1,721,013 research outputs found
Peran kurikulum muatan lokal di mts al-mursyidiyyah pondok benda
Rahmat Saputra (1111018200015). Peran Kurikulum Muatan Lokal di Mts. Al-Mursyidiyyah. Skripsi dibawah bimbingan Bapak Dr. H. Salman Tumanggor, M.Pd. Program Studi Manajemen Pendidikan. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Kurikulum muatan lokal dalam menumbuhkan karakter diri siswa dan mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam proses pendidikan di kelas dalam MTs. Al-Mursyidiyyah Pondok Benda. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan November 2016 ? Maret 2017 di MTs. Al-Mursyidiyyah Pondok Benda. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan mix method antara pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif, yaitu metode deskriptif untuk suatu metode yang bertujuan untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual, akurat, mengenai sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yang diselidiki. Sumber data penelitian ini adalah peneliti melakukan wawancara dengan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan dan guru kurikulum muatan lokal dan sebagai data pendukung peneliti menyebar angket ke kelas 9.1 dengan sampel 12% (30 orang) dari jumlah siswa 250 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebanyakan responden menilai peran guru kurikulum muatan lokal berjalan dengan sangat baik dengan nilai rata-rata angket 80,48% Dengan demikian peran guru kurikulum muatan lokal dalam menumbuhkan karakter siswa telah mampu berjalan dengan baik, sehingga perlu dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Kata Kunci : Muatan Lokal, Implementasi
ANALISIS PENERIMAAN E-LEARNING BERBASIS EDMODO DAN GOOGLE CLASSROOM MENGGUNAKAN METODE TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL PADA SMK NEGERI 2 PEKANBARU
ANALISIS PENERIMAAN E-LEARNING BERBASIS EDMODO
DAN GOOGLE CLASSROOM MENGGUNAKAN METODE
TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL PADA SMK NEGERI 2
PEKANBARU
ANDRE RAHMAT SAPUTRA
NIM: 11653103662
Tanggal Sidang: 19 Januari 2021
Periode Wisuda:
Program Studi Sistem Informasi
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Jl. Soebrantas, No. 155, Pekanbaru
ABSTRAK
Evaluasi terhadap sistem e-learning berbasis Edmodo dan Classroom di SMK Negeri 2 Pekanbaru
perlu dilakukan, salah satunya untuk mengetahui bagaimana kegunaan sistem e-learning berbasis
Edmodo dan Google Classroom bagi pengguna. Permasalahan pada e-learning Edmodo: memiliki
tampilan yang rumit (not user friendly), tidak mempunyai pilihan untuk mengirim pesan tertutup
antar sesama siswa/i, berkomunikasi sesama siswa berlangsung secara global dalam group tersebut,
tidak adanya fasilitas chat seperti terdapat pada jejaring sosial (facebook, tuenti dan myspace)
pada umumnya yang menerapkan area chatting secara langsung. Dan permasalahan pada Google
Classroom: tampilan yang kurang menarik bagi siswa/i, saat google drive penuh file tidak bisa
dikirim, fitur assessment tidak bisa memasukkan rumus matemtika dan fisika. Penelitian ini
bertujuan untuk mengukur penerimaan pengguna E-learning Edmodo dan Google Classroom pada
SMKN 2 Pekanbaru dengan menggunakan metode Technology Acceptance Model. Metode pada
penelitian ini menggunakan Technology Acceptance Model menjelaskan dan memprediksi penerimaan
pengguna terhadap suatu teknologi dan menjelaskan perilaku dari penggunaan teknologi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Faktor yang lebih dominan pada faktor manfaat (Perceived
usefulness) terhadap penerimaan pengguna teknologi informasi (Acceptance of IT) adalah pada
pengguna e-learning edmodo dengan nilai Thitung (6,399). dan pada faktor kemudahan (Perceived
ease of use) terhadap penerimaan teknologi informasi (Acceptance of IT) adalah pada pengguna
e-learning Google Classroom dengan nilai Thitung (9,613). Hal ini dapat membuktikan bahwa
apabila nilai dari faktor manfaat dan kemudahan meningkat, maka penerimaan pengguna terhadap
teknologi informasi / sistem informasi akan meningkat.
Kata Kunci: Edmodo dan Google Classroom, Kemudahan, Manfaat, Penerimaan IT, TAM
ATURAN PENYELENGGARAAN JARAK PUSAT PERBELANJAAN DAN TOKO SWALAYAN DENGAN PASAR TRADISIONAL DALAM PERATURAN DAERAH KOTA PEKANBARU NOMOR 9 TAHUN 2014 TENTANG PENGELOLAAN PASAR RAKYAT, PUSAT PERBELANJAAN DAN TOKO SWALAYAN (Studi Kasus Kecamatan Tuah Madani)
Ilham Rahmat Saputra, (2024): Aturan Penyelenggaraan Jarak Pusat Perbelanjaan Dan Toko Swalayan Dengan Pasar
Tradisional Dalam Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 9 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan Dan Toko Swalayan (Studi Kasus Kecamatan
Tuah Madani)
Dalam tiga tahun terakhir, pertumbuhan bisnis retail secara keseluruhan mencapai rata-rata 43,634 pertahun, khusus minimarket tumbuh rata-rata 7.341
pertahun, yang jaraknya antara satu dengan yang lainnya kurang dari 350 meter.
Padahal jelas dalam Perda nomor 9 tahun 2014 tentang pengelolaan pasar rakyat,
pusat perbelanjaan dan toko swalayan pada pasal 21 mengatakan bahwa tidak
diperbolehkan toko modern ini berdiri di jalan pemukiman dan juga jaraknya
antara pedagang kecil harus beradius lebih kurang 350 M². Rumusan masalah
pada penulisan ini adalah tentang aturan penyelenggaraan jarak Pusat
Perbelanjaan dan Toko Swalayan dengan Pasar Tradisional serta hambatan aturan
penyelenggaraan jarak Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan dengan Pasar
Tradisional dalam Perda Kota Pekanbaru Nomor 9 Tahun 2014 tentang
Pengelolaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan.
Metode penelitian ini adalah yuridis sosiologis. Penelitian hukum
sosiologis merupakan salah satu jenis penelitian hukum yang menganalisis dan
mengkaji bekerjanya di dalam masyarakat Data yang diperoleh melalui kegiatan
penelitian ini dianalisis secara kualitatif kemudian disajikan secara deskriptif yaitu
menjelaskan, menguraikan dan menggambarkan sesuai dengan permasalahan
yang erat kaitannya dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti.
Adapun hasil penelitian tentang Pelaksanaan Ketentuan Jarak Antara Pusat
Perbelanjaan dan Toko Swalayan dengan Pasar Rakyat belum terlaksanakan atau
terimplementasikan dengan baik, hal itu dapat dilihat dari banyaknya Pasar
modern yang melanggar aturan yang telah ada, masih banyaknya pelaku usaha
yang mendirikan ritelnya tidak memperhatikan radius 350 M, dan jam
operasionalnya 24 jam, hambatan pelaksanaan ketentuan jarak antara pusat
perbelanjaan dan toko swalayan dengan pasar rakyat ada beberapa faktor yaitu
kurangnya pengawasan, kurangnya sosialisasi,mudahnya didapatkan penerbitan
izin dalam pembukaan usaha toko modern dan partisipasi pelaku usaha yang
kurang maksimal dan upaya pemerintah Pekanbaru dalam menyelesaikan
hambatan pelaksanaan ketentuan jarak tersebut yaitu melakukan pengawasan,
sosialisasi dan memperbaiki aturan yang ada.
Kata Kunci: Jarak, Pasar, Tradisional, Swalaya
PENGARUH KONSENTRASI PEKTIN DAN KARAGENAN TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK PERMEN JELLY KULIT BUAH NAGA MERAH (HYLOCEREUS POLYRHIZUS)
Rahmat Saputra. 1405105010066. Pengaruh Konsentrasi Pektin dan Karagenan Terhadap Sifat Fisikokimia dan Organoleptik Permen Jelly Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) di bawah bimbingan Syarifah Rohaya sebagai ketua dan Eva Murlida sebagai anggota.RINGKASANBuah naga adalah buah dengan penampilan menarik yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Buah naga memiliki beberapa jenis, salah satunya yaitu buah naga kulit dan daging yang berwarna merah. Kulit buah naga memiliki bagian kulit 30-35% yang jarang dimanfaatkan dan menjadi limbah. Kulit buah naga merah memiliki kandungan antioksidan, antosanin, pektin dan serat yang tinggi. Sedikitnya pemanfaatan serta tingginya kandungan gizi pada kulit buah naga merah maka dilakukan pengolahan menjadi produk pangan yaitu permen jelly. Permen jelly merupakan produk bertekstur kenyal yang diproses dengan penambahan hidrokoloid. Gelling agent yang sering digunakan yaitu gelatin, tetapi harga yang mahal dan keraguan terhadap kehalalannya. Pengganti gelatin sebagai gelling agent yaitu dapat menggunakan pektin dan karagenan. Kombinasi pektin dan karagenan digunakan agar terbentuknya gel pada konsentrasi penstabil yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh konsentrasi pektin dan karagenan terhadap mutu fisikokimia dan organoleptik permen jelly kulit buah naga merah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu konsentrasi pektin (P) dengan tiga taraf : P1=1,5%, P2=2%, dan P3=2,5%. Faktor kedua yaitu konsentrasi karagenan (K) dengan tiga taraf: K1=3,5%, K2=4,5% dan K3=5,5%. Dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali sehingga didapatkan 27 satuan percobaan. Analisis yang dilakukan ada dua yaitu analisis bahan baku meliputi aktivitas antioksidan dan pH, serta analisis permen jelly kulit buah naga merah meliputi kadar air, kadar abu, pH, serat kasar,aktifitas antioksidan, uji kekerasan, dan organoleptik secara deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi pektin (P) berpengaruh terhadap penurunan nilai pH, menurunkan intensitas warna buram, dan meningkatkan tekstur kenyal. Kemudian faktor konsentrasi karagenan (K) meningkatkan nilai kadar abu, nilai pH, nilai intensitas warna buram dan tekstur kenyal. Interaksi kedua faktor (PK) berpengaruh terhadap warna buram dan tekstur kenyal. Perlakuan terbaik permen jelly kulit buah naga merah ditentukan berdasarkan organoleptik yaitu perlakuan konsentrasi pektin 2% dan karagenan 4,5% (P2K2). Permen jelly kulit buah naga merah terbaik memiliki karakteristik meliputi kadar air 42,95%, kadar abu 1,17%, pH 4,72, antioksidan 29,27%, kadar serat kasar 4,85%. Berdasarkan penerimaan konsumen permen jelly kulit buah naga merah memiliki karakteristik warna buram, aroma, rasa manis memiliki intensitas netral, rasa pahit memiliki intensitas lemah, dan tekstur kenyal memiliki intensits tekstur yang kuat
Strategi dakwah islam melalui media online Nahdlatul Ulama
Conventional dakwah strategies have a problem with the time & space. Thus, dakwah in this era of
information technology has a big challenge in society. Meanwhile, online media have become
basic requirement of modern society. Everyone can access online media easily. Unfortunately, the
media is more likely to be used for information and entertainment purposes only, even it is misused
frequently. Without the right strategies, Dakwah through online media will not succeed. The
objective of this study was to identify strategies for Islamic dakwah adopted by Nahdlatul Ulama
Online Media (www.nu.or.id called: NU Online) in Indonesia. This research applied library research
with technical content analysis along with the views of some figures in the modern Islamic dakwah.
The results showed that the strategies of the message of Islam through online media NU arefirst,
cooperation with the media having the same vision. Secondly, increase media messages so that
visitors feel convenient in getting knowledge about Islam with a variety of discussion topics. Third,
develop the latest information technologies such as mobile versions of websites and android
applications. The results of this study can be used as a basic guideline by the missionaries both
individual and institutional, as well as the entire Muslim community who want to make dakwah
(propaganda) through the media online effectivel
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
