304 research outputs found
Phytoplankton Composition and Abundance as an Indicator of Water Quality in The Post-Sand Mining Swamp of Kranjingan, Jember
AbstractThe analysis of water quality in the post-sand mining swamp of Kranjingan indicates that the aquatic environment is in relatively good condition, with a neutral to slightly alkaline pH, stable temperature, and total dissolved solids (TDS) within acceptable limits. Although slight variations were observed between stations, particularly at Station 4, which recorded the highest TDS value, the overall water conditions still support the sustainability of the aquatic ecosystem and allow for various sustainable utilizations. The study's objective is to analyze the water quality in the post-sand mining swamp of Kranjingan and evaluate the sustainability of the aquatic ecosystem in the area. This research also aims to understand the composition and abundance of phytoplankton to determine the trophic status of the ecosystem. The study results show that the composition and abundance of phytoplankton in the post-mining swamp exhibit oligotrophic characteristics, with a dominance of the Cyanophyta phylum, particularly Microcystis. The highest phytoplankton diversity was found at Station 2, while Station 4 demonstrated relatively stable abundance. These findings provide essential insights into the management and utilization of post-sand mining swamps for both ecological and economic purposes. Keywords: phytoplankton, water quality, post-sand mining swamp, Kranjingan, Jembe
PENERAPAN SISTEM PENGELOLAAN KEUANGAN DESA (SILOKDES) DI DESA MANCON KECAMATAN WILANGAN KABUPATEN NGANJUK
PENERAPAN SISTEM PENGELOLAAN KEUANGAN DESA (SILOKDES) DI DESA MANCON KECAMATAN WILANGAN KABUPATEN NGANJUK
Ratih Anggraini
S1 Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya
[email protected]
Eva Hany Fanida, S.AP., M.AP.
S1 Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya
Abstrak
Sistem pengelolaan Keuangan Desa (Silokdes) adalah sebuah media elektronik yang digunakan pemerintah desa untuk merencanakan, mengelola dan melaporkan dana yang telah digunakan oleh desa sebagai media akuntabilitas dan transparansi dalam kegiatan perencanaan ataupun hasil dari pengelolaan pembangunan. Desa Mancon Kecamatan Wilangan Kabupaten Nganjuk merupakan salah satu desa pengguna Silokdes di Kabupaten Nganjuk. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan Silokdes di Desa Mancon. Jenis metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Fokus penelitian dalam penelitian ini adalah berdasarkan Indikator-indikator dalam penerapan Electronic Government menurut Indrajid (2002) yang terdiri dari Data Infrastruktur, Infrastruktur Legal, Infrastruktur Institusional, Infrastruktur Manusia, Infrastruktur Teknologi, dan Strategi Pemikiran Pemimpin. Berdasarkan hasil penelitian bahwa jelasnya pembagian data infrastruktur yang digunakan dalam penerapan Silokdes. Indikator Infrastruktur legal yaitu berpedoman Pada Peraturan Bupat Nganjuk Nomor 10 tahun 2014. ndikator Infrastruktur Instusional, Desa Mancon merupakan desa Koordinator di Kecamatan Wilangan dalam penerapan Silokdes. Indikator Infrastruktur Manusia, operator Silokdes Desa Mancon berjumlah satu orang. Indikator Infrastruktur Teknologi, sarana dan prasarana yang di memiliki Mancon untuk mendukung pelaksanaan penerapan Silokdes sudah baik dan sudah lengkap. Indikator Strategi Pemikiran Pemimpin, Kepala Desa Mancon memiliki memiliki visi dan misi yang sejalan dengan penerapan Silokdes.
Kata kunci : Penerapan, E-Gov, Sistem Pengelolaan keuangan Desa (Silokdes
PENGARUH TRANSFER PRICING DAN THIN CAPITALIZATION TERHADAP PENGHINDARAN PAJAK DENGAN LEVERAGE SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi pada Perusahaan Sektor Properti dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2022)
Skripsi dengan judul “Pengaruh Transfer Pricing dan Thin Capitalization terhadap Penghindaran Pajak dengan Leverage sebagai Variabel Moderasi” ini ditulis oleh Ratih Anggraini, NIM. 12640320205, Program Studi Akuntansi Syariah, Jurusan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dengan pembimbing Zaki Bahrun Ni’am, S.Pd., M. Akun. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terjadinya fenomena-fenomena penghindaran pajak yang semakin marak di Indonesia dan terjadi di berbagai sektor. Hal ini tentunya akan merugikan negara karena penerimaan dari sektor perpajakan merupakan penyumbang dana terbesar dalam postur APBN Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis pengaruh transfer pricing terhadap penghindaran pajak, (2) menganalisis pengaruh thin capitalization terhadap penghindaran pajak, (3) menganalisis pengaruh transfer pricing yang dimoderasi oleh leverage terhadap penghindaran pajak, (4) menganalisis pengaruh thin capitalization yang dimoderasi oleh leverage terhadap penghindaran pajak. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan tingkat signifikansi 5%. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dengan studi dokumentasi melalui website resmi Bursa Efek Indonesia. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 13 perusahaan sektor properti dan real estate yang terdaftar di BEI selama periode 2018 – 2022 dengan totral 65 data. Penelitian ini menggunakan analisis regresi data panel dengan bantuan software Eviews 12.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Transfer pricing tidak berpengaruh signifikan terhadap penghindaran pajak, (2) Thin capitalization berpengaruh signifikan terhadap penghindaran pajak, (3) Transfer pricing yang dimoderasi oleh leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap penghindaran pajak, (4) Thin capitalization yang dimoderasi oleh leverage berpengaruh signifikan terhadap penghindaran pajak, leverage memperlemah pengaruh thin capitalization terhadap penghindaran pajak. Kata Kunci: Transfer Pricing, Thin Capitalization, Leverage, Penghindaran Paja
Implementasi Kesehatan Keselamatan Kerja dan Hygiene Sanitasi Pada Pembelajaran Praktikum di SMK Negeri 3 Malang
ABSTRAK Anggraini, Ratih. 2013. Implementasi Kesehatan Keselamatan Kerja dan Hygiene Sanitasi (K3HS) pada Pembelajaran Praktikum di SMK Negeri 3 Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Teti Setiawati, M.Pd (II) Dr. Dwi Agus Sudjimat, S.T., M.Pd Kata Kunci: kesehatan keselamatan kerja, hygiene sanitasi, peran guru Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi prosedur kesehatan keselamatan kerja dan hygiene sanitasi pada pembelajaran praktikum ditinjau dari peranan guru dalam melakukan proses implementasi dalam suatu pembelajaran praktikum kompetensi keahlian jasa boga di SMK Negeri 3 Malang. Rancangan penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sumber data penelitian ini adalah guru kompetensi keahlian jasa boga yang mengajar mata pelajaran produktif (praktikum) di kelas XII Kompetensi Keahlian Jasa Boga. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi dan kuesioner atau angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kesehatan keselamatan kerja dan hygiene sanitasi pada pembelajaran praktikum di SMK Negeri 3 Malang sebagai berikut: (a) peran guru dalam implementasi K3HS pada pembelajaran praktikum rata-rata menunjukkan kategori standar, namun dari 24 aspek pengamatan 6 aspek diantaranya menunjukkan rata-rata cukup standar. Artinya bahwa keenam aspek tersebut perlu diperbaiki agar proses pembelajaran terstandar; dan (b) sikap siswa terhadap implementasi prosedur K3HS pada pembelajaran praktikum yang dilakukan guru rata-rata menunjukkan kategori standar, namun perhatian dan pengawasan guru lebih diintensifkan mengingat pada aspek pelaksanaan piket dan aspek siswa melakukan kesalahan ketika guru lengah dalam pengawasan menjadi suatu aspek yang masih dilakukan peserta didik pada saat pelaksanaan praktikum. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa implementasi K3HS pada pembelajaran praktikum di SMK Negeri 3 Malang dikategorikan standar dengan kriteria baik, namun juga terdapat kekurangan dalam beberapa aspek yang perlu diperbaiki. Pada indikator kesesuaian RPP, seharusnya guru menyertakan prosedur K3HS sebagai bagian dari proses implementasi karena pada dasarnya prosedur K3HS merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembelajaran praktikum. Sekolah seharusnya memiliki standar operasional prosedur tersendiri sebagai acuan bagi peserta didik dalam melaksanakan praktikum, sehingga proses pembelajaran praktikum memiliki acuan standar pada setiap prosedur kerja di laboratorium. Secara umum dan menyeluruh peran guru perlu ditingkatkan selama pembelajaran praktikum berlangsung, mengingat pengawasan dan perhatian secara konsisten dan kontinyu terhadap siswa masih diperlukan walaupun siswa sudah berada di kelas XII
KARAKTERISTIK SIFAT FISIK DAN KIMIA TEPUNG MELINJO (GNETUM GNEMON LINN.) DENGAN VARIASI SUHU MENGGUNAKAN ALAT PENGERING TIPE TRAY DRYER
Ratih Anggraini. 1505106010015. Karakteristik Sifat Fisik dan Kimia Tepung Melinjo (Gnetum Gnemon L.) dengan Variasi Suhu Menggunakan Alat Pengering Tipe Tray Dryer. Di bawah bimbingan Bambang Sukarno Putra selaku pembimbing utama dan Rahmat Fadhil selaku pembimbing anggota.RINGKASANPemanfaatan tepung melinjo adalah sebagai produk olahan aneka makanan ringan yang dapat meningkatkan nilai jual yang tinggi. Biji dan kulit merupakan produk utama dari tanaman melinjo yang di olah oleh masyarakat. Selama ini pengeringan biji melinjo di tingkat petani masih dilakukan dengan cara manual/konvensional dengan memanfaatkan sinar matahari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik sifat fisik dan kimia tepung melinjo (Gnetum gnemon Linn.) dengan variasi suhu menggunakan alat pengering tipe tray dryer.Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah pisau, wadah, gerinder, alat pengering tipe tray dryer, timbangan, stopwacth, termometer bola basah dan bola kering. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 13 kg biji melinjo. Biji melinjo di sortasi dengan dan dikupas, kemudian biji melinjo diukur kadar air awal, kadar pati awal, dan kadar abu awal. Untuk pengukuran kadar air awal menggunakan oven. Biji melinjo yang telah dikupas lalu disangrai di atas pasir panas setelah itu dikeringkan dengan variasi suhu 35oC, 45oC dan 55oC menggunakan alat pengering tipe tray dryer. Biji melinjo kering, diukur kembali kadar air dan biji melinjo di haluskan menggunakan gerinder selama 2 menit, dan diayak menggunakan ayakan 60 mesh. Pengukuran parameter dari tepung melinjo meliputi rendemen, kadar air, kadar abu, kadar pati, serta lama waktu pengeringan menggunakan teknik analisa data rancangan acak lengkap Non faktorial dan uji organoleptik (warna, aroma dan rasa) yang menggunakan metode perbandingan eksponensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengeringan biji melinjo yang dilakukan dengan variasi suhu menggunakan alat pengering tipe tray dryer menggunakan berat bahan yang sama yaitu 500 gr. Kelembaban relatif (RH) proses pengeringan biji melinjo pada suhu 35oC sebesar 57,09%, suhu 45oC sebesar 51,00% dan pada suhu 55oC sebesar 58,02%. Proses pengeringan biji melinjo didapat hasil konstan aliran udara pada suhu 35oC sebesar 2,7 m/s, suhu 45oC dan suhu 55oC sebesar 1,6 m/s. Laju pengeringan pada suhu 35oC sebesar 1,90 %bk/menit, suhu 45oC sebesar 3,66 %bk/menit dan suhu 55oC sebesar 2,09 %bk/menit. Hasil dari kadar air akhir tepung dengan rata-rata yang dihasilkan 7,98%. rendemen tepung melinjo pada suhu 35oC sebesar 20,52% dan rendemen tepung melinjo pada suhu 55oC sebesar 19,90%. Kadar pati tepung melinjo tertinggi yaitu pati awal sebesar 58,61% dan kadar pati terendah pada suhu 55oC sebesar 47,38%. Kadar abu awal sebesar 2,38% dan kadar abu pada suhu 55 oC 1,56% . Hasil dari uji organoleptik tepung melinjo menggunakan metode perbandingan eksponensial bahwa panelis lebih menyukai tepung pada suhu 45oC sebesar 886,72 dengan alternatif keputusan urutan pertama pada suhu 45oC. Berdasarkan hasil analisis sidik ragam bahwa variasi suhu tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap kadar air, kadar pati, dan rendemen, sedangkan variasi suhu sangat berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap lama waktu pengeringan
Peer Review: Aplikasi Pelembutan Citra (Image Smoothing) Berdasarkan Komputasi Klasik dan Kuantum. Penulis ke-3 dari 3 (Dini Sundani, Fajar Ratih Anggraini, Dewi Agushinta R.)
PENGARUH RIWAYAT ATOPIK TERHADAP DERMATITIS TANGAN PADA PERAWAT RSUD DR. MOEWARDI
ABSTRACT
Effect of Atopik History on Hand Dermatitis among Nurses in DR. Moewardi Surakarta Hospital
Efa Anggraini, Ratih Pramuningtyas
Medical School, Muhammadiyah Surakarta University
Background: In 2016, DR. Moewardi Hospital begins Accreditation of JCI, so that there are many improvement programs at the hospital, one of them was Handwashing Program for healthcare provider. Besides contacts with water, handwash also using irritant materials and endogenous factors such as history of atopik can cause hand dermatitis.
Goals: This study aim to know the effect of atopik history on hand dermatitis in DR. Moewardi Surakarta Hospital.
Method: This was an observational analytic study with cross sectional approach that conducted among nurses in DR. Moewardi Surakarta Hospital. We used primary data from a standard questionnaire, Nordic NOSQ-UK-SHORT-2002, which has been translated Into Indonesian. The sampling technique was purposive sampling. Subject of this study was all nurses in DR. Moewardi Surakarta Hospital. Data were collected and analyzed by SPSS 17.0 program.
Result: Statistical test using Spearman test showed significant value 0.01, so it meant there was an influence of atopik history on hand dermatitis statistically. Data from the analysis showed correlation coefficient of 0.42 that meant that person who has history of atopik dermatitis was moderately correlated to the occurrence of hand dermatitis.
Conclusion: There is an effect of atopik history on hand dermatitis among nurses in DR. Moewardi Surakarta Hospital.
__________________________________________________________________
Key words: Atopik history, Hand dermatiti
Analisis Struktur Dan Nilai Moral Dalam Seri Cerita Rakyat Riau Karya Maria Rosa Anggraini, S.s.
Rakyak story is one of the fictional literary works in which there are elements that build the story and contain values that can be applied in human life. The lack of interest of teenagers today to read a folk tale due to the times, they chose to play gadgets and games. Though there are so many lessons and values in life that can be obtained in folklore. After reading the book collection of the Riau Folklore Series by Maria Rosa Anggraini, S.S. The author discovers the existence of structures and moral values in these literary works. Literary works in this contain the structure of the story that is in the form of themes, flow, background, figure, character and mandate, as well as moral values related to responsibility, conscience and obligation. This is what makes the writer interested in researching the collection of Riau Folklore Series by Maria Rosa Anggraini, S.S. Problems in this study 1) What is the structure contained in the collection of Riau Folklore Series compiled by Maria Rosa Anggraini, S.S.? 2.) What is the moral value contained in the collection of the Riau Folk Story Series compiled by Maria Rosa Anggraini, S.S. the scope of the study of literature, especially literary criticism that examines structure and moral values. The theory used to analyze the problem of this study is Priyatni (2012). Nurgiantoro (2013) and supporting theories such as Suroto (1990). Hamidy (2012). The method used in this research is descriptive method with a qualitative approach. The techniques used in this study are documentation techniques and hermeneutical techniques. The data analysis technique is the presentation technique referred to by Hamidy, uu (2003). The results of this study suggest the elements of inter-national and moral values contained in the Riau Folklore Series by Maria Rosa Anggraini, S.S. Interinsic elements include 1) theme, 2) plot, 3) background, 4) character and character, 5) mandate. Whereas moral values include 1) moral values related to responsibility, 2) moral values related to conscience, 3) moral values related to obligations
HASIL TES KOMPETENSI SESI 4
SELAMAT, ANDA DINYATAKAN LULUS!
Nur Chabibah | 22.A1.072/EP-LPPSDM/X/2022
Ratih Rahmawati | 22.A1.073/EP-LPPSDM/X/2022
Ahmad Wahyu Hidayat | 22.A1.074/EP-LPPSDM/X/2022
Eni Erwantiningsih | 22.A1.075/EP-LPPSDM/X/2022
Ariyani Noviantari | 22.A1.076/EP-LPPSDM/X/2022
Aveny Septi Astriani | 22.A1.077/EP-LPPSDM/X/2022
Hidayatul Dina | 22.A1.078/EP-LPPSDM/X/2022
Fransiska Anggraini | 22.A1.079/EP-LPPSDM/X/202
Profiling of Intestinal Microbial Diversity by PCR-DGGE Genes Coding for 16S rDNA and Immunity Status of the Orange Spotted Grouper (Epinephelus coioides) Following Probiotic Bacillus subtilis Administration
Groupers are an important mariculture fish in Taiwan and Southeast Asian countries. The rapidly growing orange spotted grouper (Epinephelus coioides) has experienced relatively severe bacterial disease problems. The proliferation of pathogens in fish can be suppressed by commensal microbiota. In this context, probiotic seem to offer an attractive alternative. Bacillus subtilisis a probiotic bacteriumthat is administered in diet to suppress proliferation of pathogens. In the present study, E.coioideswere fed for 6 months with diets containing B.subtilis at 0 (control), 0.1 % and 1 %. Percent weight gain and feed efficiency of the 0.1 and 1 % groups were significantlybetter than the control group. The innate cellular response, respiratory burst of the fish fed the 1 % and 0.1 % diet was significantly higher compared to the control group on 10 or 20 days after feeding, and even moresignificanton 30 days.ProbioticBacillus subtilis increased the fish\ue2s intestinal microbial diversity as measured by visible band number and Shannon diversity indexin DGGE analysis. Probiotic Bacillus subtilis also stimulated the population of bacterial species likePaenibacillussp,Lactobacillus oenistrain 59 b, and Methilacidophiluminfernorumstrain V4 that beneficial for Epinephelus coioides. The best dose of probiotic Bacillus subtilis based on growth performances, innate cellular responses and profile of microbiota in fish intestines is 0.1 %, which showed equal efficacy as the 1% diet
- …
