317 research outputs found

    PENGARUH SUBSTITUSI SEBAGIAN RANSUM KOMERSIAL DENGAN TEPUNG KROKOT (Portulaca oleracea L.) TERHADAP KUALITAS KARKAS AYAM BROILER

    No full text
    RESTU WIDODO (2022) : PENGARUH SUBSTITUSI SEBAGIAN RANSUM KOMERSIAL DENGAN TEPUNG KROKOT (Portulaca oleracea L.) TERHADAP KUALITAS KARKAS AYAM BROILER Krokot merupakan tanaman herbal yang memiliki kandungan protein yang cukup tinggi yaitu protein (14,77%), lemak kasar (1,80%) dan serat kasar (14,53%) Karkas merupakan bagian tubuh ternak setelah proses pemotongan dikurangi kepala, darah serta organ-organ internal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung krokot (Portulaca oleracea L) dalam ransum komersial terhadap kualitas karkas ayam broiler. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2021 di UIN Agriculture Research and Development Station (UARDS) Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Penelitian ini menggunakan 80 ekor ayam ras pedaging yang dibagi secara acak berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Tiap-tiap perlakuan terdiri atas 4 ekor ayam. Perlakuan yang diberikan yaitu P0 (0% tepung krokot sebagai kontrol), P1 (5% tepung krokot dalam ransum), P2 (10% tepung krokot dalam ransum), dan P3 (15% tepung krokot dalam ransum). Parameter yang diukur adalah bobot badan akhir, bobot karkas, persentase karkas, dan persentase lemak abdominal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung krokot dalam ransum komersial hingga level 15% dalam ransum berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap bobot badan akhir dan berbeda nyata (P<0,05) terhadap bobot karkas, berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap persentase karkas dan berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot lemak abdominal. Bobot badan akhir yang didapat pada penelitian ini berkisar 1.387,3-1.558,2 g/ekor dan bobot karkas yang didapat pada penelitian ini adalah 1.003,6-1.088,3 g/ekor. Kesimpulan dari penelitian ini adalah .bahwa subsitusi tepung krokot dalam ransum komersial sampai taraf 15% menurunkan bobot badan akhir dan bobot karkas, tetapi tidak dapat meningkatkan persentase karkas dan tidak menurunkan lemak abdominal . Kata Kunci: Ayam, Tepung Krokot, Bobot Badan Akhir, Bobot Karkas, Persentase Karkas, Lemak Abdomina

    Komunikasi Politik Joko Widodo Pada Kampanye Pemilihan Presiden 2014 Melalui Youtube (Analisis WEacana Kritis)

    No full text
    Dalam kampanye pemilihan presiden 2014, ada banyak hal yang menjadi perhatian dalam persaingan kandidat memperebutkan suara rakyat untuk menjadi pemimpin negara. Mulai dari gaya berkomunikasi, bersosialisasi, kecerdasan, kesiapan menjadi pemimpin hingga kemampuan menarik pemilih melalui retorika atau mengeluarkan pesan politik. Namun yang menjadi fokus utama adalah kampanye politik Joko Widodo yang dilakukan di berbagai daerah yang selanjutnya di upload di salah satu media sosial untuk diperhatikan khalayak dalam kuantitas yang lebih banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi wacana dan analisis konteks sosial politik kampanye Joko Widodo pada pemilihan presiden 2014 yang difokuskan saat Joko Widodo berkampanye di Tangerang, Jawa Barat dan DKI Jakarta. Pada konteks analisis wacana kritis, wacana pada kampanye tersebut dikaji lebih dalam melalui analisis wacana kritis yang dikemukakan oleh Teun A. van Dijk. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Joko Widodo pada analisis wacana teks menggunakan konstruksi wacana politik yang hampir mirip di setiap kampanye yang dilakukannya. Ia selalu berkampanye dengan berupaya merebut simpati masyarakat di awal pidatonya dengan menunjukkan perasaan empati Joko Widodo terhadap masyarakat hingga ucapan terima kasih karena memberikan dukungan yang besar selama proses kampanye pemilihan presiden 2014 berjalan. Joko Widodo selalu merasa pada setiap kampanye popularitas dan kredibilitas yang telah dibangunnya ingin di jatuhkan oleh rival politik namun di satu sisi ia juga tidak mampu memberikan informasi kepada masyarakat secara eksplisit tentang kebenaran informasi tersebut untuk menjawab keresahan masyarakat. Hal ini dapat menjadi pemikiran bagi masyarakat pula, bahwa Joko Widodo turut membenarkan informasi yang dilakukan oleh rival politiknya. Dirinya juga selalu menerapkan dimensi retoris yang secara kontinu menekankan dan menegaskan bahwa Jokowi-JK adalah pasangan nomor dua, nomor yang akan dipilih oleh rakyat saat pemilihan berlangsung. Sedangkan pada analisis konteks sosial politik, Joko Widodo memanfaatkan perhatian masyarakat yang tertuju pada penyelenggaraan pemilihan presiden untuk mendapatkan akses yang luas dalam menyampaikan pesan politiknya

    Hubungan Eksekutif dan Legislatif pada Era Presiden Joko Widodo Periode 2014-2019

    No full text
    Tulisan ini mengkaji tentang penerapan sistem presidensial dalam demokrasi modern di dalam hubungan eksekutif dan legislatif pada era Presiden Joko Widodo 2014-2019. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Peneliti mengumpulkan data primer dalam bentuk wawancara mendalam, dan observasi. Adapun untuk data sekunder peneliti peroleh dari foto dan studi literatur. Dalam penelitian ini, menghasilkan studi bahwa implementasi hubungan eksekutif dan legislative di era kepemimpinan Jokowi 2014-2019 dapat dilihat dari semakin menguatnya eksekutif yang ditandai oleh dominannya partai pendukung pemerintah. Dengan kuatnya dukungan partai politik maka akan semakin mudah pemerintah dalam hal ini eksekutif menguasai parlemen. Lalu dampak hubungan eksekutif dan legislatif pada era kepemimpinan Joko Widodo periode 2014-2019 bagi sistem presidensial di era demokrasi modern, dapat kita ambil kesimpulan bahwa dampak menguatnya sistem presidensial yakni ketika eksekutif mendapat dukungan dari partai-partai mayoritas di parlemen dan kekuatan oposisi yang tidak seimbang, maka akan membentuk pola-pola oligarki, yang hanya menguntungkan sebagian elit politik di Indonesia. Lambat laun karena sudah tidak adanya budaya check and balance antara ekskutif dan legislatif, maka dampaknya adalah melemahnya Demokrasi di Indonesia

    Figurative Language of Cinema World in Joko Widodo Speech

    No full text
    This research titled Figurative Language in Joko Widodo Speech. The purpose of this research is to analyze and describe the figure of speech in Joko Widodo speech, the types of figurative language and its meaning of his speech. A qualitative method was used to classify and analyze the data. The technique used in collecting the data was searching videos of Joko Widodo speech. The data used Perrine (1963) and Taylors theories (1981: 167) that many types of figurative language that divide into three classifications namely comparison and substitution, representation by substitution, and contrast by the discrepancy. The data was taken from Joko Widodo Speech in Annual Meeting International Monetary Fund-World Bank in Bali, World Economic ASEAN Forum in Hanoi and US-ASEAN Forum. The author found 9 figurative languages in Joko Widodo speech in the international event; there were 7 allusions, 1 metaphor, and 1 assonance. The conclusion of this research, the using of figurative language is an alternative to implied the literal meaning which can attract the readers or listeners attention and evoke their imagination

    Erratum to “Gender Equality in Oil Palm Plantations (A Study on The Role of Gender Committees) Kabupaten Pelalawan, Riau.” [KnE Social Sciences, Volume 2024, Issue no. 23, pp. 395-401]

    No full text
    This note aims to correct an error that occurred on page 395, where the authors’ names were incorrectly captured as “Kabupaten Pelalawan, Riau, Risdayati*, Yesi, Hesti Ariwandari, Teguh Widodo”. The correct author names are “Risdayati*, Yesi, Hesti Aswandari, and Teguh Widodo”. We apologize for any inconvenience this may have caused." The online version of the article has been updated on 14 August, 2025 and is available at https://doi.org/10.18502/kss.v9i23.1674

    CAMPUR KODE PADA PRESIDEN JOKO WIDODO DALAM PIDATO KENEGARAAN SIDANG TAHUNAN MPR RI PERIODE 2014-2019

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ditemukannya penggunaan campur kode dalam pidatokenegaraan Presiden yang bertolak belakang dengan aturan penggunaan bahasa Indonesiayang baik dan benar, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2019 Pasal 5.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan wujud campur kode dan (2)mendeskripsikan jenis campur kode pada pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo dalamsidang tahunan MPR RI periode 2014-2019, campur kode berwujud frasa dan jeniscampur kode ke luar lebih dominan digunakan. Penelitian ini menggunakan metodedeskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan campur kode ditemukandalam wujud kata sebanyak 12 data, berwujud frasa sebanyak 53 data, berwujud bastersebanyak 2 data, dan campur kode berwujud idiom atau ungkapan sebanyak 5 data.Sementara itu, untuk jenis campur kode ke luar sebanyak 66 data dan 6 data campur kodeke dalam. Dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan campur kode lebih banyakditemukan pada bentuk frase

    CAMPUR KODE PADA PRESIDEN JOKO WIDODO DALAM PIDATO KENEGARAAN SIDANG TAHUNAN MPR RI PERIODE 2014-2019

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ditemukannya penggunaan campur kode dalam pidatokenegaraan Presiden yang bertolak belakang dengan aturan penggunaan bahasa Indonesiayang baik dan benar, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2019 Pasal 5.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan wujud campur kode dan (2)mendeskripsikan jenis campur kode pada pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo dalamsidang tahunan MPR RI periode 2014-2019, campur kode berwujud frasa dan jenis campurkode ke luar lebih dominan digunakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptifkualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan campur kode ditemukan dalam wujudkata sebanyak 12 data, berwujud frasa sebanyak 53 data, berwujud baster sebanyak 2 data,dan campur kode berwujud idiom atau ungkapan sebanyak 5 data. Sementara itu, untukjenis campur kode ke luar sebanyak 66 data dan 6 data campur kode ke dalam. Dapat ditarikkesimpulan bahwa penggunaan campur kode lebih banyak ditemukan pada bentuk frase

    REAKSI PEMERINTAHAN JOKO WIDODO-JUSUF KALLA ATAS REGULASI PASAR TUNGGAL BASIS PRODUKSI ASEAN (STUDI KASUS SEKTOR PASAR BERAS DI INDONESIA)

    No full text
    This research is motivated by the existence of economic integration that has been agreed by ASEAN member countries to establish the ASEAN Economic Community, one of which aims to form an ASEAN Production Base Single Market in order to increase competitiveness and equalize the economy of the ASEAN community. The purpose of this study is to determine the reaction of the Joko Widodo-Jusuf Kalla government to ASEAN Single Market Production Base regulations in a case study of the rice market sector in Indonesia. The author uses descriptive qualitative research methods. The data collection technique used is literature review which comes from literature suchas books, documents, journals, articles, and the internet. Research written using qualitative analysis techniques. By giving an explanation regarding the reaction of the Joko Widodo-Jusuf Kalla government to accept the ASEAN Production Base Single Market regulation in the Indonesian ricemarket sector, with several policies summarized by the author, covering the development ofconnectivity infrastructure, increasing rice production, periodic market operations, limiting thevolume of rice imports, and determination of rice import tariffs. Keywords: Joko Widodo-Jusuf Kalla's government, ASEAN Single Market Production Base, Indonesian Rice Marke

    IMPLEMENTASI KEBIJAKAN INDONESIA PASCA MERATIFIKASI PARIS AGREEMENT TERHADAP PENGENDALIAN EMISI KARBON DI ERA PRESIDEN JOKO WIDODO

    No full text
    This research is written with the intention of explaining how the implementation of Indonesia's policies after ratifying the Paris Agreement on carbon emission control in the era of President Joko Widodo. The author wants to examine the aspect of policy implementation that Indonesia has done after ratifying the Paris Agreement and wants to look deeper into the policies made by Indonesia in the era of President Joko Widodo. This research is written using the concept of international agreements and green theory as an analytical tool in this research. And the result of this research is that Indonesia emphasizes its commitment to address climate change with concrete steps. The emphasis and implementation on reducing carbon emissions in many sectors, policy improvements, international cooperation are positive steps in efforts to reduce carbon emissions and achieve carbon emission reduction targets in accordance with the Paris Agreement

    Upaya Indonesia Di Era Joko Widodo Dalam Menjaga Keamanan Maritim Di Selat Malaka

    No full text
    Indonesia as a maritime country, especially in the era of President Joko Widodo, has a vision of becoming the World Maritime Axis. This vision can be achieved by many ways, one of them is maritime independence, including being able to maintain maritime security without too much foreign interference in the entire territory and jurisdiction of Indonesia. The Malacca Strait is one of Indonesia's jurisdictions which requires tight security from Indonesia and other littoral states considering that the strait is a world trade route that is passed by hundreds of ships every day. This thesis aims to explain Indonesia’s efforts to maintain security in the Malacca Strait from the presence of various maritime crimes, especially in the era of President Joko Widodo. This thesis uses the concept of Maritime Security by Chris Rahman, which becomes a reference for the author to see how Indonesia is in the era of Joko Widodo maintaining maritime security in the Malacca Strait through five variables, there are security of the sea itself, ocean governance, maritime border protection, military activties at sea, dan security regulation of the maritime transportation system
    corecore