60 research outputs found
APLIKASI “TOUCH FOR SAFE” UNTUK ANTISIPASI TINDAK KEJAHATAN BERBASIS ANDROID
ABSTRACT
Febrianto, Ramadani, Sani. 2018. Touchforsafe application for
anticipation of action android-based crime. Final Project, Informatics
Study Program, Faculty of Engineering, Majapahit Islamic University
(UNIM).
Mentor I
: Ronny M. A., S.Kom., M.Kom.
Mentor II : Dinarta Hanum, S.Si., M.Sc.
Increasing time and time, the level of crime that is happening is
getting higher, this makes people more watchful for existing criminal acts,
with the development of technology nowadays people who see crime can
more easily contact the police, but if we ourselves who experienced
criminal acts there is no chance to contact anyone.
By utilizing mobile technology and services with Android platforms,
such as GPS, and SMS, the author makes the application "Touch For
Safe" to Anticipate Android-based Crime Actions, this application is
created using Android Studio, the application utilizes GPS (Global Position
System) and SMS facilities (Short Message Service) to retrieve
coordinates and send these coordinates to a list of contacts that have
been entered via SMS (Short Message Service).
This application also functions to record the sound that occurs
when the button is pressed, voice recording will be evidence of criminality
that occurred. The last feature of this application will lock the screen
automatically. From some respondents who filled out the questionnaire, it
can be concluded that 95% of respondents feel calm after installing this
application.
Keywords: SMS, GPS, voice record, android
Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Belanja Daerah, Dan Ipm Terhadap Ketimpangan Pendapatan Antar Daerah Di Provinsi Jawa Timur 2011-2015.
Kesejahteraan masyarakat merupakan tujuan akhir pembangunan ekonomi. Hal itu belum terwujud apabila ketimpangan pendapatan antar daerah masih lebar. Melihat kondisi tersebut, Analisa mengenai ketimpangan pendapatan antar daerah perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pertumbuhan ekonomi, belanja daerah, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap ketimpangan pendapatan antar daerah di Provinsi Jawa Timur tahun 2011-2015. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis data yang dipakai yakni data panel, 38 kabupaten/kota di Jawa Timur selama 5 tahun (2011-2015). Alat analisis menggunakan regresi panel dengan pendekatan Fixed Effect Model. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa semua variabel bebas yakni pertumbuhan ekonomi, belanja daerah, dan IPM berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan pendapatan antar daerah. Pertumbuhan ekonomi dan belanja daerah berpengaruh positif terhadap ketimpangan pendapatan antar daerah di Jawa Timur, sedangkan IPM berpengaruh negatif terhadap ketimpangan pendapatan antar daerah di Jawa Timu
OPTIMALISASI DINAS JAGA UNTUK MENCEGAH TERJADINYA BAHAYA TUBRUKAN DI MV. ORIENTAL SAMUDRA
ABSTRAKSI
Ardhana Febrianto Ramadhan. 2019. 51145276.N. Optimalisasi Dinas Jaga
Untuk Mencegah Terjadinya Bahaya Tubrukan Di MV. Oriental Samudra
Pembimbing : (I) Dr.Capt, Mashudi Rofik, M.Sc, M.Mar
(II) Poernomo Dwiatmojo, SH.MH
Mualim jaga memiliki peran penting dalam mengolah gerak kapal pada saat
berlayar untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan untuk menghindari
bahaya-bahaya tubrukan. Perumusan masalah yang diambil penulis dalam skripsi
ini adalah pelaksanaan dinas jaga untuk mencegah terjadinya bahaya tubrukan di
MV. Oriental Samudra optimalisasi penggunaan alat-alat navigasi untuk
mencegah terjadinya bahaya tubrukan dan upaya yang dilakukan dalam kondisi
darurat dinas jaga.
Dengan metode penelitian kualitatif yang mengahasilkan data deskriptif,
pelaksanaan dinas jaga dapat digambarkan secara jelas dan nyata karena data
diperoleh dari interview secara langsung serta ditunjang metode kepustakaan yang
memberikan gambaran lebih jelas mengenai gambaran yang lebih jelas mengenai
informasi yang disampaikan.
Hasil yang didapat penulis selama melakukan penelitian adalah pelaksanaan
dinas jaga di kapal yang belum terlaksana dengan benar karena Mualim I tidak
disiplin dalam melaksanakan tugas jaga, kurangnya rasa percaya diri sebagai
mualim fresh graduate pada saat melaksanakan tugas jaga di anjungan serta
penggunaan alat-alat navigasi yang belum optimal. Pembahasan terhadap hasil
penelitian adalah optimalisasi tugas jaga harus benar-benar diaplikasikan sesuai
dengan STCW 1978 as amended in 2010, Mualim juga harus berpedoman pada
Collision Regulation 1972 dalam menghadapi situasi yang memungkinkan adanya
bahaya tubrukan. Penggunaan alat-alat navigasi sebagai pendeteksi adanya bahaya
tubrukan harus dapat menghasilkan hasil yang maksimal untuk pencegahan
bahaya tubrukan dan untuk menghindari keadaan darurat dinas jaga.
Dalam hal ini disimpulkan bahwa pembagian tugas jaga di atas kapal MV.
Oriental Samudra telah sesuai dengan peraturan yang ditetapkan secara
internasional tetapi dalam pelaksanaannya terdapat penyimpangan karena Mualim
I sebagai tidak bertanggung jawab saat melaksanakan tugas jaganya, rasa kurang
percaya diri Mualim III sebagai fresh graduate serta penggunaan alat-alat navigasi
yang kurang optimal oleh para mualim menyebabkan hasil yang didapat tidak
maksimal. Adapun saran penulis adalah seorang Mualim senior harus memberi
contoh kepada mualim lainnya dalam pelaksanaan dinas jaga sesuai jadwal dan
harus dilaksanakan secara disiplin serta Nahkoda maupun Mualim harus memiliki
ketrampilan dalam mengoperasiakan peralatan navigasi.
ABSTRACT
Ardhana Febrianto Ramadhan. 2019. 51145276.N. The Optimization of Guard
Duty to Prevent Collisions’ Dangers Occuron MV. Oriental Samudra.
Supervisors : (I) Dr. Capt. MashudiRofik, M.Sc., M.Mar. (2)
PoernomoDwiatmojo, S.H., M.H.
Deck officer on guard duty has a crucial role in managing the ship
movement to prevent any undesirable things and collisions’ dangers happen. The
problems stated in this research are about the implementation of guard duty to
prevent collisions’ dangers occur on MV. OrientalSamudra, the optimization use
of the navigation equipment to prevent collisions, and the efforts made by the
guard duty officer in an emergency situation.
By using qualitative method which conduce the descriptive data, the
implementation of guard duty can be conceived clearly and in real because the
data is obtained from the direct interview and supported by literature methods
which give clearer description about the conveyed information.
The result obtained in this research is that the implementation of guard
duty in MV. Oriental Samudra is not executed properly because the first deck
officer is not discipline while carrying out the guard duty, his lack of confidence
as a fresh graduate deck officer while doing the guard duty on deck, and the use of
navigation equipment which is not optimal. The discussion of the research finding
is that the optimization of guard duty should be completely applied conformable
with STCW 1978 as amended in 2010. The deck officer also must be guided by
Collision Regulation 1972 when facing a situation that allows a collision’s danger
to occur. The use of navigation equipment as the collisions’ dangers detector has
to bring out maximum results to prevent any collisions’ dangers and guard duty
emergency situations.
It is concluded that the guard duty distribution on MV. Samudra Ocean is
in accordance with the regulations set out internationally, however in practice
there is deviation because of the first deck officer’s lack of responsibility while
doing his guard duty, also his lack of confidence as the fresh graduate deck
officer, and the use of navigation equipment which is not optimal by the deck
officers made the result not optimal. As for the suggestion is that the senior deck
officers should give good examples toward the other deck officers by doing the
guard duty based on the schedule and the guard duty should be carried out in the
discipline manneras well as the captain and deck officers must have skills in
operating the navigation equipment
Perancangan Modifikasi Gedung One East Residence di Balikpapan dengan Menggunakan Metode Beton Pracetak
Saat ini perkembangan pembangunan gedung vertikal di Kalimantan Timur sudah menjadi kebutuhan, seperti dikemukakan oleh Ketua DPD REI Kaltim (Hasyim, 2015). Khususnya di Kota Balikpapan, hingga 2018 mendatang permintaan apartemen meningkat sehingga pasokan yang akan masuk ke Balikpapan bertambah menjadi sebanyak 3753 unit yang berasal dari sembilan proyek. Di samping itu, pembangunan di Kalimantan Timur memiliki kendala yaitu ketidaktersediaan material bangunan, sehingga perlu pengiriman dari luar daerah untuk pengadaannya, sebagai contoh batu dan pasir yang didatangkan dari Kota Palu. Untuk mengatasi kendala tersebut terdapat solusi yaitu memproduksi elemen pada suatu tempat secara massal dengan penggunaan sistem beton pracetak. Beton pracetak bertujuan untuk memudahkan pekerjaan di lapangan dan mendapatkan hasil yang lebih akurat karena elemen-elemen struktur berupa beton sudah dicetak terlebih dahulu di pabrik dengan kualitas yang dapat terjaga.
Pada tugas akhir ini dilakukan modifikasi pada Gedung One East Residence setinggi dua puluh tujuh lantai dan satu basement dengan menggunakan metode pracetak (precast) yang sebelumnya seluruh elemen struktur menggunakan metode cor di lokasi (cast in situ). Perencanaan struktur menggunakan sistem ganda dengan rangka pemikul momen menengah dan dinding geser beton bertulang biasa yang dibangun di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Beton pracetak digunakan pada elemen balok dan pelat, sedangkan pada kolom, dinding geser, serta tangga menggunakan beton dengan cor di lokasi. Pondasi gedung ini dirancang menggunakan pondasi bored pile. Hasil dari perancangan modifikasi dibuat dalam bentuk gambar teknik.
Hasil dari modifikasi Gedung One East Residence ini meliputi ukuran balok induk 60/80, ukuran balok anak 40/60, ukuran kolom 140/140, dan dinding geser dengan ketebalan 30 cm. Sambungan antar elemen pracetak menggunakan sambungan basah dan konsol pendek.
==================================================================================================
The development of vertical building in East Kalimantan has currently become a necessity, as stated by the Chairman of DPD RI Kaltim (Hasyim, 2015). Particularly in Balikpapan, until 2018 the demand apartments increases making the supply in the town rises into 3753 units coming from nine projects. On the other hand, development in East Kalimantan has several obstacles, including the unavailability of building materials which needs to be delivered from outside, such as rock and sand brought from Palu city. To overcome these problems, a solution could be taken by producing mass elements with the use of precast concrete systems. Precast concrete is used to make work become easier because of the simple workability, and to get a better accurate result due to the maintained quality of the factory product.
This final project aims to modificate the One East Residence Building design with twenty-seven floors and one basement using precast method which previously using on-site cast method. Design of the structure uses a dual system with intermediate moment frame bearers and reinforced concrete shear walls which is built in Balikpapan, East Kalimantan. Precast concrete elements are used in beams and plates, while the shear wall, stair, and concrete column uses on-site cast method. The foundation of this building is designed using bored pile. The result of the design modifications is made in the form of engineering drawings.
The results of the modifications of Building East Residence are dimensions primary beam of 60/80cm, secondary beam of 40/60cm, column of 140/140cm, and thickness shear wall of 30cm. The connection between the precast elements uses a wet joint and short console
Pertambahan Bobot Badan dan Kadar Gula Darah pada Anak Kambing PE (Peranakan Etawah) Periode Post-Weaning dengan Sistem Perkandangan Individu dan Koloni
Sistem perkandangan adalah factor yang
mempengaruhi produktifitas ternak, dengan menejemen
perkandangan yang baik akan menyebabkan ternak nyaman dan
mempermudah peternak melakukan pemeliharaan. Sistem
perkandangan dibagi menjadi dua yaitu sistem perkandangan
individu dan koloni. Luas kandang harus disesuaikan dengan
ukuran tubuh ternak dan jumlah ternak yang dipelihara. Tingkat
kepadatan akan berpengaruh terhadap kenyamanan dan
produksi ternak didalam kandang.
Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pertambahan
bobot badan serta mengetahui kadar gula darah pada kambing
PE post-weaning dengan sistem perkandangan individu dan
koloni. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi kajian
ilmiah serta referensi dari penggunaan sistem perkandangan
individu maupun koloni terhadap pertambahan bobot badan dan
kadar gula darah pada kambing PE periode post-weaning.
Penelitian dilakukan pada tanggal 4 Februari – 4 April
2018. Lokasi penelitian dipeternakan kambing Bapak Azis
Dusun Dadapan, Desa Pandanrejo, Bumiaji, Batu. Ternak yang
digunakan adalah kambing PE periode post-weaning berjumlah
39 ekor pada umur 3-4 bulan. Metode penelitian menggunakan
percobaan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK).
Penelitian menggunakan 3 perlakuan dan 3 ulangan yaitu P1:
kandang individu dengan 1 ekor ternak, P2: kandang koloni
kecil dengan 3 ekor ternak dan P3: kandang koloni besar dengan
9 ekor ternak. Variabel yang diteliti yaitu pertambahan bobot
badan dan kadar gula darah. Data yang diperoleh dianalisis
menggunakan analisis ragam (ANOVA) dengan rancangan
acak kelompok, apabila terdapat perbedaan maka dilanjutkan
menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan
perbedaan sistem perkandangan individu (P1), koloni kecil (P2)
dan koloni besar (P3) memberikan pengaruh yang nyata
(P<0,05) terhadap pertambahan bobot badan, dengan rataan
(74,63 ± 2,02b gr/ekor/hari). Perbedaan sistem perkandang tidak
memberi pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap kadar gula
darah dengan nilai rataan tertingi pada P1 (57,33 mg/dL).
Kesimpul dari penelitian ini bahwa sistem
perkandangan menghasilkan pertambahan bobot badan yang
berbeda akan tetapi tidak memberikan perbedaan pada kadar
gula darah, pertambahan bobot badan dicapai pada anak
kambing PE periode post-weaning dengan sistem perkandangan
individu. Saran dari penelitian yaitu sebaiknya luas kandang
dan luas tempat pakan harus disesuaikan dengan jumlah ternak
dalam kandang untuk mencapai produktifitas
Hubungan Panjang Berat Dan Ukuran Standar Komersial Spiny Lobster (Panulirus Sp.) di Perairan Purworejo
Judul penelitian ini adalah “Hubungan Panjang Berat dan Ukuran Standar Komersil Spiny Lobster (Panulirus sp.) di Perairan Purworejo”. Spiny lobster merupakan produk ekspor sehingga merupakan target utama bagi nelayan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi spesies, menganalisis ukuran komersil spiny lobster dan hubungan panjang berat Panulirus sp. Di perairan Purworejo. Metode survei ini mengidentifikasi, mengukur Carapax Lenght (CL), Abdomen Lenght (AL), caudal Lenght (cL) dan Total Lenght (TL). Menganalisis standar ukuran komersil skala lokal, nasional dan internasional. Serta menganalisis hubungan panjang berat spiny lobster. Spiny lobster di peraian Purworejo diperoleh 3 (tiga) spesies yaitu lobster hijau pasir (P. homarus), lobster mutiara (P. ornatus) dan lobster lumpur (P. polyphagus). Ukuran standar komersil lokal spiny lobster yang tertangkap sebagian besar adalah ukuran K1 (100-200 g), ukuran standar komersil nasional sebagian besar berat lobster kurang dari 200 g. Sebagian besar berat lobster tidak memenuhi ukuran standar komersil internasional dan hanya sebagian kecil yang memenuhi standar B (600800g). Hubungan panjang–berat keseluruhan spiny lobster dan tiap spesies (P. homarus, P. ornatus dan P. polyphagus) adalah allometrik negatif yang menunjukan bahwa pertambahan panjang lebih cepat dari pertambahan berat
HUBUNGAN PENGETAHUAN BASIC LIFE SUPPORT DENGAN KECEMASAN SAAT MENOLONG PASIEN PADA MAHASISWA KEPERAWATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER
Basic Life Support merupakan salah satu kompetensi wajib yang harus dimiliki oleh mahasiswa keperawatan sesuai dengan kerangka kualifikasi nasional Indonesia (KKNI) level 7. Pengalaman pertama dalam melakukan basic life support pada tindakan kegawatdaruratan merupakan stresos terkait dengan kepercayaan diri utamanya pada mahasiswa keperawatan sehingga berdampak pada timbulnya permasalahan kecemasan atau anxiety. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui hubungan pengetahuan Basic Life Support dengan kecemasan saat menolong pasien pada mahasiswa keperawatan Universitas Muhammadiyah Jember. Metode penelitian menggunakan metode korelasional dengan pendekatan cross sectional. Besar sample pada penelitian adalah sebanyak 44 responden
menggunakan metode Purposive sampling. Analisis data menggunakan uji spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan mahasiswa Keperawatan tentang Basic Life Support sebagian besar berada pada kategori baik yaitu sebanyak 23 mahasiswa (52,3%) dan kecemasan mahasiswa Keperawatan
saat menolong pasien henti jantung sebagian besar berada pada kategori rendah yaitu sebanyak 31 mahasiswa (70,5%). Hasil uji statistik ada hubungan pengetahuan basic life support dengan kecemasan saat menolong pasien padamahasiswa keperawatan Universitas Muhammadiyah Jember (p value = 0,001; α = 0,05; r = 0,719). Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa diperlukan upaya untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang basic life support
yaitu dengan meningkatkan pelatihan dan pengembangan pengetahuan secara berkala pada setiap akhir progra
EVALUASI PASCA PELATIHAN “TOYOTA TECHNICIAN” DI PT. SETIAJAYA MOBILINDO
Pada dasarnya penelitian ini bertujuan untuk menilai perubahan perilaku
karyawan saat kembali ke tempat kerja setelah mengikuti pelatihan “Toyota
Technician”. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk menilai
pengetahuan peserta setelah mengikuti pelatihan “Toyota Technician”,
menilai keterampilan peserta setelah mengikuti pelatihan “Toyota
Technician”, menilai sikap kerja peserta setelah mengikuti pelatihan “Toyota
Technician”, menilai motivasi peserta dalam menerapkan pengetahuan,
keterampilan dan sikap setelah mengikuti pelatihan “Toyota Technician”, dan
menilai dukungan organisasi kepada peserta dalam menerapkan
pengetahuan, keterampilan dan sikap setelah mengikuti pelatihan “Toyota
Technician”. Metode penelitian yang digunakan adalah studi evaluasi
(penelitian evaluatif) dengan menggunakan model evaluasi empat level
Kirkpatrick. Penelitian ini difokuskan pada level tiga Kirkpatrick yaitu
perubahan perilaku. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah
penyebaran tes pengetahuan, penyebaran kuesioner, wawancara, dan
pengamatan keterampilan berupa rubrik. Teknik pengambilan sampel adalah
sampel purposive dengan sampel sebanyak 5 orang peserta dan dua orang
atasan peserta. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat
peningkatan pada kelima aspek yang diteliti, namun masih perlu peningkatan
yang lebih lanjut dalam sikap kerja, motivasi dan dukungan organisasi.
Implikasi dari hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi dalam
evaluasi pasca pelatihan berikutnya, dapat meningkatkan kualitas jenjang
evaluasi di PT. Setiajaya Mobilindo hingga tahap evaluasi pasca pelatihan,
dapat dijadikan sebagai penilaian perubahan perilaku Mekanik setelah
mengikuti pelatihan “Toyota Technician” dan dapat dijadikan acuan untuk
program pelatihan “Toyota Technician” agar lebih sesuai dan lebih baik lagi
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.S DENGAN TRAUMA TUSUK ABDOMEN POLA NAFAS TIDAK EFEKTIF DI RUANG ICU RUMAH SAKIT DR. SOEBANDI JEMBER
Abstrak
Trauma abdomen dapat diartikan sebagai cedera pada abdomen, dapat berupa trauma tumpul dan tembus serta trauma yang disengaja atau tidak disengaja yang menyebabkan perubahan fisiologis yang terletak diantara diafragma dan pelvis yang diakibatkan oleh luka tumpul atau tusuk (Sudart, 2015)
Masalah keperawatan pada kasus ini adalah Trauma tusuk abdomen dengan pola nafas tidak efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses Asuhan keperawatan pada pasien dengan pola nafas tidak efektif dimulai dari pengkajian hingga evaluasi keperawatan di Ruang ICU RSD dr. Soebandi Kabupaten Jember dimulai tanggal 18 Januari 2022. Desain penelitian pada Karya Ilmiah Akhir ini menggunakan desain penelitian studi kasus yang mengeksplorasi masalah asuhan keperawatan jiwa pada klien dengan pola nafas tidak efektif yang disebabkan oleh trauma tusuk abdomen yang dialami, yang menjadi subjek dalam penulisan ini yaitu Tn. S yang mengalami luka tusuk akibat kawat senapan angin. Hasil yang didapat setelah dilakukan Implementasi sesuai dengan SIKI dan SLKI didapatkan adanya perubahan kondisi pada klien dengan teknik semifowler 30
LKP : Penata Kamera dalam Video Klip “Beautiful Day” di PT. Index Bregas Wahyu Perkasa Production House
Di tengah pesatnya perkembangan video banyak produser musik di Indonesia menggunakan peranan sistem informasi media, yang dilengkapi dengan jaringan internet maupun stasiun televisi. Salah satu sistem informasi media adalah video klip. Untuk membuat sebuah video klip membutuhkan tim profesional, yang salah satunya adalah tim penata kamera. Tujuan tim penata kamera adalah merekam atau mengambil adegan-adegan yang diarakan oleh sutradara yang kemudian divisualisasikan. Adapun metode yang dilakukan oleh penata kamera yaitu survey atau observasi, studi pustaka, dan analisa permasalahan, agar hasil jadi video klip mempunyai sebuah cerita yang menarik. Penata kamera berusaha sekreatif ataupun sevariatif mungkin untuk berani dalam memutuskan shot-shot untuk mengambil visual supaya menghasilkan visual yang menarik penonton untuk menikmati video klip. PT. Index Bregas Wahyu Perkasa terjun dan menekuni usaha yang salah satunya adalah video klip. Setelah mengetahui dan mengenal keseluruhan kebutuhan pembuatan dan bagaimana pentingnya penata kamera dalam produksi video klip, maka penulis menentukan konsentrasi topik yang dikerjakan dalam Kerja Praktik ini. Sehingga dalam penulisan laporan Kerja Praktik ini, judul yang diambil adalah “Penata Kamera Dalam Video Klip “Beautiful Day” di PT. Index Bregas Wahyu Perkasa”. Harapan penulis dalam laporan Kerja Praktik ini bisa membantu para pemula mengetahui kerja seorang penata kamera
- …
