10 research outputs found

    Hubungan Power Tungkai, Power Lengan dan Tinggi Badan Dengan Kecepatan Renang 50 MeterGaya Crawl di Klub Renang Orca Kota Malang.Skripsi. Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang

    No full text
    Renang merupakan aktivitas yang dilakukan di air dengan berbagai macam bentuk dan gaya yang sudah sejak lama dikenal manusia.Untuk dapat mencapai tujuan dalam berenang yaitu membutuhkan keterampilan teknik yang baik untuk pencapaian prestasi dan kekuatan otot punggung, kekuatan otot tungkai, serta kekuatan otot lengan yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan power tungkai, power lengan, dan tinggi badandengan kecepatan  renang gaya crawl di Klub renang Orca Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode korelasional, dengan tiga variabel bebas yaitu: power tungkai (X1) power lengan (X2) dan tinggi badan(X3),serta satu variabel terikat yaitu kecepatan renang gaya crawl (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh atlet usia 8-11 tahun di Klub Orca Kota Malang berjumlah 40 atlet. Sampel dalam penelitian ini hanya menggunakan 20 atlet. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara random sampling.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen tes.Instrumen yang digunakan yaitu:a) tes Vertical jump untuk mengukur power tungkai, b) tes Two hand medicine ball putuntuk mengukur power lengan,dan c) tes Antropometeruntuk mengukur tinggi badan, serta d) tes kecepatan renang untuk mengetahui berapa waktuyang diperoleh dalam renang. Analisis data dimulai dari uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas dan uji hipotesis terdiri dari korelasi product moment dan regresi berganda. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara, (1) power tungkai dengan kecepatan renang diperoleh hasil rhitung(0,741)> rtabelpada taraf signifikansi a = 0,05 (0,444),(2) power lengan dengan kecepatan diperoleh hasilrhitung(0,767)> rtabelpada taraf signifikansi a = 0,05 (0,444), (3) tinggi badan dengan kecepatan renangdiperoleh hasil rhitung(0,718)> rtabelpada taraf signifikansi a = 0,05(0,444), (4) power tungkai, power lengan, tinggi badan dengan kecepatan renang gaya bebasdiperoleh fhitung(19,284)> ftabel pada taraf signifikansi a = 0,05 (3,24). Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa ketiga variabel bebas yaitu: power tungkai,power lengan, tinggi badanmemiliki hubungan yang signifikan dengan variabel terikat yaitu kecepatan renang gaya crawl. Oleh karena itu saran untuk Pembina di samping memberikan latihan teknik renang, sebaiknya juga diberikan latihan power tungkai, power lengan, dan tinggi badan untuk meningkatkan kecepatan renang.

    KLASIFIKASI DAN EKSTRAKSI INFORMASI DARI TWEET E-COMMERCE DENGAN MENGGUNAKAN NAÏVE BAYES CLASSIFIER DAN PENDEKATAN RULE BASED

    Full text link
    KLASIFIKASI DAN EKSTRAKSI INFORMASI DARI TWEET E-COMMERCE DENGAN MENGGUNAKAN NAÏVE BAYES CLASSIFIER DAN PENDEKATAN RULE BASED ISMA ALGHOSANI 11451204728 Tanggal Sidang: 26 Januari 2021 Periode Wisuda: November 2021 Jurusan Teknik Informatika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau ABSTRAK Indonesia termasuk negara dengan basis pengguna terbanyak twitter, termasuk dalam kicauan masyarakat terkait e-commerce. Hal ini menjadikan Twitter sebagai salah satu media untuk komunikasi dan menarik perhatian pembeli. Namun, data yang terdapat pada twitter tidak terstruktur, dan dibutuhkan suatu metode untuk mendapatkan informasi pada tweet. Terdapat empat rantai utama dalam melakukan transaksi, yaitu, sebelum transaksi, transaksi, dan purna transaksi. Informasi yang diekstrak melalui tweet yaitu harga, Produk, Waktu, Nomor Order, Nomor Resi, Nomor Transaksi, Nominal Cashback, dan Nomor Handphone. Penelitian ini menggunakan Naïve Bayes sebagai metode klasifikasi dengan menggunakan 1200 dataset berupa tweet dari akun e-commerce, dan menggunakan metode berbasis aturan/rule based untuk mendapatkan entitas tweet. Pengujian pada penelitian ini menggunakan confusion matrix, dengan akurasi tertinggi sebesar 84,16% pada perbandingan 90:10, dan akurasi ekstraksi informasi pada tweet didapatkan hasil 100%. Berdasarkan hasil pengujian klasifikasi dan ekstraksi informasi, Naïve Bayes berhasil dalam mengklasifikasikan data tweet e-commerce dan metode berbasis aturan berhasil dengan baik mengenali entitas tweet. Kata Kunci: E-Commerce, Ekstraksi Informasi, Klasifikasi, Naïve Bayes, Rule Based, Twitte

    Perancangan Dan Implementasi Aplikasi Massive Open Online Course (MOOC) Modul Certificate Dan Ceremony

    Full text link
    Advances in information technology change the process of exchanging information and educational models. Along with the development of the times, various distance education platforms have emerged or better known as MOOC (Massive Open Online Course). With a learning model and certificates that are equivalent to formal education, MOOC is an alternative in today's world of education. The role of certificates in the world of work and academics is very important, because it is the identity of a person's expertise in a field. However, the process of managing certificates to submission must be carried out at the implementing institutions. This is a problem for those who live far from the educational institution. In addition, the occurrence of natural disasters causes potential damage to the certificate to be an additional problem. The problem of distance also causes the management and registration process to be less efficient. While taking the certificate has the condition that it has followed the graduation process. With these factors, the author will design an efficient MOOC certificate and ceremony module in the certificate and graduation management process so as to reduce the risk of data or information loss.Proses pertukaran informasi dan model pendidikan berkembang seiring dengan kemajuan teknologi informasi. Sejalan dengan perkembangan tersebut, muncul berbagai platform pendidikan jarak jauh atau yang lebih dikenal dengan MOOC (Massive Open Online Course). Dengan model pembelajaran dan sertifikat yang setara dengan pendidikan formal menjadikan MOOC sebagai alternatif dunia pendidikan saat ini. Peran sertifikat di dunia kerja maupun akademik sangatlah penting, sebab identitas keahlian suatu bidang yang dimiliki seseorang. Namun, proses pengelolaan sertifikat hingga penyerahan yang harus dilakukan di lembaga institusi penyelenggara. Ini menjadi masalah bagi mereka yang tinggal jauh dari lembaga pendidikan. Selanjutnya, terjadinya bencana alam menyebabkan potensi kerusakan sertifikat, yang merupakan masalah tambahan. Masalah jarak juga membuat pengelolaan dan pendaftaran menjadi kurang efisien. Sedangkan pengambilan sertifikat mempunyai syarat telah mengukuti proses wisuda. Dengan faktor-faktor tersebut, penulis akan membuat desain MOOC modul certificate dan ceremony yang efisien dalam proses pengelolaan sertifikat dan wisuda sehingga dapat mengurangi resiko kehilangan data atau informasi

    SISTEM PENGENDALIAN SUHU PADA PISAU PEMOTONG ELEKTRIK UNTUK STYROFOAM MENGGUNAKAN KONTROLER PID BERBASIS ARDUINO

    No full text
    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini sangat pesat, diantaranya di bidang elektronika dan kontrol. salah satu contohnya adalah industri kreatif dalam pembuatan dekorasi dari styrofoam. Adapun yang dihasilkan seperti ucapan selamat pada pernikahan, wisuda, ucapan bela sungkawa, tugas senirupa siswa dan lain-lain. Namun dalam pemanfaatan alat pemotong styrofoam yang ada di pasaran saat ini beluml maksimal sebab masih terdapat kekurangan dalam pengendalian alat tersebut, khususnya dalam menjaga kestabilan suhu panas yang dihasilkan. Hal ini sangatlah penting sebab selain menjaga tingkat kecepatan pemotongan, kerapihan pemotongan juga menjadi salah satu faktornya. Oleh karena itu, pada penelitian ini penulis ingin mengendalikan suhu panas dari mesin pemotong styrofoam ini. Penelitian ini menggunakan kontroler Proporsional Integral Derivatif (PID) dengan mikrokontroler Arduino. Kemudian ada Termokopel Tipe K sebagai sensor suhunya, modifikasi elemen solder sebagai pemanasnya, dan metode Ziegler-Nichols 1 sebagai metode penalaan parameter-parameternya. Hasil penalaan parameter kontroler PID menggunakan metode Ziegler-Nichols 1 didapatkan nilai Kp sebesar , Ki sebesar  dan Kd sebesar Hasil implementasi kontroler PID yang telah dilakukan menunjukkan bahwa sistem mampu bekerja sesuai spesifikasi desain yang diinginkan dengan overshoot kurang dari 5% dan error steady state kurang dari 2%. Kata Kunci: Pisau elektrik pemotong styrofoam, Kontroler PID, Metode Ziegler-Nichols. ABSTRACT The development of science and technology is currently very rapid, including in the fields of electronics and control. one example is the creative industry in making decorations from Styrofoam. As for the results such as congratulations on weddings, graduations, condolences, students\u27 artistic duties and others. But in the use of styrofoam cutting tools on the market today it is not maximal because there are still shortcomings in the control of these tools, especially in maintaining the stability of the temperature of the heat produced. This is very important because in addition to maintaining the speed of cutting, tidiness of cutting is also one of the factors. Therefore, in this study the author wants to control the heat temperature of this Styrofoam cutting machine. This study uses a Proportional Integral Derivative (PID) controller with an Arduino microcontroller. Then there is the Type K Thermocouple as the temperature sensor, the solder element modification as the heater, and the Ziegler-Nichols 1 method as the method of tuning the parameters. The results of tuning the PID controller parameters using the Ziegler-Nichols 1 method obtained Kp values ​​of 27.57, Ki of 1.97 and Kd of 96.49. The results of the PID controller implementation that have been done show that the system is able to work according to the desired design specifications with overshoot of less than 5% and error steady state of less than 2%. Keywords: Styrofoam cutter electric knife, PID Controller, Ziegler-Nichols Metho

    PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK PROGRAM PEMBELAJARAN AL-QURAN STUDY QUR’AN INTENSIVE (SQI) PADA LEMBAGA SEMI OTONOM (LSO) QUR’AN INSTITUTE UNIT KEGIATAN MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA MENGGUNAKAN METODE WATERFALL

    Full text link
    Lembaga Semi Otonom (LSO) Qur’an Institute (QI) Universitas Negeri Jakarta adalah lembaga Al-Quran yang ada di lingkungan kampus UNJ. Demi mewujudkan salah satu dari visi dan misi LSO QI UNJ yaitu perbaikan tilawah Al-Quran, LSO QI UNJ memiliki program untuk memperbaiki bacaan Al-Quran atau biasa disebut tahsin Al-Quran yang dinamakan program Study Quran Intensive (SQI). Dalam proses pembelajaran SQI terdapat beberapa tahapan, dimulai dari perekrutan pengajar, pendaftaran peserta, ujian penempatan tingkatan kemampuan tilawah peserta, kegiatan belajar mengajar, evaluasi akhir, dan wisuda SQI. Skripsi ini bertujuan untuk membangun sistem informasi akademik SQI UNJ yang berbasis website untuk memudahkan pengelolaan dan keberlangsungan kegiatan program SQI khususnya dalam hal administratif. Sistem informasi SQI dibangun menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC) model Waterfall dengan tahapan dimulai dari analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi sistem, hingga pengujian. Analisis kebutuhan dilakukan dengan metode wawancara, setelah didapatkan kebutuhan pengguna akan sistem, dilanjutkan ke tahap perancangan. Penulis menggunakan diagram Unified Modeling Language (UML) untuk memberikan gambaran sistem yang akan dibangun. Pada tahap implementasi sistem, penulis menggunakan framework dengan arsitektur Model View Controller (MVC). Terakhir, sebelum sistem informasi digunakan, dilakukan pengujian sistem oleh user untuk mengetahui apakah sistem berjalan dengan baik. Kata kunci : tahsin Al-Quran, sistem informasi, SDLC, Waterfall model, UML, MVC. ************* Lembaga Semi Otonom (LSO) Qur’an Institute (QI), State University of Jakarta is an Al-Quran institution located on the UNJ. In order to realize one of the visions and missions of LSO QI UNJ, namely improving the recitation of the Al-Quran, LSO QI UNJ has a program to improve the reading of the Al-Quran or so-called tahsin Al-Quran which is called the Study Quran Intensive (SQI). In the SQI learning process there are several stages, starting from teacher recruitment, student registration, student recitation level placement tests, learning activities, final evaluation, and SQI graduation. This thesis aims to build a website-based academic information system for SQI UNJ to facilitate the management and sustainability of SQI program activities, especially in administrative matters. The SQI information system is built using the Waterfall Model System Development Life Cycle (SDLC) method with stages starting from requirement analysis, system design, system implementation, to testing. Requirement analysis is done by interview method, after obtaining user requirement for the system, it is continued to the design stage. The author uses the Unified Modeling Language (UML) diagram to provide an overview of the system. At the system implementation stage, the authors use a framework with the Model View Controller (MVC) architecture. Finally, before the information system is used, a system test is carried out by the user to find out whether the system is running well. Keywords : tahsin, information system, SDLC, Waterfall model, UML, MVC

    Rancang Bangun Kerangka Kerja Sistem Informasi Akademik Modular Berbasis Web Dengan Pola Arsitektur Hierarchical Model-View-Controller Dan Repository Service Pattern

    Full text link
    Pada saat ini Direktorat Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi (DPTSI) ITS sedang melakukan perubahan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) secara besar-besaran. Hal tersebut dilakukan karena sistem yang lama sudah tidak sesuai dengan keadaan pada saat ini. Banyak perubahan yang terjadi di kampus ITS sehingga mengakibatkan fungsionalitas yang terdapat pada SIAKAD harus diubah dan diganti dengan yang baru. Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) pada perguruan tinggi dirancang untuk memudahkan dalam pengelolaan informasi seperti pengelolaan nilai mahasiswa, pengambilan matakuliah, penjadwalan matakuliah, menampilkan indeks prestasi semester, menampilkan prestasi kumulatif dan proses-proses yang berkaitan dengan akademik lainnya yang terdapat di perguruan tinggi. Semua proses tersebut nantinya akan diterapkan ke setiap modul-modul yang berkaitan. Adapun modul-modul tersebut antara lain: kurikulum, pembelajaran, ekivalensi, SAR, penilaian, wisuda, penjadwalan, FRS, SKEM, SKPI, dll. Adapun kekurangan dari SIAKAD yang dimiliki ITS saat ini adalah sistem yang tidak modular, sehingga menyulitkan bagi pengembang untuk melakukan pengembangan terhadap sistem dan memakan banyak waktu untuk melakukan perubahan tersebut. Pada tugas akhir ini akan membangun kerangka kerja sistem akademik yang bersifat modular dengan menggunakan arsitektur Hierarchical Model-View-Controller dan Repository-Service-Pattern. Pada kerangka kerja SIAKAD yang akan dibangun akan menerapkan RBAC (Role Based Access Control) sebagai aturan untuk hak akses user, protokol OAuth2 sebagai otorisasi, API, internationalization, push notification, dan logging ================================================================================================= Nowadays, Direktorat Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi (DPTSI) ITS is doing change on the information system of academic (SIAKAD) massively. It’s done because of the existing system is not relevant to the present condition. Many changes that happen at ITS caused the existing functionality needs to be renewed. SIAKAD on the colleges are designed to facilitate information management such as students scores management, choosing the subjects, classes scheduling, showing student’s GPA and other processes that relevant to the academic matters in the college. All those processes will be applied to every relevant module. Those modules are curriculum, learning, equivalency, SAR, scoring, graduation, scheduling, FRS, SKEM, SKPI, etc. As for the deficiency of existing SIAKAD owned by ITS is the system which is not modular, so it is difficult for the developer to develop the system and take much time to do the change. In this thesis, author will develop the framework of modular academic system by using Architectural Hierarchical Model-View-Controller and Repository-Service-Pattern. On the SIAKAD framework, which will be built, will be applied RBAC (Role Based Access Control) as the rules for user rights access, OAuth2 protocol as authorization, API, internationalization, push notification, and logging

    TRANSFORMASI KESENIAN BELUK DI KAMPUNG ADAT CIKONDANG KABUPATEN BANDUNG DARI RITUAL MENJADI PERTUNJUKAN TAHUN 1940-2021

    Full text link
    Skripsi ini yang berjudul “Transformasi Kesenian Beluk Di Kampung Adat Cikondang Kabupaten Bandung Dari Ritual Menjadi Pertunjukan Tahun 1940-2021”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penulis ingin memahami transformasi fungsi kesenian beluk Di Kampung Adat Cikondang. Tujuan penelitian ini untuk menelusuri sejarah kesenian beluk di Kampung Adat Cikondang, Kabupaten Bandung, menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya transformasi kesenian beluk, Proses terjadinya kesenian beluk dan respon dari seniman beluk dan masyarakat Cikondang terhadap transformasi kesenian beluk di Kampung Adat Cikondang, Kabupaten Bandung. Metode penelitian menggunakan metode sejarah dengan menggunakan langkah-langkah penelitian seperti heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini ialah Pertama, Kesenian beluk Cikondang mulai berkembang pada tahun 1940-an dengan berdirinya kelompok kesenian beluk Mitra Saluyu, pada tahun 1980-an kesenian beluk Cikondang hampir punah, kesenian beluk Cikondang aktif kembali ditandai berdirinya kelompok kesenian beluk Wargi Saluyu pada tahun 1940. Kedua, Transformasi kesenian beluk Cikondang dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor eksternal dan faktor internal, faktor eksternal merupakan faktor dari luar seniman kesenian beluk dan faktor internal merupakan faktor dari dalam seniman kesenian beluk yang mendorong melakukan transformasi sebagai upaya strategi pelestarian kesenian beluk Cikondang. Ketiga, proses transformasi kesenian beluk Di Kampung Adat Cikondang, fungsi awalnya sebagai ritual menjadi pertunjukan ditandai dengan kesenian beluk Cikondang yang tampil di acara Wisuda Universitas Padjadjaran tahun 1940 dan setelah tampil di acara-acara pertunjukan lainnya. Keempat, transformasi fungsi kesenian beluk Cikondang ini direspon dengan baik oleh seniman beluk Cikondang dan masyarakat Cikondang. Kata Kunci: Kesenian Beluk Cikondang, Kampung Adat Cikondang, Transformasi ABSTRACT This thesis is entitled "The Transformation of Beluk Art in Indigenous Village Cikondang Bandung Regency from Ritual to Performance 1940-2021". This research was motivated by the author wanting to understand the transformation of the function of beluk art in Cikondang Traditional Village. The purpose of this study is to trace the history of beluk art in Kampung Adat Cikondang, Bandung Regency, analyze the factors that caused the transformation of beluk art, the process of beluk art and the response of beluk artists and the Cikondang community to the transformation of beluk art in Kampung Adat Cikondang, Bandung Regency. The research method uses the historical method by using research steps such as heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The results of this study are First, Cikondang beluk art began to develop in the 1940s with the establishment of the Mitra Saluyu beluk art group, in the 1980s the art of Cikondang beluk was almost extinct, the Cikondang beluk art was active again marked by the establishment of the Wargi Saluyu beluk art group in 1940. Second, the transformation of the art of beluk Cikondang is influenced by two factors, namely external factors and internal factors, external factors are factors from outside the beluk art artist and internal factors are factors from within the beluk art artist that encourage transformation as an effort to preserve the art of beluk Cikondang. Third, the transformation process of beluk art in Cikondang Traditional Village, its initial function as a ritual into a performance was marked by the Cikondang beluk art which performed at the Padjadjaran University Graduation ceremony in 1940 and after performing at other performance events. Fourth, the transformation of the Cikondang beluk art function was responded well by the Cikondang beluk artists and the Cikondang community. Keywords: Beluk Cikondang Art, Cikondang Traditional Village, Transformatio

    Implementasi peraga dalam pembelajaran al-Qur’an dengan metode qiro’ati di TPQ Miftah El Huda Ngenep Karangploso Malang

    Full text link
    INDONESIA: Sebagai petunjuk dan pedoman dalam hidup, Al-Qur’an penting untuk dipelajari. Dalam belajar membaca Al-Qur’an tentunya memiliki tahapan-tahapan dalam belajar, maka dari itu diperlukan suatu metode yang praktis efisien. Qiro’ati merupakan salah satu dari metode yang pengajarannya dilakukan secara praktis, langsung tenpa dieja dan membiasakan membaca dengan cara tartil sesuai kaidah ilmu tajwid. Dan untuk mendukung keberhasilan dari pembelajaran Al-Qur’an metode Qiro’ati dialamnya menggunaka media pembelajaran berupa alat peraga. Berpijak pada penjelasan diatas, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian “Penggunaan Peraga Dalam Pembelajaran Al-Qur’an dengan Metode Qiro’ati Di TPQ Miftah el Huda Ngenep Karangploso malang”, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) bentuk dan fungsi alat peraga dalam pembelajaran Al-Qur’an dengan metode Qiro’ati. (2) implementasi alat peraga dalam pembeajaran Al-Qur’an dengan Metode Qiro’ati. (3) faktor pendukung dan penghambat pembelajaran alat peraga dalam pembelajaran Al-Qur’an dengan metode Qiro’ati. Jenis penelitian yang digunakan oleh penulis adalah jenis penelitian kualitatif deskripstif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data primer dari penelitian ini adalah observasi dan wawancara kepaad 4 guru yang terlibat dalam pembelajaran Al-Qur’an. Sumber data sekunder ialah dokumen pendukung terkait pengimplementasian alat peraga. Selanjutnya, data yang terkumpul akan dianalisis dengan beberapa langkah yakni reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data, sedangkan pengecekan keabsahan data dilakukan denga triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan bahan referensi. Hasil dari penelitian ini meliputi; 1. Peraga memiliki tiga bentuk yakni peraga kecil, peraga guru dan peraga khotaman. Fungsi dari peraga kecil yaitu mengenalkan huruf-huruf hijaiyah berharokat fathah kepada anak kelas 1A sampai 1C. Fungsi peraga besar yaitu mengenalkan bacaan mad, ikhfa’, idhgam dan idzhar kepada anak kelas 2A sampai 5B. Peraga khotaman digunakan untuk mempermudah wali santri untuk memberikan pertanyaan kepada anaknya ketika prosesi khotaman atau wisuda. 2. Implementasi peraga dilakukan 15 menit diawal dan diakhir pembelajaran, khusus peraga khotaman dilakukan ketika prosesi khotaman atau wisuda. 3) Faktor pendukung dalam pembelajaran alat peraga antara lain evaluasi guru, kedisiplinan guru, pengelolaan kelas, mengikuti aturan main dan terus belajar. ENGLISH: As a guide and guide in life, the Qur'an is important to learn. In learning to read the Qur'an certainly has stages in learning, therefore a practical efficient method is needed. Qiro'ati is one of the methods whose teaching is carried out practically, directly spelled and accustomed to reading in a tartil way according to the rules of tajweed. And to support the success of learning the Qur'an, the Qiro'ati method in nature uses learning media in the form of teaching aids. Based on the explanation above, the authors are interested in conducting research "The Use of Props in Learning Al-Qur'an with the Qiro'ati Method at TPQ Miftah el Huda Ngenep Karangploso Malang", the purpose of this study is to find out: (1) the form and function of teaching aids in learning the Qur'an with the Qiro'ati method. (2) the implementation of teaching aids in teaching the Qur'an with the Qiro'ati Method. (3) the supporting and inhibiting factors of learning teaching aids in learning the Qur'an with the Qiro'ati method. The type of research used by the author is descriptive qualitative research with data collection techniques using interviews, observation and documentation. The primary data sources of this research are observations and interviews with 4 teachers involved in learning the Qur'an. Secondary data sources are supporting documents related to the implementation of teaching aids. Furthermore, the collected data will be analysed with several steps namely data reduction, data presentation, and data verification, while checking the validity of the data is done by triangulating sources, triangulating techniques, and reference materials. The results of this study include; 1. Demonstrations have three forms, namely small displays, teacher displays and khotaman demonstrations. The function of the small display is to introduce hijaiyah letters with harokat fathah to students in grades 1A to 1C. The function of the big demonstration is to introduce mad, ikhfa', idhgam and idzhar readings to students in grades 2A to 5B. Khotaman displays are used to make it easier for guardians to ask questions to their children during the khotaman procession or graduation. 2. The implementation of demonstrations is carried out in 15 minutes at the beginning and end of learning, specifically khotaman demonstrations are carried out during the khotaman procession or graduation. 3) Supporting factors in learning teaching aids include teacher evaluation, teacher discipline, class management, following the rules of the game and continuing to learn. ARABIC: قراءة القرآن الكريم واجب يجب أن يقوم به ويتعلمه كل مسلم لأنه يعتبر وسيلة لفهم القرآن الكريم، الذي يعتبر مصدر القدوة والهدى للمسلمين. في تعلم قراءة القرآن الكريم، يتضمن طرقًا متعددة للتعلم، لذا يلزم وجود أسلوب عملي وفعال. أسلوب القراءة هو واحد من الأساليب التي يتم فيها التدريس بشكل عملي مباشر دون تهجئة ويعتاد القراءة بطريقة التجويد. ولدعم نجاح تعلم القرآن الكريم باستخدام أسلوب القراءة، يستخدم الباحث وسائل تعليمية عرضية استنادًا إلى الشرح أعلاه، أصبح الباحث مهتمًا بإجراء البحث "استخدام العروض في تعلم القرآن الكريم بأسلوب القراءة في مفتح الهد"، وهدف البحث هو لمعرفة: (1) شكل ووظيفة العروض في تعلم القرآن الكريم بأسلوب القراءة. (2) تطبيق العروض في تعلم القرآن الكريم بأسلوب القراءة. (3) العوامل المساعدة والمعوقة في تعلم العروض في تعلم القرآن الكريم بأسلوب القراءة. وكان نوع البحث المستخدم من قبل الباحث هو البحث الوصفي النوعي بتقنية جمع البيانات عبر المقابلات والمراقبة والوثائق. كانت المصدر الأولي للبيانات في هذا البحث هو المراقبة والمقابلة مع 4 مدرسين مشاركين في تعليم القرآن الكريم. وكانت المصدر الثانوي للبيانات هي الوثائق المساعدة المتعلقة بتنفيذ العروض. بعد ذلك، سيتم تحليل البيانات المجمعة باستخدام عدة خطوات، مثل تقليل البيانات وعرض البيانات وتحقق البيانات، بينما سيتم إجراء فحص لصحة البيانات من خلال تثليث المصادر وتثليث التقنيات ومراجع البيانات. تشمل نتائج هذه الدراسة ؛ 1. للمظاهرات ثلاثة أشكال ، وهي العروض الصغيرة وعروض المعلمين وعروض الخوتامان. تتمثل وظيفة الشاشة الصغيرة في تقديم حروف النجاية مع حركات فتحه للطلاب في الصفوف من 1 أ إلى 1 ج. وظيفة المظاهرة الكبيرة هي تقديم قراءات الجنون والإخفاء والإدغام والإدزار للطلاب في الصفوف من 2 أ إلى 5 ب. تستخدم عروض خوتامان لتسهيل الأمر على أولياء الأمور لطرح الأسئلة على أطفالهم أثناء موكب خوتامان أو التخرج. 2. يتم تنفيذ المظاهرات في 15 دقيقة في بداية ونهاية التعلم ، وتحديدا يتم تنفيذ عروض خوتامان أثناء موكب خوتامان أو التخرج. 3) تشمل العوامل الداعمة في تعلم الوسائل التعليمية تقييم المعلم ، وانضباط المعلم ، وإدارة الفصل ، واتباع قواعد اللعبة والاستمرار في التعلم

    PERANAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN (DIKLAT) ORGANISASI SOSIAL DALAM MENUMBUHKAN SOLIDARITAS SOSIAL

    No full text
    Korps Relawan Salman ITB (Korsa) merupakan salah satu organisasi sosial yang melaksanakan pendidikan dan pelatihan (diklat) yang berbeda dalam setiap kepengurusannya. Dalam pelaksanaan pendidikan dan pelatihan (Diklat) tentu membutuhkan rasa solidaritas antar anggota. Melihat data bahwa kepedulian dan kekompakan anggota saat pelaksanaan Diklat sangat tinggi akan tetapi setelah Diklat dilaksanakan anggota dalam menjalankan program masih kurang optimal, maka perlu upaya dalam rangka menumbuhkan solidaritas sosial anggota setelah pelaksanaan Diklat. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Oleh karena itu penulis hendak menggambarkan peranan pendidikan dan pelatihan (Diklat) Korsa dalam menumbuhkan solidaritas sosial anggota. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1)Setiap tahunnya terjadi perubahan-perubahan metode dari konsep Diklatsar dengan model pembelajaran seperti pecintaalam atau kerelawanan SAR profesional sampai konsep akademi relawan dengan para calon anggota langsung difokuskan ke divisi-divisi yang terdapat di Korsa upaya tersebut diharapkan anggota memiliki spesialisasi dalam setiap divisi sehingga keberagaman kemampuan relawan dapat dimanfaatkan saat terjadi bencana. (2)Kedekatan yang terasa hangat dan seperti suasana kekeluargaan, ketika ada yang sakit atau membutuhkan pertolongan atau bantuan dengan siap sedia anggota lain memberikan bantuan dan semangat atapun upaya lain untuk saling membantu, saling memberikan suport dengan mendatangi anggota korsa yang sedang wisuda. (3) Kerjasama yang baik dari pengurus, anggota dan senior maka permasalahan masih bisa ditangani. Setiap permasalahan dikomunikasikan agar permasalahan langsung dievaluasi dan saling memberikan pendapat demi kebaikan bersama didalam pelaksanaan evaluasi tersebut dan pencatatan evaluasi oleh panitia merupakan point terpenting agar kesalahan yang telah terjadi tidak terulang-ulang kembali. (4)Solusinya peran semua elemen didalamnya sangat menunjang keberhasilan. Caranya dengan rutin melakukan kegiatan upgrading dalam upaya mempererat setiap anggota, mencari banyak donatur untuk dapat melengkapi fasilitas operasional organisasi yang tidak sedikit serta rutin melakukan evaluasi mulai dari skala kecil maupun skala besar serta program pertemuan rutin mingguan maupun bulanan menjadi agenda untuk memastikan eksistensi maupun mengevaluasi Korsa. (5) hasil yang didapatkan antara lain terealisasikannya visi dengan misi Korsa dengan baik, melakukan perbaikan atau modifikasi terkait pendidikan dan pelatihan setiap tahunnya agar lebih baik dan menjaga kekeluargaan setelah pelaksanaan diklat dengan berbagai aktifitas kebersamaan dan menjaga komunikasi antar anggota dalam upaya mempertahankan kondisi organisasi yang harmonis dan tentram. ;---Salman ITB Volunteer Corps (Korsa) is one of the social organizations that implements education and training program (Diklat) which is different in each leadership. In the implementation of education and training program (Diklat), it would require a sense of solidarity among the members. Based on the data collected, the concern and solidarity among the members during the implementation of training program are very high, but after the training conducted, the members who implemented the program are still less than optimal. So, it needs efforts in order to emerge social solidarity of members after the implementation of education and training program. In this study the author used a qualitative approach through case study method. Therefore, the author wanted to describe the role of education and training program (Diklat) Korsa in emerging the social solidarity of the members. The results showed that: (1) Each year, there are some changed methods of Diklatsar concept which elaborate learning model as nature lovers or volunteer SAR professionals to the concept of college volunteers by directly focusing on prospective members into divisions in Korsa, these efforts are expected to make the members to have specialization in each division, so the diversity of volunteers’ capabilities can be utilized when a disaster occurs. (2) The closeness between the members feels warm and the atmosphere is like a family, when there are members who are sick or need of help or assistance, the other members will be ready to provide assistance and encouragement or other efforts to help each other, and give support to each other by visiting corps’ members who are graduated. (3) The good cooperation of officers, members and seniors makes the issues can be solved. The problems are discussed together, so the problems can be evaluated and each member can give their opinion for their benefit in implementing the evaluation and the evaluation record done by the committe is the important point for preventing the same problems are repeated again. (4) The solution is every element’s roles in this organization will support the success. To achieve this success, regular upgrading program is needed to strengthen the relation between each member, looking for many donors to be able to complete the operational facilities for the organization which is not small as well as doing routine evaluations ranging from small scale and large scale, doing the regular weekly meetings program and monthly agenda to ensure the existence of Korsa and evaluating Korsa itself. (5) The results obtained include the well realization of Korsa’s vision and mission, making improvements or modifications related to education and training program every year in order to be better organization and keeping the family relationship after the implementation of the training program by doing various activities together and maintaining the communication between members in order to build the organizational condition which is harmonious and peaceful

    Studi Living Qur’an pengambilan Sanad Qira’ah Sab’ah di Pondok Pesantren Al-Barokah Malang

    Full text link
    ABSTRAK Qiraah Sab’ah merujuk pada tujuh cara bacaan Al-Qur’an yang sah dan diakui dalam tradisi Islam. Masing-masing dari tujuh qira’ah ini memiliki sanad dan riwayat yang khusus, sedikitnya pengajaran materi qira’ah sab’ah dikarenakan sulitnya mempelajari ilmu qira’ah sab’ah, sehingga tidak banyak guru yang benar-benar mempelajarinya secara mendalam dan dapat mengamalkannya. Pembelajaran qira’ah sab’ah juga dengan bermacam-macam cara, sehingga terdapat perbedaan pembelajaran pada setiap pengajarnya. Dari fenomena tersebut penulis tertarik untuk meneliti tentang living Qur’an sanad Qira’ah Sab’ah di Pondok Pesantren Al-Barokah Malang. Penelitian ini berfokus pada dua rumusan masalah. Pertama, Bagaimana proses qira’ah sab’ah di Pondok Pesantren al-Barakoh Malang. Kedua, Bagaimana proses pensanadan qiraah sab'ah di pondok pesantren al Barokah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan atau (field research) dengan menggunakan metode kualitatif karangan deskriptif, dengan teori fenomenologi dan menggunakan wawancara, observasi, serta dokumentasi sebagai metode pengumpulan data. Penelitian ini menyimpulkan bahwa proses qiraah sab’ah memiliki beberapa variasi dalam pembelajarannya, tergantung pada pengajarnya. Qiraah sab’ah di pondok pesantren Al-Barokah Malang memiliki proses pembelajaran yang berbeda dengan pondok pesantren yang lain. Di pondok pesantren Al-Barokah menerapkan klasifikasi di dalam penerapannya, seperti membagi qiraah sab’ah menjadi tiga dauroh atau tahapan. Tahapan yang pertama dibagi menjadi lima versi qiraah, tahapan yang kedua dibagi menjadi enam versi qiraah, tahapan yang ketiga dibagi menjadi tiga versi qiraah. Pensanadan di pondok pesantren Al-Barokah memiliki beberapa syarat yaitu yang pertama, harus menghatamkan Al-Qur’an. Kedua, mengikuti proses pembelajaran qiraah sab’ah hingga selesai. Ketiga, mengikuti proses wisuda yang di selenggarakan oleh pondok serta mendemonstrasikan bacaan qiraah sab’ah didepan walisantri. ABSTRACT Qira’ah Sab’ah refers to the seven valid and recognized ways of reciting the Qur'an in Islamic tradition. Each of these seven recitations has its own specific chain of transmission (sanad) and history. The limited teaching of the Qira’ah Sab’ah is due to the difficulty of mastering this knowledge, resulting in few teachers who have deeply studied and can practice it. The learning of Qira’ah Sab’ah also involves various methods, leading to differences in how it is taught by each instructor. Due to this phenomenon, the author is interested in researching the Living Qur’an sanad of Qira’ah Sab’ah at the Al-Barokah Islamic Boarding School in Malang. This research focuses on two main issues. First, how is the Qira’ah Sab’ah process carried out at the Al-Barokah Islamic Boarding School in Malang? Second, how is the sanad process of Qira’ah Sab’ah conducted at the Al-Barokah Islamic Boarding School? This study is field research using qualitative descriptive methods, with phenomenology theory, and employs interviews, observation, and documentation as data collection methods. This study concludes that the Qira’ah Sab’ah learning process has several variations, depending on the instructor. At the Al-Barokah Islamic Boarding School in Malang, the learning process of Qira’ah Sab’ah differs from other boarding schools. Al-Barokah applies a classification in its implementation, such as dividing the Qira’ah Sab’ah into three stages (dauroh). The first stage is divided into five versions of Qira’ah, the second stage into six versions, and the third stage into three versions. The sanad process at the Al-Barokah Islamic Boarding School has several requirements: first, one must complete the Qur'an. Second, participate in the Qira’ah Sab’ah learning process until completion. Third, participate in the graduation process organized by the school and demonstrate the recitation of Qira’ah Sab’ah in front of the students' guardians. ملخص البحث تشير القراءات السبع إلى سبع طرق لقراءة القرآن الكريم المعترف بها في التقليد الإسلامي. كل واحدة من هذه القراءات السبع لها سند ورواية خاصة بها. التعليم المحدود لمادة القراءات السبع يرجع إلى صعوبة تعلم علم القراءات السبع، لذلك ليس هناك الكثير من المعلمين الذين درسوا هذا العلم بعمق ويمكنهم تطبيقه. يتم تعلم القراءات السبع أيضًا بطرق متنوعة، مما يؤدي إلى اختلافات في التعليم بين كل معلم وآخر. من هذه الظاهرة، اهتم الكاتب بدراسة القرآن الحي وسند القراءات السبع في مدرسة الباركة الإسلامية في مالانج. يركز هذا البحث على مسألتين رئيسيتين. أولاً، كيف يتم تعليم القراءات السبع في مدرسة الباركة الإسلامية في مالانج؟ ثانيًا، كيف تتم عملية السند للقراءات السبع في مدرسة الباركة؟ هذا البحث هو دراسة ميدانية باستخدام منهج وصفي نوعي، مع نظرية الفينومينولوجيا، ويستخدم المقابلات والملاحظة والتوثيق كطرق لجمع البيانات. يخلص هذا البحث إلى أن عملية تعليم القراءات السبع لها عدة اختلافات، حسب المعلم. عملية تعليم القراءات السبع في مدرسة الباركة الإسلامية في مالانج تختلف عن المدارس الأخرى. في مدرسة الباركة، يتم تطبيق تصنيف في التنفيذ، مثل تقسيم القراءات السبع إلى ثلاث مراحل أو دورات. المرحلة الأولى مقسمة إلى خمس نسخ من القراءات، المرحلة الثانية مقسمة إلى ست نسخ من القراءات، والمرحلة الثالثة مقسمة إلى ثلاث نسخ من القراءات. عملية السند في مدرسة الباركة تتضمن عدة شروط، أولاً، يجب ختم القرآن الكريم. ثانيًا، المشاركة في عملية تعليم القراءات السبع حتى الانتهاء. ثالثًا، المشاركة في حفل التخرج الذي تنظمه المدرسة وعرض قراءة القراءات السبع أمام أولياء الأمور
    corecore