1,755,238 research outputs found

    Ratna

    Full text link
    ABSTRAK\ud Telah dilakukan penelitian ???Kemampuan Beberapa Isolat Bakteri Endosimbion Cacing Tanah Lumbricus rubellus dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Salmonella typhi dan Staphylococcus aureus???. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan beberapa isolat bakteri endosimbion cacing tanah Lumbricus rubellus dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella thypi dan Staphylococcus aureus. Isolasi bakteri cacing tanah Lumbricus rubellus menggunakan medium NA (Nutrient Agar). Pengamatan karakter isolat bakteri dari cacing tanah Lumbricus rubellus meliputi morfologi koloni, pengecatan gram dan endospora. Pengamatan morfologi koloni menunjukkan berbagai variasi warna, bentuk, tepi dan elevasi dari setiap isolat. Hasil pengamatan mikroskopis menunjukkan terdapat 7 isolat bakteri bersifat gram positif dan 3 isolat bakteri gram negatif dan terdapat bakteri yang berbentuk bulat dan batang serta terdapat 2 isolat yang memiliki endospora. Ke-5 isolat dilakukan pengujian daya hambat. Hasil uji daya hambat setelah inkubasi selama 15 hari memperlihatkan bahwa ke-5 isolat endosimbion cacing tanah Lumbricus rubellus mampu menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi dan Staphylococcus aureus yang ditandai dengan peningkatan diameter zona hambat yang besar terhadap kontrol posistif Kloramfenikol. Sifat penghambatan ke-5 isolat bersifat bakteriosida.\ud Kata kunci: Cacing tanah (Lumbricus rubellus),bakteri endosimbion, waktu inkubasi, Salmonella typhi dan Staphylococcus aureus

    Kembang Ratna

    Full text link
    Bunga ratna merupakan sekuntum bunga yang sering digunakan untuk kepentingan upacara keagamaan dalam Agama Hindu. Ratna, sebuah keagungan, kesederhanaan, keindahan yang tersirat di balik maknanya yang mendalam. Bunga ratna melalui proses perputaran hidup sama seperti makhluk hidup lainnya, tumbuh dari bibitnya, hidup subur di tengah-tengah tumbuhan lainnya, serta dapat layu dan rapuh seiring berjalannya waktu. Namun setelah layu dan rapuhnya bunga ratna tersebut akibat dipetik setelah digunakn sebagai sarana upacara, dapat tumbuh kembali dari biji bunga ratna yang berserakan menjadi bunga ratna baru

    Ratna Listy Luncurkan Tembang Jawa Kontemporer

    No full text
    Ratna memaparkan bahwa single lagu 'Sesaji' merupakan kolaborasi Pancal Record dengan Mata Langit. Tepatnya, bisa disebut bergenre Jawa Kontemporer karya musisi dan pencipta lagu bernama Pancal.Selain itu mengangkat tradisi budaya Jawa, tentunya dengan maksud agar tetap lestari di bumu Pertiwi ini

    Wujud Garapan Kembang Ratna

    Full text link
    Wujud merupakan salah satu bagian dari tiga elemen karya seni (wujud, isi/bobot, dan penampilan), serta menjadi elemen dasar yang terkandung dalam karya seni. Wujud adalah sesuatu yang dapat secara nyata dipersepsikan melalui mata atau telinga atau secara abstrak yang dapat dibayangkan atau dikhayalkan. Deskripsi Garapan Kembang Ratna merupakan sebuah garapan tari kreasi Palegongan yang tidak menggunakan pakem-pakem tari Legong, namun terinspirasi pada gerakan-gerakan luwes dari Legong klasik, dan dikembangkan sesuai kebutuhan garapan. Garapan Kembang Ratna tidak memuat dan mengangkat unsur cerita di dalamnya, tetapi menampilkan wujud serta karakter bunga ratna. Seperti yang diketahui, karakter dari bunga ratna, yaitu agung, sederhana, dan indah. Sedangkan wujud bunga ratna, yaitu bunga ratna memiliki bentuk yang kecil, namun dapat hidup subur di tengah-tengah tumbuhan lainnya, serta dapat layu dan rapuh seiring berjalannya waktu. Ide garapan terinspirasi saat penata melihat setangkai bunga ratna yang dipasangkan di setiap bangunan suci (pelinggih) pada waktu diselenggarakannya upacara keagamaan

    Analisa Penyajian Garapan Kembang Ratna

    Full text link
    Garapan tari kreasi Palegongan Kembang Ratna disajikan ke dalam bentuk tari kelompok yang ditarikan oleh tujuh orang penari putri, yang bertemakan perputaran hidup, karena bunga ratna juga melalui suatu proses dalam kehidupannya sebagai tumbuhan. Garapan tari Kembang Ratna menampilkan wujud dan karakter bunga ratna. Karakter dari bunga ratna yang agung, sederhana, dan indah. Sedangkan wujud bunga ratna, yaitu bunga ratna memiliki bentuk yang kecil, namun dapat tumbuh subur di tengah-tengah tumbuhan lainnya, serta dapat layu dan rapuh seiring berjalannya waktu. Durasi yang digunakan dalam tari kreasi Palegongan Kembang Ratna adalah kurang lebih 12 menit, dengan struktur garapan terdiri dari 6 bagian, yang diharapkan mampu menjadi satu kesatuan yang utuh sehingga dapat terwujud karya seni yang berkualitas. Tempat Pertunjukan Ujian Tugas Akhir Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar diadakan di stage prosenium, gedung Natya Mandala, ISI Denpasar. Garapan tari kreasi Palegongan Kembang Ratna dipentaskan pada tanggal 26 Mei 2010. Penataan pola lantai biasanya disesuaikan dengan keadaan stage yang berbentuk prosenium tersebut, dan penikmat karya seni hanya dapat menyaksikan pertunjukan dari arah depan saja. Suasana yang ditampilkan pada garapan Kembang Ratna didukung dengan tata lampu (lighting), serta penggunaan layar yang memang sesuai dengan kostum dan kebutuhan garapan. Berikut adalah gambar stage prosenium gedung Natya Mandala, ISI Denpasar, yang dilengkapi dengan pembagian ruang lantai dan arah hadap penari. Kostum/Tata Busana Kostum atau tata busana merupakan salah satu bagian penting dalam penyajian sebuah garapan tari sebagai elemen pendukung tari, karena melalui kostum penikmat dapat menangkap kesan perwatakan dan karakter yang dibawakan sehingga penikmatnya dapat membedakan setiap garapan tari yang ditampilkan. Sebagai wahana intrinsik, penataan kostum atau tata busana dapat mempengaruhi nilai artistik suatu karya seni yang menunjang keberhasilan suatu pementasan. Maka dari itu, perlu dipikirkan mengenai pemilihan warna, dan desain kostum yang harus disesuaikan dengan tema, ide, konsep garapan, maupun efek tata lampu (lighting). Penataan kostum tari kreasi Palegongan Kembang Ratna menggunakan ciri kostum tari Legong yang telah ada. Pengembangan dalam kostum garapan disesuaikan dengan ide, konsep dan kebutuhan garapan dengan masih mempertahankan penggunaan gelungan, bancangan, sesimping, lamak, dan properti kipas. Kostum garapan tari Kembang Ratna menggunakan konsep minimalis dengan didesain sesederhana mungkin tanpa menggunakan banyak aksen prada dan menggunakan perpaduan warna putih susu, ungu, serta hijau yang disesuaikan dengan efek lampu agar tidak terkesan glamour. Penggunaan warna ini didasarkan atas dua macam warna bunga ratna asli, yaitu bunga ratna berwarna ungu, dan bunga ratna berwarna putih, sedangkan warna hijau dapat dikatakan sebagai pemanis. Adapun kostum yang digunakan dalam tari kreasi Palegongan Kembang Ratna adalah sebagai berikut : Hiasan Kepala - Gelungan yang sudah jadi dan terbuat dari kulit, terdiri dari krun, petitis, dan prakapat. - Bancangan dua buah dengan kombinasi bunga kamboja imitasi dan tiruan bunga ratna - Subeng Hiasan Badan - Kain prada berwarna putih susu dengan tepi berwarna ungu - Baju lengan ¾ berwarna putih susu dengan tepi berwarna ungu - Angkin dengan kombinasi warna putih susu dengan ungu - Lamak kain berwarna hijau, dan ungu berisi hiasan tiruan bunga ratna - Sesimping kain berwarna ungu dengan tepi emas berisi glenter tiruan ratna - Ampok-ampok dari bahan kulit dengan kain berlapis pada bagian samping berwarna ungu dan hijau, yang berisi hiasan bunga ratna - Tutup dada berwarna ungu dengan hiasan emas - Gelang kana berwarna ungu dengan hiasan kulit. Tata Rias Wajah Tata rias dalam sebuah garapan tari selalu disesuaikan dengan peran dan karakter tari yang dibawakan. Tata rias wajah bertujuan untuk mempertegas dan memperkuat ekspresi wajah dari para penari. Tata rias yang digunakan dalam tari kreasi Palegongan Kembang Ratna adalah tata rias panggung putri halus, seperti tari Legong pada umumnya karena tidak ada penonjolan karakter tokoh. Adapun perlengkapan yang digunakan dalam tata rias garapan Kembang Ratna adalah menggunakan make up modern sebagai berikut : - Milk cleansing Viva : untuk membersihkan wajah. - Face tonic Viva : untuk menyegarkan wajah. - Alas bedak padat berwarna coklat : untuk foundation wajah sehingga pori-pori wajah tertutupi dan bedak tabur dapat melekat dengan baik. - Bedak tabur Viva : digunakan setelah alas bedak untuk menutupi kekurangan-kekurangan pada wajah. - Pensil alis ranee : untuk menyempurnakan bentuk alis, mempertegas alis, dan digunakan untuk membuat caling kidang (hiasan di cambang) serta srinata (hiasan di dahi). - Eye shadow ranee dan rivera : digunakan pada hidung (berwarna coklat dan putih) untuk mempertegas garis hidung, digunakan pada kelopak mata (berwarna kuning, merah dan biru) untuk memberi aksen pada mata sehingga mata kelihatan lebih hidup. - Air linier cair rubotan : untuk mempertegas alis, dan digunakan pada garis mata atas dan bawah agar kelihatan lebih tajam. - Merah pipi daisy : untuk menutupi ketidaksempurnaan bentuk wajah. - Lipstik ranee : untuk membuat bibir terlihat lebih cantik dan mencegah kekeringan pada bibir. - Bulu mata palsu : agar bulu mata terlihat lebih jelas. Properti Properti yang digunakan dalam garapan tari kreasi Palegongan Kembang Ratna adalah kipas, yang telah menjadi identitas dari tari Legong pada umumnya. Dalam mendukung garapan, kipas memiliki peranan yang penting sebagai properti dan bagian dari tari. Penggunaan kipas dapat mendukung suasana dan ekspresi gerak yang ingin ditampilkan. Kipas yang digunakan dalam garapan tari Kembang Ratna terbuat dari kain dengan kombinasi warna ungu, putih, dan hijau yang divariasikan bentuknya, dan dihiasi dengan prada. Musik Iringan Tari Musik merupakan partner tari yang berperan sebagai penegas suasana, gerak, dan penggugah rangsangan estetis bagi penari. Demikian halnya dengan garapan tari kreasi Palegongan Kembang Ratna. Musik iringan yang digunakan dalam garapan tari ini adalah gamelan Semar Pegulingan Saih Pitu. Alasan pemilihan gamelan Semar Pegulingan Saih Pitu adalah gamelan Semar Pegulingan ini memiliki 7 patutan atau patet yang berbeda, yaitu patet Selisir, patet Tembung, patet Sunaren, patet Lebeng, dan patet Baro. Kelima patet dimanfaatkan untuk pencapaian nuansa yang berbeda dari karakter oktafnya. Penentuan nada tergantung dari pengolahan nada-nadanya, yang memiliki karakter masing-masing secara konvensional. Musik iringan tari ini pada bagian tertentu diisi alunan vokal yang bertujuan mempertegas suasana yang ingin disampaikan melalui garapan tari Kembang Ratna. Pendukung musik iringan tari kreasi Palegongan Kembang Ratna adalah Sekaa Gong Nataraja, Banjar Mekar Sari, Padang Tegal, Ubud. Sedangkan penata iringannya adalah Dewa Alit. Adapun perangkat gamelan Semar Pegulingan Saih Pitu yang digunakan, terdiri dari : - Satu pasang kendang krumpung (kendang lanang dan wadon), berfungsi sebagai penguasa irama, penghubung bagian-bagian gending, membuat angsel-angsel dan mengendalikan lampah gending. - Empat tungguh gangsa pemade, berfungsi sebagai pembuat jalinan dan ubit-ubitan. - Empat tungguh gangsa kantilan, berfungsi sebagai pembuat jalinan dan ubit-ubitan. - Dua tungguh jegogan, berfungsi untuk memperjelas tekanan-tekanan gending. - Dua tungguh jublag, berfungsi untuk menjalankan patron-patron gending. - Satu buah kajar Palegongan, berfungsi untuk mengendalikan jalannya lagu dan sebagai mat yang tetap berulang ulang terutama pada bagian lagu yang cepat bersama dengan instrumen kendang. - Satu pangkon ceng-ceng ricik, berfungsi bersama kendang dalam mengendalikan dan membuat angsel-angsel dan variasi gending-gending. - Enam buah suling, berfungsi sebagai penghias, pemanis gending dan untuk transisi. - Satu buah kemong, berfungsi untuk mematok ruas-ruas lagu. - Satu buah klenang, berfungsi untuk mematok ruas-ruas lagu. - Satu tungguh gong, berfungsi sebagai finalis dan semi finalis gending. - Satu tungguh kempur, berfungsi untuk mematok ruas-ruas lagu seperti pada bagian pengawak gending pada gending-gending lelambatan

    Faculty Profile: Ratna Chandrasekhar

    Full text link
    Profile of Ratna Chandrasekhar, Head of Reference at the BSC Maxwell Library

    Les Femmes Indonesiennes Dans Les Nouvelles De Ratna Indraswari Ibrahim

    Full text link
    Madame (Mbak) Ratna, comme on avait I'habitude d'appeler Ratna Indraswari Ibrahim, est une source d'inspiration pour moi. Le combat de Mbak Ratna, sa fidelite au monde de la litterature l'ont conduite a devenir un champion du monde litteraire indonesien. Les handicaps physiques de Ratna n'ont pas du tout gene ses efforts pour ecrire et agir

    HOAXS KASUS RATNA SARUMPAET

    No full text
    Kasus Ratna sarumpaet merupakan menyebarkan berita hoax melalui pertama kali viral media sosial facebook akun yang menyebar melalui facebook Swary Utami Dewi Yang berisi tangkapan layar dari aplikasi pesan WhatsApp pada 2 Oktober 2018 serta foto Ratna.Ratna Sarumpaet mengaku dianiaya sejumlah orang di Bandung, Jawa Barat pada Selasa 21 September 2018.Semua manusia tak luput dari kesalahan,untuk dapat tidak melakukan kebohongan atau tindakan yang kurang baik lagi,Ratna Sarumpaet dapat melakukan refleksi hati nurani menurut buku Filsafat Moral.Semua tindakan atau prilaku tidak dapat hilang jika tidak dilakukan dengan setiap hari sampai menjadi karakter

    Metode Pengajaran Berbasis Karakter Untuk Anak Usia Dini (Telaah Pemikiran Ratna Megawangi)

    No full text
    Character-based teaching methods have become the focus of early childhood education, where early childhood is a very vulnerable level of Education and a unique special approach to the learning process. This study aims to describe and analyze Character-Based Teaching Methods for Early Childhood: An Examination of Ratna Megawangi Thoughts. This study used a qualitative approach by conducting a literature review. This approach shapes children's character through direct learning and practical experience. Meanwhile, the application of character-based teaching methods requires teachers who have a deep understanding of character values to be developed skills in integrating character learning into the curriculum and daily activities, on the other hand also involving parents and the child's social environment in the educational process; to create an environment that supports the development of children's character. The results of this study indicate that there are several teaching methods in kindergarten that can be a concern for educators in developing children's character, including reading, writing and arithmetic schemes, linked to giving grades and report cards, criticism and information on learning outcomes that tend to be negative, class quiet and one-way learning process, as well as intense in the classroom without ice-breaking for a long time.Abstrak, Metode penelitian ini adalah library research Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metode pengajaran karakter yang dikembangkan Ratna Megawangi untuk anak usia dini.. Penelitian ini berkesimpulan bahwa metode pembelajaran berbasis karakter yang dikembangkan oleh Ratna Megawangi pada anak usia dini adalah knowing the good, reasoning the good, feeling the good, acting the good, dan Developmentally Approriate Practices. Menurutnya, ada beberapa metode pengajaran di Taman kanak-kanak yang dapat menjadi perhatian bagi para pendidik, dalam perkembangan karakter anak, diantaranya: skema membaca, menulis dan berhitung (calistung), terpaut pada pemberian nilai dan raport, kritikan dan informasi hasil belajar yang cenderung negatif, kelas sunyi dan proses belajar satu arah, serta intens didalam kelas tanpa ice breaking dalam waktu yang lama. Kata Kunci: Metode Pengajaran, Karakter, Anak Usia Dini, Ratna Megawangi
    corecore