1,721,155 research outputs found

    “HUBUNGAN ANTARA SELF-EFFICACY DENGAN FLOW DALAM BIDANG AKADEMIK PADA MAHASISWA PENGGEMAR K-POP DI UIN SUSKA RIAU”

    Get PDF
    HUBUNGAN ANTARA SELF-EFFICACY DENGAN FLOW DALAM BIDANG AKADEMIK PADA MAHASISWA PENGGEMAR K-POP DI UIN SUSKA RIAU Rizki Putri Rahayu [email protected] Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau ABSTRAK Flow dalam bidang akademik adalah suatu keadaan yang menggambarkan kemampuan untuk berkonsentrasi penuh saat belajar atau saat mengerjakan tugastugas sehingga perhatiannya tidak tersisa untuk memikirkan hal-hal yang lain. Self-efficacy merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi flow dalam bidang akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara self-efficacy dengan flow dalam bidang akademik pada mahasiswa penggemar K-pop di UIN Suska Riau. Subjek dalam penelitian ini berusia 18 hingga 25 tahun sebanyak 200 orang mahasiswa yang ditetapkan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Alat pengumpulan data menggunakan skala yang peneliti susun sendiri dengan mengacu kepada aspek self-efficacy dari Bandura dan aspek flow dari Bakker. Analisis data yang digunakan adalah uji korelasi product moment. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara selfefficacy dan flow dalam bidang akademik pada mahasiswa penggemar K-pop di UIN Suska Riau dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,01). Hal ini menunjukkan semakin tinggi self-efficacy maka semakin tinggi flow dalam bidang akademik. Sebaliknya, semakin rendah self-efficacy maka semakin rendah pula flow dalam bidang akademik. Sumbangan efektif self-efficacy terhadap flow dalam bidang akademik yaitu sebesar 41%. Kata kunci: self-efficacy, flow akademik, mahasiswa, penggemar k-po

    Efektivitas Teknik Sosiodrama dalam Layanan Bimbingan Kelompok untuk Meningkatkan Konsep Diri Siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Bandar Seikijang

    Get PDF
    ABSTRAK Ananda Rizki Putri, (2020): Efektivitas Teknik Sosiodrama dalam Layanan Bimbingan Kelompok untuk Meningkatkan Konsep Diri Siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Bandar Seikijang. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk mengetahui efektivitas penggunaan teknik sosiodrama dalam layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan konsep diri siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Bandar Seikijang.Penelitian ini dilakukan berdasarkan fenomena yang ada di kelas VII Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Bandar Seikijang yang menunjukkan tingkat konsep diri yang rendah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pre-eksperimental design dengan desain one group pre-test post-test design. Sampel penelitian 15 orang peserta didik yang diambil menggunakan teknik purposive sampling.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket, Observasi dan dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat konsep diri pada siswa kelas VII di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Bandar Seikijang mengalami peningkatan setelah diberikan teknik sosiodrama dalam layanan bimbingan kelompok. Hasil penelitian menggunakan ujiWilcoxon menunjukkan bahwa nilai signifikasi 0.001< 0.05 dan hasil pre-test maupun post-test peningkatan dengan rata-rata skor konsep diri dari 41 menjadi 68 yang dapat dikatakan bahwa teknik sosiodrama dalam layanan bimbingan kelompok efektif untuk meningkatkan konsep diri siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Bandar Seikijang. Kata Kunci:Teknik Sosiodrama, Bimbingan Kelompok, Konsep Dir

    Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Flash pada Materi Protista Kelas X MA Bilingual Batu

    No full text
    ABSTRAK   Ramadani, Rizki Putri. 2018. Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Flash pada Materi Protista Kelas X MA Bilingual Batu. Skripsi. Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Endang Suarsini, M.Ked., (II) Sofia Ery Rahayu, S.Pd, M.Si   Kata Kunci: Multimedia Interaktif, Materi Protista, ADDIE Hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti diketahui, bahwa siswa 91% siswa kelas X MIA 2 Madrasah Aliyah (MA) Bilingual Batu mengalami kesulitan memahami materi Protista. Orientasi pembelajaran di kelas saat materi Protista hanya menggunakan media gambar dan belum pernah dilakukan pengamatan Protista, karena alat-alat laboratorium kurang memadai. Berdasarkan Kompetensi Dasar (KD) 3.5 yaitu Mengidentifikasi ciri-ciri filum dalam Kingdom Protista dan perannya bagi kehidupan berdasarkan pengamatan. Tujuan penelitian dan pengembangan ini, yaitu mengembangkan multimedia interaktif dan materi yang valid, praktis, efektif, serta mengimplementasikan multimedia interaktif dalam pembelajaran, supaya siswa mudah memahami materi Protista dan tujuan pembelajaran tercapai. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan ADDIE yang terdiri dari 5 tahap, yaitu Analiyze, Design, Develop, Implement, Evaluate. Multimedia interaktif divalidasi secara internal dan eksternal. Secara internal, multimedia interaktif divalidasi oleh dosen pembimbing I dan II, sedangkan secara eksternal divalidasi oleh ahli materi, ahli media, dan praktisi lapangan. Hasil validasi kelayakan multimedia interaktif ahli materi sebesar 95,71%, ahli media sebesar 91,82%, dan praktisi lapangan sebesar 93,33%, sehingga multimedia interaktif dinyatakan layak. Angket respon siswa terhadap multimedia interaktif diperoleh tingkat kepraktisan sebesar 83%, sehingga multimedia interaktif dinyatakan praktis. Hasil pretest sebelum ditanyangkan multimedia interaktif dan hasil posttest setelah ditayangkan multimedia interaktif mengalami peningkatan, yaitu dari 36% menjadi 88%. Hasil posttest melebihi ketuntasan klasikal minimum (≥85%), maka multimedia interaktif yang dikembangkan efektif digunakan sebagai media pembelajaran

    AN ANALYSIS OF STUDENTS’ ABILITIES AND DIFFICULTIES IN WRITING DESCRIPTIVE TEXT IN THE FIRST SEMESTER OF THE EIGHTH GRADE AT SMP N 2 PARDASUKA PRINGSEWU LAMPUNG IN THE ACADEMIC YEAR OF 2021/2022

    Get PDF
    ABSTRACT AN ANALYSIS OF STUDENTS’ ABILITIES AND DIFFICULTIES IN WRITING DESCRIPTIVE TEXT IN THE FIRST SEMESTER OF THE EIGHTH GRADE AT SMP N 2 PARDASUKA PRINGSEWU LAMPUNG IN THE ACADEMIC YEAR OF 2021/2022 By RIZKI PUTRI DAMAYANTI Writing is one of the basic skills in the language. It has ability and problems in a writing activity. This research has the objective to know the students‟ ability in writing descriptive text and to know the students‟ problems in writing descriptive text faced by the Eighth-grade students of SMP N 2 Pardasuka, Pringsewu in the academic year of 2021/2022. The research design of this research is qualitative. In collecting the data, the researcher did some steps. They were preparing the research instrument, consulting the test to the teacher, and giving the test to the students. The data was collected on Tuesday, September 7 th, 2021 at the Eighth grade of SMP N 2 Pardasuka, Pringsewu in the academic year of 2021/2022. The population of this study is the Eight-grade students of SMP N 2 Pardasuka in the academic year of 2021/2022, but the researcher took one class (VIII B) as the subject. The class consisted of 28 students. To collect the data, the researcher used a test as the instrument. In analyzing the result of the test, the researcher used descriptive analysis. The result of this research shows that the mean score of the students is 64.11. It means that the writing ability of the Eighth-grade students of SMP N 2 Pardasuka, Pringsewu is on a fair level. The percentage of students‟ problems in aspect of organization (25%), content (12,5%), grammar (25%), mechanics (25%) and vocabulary (12,5%). Based on the result of the research, it is suggested that the Eighth-grade students of SMP N 2 Pardasuka should be given more explanation and exercise in writing descriptive text. Keyword: writing, writing problems, descriptive tex

    Penerapan Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Role Playing Untuk Meningkatkan Komunikasi Antarpribadi Siswa Kelas X Sma Ypk Medan Tahun Pembelajaran 2018/2019

    No full text
    layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing siswa Kelas X SMA YPK Medan Tahun Pembelajaran 2018/2019. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA YPK Medan T.P 2018/2019 yang berjumlah 191 siswa terbagi dalam 4 kelas. Sampel dalam penelitian ini adalah 10 siswa karena berdasarkan observasi dan wawancara dengan guru BK masih terdapat siswa yang mengalami masalah tentang komunikasi antarpribadi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif quasi experimental design dengan desain One-Group Pretest- Posttest Design. Berdasarkan hasil perhitungan menunjukkan bahwa rata-rata pretest 43% sedangkan rata-rata post-test 78% maka meningkat rata-rata 35% terhadap komunikasi antarpribadi siswa. Dan hasil keputusan hipotesis terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing

    “THE EFFECTIVENESS OF USING MNEMONIC TECHNIQUE ON LEARNING STUDENTS VOCABULARY ACHIEVEMENT” (An Experimental Research in The First Semester of Nine Grade at SMPN 2 Ketanggungan in The Academic Year 2023/2024)

    Get PDF
    PANDILI, RIZKI PUTRI. 2024. 1619500058 : “The Effectiveness of Using Mnemonic Technique on Learning Students Vocabulary Achievement (An Experimental Research in The First Semester of Nine Grade at SMPN 2 Ketanggungan in The Academic Year 2023/2 024)” Research project Strata 1 Program, English Department of Teacher Training and Education Faculty, Universitas Pancasakti Tegal. First Advisor Endang Sulistianingsih, M.Pd, Second Advisor Drs.Rofiudin, M.Hum. Key Words : Mnemonic Technique, Learning of Vocabulary. The objective of this study is to determine whether vocabulary instruction utilizing the mnemonic technique is effective on learning vocabulary for ninth-grade learners educated at SMP N 2 Ketanggungan during the academic year 2023/2024. The resulting research hypothesis is formulated in the context of the theoretical review and related theoretical framework: In the 2023/2024 academic year, SMP N 2 Ketanggungan ninth graders are effectively instructed in vocabulary using the mnemonic techniques. The population consisted of all students who participated in SMP N 2, class IX, in the first semester of the academic year 2023/2024. A total of 164 people registered as students. Fifty students were selected for the research sample using cluster random sampling. Researchers divided the students into two groups: group I, the experimental group consisting of 25 students who received instructions using mnemonic techniques, and group II, the control group without mnemonic technique instruction. The research used a multiple-choice examination as the instrument. On the pre-test and post-test, forty multiple-choice questions were presented. The t-test results indicated a statistically significant differential between the performance of the control group (64.64), which was lower than the experimental group's posttest score of 78.92. Identifying a significance level (two-tailed) less than 0.000 < 0.05 In light of the data results, the initial hypothesis (H0) : Mnemonic Technique does not give positive effect on learning vocabulary (rejected), while the alternative hypothesis (H1) : Mnemonic Technique gives positive effect on learning vocabulary (accepted). This suggests that in the academic field of 2023/2024, mnemonic techniques can improve the vocabulary of ninth-grade students at SMP N 2 Ketanggungan. Then, the researcher proposed that English teachers use this technique in order to improve the English vocabulary of junior high students

    STRATEGI GURU DALAM MENGEMBANGKAN KECERDASAN LINGUISTIK PADA SISWA KELAS II DI MIN 5 TULUNGAGUNG

    Get PDF
    Skripsi dengan judul “Strategi Guru dalam Mengembangkan Kecerdasan Linguistik Pada Siswa Kelas II di MIN 5 Tulungagung” ini ditulis oleh Rizki Putri Utami, NIM. 12205193175, Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, pembimbing Ibu Rohmah Ivantri, M. Pd.I. Kata Kunci : Strategi guru, Kecerdasan Linguistik, Siswa Kelas II. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa problema yang muncul dalam suatu proses pembelajaran pada siswa kelas II, diantaranya yaitu dimana terdapat siswa yang kecerdasan linguistiknya masih belum optimal. Problem tersebut salah satunya keterbatasan kosakata yang dimiliki siswa, kurangnya interaksi antara guru dan siswa dan belum mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi. Untuk itu peneliti ingin mengamati terkait strategi guru dalam mengembangkan kecerdasan linguistik pada siswa kelas II. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan terkait fokus penelitian yaitu : (1) Bagaimana strategi guru dalam mengembangkan kecerdasan linguistik pada siswa kelas II?, (2) Apa faktor yang mempengaruhi dalam mengembangkan kecerdasan linguistik siswa kelas II dalam pembelajaran?, (3) Bagaimana hambatan dan solusi strategi guru dalam mengembangkan kecerdasan linguistik pada siswa kelas II?. Adapun tujuan penelitiannya adalah : (1) Untuk mendeskripsikan pengembangan kecerdasan linguistik pada siswa Kelas II, (2) Untuk mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi dalam mengembangkan kecerdasan linguistik siswa kelas II dalam pembelajaran, (3) Untuk mendeskripsikan hambatan dan solusi strategi guru dalam mengembangkan kecerdasan lingusitik pada siswa kelas II. Penelitian ini dikategorikan dalam penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk mengetahui keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi sumber dan data, sedangkan analisis data yang dilakukan dengan langkah-langkah pengumpulan data, reduksi data kemudian penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini berlokasi di MIN 5 Tulungagung dengan subjek kepala sekolah, guru dan siswa kelas II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Strategi guru yang digunakan dalam mengembangkan kecerdasan linguistik pada siswa kelas II adalah menggunakan metode diskusi, tanya jawab, dan penugasan. (2) Faktor yang mempengaruhi dalam mengembangkan kecerdasan lingusitik terdapat dua faktor yaitu faktor pendukung dan faktor penghambat dari dalam diri siswa maupun dari luar diri siswa. (3) Hambatan yang terjadi saat mengembangkan kecerdasan linguistik pada siswa kelas II adalah minat belajar siswa yang rendah, keterbatasan waktu pembelajaran dan kemampuan bahasa yang beragam. Solusi untuk mengatasi hambatan tersebut dengan cara guru menciptakan suasana pembelajaran yang menarik bagi siswa, guru harus menggunakan waktu pembelajaran dengan efektif dan guru menyesuaikan dengan tugas-tugas berdasarkan tingkat pemahaman siswa

    PENINGKATAN HASIL BELAJAR SUBTEMA HEWAN DI SEKITARKU MELALUI MEDIA POP UP BOOK PADA SISWA KELAS II SDN TANJUNGREJO 4 KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK Rizki Putri Utami. 2017. Peningkatan Hasil Belajar Subtema Hewan di Sekitarku melalui Media Pop Up Book pada Siswa Kelas II SDN Tanjungrejo 4 Kota Malang. Skripsi Prodi S1 – Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sumanto, M.Pd, (II) Dra. Murtiningsih, M.Pd. Kata Kunci: Hasil Belajar, Subtema Hewan di Sekitarku, Media Pop Up Book,Sekolah DasarBerdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan di kelas II SDN Tanjungrejo 4 Kota Malang ditemukan beberapa masalah diantaranya: (1) siswa merasa jenuh dan bosan saat mengikuti pembelajaran, (2) kondisi kelas yang ramai, (3) guru tidak menggunakan media pembelajaran, (4) guru hanya menggunakan metode ceramah dan penugasan, dan (5) hasil belajar siswa rendahTujuan penelitian yaitu: (1) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran subtema hewan di sekitarku melalui media pembelajaran pop up book pada siswa kelas II, (2) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar subtema hewan di sekitarku melalui media pembelajaran pop up book pada siswa kelas II SDN Tanjungrejo 4 Kota Malang. Media pop up book adalah media berbentuk buku dengan unsur tiga dimensi dan memiliki tampilan visual menarik melalui gambar, foto, teks, grafik, dan simbol yang dapat bergerak ketika halamannya dibuka.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus yakni siklus I dan siklus II dengan 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang dipakai adalah observasi, dokumentasi, dan tes. Subyek penelitian ini berjumlah 40 siswa. Teknik analisis data dalam penelitian ini yakni teknik analisis deskriptif kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Pelaksanaan pembelajaran subtema hewan di sekitarkumelalui media pop up bookberjalan dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan nilai rata-rata hasil belajar aspek pengetahuan yakni 67,7 pada pratindakan menjadi 75,8 pada siklus I, dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 85,2. Rata-rata hasil belajar aspek sikap juga mengalami peningkatan, pada siklus I 81,7 meningkat menjadi 85,3 pada siklus II. Sedangkan rata-rata hasil belajar aspek keterampilan siswa pada siklus I 75,3 meningkat menjadi 81,7 pada siklus II. Kesimpulan menyatakan bahwa media pop up book dapat meningkatkan hasil belajar subtema hewan di sekitarku pada siswa kelas II SDN Tanjungrejo 4 Kota Malang. Disarankan agar guru menggunakan media pop up bookdalam pembelajaran sebagai salah satu alternatif media pembelajaran di kelas dengan mempertimbangkan isi materi pembelajaran

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore