Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan
Not a member yet
315 research outputs found
Sort by
APLIKASI I-CIBI: RESPON POSITIF DARI GURU, ORANGTUA DAN ANAK DENGAN KECERDASAN DAN BAKAT ISTIMEWA
This study explores the positive response to the I-CIBI application, an innovative solution to support learning for gifted and talented children in Indonesia. Using a mixed-method approach with a sequential explanatory design, this research involved 29 respondents, consisting of teachers and parents. The results show that the I-CIBI application successfully meets specific needs in gifted education, with features including comprehensive testing and evaluation, personalized learning, and social-emotional skills development. Evidence-based pedagogical approaches and adaptive technology integration promote student motivation and active engagement. Despite implementation challenges, such as technology accessibility and integration with the national curriculum, the I-CIBI application demonstrates significant potential in optimizing the development of gifted and talented children. This research highlights the importance of collaboration among education stakeholders and continuous evaluation to ensure the long-term effectiveness of the application in the Indonesian educational context.Penelitian ini mengeksplorasi respon positif terhadap aplikasi I-CIBI, sebuah solusi inovatif untuk mendukung pembelajaran anak cerdas dan berbakat istimewa (CIBI) di Indonesia. Menggunakan pendekatan mixed-method dengan desain sequential explanatory, penelitian ini melibatkan 29 responden, terdiri dari guru dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi I-CIBI berhasil memenuhi kebutuhan spesifik dalam pendidikan anak CIBI, dengan fitur-fitur yang mencakup tes dan evaluasi komprehensif, personalisasi pembelajaran, dan pengembangan keterampilan sosial-emosional. Pendekatan pedagogis berbasis bukti dan integrasi teknologi adaptif mendorong motivasi dan keterlibatan aktif siswa. Meskipun terdapat tantangan dalam implementasi, seperti aksesibilitas teknologi dan integrasi dengan kurikulum nasional, aplikasi I-CIBI menunjukkan potensi signifikan dalam mengoptimalkan perkembangan anak CIBI. Penelitian ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemangku kepentingan pendidikan dan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan efektivitas jangka panjang aplikasi dalam konteks pendidikan Indonesia
Pemodelan Adopsi Alat Pembelajaran Berbasis AI dalam Pendidikan Guru
Integrating Artificial Intelligence (AI) in education reshapes teaching and learning, particularly in teacher education. This literature review investigates the adoption of AI-powered learning tools, focusing on pre-service mathematics teachers. It synthesizes cognitive factors such as perceived usefulness (PU), perceived ease of use (PEOU), prior exposure to AI tools, psychological factors like self-efficacy, and social influences like peer support and institutional support. Ethical concerns surrounding perceived trust, technological readiness, and attitudes toward AI in education are examined. Theoretical frameworks like the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) and Bandura’s self-efficacy theory are applied to understand AI adoption dynamics. The review finds that PU, PEOU, and institutional support are key predictors of AI adoption, while ethical barriers and technical readiness remain significant challenges. Recommendations are provided for overcoming these barriers to ensure equitable access to AI in teacher education.Integrasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pendidikan mengubah cara mengajar dan belajar, khususnya dalam pendidikan guru. Tinjauan pustaka ini mengkaji adopsi alat pembelajaran berbasis AI dengan fokus pada guru matematika pra-jabatan. Kajian ini mensintesis faktor kognitif seperti persepsi kegunaan (perceived usefulness/PU), persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use/PEOU), pengalaman sebelumnya dengan alat AI, faktor psikologis seperti efikasi diri (self-efficacy), serta pengaruh sosial seperti dukungan teman sebaya dan dukungan institusi. Kekhawatiran etis terkait kepercayaan yang dirasakan, kesiapan teknologi, dan sikap terhadap AI dalam pendidikan juga dianalisis. Kerangka teori seperti Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) dan teori efikasi diri Bandura digunakan untuk memahami dinamika adopsi AI. Tinjauan ini menemukan bahwa PU, PEOU, dan dukungan institusi merupakan prediktor utama adopsi AI, sementara hambatan etis dan kesiapan teknis masih menjadi tantangan signifikan. Rekomendasi diberikan untuk mengatasi hambatan ini agar akses AI dalam pendidikan guru dapat merata
Factor Structure of Mathematics Learning Proactiveness Among Mathematics Students
Pembelajaran proaktif memainkan peran penting dalam membantu siswa berhasil dalam matematika dan menjadi pembelajar yang lebih mandiri. Tinjauan ini mengkaji proaktivitas pembelajaran matematika sebagai penentu utama keberhasilan siswa, dengan menekankan peran saling terkait dari motivasi, pembelajaran yang diatur sendiri (SRL), dan keterlibatan akademis. Melalui tinjauan pustaka kualitatif dari artikel yang ditinjau sejawat dari tahun 2015 hingga 2025, sintesis tematik digunakan untuk mengidentifikasi konsep-konsep utama dan temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi intrinsik, efikasi diri matematika, dan sikap positif mendorong ketekunan dan keterlibatan yang lebih dalam. Dimensi SRL—termasuk penetapan tujuan, strategi pembelajaran, refleksi, pemanfaatan sumber daya, dan manajemen waktu—memungkinkan pelajar untuk mengambil inisiatif dan beradaptasi dengan tantangan. Keterlibatan akademis, yang mencakup komponen perilaku, kognitif, dan afektif, menerjemahkan proses internal ini menjadi tindakan pembelajaran yang berkelanjutan. Bukti menunjukkan bahwa pembelajaran proaktif bukanlah bawaan tetapi dapat dipupuk melalui lingkungan yang mendukung dan meningkatkan otonomi. Tinjauan ini menawarkan implikasi praktis bagi para pendidik dan perancang kurikulum yang berupaya menumbuhkan otonomi, ketahanan, dan pencapaian jangka panjang siswa dalam matematika melalui dukungan yang disengaja terhadap perilaku belajar proaktif
Penerapan Paradigma Pedagogi Reflektif dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Pendidikan di SMP Strada Marga Mulia Jakarta
Education is a crucial foundation in building the progress of a nation. The main challenges in education in Indonesia include quality, equity, and relevance to the needs of the times. The reflective pedagogy paradigm emerges as an innovative approach that integrates experience, reflection, and action in learning. This study aims to explore the implementation of this paradigm at SMP Strada Marga Mulia Jakarta to improve the quality of education. Using a descriptive qualitative method, data were collected through observation, in-depth interviews, and document analysis. The focus of the research is to uncover experiences, perceptions, and challenges in implementing this approach. The findings show that the application of the reflective pedagogy paradigm successfully enhanced students' critical thinking, analytical skills, and character. Learning activities involving case studies, simulations, and reflections created an interactive and meaningful learning environment. Students became more active, creative, and capable of linking theory to everyday life practices. However, challenges included teacher readiness, limited time, and resources. SMP Strada Marga Mulia addressed these constraints with regular teacher training, adjustments to the learning schedule, and the provision of supporting facilities. This study concludes that the reflective pedagogy paradigm can be an effective solution to improve the quality of education in Indonesia. With full support from all stakeholders, this approach has the potential to produce a generation that is not only intellectually intelligent but also possesses strong character and the ability to face life's challenges. The experience of SMP Strada Marga Mulia Jakarta can serve as a model for other schools in adopting a similar approach.Pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun kemajuan bangsa. Tantangan utama pendidikan di Indonesia meliputi kualitas, pemerataan, dan relevansi dengan kebutuhan zaman. Paradigma pedagogi reflektif hadir sebagai pendekatan inovatif yang mengintegrasikan pengalaman, refleksi, dan aksi dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan paradigma ini di SMP Strada Marga Mulia Jakarta dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Fokus penelitian adalah mengungkap pengalaman, persepsi, dan tantangan dalam implementasi pendekatan ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan paradigma pedagogi reflektif berhasil meningkatkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan karakter siswa. Aktivitas pembelajaran yang melibatkan studi kasus, simulasi, dan refleksi menghasilkan suasana belajar yang interaktif dan bermakna. Siswa lebih aktif, kreatif, serta mampu menghubungkan teori dengan praktik kehidupan sehari-hari. Namun, tantangan yang dihadapi mencakup kesiapan guru, keterbatasan waktu, dan sumber daya. SMP Strada Marga Mulia mengatasi kendala ini dengan pelatihan rutin bagi guru, penyesuaian jadwal pembelajaran, dan pengadaan fasilitas pendukung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa paradigma pedagogi reflektif dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Dengan dukungan penuh dari semua pihak, pendekatan ini berpotensi menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan kemampuan menghadapi tantangan kehidupan. Pengalaman SMP Strada Marga Mulia Jakarta dapat menjadi model bagi sekolah lain dalam mengadopsi pendekatan serupa
Mental Health Problems and Effective Leadership in Educational Institution in Ogun State, Nigeria
Mental Health Problems and Effective Leadership in Educational Institution in Ogun State, Nigeria
Abstract
This study investigated the relationship between mental health problems and effective leadership in educational institutions in Ogun State, Nigeria. It examined the impact of acute stress disorder (ASD), burnout and depressive episodes on leadership effectiveness among educational administrators. A descriptive survey research design was employed, with a sample of 385 participants selected through stratified random sampling. Standardized scales, including the Acute Stress Disorder Questionnaire, Maslach Burnout Inventory, Beck Depression Inventory-II and Leadership Effectiveness Scale, were used to collect data. Simple linear regression analysis revealed significant negative impacts of ASD (β = -.259, t = 12.217, p < .0005), burnout (β = -.211, t = 10.903, p < .0005) and depressive episodes (β = -.196, t = 9.278, p < .0005) on leadership effectiveness. The findings highlighted the need for institutions to prioritize mental health support for educational administrators to mitigate the negative impacts of mental health problems on leadership effectiveness. The study recommended investing in leadership development programmes that address mental health and wellness, and taking proactive measures to support administrators' mental health.
 
Exploring Secondary Students' Perceptions of ELENA (English Letter and Announcement) Learning Media in Enhancing Writing Skill
This study investigates students’ perceptions of the use of ELENA learning media in enhancing their writing skills. Employing a qualitative research design, data were collected through semi-structured interviews, classroom observations, and questionnaires to capture in-depth insights into students’ experiences. The combination of these methods allowed for a comprehensive understanding of students’ experiences and attitudes toward the integration of ELENA in the learning process. The findings reveal that 92 % students responded positively to the integration of ELENA into the learning process. They perceived the media as engaging, supportive, and effective in improving their motivation, organization of ideas, and overall writing performance. Moreover, the interactive and user-friendly design of ELENA was perceived as beneficial in making writing practice more enjoyable and accessible. These results suggest that ELENA has strong potential as an innovative instructional tool for improving students’ writing competence while simultaneously fostering greater interest and participation in classroom activities
Pengembangan E-Modul Berbasis STEM-PjBL pada Materi Laju Reaksi untuk Meningkatkan Hasil Belajar
The development of STEM-PjBL based E-Modules reaction rate material is an innovation that combines 21st century approach and learning model. The purpose of this study to analyze the needs of students, feasibility level, practicality level, effectiveness and student responses to STEM-PjBL based E-Modules. The method used is Research and Development with the 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) development model. The research sample were students of class XI-1 SMAN 1 Kisaran. Tests, questionnaires and interviews were used to analyze the data. The results showed that 69.7% of the students had difficulty in understanding the response rate and 87.9% needed interactive project-based teaching materials. The e-modules feasibility test showed an average kappa moment of 0.84 (very high), practicality test an average kappa moment of 0.99 (very high), the effectiveness obtained N-gain of 0.78 (high), and the student response test to the STEM-PjBL based E-Modules with average kappa moment of 0.92 (very high).Pengembangan E-Modul berbasis STEM-PjBL pada materi laju reaksi merupakan inovasi yang memadukan pendekatan dan model pembelajaran abad ke-21. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kebutuhan siswa, tingkat kelayakan, tingkat kepraktisan, efektivitas dan respon siswa terhadap E-Modul berbasis STEM-PjBL. Metode yang digunakan adalah Research and Development dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Sampel penelitian adalah siswa kelas XI-1 SMAN 1 Kisaran. Tes, kuesioner dan wawancara digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 69,7% siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi dan 87,9% membutuhkan bahan ajar berbasis proyek yang interaktif. Uji kelayakan e-modul menunjukkan rata-rata momen kappa sebesar 0,84 (sangat tinggi), uji kepraktisan rata-rata momen kappa sebesar 0,99 (sangat tinggi), uji keefektifan memperoleh N-gain sebesar 0,78 (tinggi), dan uji respon siswa terhadap e-modul berbasis STEM-PjBL dengan rata-rata momen kappa sebesar 0,92 (sangat tinggi)
Pengintegrasian Prinsip Education for Sustainable Development dalam Pembelajaran IPA SD untuk Memfasilitasi Siswa menjadi Problem Solver
Terjadinya krisis lingkungan yang terjadi saat ini menyebabkan munculnya berbagai persoalan sosial ekonomi seperti perundungan, pelanggaran hak asasi manusia, konflik, kesenjangan sosial dan kemiskinan sehingga menghambat pembagunan keberlanjutan dimasa mendatang. Oleh karena itu penelitian ini ingin memaksimalkan pembagunan keberlanjutan (Education for sustainable development/ESD) melalui pendidikan dengan melaksanakan proses pembelajaran yang mengintegrasikan prinsip-prinsip ESD. Perangkat pembelajaran IPA SD yang dikembangkan adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, silabus, bahan ajar, media pembelajaran, dan instrumen penilaian. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan model ADDIE (analysis, design, development, implementation dan evaluation). Untuk mengukur kompetensi siswa dan respon siswa digunakan metode kuantitatif melalui penelitian kuasi eksperimen. Hasil penelitian diperoleh bahwa perangkat pembelajaran IPA berbasis ESD sudah valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Selain itu, dalam penerapannya di kelas perangkat pembelajaran ini memberikan dampak yang positif terhadap pembelajaran di sekolah dasar. Siswa dapat memahami konsep IPA dan ESD yang diajarkan oleh guru sehingga dapat mengembangkan keterampilan problem solving dan siswa lebih peka terhadap masalah lingkungan. Dengan demikian, perangkat pembelajaran IPA berbasis ESD sangat relevan dalam konteks tantangan global saat ini, terutama dalam mempersiapkan siswa untuk menghadapi masalah lingkungan berkelanjutan
The Effect of Play Therapy on Social Interaction of Learners with Autism Spectrum Disorder: A Literature Study
Learners with Autism Spectrum Disorder (ASD) often experience barriers in establishing social interactions that have a direct impact on relational development at school. Play therapy is one intervention approach that is considered effective in stimulating social development through fun and structured activities. This study aims to examine the effect of play therapy on the social interaction of learners with ASD through a literature study. Twenty articles published in the last five years were analyzed, selected based on criteria of thematic relevance. The review categorized play therapy into five approaches, including direct social, music and movement, visual and manipulative, collaborative play, and physical intervention. The review found that all of these approaches can improve social dimensions such as eye contact, reciprocal communication, cooperation and emotional expression. The conclusion of this study suggests that play therapy should be integrated into inclusive education practices as part of social interventions for learners with ASD
MENGKAJI PELUANG PROBLEM BASED LEARNING BERORIENTASI ESQ PADA ISU FOOD WASTE DALAM MENINGKATKAN SUISTAINABILY CONSCIOUSNESS SISWA
The issue of food waste represents a global challenge with profound environmental, economic, and social consequences, serving as a barrier to achieving the Sustainable Development Goals (SDGs). In Indonesia, the high rate of food waste underscores the need for transformative educational strategies that cultivate students’ sustainability consciousness. While numerous studies have explored Problem-Based Learning (PBL) as an effective approach for developing critical thinking, collaboration, and problem-solving skills, limited attention has been given to its potential for internalizing moral and spiritual values that drive sustainable behavior. This article addresses that gap by analyzing the potential of integrating Emotional Spiritual Quotient (ESQ)-oriented PBL to enhance sustainability awareness through the contextual issue of food waste. Using a integrative literature review of 25 key publications (2018–2025) from reputable databases and international reports, the findings reveal that ESQ integration within PBL enriches the affective and conative domains of learning by instilling values of responsibility, balance (mizan), and human stewardship (khalifa fil ardh).The main finding highlights that ESQ-based PBL promotes a holistic form of sustainability consciousness encompassing cognitive, emotional, and spiritual dimensions. Educationally, this model offers an innovative and culturally relevant pedagogical framework for biology learning, empowering students to transform sustainability values into meaningful actions aligned with Indonesia’s moral and religious contexts.Isu food waste merupakan tantangan global yang berdampak serius terhadap lingkungan, ekonomi, dan sosial, serta menjadi hambatan dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Di Indonesia, tingkat food waste yang tinggi menuntut adanya strategi pendidikan transformatif untuk menumbuhkan sustainability consciousness siswa. Artikel ini bertujuan menganalisis peluang penerapan Problem-Based Learning (PBL) berorientasi Emotional Spiritual Quotient (ESQ) dalam meningkatkan kesadaran keberlanjutan melalui isu food waste. Penelitian ini menggunakan pendekatan literature review dengan menelaah 25 artikel kunci yang diterbitkan pada rentang 2018–2025 dari basis data bereputasi serta laporan resmi lembaga internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa PBL efektif dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan pemecahan masalah melalui penyajian persoalan autentik. Namun, efektivitasnya dalam menginternalisasi nilai moral dan spiritual masih terbatas. Integrasi ESQ memperkuat dimensi afektif dan konatif pembelajaran dengan menanamkan nilai tanggung jawab, keseimbangan (mizan), serta peran manusia sebagai khalifa fil ardh. Dalam konteks pendidikan biologi, penerapan PBL berbasis ESQ pada isu food waste berpeluang membentuk kesadaran keberlanjutan yang komprehensif, tidak hanya pada aspek kognitif, tetapi juga emosional dan spiritual. Dengan demikian, model PBL-ESQ dapat menjadi pendekatan pedagogis inovatif dalam mendukung pendidikan keberlanjutan sekaligus relevan dengan konteks kultural dan religius siswa di Indonesia