1,721,067 research outputs found
IMPLEMENTASI KEGIATAN HOME VISIT DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA (Studi Kasus di SMA Negeri 1 Gunung Toar)
ABSTRAK Rahmi Aulia, (2025): Implementasi Kegiatan Home Visit dalam Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Siswa (Studi Kasus di SMA Negeri 1 Gunung Toar) Tujuan penelitian ini adalah: Untuk mengetahui implementasi kegiatan home visit dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa di SMA Negeri 1 Gunung Toar. Latar belakang masalah menunjukkan bahwa rendahnya kedisiplinan belajar siswa, seperti tidak mengerjakan pekerjaan rumah, membolos di jam pembelajaran, dan tidur di kelas, menjadi penghambat proses pembelajaran dan berdampak pada prestasi akademik. Permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh faktor internal siswa, tetapi juga minimnya dukungan dan pengawasan dari orang tua. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada tiga tujuan utama: (1) mengetahui kedisiplinan belajar siswa di SMA Negeri 1 Gunung Toar, (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kedisiplinan belajar siswa; dan (3) menganalisis bagaimana implementasi kegiatan home visit dilakukan untuk meningkatkan kedisiplinan belajar siswa di SMA Negeri 1 Gunung Toar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, melibatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Subjek penelitian adalah guru Bimbingan dan Konseling (BK) dan siswa yang memiliki catatan kedisiplinan. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai kegiatan home visit sebagai intervensi untuk membentuk perilaku disiplin siswa dan memperkuat komunikasi antara sekolah dan keluarga. Kata Kunci: home visit, kedisiplinan belajar, siswa, bimbingan dan konselin
KERAGAMAN MORFOLOGI CABAI MERAH KERITING (Capsicum annuum L.) M1 HASIL MUTASI EMS (Ethyl Methane Sulfonate)
KERAGAMAN MORFOLOGI CABAI MERAH KERITING
(Capsicum annuum L.) M1 HASIL MUTASI
EMS (Ethyl Methane Sulfonate)
Rahmi Aulia Ranty (12080220883)
Di bawah bimbingan Zulfahmi dan Riska Dian Oktari
INTISARI
Induksi mutasi merupakan salah satu teknologi yang berperan penting
dalam meningkatkan keragaman genetik tanaman pertanian khususnya yang
berguna untuk kegiatan seleksi dalam proses perbaikan tanaman. Mutagen yang
sering digunakan adalah EMS (Ethyl Methane Sulfonate). Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui konsentrasi EMS yang tepat sehingga dapat meningkatkan
keragaman genetik pada cabai merah secara morfologis. Penelitian ini
menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari tiga
kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 8 tanaman sampel. Parameter
pengamatan meliputi 11 karakter kualitatif dan 13 karakter kuantitatif. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa pengamatan karakter kualitatif seperti bentuk
daun, dan habitus tanaman memiliki perbedaan antar perlakuan yang diujikan.
Pada karakter kuantitatif, pemberian 0,5% EMS merupakan konsentrasi terbaik
dalam meningkatkan keragaman genetik, berdasarkan studi heritabilitas
menunjukkan karakter jumlah buah, berat buah per tanaman, berat buah dan umur
panen memiliki heritabilitas yang tinggi sehingga dapat meningkatkan produksi
tanaman. Berdasarkan studi korelasi menunjukkan bahwa karakter jumlah buah
sebesar 0,48 berkorelasi positif dengan berat buah per tanaman, karakter
diameter buah 0,68 berkorelasi positif dengan jumlah buah. Analisis keragaman
genetik 36 genotipe tanaman cabai mutan M1 hasil induksi EMS menunjukkan
pemisahan antara genotipe mutan menjadi 2 klaster pada koefisien kemiripan
genetik 60%.
Kata kunci: EMS, heritabilitas, keragaman, mutas
MOTIF REMAJA PEREMPUAN MENULIS KARYA FIKSI DENGAN TEMA “BOYS LOVE” Studi Terhadap 5 Penulis Fiksi
RAHMI AULIA, 1510811024. Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas. Judul Skripsi : Motif Remaja Perempuan Menulis Karya Fiksi dengan Tema “Boys Love”. Pembimbing I Dra. Dwiyanti Hanandini, M.Si, Pembimbing II Dra. Fachrina, M.Si.
Menulis adalah proses kreatif yang digemari remaja. Menulis melibatkan berbagai faktor yang menyebabkan seseorang terdorong untuk menulis. Salah satunya adalah faktor Sosiologis yaitu faktor yang berasal dari kehidupan sosial dan termasuk di dalamnya globalisasi. Secara normatif, seharusnya para remaja menulis hal yang sesuai dengan aturan dan nilai yang berlaku. Namun kenyataannya, remaja yang menjadi informan pada penelitian ini malah menulis sesuatu yang bertentangan dengan norma lazim yang berlaku di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motif remaja perempuan menulis karya fiksi dengan tema “Boys Love”.
Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori Fenomenologi yang dikemukakan oleh Alfred Schutz. Teori ini menjelaskan keberadaan stock of knowledge yang melatarbelakangi suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang. Tindakan ini didasari oleh motif yang menjadi alasan atau dorongan yang timbul secara sadar atau tidak sadar dalam diri seseorang untuk bertindak. Dalam penelitian ini dijelaskan motif remaja perempuan menulis karya fiksi dengan tema “Boys Love” melalui motif sebab (Because Motive), dan motif tujuan (In Order to Motive). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Informan pada penelitian ini adalah remaja yang pernah menulis dan mempublikasikan karya dengan tema “Boys Love”. Data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara mendalam.
Berdasarkan hasil temuan yang didapat di lapangan, motif remaja perempuan menulis karya fiksi dengan tema “Boys Love” terbagi dalam because motives yaitu: mengenal dan berinteraksi dengan pembaca yang menyukai “Boys Love” dimedia (internet), dukungan dari teman sebaya yang menyukai “Boys Love”, ketidakpuasan atas stereotype karakter perempuan pada karya romansa, pelampiasan karena pengalaman dikecewakan oleh pasangan, dan yang terakhir dukungan dari pembaca yang menyukai karya “Boys Love”. Semua motive ini mendorong para penulis remaja untuk menulis karya fiksi dengan tema “Boys Love”. Kemudian ada in order to motives yaitu: keinginan agar karya dibaca dan disukai oleh pembaca yang menyukai “Boys Love”, keinginan untuk terkenal di kalangan pembaca yang menyukai karya “Boys Love”, harapan untuk memenangkan ajang penghargaan dan lomba yang memiliki kategori fiksi dengan tema “Boys Love”, harapan untuk membukukan karya “Boys Love” agar mendapatkan keuntungan, dan harapan mengenal penulis dan pembaca melalui karya “Boys Love “ yang ditulis. Semua motif ini menarik remaja perempuan untuk menulis karya “Boys Love”.
Kata kunci : Remaja, Motive, Menulis, Boys Love
Speech Functions in Conversations between Sellers and Buyers on Short Term and Long Term Lasting Commodity
This study dealt with the speech function in conversation between sellers and
buyers on short term and long term lasting commodity. It is conducted to find out
the kinds of speech functions realized in conversation between sellers and buyers.
The data of this study was taken from the market, with the source of data was
from the conversation between sellers and buyers in 9 conversations devided into
4 conversation in long term and 5 converstion in short term and data analyzed was
232 utterances. Those utterances were analyzed in four aspects of speech function
namely statement, question, offer, and command. After analyzing the data, it was
found that long term there were 160 utterances with 77 statements, 62 questions,
11 offers, and 10 commands. In short term there were 72 utterances with 34
statements, 34 questions, 2 offers, and 2 commands. The speech function of
statement and question almost the same precentages, it was almost 50%. Offer and
command only a few percent, on long term only 7% and on short term only 3%.
Statement and question was in realization of mood in declarative and
interrogative, and command was in realization of mood in imperative. And the
difference of utterances and using of language of the buyer and seller be seen
from the tenor, differences of using the language is mostly from the age, gender,
and ethnicity
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
