111 research outputs found

    Peningkatan Kesadaran Masyarakat Desa Dalam Mematuhi Protokol Kesehatan Sebagai Kesiapsiagaan Desa Menghadapi Covid-19

    No full text
    Latar belakang Berkembangnya wabah Corona Virus Disease-19 (COVID-19) di dunia, hingga ke sejumlah wilayah di Indonesia, tentu sangat mengkhawatirkan seluruh lapisan masyarakat. Kesadaran masyarakat untuk mengikuti anjuran pemerintah atas bahaya pendemi Covid-19 dinilai masih rendah. Kondisi ini mengakibatkan jumlah pasien positif meningkat seiring bertambahnya waktu. Hasil utama dari pengabdian masyarakat ini adalah adanya peningkatkan kesadaran dalam pelaksanaan protokol Kesehatan untuk pencegahan Covid-19. Tujuan Pengabdian ini bertujuan sebagai partisipasi dalam rangka mensukseskan program pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19. Metode pengabdian ini menggunakan pre test-intervention-post test tentang kesadaran masyarakat desa dalam mematuhi protokol Kesehatan. Intervensi dilakukan dengan membuat video dan poster, motto, cara mencuci tangan dengan benar dan pemantauan hasil intervensi. Hasil pengabdian menunjukkan terdapat peningkatan kesadaran masyarakat setelah adanya intervensi yang telah dilakukan dengan peningkatan nilai rata-rata pre dan post test. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengabdian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kesadaran masyarakat desa dalam mematuhi protocol Kesehatan sebagai kesiapsiagaan desa dalam menghadapi Covid-19

    APLIKASI MEMBRAN POLIANILINA PADA KEMASAN PINTAR (Smart Packaging) SEBAGAI SENSOR KESEGARAN IKAN BANDENG (Chanos chanos Forsk.)

    No full text
    Penilaian kesegaran ikan secara luas sampai saat ini masih menggunakan cara-cara sensori seperti penampakan, tekstur, bau, dan warna. Berbagai teknik pengujian mulai dari yang bersifat konvensional sampai dengan teknik instrumensi modern telah banyak dikembangkan dan diterapkan di masyarakat. Tuntutan konsumen saat ini adalah perlunya suatu kemasan yang dapat mendeteksi kesegaran ikan. Untuk memenuhi tuntutan tersebut, teknologi kemasan modern menciptakan suatu smart packaging yang merupakan suatu sensor yang dapat mendeteksi kesegaran ikan. Perkembangan kemasan pintar (smart packaging) dengan sensor yang dapat mendeteksi tingkat kemunduran mutu ikan merupakan inovasi baru dalam memberikan arti kemudahan, kepraktisan, jaminan mutu serta keamanan hasil-hasil perikanan di masa depan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fabrikasi kemasan pintar polianilina, mengetahui sensitifitas sensor poloanilina dan mengetahui hubungan antara perubahan membran polianilina dengan parameter kesegaran ikan. Penelitian dilakukan terhadap 3 suhu penyimpanan ikan (ruang, chiller, freezer), analisis sensitifitas sensor polianilina dengan melihat perubahan warna membran secara kuantitatif. Analisis tingkat kesegaran ikan bandeng dengan pengamatan terhadap parameter uji kesegaran, berupa nilai tekstur ikan, total bacterial counts (TBC), nilai pH, dan total volatile bases (TVB). Sensitivitas sensor diukur berdasarkan rasio antara laju perubahan intensitas warna hijau membran dengan laju penurunan kesegaran ikan. Analisis sensitifitas sensor polianilina memperlihatkan adanya perubahan warna yang nyata seiring dengan perubahan tingkat kesegaran ikan bandeng. Secara visual sensor polianilina mengalami perubahan warna dengan pola perubahan warna hijau kemudian memudar hingga menjadi biru yang menggambarkan adanya penurunan tingkat kesegaran ikan. Perubahan intensitas warna hijau membran mengalami penurunan diikuti dengan penurunan tingkat kesegaran ikan secara berbanding lurus. Pada penyimpanan suhu ruang intensitas hijau membran saat kondisi ikan segar adalah 162-120 ppi, masih segar adalah 106-78 ppi dan tidak segar adalah lebih kecil dari 54 ppi, dengan nilai sensitivitas membran 0,8 satuan tiap perubahan nilai TVB ikan. Pada penyimpanan suhu chiller intensitas hijau membran saat kondisi ikan segar adalah 162-117 ppi, masih segar adalah 96-33 ppi dan tidak segar adalah lebih kecil dari 20 ppi, dengan nilai sensitivitas membran 0,21 satuan tiap perubahan nilai TVB ikan. Pada suhu freezer intensitas hijau membran menunjukkan angka ikan segar 162-110 ppi. Dengan nilai sensitivitas membran 0,33 satuan tiap perubahan nilai TVB ikan

    PENDEKATAN ANALISIS KEPUTUSAN PADA EFEKTIVITAS BIAYA TERAPI SEFTRIAKSON-SIPROFLOKSASIN PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH DI RSUD JOMBANG

    Full text link
    Di rumah sakit, seftriakson atau siprofloksasin diresepkan untuk memberikan cakupan empiris terhadap patogen E.coli  di antara pasien ISK. Adanya penggunaan antibiotik yang berbeda pada masing-masing pasien mengakibatkan besarnya biaya obat yang diperlukan pasien bervariasi. Hal ini belum menjamin bahwa obat memiliki efektivitas yang lebih tinggi. Dilakukan penelitian ini bertujuan untuk menentukan terapi yang lebih cost - effe ctive antara penggunaan seftriakson dan siprofloksasin pada pasien infeksi saluran kemih dengan metode pohon keputusan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan pertimbangan dalam pemilihan terapi ISK dalam Pedoman Pelayanan Klinik. Penelitian dilakukan dengan membandingkan total biaya medis langsung dari perspektif rumah sakit dan efektivitas yang dilihat berdasarkan probabilitas sembuh tanpa efek samping dari terapi seftriakson dan siprofloksasin , melakukan analisa keputusan dengan metode Decision Tree, menentukan seftriakson yang lebih cost effective pada pasien ISK di RSUD Kabupaten Jombang 2017, serta dilkukan analisa sensitivitas. Desain penelitian adalah studi cross - sectional retrospektif  terhadap data rekam  medis dan administrasi keuangan tahun 2017. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Jumlah pasien yang dilibatkan dalam analisis 64 pasien, yaitu 32 pasien menggunakan seftriakson dan 32 pasien menggunakan siprofloksasin . Hasil penelitian menunjukkan, antibiotik yang lebih cost - effective dalam pengobatan ISK adalah seftriakson dengan probabilitas 0,84, nilai ACER sebesar Rp. 1.366.938,13 dan nilai ICER diperoleh Rp. -835.288,32 untuk setiap peningkatan efektivitas

    APLIKASI MEMBRAN POLIANILINA PADA KEMASAN PINTAR (Smart Packaging) SEBAGAI SENSOR KESEGARAN IKAN BANDENG (Chanos chanos Forsk.)

    No full text
    Penilaian kesegaran ikan secara luas sampai saat ini masih menggunakan cara-cara sensori seperti penampakan, tekstur, bau, dan warna. Berbagai teknik pengujian mulai dari yang bersifat konvensional sampai dengan teknik instrumensi modern telah banyak dikembangkan dan diterapkan di masyarakat. Tuntutan konsumen saat ini adalah perlunya suatu kemasan yang dapat mendeteksi kesegaran ikan. Untuk memenuhi tuntutan tersebut, teknologi kemasan modern menciptakan suatu smart packaging yang merupakan suatu sensor yang dapat mendeteksi kesegaran ikan. Perkembangan kemasan pintar (smart packaging) dengan sensor yang dapat mendeteksi tingkat kemunduran mutu ikan merupakan inovasi baru dalam memberikan arti kemudahan, kepraktisan, jaminan mutu serta keamanan hasil-hasil perikanan di masa depan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fabrikasi kemasan pintar polianilina, mengetahui sensitifitas sensor poloanilina dan mengetahui hubungan antara perubahan membran polianilina dengan parameter kesegaran ikan. Penelitian dilakukan terhadap 3 suhu penyimpanan ikan (ruang, chiller, freezer), analisis sensitifitas sensor polianilina dengan melihat perubahan warna membran secara kuantitatif. Analisis tingkat kesegaran ikan bandeng dengan pengamatan terhadap parameter uji kesegaran, berupa nilai tekstur ikan, total bacterial counts (TBC), nilai pH, dan total volatile bases (TVB). Sensitivitas sensor diukur berdasarkan rasio antara laju perubahan intensitas warna hijau membran dengan laju penurunan kesegaran ikan. Analisis sensitifitas sensor polianilina memperlihatkan adanya perubahan warna yang nyata seiring dengan perubahan tingkat kesegaran ikan bandeng

    APLIKASI MEMBRAN POLIANILINA PADA KEMASAN PINTAR (Smart Packaging) SEBAGAI SENSOR KESEGARAN IKAN BANDENG (Chanos chanos Forsk.)

    No full text
    Penilaian kesegaran ikan secara luas sampai saat ini masih menggunakan cara-cara sensori seperti penampakan, tekstur, bau, dan warna. Berbagai teknik pengujian mulai dari yang bersifat konvensional sampai dengan teknik instrumensi modern telah banyak dikembangkan dan diterapkan di masyarakat. Tuntutan konsumen saat ini adalah perlunya suatu kemasan yang dapat mendeteksi kesegaran ikan. Untuk memenuhi tuntutan tersebut, teknologi kemasan modern menciptakan suatu smart packaging yang merupakan suatu sensor yang dapat mendeteksi kesegaran ikan. Perkembangan kemasan pintar (smart packaging) dengan sensor yang dapat mendeteksi tingkat kemunduran mutu ikan merupakan inovasi baru dalam memberikan arti kemudahan, kepraktisan, jaminan mutu serta keamanan hasil-hasil perikanan di masa depan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fabrikasi kemasan pintar polianilina, mengetahui sensitifitas sensor poloanilina dan mengetahui hubungan antara perubahan membran polianilina dengan parameter kesegaran ikan. Penelitian dilakukan terhadap 3 suhu penyimpanan ikan (ruang, chiller, freezer), analisis sensitifitas sensor polianilina dengan melihat perubahan warna membran secara kuantitatif. Analisis tingkat kesegaran ikan bandeng dengan pengamatan terhadap parameter uji kesegaran, berupa nilai tekstur ikan, total bacterial counts (TBC), nilai pH, dan total volatile bases (TVB). Sensitivitas sensor diukur berdasarkan rasio antara laju perubahan intensitas warna hijau membran dengan laju penurunan kesegaran ikan. Analisis sensitifitas sensor polianilina memperlihatkan adanya perubahan warna yang nyata seiring dengan perubahan tingkat kesegaran ikan bandeng

    Suitability Of Real Cost To Tariff Of INA-Cbgs Of Hypertensive Patients At X General Hospital

    No full text
    Hypertension referred to as the "silent killer". Hypertension is a non-communicable disease that one of the leading causes death in the world. Increasing prevalence of hypertension based on measurements Indonesia in the population aged (18 years by 34.11% with the highest hypertension sufferers in South Kalimantan at 44.13% and the lowest prevalence of hypertension in Papua at 22.22%. In Indonesia, health costs keep increasing due to degenerative diseases. This study aims to determine the Real Cost of hypertensive patients and to determine the difference in Real Cost to the INA CBGs tariff of hypertensive inpatients at General Hospital X Kediri regarding the class of treatment, severity and length of treatment. This study was a descriptive quantitative research using a cross sectional design with retrospective data. The results of the study of the real cost of hospital of hypertensive patients with or without comorbidities at Public Hospital X Kediri was Rp.408,473,500. Meanwhile, the INA CBGs tariff was Rp.211,709,100 so that the difference obtained was negative Rp.196,764,400. The cost consists of class 1 treatment (13 patients) was Rp. (-32,884,800), class 2 (16 patients) was Rp. (-25,262,600) and class 3 (79 patients) was Rp. (-138,617,000). The difference in severity was mild severity (81 patients) of Rp. (-144,856,800), moderate severity (20 patients) of Rp. (-39,647,000) and severe severity (7 patients) of Rp. (-12,260,600). The difference in length of hospital stay 0-5 days (66 patients) was Rp.(-85,504,600), length of hospital stay  6-10 days (41 patients) was Rp.(-107,463,600) and length of hospital stay (10 days (1 patient) was Rp.(-3,796,200). The real cost of hospital was greater than the INA CBGs tariff, thus causing a negative cost difference that can make financial loss to the hospitals

    ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN HIPERTERMI PADA PASIEN ANAK DENGAN KEJANG DEMAM

    No full text
    ABSTRAKAsuhan Keperawatan Gangguan Hipertermi Pada Pasien Anak Dengan Kejang Demam Anggi Febrianti (2021) Program Studi DIII Keperawatan Pekalongan Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang Yuniske Penyami, S. Kep., Ns., M. Kep, Mardi Hartono, S.Kep,Ns,M.Kes, Tri Anonim, SST, M.KesKata Kunci : Keperawatan Anak, Post Kejang Demam, Penatalaksanaan Demam Post Kejang Demam merupakan kondisi seseorang setelah mengalami kejang tetapi masih dalam suhu yang tinggi, jika tidak segera ditangani dengan benar akan menimbulkan terjadinya kejang berulang/masalah yang lebih serius bahkan bisa menyebabkan kematian. KTI ini bertujuan agar penulis mampu melaksanakan Asuhan Keperawatan gangguan hipertermi pada pasien anak dengan kejang demam. Metode, penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus, Peneliti menggunakan dua anak dengan kejang demam yang dirawat di RSUD Bendan Pekalongan. Pengambilan data dilakukan selama 3 hari. Hasil, pengkajian dilakukan secara Aloanamnesa pada 2 anak penderita kejang demam dengan Hipertermi. Intervensi masalah tersebut menggunakan pentalaksaan kejang demam yang dibutuhkan pasien dan implementasi dilakukan selama 3 hari dengan tujuan yang dibuat, lalu dilakukan evaluasi dengan hasil masalah teratasi. Kesimpulan, anak kejang demam dengan fokus studi hipertermi dapat diberikan asuhan keperawatan dengan penatalaksanaan demam pada anak. ABSTRACT Nursing care of hyperthermic disorders in pediatric patients with febrile seizures Anggi Febrianti (2021)DIII Nursing Study Program in PekalonganHealth Polytechnic Semarang Ministry of HealthYuniske Penyami, S. Kep., Ns., M. Kep, Mardi Hartono, S.Kep, Ns, M.Kes, Tri Anonim, SST, M.KesKeywords: Child Nursing, Post Fever Seizure, Fever Management Post Seizures Fever is a condition of a person after having a seizure but still in a high temperature, if not treated immediately will cause repeated seizures / more serious problems can even cause death. This KTI aims to enable the author to carry out nursing care for hyperthermic disorders in pediatric patients with febrile seizures. Methods, descriptive research in the form of case studies, researchers used two children with febrile seizures who were treated at the Bendan Pekalongan Hospital. Data collection was carried out for 3 days. The results, the study was carried out using an anamnesa on 2 children with febrile seizures with hyperthermia. The problem intervention uses the management of febrile seizures that the patient needs and the implementation is carried out for 3 days with the objectives made, then an evaluation is carried out with the results of the problem being resolved. In conclusion, children with febrile seizures with a focus on hyperthermia studies can be given nursing care with fever management in children

    OPTIMALISASI PEMUATAN BATU BARA DI KAPAL MV. ENERGY PROSPERITY MENGGUNAKAN FLOATING CRANE

    Full text link
    ABSTRAKSI Anggi Yunanta, 2019, NIT : 52155645 N, “ Optimalisasi Pemuatan Batu Bara Di Kapal MV. Energy Prosperity Menggunakan Floating Crane ”, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. Pembimbing I: Capt. Dwi Antoro, MM, M.Mar, Pembimbing II: Sri Murdiwati, S.Sos, M.Si Untuk mencapai pelaksanaan memuat batu bara yang optimal dengan menggunakan floating crane. Maka dalam penulisan skripsi ini, penulis menjabarkan teori tentang pelaksanaan persiapan dan penataan muatan batu bara. Muatan batu bara mempunyai karakter khusus dalam pemuatannya, sehingga dalam memuat batu bara harus memperhatikan bahaya yang dimiliki oleh muatan ketika kegiatan memuat dilaksanakan oleh floating crane. Metode yang digunakan oleh penulis adalah metode deskriptif kualitatif, sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara, observasi dan kepustakaan yang berhubungan dengan penanganan muatan terutama pada saat bongkar muat. Dari hasil penelitian yang dilakukan Penulis selama praktek di kapal MV. Energy Prosperity mengenai pelaksanaan memuat batu bara dengan menggunakan floating crane ditemukan kendala-kendala dalam persiapan dan pelaksanaan memuat batu bara di kapal MV. Energy Prosperity, yaitu dalam persiapan terdapat kendala seperti terbatasnya bahan untuk perawatan palka di atas kapal, sehingga palka sering tidak bisa terbuka dan tertutup. Kendala selama pemuatan adalah operator crane yang kurang terampil, tidak tersedianya loader vehicle, komunikasi yang kurang baik antara kapal dan operator crane. Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa kurangnya persiapan pada saat sebelum melaksanakan pemuatan dan kurangnya pengawasan dari personil di kapal pada saat pelaksanaan memuat mengakibatkan pelaksanaan memuat batu bara tidak optimal, saran Penulis adalah agar perusahaan dapat lebih memperhatikan terhadap permintaan kapal, agar dapat meningkatkan perawatan di kapal dalam persiapan memuat, kemudian setiap crew lebih meningkatkan pengawasan terhadap kerja floating crane pada saat proses pemuatan berlangsung. ABSTRACTION Anggi Yunanta , 2019 , NIT : 52155645 N Optimization of Coal Loading In MV. Energy Prosperity by Floating Crane , Merchant Marine polytecnic Semarang. Preceptors I: Capt . Dwi Antoro, MM, M.Mar, Preceptors II: Sri Murdiwati, S.Sos, M.Si To achieve the implementation of the coal load with optimal by floating crane. Then in writing this thessis the author describes a theory about the preparation and implementation load of the coal. Coal cargo has special characters inside are loaded ,so the load should pay attention to the dangers of coal owned when the loading carried out by a floating crane. The method used by the author is descriptive qualitative method , while the data collection methods used were interviews , observation and literature relating to cargo handling especially during loading and unloading . The results of research conducted during practice at the author MV . Energy Prosperity coal load on the implementation by using a floating crane found obstacles in the preparation and implementation of the coal load in the MV . Energy Prosperity , is there are constraints such as the limited preparation of materials for maintenance hatch on the boat , hatch cover not able to open and closed. Constraints during loading is less skilled crane operator , loader vehicle unavailability , poor communication between the ship and the crane operator . In this case it can be concluded that the lack of preparation at the time before carrying out loading and lack of supervision of the personnel on board at the time of loading resulted in the implementation of the load coal can not be optimal , author advice is for the company to pay more attention to the request of the ship , in order to improve care on board in preparation to load , then each crew further improve the supervision of floating crane work during the loading procces take place

    FORMULASI DAN UJI ANTIBAKTERI TOPIKAL MIKROEMULSI EKSTRAK BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) PADA BAKTERI Staphylococcus aureus

    No full text
    Latar belakang : Biji pepaya mengandung senyawa alkaloid karpain dan flavonoid quersetin yang berperan sebagai antibakteri. Dalam penelitian ini, mikroemulsi digunakan sebagai sistem penghantaran secara topikal, karena ukuran partikelnya kecil, dapat meningkatkan penetrasi obat, dan bersifat stabil secara termodinamika. Tujuan : mengetahui formula terbaik untuk menghasilkan aktivitas antibakteri pada staphylococcus aureus Metode : Mikroemulsi ekstrak biji pepaya dengan sistem M/A dibuat dengan perbandingan konsentrasi surfaktan (Span 80-Tween 80) dan kosurfaktan (Propilenglikol) yaitu 7:1, 8:1 dan 9:1. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian, mikroemulsi ekstrak biji pepaya dengan perbandingan surfaktan dan kosurfaktan 8:1 merupakan formula yang terbaik dilihat dari karakteristiknya. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram. Data aktivitas antibakteri dianalisis dengan One Way ANOVA dengan taraf kepercayaan 95%dan jika signifikansi p < 0,05 dilanjutkan dengan LSD. Simpulan dan saran : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mikroemulsi ekstrak biji pepayamemiliki aktivitas antibakteri dengan rata-rata daya hambat formula 7:1 mm (7,87 mm), 8:1 (8,80 mm), dan 9:1 (6,80 mm), kontrol positif (22,00 mm), dan kontrol negatif (0 mm).  Perlu dilakukan analisa kandungan senyawa terpurifikasi pada ekstrak biji pepaya yang berperan sebagai antibakteri

    Iklim Komunikasi Organisasi Di Bagian Master Control Room Pt. Riau Media Televisi Pekanbaru

    No full text
    Organizational Communication Climate in the Master Control Room Section PT. Riau Media Television Pekanbaru Anggi Alfando 179110164 The title of this research is the organizational communication climate in the master control room of PT. Riau Media Televisi Pekanbaru. The results of presurvey interviews with temporary researchers in the Master Control Room of PT. Riau Media Televisi Pekanbaru that the author sees a communication gap between superiors and subordinates at MCR where superiors reduce employees due to the pandemic carried out by MCR which has an impact on a lack of Human Resources (HR) in the MCR section which can consequently affect implementation. The location of this research is at PT. Riau Media Televisi Pekanbaru. The purpose of this study was to determine the organizational communication climate in the master control room of PT. Riau Pekanbaru television media. The research subjects were Ms. Ifur as the head of the RTV section, Mr. Yudi as the Manager of the MCR section, Jo as the senior master control room (MCR), Riski as the junior master control room (MCR), and Usman as the crew, staff or employees outside the MCR. Data collection techniques in this study were interviews, observation and documentation. Organizational Communication Climate Master Control Room Section PT. Riau Media Televisi Pekanbaru is measured using indicators of Support (supportiveness), Decision Making, Trust, Openness, and High Performance Goals that have not run optimally such as lack of trust and openness from superiors to subordinates and lack of support given in completing a given job
    corecore