372 research outputs found
Pendidikan Islam Berbasis Paradigma Wasathiyyah dan Ummatan Wasathan
This study explores the wasathiyyah paradigm, the concept of ummatan wasathan, and the balance within Islamic teachings in the context of Islamic education. It employs a library research method, drawing on relevant literature as the primary source. The findings indicate that the wasathiyyah and ummatan wasathan educational paradigm constitutes a framework comprising concepts, principles, values, theories, methods, and applications upheld by Muslim scholars, rooted in the ideals of moderation. This paradigm seeks to shape a moderate society by internalising wasathiyyah values through education. Islamic education based on this paradigm promotes religious balance between reason and revelation, text and context, worldly and spiritual orientation, divinity and humanity, individual and social life, body and soul, remembrance and reflection, and knowledge and action
Nilai-nilai etika dalam kitab adab Al-‘Alim Wa Al- Muta’allim dan implikasinya terhadap pembentukan perilaku keberagamaan Peserta Didik
Pendidikan berbasis etika, yang mengagungkan nilai-nilai etika semakin sulit ditemukan dalam proses pendidikan dengan munculnya kasus atau pelanggaran etika yang dilakukan oleh guru dan murid. Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan liberalisasi budaya adalah sebagian dari faktor-faktor yang mengikis nilai-nilai etika dalam pendidikan, selain itu pendidikan di Indonesia lebih banyak berfokus pada aspek kognitif dan mengenyampingkan aspek afektif. Oleh karena itu, pendidikan berbasis etika sangat diperlukan dalam membentuk perilaku keberagamaan peserta didik. Pendidikan etika dalam pandangan Hasyim Asy’ari bertujuan untuk membina kualitas spiritual pelaku pendidikan, dorongan untuk melakukan kebaikan yang mendatangkan manfaat bagi orang lain, membentuk perilaku yang berakhlakul karimah dan membentuk sumber daya yang unggul dalam bidang pengetahuan serta berkarakter, sesuai dengan tujuan pendidikan di Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi nilai-nilai etika yang terkandung dalam Adab Al-‘Alim Wa Al- Muta’allim terhadap pembentukan perilaku keberagamaan peserta didik.
Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode library reseacrh. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi, dengan mengumpulkan serangkaian data yang berhubungan dengan penelitian ini. Teknik analisa data yang digunakan adalah content analysis, yaitu menyusun narasi kesimpulan logis dengan langkah identifikasi, klasifikasi, kategorisasi dan interpretasi data.
Hasil penelitian menunjukan pendidikan etika yang tertuang dalam risalah tersebut dilatarbelakangi kebutuhan pendidikan dalam mengagungkan nilai-nilai luhur agama, norma sosial dan kehidupan yang bertujuan pembentukan karakter guru dan murid yang berorientasi kepada pemahaman secara holistik ajaran Islam dan konsistensi dalam mengaktualisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai etika pemikiran Hasyim Asy’ari yang terkandung dalam Adab Al-‘Alim Wa Al- Muta’allim, secara tematik dibagi menjadi tiga bagian, yaitu etika personal guru dan murid, yaitu etika mengenai diri sendiri, etika guru dan murid terhadap pelajaran, yaitu etika yang harus dilakukan dalam proses pembelajaran dan etika guru dan murid dalam pergaulannya di lingkungan pendidikan. Adapun nilai-nilai etika yang terkandung dalam Adab Al-‘Alim Wa Al- Muta’allim terhadap pembentukan perilaku keberagamaan peserta didik berimplikasi positif terhadap pembentukan perilaku keberagamaan peserta didik dengan upaya pembentukan perilaku berupa pembiasaan, insight dan model. Implikasi tersebut antara lain terciptanya konsistensi pengamalan peserta didik terhadap ajaran Islam secara holistik, terwujudnya optimisme peserta didik dalam menggali pengetahuan, terciptanya toleransi beragama antar peserta didik, terciptanya optimisme peserta didik dalam menjalankan kehidupan, terciptanya pribadi peserta didik yang menghormat agama, terwujudnya pemikiran peserta didik dalam menjalakan kehidupan, terciptanya sikap spiritual yang mendorong peserta didik untuk berbuat baik, terwujudnya kecerdasan emosional dan spiritual peserta didik, terwujudnya penghargaan peserta didik atas setiap nikmat yang diberikan dan terwujudnya akhlakul karimah dalam jiwa peserta didik
Multimodalitas Wacana Kritis Keagamaan Dalam Komik Aji Prasetyo
Comics as a popular visual communication medium are potential to carry sensitive discourses flexibly and freely. The nature of comics that involves the reader in filling out messages, as well as forms of multimodal communication through images and texts also support that potention. Serious, sensitive, and critical topics, such as religion, are often found in comics. One of the actual comics with a critical religious theme is the comic by Aji Prasetyo. This journal will analyze critical religiousity discourse in Aji Prasetyo\u27s comics through a multimodal approach. The analysis was using the analysis method by Kress and Van Leeuwen, with the help of McCloud\u27s comic theory. The results show that the interweaving of signs in visual mode and verbal mode in comics is related to each other to form discourse. Signs in the visual mode in the form of icons play an important role as a representation of characters and ideas. While in verbal mode, the caption dominates the comic as a representation of the author\u27s critical opinion. The interweaving of signs in this fashion hybridity constructs a critical discourse about the contradictions of religious expression between formalism and substantialism.Komik sebagai media komunikasi visual yang populer sanggup membawa wacana-wacana sensitif secara lentur dan leluasa. Sifat komik yang melibatkan pembaca dalam mengisi kekosongan pesan, serta bentuk komunikasi multimodal melalui gambar dan teks juga turut menunjang hal tersebut. Topik yang serius, sensitif, dan juga kritis, seperti keagamaan kemudian sering ditemui dalam beberapa komik. Salah satu komik yang aktual dengan tema kritis keagamaan adalah komik karya Aji Prasetyo. Jurnal ini akan menganalisis wacana kritis keagamaan dalam komik Aji Prasetyo melalui pendekatan multimodal. Analisis dilakukan dengan menggunakan pisau analisis Kress dan Van Leeuwen, dengan dibantu teori komik McCloud. Hasil menunjukkan bahwa jalinan tanda dalam mode visual dan mode verbal dalam komik saling berkaitan membentuk wacana. Tanda dalam mode visual berupa ikon berperan penting sebagai representasi kelompok dan gagasan. Sedangkan dalam mode verbal, caption mendominasi komik sebagai representasi opini kritis pengarang. Jalinan tanda dalam hibriditas mode tersebut mengkonstruksi wacana kritis keagamaan tentang kontradiksi ekspresi keagamaan antara formalisme dan substansialisme
HOJO DOOSHI TAMARANAI, SHIKATAGANAI, DAN NARANAI DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG (KAJIAN STRUKTUR DAN MAKNA) 日本語の補助動詞「たまらない」、「しかたがない」、「ならない」の構造と意味
ABSTRACT
Aji, Runtika. “Hojo Dooshi Tamaranai Shikataganai dan Naranai dalam Kalimat Bahasa Jepang”. Thesis Department of Japanese Studies Faculty of
Humanities. Diponegoro University. The Advisor Lina Rosliana, S.S., M. Hum.
In writing this thesis, the author discussed “Tamaranai,Shikataganai, and NaranaiasHojo Dooshi in Japanese sentences‟. The author chose this title because it’s difficult to use these form without making mistakes in the sentences, especially for non-native Japanese speakers. The first step in writing this thesis was collecting the data, then analyzed the data, and presented the data descriptively.
Hojo dooshi is one of the kind of verb that takes words which precede it with te/de form in the sentences. Tamaranai, shikataganai, and naranai are dooshi ‘verb’ in Japanese. These three words in Indonesian mean ‘tidak tahan’, ‘apa boleh buat’, and ‘apa boleh buat’. Meanwhile, when tamaranai, shikataganai and naranai take form of ~te tamaranai, ~te shikatagani, and ~te naranai the meaning of the words are changing to ‘sangat’ in Indonesian. It does affect the meaning of the precede words and express the strength of psychological or feelings of the speaker. Although in Indonesian these three forms can be interpreted with the same word, there is actually differences in usage of these three forms.
~te shikataganai can be used to replace ~te tamaranai or ~te naranai in the sentences. But, there are limitations in usage of ~te tamaranai and ~te naranai regarding the types of words which precede them.
Keywords: Hojo Dooshi, Tamaranai, Shikataganai, Narana
RANCANG BANGUN SISTEM PEMANTAU SUHU KONDENSOR PADA MESIN DESTILASI MINYAK ATSIRI BERBASIS WEBSITE
This research was motivated by the absence of a website-based condenser temperature monitoring system in the essential oil distillation process. This research aimed to design, manufacture and test a temperature monitoring system based on a website, a MCU Node microcontroller and a DS18B20 sensor. This research was conducted in three stages, namely the design, manufacture and testing of the system. The system design was done using Google Sketchup and Proteus. The system was made using a MCU Node microcontroller, DS18B20 sensor and website as the viewer. The monitoring system will monitor temperatures from 20 ℃ to 60 ℃ so that the range must be in the system test. System testing was done by varying the temperature value from 15 ℃ to 100 ℃ by taking data every 5 ℃ increment, then the data was processed to obtain accuracy and precision. The monitoring system website testing was carried out by asking 36 respondents the value of satisfaction, then the data was processed to obtain a usability index. Website based condenser temperature monitoring system has been successfully made using a MCU Node microcontroller and DS18B20 sensor. The monitoring system test results obtained an accuracy value of 99.99%, a precision value of 97.06% and an usability index of 86.51%
Pengaruh Pemberian Mulsa Plastik Hitam Perak terhadap 14 Genotip Kacang Panjang (Vigna sesquipedalis)
Tanaman kacang panjang ( Vigna sesquipedalis ) ialah tanaman yang termasuk sayuran polong yang digemari oleh masyarakat luas di dunia. Produktifitas kacang panjang masih sangat rendah, hal ini disebabkan karena teknik budidaya yang diterapkan belum optimal. Penanaman kacang panjang pada umumnya masih sangat tradisional, sehingga hasil produksinya tidak optimal. Penggunaan mulsa merupakan salah satu penerapan teknologi budidaya pertanian. Dengan penggunaan mulsa ini dapat mengurangi kompetisi tanaman terhadap gulma, meningkatkan kelembaban tanah, menyeimbangkan kadar keasaman (pH) tanah, mengurangi fluktuasi suhu tanah, mengurangi evaporasi tanah, sehingga kelembaban tanah dapat dipertahankan, mengurangi kerusakan (erosi) tanah karena air hujan, mengurangi pencucian hara terutama Nitrogen dan meningkatkan aktivitas mikrobiologi tanah, mengurangi serangan hama pengisap (Thrips, tungau dan kutu daun) dan penyakit tular tanah (rebah kecambah dan akar bengkak) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian mulsa plastik hitam perak pada hasil dan komponen hasil tanaman kacang panjang. Hipotesis yang diajukan yaitu terdapat pengaruh pemberian mulsa plastik hitam perak pada hasil dan komponen hasil tanaman kacang panjang. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Universitas Brawijaya yang berlokasi di desa Jatikerto. Berada pada ketinggian ± 330 m dpl, dengan tipe tanah Alfisol. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari Mei 2008. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan petak utama penggunaan mulsa dan anak petak berupa genotip kacang panjang. Maing-masing di ulang 3 kali. Adapun perlakuannya yaitu TM = tanpa mulsa, M = dengan mulsa. G1 hingga G14 = genotip kacang panjang. Variabel yang diamati yaitu : Umur berbunga, Umur panen, Panjang polong , Jumlah polong per tanaman, Bobot polong per tanaman, Jumlah biji per polong, Jumlah polong per tanaman, Jumlah cluster per tanaman, Potensi hasil per tanaman, Jumlah polong per cluster. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam dan dilakukan uji F pada taraf 5%. Apabila hasil pengujian menunjukkan hasil yang berbeda nyata, maka dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi nyata pada penggunaan mulsa plastik hitam perak terhadsap 14 genotip kacang panjang terjadi pada variabel jumlah bunga per tanaman, jumlah polong per kluster, jumlah kluster per tanaman. Interaksi nyata pada hasil tanaman kacang panjang terhadap penggunaan mulsa terlihat pada bobot polong per tanaman dan bobot polong per plot. Secara keseluruhan, tanaman kacang panjang yang ditanaman dengan menggunakan mulsa plastik memberikan hasil yang lebih tinggi
ANALISIS TIDAK BEKERJANYA BOW THRUSTER PADA SAAT MANOUVER DI MV.PULAU HOKI
ABSTRACT
Satria Aji Pangestu, (2023) NIT. 551811236921.T, “Analysis of the malfunction
of the bow thruster during manouver on ship MV. Pulau Hoki”, program
Diploma IV, Technical, Merchant Marine Polytechnic of Semarang,
Supervisor I : Tonny Santiko,S.ST.,MSi.,M.mar.E and Supervisor II :
Kresno Yuntoro,S.ST,M.M.
Bow thruster system is a auxiliary aircraft for manouvering the ship when it
lean or will leave the dock, namely by utilizing the propeller rotation which
provides axial force/ transverse force on the bow of the ship.
The formulation of the problem of this research is what factors cause
disturbances to the bow thruster, what impacts are caused, and what efforts are
made to overcome the existing problems. The formulation is to be more selective,
tiered and in accordance with the meaning, the writer uses a qualitative descriptive
analysis method in which the researcher obtains the main data from interviews
and observations. And the author also uses the SHEL method, namely software,
hardware, environment, liveware.
Based on the results of this study it was concluded that the cause of the bow
thruster not working was the corrosion of the support pipe which caused the cable
to peel off, and the control system of the bow thruster auxiliary aircraft did not
work properly. The abnormal operation of the bow thruster has an impact on the
disruption of the ship’s manouvering process, efforts are made to avoid
operational problems with the bow thruster by replacing components that are
damaged/ not functioning properly with new components
Tony Lopez : le retour du réel
Professeur de littérature américaine à l’Université du Maine (Le Mans). Hélène Aji is Professor of American and Modernist Literature at the Université du Maine (France). In addition to a number of articles on Modernist and contemporary American poetry, she is the author of Ezra Pound et William Carlos Williams: pour une poétique américaine (L’Harmattan, 2001), William Carlos Williams : un plan d’action (Belin, 2004), and a book-length essay on Ford Madox Ford’s The Good Soldier (Armand Colin, 2005). Recently, she was co-editor of L’impersonnel en littérature (Presses Universitaires de Rennes, 2008) and, with Helen M. Dennis, of an issue of the European Journal of English Studies on “Reading the Modernist Past”.Tony Lopez’s poetry is to be inscribed within the context of Postmodernist interrogations as they were shaping up in the late 1990s around the notions of merchandisation, consumerism, the lessening power and meaningfulness of the signified through the intense circulation of signifiers. Yet it struggles against rather than adheres to the processes of fragmentation and reifying of both objects and signs. Lopez delves into the real so as to highlight and question the strictures of commodity culture’s underlying order. Aesthetic preoccupations are allied to the search for lost ethics and the renewal of ideological discourse. This discourse contradicts the overwhelming rhetoric of the cynical trend of Postmodernism. This article defines Tony Lopez’s work at the turn of the millennium as enforcing a poetics beyond the empty gestures of pastiche and poetical karaoke, tensely negotiating the demands of survival in the consumer society and the quest to impart some meaning to this, our, world
ANALISIS RENDAHNYA MINAT BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MATERI FIQIH DAN RELEVANSINYA DALAM PENGAMALAN IBADAH SHALAT SISWA SMA NEGERI 1 MERAKSA AJI, TULANG BAWANG
ABSTRAK
Kesuksesan suatu pendidikan salah satunya dipengaruhi
dengan minat belajar siswa, minat belajar yang baik akan
berpengaruh dengan hasil belajar siswa beda hal nya dengan minat
belajar siswa rendah maka hasil belajar juga rendah. Adapun
relevansi minat belajar dengan pengamalan ibadah siswa yang saling
berkaitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab
rendahnya minat belajar dan relevansinya dalam pengamalan ibadah
shalat siswa SMA Negeri I Meraksa Aji, Tulang Bawang.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif,
jenis deskriptif menggunakan metode studi lapangan (field research).
Informan utama penelitian yaitu guru pendidikan agama Islam dan
siswa SMA Negeri I Meraksa Aji Tulang Bawang, sedangkan sumber
data skunder di peroleh berupa dokumentasi yang telah ditentukan
oleh peneliti. Tehnik pengumpulan data menggunakan observasi
partisipatif, wawancara bebas terpimpin dan dukumentasi. Tehnik
analisa data menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman
dengan tahapan pengumpulan dataa, reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan yang dilakukan secara bersamaan. Pemeriksaan
keabsahan data menggunakan kredibilat.
Berdasarkan analisis yang telah penulis lakukan dapat
diperoleh kesimpulan bahwa terdapat beberapa faktor yang
menyebakan minat belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan
agama Islam rendah, faktor-faktor tersebut antara lain faktor internal
dan eksternal. Faktor internal yaitu (psikologis dan fisiologis siswa),
sedangkan faktor eksternal yaitu (faktor keluarga, guru dan
lingkungan), minat belajar di SMA Negeri I Meraksa Aji Tulang
Bawang tergolong rendah. Dan relevansi minat belajar dengan
pengamalan ibadah di SMA Negeri I Merksa Aji Tulang Bawang
tergolong rendah.
Kata Kunci: Minat Belajar, Pendidikan Agama Islam,
Pengamalan Ibadah
iii
ABSTRAC
The success of an education is influenced by student interest
in learning, good interest in learning will affect student learning
outcomes, unlike the case with low student interest in learning,
learning outcomes are also low. The relevance of interest in learning
with the practice of student worship is interrelated. This study aims to
determine the causes of low interest in learning and its relevance in
the practice of prayer of students of SMA Negeri I Meraksa Aji,
Tulang Bawang.
This research uses a descriptive qualitative approach,
descriptive type using field study method (field research). The main
informants of the research were Islamic religious education teachers
and students of SMA Negeri I Meraksa Aji Tulang Bawang, while
secondary data sources were obtained in the form of documentation
that had been determined by the researcher. Data collection
techniques use participatory observation, guided free interviews and
documentation. Data analysis techniques use the interactive model of
Miles and Huberman with the stages of data collection, data
reduction, data presentation, and conclusion drawing which are
carried out simultaneously. Data validity checks use credibility.
Based on the analysis that the author has done, it can be
concluded that there are several factors that cause students' interest in
learning in Islamic religious education subjects to be low, these
factors include internal and external factors. Internal factors are
(psychological and physiological students), while external factors are
(psychological and physiological students).
Keywords: Interest in Learning, Islamic Religious Education,
Practice of Worshi
PERAN RUMAH PINTAR ADZKIA DALAM MENINGKATKAN SOSIALISASI PADA ANAK DI DESA GUNUNG AJI KABUPATEN OKU SELATAN
ABSTRAK
Saat ini anak-anak tumbuh di era teknologi digital dan internet yang memiliki tantangan begitu
besar. Sehingga dibutuhkan ruang atau lembaga yang memiliki layanan pembelajaran bagi anak-anak,
seperti pendidikan formal dan non formal. Rumah Pintar Adzkia merupakan sebuah wadah atau tempat
anak-anak untuk belajar mandiri, kreatif, dan berkarakter positif. Dengan menyediakan program kegiatan
seperti, pendampingan membaca buku, belajar bahasa inggris, belajar computer, cooking class, go green
dan seni tari. Dengan menyediakan berbagai program kegiatan, Rumah Pintar Adzkia berupaya
meningkatkan keterampilan dan pengetahuan anak-anak dalam suasana yang menyenangkan.
Berdasarkan permasalahan diatas penulis merumuskan beberapa rumusan masalah. Yang pertama,
bagaimana peran Rumah Pintar Adzkia dalam meningkatkan sosialisasi pada anak di desa Gunung Aji?
dan yang kedua bagaimana strategi Rumah Pintar Adzkia dalam meningkatkan sosialisasi pada anak di
desa Gunung Aji? Tujuan penelitian untuk mengetahui peran apa yang dilakukan Rumah Pintar Adzkia
dalam meningkatkan sosialisasi pada anak, untuk mengetahui strategi apa yang digunakan Rumah Pintar
Adzkia dalam meningkatkan sosialisasi pada.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kualitatif dengan sifat deskriptif dan
menggunakan jenis penelitian lapangan (Field Reserch). Metode pengumpulan data berupa observasi,
wawancara dan dokumentasi. Adapun analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis
deskriptif dengan menggunakan beberapa tahap yaitu : reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data.
Pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling. Teori yang
digunakan untuk menganalisis dalam penelitian ini adalah Teori Sosialisasi dari George Herbert Mead.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peran Rumah Pintar Adzkia berdampak positif dalam
meningkatkan minat belajar dan kepercayaan diri anak-anak. Dengan mengembangkan lima sentra
sebagai pusat kegiatan belajar yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang
menyenangkan dan interaktif bagi anak-anak, yaitu sentra buku, sentra bermain, sentra panggung dan
sentra kriya. Melalui sentra ini yang fokus pada pengembangan kemampuan bersosialisasi, berbahasa,
keterampilan sosial, dan kegiatan kreatif, Rumah Pintar Adzkia menjadi ruang bagi anak-anak untuk
belajar sambil berinteraksi dengan teman sebaya, membangun kepercayaan diri, menjadi pribadi yang
lebih mandiri dan memperluas wawasan mereka. Dengan demikian, rumah pintar di Desa Gunung Aji
tidak hanya mendukung pendidikan formal, tetapi juga membantu membentuk karakter dan keterampilan
sosial anak-anak, yang sangat penting untuk masa depan mereka. Strategi Rumah Pintar Adzkia dalam
meningkatkan sosialisasi pada anak, menerapkan kegiatan belajar secara berkelompok, di mana anak
anak diajak untuk bekerja sama, berdiskusi, dan saling bertukar pengetahuan. Melalui strategi ini,
diharapkan anak-anak tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan dalam bidang pendidikan, tetapi juga
keterampilan sosial yang penting, seperti kerja sama, komunikasi, dan rasa percaya diri. Hal ini
membantu mereka untuk mengembangkan keterampilan berkomunikasi dan interaksi sosial yang lebih
baik.
Kata Kunci : Peran, Rumah Pintar, Sosialisasi. ABSTRACT
Nowadays, children grow up in the era of digital technology and the internet, which has so many
challenges. So it takes a space or institution that has learning services for children, such as formal and
non-formal education. Rumah Pintar Adzkia is a place for children to learn independently, creatively,
and with positive character. By providing activity programs such as, book reading assistance, learning
English, learning computers, cooking class, go green and dance art. By providing various activity
programs, Rumah Pintar Adzkia seeks to improve children's skills and knowledge in a fun atmosphere.
Based on the above problems, the author formulates several problem formulations. First, what is the
role of Rumah Pintar Adzkia in improving socialization in children in Gunung Aji village? and second,
what is the strategy of Rumah Pintar Adzkia in improving socialization in children in Gunung Aji
village? The purpose of the study is to find out what role the Rumah Pintar Adzkia plays in improving
socialization in children, to find out what strategies the Rumah Pintar Adzkia uses in improving
socialization in children.
The method used in this research uses qualitative with descriptive nature and uses the type of
field research (Field Reserch). Data collection methods are observation, interviews and documentation.
The data analysis in this study uses descriptive analysis method by using several stages, namely: data
reduction, data presentation, and data verification. Selection of informants in this study using Purposive
Sampling technique. The theory used to analyze in this research is Socialization Theory from George
Herbert Mead.
The results of this study show that the role of Rumah Pintar Adzkia has a positive impact in
increasing children's interest in learning and self-confidence. By developing five centers as learning
activity centers designed to provide fun and interactive learning experiences for children, namely the
book center, play center, stage center and craft center. Through these centers that focus on the
development of socialization, language, social skills and creative activities, Rumah Pintar Adzkia
provides a space for children to learn while interacting with peers, building confidence, becoming more
independent and broadening their horizons. Thus, the smart house in Gunung Aji Village not only
supports formal education, but also helps shape children's character and social skills, which are crucial
for their future. Rumah Pintar Adzkia strategy in improving socialization in children, implementing
learning activities in groups, where children are invited to work together, discuss and exchange
knowledge. Through this strategy, it is hoped that children will not only gain knowledge in the field of
education, but also important social skills, such as cooperation, communication, and self-confidence.
This helps them to develop better communication and social interaction skills.
Keywords: Role, Rumah Pintar, Socialization
- …
