populasi dan kapan individu yang kecanduan media sosial masih akan tetap ada di dalam populasi. Berdasarkan model, diperoleh titik ekuilibrium bebas kecanduan dan titik ekuilibrium endemik. Analisa kestabilan dilakukan di sekitar titik ekuilibrium bebas kecanduan diperoleh hasil bahwa titik ekuilibrium bebas kecanduan stabil asimtotik lokal jika dipenuhi syarat Ro<1. Selanjutnya dilakukan simulasi numerik dengan menggunakan program Matlab menghasilkan jika Ro<1 populasi individu yang kecanduan media sosial akan menghilang dari populasi sesaat setelah 10 satuan waktu, sedangkan jika Ro>1 individu yang kecanduan media sosial masih ada dalam populasi. In this paper we discussed about the model of social media addiction and stability analysis of the equilibrium point as well as its numerical simulation by assuming the individual population is divided into 5 classes, namely Susceptible individual, Expose individuals, Addicted individuals, Recover individuals. The SEARQS model is used. The assumptios used are no deaths due to social media addiction. In addition, individuals who have quit social media addiction may return to being Susceptible individuals. The problem that arises from the spread of excessive use of social media is how to know when individuals who are addicted to social media will disappear from the population and when individuals who are addicted to social media will still be in the population. Based on the model, an addiction-free equilibrium point and an endemic equilibrium point are obtained. The stability analysis was carried out around the addiction-free equilibrium point and the result was that the addiction-free equilibrium point was locally asymptotically stable if the condition was fulfilled. Furthermore, a numerical simulation using the Matlab program results if , the population of individuals who are addicted to social media will disappear from the population shortly after 10 time units, whereas if , individuals who are addicted to social media are still in the population
Aplikasi Holt’s Linear Trend Exponential Smoothing dalam Prediksi Harga Emas di Indonesia
Harga emas merupakan salah satu indikator ekonomi yang penting dan sering dijadikan acuan dalam kegiatan investasi serta kebijakan keuangan. Tren harga emas yang meningkat namun fluktuatif menimbulkan kebutuhan untuk melakukan peramalan jangka pendek guna mendukung pengambilan keputusan investasi. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi harga emas di Indonesia menggunakan metode Holt’s Linear Trend Exponential Smoothing. Data yang digunakan berupa harga emas bulanan dari Desember 2024 hingga November 2025 yang diperoleh dari PT Aneka Logam Indonesia. Model diestimasi menggunakan parameter pemulusan dan dengan asumsi awal dan . Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE) yang diperoleh dari perhitungan sebesar 6,47%, yang termasuk dalam kategori prediksi sangat akurat. Prediksi harga emas pada bulan Desember 2025 adalah Rp 2.710.325,21, dengan kisaran antara Rp 2.534.955,33 hingga Rp 2.885.695,09. Temuan ini menunjukkan bahwa metode Holt’s Linear Trend Exponential Smoothing efektif digunakan untuk peramalan jangka pendek, khususnya untuk prediksi satu bulan ke depan pada deret waktu dengan pola tren linier tanpa komponen musiman. Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi kinerja metode ini pada periode data yang lebih panjang atau membandingkannya dengan metode peramalan lain untuk memperoleh hasil prediksi yang lebih stabil dan komprehensif
Aplikasi Holt’s Linear Trend Exponential Smoothing dalam Prediksi Harga Emas di Indonesia
Harga emas merupakan salah satu indikator ekonomi yang penting dan sering dijadikan acuan dalam kegiatan investasi serta kebijakan keuangan. Tren harga emas yang meningkat namun fluktuatif menimbulkan kebutuhan untuk melakukan peramalan jangka pendek guna mendukung pengambilan keputusan investasi. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi harga emas di Indonesia menggunakan metode Holt’s Linear Trend Exponential Smoothing. Data yang digunakan berupa harga emas bulanan dari Desember 2024 hingga November 2025 yang diperoleh dari PT Aneka Logam Indonesia. Model diestimasi menggunakan parameter pemulusan dan dengan asumsi awal dan . Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE) yang diperoleh dari perhitungan sebesar 6,47%, yang termasuk dalam kategori prediksi sangat akurat. Prediksi harga emas pada bulan Desember 2025 adalah Rp 2.710.325,21, dengan kisaran antara Rp 2.534.955,33 hingga Rp 2.885.695,09. Temuan ini menunjukkan bahwa metode Holt’s Linear Trend Exponential Smoothing efektif digunakan untuk peramalan jangka pendek, khususnya untuk prediksi satu bulan ke depan pada deret waktu dengan pola tren linier tanpa komponen musiman. Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi kinerja metode ini pada periode data yang lebih panjang atau membandingkannya dengan metode peramalan lain untuk memperoleh hasil prediksi yang lebih stabil dan komprehensif
IMPLEMENTASI ALGORITMA FLOYD WARSHALL DAN NEAREST NEIGHBOUR DALAM PENGOPTIMALAN RUTE CAPACITATED VEHICLE ROUTING PROBLEM WITH TIME WINDOWS (CVRPTW)
Capacitated Vehicle Routing Problem with Time Windows (CVRPTW) merupakan masalah penentuan rute tercepat kendaraan untuk memenuhi permintaan konsumen yang terdiri dari pelayanan antar dengan kendala kapasitas kendaraan, time windows, dan kecepatan pada tiap jalur berdasarkan waktu per jam. Dalam menyelesaikan masalah CVRPTW akan digunakan dua algoritma, yakni algoritma Floyd Warshall dan Nearest Neighbour. Pada penelitian ini, dijelaskan mengenai penggunaan algoritma Floyd Warshall dan Nearest Neighbour dalam penyelesaian masalah CVRPTW yang diimplementasikan pada data simulasi secara manual dan menggunakan perangkat lunak MatLab. Selanjutnya akan dibandingkan efektifitas kedua algoritma tersebut yang diukur berdasarkan waktu penyelesaian dan hasil pembentukan rute. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa algoritma Floyd Warshall dapat membentuk rute dengan total waktu tempuh 939 menit, yang lebih efektif dibandingkan dengan algoritma Nearest Neighbor dengan total waktu tempuh 1.006 menit. Namun dalam proses penerapannya, algoritma Nearest Neighbour jauh lebih cepat dan praktis dibandingkan dengan algoritma Floyd Warshall.Kata kunci: Capacitated Vehicle Routing Problem With Time Windows (CVRPTW), Floyd Warshall, Nearest Neighbou
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
