3 research outputs found

    ANALISIS PENGELOLAAN KEBUN BINATANG UNTUK MENINGKATKAN UPAYA KONSERVASI EX SITU DI TAMAN RIMBA ZOO JAMBI

    No full text
    Di Indonesia, banyak kebun binatang berfungsi sebagai Lembaga Konservasi ex situ. Namun, peraturan yang dikeluarkan oleh Direktur Jendral Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PKHA) pemerintah mewajibkan pengelolaan kebun binatang untuk mengikuti Pedoman Penilaian Lembaga Konservasi. Oleh karena itu, dengan adanya peraturan DirJen PHKA No.P.6/IV/-SET/2011 maka penelitian ini dapat dilakukan di Taman Rimba Zoo Jambi yang bertujuan untuk menganalisis penerapan pengelolaan kebun binatang, menganalisis prinsip kesejahteraan satwa, dan menganalisis rencana strategi pengembangan dalam pengelolaan di TRZJ. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2023 dengan menggunakan survey method yang dilakukan dengan observasi secara langsung mengenai kondisi satwa, kondisi kandang, dan fasilitas pendukung lainnya dari 67 spesies satwa. Selain itu juga dilengkapi dengan mewawancarai pihak pengelola TRZJ meliputi 10 orang petugas kantor, 1 orang dokter satwa, 2 orang petugas pakan dan nutrisi satwa, 15 orang animal keeper terkait pengelolaan dan kesejahteraan satwa, 30 orang pengunjung mengenai tingkat kepuasan wisatawan. Kemudian, mengolah data menggunakan mixed method untuk dianalisis secara deskriptif dan analisis SWOT. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan dari 7 komponen penilaian Lembaga Konservasi termasuk kategori C (Cukup). Penerapan 5 prinsip Animal Welfare terhadap 65 spesies di TRZJ termasuk dalam kategori C (Cukup) dan B (Baik). Hasil analisis SWOT menunjukkan TRZJ berada pada posisi kuandran II artinya S-T (Strength-Threat). Meskipun terdapat berbagai ancaman terhadap strategi yang dikembangkan, TRZJ mempunyai kekuatan dari faktor interna

    Implementation of Zoo Management Strategies for Animal Welfare in Indonesia

    No full text
    A zoo is a place to live or collect wild animals outside their natural habitat which can be controlled by the government or non-government, and functions as a breeding ground so that natural genetics is maintained. Apart from being a place of conservation, it is also a place of education and a place of recreation. The problem with zoos in Indonesia is that their management is not by the principles of animal welfare. This study aims to summarize the results of the Systematic Literature Review (SLR) by collecting reference articles related to the keyword "Implementation of Zoo Management Strategies based on Animal Welfare Standards". Management efforts must pay attention to the survival of animals by the principles of animal welfare, namely freedom from hunger and thirst; free from pain, injury, and disease; free from environmental discomfort, abuse, and violence; freedom from fear and depression; and free in expressing natural behavior. Pay attention to zoo management, both animals and officers or keepers according to their expertise. Strategy implementation using SWOT analysis, namely analysis that obtains useful strategies to implement or recommendations based on results that can maximize Strengths and Opportunities, by minimizing Weaknesses and avoiding Threats

    PERILAKU HARIAN BURUNG KAKATUA KOKI (cacatua galerita) DI AREA EX-SITU TAMAN RIMBA ZOO JAMBI: The Daily Behavior Of The Chef Cockatoo (Cacatua galerita) In Ex-Situ Area Of The Jambi Zoo Jungle Park

    No full text
    Kakatua koki (Cacatua galerita) merupakan burung yang dilindungi, karena termasuk dalam kategori Least Concern dan termasuk ke dalam Appendiks II, karena banyak diperdagangkan baik di dalam maupun di luar negeri, sehingga memiliki populasi yang terus menurun. Salah satu konservasi ex-situ yaitu Taman Rimba Zoo Jambi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas periaku harian, perilaku makan, dan pakan kesukaan, serta apa saja komposisi pakan kakatua koki (Cacatua galerita) di Taman Rimba Zoo Jambi.  Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 12-25 September 2020. Penelitian ini menggunakan metode Focal Animal Sampling dengan metode pencatatan data secara Continuous Sampling. Data yang didapat berupa data primer, data sekunder, dan dokumentasi. Kemudian data dianalisis menggunakan rumus Altman, hasil berupa tabel dan diagram. Berdasarkan hasil pengamatan terdapat 14 perilaku yang teramati, perilaku yang paling dominan yaitu perilaku bertengger 26% atau 2900 menit, perilaku ingesti 18% atau 2026 menit, perilaku menelisi bulu 12% atau 1384 menit. Adapun pakan yang diberikan untuk kakatua terdiri dari sayur-sayuran [kangkung (Ipomea aquatica), tauge (Vigna radiata), dan wortel (Daucus carota)], biji-bijian [jagung (Zea mays)], buah-buahan [pepaya (Carica papaya) dan pisang (Musa paradisiaca)], serta air digunakan untuk minum. Pakan kesukaan kakatua yaitu jagung (Zea mays) dan pepaya (Carica papaya)
    corecore