78 research outputs found

    HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN OTOT LENGAN DAN KEKUATAN OTOT PERUT TERHADAP KETERAMPILAN SERVIS ATAS DI EKSTRAKURIKULER BOLAVOLI SISWA SMP PGRI CIKEMBAR KABUPATEN SUKABUMI TAHUN 2017/2018

    Full text link
    This study aims to determine the relationship between arm muscle strength and abdominal muscle strength to top service skills in extracurricular volleyball SMP PGRI Cikembar Sukabumi district in the background by the importance of the role of muscle strength of the arms and abdominal muscle strength in the game bolavoli. This research usesmethod survey with test and measurement technique. The population in this study is a member of extracurricular volleyball SMP PGRI Cikembar Sukabumi District, amounting to 30 people. The sample of this research is all members of extracurricular volleyball SMP PGRI Cikembar Sukabumi District amounting to 30 people, with sampling technique using total sampling. Instruments used in this study include: (1). The arm muscle strength test (2). Abdominal muscle strength test (3). Test top service skill. The technique of data analysis using multiple correlation statistical data collection techniques is to find the relation and contribution of two independent variables (X) or more simultaneously (together) with the dependent variable (Y) using multiple correlation formula, tested significant with Farithmetic. result of research indicate that (1). There is a significant relationship between arm muscle strength (X1) and upper service skill (Y). (2). There is a significant relationship between abdominal muscle strength (X2) and upper service skill (Y). (3). There is a significant relationship between arm muscle strength (X1) and abdominal muscle strength (X2) on top service skill (Y). Based on the results of calculations using multiple correlation techniques obtained Fcount (6.2)> Ftable (2.57) with a significant level of 0.05 then H0 rejected, meaning there is a relationship between arm muscle strength and abdominal muscle strength to top in the volleyball game at SMP PGRI Cikembar Sukabumi District. Based on the result of correlation X1, X2 is Y obtained Farithmetic (6,2)> Ftable (2,57) with significant level 0,05. By getting the result of calculation Rx1x2y equal to 0,558 with category pertained enough strong and construction simultaneously R2 x 100% = 0,5582 x 100% = 31% and rest 69%. This means that mastery of arm muscle strength and abdominal muscle strength contributes to top service skill in game volleyball 31% and the rest 69% by other variable

    Erratum to Coping with global uncertainty: Perceptions of COVID-19 psychological distress, relationship quality, and dyadic coping for romantic partners across 27 countries

    Full text link
    Three new authors (Adnan Adil, Emmanuel Asampong, and Rahmattullah Khan Abdul Wahab Khan) were not initially listed in the Epub ahead of print

    ANALISIS PENGEMBANGAN KAWASAN STRATEGIS DI PROVINSI ACEH

    No full text
    ABSTRAKJudul: Analisis Pengembangan Kawasan Strategis di Provinsi AcehNIM : 1109300010012Program Studi: Doktor Ilmu Ekonomi, Universitas Syiah Kuala Penulis: RahmattullahPromotor: Prof. Dr. Mohd. Nursyechalad, MS.Ko. Promotor: Dr. Abd. Jamal, SE, M.Si.; Dr. Muhammad Nasir, SE, M.Si, MA.Penelitian ini bertujuan menganalisis kesenjangan pembangunan intra, antar zona, pertumbuhan ekonomi beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya dalam pengembangan kawasan strategis di Provinsi Aceh tahun 2010-2016. Data yang digunakan adalah data panel yang terdiri dari 6 zona yaitu zona pusat, utara, timur, tenggara, selatan dan barat. Metode yang dipakai adalah regresi data panel. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa model fixed effek cukup baik dalam menjelaskan kesenjangan pembangunan intra, antar zona dan pertumbuhan ekonomi setelah melalui uji Chow dan Hausman.Variabel bebas kesenjangan pembangunan intra dan antar zona digunakan pertumbuhan ekonomi, PDRB per kapita, IPM, APBD, PNPM mandiri. Variabel bebas pertumbuhan ekonomi digunakan kesenjangan pembangunan intra dan antar zona, PDRB per kapita, energi listrik. teknologi informasi, tenaga kerja S2/S3. Hasilnya adalah kesenjangan pembangunan dapat diturunkan untuk intra zona. Kesenjangan antar zona tidak dapat diturunkan karena faktor APBD dan PNPM mandiri terbukti mendorong naiknya angka kesenjangan pembangunan antar zona. Pertumbuhan ekonomi dapat menurunkan kesenjangan pembangunan intra zona. Setiap kenaikan pertumbuhan ekonomi 1 persen, maka akan menurunkan indeks kesenjangan pembangunan intra zona sebesar 0,076. Untuk menjamin agar pertumbuhan ekonomi kawasan strategis meningkat, maka direkomendasikan penguatan teknologi informasi dan dukungan energi listrik yang maksimal.Kata Kunci : Kesenjangan Pembangunan Intra dan Antar Zona, Pertumbuhan Ekonomi, Energi Listrik, Teknologi Informasi

    LAPORAN INDIVIDU KEGIATAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN DI SMK PI AMBARRUKMO 1 SLEMAN

    No full text
    Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Universitas Negeri Yogyakarta semester khusus tahun 2016 yang berlokasi di SMK PI AMBARRUKMO 1 Sleman dilaksanakan pada 18 Juli 2016-15 September 2016. Tujuan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah melatih mahasiswa agar memiliki pengalaman yang nyata dalam proses pembelajaran dan kegiatan kependidikan lainnya di sekolah. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengembangkan potensi diri mahasiswa sebagai tenaga keguruan yang professional dan memiliki pengetahuan, sikap, serta keterampilan yang memadai. Kegiatan yang telah dilaksanakan meliputi penyusunan RPP, praktik mengajar, pembuatan soal evaluasi, serta kegiatan lainnya yang diselenggarakan di sekolah. Praktik mengajar telah dilakukan sebanyak 8 kali pertemuan di kelas XI AP-2. Pokok bahasan yang diajarkan adalah Breakfast disertai praktek, Dessert disertai praktek, Garnish disertai praktek dan Garnish minuman disertai praktek. Program kegiatan PPL ini dapat terlaksana dengan baik dan lancer berkat adanya bimbingan dan arahan dari guru pembimbing dan dosen pembimbing lapangan selama praktik mengajar. Selain itu, peran aktif peserta didik selama berlangsungnya kegiatan belajar mengajar di dalam kelas juga memberikan kelancaran dalam program tersebut. Terlaksananya program PPL ini juga tidak terlepas dari dukungan dan bantuan pihak sekolah yang telah memberikan keluasan kesempatan kepada para mahasiswa PPL untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya. Namun, praktikan menemui beberapa hambatan ketika melaksanakan PPL, yakni praktikan masih kurang kooperatif antara scenario pembelajaran di RPP dengan implementasi di kelas. Praktikan masih mengunggulkan seni mengajar “improvisasi”. Saat di kelas, praktikan sering menemui kendala bahwa siswa kurang aktif dalam pembelajaran saat praktikan hanya berkutat pada RPP semata

    DEVELOPMENT OF A STRATEGIC PLANNING MODEL BASED ON DIGITAL TECHNOLOGY TO IMPROVE THE QUALITY OF EDUCATION

    Full text link
    This research aims to develop a strategic planning model based on digital technology to improve the quality of education. The research was conducted against the background of the need for educational transformation through digital technology innovation in order to improve the quality of learning and school management. The research method uses a research and development approach with stages of needs analysis, model design, expert validation, testing and implementation. Data collection instruments include interviews, observation and documentation. The research results show that the strategic planning model based on digital technology that was developed has proven to be effective in improving the quality of education, which is characterized by improving teacher performance, learning quality and school administrative management. This model includes digital technology integration strategies, developing digital competency for educators, and technology-based management systems. The use of digital technology in the educational planning process brings a fundamental transformation to the learning system. Through technology integration, processes become more efficient, organized and based on accurate data. Digital technology enables faster, more transparent and more targeted decision making, and encourages constructive collaboration between teachers, students and parents. This approach does not just improve administrative quality, but also creates a dynamic, responsive and innovation-based educational ecosystem. The research recommendation is the need for continued support from stakeholders in implementing digital technology-based strategic planning models in schools

    Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Kecerdasan Emosional Terhadap Kinerja Guru Gugus III Keude Bate Kabupaten Pidie

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformarional dan kecerdasan emosional terhadap kinerja guru gugus III Keude Bate. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah adalah guru di SDN Gugus III  Kabupaten Pidie dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. hasil analisis membuktikanbahwa variabel kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kinerja guru di Gugus III Keude Batee Kabupaten Pidie, variabel kecerdasan emosional berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kinerja guru di Gugus III Keude Batee Kabupaten Pidie dan variabel kecerdasan emosional dan kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan secara bersama-sama (simultan) terhadap kinerja guru di Gugus III Keude Batee Kabupaten Pidie

    Karakterisasi Morfologi, Kandungan Karo- tenoid, dan Sekuen Gen Ccs pada Cabai Ra- wit G1 Original Type dan Mutan G1/M13.

    Full text link
    Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) mengandung karotenoid yang dalam biosintesisnya diatur oleh gen Ccs (Capsanthin-Capsorubin Synthase). Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan variasi morfologi, mengetahui kandungan karotenoid total pada berbagai umur buah (30, 45, 60 hari setelah pembungaan atau HSP), korelasi antara morfologi dan kandungan karotenoid, dan mengidentifikasi perbedaan sekuen gen Ccs antara cabai rawit G1 original type dan mutan G1/M13, dan menentukan hubungan antara karakteristik morfologi dan karotenoid total. Tanaman mutan G1/M13 secara signifikan memiliki sifat morfologi kuantitatif yang secara signifikan lebih besar dibandingkan kontrol/original type walaupun terdapat variasi antar tanaman G1/M13. Berat buah secara signifikan berkorelasi sangat kuat (0,75 < Rs < 0,99) terhadap jumlah biji. Lebar buah secara signifikan berkorelasi kuat terhadap berat buah dan tinggi tanaman (0,50 < Rs < 0,75). Kandungan karotenoid total secara keseluruhan meningkat secara signifikan (p < 0,05) seiring dengan bertambahnya umur buah. Kandungan karotenoid total secara signifikan berkorelasi kuat terhadap warna buah pada umur 30 dan 45 HSP. Analisis sekuen gen Ccs menunjukkan adanya reverse/back mutation pada basa nomor 462 dan 809 bila dibandingkan sekuen dari original type dan referensi genebank. Dengan demikian, tanaman mutan memiliki kandungan karotenoid dan morfologi yang lebih baik dibandingkan original type dan perbedaan basa pada gen Ccs diindikasikan berdampak positif terhadap kandungan karotenoid cabai rawit mutan G1/M13

    Integrated Socio-Entrepreneurship in Cultural Space: Analysis and Validation Semester Learning Plan

    Full text link
    This study aims to analyze and validate the semester learning plan for entrepreneurship courses with spatial-cultural integration based on PJBL. This research was conducted at the PGSD study program at UBBG, Banda Aceh. The research method is research and development. The instrument used is the RPS of lecturers. Some experts validate the RPS, material experts, linguists, and media experts before it is used in instruction. The observation stage follows the rules:  define, design, develop, and disseminate. Based on the results of the study showed that the validity level of the PJBL-based Spatial Integrated Entrepreneurship course was valid; (1) Instructions in the Semester Learning Plan affect it easier for lecturers to convey the purpose of various activities to students, (2) The learning method used is by the material presented, and (3) The Semester Learning Plan can be one of the data for the evaluation of the learning process. This means the PJBL-based spatial-cultural integrated Semester Learning Plan for entrepreneurship courses can already be applied. This study recommends that the designed semester learning plan must be adapted to the learning method used
    corecore