1,721,408 research outputs found
Radjiman Citywalk Sebagai Destinasi Wisata Kota Surakarta
Background: On Jalan Dr Radjiman, Kauman, Surakarta there is a pedestrian path with a width of between 2 and 3 meters, but many of them are misused for street vendors and vehicle parking. Supporting facilities and infrastructure for people with disabilities exist at several points and are not well maintained. There needs to be a change in the restructuring of the area because the tourism potential in the area is very large. Research objective: Making Jalan Dr Radjiman, Kauman, Surakarta a new city center with a sustainable concept, reducing the negative impression that is often troubling when building a citywalk, and building an area that is friendly to children and people with disabilities. Research method: This research design uses data collection techniques of field observation/survey, interviews/interviews with road users and local residents, literature study and archival/document study. Meanwhile, the analysis technique uses qualitative descriptive analysis and spatial analysis. Research results: Designing Radjiman Citywalk as a tourist destination for the city of Surakarta
Dr. KRT Radjiman Wediodiningrat: dokter pejuang
Dalam upaya menyebarluaskan peristiwa sekitar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia kepada masyarakat, perlu adanya media penyebarluasan informasi. Pada tahun 2017, Museum Perumusan Naskah Proklamasi yang beralamat di Jalan Imam Bonjol No.1 Jakarta Pusat mencetak kembali buku cerita bergambar tokoh Dr. Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Radjiman Wediodiningrat
Ilmu penyakit mata : untuk dokter umum dan mahasiswa kedokteran/ Radjiman
x, 218 hal.: ill.; 24 cm
Evaluasi Instalasi Listrik Gedung Semeru Rumah Sakit Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang
ABSTRAK Rizza, Mohammad. 2012. Evaluasi Instalasi Listrik Gedung Semeru Rumah Sakit Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang. Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Puger Honggowiyono, M.T. (II) Drs. Hari Putranto. Kata Kunci: Evaluasi, Instalasi Listrik Evaluasi adalah peninjauan, pemeriksaan dan pengkajian ulang tehadap jumlah beban, titik pencahayaan, tata letak saklar dan stopkontak, ukuran kabel dan sirkit akhir yang sudah ada pada gedung Semeru RSJ. Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang untuk menjadi lebih baik. Instalasi Listrik adalah suatu komponen yang penting dalam suatu gedung, yang meliputi titik pencahayaan, stopkontak, sakelar, kabel, serta sirkit akhir. Kondisi instalasi listrik di gedung Semeru RSJ. Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang mengalami beberapa kekurangan antara lain kuat cahaya yang tidak seimbang di beberapa titik dalam satu ruangan, penggunaan lampu yang tidak melihat intensitas cahaya yang diperlukan ruangan, peletakan stopkontak, penggunaan pengaman pada sirkit akhir yang tidak sesuai dengan beban yang ada dan perhitungan, dan tidak adanya denah instalasi listrik pada gedung ini. Selain itu, kondisi lain yang terdapat pada gedung ini yaitu kerusakan pada beberapa titik penerangan, sehingga berpengaruh pada intensitas penerangan ruangan. Melihat keadaan instalasi listrik pada gedung Semeru RSJ. Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang yang belum sesuai dengan PUIL 2000, maka evaluasi pada gedung ini perlu dilakukan sesuai dengan peraturan PUIL 2000 dan peraturan pendukung lainnya. Evaluasi tersebut berfungsi agar instalasi listrik di gedung Semeru RSJ. Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang memenuhi standar PUIL 2000, sehingga dalam penggunaannya menjadi lebih nyaman dan aman. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa instalasi listrik pada di gedung Semeru RSJ. Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang mengalami banyak kekurangan, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan dan tidak aman dalam pemakaian instalasi listrik. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan kepada pihak RSJ. Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang untuk segera membenahi instalasi listrik demi kenyamanan dan keamanan pengguna instalasi listrik. Dan agar hasil evaluasi instlasi listrik ini dipakai sebagai pertimbangan dan penentuan instalasi yang baik pada pemasangan instalasi listrik gedung-gedung baru di RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang yang sesuai dengan standard yang berlaku yaitu PUIL 2000 dan peraturan pendukung lainnya. Sehingga instalasi listrik pada gedung dapat terselenggara dengan baik serta pemakaian instlasi listrik nyaman dan aman
Ilmu penyakit mata : untuk dokter umum dan mahasiswa kedokteran/ Radjiman
x, 218 hal.: ill.; 24 cm
ASSESSMENT TERHADAP UPAYA PENANGGULANGAN KEBAKARAN DI RSJ RADJIMAN WEDIODININGRAT LAWANG
Fire incident that happened in Radjiman Wediodiningrat Mental Hospital was gave both material and non-material impact. The purpose of this research was to conduct assessment in the fire-fighting effort in Radjiman Wediodiningrat Mental Hospital. The approach that used was a qualitative approach through in-depth interviews and observation.
The results showed that safety management system in hospitals follow government regulations which must be formed executive committee of safety and health at the hospital. Hospitals had established policies on occupational safety and health. Some policies are documented in a decision letter. Planning of safety program has been compiled based on Hazard Identification, Risk Assesment, And Determining Control HIRADC and there are some facilities that do not have licenses. Facilities and fire fighting equipment has been provided, it's just still not complete. Evaluation and follow-up reduction programs are also not optimally implemented. One of the results of the management review is the use of fire extinguisher training for all hospital staff and the provision of fire-fighting facilities. Conclusion: The system of fire prevention efforts implemented under the clause of Occupational Health & Safety Assessment Series (OHSAS) 18001 with Plan-Do-Check-Action PDCA approach has not been fulfilled, namely the clause hazard identification, investigation, fire management procedures, communication, evaluation tools, and training. Follow-up and recommendations for Radjiman Wediodingrat mental hospital is active and passive protection systems complementary for fire training and evaluation of fires fighting efforts
Kualitas Pelayanan Publik di Bidang Kesehatan Jiwa (Studi pada Rumah Sakit Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang).
Penelitian ini berjudul Kualitas Pelayanan Publik di Bidang Kesehatan Jiwa (Studi pada Rumah Sakit Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seperti apa pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang kepada pasien dengan gejala gangguan jiwa dan kendala apa saja yang dapat menghambat proses pelayanan kesehatan jiwa. Dalam fokus penelitian ini ada dua hal yaitu: (1) Kualitas Pelayanan Publik di bidang kesehatan jiwa pada Rumah Sakit Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang meliputi: Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy yaitu didalam pelaksanaan pelayanan kesehatan di Rumah sakit jiwa tersebut haruslah memberikan pelayanan yang memuaskan masyarakat dan (2) Faktor pendukung dan faktor penghambat yang mempengaruhi pelayanan kesehatan jiwa, yang meliputi Faktor pendukung antara lain: lokasi yang mudah dijangkau, terdapatya pelayanan satu atap yang memudahkan pengunjung dalam proses pelayanan dan faktor penghambat antara lain: Kurangnya pengetahuan pengunjung yang akan menggunakan JAMKESMAS, dan masih rendahnya kesadaran masyarakat tentang kesehatan jiwa.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendenkatan kualitatif karena melalui penelitian ini diharapkan dapat mengetahui pelaksanaan pelayanan publik di bidang kesehatan jiwa yang meliputi Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy pada Rumah Sakit Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang. Pada penelitian ini yang menjadi lokasi penelitian adalah Kecamatan Lawang Kabupaten Malang Jawa Timur. Sedangkan situs penelitian ini adalah Rumah Sakit Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang.
Hasil dari penelitian tersebut adalah pelayanan kesehatan yang terdapat di Rumah Sakit Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang sudah memenuhi standar pelayanan yang diinginkan pasien, dilihat dari wujud atau bentuk fisik rumah sakit yang baik, nyaman dan terus mengalami pemeliharaan bangunan.
Dari kehandalan, daya tanggap dan jaminan yang diberikan oleh rumah sakit jiwa tersebut sudah memenuhi standar pelayanan prima. Tingkat kepedulian pegawai cukup tinggi kepada pasien. Pelayanan administrasi disana cukup memuaskan sehingga segala urusan administrasi pasien dapat terselesaikan dengan baik.
Dalam pelaksanaan pelayanan publik dibidang kesehatan jiwa terdapat faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pelaksanaan pelayanan. Pengaruh dari faktor pendukung yaitu terlaksananya visi dari rumah sakit tersebut yaitu memberikan pelayanan yang baik dan memuaskan bagi pasien. Selain itu adanya faktor penghambat yaitu membuat proses pelayanan yang diberikan kurang berjalan dengan maksimal.
Dari hasil penelitian, ada beberapa saran yang dapat diberikan oleh peneliti antara lain agar Rumah sakit jiwa tersebut dapat mempertahankan pelayanan yang sudah ada dan terus dikembangkan agar dapat lebih mewujudkan visi serta membantu negara dalam mensejahterakan masyarakat Indonesia di bidang kesehatan jiwa. Adapun saran yang terdapat di dalam penelitian ini semoga bisa membangun dan memotivasi agar selalu memberikan pelayanan kesehatan jiwa yang lebih baik dan dapat dipercaya masyarakat
Ilmu penyakit mata : untuk dokter umum dan mahasiswa kedokteran/ Radjiman
x, 218 hal.: ill.; 24 cm
Peran Pemerintah Desa dan Masyarakat dalam pelestarian bangunan bersejarah rumah Dr.K.R.T. Radjiman Wediodiningrat di Desa Kauman Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi
ABSTRAK Wildan, Alfin Harits Norma. 2017. Peran Pemerintah Desa dan Masyarakat dalam Pelestarian Bangunan Bersejarah Rumah Dr. K.R.T.Radjiman Wediodiningrat di Desa Kauman Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suparman AW, S.H., M.Hum (II) Dra. Arbaiyah Prantiasih, M.Si. Kata Kunci : Peran, Pemerintah Desa, Masyarakat, Pelestarian Bangunan BersejarahBangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pahlawannya. Untuk itulah kita harus menjaga dan melestarikan peninggalan-peninggalan sejarah mereka saat ini agar tetap dapat dijadikan pelajaran berharga bagi generasi penerus bangsa saat ini dan generasi yang akan datang. Namun sayangnya banyak diantara peninggalan-peninggalan pahlawan bangsa saat ini yang keadaannya kurang mendapatkan perhatian, salah satu contohnya adalah bangunan rumah yang mereka tempati semasa hidupnya. Rumah tersebut mempunyai nilai sejarah sebagai saksi dari perjuangan besar mereka untuk bangsa dan negara Indonesia, maka dari itulah peninggalan sejarah tersebut harus tetap dilestarikan. Salah satu contoh peninggalan pahlawan nasional yang masih ada adalah rumah Dr. K.R.T. Radjiman Wediodiningrat yang berusia sekitar 130 tahun yang terletak di Desa Kauman Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi Jawa Timur, seorang tokoh yang pernah menjadi ketua Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui (1) untuk memaparkan Pengelolaan Bangunan Bersejarah Rumah Dr. K.R.T. Radjiman Wediodiningrat, (2) untuk mengetahui peran pemerintah Desa dan masyarakat dalam pelestarian bangunan bersejarah rumah Dr. K.R.T. Radjiman Wediodiningrat yang ada di Desa Kauman Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi, (3) untuk mengetahuikendala yang dihadapi pemerintah Desa dan masyarakat dalam pelestarian bangunan bersejarah rumah Dr. K.R.T Radjiman Wediodiningrat yang ada di Desa Kauman Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi, dan (4) untuk mengetahui cara yang dilakukan pemerintah Desa dan masyarakat dalam menghadapi kendala dalam pelestarian bangunan bersejarah rumah Dr.K.R.T. Radjiman Wediodiningrat yang ada di Desa Kauman Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Prosedur pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara, observasi langsung ke lapangan dan dokumentasi-dokumentasi yang berada dilapangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Untuk menjamin kebasahan data yang diperoleh, peneliti melakukan pengecekan data dengan cara sebagai berikut keikutsertaan, ketekunan, dan triangulasi.Adapun hasil penelitian ini adalah (1) Pengelolaan bangunan bersejarah rumah Dr.K.R.T. Radjiman Wediodiningrat dikelola oleh ahli waris dengan dasar status kepemilikannya masih dimiliki secara sah oleh pihak ahli waris.(2) Pemerintah Desa Kauman berperan dalam pelestarian bangunan bersejarah rumah Dr. K.R.T. Radjiman Wediodiningrat yaitu dengan cara membangun jalan (pavingisasi)menuju area rumah tersebut dan membangun talut atau penahan tanah pada saluran air didepan area rumah Dr.K.R.T. Radjiman Wediodiningrat, serta peran lain seperti pengusulan pelebaran jembatan yang berada di jalan menuju area rumah Dr. K.R.T. Radjiman Wediodiningrat. Sedangkan masyarakat berperan dengan cara gotong royong membersihkan area rumah dan ikut dalam kegiatan desa dalam kaitannya pembangunan desa yang juga terkait dengan pelestarian bangunan rumah tersebut. (3) Kendala yang dihadapi oleh pemerintah Desa adalah masalah dana untuk melestarikan bangunan bersejarah rumah Dr. K.R.T. Radjiman Wediodiningrat, sementara bagi masyarakat kendalanya terkait dengan kurang kepedulian dan kesadaran masyarakat dalam pelestarian bangunan rumah Dr. K.R.T. Radjiman Wediodiningrat. (4) Cara mengatasi kendala dari pemerintah Desa Kauman terkait dana adalah dengan melakukan komunikasi dengan pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Musrenbang Desa sampai Kabupaten, sementara cara mengatasi kendala dari masyarakat adalah dengan cara diadakan sosialisasi tentang kesejarahan Dr. K.R.T. Radjiman Wediodiningrat dari pihak-pihak terkait agar mereka masyarakat semakin mengetahui dan memahami sejarah Dr. K.R.T. Radjiman Wediodiningrat, sehingga dengan kegiatan-kegiatan seperti itu akan dapat menumbuhkan rasa kesadaran dan kepeduliaan mereka akan pentingnya melestarikan bangunan bersejarah rumah Dr.K.R.T. Radjiman Wediodiningrat. Saran yang diberikan peneliti setelah melakukan penelitian antara lain (1) peran beberapa pihak dalam pelestarian perlu ditingkatkan, khusunya dalam hal pendaan pembangunan dan perawatan. (2) Pemerintah Desa Kauman lebih sering mengadakan semacam kerja bakti yang sifatnya gotong royong untuk membersihkan bangunan bersejarah rumah Dr. K.R.T. Radjiman Wediodiningrat dan sekitar area dengan melibatkan masyarakat sekitar. (3) Kesadaran dan kepedulian dari masyarakat terhadap bangunan bersejarah rumah Dr. K.R.T. Radjiman Wediodiningrat perlu ditingkatkan, agar jasa-jasa Dr. KRT. Radjiman Wediodiningrat tetap dapat dikenal dan dikenang oleh masyarakat sekitar khususnya dan masyarakat lain umumnya. (4) Pemerintah Kabupaten Ngawi segera merealisasikan rencananya untuk menjadikan desa Kauman ini sebagai suatu tujuan wisata dengan menjadikannya sebagai desa wisata sejarah atau“trading tourism investment” sebagai bagian dari rencana pengembangan potensi wisata yang ada di wilayah Kabupaten Ngawi dengan konsep jalur “Jatipangawitan” yang merupakan singkatan nama sejumlah daerah di Ngawi yang membentang dari Karangjati, Padas, Ngawi, Widodaren dan Mantingan sepanjang 75 km
- …
