193 research outputs found
Sel Darah Putih Sapi Neonatus Friesian Holstein yang Diberi Kolostrum dan Ditantang dengan Escherichia coli
DINAR PRASISTA BACHRI. The White Blood Cell of Neonates Friesian Holstein Cows were Given Colostrum and Challenged With Escherichia coli. Under directed Drh. Anita Esfandiari, M.Si and Drh. Retno Wulansari, M.Si, Ph.D The aim of this research is to determine total white blood cell neonates Friesian Holstein (FH) cows were given colostrum and challenged with Escherichia coli. Fourth neonates FH cows were used in this experiment and consisting of two treatment, the treatment were given colostrum from the cows vaccinated with E. coli K-99 polivalen vaccine (3 calves) whereas the other ones were given milk. Colostrum and milk were given at 0 hour of neonates cows age and then challenged with E. coli K-99 5X1010CFU per oral at the 12 hour of post nates. Blood sample were taken from jugular vein on 0, 12th, 24th, 48th, 72nd, and 168th hour. Based on the observation, it can be concluded that the total of white blood cell colostrum treatment increased faster than milk treatment. Keywords: White blood cell, colostrum, neonates FH cows, E. coli K-9
Echocardiography of Endocardiosis Mitral Valve Disease in Dog.
Endocardiosis is a disease in dogs characterized by progressive myxomatous degeneration of the atrio-ventricular valves, especially in the mitral valve. The alteration that occurred in the mitral valve and expanded within endocardium, myocardium thickness and internal chamber dimensions of the heart were described in detail by using echocardiography technique in this study. Eight small-breed dogs-Pomeranian were used in this study. Brightness mode (B-mode) echocardiography techniques was used to see the echotexture condition of endocardium, mitral valve, and abnormalities of the valve movement. The results showed endocardium thickening, along with chronic fibrosis and nodular thickening of the free edges of the anterior and posterior mitral valve leaflet. Significant changes that occur are dependent on the degree of severity in each dog. Three of seven cases showed prolapsed of the mitral valve. Motion mode (M-mode) echocardiography was used in order to measure the left ventricle internal chamber dimension, myocardium thickness, the fractional shortening, and the left atrial and aortic dimension. The results showed myocardium thickening, along with left atrial chamber enlargement. Myocardium thickness and chambers dimension increases are dependent on the degree of severity in each dog observed. Color flow Doppler echocardiography was used to confirm mitral valve regurgitation. Three of seven cases showed the presence of regurgitation signed by turbulence color of the mitral valve prolapsed. Based on the degree of the severity, scoring system used in this study, endocardiosis can be divided into three types that are mild, moderate and severe.Endokardiosis adalah penyakit pada anjing yang ditandai dengan adanya degenerasi myxomatous progresif pada katup atrio-ventrikular, terutama di katup mitral. Perubahan yang terjadi pada katup mitral dan semakin diperluas dengan adanya perubahan pada endokardium, penebalan pada miokardium dan perubahan ukuran dimensi internal ruang jantung sebelah kiri, digambarkan secara rinci dengan menggunakan teknik pencitraan ekhokardiografi dalam penelitian ini. Delapan anjing ras kecil-Pomeranian digunakan dalam penelitian ini. Teknik ekhokardiografi B-mode digunakan untuk melihat kondisi ekhotekstur endokardium, katup mitral, dan kelainan pergerakan katup. Hasil penelitian menunjukkan adanya penebalan endokardium, bersamaan dengan fibrosis kronis dan penebalan nodular dari tepi daun katup mitral anterior dan posterior. Perubahan signifikan yang terjadi tergantung pada tingkat keparahan masing-masing anjing. Tiga dari tujuh kasus menunjukkan katup mitral mengalami prolaps. Teknik ekhokardiografi M-mode digunakan untuk mengukur dimensi internal ruang ventrikel kiri, ketebalan miokardium, nilai dari fraksi pemendekan, serta ukuran dari dimensi ruang atrium kiri dan aorta. Hasil penelitian menunjukkan penebalan miokardium bersamaan dengan pembesaran ruang atrium sebelah kiri. Penebalan miokardium dan peningkatan dimensi ruang tergantung pada tingkat keparahan pada setiap anjing yang diamati. Ekhokardiografi color flow Doppler digunakan untuk menegaskan adanya regurgitasi katup mitral. Tiga dari tujuh kasus menunjukkan adanya kehadiran regurgitasi yang ditandai oleh warna turbulensi dari katup mitral yang prolaps. Berdasarkan tingkat keparahan penyakit, sistem pembobotan nilai digunakan dalam penelitian ini yang dapat membagi endokardiosis menjadi tiga tipe, yaitu ringan, sedang, dan parah
HUBUNGAN KEBIASAAN BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR PADA KD PAHAM-PAHAM BARU DAN KESADARAN KEBANGSAAN INDONESIA DI KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 DONGKO SEMESTER GENAP 2012/2013
ABSTRAK Wulansari, Retno. 2013. Hubungan Kebiasaan Belajar Dengan Hasil Belajar Pada KD Paham-Paham Baru Dan Kesadaran Kebangsaan Indonesia Di Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Dongko Semester Genap 2012/2013. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Kasimanuddin Ismain, M. Pd.(II) Aditya Nugroho Widiadi S.pd. M,pd. Kata Kunci: hubungan, kebiasaan belajar, hasil belajar sejarah. Kebiasaan belajar merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar. Karena kebiasaan belajar berpengaruh pada hasil belajar, maka kebiasaan belajar baik diterapkan agar siswa mamperoleh hasil belajar yang baik pula. Kebiasaan belajar yang dimiliki setiap siswa sangat berpengaruh terhadap hasil belajar setiap siswa itu sendiri. Penelitian yang dilakukan di SMA Negeri 1 Dongko khususnya kelas XI IPS ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitiannya korelasi. Populasi penelitian yaitu seluruh siswa kelas XI IPS yang berjumlah 92 siswa. Sampel yang diambil secara acak berjumlah 48 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu angket dan dokumentasi nilai ulangan harian sejarah. Sedangkan analisis data untuk mengetahui normalitas data menggunakan rumus Chi Kuadrat, dan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara kebiasaan belajar dengan hasil belajar sejarah menggunakan korelasi product moment. Dari analisis data tersebut diperoleh hasil sebagai berikut. Pertama, kebiasaan belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Dongko 98% sudah cukup baik walaupun 2% masih ada yang memiliki kebiasaan belajar yang kurang baik. Kedua, sesuai dengan kebiasaan baik yang dimiliki siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Dongko, maka hasil belajar yang dimiliki siswa juga baik. Hal itu dapat dibuktikan dari dokumentasi nilai ulangan harian sejarah dan tidak adanya siswa yang mengikuti remidi. Ketiga, dari hasil analisis mengenai hubungan kebiasaan belajar baik dan analisis hasil belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Dongko dapat diketahui bahwa sebesar 0,59% kebiasaan belajar sangat berhubungan dengan hasil belajar yang diperoleh siswa. Jika siswa memiliki kebiasaan belajar yang baik maka siswa akan memeproleh hasil belajar yang baik pula. Dari keterangan di atas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang positif antara kebiasaan belajar dengan hasil belajar siswa, guru maupun orang tua siswa juga ikut bertanggung jawab atas keberhasilan siswa dalam belajar.
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA DIKLAT BEKERJASAMA DENGAN KOLEGA DAN PELANGGAN SISWA KELAS X ADMINISTRASI PERKANTORAN SMK KRISTEN 1 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2010/2011 (Penelitian Tindakan Kelas)
SRI RETNO WULANSARI. X7407081. THE APPLICATION COOPERATIVE
LEARNING TYPE OF NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) TO IMPROVE
THE LEARNING ACHIEVEMENT OF BEING COOPERATIVE WITH
COLLEAGUE AND CUSTOMER SUBJECT IN THE OFFICE ADMINISTRATION
X GRADERS OF SMK KRISTEN 1 SURAKARTA. Thesis. Surakarta: Teacher Training
and Education Faculty. Surakarta Sebelas Maret University, July 2011.
The objective of research is to improve the learning achievement of being
cooperative with colleague and customer subject using Numbered Heads Together
(NHT) type of cooperative learning in the Office Administration X graders of SMK
Kristen 1 Surakarta.
This study is a Classroom Action Research. The object of research was the
Office Administration X graders of SMK Kristen 1 Surakarta consisting of 34 students.
This research was carried out in the collaboration between the class teacher, researcher
and involved the students. Techniques of collecting data used were observation,
documentation, questionnaire and test. The research procedure include: (1) problem
identification, (2) action preparation, (3) action plan arrangement, (4) action
implementation, (5) observation, and (6) report writing. The research process was
carried out in two cycles, each of which consisted of four stages: (1) planning, (2)
acting, (3) observing and interpreting, and (4) analyzing and reflecting. Each cycle was
done in three repetition, with 6 x 45 minutes duration for each cycle.
Considering the result of research, it can be concluded that there is an
improvement of learning achievement of XI P 1 graders of SMK Kristen Surakarta
using Numbered Heads Together (NHT) type of cooperative learning. It is reflected by
the following indicators: (1) Numbered Heads Together (NHT) learning method can
improve the student learning achievement. Based on the result of student work in the
first cycle, it can be found that 25 students or 73.5% has met the KKM and 31 students
or 91.17% in the second cycle. There is an increases by 17.65%. (2) the Numbered
Heads Together (NHT) learning method can improve the student achievement
motivation. It is indicated by the increase in percentage student learning motivation in
the first cycle of 71.14% and then in the second cycle it increases by 9.7% to 80.84%.
(3) The Numbered Heads Together (NHT) learning method can improve the student
participation. It is indicated by the increase in percentage student learning participation
in the first cycle of 60.58% and then in the second cycle it increases by 13.53% to
74.14%. The improvement occurs after teacher takes such attempts as: (1) Teacher has
managed the class well, (2) teacher realize the importance of an evaluation on learning
process to cope with well any weaknesses, and to prevent the weakness from occurring
in the next learning
Profil Hematologi Tikus Pascaimplantasi Biomaterial Logam Terdegradasi Berbahan Dasar Besi (Fe) Berpori Pada Tulang Femur
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Profil Hematologi Tikus Pascaimplantasi Biomaterial Logam Terdegradasi Berbahan Dasar Besi Berpori. Sebanyak 60 tikus strain Sprague Dawley dengan berat rata-rata 175 gram dibagi dalam 4 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri atas 15 ekor tikus dengan perlakuan implan berpori 450 um, 580 um, 800 um, dan kontrol. Implantasi dilakukan pada diafise tulang paha dengan ukuran implan 5 x 2 x 0.5 mm3. Sampel darah diambil pada hari ke- 0 praimplantasi serta hari ke-7, 14, dan 30 pascaimplantasi. Hitung darah lengkap dilakukan dengan menggunakan alat hematology analyzer. Analisa statistik menggunakan ANAVA dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implantasi material Fe berpori tidak menunjukkan perbedaan yang nyata (p>0.05) terhadap nilai kontrol pada semua parameter hematologi kecuali persentase limfosit. Bahan implan Fe berpori 450 μm paling dapat diterima oleh tubuh tikus berdasarkan uji statistik yang tidak menunjukkan perbedaan nyata secara konsisten terhadap nilai kontrol pada semua parameter hematologi. Kesimpulannya, implantasi material Fe berpori tidak berpengaruh secara signifikan terhadap parameter hematologi
A FORMAL ANALYSIS ON TOLSTOY’S “GOD SEES THE TRUTH BUT WAITS” AND “A GRAIN AS BIG AS A HEN'S EGG”
A Formal Analysis on Tolstoy’s God Sees The Truth but Waits and A Grain as Big
as a Hen’s Egg; Retno Tri Wulansari, 070110191033; 2013; English Department,
Faculty of Letters, Jember University.
This thesis deals with formalist analysis which concerns on the analysis of
selected short stories TOLSTOY’S “GOD SEES THE TRUTH BUT WAITS” AND “A
GRAIN AS BIG AS A HEN'S EGG”. The problem in this thesis is the language used in
both short stories above because the language used in the stories is different from
daily language. Hence, the goal of the study is to find out why different language
occurs.
The language used in literary works performs as “art as thinking in images”
which is closely related to the study of formalism. Formalism emphasizes on the
beautiful letters in conveying message that does not occur in daily spoken language.
This “art is thinking in images” relates to the creative process of the author to convert
the fabula into sjuzhet that appears as estrangement. In away “art is thinking in
images” talks about fabula, sjuzhet and estrangement as whole. Estrangement is
indeed a process of making an object strange, to touch only the senses of the object,
hence the object is not really important because the reader can perceive the idea
through the arts within the story. Thus, this writing is projected to give more
explanation on how the arts may perform in the story. Furthermore, it will give a new
way of perspective to see difference of the language used in literary works.
The data applied in this writing is qualitative data. In this case, the words or
sentences data are applied. Data collection in this thesis is documentary study. The
data is documented from Tolstoy’s selected short stories. This thesis is a descriptive
study which function is to identify the use of Fabula and Sjuzhet as well as
Estrangement. Those three terms are nothing but instruments to perform art in the
language used in literary works. In this manner, the language written in the universe
of literature can be distinguished from the daily language. Art however is something
really important in this study.
For the final comment, The God Sees the Truth but Waits displays more
sjuzhets since many object are becoming odd, and they never be explained directly
but to imply it using close reading. Not to mention the length of the story, God Sees
the Truth but Waits serves more examples of the sjuzhet. The images of the rich guy
yet pious person are the main theme of the story. While A Grain as Big as a Hen’s
Egg presents less sjuzhet because not many objects are illustrated in images, more
direct expression is applied and the length of the story. Thus, the image of the past
and the present becomes clearer.The result of this thesis indicates that there is a very
systematic process to generate meaning, idea, and notion through images. The
occurrence of arts proves that the language is beautiful. However the creativity of
Tolstoy is challenged to estrange the objec
Perbandingan Profil Platelet pada Kucing Domestik yang Dikastrasi dengan Metode Kimia atau Ligasi (Pinhole)
Populasi kucing yang melimpah menjadi permasalahan masyarakat.
Kastrasi kimia atau ligasi adalah metode yang digunakan untuk pengendalian
populasi kucing. Metode kastrasi kimia atau ligasi dapat menginduksi kerusakan
endotel pembuluh darah pada jaringan yang akan berdampak pada sirkulasi darah
dan total platelet di dalam tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui
perbandingan profil platelet kucing domestik yang dikastrasi dengan metode kimia
atau ligasi. Penelitian ini menggunakan delapan ekor kucing jantan sehat yang
dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok tersebut adalah kastrasi kimia dan ligasi,
dimana setiap kelompok memiliki masing-masing empat ekor kucing. Metode
kastrasi kimia dilakukan dengan menginjeksikan larutan besi (III) klorida
heksahidrat 5 % pada testis kanan sebanyak 0.2 ml/testis. Kastrasi ligasi dilakukan
dengan mengligasi funiculus spermaticus pada testis kanan dengan jarum (18 G)
dan benang sutera (3-0). Seluruh kucing berumur lebih dari satu tahun. Kastrasi
dan pengambilan sampel darah dilakukan dibawah pengaruh anestesi ketaminexylazine.
Sampel darah diambil dari vena cephalica sebelum (H-0) dan sesudah
(H-14) kastrasi dan diukur menggunakan alat Hematology Analayser Vet Scan
HM5®. Parameter penelitian ini adalah Platelet (PLT), Plateletcrit (PCT), Mean
Platelet Volume (MPV), dan Platelet Distribution Width (PDW). Hasil dari
penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata profil platelet pada metode
kastrasi kimia cenderung menurun, yang ditunjukkan oleh penurunan rata-rata PLT,
PCT, MPV, dan PDW. Sementara itu, profil platelet pada metode ligasi
menunjukkan peningkatan nilai rata-rata PLT dan PCT, dan penurunan pada MPV
dan PDW. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode kastrasi
ligasi setelah 14 hari tidak ada pengaruh terhadap profil platelet kucing dan kastrasi
kimia memiliki kecenderungan penurunan pada parameter PLT dan PCT. Hal
tersebut menunjukkan bahwa kastrasi ligasi lebih aman dari pada kastrasi kimi
Studi Kasus Helminthiasis pada Sapi Perah di Kabupaten Garut Tahun 2014 – 2018
Helminthiasis merupakan penyakit akibat infeksi cacing dalam tubuh.
Penyakit parasit biasanya tidak mengakibatkan kematian hewan ternak, namun
menyebabkan kerugian berupa penurunan kondisi badan dan penurunan daya
produktivitas yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
kejadian kasus helminthiasis pada sapi perah di Kabupaten Garut. Penelitian ini
menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan analisis data
sekunder. Data sekunder mengenai kejadian helminthiasis pada tahun 2014 – 2018
dibagi menjadi dua semester setiap tahunnya, yaitu semester ganjil terdiri dari
bulan Januari-Juni dan semester genap terdiri dari bulan Juli – Desember. Hasil
penelitian menunjukkan tingkat kejadian yang bersifat fluktuatif. Gejala klinis
yang terlihat pada umumnya berupa diare, letargi, menurunnya nafsu makan, dan
rambut kusam. Terapi yang diberikan berupa antelmintik dan suplemen vitamin B
complex. Faktor higiene, sanitasi kandang, dan manajemen pakan dapat
memengaruhi tingkat kejadian helminthiasis
Body Condition Score pada Sapi Perah FH (Freisian Holstein) Periode Kering Kadang di Kunak Cibungbulang Bogor
Body Condition Score (BCS) merupakan metode penilaian subyektif menggunakan penglihatan dan perabaan untuk menduga cadangan lemak tubuh. Penerapan BCS pada sapi perah dapat digunakan secara praktis untuk menduga cadangan energi dari lemak tubuh untuk melahirkan maupun produksi susu. Untuk mengetahui kegunaan BCS telah dilakukan kajian terhadap 30 ekor sapi perah kering kandang di Kunak, Cibungbulang, Bogor. Sapi yang digunakan berada pada usia kebuntingan ±7 bulan (10 ekor),±8 bulan (10 ekor),±9 bulan (10 ekor). Dari data tersebut diperoleh hanya 5 ekor yang masuk kategori BCS ideal, sisanya (25 ekor) perlu memperoleh penanganan gizi
ANALISIS YURIDIS PERTIMBANGAN HAKIM YANG MENYEBABKAN DISPARITAS PENJATUHAN PIDANA DALAM TINDAK PIDANA PENCABULAN YANG DILAKUKAN OLEH PENYANDANG DISABILITAS INTELEKTUAL (STUDI KASUS PUTUSAN NOMOR 135/PID.SUS/2018/PN. BTG DAN PUTUSAN NOMOR 16/PID.SUS/2019/PN. WSB)
Dyah Retno Wulansari, Prija Djatmika, Eny Harjati
Fakultas Hukum Universitas Brawijaya
Jl. MT. Haryono No. 169 Malang
e-mail: [email protected]
Abstrak
Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui dan menganalisis alasan yuridis pertimbangan hakim yang menyebabkan disparitas penjatuhan pidana dalam tindak pidana pencabulan yang dilakukan oleh penyandang disabilitas intelektual pada putusan nomor 135/Pid.Sus/2018/PN. Btg dan putusan nomor 16/Pid.Sus/2019/PN. Wsb (2) untuk mengetahui dan menganalisis implikasi yuridis dari pertimbangan hakim yang menyebabkan disparitas penjatuhan pidana pada putusan nomor 135/Pid.Sus/2018/PN. Btg dan putusan nomor 16/Pid.Sus/2019/PN. Wsb. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Hasil penelitian ini adalah seorang penyandang disabilitas intelektual merupakan seseorang yang tidak dapat dimintai pertanggungjawaban pidana atas tindak pidana yang dilakukan berdasarkan Pasal 44 ayat (1) KUHP, terutama dalam rumusan kalimat "pertumbuhan yang kurang sempurna". Dalam pembuktian apakah ia dapat dimintai pertanggungjawaban pidana, perlu dilakukan pemeriksaan kejiwaan oleh ahli kejiwaan (psikiater/tenaga kesehatan lainnya) dengan ukuran penilaian menurut perilaku adaptif mengenai pemahaman konsep, normal sosial, atau aturan yang hidup dalam masyarakat. Hasil dari penilaian ahli kejiwaan tersebut nantinya akan menjadi bahan utama dalam hakim membuat dasar pertimbangan. Terdapat dua putusan yang dijadikan sebagai objek penelitian skripsi ini, namun hasil putusan pengadilan berbeda. Metode deskriptif digunakan dalam Putusan Nomor 135/Pid.Sus/2018/PN. Btg dan metode normatif digunakan dalam Putusan Nomor 16/Pid.Sus/2019/PN. Wsb. Sedangkan dalam menentukan kemampuan bertanggungjawab seorang penyandang disabilitas intelektual hakim harus menggunakan metode deskriptif-normatif.
Kata Kunci: pertimbangan hakim, disparitas, disabilitas intelektual, kemampuan bertanggung jawab
Abstract
This research aims at (1) finding out and analyzing the juridical grounds of the judges delivering different verdicts over obscenity committed by a person suffering from intellectual disability under Decision Number 135/Pid.Sus/2018/PN.Btg and Decision Number 16/Pid.Sus/2019/PN.Wsb and (2) to find out and analyze the juridical implication of the judiciary consideration causing these diverging verdicts in the Court Decisions mentioned above. This research employed a qualitative method and statutory and case approaches, revealing that people with intellectual disabilities cannot be held liable for the crime committed as in line with Article 44 Paragraph (1) of the Penal Code, particularly in the phrase “pertumbuhan yang kurang sempurna” (impaired growth). Therefore, whether or not the person concerned can be held liable needs further mental observation performed by a psychiatrist/medic) according to the assessment standard of adaptive behavior regarding concept understanding, social norms, or regulations in society. The observation results of the patient concerned will serve as the main basis on which judges consider their decisions. A descriptive method was used to study Decision Number 135/Pid.Sus/2018/PN.Btg and a normative method for the Decision Number 16/Pid.Sus/2019/PN.Wsb, while descriptive-normative methods should be used to determine the ability of the person with an intellectual disability to be liable.
Keywords: judiciary consideration, disparity, intellectual disability, ability to be liabl
- …
