251 research outputs found

    PENGARUH PEMBELAJARAN MIKRO (MICRO TEACHING) TERHADAP KESIAPAN MENGAJAR PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI 2014 UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

    No full text
    PENGARUH PEMBELAJARAN MIKRO (MICRO TEACHING) TERHADAP KESIAPAN MENGAJAR PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI 2014 UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA Fuji Rahmawati Pembimbing I : Dr. Heni Mulyani, M.Pd Pembimbing II : Imas Purnamasari, S.Pd, MM ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran mikro terhadap kesiapan mengajar PPL mahasiswa Pendidikan Akuntansi 2014 UPI. Penelitian ini dilakukan di Prodi Pendidikan Akuntansi angkatan 2014 yang telah mengikuti pembelajaran mikro dan Program Pengalaman Lapangan (PPL). Penelitian ini menggunakan metode survey, dan seluruh populasi dijadikan sampel atau disebut juga dengan penelitian sensus yang berjumlah 86 mahasiswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket yang disusun dalam skala numerik. Validitas instrumen menggunakan rumus korelasi Product Moment dan reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach, dan teknik analisis data menggunakan analisis korelasi Product Moment. Hasil pengujian hipotesis menggunakan Uji t diperoleh t_(hitung )= 9,713 dan t_tabel = 1,992 dengan α = 0,05. Sehingga diketahui bahwa t_(hitung )> t_tabel atau 9,713 > 1,992 maka, H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif pembelajaran mikro terhadap kesiapan mengajar PPL. Kemudian peneliti melakukan perhitungan koefisien determinasi dengan perolehan hasil sebesar 52,9%. Hal ini berarti variabel pembelajaran mikro memberikan sumbangan yang cukup berarti bagi variabel kesiapan mengajar, yaitu sebesar 52,9% sehingga 47,1% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata kunci: Pembelajaran Mikro (Micro Teaching), Kesiapan Mengajar PPL THE EFFECT OF MICRO TEACHING TO TEACHING READINESS OF FIELD EXPERIENCE PROGRAM OF ACCOUNTING EDUCATION STUDENTS 2014 INDONESIA UNIVERSITY OF EDUCATION Fuji Rahmawati 1st Advisor : Dr. Heni Mulyani, M.Pd 2nd Advisor : Imas Purnamasari, S.Pd, MM ABSTRACT This research aims to determine the effect of Micro Teaching to teaching readiness of field experience program of Accounting Education 2014 students Indonesia University of Education. This research involves the students of Accounting Education study program 2014 who have followed micro teaching and field experiences program or PPL. The present study employs survey method, and the whole population is used as sample or also known as cencus research with the amount of 86 students. The data collection technique in this research uses a questionnaire which is arranged in a numerical scale. The instrument validity which is used is the Product Moment correlation formula and the reliability which is used is the Alpha Cronbach formula, and data analysis technique used is the Product Moment correlations analysis. The results of the hypothesis testing which uses t-test show that t_(count )= 9,713 and t_(table )= 1,992 with α = 0,05. So it is known that t_(count ) > t_(table ) or 9,713 > 1,992 accordingly, H0 is rejected and Ha is accepted. Therefore, the hypothesis result which claims that there’s a positive influence of micro teaching towards teaching preparation PPL. Then the reseacher does the calculation of the coefficient of determination with the acquistion 0f 52,9%. This means that the variable of micro teaching gives a significant contribution for the variable of teaching preparation, that is equal to 52,9% so that the other 47,1% are influenced by other factors which are not examined in this research. Keywords: Micro Teaching, Teaching Readiness of PP

    EFEKTIVITAS KONSUMSI BUAH APEL (PYRUS MALUS) JENIS FUJI TERHADAP SKOR PLAK GIGI DAN pH SALIVA

    No full text
    Apel merupakan salah satu buah yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Rata - rata konsumsi apel di Indonesia hingga 1,1 kg perkapita pertahun menurut Badan Pusat Statistik tahun 2006. Apel mencegah pembentukan plak sebagai self cleansing serta melalui reaksi biokimiawi yang diperankan oleh katekin; yaitu senyawa polifenol yang terkandung dalam buah dan daun apel. Total kandungan fenolik dan flavonoidtertinggi ditemukan pada apel jenis Fuji. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsumsi buah apel (Pyrus malus) terhadap skor plak gigi dan pH saliva. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian berjudul “Efektivitas Konsumsi Buah Apel (Pyrus Malus) Jenis Fuji Terhadap Skor Plak Gigi dan pH Saliva†merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan pretest-posttest with control group. Sampel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini sejumlah 64 responden dari 4 kecamatan di Semarang. Berdasarkan Uji Wilcoxon yang telah dilakukan pada kelompok perlakuan maupun kontrol terhadap pH saliva dan skor plak gigi didapatkan nilai signifikasi 0,000 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa mengunyah apel dan mengunyah xylitol efektif terhadap penurunan skor plak dan peningkatan pHsaliva. Berdasarkan uji Mann Whitney nilai signifikansi menunjukan 0,000 (p<0,05) yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara mengunyah apel dan xylitol.Dari hasil penelitian diketahui bahwa terdapat perubahan yang signifikan skor plak gigi dan pH Saliva setelah mengkonsumsi buah apel jenis fuji dengan skor apel Fuji lebih tinggi dar

    PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL)

    No full text
    Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan program yang terintegrasi untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa program pendidikan sebagai calon guru atau tenaga kependidikan. Dalam pelaksanaan PPL, mahasiswa melaksanakan tugas-tugas kependidikan, dalam hal ini guru atau tenaga pendidik yang meliputi kegiatan praktik mengajar, dan kegiatan kependidikan lainnya. Program PPL ini meliputi pelaksanaan praktik mengajar terbimbing sebanyak minimal 4 sampai 6 kali yang dilaksanakan mulai tanggal 15 Juli 2016 sampai dengan 15 September 2016. Praktik mengajar terbimbing ini meliputi pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran, persiapan media, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajar n. Pelaksanaan kegiatan PPL meliputi tiga tahapan yaitu, tahap persiapan, pelaksanaan dan analisis hasil. Tahapan persiapan PPL meliputi Micro Teaching, pembekalan PPL, observasi sekolah, mengumpulkan materi ajar, mempelajari silabus dan menyusun RPP. Tahap pelaksanaan meliputi praktik mengajar terbimbing. Tahap analisis hasil berisi hasil, hambatan, solusi, dan refleksi. Pada pelaksanaan program PPL di SMP Negeri 2 Ngaglik berjalan dengan baik. Meskipun terdapat beberapa kendala yang dihadapi, semua mampu teratasi berkat kerjasama yang baik antara mahasiswa PPL dan guru pendamping. Dukungan dari berbagai pihak terutama pihak sekolah sendiri sangat membantu kelancaran pelaksanaan program PPL di sekolah tersebut. Setelah kegiatan PPL selesai, praktikan mendapatkan banyak pengalaman nyata dan pemahaman bahwa menjadi seorang guru bukanlah pekerjaan yang mudah apalagi menjadi seorang guru mata pelajaran penjaskes karena harus bisa menjadi pemimpin dan guru yang bisa menegrti setiap individu-individu yang bernagai macam karakternya

    Statistical analysis of Hydrographs of the Fuji Lakes (2nd Report)

    No full text
    We have studied the statistical property of the water-level of the Fuji lakes. In this paper, the author explained that the changes of the waterlevel had some continuity, that is, the changes were more continuous than the stochastic expectation, and the distribution of water-level between Motosu and Saiko has much correlation, but between Yamanaka and the others there is no correlation

    STATISTICAL ADJUSTMENT OF HYDROGRAPH OF THE FUJI LAKES

    No full text
    Some of the five lakes around Mt. Fuji, it is said, are connected with other. The author made scatter diagrams, control charts and time series diagrams by means of the rate of amplitude with statistical method, and proved that the western three lakes and the other two make respective groups and between these two groups there is no connection but there is much correlation among the western three but there are few between the easten two. These results coincide with the traditional legends

    PERBEDAAN PENDEKATAN INKUIRI TERBIMBING (GUIDED INQUIRY) DAN PENDEKATAN INKUIRI SEMI TERBIMBING (MODIFIED FREE INQUIRY) TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan keterampilan berpikir kritis antara kelas berpendekatan inkuiri terbimbing dan inkuiri semi terbimbing; Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan desain non equivalent control group design. Populasi penelitian ini seluruh peserta didik kelas VII di SMP N 2 Turi. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling sehingga diperoleh peserta didik kelas VII A sebagai kelas eksperimen-1 yang menggunakan pendekatan inkuiri terbimbing dan peserta didik kelas VII B sebagai kelas eksperimen-2 yang menggunakan pendekatan inkuiri semi terbimbing. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa soal pretest-posttest, lembar observasi keterampilan berpikir kritis, dan lembar keterlaksanaan pembelajaran. Teknik analisis data meliputi uji prasyarat dan uji hipotesis. Uji prasyarat penelitian berupa uji homogenitas dan uji normalitas menggunakan program Anates. Uji hipotesis penelitian menggunakan program SPSS 22 yaitu uji t (independent sample t-test). Hasil penelitian ini adalah ada perbedaan keterampilan berpikir kritis antara kelas berpendekatan inkuiri terbimbing dan inkuiri semi terbimbing dan ditunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis kelas dengan pendekatan inkuiri terbimbing lebih baik daripada kelas dengan pendekatan inkuiri semi terbimbing

    HUBUNGAN SLEEP HYGIENE TERHADAP KUALITAS TIDUR PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 THE CORRELATION BETWEEN SLEEP HYGIENE AND SLEEP QUALITY ON PEOPLE WITH TYPE 2 DIABETES MELLITUS 1

    No full text
    Gejala sekunder yang biasa dirasakan oleh penderita Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 adalah gangguan tidur. Sleep hygiene merupakan suatu latihan atau kebiasaan yang dapat mempengaruhi tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Sleep Hygiene terhadap kualitas tidur penderita Diabetes Mellitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Indralaya. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan korelasional melalui pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 29 responden dan dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Alat ukur menggunakan kuesioner sleep hygiene index (SHI) untuk mengukur skor sleep hygiene dan kuesioner Pittsburgh sleep quality index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur. Data kemudian dianalisis menggunakan uji Pearson Product Moment. Hasil penelitian didapatkan skor rata-rata sleep hygiene adalah 15,79 dan skor rata-rata kualitas tidur adalah 9,31. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara sleep hygiene dengan kualitas tidur penderita DM Tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Indralaya (p value = 0,017). Diharapkan pada perawat komunitas yang ada di Puskesmas Indralaya yang salah satu perannya sebagai edukator, memasukkan teknik sleep hygiene dalam pendidikan kesehatan yang harus diberikan pada penderita DM tipe 2

    <i>Journey to See Fuji</i> (1567) by Satomura Jōha: About the Author, Circumstances of Creation, and Main Features of the Diary

    No full text
    At a time when many provincial daimyō were at war with their neighbors, and Oda Nobunaga was gradually becoming a central figure in the political arena, the renga poet Satomura Jōha and his disciples made a journey to Suruga province to see Mt. Fuji. Jōha described this journey in his travel diary, Journey to See Fuji. The diary clearly shows both the features of medieval travel diaries, such as the inclusion of renga and some waka, the strong influence of Ise Monogatari, references to Genji Monogatari and the diaries of Jōha’s predecessors, other renga poets. Journey to See Fuji also bears the characteristics of early modern travel diaries: the absence of a sense of forcedness and hardness of the journey (instead, Jōha is enjoying his travel), a detailed listing of the names of people met on the way, realistic depiction of places he visited, and descriptions of military hostilities.It is curious that, despite stating seeing Mt. Fuji as the main reason for his journey, Jōha writes about it very little. This diary is interesting not only for its literary and poetic part but also as a historical source from which it is possible to reconstruct the network of relationships between famous figures of the sixteenth century

    Characteristics of salt inclusions in polar ice from Dome Fuji, East Antarctica

    No full text
    We studied the depth profile of the chemical properties, number concentration and average diameter of micro-inclusions in Antarctic ice from Dome Fuji. Analysis of the data indicated that the distribution of inclusions was not significantly modified during ice sheet flow, although a main constituent Na2SO4 center dot 10H(2)O changed into another solid phase in the deep ice. In the chemical form, sodium sulfate and magnesium sulfate were dominant in the interglacial and early-glacial ice, but were not detected in the glacial-maximum ice. Instead, the sulfate in the glacial-maximum ice was mainly in the form of calcium sulfate. This is strong support for the hypothesis that the neutralization regime of acid aerosols in the atmosphere and snowpack dramatically changed from chemical reaction with sea salt to that with dust during glacial maxima

    Four-Dimensional Painlevé-Type Equations Associated with Ramified Linear Equations III: Garnier Systems and Fuji-Suzuki Systems

    No full text
    This is the last part of a series of three papers entitled ''Four-dimensional Painlevé-type equations associated with ramified linear equations''. In this series of papers we aim to construct the complete degeneration scheme of four-dimensional Painlevé-type equations. In the present paper, we consider the degeneration of the Garnier system in two variables and the Fuji-Suzuki system.The author would like to thank Professor Kazuki Hiroe for his helpful suggestions. The author would also like to thank Professors Hidetaka Sakai and Akane Nakamura who provided invaluable comments and continual encouragement
    corecore