171 research outputs found
HUBUNGAN KEPATUHAN MENJALANKAN TERAPI ANTI RETRO VIRAL TERHADAP KUALITAS HIDUP ODHA (ORANG DENGAN HIV AIDS) DI KLINIK VOLUNTARY CONSELING AND TESTING RSUP DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2014 Penelitian
FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS ANDALAS Juli, 2014 Nama : Ayu Rahmayuni No BP : 1010322023 Hubungan Kepatuhan Menjalankan Terapi Anti Retro Viral Terhadap Kualitas Hidup ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) Di Klinik Voluntary Conseling And Testing RSUP M. DJAMI L Padang Tahun 2014 ABSTRAK Orang yang terinfeksi HIV sangat rentan terhadap infeksi yang diakibatkan karena penurunan kekebalan tubuh. Terapi ARV adalah salah satu cara untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Terapi ini menuntut kepatuhan yang tinggi agar mampu mencapai tujuan dari terapi ini dan mampu meningkatkan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan menjalankan terapi ARV dengan kualitas hidup ODHA. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 48 orang ODHA (orang dengan HIV/AIDS) yang menjalan terapi ARV. Penelitian dilakukan di polilinik VCT RSUP DR M. Djamil padang pada tanggal 6 juni-27 juni 2014. Metode pengumpulan data menggunakan 2 buah kuesioner, yakni kuesioner kepatuahn terapi dan kuesioner kualitas hidup. Hasil penelitian menunjukan 68,8% responden patuh menjalankan terapi ARV dan rerata nilai kualitas hidup ODHA adalah 83,63 dengan standar deviasi 13,84. Analisa data menggunakan uji korelasi spearman. Terdapat hubungan yang signifikan dengan arah positif dan kekuatan korelasi sedang antara Kepatuhan menjalankan terapi ARV dengan kualitas hidup ODHA(p = 0,001; r = 0,473).Perawat disarankan untuk membentuk support group agar mampu meningkatkan kualitas hidup ODHA pada dimensi sosial. Kata kunci: Kepatuhan, ARV, Kualitas hidup, ODHA Daftar Pustaka: 38 (2002-2014) viii FACULTY OF NURSING ANDALAS UNIVERSITY July, 2014 Name : Ayu Rahmayuni Student ID : 1010322023 Relationship Between Adherence to Antiretroviral Theraphy with Quality of life of People With HIV And AIDS at Policlinic Voluntary Conseling And Testing RSUP DR. M. Djamil Padang in 2014 ABSTRACT The people who were infected by HIV woul very susceptible from infection cause by the damage of the immune system. Antiretroviral therapi is one of ARV therapy is one way of to boosting the immune system. This therapy demand higher adherence that to achieve its objective of this therapy. One goal of this therapy is to improve the quality of life of people living with HIV . This research aims to know the relationship between adherence to antiretroviral theraphy with quality of life of people with HIV and AIDS. The kind of this study was a descriptive correlational with cross-sectional approach. The sampling technique used was purposive sampling and the number of sampel was 48 people with HIV and AIDS. The study was conducted in polilinik VCT DR Dr M. Djamil desert on 6 June-27 June 2014.at policlinic voluntary conseling and testing RSUP DR. M. Djamil padang in 2014. Method of data collection using 2 pieces of questionnaires, the questionnaire adherence therapy and quality of life questionnaire The results of the research showed that 68.8% respondents had Adherance and the mean value of the quality of life of PLHIV is 83.63 with a standard deviation of 13.84. Furthermore the analyzing data by Spearmen correlation test. There is a significant relationship with the positive direction and the strength of the correlation was between the adherence to antiretroviral theraphy with quality of life people with HIV and AIDS autism (p = 0.001; r = 0.473. Nurses are advised to form a support group to be able to improve the quality of life of people living with HIV in the social dimension. Keyords: Adherence, Antiretroviral, quality of life, people with HIV and AIDS Bibliography: 38 (2002-2014
ANALISIS KOMPARASI PEMASARAN BEBERAPA BAHAN POKOK PADA PASAR MODERN DAN PASAR TRADISIONAL DI KOTA BANDA ACEH
RAHMAYUNI dengan judul penelitian "Analisis Komparasi Pemasaran Beberapa Bahan Pokok Pada Pasar Tradisional dan Pasar Modern di Kota Banda Aceh" dibawah bimbingan Dr. Ir. Mustafa Usman, M.S selaku pembimbing utama dan Dr. Ir. Sofyan, M. Agric, Sc selaku pembimbing kedua.Permasalahan didalam penelitian ini terbatas pada perbandingan harga dan rantai pemasaran beberapa bahan pokok yang ada di pasar modern dan di pasar tradisional di Kota Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar perbandingan harga beberapa bahan pokok yang ada di pasar modem dan pasar tradisional di Kota Banda Aceh serta melihat seberapa panjang rantai pemasaran dalam penyaluran barang pokok tersebut.Penelitian ini dilakukan di beberapa pasar tradisional yang ada di Kota Banda Aceh yang meliputi Pasar Peunayong, Pasar Ulee Kareng, Pasar Peuniti. Sedangkan untuk pasar modern terdiri dari 10 pasar modern yang meliputi Pante Pirak Pusat, Suzuya Superstore, Mitra swalayan, Mulia Swalayan, Prada swalayan, Serbana swalayan, Ficky swalayan, Beurata swalayan, Tabina swalayan, Rizky Noval swalayan.. Objek penelitian ini adalah pedagang pengecer sembako yang ada di pasar modern dan di pasar tradisional. Jumlah populasi untuk pasar tradisional adalah 550 populasi untuk tiga pasar, untuk pasar Peunayong 200 orang, pasar Ulee Kareng 250 orang dan pasar Peuniti 100 orang. Besar sampel yang ditetapkan adalah 20% dari tiap populasi, jadi di peroleh 40 orang sampel untuk pasar peunayong, 50 orang untuk pasar ulee kar eng, 20 orang untuk pasar peuniti. Sedangkan untuk pasar modern, diambil besar sampel sebesar 30% dari jumlah pasar modern yang ada. Pengumpulan data dilakukan melaluidata primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari sumber aslinya mencakup observasi serta wawancara yang mendalam yang ditujukan kepada pedagang pengecer sembako dan data sekunder yaitu data yang diperoleh dari studi kepustakaan , artikel-artikel dan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penelitian ini.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa harga bahan pokok di pasar modern dan pasar tradisional berbeda, meskipun perbedaan yang terlihat tidak terlalu besar . Dari empat bahan pokok yang diteliti hanya harga telur yang sedikit terlihat perbedaan harganya. Selain itu rantai pemasaran yang terjadi di pasar modern lebih pendek dari pada rantai pemasaran yang terjadi di pasar tradisional, hal ini disebabkan karena pada pasar tradisional banyak melibatkan lembaga pemasaran dalam penyaluran barang
Implementasi Program Pengembangan Teknologi Padi Salibu di Kabupaten Tanah Datar
Novira Rahmayuni, 1810842025, Implementasi Program Pengembangan Teknologi Padi Salibu Di Kabupaten Tanah Datar, Departemen Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas, Padang, 2022. Dibimbing oleh : Dr.Hendri Keoswara, S.IP, M.Soc.Sc dan Dr. Roni Eka Putera, S.IP, M.PA. Skripsi ini terdiri dari 193 halaman dengan referensi 11 buku teori skripsi, 3 buku metode, 5 skripsi, 7 jurnal, 1 Undang-Undang, 1 Peraturan Daerah, 2 Peraturan Bupati, 3 Dokumen dan 10 Situs Internet.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana Implementasi Program Pengembangan Teknologi Padi Salibu di Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya penurunan luas panen padi di Sumatra Barat pada Tahun 2020 yang lalu. Kabupaten Tanah Datar menjadi kabupaten nomor dua terbesar yang mengalami penurunan luas panen. Di Kabupaten Tanah Datar terdapat sebuah program yang bertujuan untuk mewujudkan ketahanan pangan yang dikenal dengan Program Pengembangan Teknologi Padi Salibu. Program ini dapat menjadi salah satu solusi terkait penurunan luas panen yang terjadi di Kabupaten Tanah Datar. Namun sayangnya pelaksanaan program ini belum terlaksana secara maksimal. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana Implementasi Program Pengembangan Teknologi Padi Salibu di Kabupaten Tanah Datar.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori implementasi oleh Van Meter dan Van Horn yang terdiri atas enam variabel yaitu : ukuran dan tujuan kebijakan, sumber daya, hubungan antar organisasi, karakteristik agen pelaksana, dan kondisi sosial, ekonomi dan politik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling dan teknik keabsahan data yang digunakan adalah teknik triangulasi.
Hasil penelitian, adalah pengimplementasian Program Pengembangan Teknologi Padi Salibu sudah terlaksana namun belum cukup optimal. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal yaitu masih belum adanya regulasi setingkat peraturan bupati yang mengatur pelaksanaan program ini, kurangnya sumber daya manusia dari segi kuantitas dan sumber daya non-manusia dari segi anggaran, serta lingkungan sosial dan ekonomi yang kurang mendukung
Hubungan Motivasi Diri Dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberculosis (OAT) Pada Pasien TB Paru Di Puskesmas Andalas Padang Tahun 2016
Tuberkulosis merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang belum bisa diatasi terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Besarnya angka ketidakpatuhan berobat akan mengakibatkan tingginya angka kegagalan pengobatan. Waktu pengobatan yang lama menyebabkan pasien sering terancam putus berobat selama masa penyembuhan, untuk itu diperlukan kepatuhan dalam menjalani pengobatan. Motivasi merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kepatuhan pasien TB dalam mengkonsumsi obat anti tuberculosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi diri dengan kepatuhan minum obat anti tuberculosis pada pasien TB paru di puskesmas Andalas Padang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional yang dilakukan pada 41 orang pasien TB Paru dengan teknik total sampling. Analisis yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil penelitian menujukkan bahwa sebagian besar (73,2%) pasien TB Paru memiliki motivasi tinggi dan lebih dari separuh (68,3%) pasien TB Paru patuh minum obat anti tuberculosis. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara motivasi diri (p value = 0,000) dengan kepatuhan minum obat anti tuberculosis. Bagi pihak Puskesmas untuk lebih meningkatkan pengawasan serta memberikan perhatian lebih khususnya pasien TB Paru lansia yang mempunyai motivasi tinggi untuk sembuh tapi terkendala dengan tidak adanya pengawasan keluarga dengan cara melakukan kunjungan rumah dan memberikan tanggung jawab kepada petugas kesehatan sebagai PMO (Pengawas Minum Obat) untuk mengawasi dan mengingatkan untuk minum obat. Dan untuk pasien TB yang mempunyai motivasi rendah agar selalu diberikan dukungan dan pengertian akan pentingnya kepatuhan dalam menjalani pengobatan agar pasien TB paru dapat termotivasi dalam menjalani pengobatan sehingga tercapainya kesembuhan penyakit TB paru secara optimal.
Kata Kunci : kepatuhan minum OAT, motivasi, tuberculosis
Daftar Pustaka : 69 (2000-2014
Persepsi Konsumen Terhadap Bauran Pemasaran Cafe Warna Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang
ABSTRAKRahmayuni. 2010 Persepsi Konsumen Terhadap Bauran Pemasaran Cafe Warna Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Teti Setiawati, M. Pd. (2) Dra. Wiwik Wahyuni, M. Pd.Kata kunci: Persepsi Konsumen, Bauran pemasaran Cafe Warna Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Tujuan penelitian mengetahui persepsi konsumen terhadap produk, harga, tempat, dan pelayanan pada Cafe Warna. Populasinya adalah konsumen Cafe Warna Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, dalam waktu 1 bulan sekitar 1000 orang. Jumlah sampel sebanyak 91 orang dengan teknik pengambilan sampel adalah Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan adalah angket, dokumentasi dan wawancara. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persepsi konsumen terhadap produk makanan dan minuman yang ditawarkan Cafe Warna adalah 68,13% baik (sebagian besar), (2) Persepsi konsumen terhadap harga makanan dan minuman yang ditawarkan Cafe Warna adalah 43,96% baik (sebagaian kecil), (3) Persepsi konsumen terhadap tempat yang ada di Cafe Warna adalah 71,43% baik (sebagaian besar), (4) Persepsi konsumen terhadap pelayanan yang dilakukan Cafe Warna adalah59,34% baik (sebagaian besar).Masukan bagi pihak Cafe Warna adalah Sebaiknya menu Cafe Warna dibuat lebih variatif supaya persepsi konsumen menjadi lebih baik. Cafe Warna seharusnya menyediakan toilet untuk mempermudah konsumen yang memerlukan. Ventilasi yang ada di Cafe Warna sangat kurang dan sebaiknya ditambah, karena asap dari dapur masuk keruang makansehingga sangat mengganggu konsumen yang sedang menikmati makanan dan minuman. Pihak Cafe Warna juga perlu menjaga dan meningkatkan pelayanan kepada konsumen, agar tetap cepat dalam pelayanan walaupun dalam keadaan ramai dan supaya persepsi konsumen menjadi lebih baik, dari hasil yang didapat bahwa rata-rata persepsi konsumen adalah baik, dan untuk mendapatkan persepsi konsumen menjadi sangat baik maka pelayanan yang diberikan harus lebih cepat dan menggunakan standar waktu pengolahan agar konsumen tidak terlalu lama menunggu
KOMBINASI PENGGUNAAN FILTER DAN BIOFILTER MENGGUNAKAN REAKTOR SEDERHANA TERHADAP KUALITAS AIR SECARA BAKTERIOLOGIS
x, 38 hal
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PAI BERBASIS SAINTIFIK UNTUK MELATIH KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DI SMP NEGERI SE-KECAMATAN SUKAJADI KOTA PEKANBARU
ABSTRAK
Rahma Yuni, (2021): Implementasi Pembelajaran PAI Berbasis Saintifik Untuk Melatih Kemampuan Berpikir Kritis Siswa di SMP Negeri Se-Kecamatan Sukajadi Kota Pekanbaru
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi pembelajaran PAI berbasis saintifik untuk melatih kemampuan berpikir kritis siswa di SMP Negeri se-Kecamatan Sukajadi Kota Pekanbaru. Fokus penelitian ini adalah membahas tentang bagaimanakah pelaksanaan implementasi pembelajaran PAI berbasis saintifik untuk melatih kemampuan berpikir kritis siswa di SMP Negeri se-Kecamatan Sukajadi Kota Pekanbaru?, dan apa saja faktor-faktor dan kendala implementasi pembelajaran PAI berbasis saintifik untuk melatih kemampuan berpikir kritis siswa di SMP Negeri se- Kecamatan Sukajadi Kota Pekanbaru?. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan rancangan pendekatan studi kasus. Untuk menggali data menggunakan observasi, wawancara. dan dokumentasi, selanjutnya hasil dari teknik tersebut dipilih sesuai dengan fokus penelitian, untuk melihat keabsahan data digunakan dengan cara reduksi data, display data, verifikasi data. Setelah dilakukan penelitian dilapangan maka dapat disimpulkan bahwa implementasi pembelajaran PAI berbasis saintifik untuk melatih kemampuan berpikir kritis siswa di SMP Negeri se-Kecamatan Sukajadi Kota Pekanbaru menunjukkan hasil dengan kategori sangat baik. Dan hasil observasi kemampuan berpikir kritis siswa menunjukkan hasil dengan kategori kritis. Kemudian adapun dalam pelaksanaan pembelajaran ditemukan beberapa faktor pendukung dan kendala. Faktor pendukungnya yaitu pemilihan kurikulum sekolah, Visi, misi, dan tujuan sekolah, kerja sama warga sekolah, kolaborasi antar guru mata pelajaran, semangat sekolah dalam perubahan, serta sarana dan prasarana yang didukung oleh berbagai pihak mulai dari pemerintah pusat, pemerintah kota, sekolah, masyarakat dan juga orang tua siswa. Sedangkan faktor kendalanya adalah Tingkat pemahaman siswa yang bervariasi dan jam mengajar yang kurang maksimal.
Kata Kunci : Pembelajaran PAI Berbasis Saintifik, Kemampuan Berpikir Kritis Siswa, Pendidikan Agama Islam
Identifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya klaim yang berpotensi menimbulkan perselisihan (DISPUTE) oleh kontraktor di Banda Aceh
xiii+101hlm.;29c
Analisis komparasi pemasaran beberapa bahan pokok pada pasar modern dan psar tradisional di kota Banda Aceh
vi+70hlm.;29c
Addition of Carrot Flour to the Making of Mackerel Nuggets
The purpose of this study was to obtain the best formulation for the use of carrot flour in the making of mackerel fish nuggets based on the quality standard of SNI 7758-2013. The research method used a completely randomized design with four treatments and four replications. The treatments in the study consisted of KW1 (ratio of mackerel fish and carrot flour 80:20), KW2 (ratio of mackerel fish and carrot flour 70:30), KW3 (ratio of mackerel fish and carrot flour 60:40), and KW4 (ratio of mackerel fish and carrot flour 50:50). The data obtained were analyzed statistically using analysis of variance and continued with the Duncan’s New Multiple Range Test (α = 0.05). The results showed that the ratio of mackerel fish and carrot flour significantly affected moisture, ash, fat, protein crude fiber contents, and descriptive sensory assessments such as outer and inner color, scent, taste, texture, and overall hedonic assessment. The best treatment was KW1 (ratio of mackerel fish and carrot flour 80:20), which fulfilled the quality requirements of fish nuggets in terms of 55.43% moisture content, 2.17% ash, 5.11% fat, 18.13% protein, and 2.57% crude fiber content, with a description of greyish brown color, flavored with mackerel fish, a taste of mackerel fish, and a chewy texture
- …
