236 research outputs found

    PENERAPAN MODEL PBI (PROBLEM BASED INSTRUCTION) DISERTAI LKS BERBASIS MULTIREPRESENTASI DALAM PEMBELAJARAN FISIKA SMA DI KABUPATEN JEMBER (KELAS X SMA NEGERI ARJASA)

    No full text
    This study aimed to determine the effect of PBI model with student worksheet based based multiple representation of student’s physics learning achievement uses cognitive, affective, psychomotor and science process skills of students in the learning physics in class X SMA Arjasa. This research is experimental research with post-test control only design with the entire population of high school students class X academic year 2015/2016. The method used to collecti data are observation, test, documentation, and interview. Data analyze used for analyze student’s learning cognitive,a afective, psychomotor and science process skills of students, uses t-test for assessing the difference of student’s physics learning achievement uses PBI model with student worksheet based based multiple representation with direct instruction. The results showed that the PBI model) with student worksheets based multiple representasi influence on physics learning achievement and science process skills of students with a significant difference

    ANALISIS PENANGANAN MUATAN BATU BARA DI MV. HL SHINBORYEONG

    Full text link
    ABSTRAKSI Kristian Dio Rayendra, 2023. “Analisis Penangan Muatan Batu Bara di MV. HL Shinboryeong”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing : (I) Yustina Sapan, S.Si.T, M.M. (II) Arya Widiatmaja, S. Si. T, M.Si Pelaksanaan pemuatan batubara dalam bentuk curah diperlukan tindakan preventif guna menghindari kerusakan muatan dan bahaya kandungan yang timbul akibat muatan batubara yang mengandung gas berbahaya terlebih jika dimuat dalam ruang muat tertutup seperti kapal curah yang berpalka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis dari orang�orang dan perilaku yang diamati. Dalam hal ini mengumpulkan data berupa pendekatan terhadap obyek melalui observasi, wawancara secara langsung terhadap subyek serta menggunakan dokumen dan data-data yang yang berhubungan dengan pengaruh perbedaan iklim terhadap muatan batu bara. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pengaruh perbedaan iklim terhadap muatan batu bara di MV. HL Shinboryeong adalah adanya masalah dalam penangan muatan batubara disaat kapal berlayar melintasi perbedaan iklim yang mengakibatkan perbedaan suhu dan menimbulkan gas gas berhaya yang muncul dengan perbedaan yang sangat signifikan. Pengecekan gas atmosfer yang ada diruang muat palka dengan cara menggunakan alat gas detector pada pipa khusus untuk melakukan pengecekan, peletakan serta pengecekan termometer yang ada pada tiap satu pipa palka pada sounding got dan memberikan sirkulasi udara pada ruang muat palka dengan cara membuka semua ventilasi udara pada tiap palkanya. Cara tersebut merupakan tindakan untuk memperkecil terjadinya bahaya yang timbul akibat perngaruh perbedaan iklim terhadap muatan batu bara di MV. HL Shinboryeong. Saran penulis adalah diadakan pengarahan dengan harapan para kru lebih mengetahui cara menangani muatan saat timbulnya gas-gas atmosfer berbahaya yang merupakan tugas dan tanggung jawab kru kapal serta menjalin hubungan kerjasama yang baik antara pihak perusahaan dengan pihak kapal dalam pengadaan peralatan dan penangan yang diperlukan dalam mengatasi perbedaan gas atmosfer yang timbul secara signifikan diruang muat kapal, serta perlunya perawatan terhadap peralatan-peralatan tersebut

    Analisis Alternatif Pemilihan Biaya Siklus Hidup pada Masa Pemeliharaan Ruas Jalan Janti – Prambanan Km 7+759-8+750

    No full text
    The highway is one of the land transportation infrastructure that serves to connect one area to another for public activities such as economics and social activities. Safe, comfortable, and efficient roads are not avoided by the availability of a flat road and no significant road damage.This research to calculate the life cycle cost analysis of the road with the calculation of pavement thickness that has been done by Ramadhani (2017). The method used in this research is by study case method, by collecting data about Janti-Prambanan Road section KM 7 + 750-8 + 750 and analyzing life cycle cost by estimating road maintenance that will be done during the life of the plan.Based on the analysis that has been done, the cost of construction or initial cost that must be issued based on the thickness of pavement set by Ramadhani (2017) with the total thickness of paved layer 50 cm is Rp. 14,089,007,000. The cost of maintenance at Alternative1 is Rp. 2.565.778.485,91 and at Alternative2 is Rp. 2,555,861,411.86. The total cost of the road life cycle in Alternative 1 is Rp. 16.654.785.485,91 while at Alternative 2 of Rp. 16,644,868,411.86. Analysis of the lifecycle cost of the two alternatives found EUAC for Alternative 1 is Rp. 65,649.89, while for Alternative 2 is Rp. 65,610.80. So that can be said by advancing the rehabilitation at least save on maintenance costs.One infrastructure in the field of transportation is the highway. The highway is one of the land transportation infrastructure that serves to connect one area to another for public activities such as economics and social activities. Along with the increasing number of population in Indonesia, especially in D.I. Yogyakarta, therefore, requires safe, comfortable and efficient road conditions to support the economic needs of the community. Safe, comfortable and efficient roads are not avoided by the availability of a flat road and no significant road damage. This research proceeds from Ramadhani’s (2017) research to calculate the life cycle cost analysis of the road with the calculation of pavement thickness that has been done by Ramadhani (2017). The method used in this research is by study case method, by collecting data about Janti-Prambanan Road section KM 7 + 750-8 + 750 and analyzing life cycle cost by estimating road maintenance that will be done during the life of the plan. Based on the analysis that has been done, the cost of construction or initial cost that must be issued based on the thickness of pavement set by Ramadhani (2017) with the total thickness of paved layer 50 cm is Rp. 14,089,007,000. The cost of maintenance at Alternative1 is Rp. 2.565.778.485,91 and at Alternative2 is Rp. 2,555,861,411.86. The total cost of the road life cycle in Alternative 1 is Rp. 16.654.785.485,91 while at Alternative 2 of Rp. 16,644,868,411.86. Analysis of the lifecycle cost of the two alternatives found EUAC for Alternative 1 is Rp. 65,649.89, while for Alternative 2 is Rp. 65,610.80. So that can be said by advancing the rehabilitation at least save on maintenance costs.

    Implementasi Jaringan Syaraf Tiruan Pengenalan Pola Huruf Menggunakan Metode Bidirectional Associative Memory (BAM)

    Full text link
    Jaringan syaraf tiruan merupakan bagian dari ilmu kecerdasan buatan, Jaringan syaraf tiruan memiliki proses kerja sama dengan cara kerja otak manusia. Proses pengenalan pola dengan cara melihat nilai input apakah sama hasilnya dengan nilai output sehingga pola tersebut bisa dikenali oleh sistem itu sendiri. Penelitian ini menggunakan metode  Bidirectional  Associative  Memory  (BAM)  memiliki  kemampuan  sebagai associative memory atau content addressable memoryi yaitu memori yang dapat dipanggil menggunakan bagian dari informasi yang tersimpan di dalamnya.  Metode  Bidirectional Associative Memory (BAM) memiliki 2 lapisan dan terhubung penuh dari satu lapisan ke lapisan yang lainnya,  sehingga dimungkinkan adanya hubungan timbal balik antara  lapisan input dan  lapisan  output. Konsep algoritma bersifat  bidirectional dimana bobot sinyal akan dikirim dari lapisan Input X ke lapisan output Y . Bobot  akan dirobah menjadi nilai yang lebih halus dengan ketentuan hasil antara rang [1,0]. Fungsi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu fungsi aktifasi sigmoid. Hasil  pengenalan pola huruf dari penelitian ini menggunakan system Matrik ordo 5x5 dengan inputan 3 Karakter yaitu karakter huruf S, O dan huruf X. Target Huruf S [1,-1] menghasilkan pola  [27 4] sesuai dengan target, Pola  huruf O [1.1]  menghasilkan pola  [27 -3] tidak sesuai dengan target dan huruf X [-1,1] menghasilkan pola  [-37 21] sesuai dengan target. Dengan demikian tidak semua pola bisa memperoleh target yang sudah ditentukan

    EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN KESANTUNAN BERBAHASA SISWA

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman kesantunan berbahasa siswa dan pelaksanaan pembelajaran yang masih menggunakan metode pembelajaran konvensional pada mata pelajaran Budaya Alam Minangkabau. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuasi eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dan dengan desain nonequivalent-group pretest-posttest design yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari metode role playing. Sampel pada penelitian ini adalah siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 11 Padang kelas VIII sebanyak 64 orang yang terbagi dalam dua kelompok. Hasil analisis data menghasilkan temuan bahwa metode pembelajaran role playing efektif meningkatkan kesantunan berbahasa. Hal ini terlihathasil penelitian diperoleh dari nilai rata-rata kelas eksperimen 73,406 dan kelas kontrol 62,781. Berdasarkan perhitungan uji Independent Samples Test (t-test) diperoleh t-hitung 5,728 pada taraf kepercayaan α 0,05 sedangkan t-tabel 2,000, sehingga t-hitung > t-tabel. Dengan demikian dapat disimpulkan penerapan metode pembelajaran role playing dapat meningkatkan kesantunan berbahasa siswa pada mata pelajaran Budaya Alam Minangkabau di Sekolah Menengah Pertama Negeri 11 Padang

    Efektivitas Metode Pembelajaran Role Playing untuk Meningkatkan Kesantunan Berbahasa Siswa :Studi Kuasi Eksperimen pada Mata Pelajaran Budaya Alam Minangkabau di Sekolah Menengah Pertama 11 Padang

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman kesantunan berbahasa siswa dan pelaksanaan pembelajaran yang masih menggunakan metode pembelajaran konvensional pada mata pelajaran Budaya Alam Minangkabau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kesantunan berbahasa siswa Sekolah Menengah Pertama kelas VIII. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuasi eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dan dengan desain nonequivalent-group pretest-posttest design yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari metode role playing untuk meningkatkan kesantunan berbahasa. Sampel pada penelitian ini adalah siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 11 Padang kelas VIII sebanyak 64 orang yang terbagi dalam dua kelompok, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol, masing-masing kelas tersebut berjumlah 32 orang. Data yang diperoleh dari hasil tes praktek dengan penilaian dibantu dengan lembar pedoman observasi kesantunan berbahasa. Hasil analisis data menghasilkan temuan bahwa metode pembelajaran role playing efektif dalam meningkatkan kesantunan berbahasa siswa. Hal ini terlihat dari hasil penelitian diperoleh dari nilai rata-rata kelas eksperimen 73,406 dan nilai rata-rata kelas kontrol 62,781. Berdasarkan perhitungan uji Independent Samples Test (t-test) diperoleh t-hitung 5,728 pada taraf kepercayaan α 0,05 sedangkan t-tabel 2,000, sehingga t-hitung > t-tabel. Dengan demikian dapat disimpulkan penerapan metode pembelajaran role playing dapat meningkatkan kesantunan berbahasa siswa pada mata pelajaran Budaya Alam Minangkabau di Sekolah Menengah Pertama Negeri 11 Padang. Kata kunci : metode pembelajaran, role playing, kesantunan berbahasa This research is motivated by the low of understanding and implementation of linguistic politeness students who are still learning to use conventional teaching methods in the Budaya Alam Minangkabau subject. The purpose of this research is to improve students linguistic politeness Junior High School eighth grade. This study uses a quasi-experimental study with a quantitative approach and the design of nonequivalent-group pretest-posttest design that aims to determine the effectiveness of a method of role playing to increase politeness. The samples in this study were junior high school students 11 Padang class VIII as many as 64 people were divided into two groups, the experimental class and the control class, each class totaled 32 people. Data obtained from the results of the assessment practice test assisted with the observation sheet politeness.Results of data analysis produced findings that the role playing learning method is effective in improving students linguistic politeness. This is evident from the results obtained from the average value of the experimental class 73.406 and the average value of the control class 62.781. Based on test calculations Independent Samples Test (t-test) obtained by t-test 5.728 at confidence level α 0.05 while the t-table 2.000, so that t test > t-table.Thus we can conclude the application of learning methods can increase the role playing politeness students on Budaya Alam Minangkabau subject at Junior High School 11 Padang. Keywords: methods of learning, role playing, linguistic politenes

    Halal Tourism Development in East Lombok Regency

    Full text link
    Abstract The purpose of this study were (1) to determine the perception of tourists on the readiness of halal tourism in East Lombok (2) to analysis a halal tourism development in East Lombok regency with SWOT analysis. Research uses descriptive qualitative method. According Sugiyono (2012) descriptive research is research that seeks describe and interpret data with objective measurements of the phenomenon. In addition, qualitative approach is used because researchers put the theory as the main starting point on the curiosity of researchers to measure the level of preparedness in developing halal tourism in East Lombok. Research  aims to describe the potential of halal tourism destinations in East Lombok regency, analysis readiness through perception travel destination travelers in developing halal East Lombok, and clicking the analysis to development of halal tourism. The collection of data, in-depth interviews tourists.  results of this study, East Lombok is quite optimal launched halal tourism in its tourism product and still need some improvement ata u strategy to attract tourists. &nbsp

    UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF FISIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING PADA SISWA KELAS X IPA 4 DI MAN 2 JEMBER

    No full text
    Pembelajaran fisika diartikan sebagai suatu proses belajar mengajar yang mempelajari gejala-gejala alam. Pada pembelajaran fisika disekolah masih banyak ditemui permasalahan. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan yang bertempat di MAN 2 Jember kelas X IPA, ditemukan bahwa terdapat satu kelas yang bermasalah yaitu kelas X IPA 4. Hal tersebut disebabkan karena pembelajaran lebih sering menggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan penugasan. Hal ini membuat siswa cenderung mendengar, membaca LKS, hafalan rumus dan mengerjakan tugas saja sehingga membuat siswa merasa bosan. Berdasarkan analisis data observasi diperoleh data untuk aktivitas belajar siswa sebagai berikut: memperhatikan penjelasan guru (8 siswa), mencatat materi (8 siswa), mengeluarkan pendapat (2 siswa), bertanya (2 siswa), dan memecahkan soal (2 siswa). Demikian pula dengan hasil belajar kognitif fisika yang diperoleh dari nilai siswa pada ujian tengah semester genap menunjukkan bahwa dari 38 siswa hanya 4 siswa yang mendapat nilai sesuai dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu ≥ 75. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa aktivitas dan hasil belajar siswa masih tergolong rendah. Berdasarkan permasalahan di atas, maka perlu dilakukan penelitian tindakan kelas dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelas yaitu dengan memberikan model pembelajaran yang inovatif yang dapat mendukung tercapainya cara belajar aktif, pembelajaran yang tidak membosankan, menarik dan dapat memberikan kenyamanan di lingkungan belajar. Salah satu upaya untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar kognitif siswa kelas X IPA 4 di MAN 2 Jember yaitu menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching. Model Quantum Teaching adalah bentuk pembelajaran yang dapat menumbuhkan interaksi timbal balik antara guru dan siswa, dengan menciptakan suasana menyenangkan dalam belajar dan memberi kesempatan siswa untuk berusaha menemukan produk dengan suatu proses sehingga model Quantum Teaching dipikirkan dapat menyelesaikan permasalahan rendahnya aktivitas dan hasil belajar kognitif fisika siswa kelas X IPA 4 MAN 2 Jember. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan aktivitas dan hasil belajar kognitif fisika siswa dengan model pembelajaran Quantum Teaching di kelas X IPA 4 MAN 2 Jember. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subyek penelitian siswa kelas X IPA 4 di MAN 2 Jember dengan jumlah siswa 38 orang. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Kemmis dan Mc Tagart. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus dan diawali dengan kegiatan pra siklus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data setelah penelitian dilaksanakan menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa dan hasil belajar kognitif fisika siswa dari kegiatan pra siklus hingga kegiatan siklus 2 telah mengalami peningkatan. Perolehan skor rata-rata aktivitas belajar siswa pada pra siklus sebesar 27,43% dengan kategori kurang aktif, namun skor rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I mengalami peningkatan dengan skor rata-rata sebesar 67,36% dengan kategori cukup aktif, jumlah peningkatan dari pra siklus ke siklus I sebesar 39,93% dan perolehan skor rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus II sebesar 79,29% dengan kategori aktif, jumlah peningkatan skor rata-rata aktivitas belajar dari siklus I ke siklus II sebesar 11,93%. Adapun perolehan skor rata-rata kelas pada prasiklus sebesar 51,36 dan mengalami peningkatan pada siklus I sebesar 25,91 sehingga diperoleh skor rata-rata kelas sebesar 77,27, dan jumlah peningkatan siklus I ke siklus II sebesar 3, sehingga perolehan skor rata-rata kelas pada siklus II sebesar 80,27. Perolehan nilai N-gain pada siklus I sebesar 0,53 dengan kategori sedang, dan pada siklus II sebesar 0,59 dengan kategori sedang. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa aktivitas dan hasil belajar kognitif fisika siswa kelas X IPA 4 MAN 2 Jember menggunakan dengan model pembelajaran Quantum Teaching mengalami peningkatan

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATAN HASIL BELAJAR DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS VII E SMP NEGERI 1 TEMPUREJO

    No full text
    Fisika merupakan disiplin ilmu yang mempelajari tentang gejala alam dan menerangkan bagaimana gejala tersebut terjadi. Fisika merupakan mata pelajaran yang tidak hanya sekedar hafalan, tetapi memerlukan pengertian dan pemahaman konsep yang dititik beratkan pada proses terbentuknya pengetahuan melalui suatu penemuan, penyajian data secara matematis, dan berdasarkan aturan-aturan tertentu (Bektiarso, 2000:12

    UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF FISIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING PADA SISWA KELAS X IPA 4 DI MAN 2 JEMBER

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan aktivitas dan hasil belajar kognitif fisika siswa dengan model pembelajaran Quantum Teaching di kelas X IPA 4 MAN 2 Jember. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subyek penelitian siswa kelas X IPA 4 di MAN 2 Jember dengan jumlah siswa 38 orang. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Kemmis dan Mc Tagart. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus dan diawali dengan kegiatan pra siklus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data setelah penelitian dilaksanakan menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa dan hasil belajar kognitif fisika siswa dari kegiatan pra siklus hingga kegiatan siklus 2 telah mengalami peningkatan. Perolehan skor rata-rata aktivitas belajar siswa pada pra siklus sebesar 27,43% dengan kategori kurang aktif, namun skor rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I mengalami peningkatan dengan skor rata-rata sebesar 67,36% dengan kategori cukup aktif, jumlah peningkatan dari pra siklus ke siklus I sebesar 39,93% dan perolehan skor rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus II sebesar 79,29% dengan kategori aktif, jumlah peningkatan skor rata-rata aktivitas belajar dari siklus I ke siklus II sebesar 11,93%. Adapun perolehan skor rata-rata kelas pada prasiklus sebesar 51,36 dan mengalami peningkatan pada siklus I sebesar 25,91 sehingga diperoleh skor rata-rata kelas sebesar 77,27, dan jumlah peningkatan siklus I ke siklus II sebesar 3, sehingga perolehan skor rata-rata kelas pada siklus II sebesar 80,27. Perolehan nilai N-gain pada siklus I sebesar 0,53 dengan kategori sedang, dan pada siklus II sebesar 0,59 dengan kategori sedang. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa aktivitas dan hasil belajar kognitif fisika siswa kelas X IPA 4 MAN 2 Jember menggunakan dengan model pembelajaran Quantum Teaching mengalami peningkatan
    corecore