1,720,978 research outputs found
DAMPAK INDUSTRI TERHADAP PERUBAHAN POLA INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT DI DESA SUKANEGARA KECAMATAN TANJUNG BINTANG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
Maximum Power Point Tracker (MPPT) Sebagai Metode Pemaksimalan Daya Solar cell untuk Charging Baterai Eco Solar Boat
Waktu charging baterai pada perlombaan Eco Solar Boat menggunakan solar cell sebagai sumber energi untuk charging hanya dibatasi 45 menit sebelum semi final dan pada tahap menuju final hanya 15 menit. Daya solar cell yang digunakan untuk men-charging baterai dipengaruhi oleh radisasi dan suhu sekitar. Diperlukan suatu metode agar daya solar cell yang dihasilkan maksimal sesuai radiasi dan suhu yang diterima solar cell. Sehingga ketika daya maksimal hasil charging akan lebih optimal. Untuk menyelesaikan masalah tersebut dapat digunakan metode Maximum Power Point Tracker (MPPT).
Maximum Power Point Tracker (MPPT) adalah sistem elektronik yang berfungsi untuk membuat solar cell bekerja pada titik daya maksimumnya. Algoritma yang digunakan adalah Perturb and Observe (P&O). Penelitian ini akan membandingkan charging baterai antara metode MPPT dan tanpa MPPT.
Berdasarkan hasil penelitian, charging baterai menggunakan MPPT lebih baik daripada tanpa menggunakan MPPT baik dalam waktu 15 menit dan 45 menit. Hasil charging baterai tanpa MPPT dalam waktu 15 menit yang terbesar adalah 0.04V. Sedangkan dalam waktu 45 menit hasil charging yang paling besar adalah 0.13V dari tegangan baterai awal. Hasil charging baterai dengan MPPT dalam waktu 15 menit yang terbesar adalah 0.29V. Sedangkan dalam waktu 45 menit hasil charging yang paling besar adalah 0.66V dari tegangan awal
Analisis Kesesuaian Lahan Dan Daya Dukung Kawasan Untuk Wisata Snorkeling Dan Diving Di Pantai Tanjung Gelam Taman Nasional Karimunjawa
Pantai Tanjung Gelam merupakan salah satu objek wisata di Pulau
Karimunjawa. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 18 Februari – 7 Maret 2019
di Pantai Tanjung Gelam Taman Nasional Karimunjawa. Penulis memilih lokasi
karena pantai tersebut menyediakan panorama keindahan khususnya bawah laut
yang masih alami. Namun sampai sampai saat ini belum diketahui sebenarnya
nilai kesesuaian untuk wisata snorkeling dan diving.
Penelitian ini menggunakan metode Line Intercept Transect (LIT) untuk
memperoleh data terumbu karang dan Underwater Visual Census (UVC) untuk
memperoleh data ikan karang. Metode pengumpulan data salah satunya
menggunakan wawancara dengan melakukan penyebaran kuesioner. Responden
terdapat tiga kelompok yaitu warga lokal, pihak pengelola dan wisatawan. Analisis
data yang digunakan yaitu tutupan karang, kelimpahan ikan, kesesuaian wisata,
daya dukung kawasan di Pantai Tanjung Gelam.
Berdasarkan hasil pengukuran dan pengamatan rata – rata persentase
tutupan karang disetiap stasiun yaitu baik. Indeks kesesuaian wisata rata – rata
perairan Tanjung Gelam untuk wisata snorkeling yaitu sesuai (S2) dan sangat
sesuai (S1) untuk wisata diving. Daya dukung kawasan wisata snorkeling mampu
menampung 104 orang/hari dan wisata selam mampu menampung 152 orang
/hari
Pesan dakwah bil hikmah pada instagram : Analisis semiotika Roland Barthes dalam postingan akun @jejakshahabat periode Januari 2020
Saat ini semakin banyak kegiatan keagamaan yang didominasi oleh kaum muda melalui media sosial internet yaitu instagram, dengan tujuan menyebarkan ajaran dakwah Islam seperti yang dilakukan oleh salah satu akun instagram @Jejakshahabat yang berdomisili di Bandung. Akun @Jejakshahabat ini berperan aktif dalam mengajak para pengikutnya di instagram untuk semakin dekat terhadap Allah SWT dalam membimbing moral, perilaku, dan cara hidup mereka dengan kegiatan dakwah di media sosial, seperti menyebarkan pesan-pesan keislaman yang dikemas dalam bentuk postingan berupa gambar, dan rutin mengadakan kajian pada hari Senin di Masjid Al-Kautsar jalan Sumbawa kota Bandung, namun karena adanya pandemic covid-19, kajian tersebut diadakan secara streaming online di instagram dan Youtube Jejakshahabat. Postingan gambar dalam akun @Jejakshahabat tentang pesan keislaman menjadi unsur penting yang mampu membuat isi pesan dakwahnya diterima dengan baik oleh pengikutanya yang merupakan anak-anak muda.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pesan dakwah bil-hikmah dengan konsep Qawlan yang terdapat di postingan akun @Jejakshahabat dengan analisis semiotika Roland Barthes, yang berfokus pada makna denotasi, konotasi, dan juga mitos.
Teori yang digunakan dan memiliki relevansi dengan penelitian ini adalah teori semiotika Roland Barthes yang gagasan nya dikenal dengan “two order of signification” mencakup Denotasi (makna sebenarnya) yaitu seperti gambar, warna latar belakang, tulisan, dan logo. Konotasi (makna ganda yang berasal dari cultural personal) pada gambar, warna latar belakang, tulisan, dan logo. Juga Mitos (tingkat penandaan kedua) yang berdiri dipundak raksasa yaitu ulama.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, ditemukan 6 postingan gambar tentang pesan keislaman dari 47 postingan selama periode bulan Januari 2020. Pada 6 postingan gambar tersebut ditemukan banyak makna Denotasi, Konotasi, dan Mitos yang relevan dengan gambar dari postingan tersebut. Pada postingan gambar ke 1 masuk kedalam konsep Qawlan Baligha, postingan ke 2 yaitu Qawlan Layyina, postingan ke 3 yaitu Qawlan Maisura, postingan ke 4 yaitu Qawlan Marufa, postingan ke 5 yaitu Qawlan Saddidan, dan postingan ke 6 yaitu Qawlan Karima
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENGUKUR KECEPATAN RENANG GAYA BEBAS 50 METER BERBASIS MICROCONTROLLER ARDUINO UNO
Penelitian ini bertujuan untuk membuat software dan hardware instrumen pengukur kecepatan renang gaya bebas 50 meter berbasis microcontroller Arduino UNO. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode Research and Development (R&D). Instrumen yang dibuat menggunakan rangkaian elektronika berbasis microcontroller Arduino UNO. Instrumen ini menggunakan sensor laser yang dipancarkan pada LDR (Light Dependent Resistor) / receiver sinar laser yang fungsinya mendeteksi halangan yang memotong sinar laser. Instrumen ini menggunakan kabel sebagai penghubung untuk transfer data, alat ini terdiri dari empat sensor yang bisa dipasang diantara jarak 0-50 meter dengan hasil tampilan kecepatan renang dalam aplikasi Monitoring renang gaya bebas 50 meter yang dibuat menggunakan software visual basic 6.0. Instrumen ini bekerja secara otomatis ketika buzzer ditekan dan langsung menjalankan timer yang ada pada aplikasi Monitoring renang gaya bebas 50 meter, ketika atlet berenang dan memotong sinar laser ditiap sensor maka sensor akan memberikan sinyal yang memberhentikan timer yang sedang berjalan dalam aplikasi Monitoring renang gaya bebas 50 meter. Sampel dari penelitian ini yaitu mahasiswa Ilmu Keolahragaan angkatan 2015. Hasil tampilan waktu tempuh dan kecepatan ditampilkan pada aplikasi Monitoring renang gaya bebas 50 meter. Output dari hasil penggunaan instrumen ini yaitu dapat mengetahui berapa kecepatan maksimal perenang tersebut, mengetahui pada jarak dan waktu keberapa akselerasi dan deselerasi terjadi, yang selanjutnya hasil akan di analisis dan dievaluasi oleh pelatih untuk meningkatkan performa atlet.
----------
This study aims to create software and hardware of Microcontroller Arduino UNO-based velocity measure instrument for 50 m front crawl swimming. Research and Development (R&D) was used by this study as the approaching method. The instrument was made using Microcontroller Arduino UNO-based electronic circuit. This instrument is using laser censor that is emitted to the receiver which function is to detect the object that cutting the laser beam or well known as LDR (Light Dependent Resistor). This instrument is using cable as the connector for transfering data, it consist of four censors which can be installed between distance of 0-50 m with the display of swimming velocity results can be seen in the 50m-front-crawl-monitoring-application which has been made using software visual basic 6.0. The instrument works automatically when its’ buzzer is pushed and then instantaneously begin the timer. When swimmer cut the laser beam in each censor, the censor will give a signal that can stop running time in the 50m-front-crawl-monitoring-application. Student of Sport Science (Ilmu Keolahragaan) major, batch 2015 became the participant of this study. The result of the time taken and velocity will be displayed in 50m-front-crawl-monitoring-application. The output by utilizing this instrument i.e. : we can be able to measure how fast the maximum velocity is; knowing the distance and time of acceleration and deceleration case, which further the results will be on the analysis and evaluated by the trainer / coach to improve the performance of athletes
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENGETAHUI PROFIL KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA
Proses pembelajaran mata pelajaran fisika di Sekolah Menengah seharusnya dilaksanakan dengan metode pembelajaran yang dapat mewadahi para siswa untuk tidak hanya dapat menguasai pengetahuan, konsep, dan prinsip fisika saja, melainkan dapat melatih para siswa agar dapat memiliki keterampilan dan sikap ilmiah. Sedangkan hasil study pendahuluan di salah satu SMK Negeri di kota Bandung menunjukan bahwa Siswa SMK kurang menguasai pengetahuan dan juga tidak memiliki keterampilan dan sikap ilmiah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Model pembelajaran berbasis masalah dapat dijadikan suatu alternative yang dapat diterapkan. Karena model tersebut dapat mewadahi siswa untuk berperan aktif dalam membangun suatu konsep yang sedang dipelajari yang dapat menyebabkan meningkatnya keterampilan proses sains dan prestasi belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil keterampilan proses sains dan peningkatan kemampuan kognitif siswa melalui penerapan model pembelajaran berbasis masalah dalam pembelajaran materi listrik dinamis arus searah. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest-posttest design dan sampel penelitiannya adalah kelas X-TITL-1 salah satu SMK Negeri di kota Bandung Tahun Pelajaran 2012/2013 dengan jumlah 31 siswa. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan instrumen tes kemampuan kognitif, lembar observasi keterampilan proses sains serta aktifitas siswa dan guru. Peningkatkan kemampuan kognitif siswa dapat diketahui dari perbandingan nilai gain yang dinormalisasi. Hasil penelitian yang diperoleh setelah diterapkan model pembelajaran berbasis masalah yaitu jumlah siswa yang dapat melaksanakan keterampilan proses sains untuk tiap aspek yaitu mengamati sebesar 47,05 %, Merumuskan hipotesis sebesar 41,17 %, Merencanakan percobaan 52,94 %, Menafsirkan sebesar 38,23 %, berkomunikasi sebesar 38,23 %, dan Menerapkan Konsep 29,41 %. Sementara Kemampuan Kognitif siswa meningkat dengan gain ternormalisasi 0.44, jadi secara umum dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah dapat mengetahui profil keterampilan proses sains dan meningkatkan kemampuan kognitif siswa.
Kata Kunci : Model pembelajaran berbasis masalah, kemampuan kognitif, keterampilan proses sains
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENGETAHUI PROFIL KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA
The process of studying the subject in high school physics should be carried out with methods that can facilitate the students to not only master the knowledge, concepts, and principles of physics alone, but can train the students to have the skills and scientific attitudes. While the results of a preliminary study in one of the SMK in the city showed that vocational students did not master the knowledge and skills and also does not have a scientific attitude. To overcome these problems, a problem-based learning model can be used as an alternative that can be applied. Because the model can facilitate students to play an active role in building a concept being studied that may lead to increased science process skills and student achievement. The purpose of this study was to determine the profile of science process skills, and increase students' cognitive abilities through the application of problem-based learning model in a dynamic learning material direct current electricity. The study design used was a one-group pretest-posttest design and research samples are class-1 X-TITL one SMK Negeri Bandung academic year 2012/2013 the number of 31 students. Data were collected by using a cognitive ability test instruments, observation sheets science process skills and activities of students and teachers. Increasing students' cognitive abilities can be seen from the comparison of the normalized gain. The results obtained after the application of problem-based learning models, namely the number of students who can carry out the science process skills to every aspect of the observe of 47.05%, 41.17% amounting to formulate hypotheses, experiments Plan 52.94%, amounting to 38.23 Interpret %, communicating by 38.23%, and 29.41% Applying Concepts. Cognitive ability students while increasing the normalized gain 0,44, so in general it can be concluded that the application of problem-based learning model to determine the profile of science process skills and enhance students' cognitive abilities.
Keywords: Model-based learning problems, cognitive skills, science process skill
Komparasi Kondisi Keandalan Tanggul Lumpur Sidoarjo Pada Musim Hujan Dan Musim Kemarau Dengan Pemodelan Geolistrik Resistivitas Dan Ground Penetrating Radar (GPR)
Semburan lumpur panas terjadi pada 29 Mei 2006 di Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo yang kemudian dinamakan Lumpur Sidoarjo (Lusi), hingga saat ini masih masih menyemburkan lumpur. Untuk mengurangi dampak yang semakin meluas dari semburan lumpur, maka dibangun tanggul, dimana tanggul Lusi merupakan tanggul buatan yang dibuat dari gundukan tanah mengelilingi area lumpur. Dengan berjalannya waktu, terjadi kondisi ketidakstabilan tanggul, salah satunya disebabkan karena terdapatnya kandungan air pada tanggul. Berdasarkan laporan PUPR (2019), tanggul pada musim hujan mengalami kenaikan kandungan air. Untuk memonitoring kondisi kandungan air pada lapisan tanggul dan retakan dekat permukaan yang menyebabkan perubahan kondisi keandalan tanggul, maka dilakukan akuisisi data metode geolistrik resistivitas dan GPR, karena sifat metodenya yang non-destruktif dan sensitif terhadap konduktivitas bahan. Pada penelitian ini, monitoring kandungan air dan potensi retakan pada tanggul dilakukan pada titik P78-79, P88-42, dan P42-41. Data geolistrik resistivitas diperoleh dari alat AGI Super Sting dan data GPR diperoleh dari alat GSSI. Dilakukan perbandingan posisi lapisan yang memiliki kandungan air pada musim hujan dan kemarau dari hasil penampang resistivitas 2D. Diperoleh posisi lapisan tanah yang terkandung air di titik P78-79 pada musim hujan hampir memenuhi seluruh bagian tanggul hingga kedalaman 74,4 m dan pada musim kemarau hanya beberapa spot bagian tanggul hingga kedalaman 45,8 m, lapisan tanah yang terkandung air di titik P88-42 musim hujan memenuhi tanggul hingga kedalaman 57,5 m dan pada musim kemarau hanya beberapa spot hingga kedalaman 47,3 m, serta lapisan tanah yang mengandung air di titik P42-41 pada musim hujan tanggul hingga kedalaman 57,5 m dan pada musim kemarau hanya beberapa spot hingga kedalaman 26,5 m. Kemudian dilakukan analisis perubahan nilai resistivitas pada musim kemarau ke musim hujan yang mengindikasikan perubahan kandungan air. Diperoleh bahwa di titik P78-79, P88-42, dan P42-41 didominasi oleh area dengan delta rho yang mendekati nol yang artinya tidak ada perubahan kandungan air, namun ditemukan area delta rho positif sebagai retakan di dekat permukaan yang menjadi celah masuknya air. Dilakukan validasi dengan penampang radargram GPR di musim hujan dan kemarau. Hanya titik P78-79 yang pola retakannya tidak dijumpai pada musim kemarau namun dijumpai pada musim hujan, yang mengartikan retakan dekat permukaan mulai muncul ketika tersaturasi air hujan.
===================================================================================================================================
A hot mudflow occurred on May 29 2006 in Renokenongo Village, Porong District, Sidoarjo Regency, which was later called the Sidoarjo (Lusi) Mud, until now it is still spewing mud. To reduce the widespread impact of mudflows, embankments were built, where the Lusi embankment is an artificial embankment made from mounds of earth surrounding the mud area. As time goes by, a condition of embankment instability occurs, one of which is caused by the presence of water content in the embankment. Based on the PUPR report (2019), the embankment in the rainy season experiences an increase in water content. To monitor the condition of the water content in the embankment layer and cracks near the surface which cause changes in the reliability of the embankment, geoelectric resistivity and GPR data acquisition methods were carried out, because the nature of the method is non-destructive and sensitive to the conductivity of the material. In this research, monitoring of water content and potential cracks in the embankment was carried out at points P78-79, P88-42, and P42-41. Geoelectric resistivity data was obtained from the AGI Super Sting tool and GPR data was obtained from the GSSI tool. A comparison of the position of layers containing water in the rainy and dry seasons was carried out from the results of the 2D resistivity cross section. It was found that the position of the soil layer containing water at points P78-79 in the rainy season almost filled the entire embankment to a depth of 74.4 m and in the dry season only a few spots on the embankment to a depth of 45.8 m, the soil layer containing water was at point P88 -42 rainy season fills the embankment to a depth of 57.5 m and in the dry season only a few spots to a depth of 47.3 m, as well as a layer of soil containing water at point P42-41 in the rainy season the embankment reaches a depth of 57.5 m and in the dry in only a few spots up to a depth of 26.5 m. Then an analysis of changes in resistivity values from the dry season to the rainy season is carried out which indicates changes in water content. It was found that points P78-79, P88-42, and P42-41 were dominated by areas with delta rho which was close to zero, which means there was no change in water content, but positive delta rho areas were found as cracks near the surface which became gaps for water to enter. Validation was carried out using GPR radargram cross sections in the rainy and dry seasons. Only point P78-79 has a crack pattern that is not found in the dry season but is found in the rainy season, which means that cracks near the surface begin to appear when saturated with rainwater
Sampek Sebagai Pengiring Tari Pampaga Suku Dayak Kenyah Dalam Sajian Wisata Di Desa Pampang Samarinda Kalimantan Timur
Sampek merupakan alat musik petik tradisional Suku Dayak Kenyah di kepulauan Kalimantan. Instrumen sampek ini sekilas mirip dengan perahu/alat transportasi utama masyarakat Kalimantan. Musik Sampek di Desa Pampang biasanya dipertunjukkan sebagai pengiring tari-tarian yang bersifat hiburan seperti: Lembada Lasan, Nyelamasakai, Pepatay, Enggang Terbang, Hudoq, Ajai Piling, Anyam Tali, Pampaga dan Leleng. Diantara beberapa pertunjukan musik sampek sebagai pengiring tari-tarian penulis lebih tertarik kepada musik sampek sebagai pengiring Tari Pampaga karena selain terdapat pertunjukan musik sampek sebagai pengiring tari terdapat pula permainan tradisional bilah-bilah bambu yang menghasilkan bunyi-bunyian seperti hentakan irama yang tidak ditemukan pada pertunjukan musik sampek yang lain yang ada di Desa Pampang. Tari Pampaga merupakan tari-tarian yang dipertunjukkan untuk menggambarkan aktivitas masyarakat Dayak Kenyah di ladang pada zaman dahulu. Namun seiring perkembangan zaman Tarian Pampaga saat ini dipertunjukkan secara rutin setiap hari Minggu sebagai sajian wisata dengan dikombinasikan dengan permainan musik sampek. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui struktur musik sampek sebagai pengiring Tari Pampaga di Desa Pampang Samarinda Kalimantan Timur dan Fungsi Musik Sampek sebagai pengiring Tari Pampaga di Desa Pampang Samarinda Kalimantan Timur dan Fungsi musik sampek sebagai pengiring Tari Pampaga dalam sajian wisata. Metode yang digunakan dalam skripsi ini adalah kualitatif, dengan pendekatan Etnomusikologis sebagai pendekatan utama. Adapun teori yang digunakan dalam memecahkan beberapa permasalahan yang dibahas seperti fungsi musik dalam tarian menggunakan teori Oha Graha, struktur musik menggunakan teori Jamalus dan fungsi musik sampek sebagai pengiring tari pampaga sebagai sajian wisata menggunakan teori R.M. Soedarsono
- …
