1,720,986 research outputs found
PENDIDIKAN GENDER DALAM KERANGKA PENINGKATAN PARTISIPASI PEREMPUAN DI LINGKUNGAN NAGARI (Studi Kualitatif di Nagari Salimpaung Kecamatan Salimpaung Kabupaten Tanah Datar)
rticipation in nagari environment.This research used qualitative approach, and techniques of observation, interview and document study in collecting data. Data is analyzed through some stages, such as domain analysis, taxonomy, component and theme.The finding of the research shows that nagari environment supports women, women being are still a domestic sphere in Salimpaung nagari, gender education process to woman is learned to encourage domestic roles, and trend to forward potential woman to domestic’s area, and Bundokandung is understanded as self woman and women organization, than woman organization is concentrated its functions. Its impact is to be balance among men’s roles and women’s roles in Salimpaung nagari.Based on those findings, it could be concluded that woman involvement which occurred might be effected by gender education process which received.Therefore, in increasing woman involvement in nagari environment into implementing gender education process by equity and eguality mentioned their quality of role
PENDEKATAN MULTIKULTURAL DALAM MENINGKATKAN TOLERANSI KEBERAGAMAAN DI SEKOLAH DASAR (SD) SWASTA ANWAR KARIM III KABUPATEN PASAMAN BARAT
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis pendekatan multikultural dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan sikap toleransi melalui budaya sekolah di Sekolah Dasar (SD) Swasta Anwar Karim Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Temuan hasil penelitian adalah pertama, pendekatan multikultural dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam sangat mendukung dan memberikan pengaruh yang sangat kuat terhadap pemahaman peserta didik terhadap keberagamaan. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam memberikan kontribusi yang besar kepada peserta didik untuk bisa menerima perbedaan yang ada serta dapat mengembangkan sikap saling menghargai, menghormati dan membangun sikap saling mengerti, saling percaya antar sesamanya. Kedua, Pendekatan multikultural dalam meningkatkan sikap toleransi melalui budaya sekolah di SD Swasta Anwar Karim III terlihat begitu kuat. Hal ini terlihat dari pelaksanaan unsur-unsur toleransi yang diwujudkan melalui program pengembangan diri, perencanaan dan pelaksanaan pendidikan karakter yang dilakukan melalui pengintegrasian ke dalam kegiatan sehari-hari di sekolah. Peserta didik mendapatkan perlakuan sesuai bakat, minat, dan kemampuannya, memperoleh pendidikan agama sesuai agama yang dianutnya, serta memperoleh penilaian hasil belajar. Pengintegrasian juga diterapkan melalui kegiatan rutin dan kegiatan ekstrakurikuler
Ranah Kognitif, Afektif, dan Psikomotorik sebagai Objek Evaluasi Hasil Belajar. Jenis dan Model Evaluasi Pendidikan, Serta Implikasinya Dalam Pendidikan Islam
Sering ditemui berbagai masalah terkait pelaksanaan evaluasi di lapangan seperti kurangnya keterkaitan evaluasi dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan, mengakibatkan kebingungan dan kehilangan fokus. Selain itu, adanya bias kultural dan ketidaksesuaian instrumen evaluasi dengan latar belakang peserta didik dapat menyebabkan hasil yang tidak adil. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan pendekatan kualitatif, Jenis yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian studi pustaka (library research). Penelitian ini menemukan hasil dengan melakukan evaluasi holistik pada ketiga ranah ini (kognitif, afektif, dan psikomotorik), pendidikan islam dapat memastikan bahwa peserta didik tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis, tetapi juga mengembangkan sikap positif dan keterampilan praktis yang sesuai dengan ajaran islam. Implikasi dari jenis dan model evaluasi pendidikan dalam konteks pendidikan Islam sangat penting untuk memastikan keberhasilan pembelajaran dan pengembangan peserta didik. Evaluasi berimplikasi nyata kepada pelaksanaan pendidikan islam. Dengan memahami dan mengimplementasikan jenis dan model evaluasi ini, pendidikan Islam dapat mengoptimalkan pembelajaran dan perkembangan peserta didik, memastikan kesesuaian dengan nilai-nilai keagamaan, dan meningkatkan kualitas pendidikan Islam secara keseluruha
MONDOK MILLENIAL; SEBUAH REFLEKSI ISLAM INKLUSI DI ERA SOSIO-TEKNO
This article is composed because of the increasingly massive development of digital media in the socio-techno era, so it needs to be responded to by the active role of the santri community as creative actors. This article showed firtsly, the paradigm of millennial mondok in the socio-techno era is learning activities or studying in the Islamic boarding school by santri who are so close and familiar with technology. Secondly, the role of millennial santri as a reflection of Islam inclusion in the sociotechno era is to read the verses of Allah, purify themselves, teach the QurÔÇÖan, teach al-hikmah and teach science. Thirdly, the implications of millennial mondok as a reflection of Islam inclusion in the development of the Islamic education system in the socio-techno era in its implementation must be directed to character building, competence building and literacy building
PENANAMAN NILAI-NILAI KEISLAMAN MELALUI KEBIJAKAN HOLISTIK INTEGRATIF KEPALA TK AL-FADLILAH SAMBILEGI KIDUL YOGYAKARTA
The objective of this study is to explore the cultivation of Islamic values through the integrative holistic policy of the principal of TK Al-Fadlilah Yogyakarta in improoving school credibility. This study used field study with qualitative approach and program evaluation method. Technique of data collection of this study are observation, documentation and interviews. This study revealed: First, the form of an integrative holistic policy implemented by the principal of TK Al-Fadlilah that covers the healt sector, nutrition sector, educational stimulation sector, care and protection sector. Secondly, the impact of an integrative holistic policy applied by the principal of TK Al-Fadlilah includes both positive and negative impacts. Thridly, the factors that influence the implementation of an integrative holistic policy from principal of TK Al-Fadlilah policy include supporting factors and inhibiting factors. Further, Islamic values are isntilled to students in TK Al-Fadlilah can be grouped into three main components, namely aqidah, worship and morals
HUBUNGAN KEBIASAAN BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VIII DI MTSN 5 AGAM TIKU
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya ditemukan beberapa peserta didik malas membaca, tidak membuat catatan, tidak membuat latihan, dan tidak konsentrasi selama pelajaran di kelas serta tidak membuat pekerjaan rumah karena alasan lupa. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kebiasaan belajar terhadap hasil belajar peserta didik kelas VIII di MTsN 5 Agam Tiku. Penelitian dilakukan menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional. Sampel penelitian diambil dengan cara simple random sampling sehingga diperoleh 71 orang peserta didik untuk mewakili populasi peserta didik kelas VIII di MTsN 5 Agam Tiku. Kepada 71 sampel ini diberikan angket tentang kebiasaan belajar yang kemudian datanya diolah mengunakan SPSS Versi 20. Data penelitian selanjutnya dianalisis menggunakan rumus Product Moment Correlation coefisien Karl Pearsons. Berdasarkan penelitian ditemukan bahwa kebiasaan belajar dan hasil belajar peserta didik berada dalam kategori cukup baik dengan nilai korelasinya sebesar 0,396. Nilai korelasi ini lebih besar dari nilai korelasi pada tabel dimana untuk taraf signifikan 1% nilainya sebesar 0,302 dan untuk taraf 5% nilainya 0,232. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kebiasaan belajar maka semakin tinggi juga hasil belajar yang diperoleh peserta didik kelas VIII di MTsN 5 Agam Tiku dan begitu pula sebaliknya
Pembentukan karakter anak usia sekolah melalui surau
This study aims to get an overview of the role of Surau in the formation of children's character and the forms of internal activities carried out in developing the character formation of school-age children. This study uses a qualitative descriptive approach by revealing all phenomena and meanings naturally. This research successfully explored 1) Surau in the formation of character education for school-age children by carrying out a routine program in the form of discussing the book of the Malay Parukunan in which contains discussion of creeds, morals, and worship as well as reading the Qur'an and following wirid. 2) Form of development of character building for school-age children through surau with the activities of school-age children who are carried out every month has been carried out, besides that the implementation of PHBI activities has been carried out following the schedule listed in the calendar. 3) Supporting factors for the formation of school-age children through surau are: the participation and active role of the community, supporting facilities and infrastructures in every activity carried out by school-age children, such as the presence of chalkboard, microphones, platform, and the room of the mosque big enough to accommodate those present. the attention of the management of the mosque to the activities of school-age children is also one of the factors of the success of the activities carried out. AbstrakPenelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran tentang peran Surau dalam pembentukan karakter anak dan bentuk-bentuk kegiatan dalam yang dilaksanakan dalam pengembangan pembentukan karakter anak usia sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengungkap semua fenomena dan makna secara alamiah. Penelitian ini berhasil mengeksplorasikan pertama, surau dalam pembentukan pendidikan karakter anak usia sekolah melaksanakan program rutin berupa membahas kitab Parukunan Malayu. Kedua, bentuk pengembangan pembentukan karakter anak usia sekolah melalui surau dengan adanya kegiatan wirid anak usia sekolah yang dilakukan setiap bulan telah dilaksanakan, di samping itu pelaksanaan kegiatan PHBI telah dilakukan sesuai dengan jadwal yang tertera di kalender. Ketiga, faktor pendukung pembentukan karakter anak usia sekolah melalui surau adalah: adanya partisipasi dan peran aktif dari masyarakat, sarana dan prasarana yang mendukung dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh anak usia sekolah itu, seperti adanya, papan tulis, mikrofon, mimbar dan ruangan surau yang cukup besar untuk menampung para yang hadir. perhatian dari pada pengurus surau terhadap kegiatan anak usia sekolah itu juga merupakan salah satu faktor dari keberhasilan kegiatan yang dilakukan.</p
Model Pendidikan Kewirausahaan Berbasis Nilai untuk Mengembangkan Jiwa Kreatif dan Inovatif Siswa Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan nilai-nilai serta model pendidikan kewirausahaan yang relevan di tingkat sekolah dasar. Metode yang digunakan berupa kajian literatur untuk memperoleh pemahaman komprehensif terkait konsep, pendekatan, dan praktik pendidikan kewirausahaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan di sekolah dasar berperan penting dalam menumbuhkan karakter wirausaha pada peserta didik melalui internalisasi nilai-nilai kewirausahaan sejak dini. Untuk mewujudkan hal tersebut, pendidik dituntut mampu memilih dan menerapkan model pendidikan kewirausahaan yang tepat dengan mempertimbangkan kebutuhan dan tahap perkembangan peserta didik mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga penilaian dan evaluasi. Dengan demikian, beragam model pembelajaran kewirausahaan dapat diadaptasi selama proses pembelajaran agar implementasinya menjadi lebih terstruktur, sistematis, dan efektif
Analisis Butir Soal Ujian Tengah Semester Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam
This article aims to analyze the midterm exam questions conducted at Pertiwi 1 Padang Private High School in class XII, this is to see how far the questions play an important role in the evaluation process. Is it in accordance with the learning objectives to be achieved. So a question item analysis is needed to determine its suitability. The research method used is descriptive quantitative research which aims to describe events that occur using statistical data. data collection is done by documenting questions, answer keys and student answer sheets. The results of the research on the analysis of semester exam questions show that the validity found in the analysis of questions is 15 at the 75% level while the invalid ones are 5 at the 5% level. The reliability is 0.775. So it can be concluded that the data from the question items have high criteria. The difficulty index obtained is in the medium criteria as many as 12 questions at a percentage of 60%. The differential power of the analysis question is in the good category with a total of 8 questions at a percentage of 40%. Thus, every question made by educators is expected to have a good level of validity, reliability, difficulty index, and differentiation according to the category or criteria of the questions mad
The Effectiveness of Premarital Counseling Service on the Harmony of Marriage in Family Resilience
The hypothesis of preliminary research stated that the high rate of divorcement in West Sumatera was caused by the weakness of the role and function of Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (Board of Marriage Advisory and Preservation) or BP4 in every district in providing premarital counseling service, thus prospective couples have not enough marital knowledge to work on their households. The aim of the research is to reveal the effectiveness of premarital counseling service on the harmony of marriage in realizing family resilience in West Sumatera.The research applied the mixed research method by using sequential explanatory design model. The research object included first, the prospective husbands/wives who had been provided premarital counseling service by the BP4 in West Sumatera, and second, the coaches and counselors of the BP4 premarital counseling service in West Sumatera.The results showed that, first, the effectiveness of premarital counseling service on the harmony of marriage reached as high as 3% in Pariaman, and as low as 0.1% in Pesisir Selatan; second, the effectiveness of premarital counseling service on family resilience had as high as 4.5% in Lima Puluh Kota district, and as low as 0.1 % in Pesisir Selatan; and third, the role of the BP4 in West Sumatera was, in fact, very low
- …
