453 research outputs found

    MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH DENGAN MENGGUNAKAN METODE TANYA JAWAB DI KELAS X SMAN 1 CISAGA

    No full text
    ABSTRAKIqra Yaomalieka Hasieba (2021) “Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif tipe Make a Match dengan menggunakan Metode Tanya Jawab Terhadap Hasil Belajar Siswa pada mata pelajaran Ekonomi Di Kelas X SMAN 1 CISAGA (Studi Eksperimen di Kelas X pada Kompetensi Dasar 3.7 Mendeskripsikan Konsep Manajemen di SMAN 1 CISAGA)” . Penulisan skripsi ini dibawah bimbingan Ibu Hj. Eni Rohaeni, Dra., M.M sebagai Pembimbing I dan Bapak H. Ahyo Ruhyanto, Drs., M.Pd sebagai Pembimbing II.Hasil belajar merupakan kemampuan yang diperoleh siswa setelah melalui proses belajar. Hasil belajar juga menjadi tolak ukur keberhasilan suatu pembelajaran. Rendahnya hasil belajar siswa disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah kurang tepat nya penerapan model pembelajaran dengan materi yang diajarkan. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu : 1) Apakah terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match dan metode tanya jawab pada pengukuran awal (pretest) dan pengukuran akhir (posttest) di kelas Eksperimen? 2) Apakah terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan metode konvensional pada pengukuran awal (pretest) dan pengukuran akhir (posttest) di kelas Kontrol? 3) Apakah terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match dan metode tanya jawab dengan hasil belajar siswa yang menggunakan metode konvensional pada pengukuran akhir (posttest)? Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui : 1) Perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match dan metode tanya jawab pada pengukuran awal (pretest) dan pengukuran akhir (posttest) di kelas Eksperimen. 2) Perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan metode konvensional pada pengukuran awal (pretest) dan pengukuran akhir (posttest) di kelas Kontrol. 3) Perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match dan metode tanya jawab dengan hasil belajar siswa yang menggunakan metode konvensional pada pengukuran akhir (posttest). Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen tipe Quasi Eksperimen. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa model pembelajaran Make a Match berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa.  Kata kunci : Model pembelajaran Make a Match, hasil belaja

    Bimbingan Kelompok melalui Metode Bercerita untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa (Penelitian pada Siswa Kelas VIII di SMP Mekar Arum Cinunuk Kabupaten Bandung)

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya antusisme peserta didik dalam mempelajari materi, jarang masuk sekolah, jarang atau tidak menyelesaikan tugas, tidak kreatif, bahkan penurunan kualitas hasil belajar sehingga berdampak pada hasil belajarnya. Oleh karena itu, dipilih salah satu cara untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, dengan adanya bimbingan konseling yang mampu memberikan layananan yang dapat memotivasi belajar siswa. Layanan bimbingan kelompok melalui metode bercerita dipandang sebagai alternatif yang dapat memotivasi belajar siswa. Didasarkan pada teori Abraham maslow, teori ini dilakukan dengan cara memenuhi kebutuhan peserta didik, agar dapat mencapai hasil belajar yang maksimal dan sebaik mungkin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi belajar siswa, mengetahui pelaksanaan bimbingan mkelompok melalui metode bercerita, dan hasil layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di SMP Mekar Arum. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, Metode ini diambil bermaksud mengungkapkan fakta-fakta yang nampak di lapangan dan di deskripsikan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai program bimbingan kelompok melalui metode bercerita untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Sedangkan teknik pengumpulan yang diambil dalam mengumpulkan data yaitu, observasi, lembar wawancara, catatan lapangan, evaluasi hasil, dan dokumentasi. Hasil penelitian di peroleh bahwa perencanaan program bimbingan telah melalui serangkaian tahapan yang sesuai teori. Motivasi siswa mengalami perubahan yang cukup signifikan di setiap siklusnya, dimulai dari siklus pertama yang menunjukan kurang antusiasnya anak hal tersebut dapat dilihat dari aspek kognitif, afektif dan psikomotor yang meningkatnya, kerjasama kelompok yang kurang hingga sikap minder dari anak yang kurang memililiki prestasi secara lambat laun berubah di dalam siklus yang ketiga. Berdasarkan temuan ini, dapat di simpulkan bahwa program bimbingan kelompok melalui metode bercerita dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, bahkan membawa pengaruh psikologis terhadap siswa. Metode bercerita terbukti dapat memberikan warna baru dalam proses pembelajaran, karena didalamnya siswa dituntut untuk bekerjasama dengan anggota kelompok yang lain, memperhatikan instruksi dari guru, ikut berperan aktif, memberikan solusi, memberikan ide/gagasan, melakukan apa saja yang menjadi tugasnya sekolah, dan mempunyai motivasi untuk berprestas

    PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN SAINS, TEKNOLOGI DAN MASYARAKAT (STM) TERHADAP KETERAMPILAN BERTANYA DAN MEMECAHKAN MASALAH SOSIAL SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR : Studi Eksperimen Kuasi Pada Siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Rahayu 5 Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung

    No full text
    Penelitian yang dilatarbelakangi oleh hasil kajian dan pengamatan langsung di kelas IV SDN Rahayu 5 dengan gejala-gejala yang muncul adalah siswa cenderung pasif, tidak mau bertanya walaupun mereka belum jelas memahami materi ajar dalam pembelajaran IPS , terdapat sebagian besar siswa yang tidak mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pengetahuan tersebut akan dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-harinya.Penelitian yang dilatarbelakangi oleh hasil kajian dan pengamatan langsung di kelas IV SDN Rahayu 5 dengan gejala-gejala yang muncul adalah siswa cenderung pasif, tidak mau bertanya walaupun mereka belum jelas memahami materi ajar dalam pembelajaran IPS , terdapat sebagian besar siswa yang tidak mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pengetahuan tersebut akan dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-harinya.Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat dijadikan alternatif untuk memperbaiki proses pembelajaran IPS adalah pendekatan Sains, Teknologi, dan Masyarakat (STM). Pendekatan ini dimaksudkan untuk menjembatani kesenjangan antara kemajuan iptek, membanjirnya informasi ilmiah dalam dunia pendidikan, dan nilai-nilai iptek itu sendiri dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan keterampilan bertanya siswa dan memecahkan masalah sosial siswa antara siswa yang mendapatkan perlakuan pendekatan STM dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran secara konvensional. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen kuasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD yang berasal dari 2 sekolah yang berbeda. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi keterampilan bertanya, tes berupa uraian untuk mengukur kemampuan memecahkan masalah sosial, angket, pedoman wawancara dan lembar pengamatan untuk mengamati aktivitas guru selama pembelajaran STM. Berdasarkan hasil perhitungan skor rata-rata keterampilan bertanya di kelas kontrol termasuk kategori cukup, sedangkan keterampilan bertanya di kelas eksperimen termasuk kategori baik. Hal ini diperkuat dengan hasil uji t yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan bertanya antara siswa yang mendapatkan pembelajaran pendekatan STM dengan yang mendapatkan pembelajaran secara konvensional. Begitu jugadengan kemampuan memecahkan masalah sosial siswa hasil perhitungan uji t terhadap skor posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol terdapat perbedaan yang signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa pembelajaran melalui pendekatan STM berpengaruh terhadap peningkatan keterampilan bertanya dan memecahkan masalah sosial. Bagi guru SD yang mengajar IPS direkomendasikan untuk menggunakan pendekatan STM.Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat dijadikan alternatif untuk memperbaiki proses pembelajaran IPS adalah pendekatan Sains, Teknologi, dan Masyarakat (STM). Pendekatan ini dimaksudkan untuk menjembatani kesenjangan antara kemajuan iptek, membanjirnya informasi ilmiah dalam dunia pendidikan, dan nilai-nilai iptek itu sendiri dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan keterampilan bertanya siswa dan memecahkan masalah sosial siswa antara siswa yang mendapatkan perlakuan pendekatan STM dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran secara konvensional. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen kuasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD yang berasal dari 2 sekolah yang berbeda. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi keterampilan bertanya, tes berupa uraian untuk mengukur kemampuan memecahkan masalah sosial, angket, pedoman wawancara dan lembar pengamatan untuk mengamati aktivitas guru selama pembelajaran STM. Berdasarkan hasil perhitungan skor rata-rata keterampilan bertanya di kelas kontrol termasuk kategori cukup, sedangkan keterampilan bertanya di kelas eksperimen termasuk kategori baik. Hal ini diperkuat dengan hasil uji t yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan bertanya antara siswa yang mendapatkan pembelajaran pendekatan STM dengan yang mendapatkan pembelajaran secara konvensional. Begitu jugadengan kemampuan memecahkan masalah sosial siswa hasil perhitungan uji t terhadap skor posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol terdapat perbedaan yang signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa pembelajaran melalui pendekatan STM berpengaruh terhadap peningkatan keterampilan bertanya dan memecahkan masalah sosial. Bagi guru SD yang mengajar IPS direkomendasikan untuk menggunakan pendekatan STM

    PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI SISWA PADA KOMPETENSI DASAR PERKEMBANGAN TEKNOLOGI PRODUKSI DALAM MATA PELAJARAN IPS DI KELAS IV SDN RD MANGKUDIKUSUMAH KECAMATAN BALEENDAH KABUPATEN BANDUNG

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil kajian dan pengamatan langsung di kelas IV SDN Rd Mangkudikusumah yang menunjukkan bahwa pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada umumnya disampaikan melalui metode ceramah dimana guru bertindak sebagai subjek pembelajaran (Teacher Centered). Selain itu, pembelajaran yang dilakukan guru belum mampu mengembangkan budaya belajar yang melibatkan siswa, sehingga pembelajaran IPS menjadi membosankan, tidak menarik, dan terlalu banyak materi yang harus dihapal. Salah satu model pembelajaran yang dapat dijadikan alternatif adalaah model pembelajaran berbasis portofolio. Pembelajaran berbasis portofolio merupakan inovasi pembelajaran yang dirancang untuk membantu peserta didik memahami teori secara mendalam melalui pengalaman belajar praktik-empirik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan partisipasi siswa dalam pembelajaran IPS melalui model pembelajaran berbasis portofolio yang akan berdampak terhadap hasil belajar siswa. Metode yang digunakan adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Rd Mangkudikusumah Kelurahan Wargamekar Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung yang berjumlah 32 orang. Instrumen yang digunakan adalah tes/LKS, lembar observasi, wawancara dan daftar cek pelaksanaan tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan model pembelajaran berbasis portofolio, partisipasi siswa dalam pembelajaran mengalami peningkatan sehingga hasil belajar siswa pun menjadi meningkat. Peningkatan partisipasi siswa ditunjukkan oleh rata-rata skor aktivitas siswa pada siklus I yaitu keaktifan 2,35, keberanian 2,44, bekerjasama 1,72, berinisiatif 1,56, penuh perhatian 1,59, dan bekerja sistematis sebesar 1,59. Pada siklus II meningkat menjadi keaktifan 3,06, keberanian 2,84, bekerjasama 2,63, berinisiatif 2,34, penuh perhatian 2,43, dan bekerja sistematis sebesar 2,41. Dengan adanya peningkatan partisipasi tersebut, maka hasil belajar siswa pun menjadi meningkat hal tersebut terbukti dengan adanya peningkatan hasil belajar ditunjukkan oleh rata-rata pada pos tes skor siswa pada siklus I sebesar 66,25 pada siklus II meningkat menjadi 75,31. Ini berarti pembelajaran berbasis portofolio dapat meningkatkan partisipasi belajar siswa sehingga berdampak positif terhadap hasil belajar siswa

    ANALISIS FUKUSHI YANG TERDAPAT DALAM BUKU SHOKYU NIHONGO

    No full text
    Penelitian ini mengenai analisis fukushi yang terdapat dalam buku Shokyu Nihongo. Fukushi merupakan salah satu kelas kata dalam bahasa Jepang yang dapat berdiri sendiri, dan dapat menerangkan yoogen (verba, adjektiva-I, adjektiva-na), tidak dapat menjadi subjek maupun pelengkap, dan tidak mengalami perubahan bentuk (konjugasi). Pada umumnya fukushi diklasifikasikan ke dalam tiga jenis, yaitu jotai no fukushi, teido no fukushi, dan chinjutsu no fukushi. Jumlah fukushi dalam bahasa Jepang sangat banyak. Karena itu, penulis membatasi penelitian ini hanya meneliti jenis, makna, dan fungsi fukushi yang terdapat dalam buku Shokyu Nihongo.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kejelasan mengenai jenis-jenis fukushi yang terdapat dalam buku Shokyu Nihongo, serta untuk mengetahui makna dan fungsinya dalam kalimat. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dalam menganalisis jenis, makna, serta fungsi fukushi dalam kalimat.Objek penelitian ini adalah kalimat-kalimat yang menggunakan fukushi dalam buku Shokyu Nihongo. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa dalam buku Shokyu Nihongo terdapat 50 fukushi. Fukushi-fukushi tersebut diklasifikasikan ke dalam 3 jenis fukushi yaitu 20 fukushi termasuk jenis jotai no fukushi, 17 fukushi termasuk jenis teido no fukushi, dan 13 fukushi termasuk jenis chinjutsu no fukushi. Dari data yang diperoleh ada 492 kalimat yang menggunakan fukushi tersebut dalam buku Shokyu Nihongo. Kemudian dari hasil analisis kalimat-kalimat tersebut diketahui bahwa, pada umumnya masing-masing fukushi tersebut memiliki makna menyatakan keadaan atau proses yang terjadi pada kata yang diterangkannya. Selain itu, ada beberapa fukushi yang memiliki beberapa makna berdasarkan konteks kalimatnya. Kemudian, secara umum fukushi-fukushi tersebut memiliki fungsi sebagai kata keterangan bagi predikat terutama verba dan adjektiva. Tetapi ada juga yang berfungsi menerangkan nomina, bahkan ada beberapa fukushi yang berfungsi sebagai predikat dengan menyingkat atau menghilangkan bagian predikat yang diterangkannya

    Telaah kritis hadits mengenai Laknat dan ancaman keras bagi wanita yang tidak berhijab

    No full text
    Ketetapan syariat yang ditekankan agama kepada pemeluknya bukanlah sebuah keegosian atau pemberatan, melainkan sebah visi dalam mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Ketetapan tersebut termasuk diantaranya ialah perintah atau pensyariatan wanita dalam mengenakan hijab dalam kegiatan sehari-harinya. Maka, pensyariaatan tersebut jangan dipandang negative terlebih di era kontemporer bertebaran fashion berhijab yang sedemikian rupa dan beberapa diantaranya dilarang agama untuk digunakan oleh para wanita Muslimah. Adapun mereka yang tetap menggunakannya maka syariat telah memberikan larangan dan ancaman yang beragam. Dari permasalahan tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk menguuraikan apa dan bagaimana kualitas hadis terkait laknat dan ancaman bagi wanita yang tidak berhijab serta bagaimana relevansi atau penerapannya dalam konteks kekinian. Adapun metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini ialah metode deskriptif, yaitu penyajian apa adanya berdasarkan data yang ditemukan oleh penulis dan menggunakan pendekatan kajian ilmu hadis, baik Takhrij, syarh dan kritik hadis. Dari penelitian ini diketahui bawasannya hadis-hadis ancaman wanita yang tidak berhijab tidak diriwayatkan dan disabdakan oleh Nabi secara spesifik, melainkan penyebutannya lebih global/umum dan ada juga yang tergolongkan dalam ketegori pembahasan tasyabbuh. Adapun dari segi kehujjahan, hadis tersebut memiliki kualitas shahih sehingga dapat dijadikan hujjah khususnya dalam meningkatkan kewaspadaan wanita dalam melanggar aturan berbusana/berhijab.diantara bentuk laknat dan ancaman bagi wanita yang tidak berhijab bahakan cendrung mengikuti laki-laki dalam aspek fashion atau penutupan aurat sebatas dai bahu atau dada hingga kaki maka mereka diancam Rasulullah dan ditegaskan pula bukan bagian dari kelompok-Nya/umat-Nya. Selain itu ancaman keras pula bagi mereka yang telah berhijab atau memakai busana penutup aurat namun tidak sesuai ketentuan syariat, seperti memakai pakaian tapi tidak mengulurkan hingga dada, dan memakai pakaian tapi ketat dimana mereka tidak akan masuk surga dan tidak pula dapat mencium baunya. Dalam kontek kekinian wanita Muslimah tidak dilarang mengikuti tren berhijab yang ada, akan tetapi tetap harus memenuhi ketentuan syariat yang ada, sehingga mereka mendapatkan keindahan dunia di masanya dan keridhaan Allah

    PENERAPAN METODE BERMAIN BALOK DALAM MENGEMBANGKAN NILAI KOGNITIF ANAK USIA DINI PADA PAUD NUANSA KOTA BANDUNG

    No full text
    Penggunaan metode bermain balok di dalam proses pembelajaran di pendidikan anak usia dini belum dikuasai oleh setiap guru PAUD. Berdasarkan masalah tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana langkah-langkah mekanisme penerapan metode bermain balok dalam mengembangkan nilai kognitif anak usia dini, untuk mengetahui bagaimana strategi penerapan metode bermain balok dalam mengembangkan nilai kognitif anak usia dini, dan untuk mengetahui bagaimana tingkat efektivitas penerapan metode bermain balok dalam mengembangkan nilai kognitif anak usia dini pada PAUD Nuansa di kota Bandung. Landasan teori yang dipergunakan sebagai bahan kajian dalam penelitian ini adalah konsep bermain sambil belajar, konsep pembelajaran, konsep anak usia dini, dan konsep kognitif anak.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang diharapkan dapat menghasilkan suatu gambaran tentang objek yang diteliti secara utuh dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi kepustakaan.Hasil penelitian dipaparkan sebagai berikut: penerapan metode bermain balok dilaksanakan oleh tutor dalam mengembangkan nilai kognitif anak, strategi bermain balok dengan diadakannya simulasi atau praktek penyusunan balok, dan efektivitas metode bermain balok yang sangat menunjang terhadap pengembangan nilai kognitif anak usia dini.Kesimpulan penelitian adalah metode bermain balok dapat meningkatkan kemampuan daya kreatifitas dan berpikir anak usia dini serta dapat melatih berpikir anak secara terstruktur atau konstruktif. Sedangkan Rekomendasi, meskipun dari penerapan metode bermain balok dalam mengembangkan nilai kognitif pada anak usia dini masih belum memenuhi harapan padahal secara potensial PAUD ini memiliki guru-guru yang terlatih dan fasilitas yang memadai, oleh karena itu perlu adanya peningkatan kemampuan pengembangan kreatifitas dalam membuat kontruksi melalui pelatihan ataupun penataran dan perlu adanya pengembangan dan penambahan sarana prasarana khususnya permainan balok
    corecore