18 research outputs found

    Konsumsi Simbolis dalam Pemilikan Rumah oleh Kelas Menengah (Studi Kasus Penghuni Greenland Forest Park Residence Depok)

    Full text link
    This study explains about symbolic consumption of middle class for home ownership. This study used the qualitative approach, it was chosen as the purpose of this study is to explain how the middle class colours their class position through the home ownership. Data was collected through observation and depth interview for the strategy of inquiry. The subject of study was dweller of Greenland Forest Park Residence. The research was conducted from April to July 2015.Gerke (2002) explained about lifestyling of Indonesian middle class as a strategy to show their social class without real consumption. This study revealed that the home ownership show two aspects of middle class (Greenland dweller) consumption; the real and symbolic consumption at the same time demonstrating their social class

    RUANG DAN IDENTITAS SOSIAL

    Full text link
    ABSTRACT This study discusses the reproduction of the social identity of the Muslim middle class through space; boarding school. Data were collected through interviews and observations. This study departs from the argument of Jati (2019) that the Indonesian Muslim middle class and the middle class in general have different characteristics. The findings in this study reveal that Islamic boarding schools have an influence on the social, political, and religious views of the middle class. Even the Muslim middle class has different religious practices and different socio-political views. This is what makes the face of the Indonesian middle class very diverse. The Indonesian middle class generally expresses their urban side closely with an educated urban life. The middle class presents themselves with local, urban and global values. Middle class identity is formed with values ​​oriented to religious-nationalism values

    RELASI EKONOMI-SOSIAL KAPALO JULO-JULO DAN ANAK JULO-JULO DI PASAR RAYA PADANG

    No full text
    Julo-julo adalah suatu sistem peminjaman uang yang melibatkan kapalo Julo-Julo (orang yang meminjamkan uang) dan anak julo-julo (pedagang kecil yang meminjam uang kepada kapalo julo-julo) di Pasar Raya Padang. Pedagang Kecil di Pasar Raya Padang tetap bertahan meminjam uang kepada kapalo julo-julo meskipun tersedia lembaga finansiaJ formal yang memberikan pinjaman dengan bunga rendah dibandingkan dengan bunga pinjaman yang diberikan oleh kapalo julo-julo. Oleh karena itu penulis ingin melihat makna relasi ekonomi-sosiai yang teijadi antara kapalo julo-julo dan anakjulo-julo di Pasar Raya Padang. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan tipe deskriptif. Teknik yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Pemilihan informan disesuaikan dengan tujuan penelitian. Penelitian ini menggunakan teori interakstonisme simbolik dari Blumer yang menjelaskan bagaimana makna sesuatu bagi individu mempengaruhi individu tersebut dalam berinteraksi. Interaksionisme simbolis bertumpu pada tiga premis : (1) manusia bertindak terhadap sesuatu berdasarkan makna-makna yang ada pada sesuatu itu bagi mereka (2) makna tersebut berasal dari "interaksi sosial seseorang dengan orang lain" (3) makna-makna tersebut disempumakan disaat proses interaksi sosial berlangsung. Dari hasil penelitian mengenai relasi ekonomi-sosiai kapalo julo-julo dan anak julo-julo di Pasar Raya Padang, penulis menemukan makna relasi ekonomi-sosiai dengan sistem julo-julo bagi mereka masing-masing. Bagi kapalo julo-julo relasi ekonomi-sosiai yang terjadi antara ia dan anak julo-julo adalah suatu Hal yang penting karena sangat menguntungkan dan harus dipertahankan. Anak julo-julo sudah dianggap seperti teman, saudara dan keluarga karena mereka saling tolong menolong dan menjalin tali silaturahmi dalam kehidupan sosial, seperti saling mengunjungi ketika ada acara perkawinan dan kematian. Makna relasi ekonomi sosiai dengan kapalo julo-julo bagi anakjulo-julo memiliki makna bahwa meminjam uang kepada kapalo julo-julo pada dasarnya adalah hal yang merugikan bagi mereka tetapi mereka terpaksa meminjam uang kepada kapalo julo-julo karena dalam keadaan terdesak. Di sisi lain, meminjam uang kepada kapalo julo-julo bagi anak julo-julo adalah hal yang menguntungkan dalam segi mudahnya prosedur peminjaman uang, cepatnya pencairan dana pinjaman dan tidak menggunakan jaminan. Kapalo julo-julo jug& dimaknai oleh anakjulo-julo sebagai teman, saudara dan keluarga karena mereka saling tolong menolong dan menjalin tali silaturahmi, seperti kapalo julo-julo memberikan bantuan uang ketika anggota keluarga anakjulo julo sakit dan memberikan buah tangan ketika Hari Raya dan hari besar lainnya

    Taxi dan Prostitusi Terselubung di Kota Tanjungpinang

    Full text link
    Prostitusi yang menyatu dengan bisnis taxi ini berjalan begitu sistemik. Berangkat dari pola-pola para penyedia jasa transportasi berupa taxi, yang kemudian berkembang pada penyedia jasa transportasi plus. Jasa transportasi sekaligus jasa penyedia perempuan penghibur ikut subur. Pemberlakukan paket pemesanan taxi ini pada akhirnya menjadi sebuah bisnis yang menjanjikan. Mendongkrak pendapatan jasa sewa taxi karena mampu menyiapkan para perempuan yang telah dipesan. Perempuan-perempuan ini dipesan dalam rangka liburan para tamu tadi. Pemesan biasanya melakukan transaksi melalui pesan singkat maupun telpon. Transaksi terjadi dengan mudah dengan teknologi yang tengah berkembang. Problematika praktik tersebut merupakan indikasi dari munculnya keuntungan yang sangat besar bagi pihak-pihak tertentu yang terlibat. Aman dari jangkauan para pengambil kebijakan, meski di sisi lalin juga membawa masalah. Sebuah bukti bahwa praktik prostitusi begitu menjanjikan bagi siapapun yang terlibat dalam bisnis tersebut, karena hasil yang didapat juga besar. Bagian dari fenomena berkembangnya kota, dalam lingkup wiayah perbatasan. Problematika praktik tersebut merupakan indikasi dari munculnya keuntungan yang sangat besar bagi pihak-pihak tertentu yang terlibat. Dimana ini terjadi karena masyarakat melakukannya secara sadar, tersistem, dan berkelanjutan. Sebuah paktik jual beli yang langgeng, terstruktur, beresiko, namun juga menggiurkan bagi sebagian orang

    The remake in new Russian dramaturgy : (an attempt at synthesis)

    No full text
    The purpose of this paper is to discuss the remake tool, popular in postmodern culture, which is increasingly used by the authors of the new Russian dramaturgy. The author attempts to characterize and classify this phenomenon, citing the work of Russian and foreign academics. The author supports her conclusions with examples of reinterpretation of classical works (Anton Chekhov, Nikolai Gogol, Fyodor Dostoyevsky, Ivan Goncharov, Leo Tolstoy and others) by contemporary playwrights

    Olega i Władimira Priesniakowów postmodernistyczne gry (z) Biblią

    Full text link
    The article presents an attempt to discuss the place and the role of the Bible in Oleg and Vladimir Presnyakov`s oeuvre on the example of Before the Flood. The author places the meaning of the symbols, motives, pictures and Biblical codes in the postmodernist context. The main aim of this measure is to present a multilevel and typical of postmodernist esthetic play (with) cultural text undertaken by the Russian playwrights in their experimental writing. The literary reinterpretation of the Biblical events and figures allows not only for stressing the intertextual character of the discussed literary work but also for demonstrating lack of the basic moral principles and identity dominant in the Brothers` literary world, the progressing relativism of values, alienation and human`s degradation in the surrounding material world as well as unskilfulness terming and defining our own emotional states

    Римейк в новейшей русской драматургии (попытка синтеза)

    No full text
    The purpose of this paper is to discuss the remake tool, popular in postmodern culture, which is increasingly used by the authors of the new Russian dramaturgy. The author attempts to characterize and classify this phenomenon, citing the work of Russian and foreign academics. The author supports her conclusions with examples of reinterpretation of classical works (Anton Chekhov, Nikolai Gogol, Fyodor Dostoyevsky, Ivan Goncharov, Leo Tolstoy and others) by contemporary playwrights.Celem artykułu jest omówienie popularnego w kulturze postmodernistycznej chwytu remake’u, który jest coraz częściej wykorzystywany przez autorów najnowszej dramaturgii rosyjskiej. Autorka podejmuje próbę scharakteryzowania i sklasyfikowania tego zjawiska, powołując się na prace rosyjskich oraz zagranicznych badaczy. Swoje wnioski autorka podpiera przykładami reinterpretacji utworów klasycznych (Antona Czechowa, Nikołaja Gogola, Fiodora Dostojewskiego, Iwana Gonczarowa, Lwa Tołstoja i in.) przez współczesnych dramaturgów.Целью статьи является обсуждение популярного в постмодернистской культуре приема римейка, который все чаще используется авторами новейшей русской драматургии. Автор пытается охарактеризовать и классифицировать этого явления, ссылаясь на работы русских и зарубежных исследователей. Выводы обосновываются примерами реинтерпретации классических произведений (Антона Чехова, Николая Гоголя, Федора Достоевского, Ивана Гончарова, Льва Толстого и др.) современными русскими драматургами

    Oleg and Vladimir Presnyakov’s postmodern play with the Bible

    Full text link
    The article presents an attempt to discuss the place and the role of the Bible in Oleg and Vladimir Presnyakov`s oeuvre on the example of Before the Flood. The author places the meaning of the symbols, motives, pictures and Biblical codes in the postmodernist context. The main aim of this measure is to present a multilevel and typical of postmodernist esthetic play (with) cultural text undertaken by the Russian playwrights in their experimental writing. The literary reinterpretation of the Biblical events and figures allows not only for stressing the intertextual character of the discussed literary work but also for demonstrating lack of the basic moral principles and identity dominant in the Brothers` literary world, the progressing relativism of values, alienation and human`s degradation in the surrounding material world as well as unskilfulness terming and defining our own emotional states

    Пространство в авторской интерпретации братьев Пресняковых (на примере пьесы ПАБ)

    No full text
    PRZESTRZEŃ W AUTJRSKIEJ INTERPRETACJI BRACI PRIESNIAKOWÓW (NA PRZYKŁADZIE SZTUKI ПАБ) Artykuł zawiera omówienie koncepcji przestrzeni w sztuce Pub olega i Władimira Priesniakowów. Materiał badawczy, przeanalizowany w kontekście współczesnych badań nad związkami przestrzennymi w literaturze i kulturze, ukazuje wieloznaczeniowość i wielopłaszczyznowość przestrzeni w utworze rosyjskich dramaturgów. Autorka zwraca uwagę na zależności między budową przestrzeni a przedstawieniem mechanizmów funkcjonowania państwa oraz podkreśla istotną rolę kodów kulturowych w kształtowaniu relacji przestrzennych w utworze. Umiejętne zestawienie tych kodów z nowymi prze-strzeniami pozwala na zdemaskowanie absurdów władzy. THE AUTHOR’S INTERPRETATION OF SPACE BY PRESNYAKOV BROTHERS (PLAY ПАБ) The article presents the attempt to discuss the concept of space in the play Паб by oleg and Vladimir Presnyakov. The material, analyzed in the context of contemporary researches concerning space connections in the literature and culture, proves being ambiguous and multiplanar. The author pays attention to the interrelation between constructing the space and presenting the mechanisms of state functioning as well as emphasizes the crucial role of the cultural codes in shaping the spatial relations in the play. Skillful comparison of those codes with new spaces allows to expose the absurdity of power.

    Strategi Partai Politik Untuk Meningkatkan Keterwakilan Perempuan Dalam Kontestasi Pemilihan Anggota DPRD Kota Tanjungpinang

    Full text link
    Demokrasi memberikan kesempatan luas kepada seluruh warga negara dalam memenuhi syarat untuk memilih dan dipilih sebagai perwakilan masyarakat tanpa adanya diskriminasi suku, ras, agama dan gender. Hal ini dikuatkan dengan kebijakan afirmasi dari pemerintah yang menetapkan ketentuan kuota 30 persen bagi perempuan untuk menduduki jabatan dalam politik diatur oleh Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 mengenai Pemilihan Umum anggota DPR, DPD, dan DPRD, demikian juga dengan UU No. 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik. UU tersebut mengatur partai peserta Pemilu menyertakan 30 persen keterwakilan perempuan dalam pencalonan anggota legislatif yaitu pada Pasal 8 ayat (1), salah satunya adalah huruf (d) yaitu: “melibatkan keterwakilan perempuan minimal 30% (tiga puluh perseratus) sebagai kepengurusan partai politik tingkat pusatâ€. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi partai politik dalam meningkatkan keterwakilan perempuan dalam pencalonan anggota legislatif. Metode yang digunakan adalah deskiptif kualitatif. Informan dalam penelitiann ini ditentukan dengan purposive sampling, sehingga peneliti mengambil tiga partai politik yaitu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dan Partai Golongan Karya (GOLKAR) sebagai informan. Perolehan data lapangan dihasilkan dengan teknik observasi, dokumentasi dan teknik wawancara mendalam. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data hingga tahap kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa peran partai politik cukup besar untuk meningkatkan keterwakilan perempuan dalam pencalonan anggota legislative. Peran tersebut dilihat dari berbagai strategi yang dilakukan partai untuk meningkatkan keterwakilan perempuan. Strategi tersebut dibangun melalui pendekatan berikut: pendekatan organisasi perempuan, pendekatan tokoh masyarakat, dan pendekatan program pemberdayaan masyarakat
    corecore