60 research outputs found

    KOMUNITAS PEREMPUAN PENGRAJIN TAS DI DUSUN ORING DESA LAWALLU KECAMATAN SOPPENG RIAJA KABUPATEN BARRU

    No full text
    Rahmatang,2018. Komunitas Perempuan Pengrajin Tas Di Dusun Oring Desa Lawallu Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru. Program Studi Sosiologi, fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negri Makassar. Dibimbing oleh Idham Irwansyah, dan Hj Musdaliah Mustadjar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya perempuan mempertahankan komunitasnya agar tetap eksis dan dampak sosial ekonomi adanya keterlibatan komunitas perempuan pengarajin tas di Dusun Oring Desa lawallu Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru. Penelitian ini menggunankan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penarikan informan dalam penelitian ini dilakukan dengan cara purfosive sampling sesuai kriteria informan, perempuan yang termasuk kedalam anggota komunitas. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan Upaya yang dilakukan oleh perempuan pengrajin tas dengan cara menanamkan dalam dirinya unsur a) seperasaan yang meliputi ada perasaan yang mendorong dalam dirinya tercipta perasaan solidaritas antar anggota dalam kepentingan yang sama didalam memenuhi kebutuhan hidup. b) Sepenangungan setiap apa yang dikerjakan dan apa yang dikeluarkan itu menjadi tanggung jawab bersama. c) Saling memerlukan dalam hal apapun ingat bahwa mereka berasal dari wadah yang sama artinya harus saling mendukung, membantu,dan saling merasakan sebuah ketergantungan terhadap komunitas yang diikutinya. Meningkatkan kualitas produk seperti mengadakan pelatihan khusus dan pertemuan sesering mungkin, menyalurkan keterampilan dan memperluas komunitas dengan namambah jaringan kerja sama. Dampak sosial ekonomi yang dirasakan selama bergabung, setiap anggota mengalami perubahan dihidupnya.Dapat meningkatkan pendapatan keluarga mengurangi pengangguran dan meningkatkan kualitas hidup

    EKSISTENSI BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN SARANA INFRASTRUKTUR DI KOTA PALOPO

    No full text
    ABSTRAK Rahmatang, 2023. “Eksitensi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) dalam Pembangunan Sarana Infrastruktur di Kota Palopo”. Skripsi Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Negeri Palopo. Dibimbing oleh Bapak Abd. Kadir Arno, SE.Sy., M.Si. Skripsi ini membahas tentang Eksistensi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) dalam Pembangunan Sarana Infrastruktur di Kota Palopo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis eksistensi dari BAPPEDA dalam pembangunan sarana infrastruktur di Kota Palopo serta menganalisis hambatan yang dihadapi BAPPEDA dalam pembangunan sarana infrastruktur di Kota Palopo. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Subjek penelitian dalam penelitian ini antara lain Kepala BAPPEDA, sekertaris BAPPEDA, Kabid perencanaan infrastruktur dan pengembangan wilayah, Kabid ekonomi, social, dan pemerintahan umum. Pengambilan subjek penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling .Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan studi kepustakaan. Selanjutnya, Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mengumpulkan data, reduksi data, penyajian data serta verifikasi data. Hasil dari penelitian ini eksistensi BAPPEDA Kota Palopo yaitu melakukan perencanaan, pengendalian, pelaksanaan, serta melakukan evaluasi. Dalam melakukan fungsinya Bappeda juga melakukan koordinasi dengan pemerintahan Kota Palopo serta OPD yang terkait dalam membuat program berdasarkan beberapa pendekatan yang kemudian ditetapkan bersama badan legislatif. Adapun hambatan yang dihadapi Bappeda Kota Palopo yaitu aspek karakteristik wilayah Kota Palopo, peraturan yang berlaku, keterbatasan sumber daya, serta kurangnya pemahaman masyarakat terkait penyebab Musrenbang tidak terakomodir dengan baik. Kata Kunci: Bappeda, Eksistensi, Perencanaa

    PENGEMBANGAN MODEL ASSESSMENT SIKAP KANDEL BERDASARKAN AJARAN KI HADJAR DEWANTARA

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui indikator yang layak atau tepat dipakai menjadi dasar penyusunan assessment kompetensi sikap kandel berdasarkan ajaran Ki Hadjar Dewantara dan hasil implementasi kompetensi sikap kandel pada siswa SMK Negeri 6 Purworejo yang diukur dengan model assessment yang dikembangkan. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat 6 indikator yang layak dipakai menjadi dasar penyusunan assessment kompetensi sikap kandel yang berdasarkan ajaran Ki Hadjar Dewantara yang dikembangkan menjadi 24 butir pernyataan yang masing-masing terdiri dari 12 pernyataan butir valensi dan 12 pernyataan butir faktual. Berdasarkan hasil implementasi model assessment sikap kandel siswa SMK Negeri 6 Purworejo diperoleh hasil nilai sikap kandel dengan Mean 80,34 yang berarti sikap kandel siswa SMK Negeri 6 Purworejo dalam kategori sangat tinggi (ST).Kata Kunci: Pengembangan, Model Assessment, Sikap Kandel, Ki Hadjar Dewantara

    Analisa Biaya Operasi Kendaraan (Bok) Angkutan Umum Antar Kota dalam Propinsi Rute Palu - Poso

    No full text
    The interurban public transportation within province is one of many public transportation types used tocarry passengers from one city to another within a province, operated accordingly to the time androute scheduled by a transportation company.The objectives of the research was to find out theamount of the vehicle operational cost (VOC) of the interurban within the province and to find outthe compatibility between the rate set by the government in this periode and the income received bythe public transportation operator or entrepreneur. The research was conducted by colleting primaryand secondary data gathered through some instruments questionnaire and interview surveys towardsthe public transportation entrepreneurs and some related institutions.The result shows that theoperational cost of each vehicle vary according to the vehicle's brand and production year. Thevehicle operational cost is Rp. 229.372.412/year. And the vehicle operational cost is Rp.184.542.434/year. For the received income, it also varies according to the types of vehicle. For thepublic transportation as much Rp. 92.487.588,-/year. And for the income is as much Rp. 54.917.566,-/year

    Tradisi Massuro Ma'baca dalam Masyarakat Rompegading Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros

    No full text
    haisl penelitian menunjukan bahwa tradisi massuro ma'baca merupakan suatu rangkaian acara yang tidak boleh terlewatkan

    Penilaian Sifat Kuantitatif Sapi Pejantan Limousin di Balai Inseminasi Buatan Lembang Jawa Barat

    No full text
    Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari semua parameter nilai heritabilitas tertinggi terletak pada nilai heritabilitas Bobot Badan (0.92±0.73) dan Lingkar Dada (0.74±0.67), kemudian nilai heritabilitas sedang terletak pada ukuran Lingkar Skrotum (0.25±0.48) nilai heritabilitas terendah Tinggi Pundak (0.10±0.42), dan untuk ukuran Panjang Badan (-0.26±0.48) tidak memenuhi syarat heritabilitas

    Peranan Syariat Islam terhadap Problematika Berbusana di Era Globalisasi

    No full text
    Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Berbusana yang disyariatkan oleh agama Islam memiliki batasan dan kriteria antara lain : Menutup seluruh tubuh selain yang dikecualikan, yakni wajah dan kedua telapak tangan; Tidak ketat sehingga masih menampakkan bentuk tubuh yang ditutupnya; Tidak tipis temaram sehingga warna kulit masih dapat dilihat; Tidak menyerupai pakaian laki-laki; Tidak berwarna menyolok sehingga menjadi pusat perhatian orang; Tidak menyerupai pakaian wanita kafir. Dalam persoalan berbusana, sebagai aturan yang ditetapkan oleh Allah telah sangat berperan memberikan batasan dan kriteria busana yang sesuai dengan era globalisasi. Namun sebagai kesimpulan bahwa apapun jenis dan modelnya asal sudah memenuhi atau tidak bertentangan dengan kriteria berbusana, maka hal itu sudah sesuai syariat Islam. Tantangan dan hambatan-hambatan yang dihadapi dalam memasyarakatkan berbusana pada garis besarnya ada dua, yakni : pertama faktor Intern, yang termasuk di dalamnya adalah masyarakat kurang memahami Syariat Islam secara mendalam; terkikisnya rasa malu pada wanita muslimah, sehingga mereka enggan dan malu mengenakan berbusana sebagai identitasnya; gagalnya fungsi rumah tangga, yang mestinya menjadi pengontrol dalam perkembangan akhlak sejak bayi hingga dewasa. Kedua : faktor ekstern, yaitu Pengaruh negatif Televisi yang menampilkan berbagai acara, iklan, hiburan yang merusak moral wanita muslimah; tren globalisasi yang melanda segala zaman sehingga bukan hanya orang Barat saja yang kena imbasnya, tidak terkecuali wanita muslima

    TEACHING ENGLISH BY USING RETELLING STORY OF NARRATIVE TEXT: IT’S EFFECT ON STUDENTS’ SPEAKING ABILITYAT EIGHT GRADE STUDENTSOF JUNIOR HIGH SCHOOL34 PEKANBARU

    No full text
    This research there were two variables. The first variable was X variable (Retelling Story of Narrative Text) and the second variable was Y variable (Students’ Speaking Ability). The subject of this research was Second Grade Students Of Junior High School34 Pekanbaru. Then, the object was Students’ Speaking Ability. The technique of collecting data was test. The researcher gave the oral test to the students, with come to the front of class to tell the story that they have red, the researcher gave time about two minutes to retell the story. The total of population of this research was 180 students and the total of sample was 30 students. The technique of analyzing the data was paired sample t-test using SPSS version 20. After analyzing the data, it found that the effect of retelling story of narrative text can improve students speaking ability, where sig (2-tailed) 0.000 had less value than 0.05. So that’s way Ha was accepted and Ho was rejected. There is a positive effect in using the technique of Retelling Story of Narrative text on students’ speaking ability at second grade students of Senior High School 34 Pekanbaru, where the value of eta square was 0.91 had big value than 0.71. Keywords: Teaching English, Retelling Story of Narrative Text, Students’ Speaking Ability
    corecore