208 research outputs found
Political Reformation and its Impact on Library And Information Science Education And Practice: A Case Study Of Indonesia During And Post-President-Soeharto Administration
The author discusses library and information science education before and after 1998, the year President Soeharto stepped down. Before 1998, the government centralized policy making. For LIS education, the Ministry of Education through the Directorate General of Higher Education (DGHE), issued
a nation-wide curriculum for sarjana or undergraduate programmes, leaving little space for LIS schools to establish additional courses. After 1998, the Directorate General of Higher Education issued minimum requirements for LIS schools with the remaining credit hours to be decided by each institution. Also before 1998, DGHE issued permission to open new LIS schools after reviewing the submitted proposals. Post 1998, any university could open undergraduate and graduate programmes in LIS without
DGHE permission even though not all academic requirements are fulfilled. However, LIS schools must be supervised for two years after their programmes begin by an accrediting agency. The centralised policy also influenced course content
EVALUASI KINERJA SIMPANG BERSINYAL PADA PERSIMPANGAN JALAN KYAI HAJI AHMAD DAHLAN - JALAN BASUKI RAHMAT - JALAN IMAM BONJOL - JALAN ARIEF RAHMAN HAKIM KOTA SAMARINDA
Kondisi lalu lintas di Kota Samarinda khususnya di persimpangan jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan – jalan Basuki Rahmat – jalan Imam Bonjol – jalan Arief Rahman Hakim saat ini dikatakan crowded (Padat), namun sudah terjadi kemacetan, tundaan dan antrian yang lumayan cukup lama dibeberapa persimpangan jalan yang ada terutama pada jam-jam sibuk (pada jam pergi dan pulang sekolah atau jam berangkat dan pulang kerja). Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan kota serta laju penduduk. Studi yang dilakukan pada penelitian ini bersifat riset dengan tujuan untuk menghitung waktu siklus, kapasitas, derajat kejenuhan, tundaan dan panjang antrian pada jam puncak, yaitu dengan cara melakukan survey selama 4 hari (dimulai dari Pagi jam 07.00 – 09.00, Siang jam 11.00 – 13.00 dan Sore jam 16.00 – 18.00) yang mana dari survey ini didapatkan data lalu-lintas, traffic light, hambatan samping serta data geometrik jalan. Dalam pengolahan data dilakukan dengan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Berdasarkan analisis perhitungan dengan metode MKJI’97 didapat waktu optimal traffic light, kapasitas, derajat kejenuhan, tundaan dan panjang antrian pada persimpangan tersebut, adalah sebagai berikut: 1. Waktu optimal traffic light (Hijau) pada persimpangan tersebut 28 detik, Waktu optimal traffic light (Kuning) pada persimpangan tersebut 3 detik, Waktu optimal traffic light (Merah) pada persimpangan tersebut 132 deti. 2. Kapasitas jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan 684,9 smp/jam, jalan Basuki Rahmat 684,9 smp/jam, jalan Imam Bonjol 821,9 smp/jam, jalan Arief Rahman Hakim 821,9 smp/jam. 3. Derajat Kejenuhan jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan 0,763, jalan Basuki Rahmat 0,552, jalan Imam Bonjol 0,484, jalan Arief Rahman Hakim 0,424. 4. Panjang Antrian jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan 85 m, jalan Basuki Rahmat 21,67 m, jalan Imam Bonjol 25 m, jalan Arief Rahman Hakim 68 m. 5. Tundaan jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan 10921,35 det.smp, jalan Basuki Rahmat 7534,64 det.smp, jalan Imam Bonjol 8656,03 det.smp, jalan Arief Rahman Hakim 7904,19 det.smp
EVALUATION OF ROAD INTERSECTION BASUKI RAHMAT- IMAM BONJOL ROAD - WAY ROAD PRIEST ARIEF THE JUDGE RAHMAN KH. ROAD AHMAD DAHLAN IN SAMARINDA CITY
Evaluation of road intersection Basuki Rahmat – Imam Bonjol Road – way Road Priest Arief the judge Rahman KH Road – Ahmad Dahlan in Samarinda City Supervisor I : Ir . Yayuk Sri Sundari , MT , and Advisor II : Rosa Agustaniah , ST , MT . Several intersections in the city of Samarinda in particular crossroads Basuki Rahmat - the Imam snag - Jalan Arief Rahman Hakim - KH road . Ahmad Dahlan , necessary to evaluate the performance of traffic lights , because the area is adjacent to the office , school and shops . So at peak hours ( peak hours ) often experience congestion and delays . The purpose of this study is to analyze the performance of traffic lights using Indonesian Highway Capacity Manual 1997 ( MKJI'97 ) at the crossroads Imam Basuki Rahmat- snag - way Arief Rahman Hakim - KH. Ahmad Dahlan .The purpose of this study is as follows :1. Knowing the initial conditions of the performance analysis of signalized intersections at peak hours and the service level ( the level of service / LOS )2. Knowing the initial conditions of the performance analysis of signalized intersections at the average and the service level ( the level of service / LOS ) .3. Knowing the analysis of changes in traffic light timing on the performance of signalized intersections at peak hours and service levels ( the level of service / LOS ) . From the analysis of signalized intersections on roads Basuki Rahmat - the Imam snag - Arief Rahman Hakim road - KH road . Ahmad Dahlan in the can ; baseline performance on peak hour intersection level of service ( the level of service / LOS ) initial conditions averaged intersection v / c = 1.208 > 0.85 have a level of service ( LOS ) = F and initial conditions intersection performance at average obtained - service levels ( the level of service / LOS ) initial conditions averaged intersection v / c = 0.913 > 0.85 have a level of service ( LOS ) = E. By the time the change made calculations on the traffic lights at the intersection of performance the level of peak hour services ( level of service / LOS ) initial conditions averaged intersection v / c = 0.741 < 0.85 have this level of service ( LOS ) = C and the change in time of traffic lights at the intersection of the performance of the average rate services ( level of service / LOS ) initial conditions averaged intersection v / c = 0.558 < 0.85 have this level of service ( LOS ) = C
Aktualisasi Nilai Sopan santun dalam Pergaulan Siswa di Madrasah Tsanawiyah Ubudiyah Bati-Bati
Basuki Rahman. 2013. Aktualisasi Nilai Sopan santun dalam Pergaulan Siswa di Madrasah Tsanawiyah Ubudiyah Bati-Bati. Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan keguruan. Pembimbing: Drs. H. Gusti Abdurrahman, M.Fil.I.
Penelitian ini dilakukan pada Madrasah Tsanawiyah Ubudiyah Bati-Bati yang dilatar belakangi aktualisasi nilai sopan santun dalam pergaulan siswa di madrasah Tsanawiyah. Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengatasi permasalah pergaulan siswa. Semakin baik sopan santun siswa dalam pergaulan, maka akan semakin baik perilakunya.
Pokok permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimana aktualisasi sopan santun dalam pergaulan siswa dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi aktualisasi nilai sopan santun dalam pergaulan siswa tersebut. Berdasarkan perumusan masalah yang ada, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sopan santun siswa dan faktor apa saja yang mempengaruhinya.
Lokasi penelitian ini adalah pada Madrasah Tsanawiyah Ubudiyah Bati-Bati yang berada dijalan Pesantren RT. 07. RW. 02. Ds. Padang Kec. Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan dengan subjek penelitian siswa dan guru di kelas VIIIA. Sedangkan objek penelitiannya aktualisasi nilai sopan santun dalam pergaulan siswa di Madrasah Tsanawiyah dan faktor apa saja yang mempengaruhi dalam aktualisasi nilai sopan santun.
Teknik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini yaitu teknik observasi, questioner, wawancara dan dukumenter. Setelah data terkumpul maka dilakukan pengolah data dengan menggunakan teknik editing, klasifikasi dan interpretasi data. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deduktif, yaitu menggunakan data yang bersifat umum untuk dibuat kesimpulan bersifat khusus.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa aktualisasi nilai sopan santun dalam pergaulan siswa pada Madrasah Tsanawiyah Ubudiyah Bati-Bati yang meliputi: sopan santun dan mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi dapat dikatakan baik serta didukung oleh faktor yang mempengaruhi aktualisasi nilai sopan santun dalam pergaulan siswa di Madrasah Tsanawiyah Ubudiyah Bati-Bati yaitu latar belakang pendidikan dan pengalaman mengajar, guru, sarana dan prasarana serta lingkungan
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN INOVASI TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN DI KFC BASUKI RAHMAT SURABAYA
Faktor yang pertama adalah kualitas pelayanan, hal tersebut didukung
oleh hasil penelitian terdahulu dari Muhammad Ryah F (2019) yang
mengatakan bahwa kualiutas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap
kepuasan pelanggan. Mauludin (2013:67) mengemukakan bahwa kualitas
pelayanan adalah seberapa jauh perbedaan antara kenyataan dan harapan
pelanggan atas langganan yang mereka terima atau peroleh. Selain kualitas
pelayanan, hal yang tidak kalah penting adalah inovasi produk Rahman (2019).
Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana kuwalitas pelayanan KFC
terhadap kepuasan pelanggan yaitu dengan hal ini dapat dilihat dari hasil
penelitian yang telah saya teliti yaitu Variabel Kualitas pelayanan berpengaruh
signifikan terhadap kepuasan pelanggan di KFC Basuki Rahmat Surabaya,
Variabel Inovasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan di KFC
Basuki Rahmat Surabaya Variabel Kualitas pelayanan dan Inovasi Produk
secara bersama-sama (simultan) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan
pelanggan di KFC Basuki Rahmat Surabaya
KIPRAH BASUKI RAHMAT DALAM BIDANG MILITER TAHUN 1945-1966
ABSTRAK
Dalam penelitian yang berjudul “Kiprah Basuki Rahmat dalam Bidang Militer Tahun 1945-1966” ini terdapat beberapa permasalahan yang dikaji di antaranya yaitu mengenai latar belakang kehidupan Basuki Rahmat, faktor yang memengaruhi keputusan Basuki Rahmat untuk berkecimpung ke dalam bidang militer, dan kontribusi Basuki Rahmat terhadap negara Indonesia melalui bidang militer pada tahun 1945-1966. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi yang jelas dan tepat mengenai permasalahan yang dikaji. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian sejarah atau disebut juga sebagai metode historis yang terdiri dari empat tahapan, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian, Basuki Rahmat merupakan seorang prajurit yang lahir pada 4 November 1921 di Tuban, Jawa Timur. Pendudukan Jepang dan kondisi Indonesia menjelang kemerdekaan menjadi faktor Basuki Rahmat berkecimpung dalam bidang militer. Kontribusi Basuki Rahmat melalui bidang militer dimulai pada tahun 1945 dalam usaha mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Melalui kecakapan militer yang dimilikinya, Basuki Rahmat selalu ikut andil dalam berbagai peristiwa di Indonesia dari tahun 1945-1966, mulai dari perang kemerdekaan saat melawan Belanda, berbagai pemberontakan dalam negeri, operasi Irian Barat, Gerakan 30 September 1965, dan peristiwa paling bersejarah pada tahun 1966 mengenai Surat Perintah 11 Maret (Supersemar). Basuki Rahmat sebagai seorang pemimpin yang bertanggungjawab atas prajurit-prajurit di bawahnya memiliki sifat yang tenang, namun tetap tegas dalam menyikapi suatu permasalahan sehingga ia seringkali dipercaya untuk mengemban jabatan dengan tanggungjawab yang besar dalam bidang militer.
Kata Kunci: Basuki Rahmat, Perjuangan, Militer
ABSTRACT
In this research entitled “The Gait of Basuki Rahmat in the Military Field in 1945-1966” there are several problems studied, including the background of Basuki Rahmat’s life, the factors that influenced Basuki Rahmat’s decision to engage in the military field, and Basuki Rahmat’s contribution to the Indonesian state through the military field in 1945-1965. The purpose of this research is to obtain clear and precise information about the problems studied. In this research, the author uses historical research methods or also known as historical methods which consist of four stages, these include heuristics, source critism, interpretation, and historiography. Based on the result of the research, Basuki Rahmat was a soldier who was born on 4th November 1921 in Tuban, East Java. The Japanese occupation and the condition of Indonesia before independence became a factor in Basuki Rahmat’s involvement in the military. Basuki Rahmat contribution through the military began in 1945 in an effort to defend Indonesia’s independence. Through his military skills, Basuki Rahmat always took part in various events in Indonesia from 1945-1966, starting from the war of independence against the Dutch, various domestic rebellions, the West Irian operation, The 30 September 1965 Movement, and the most historic event in 1966 about the 11 March Order (Supersemar). Basuki Rahmat as a leader who was responsible for the soldiers under him had a calm nature, but was still firm in addressing a problem so that he was often trusted to take positions with great responsibility in the military.
Keywords: Basuki Rahmat, Struggle, Militar
Analisis Kinerja Ruas Ruas Jalan Utama di Sekitar Bandar Udara Mutiara Palu (Studi Kasus: Jl. Abd. Rahman Saleh, Jl. Basuki Rahmat, Jl. Dewi Sartika, Jl. Muh. Yamin)
The increasing number of passengers, goods and aircraft traffic flow in each year in Palu MutiaraAirport will have an impact on the performance of the existing road network around its.Movement of traffic from Mutiara airport or to Mutiara airport, will also be a tendancy toincrease, and can overload the road network around the airport.This study aims to determine the network performance of major roads around the Mutiara airportdue to the operation of the airport, especially at peak hours. Research analysis was conductedusing Indosesian Highway Capasity Manual (IHCM-1997).The results of this study indicated that the performance segment of the main roads aroundMutiara airport is still in stable flow conditions and not under conditions of traffic jams. Degree ofSaturation (DS) on each road segment Abdul Rahman Saleh, Dewi Sartika, Basuki Rahmat andMuh.Yamin respectively was 0.14: 0.46: 0.37 and 0.63, with the highest level of service road AbdulRahman Saleh is the way to the level of service A
ANALISIS KINERJA RUAS RUAS JALAN UTAMA DI SEKITAR BANDAR UDARA MUTIARA PALU (Studi kasus: Jl. Abd. Rahman Saleh, Jl. Basuki Rahmat, Jl. Dewi Sartika, Jl. Muh. Yamin)
The increasing number of passengers, goods and aircraft traffic flow in each year in Palu MutiaraAirport will have an impact on the performance of the existing road network around its.Movement of traffic from Mutiara airport or to Mutiara airport, will also be a tendancy toincrease, and can overload the road network around the airport.This study aims to determine the network performance of major roads around the Mutiara airportdue to the operation of the airport, especially at peak hours. Research analysis was conductedusing Indosesian Highway Capasity Manual (IHCM-1997).The results of this study indicated that the performance segment of the main roads aroundMutiara airport is still in stable flow conditions and not under conditions of traffic jams. Degree ofSaturation (DS) on each road segment Abdul Rahman Saleh, Dewi Sartika, Basuki Rahmat andMuh.Yamin respectively was 0.14: 0.46: 0.37 and 0.63, with the highest level of service road AbdulRahman Saleh is the way to the level of service A
Entry words for Indonesian names
Catalog is a representative of document and Entry Name is one of important part of catalog. For cataloguing purpose, Indonesian librarians used the Peraturan penentuan nama-nama Indonesia (Rules for Indonesian names) published by National Scientific Documentation Centre and recognized as the Indonesian National Standard, first published in 1975 and accepted as one of the Standar Nasional Indonesia or Indonesian National Standard. However it never been revised since its acceptance as a standard although the regulation stated that any standard must be revised every five years. The other cataloguing rule is "Peraturan katalogisasi nama-nama Indonesia" [Cataloging rules for Indonesian names] published by Pusat Pembinaan Perpustakaan (Center for Library Development) in 1976, later on continued by the Indonesian National Library as Peraturan katalogisasi Indonesia (Indonesian cataloguing rules), the last edition is the 4th edition published in 1996 and also never been revised since then. Owing to the different users, usage and dissemination, the "Peraturan penentuan nama-nama
Indonesia" is widely used among academic and special libraries as well as becoming the cataloguing standards at various library schools and cited by lecturers for entering
Indonesian names in their bibliographies. The author is speaking on behalf of The National Library of Indonesi
CYBERBULLYING DUGAAN KASUS PENISTAAN AGAMA BASUKI TJAHAJA PURNAMA DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM (ANALISIS WACANA MICHEL FOUCAULT)
Hadirnya dugaan kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama menuai reaksi dari dunia riil ataupun dunia maya. Salah satunya cyberbullying yang dilakukan oleh berbagai akun di media sosial Instagram. Ketiadaan peristilahan cyberbullying di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menimbulkan persoalan makna yang ambivalensi atau kontradiktif. Seringkali dapat dijumpai pemahaman cyberbullying yang berbeda-beda. Hal tersebut menyebabkan struktur makna menjadi tumpuan dalam memahami cyberbullying pada persoalan dugaan kasus penistaan agama.
Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui bagaimana cyberbullying dugaan kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama melalui pandangan Michel Foucault. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis studi pustaka dengan metode analisis wacana. Metode pengumpulan data yang dilakukan yaitu berhubungan dengan teks, seperti unggahan foto, komentar dari cyberbullying dugaan kasus penistaan agama di media sosial Instagram dan beberapa literatur. Teori yang digunakan untuk menganalisis yaitu teori kuasa dan pengetahuan.
Hasil penelitian menjelaskan bahwa rivalitas yang dipahami di media sosial Instagram sebagai realitas teks. Rivalitas tersebut merupakan ajang pertarungan kepentingan melalui pembentukan tafsir cyberbullying dengan memanfaatkan dugaan kasus penistaan agama. Pertarungan wacana cyberbullying diperebutkan oleh berbagai kelompok untuk membangun wacana, akan tetapi di masing-masing kelompok juga terjadi pertarungan dalam memperebutkan istilah cyberbullying. Melalui serangkaian mekanisme dalam pembentukan wacana cyberbullying, berimplikasi pada kekuasaan seperti selalu merasa diawasi dari adanya normalisasi ataupun kontrol
- …
