1,721,070 research outputs found
Dr. Krt. Rajiman Wedyodiningrat: hasil karya dan pengabdiannya
Buku ini memuat uraian tentang riwayat hidup Rajiman Wedyodiningrat serta karier dan perjuangannya dari masa penjajahan sampai kemerdekaan RI. Selain seorang dokter, beliau juga sebagai sesepuh perkumpulan Budi Utom
PENILAIAN KONSUMEN TERHADAP SUASANA TOKO DI RUMAH BATIK RAJIMAN PT. BATIK DANAR HADI SURAKARTA (Studi Kasus pada Toko Rumah Batik Rajiman di Jl. Dr. Rajiman No. 164 Surakarta)
ABSTRAK PENILAIAN KONSUMEN TERHADAP SUASANA TOKO DI RUMAH BATIK RAJIMAN PT. BATIK DANAR HADI SURAKARTA (Studi Kasus pada Toko Rumah Batik Rajiman di Jl. Dr. Rajiman No. 164 Surakarta) YUMNA NUR AMALIA F3214076 Penilaian konsumen dalam suatu usaha akan sangat mempengaruhi perkembangan usaha tersebut. Keinginan konsumen untuk memperoleh kenyamanan saat berbelanja menjadi suatu hal yang penting bagi pengusaha demi mempertahankan kelancaran usaha yang dijalani. Laporan penilaian terhadap suasana toko pada Toko Rumah Batik Rajiman ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimanakah penilaian konsumen terhadap suasana toko berdasarkan eksterior, tata letak dan interior yang selama ini telah disajikan oleh Toko Rumah Batik Rajiman PT. Batik Danar Hadi Surakarta. Metode yang digunakan dalam laporan ini adalah melalui penyebaran kuesioner dengan melibatkan responden yaitu pengunjung Toko Rumah Batik Rajiman PT. Batik Danar Hadi Surakarta. Data yang telah didapatkan kemudian diolah serta dideskripsikan dengan modus serta persentase. Menurut hasil penyebaran kuesioner yang dilakukan kepada 100 responden diketahui bahwa konsumen Toko Rumah Batik Rajiman menyatakan baik pada elemen suasana toko yang meliputi eksterior dengan persentase sebesar 62.4% dan tata letak dengan persentase sejumlah 60.5%. Serta untuk interior dengan persentase sebesar 59.8% yang dianggap cukup. Saran yang dapat diberikan oleh penulis berdasarkan kesimpulan yang telah dianalisis yaitu eksterior dan tata letak sudah baik sehingga harus tetap dipertahankan serta ditingkatkan. Namun untuk interior yang hanya dinilai cukup untuk perlu lebih ditingkatkan oleh perusahaan sehingga konsumen lebih nyaman dengan keadaan suasana toko yang disajikan. Kata kunci : penilaian, suasana toko, eksterior, tata letak, interio
PERSEPSI DAN PREFERENSI MASYARAKAT TERHADAP KARAKTERISTIK PEMANFAATAN RUANG DI KORIDOR JALAN DR RAJIMAN SURAKARTA(STUDI KASUS : PENGGAL JALAN DR RAJIMAN DARI PASAR KLEWER HINGGA MATAHARI SINGOSAREN PLASA)
Kota Surakarta atau lebih dikenal dengan Kota Solo merupakan salah
satu kota yang berkembang cukup pesat di Jawa Tengah. Antara Kraton
Surakarta, Kampung Batik Kauman, dan Kampung Batik Laweyan dihubungkan oleh
koridor Jl. Radjiman dan Mangkunegaran bahkan pada koridor ini juga
terdapat pusat kegiatan perekonomian yang cukup terkenal yaitu Pasar
Klewer. Jalan Dr. Rajiman merupakan salah satu jalan tertua yang membentuk
struktur ruang Kota Surakarta. Jalan Dr. Rajiman dibangun sebelum Jalan
Slamet Riyadi. Kondisi yang ada saat ini, pada koridor Jalan Dr. Rajiman
yang menghubungkan Kraton Kasunanan dan Kraton Mangkunegaran berkembang
aktivitas perdagangan yang sangat pesat. Fungsi kawasan pada koridor ini
sebagai pusat perdagangan (Pasar Klewer-Pusat Perbelanjaan “Matahari Plasa
Singosaren”) menimbulkan masalah parkir dan berkembangnya aktivitas PKL
pa�ו @��J��� a� �•� � terjadi gangguan terhadap sirkulasi pejalan kaki dan
kendaraan. Selain itu, dimensi trotoar yang cukup sempit dan kondisi
perkerasan trotoar yang tidak memberikan kenyamanan pejalan kaki untuk
melaluinya juga menjadi masalah mengingat koridor ini merupakan pusat
perdagangan yang diindikasikan akan banyak pejalan kaki yang
menggunakannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi dan
preferensi masyarakat terhadap aktivitas di sepanjang koridor Jalan DR
Rajiman. Persepsi dan preferensi masyarakat dibutuhkan untuk mengetahui
keinginan dan kebutuhan masyarakat sehingga konsep penataan yang akan
diterapkan pada koridor jalan terebut nantinya akan sesuai dengan keinginan
dan kebutuhan masyarakat. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif
kuantitatif dengan pendekatan rasionalistik. Kesimpulan dari studi ini
atara lain, Pengunjung koridor Jalan Dr. Rajiman menilai keberadaan PKL di
lokasi studi memberi dampak positif dan negatif. Dampak positifnya antara
lain �°� �� �M���°� � � � ��O� �� �•� �jung mudah mendapatkan kebutuhan.
Dampak negatifnya trotoar menjadi sempit dan tidak nyaman. Pengunjung
koridor Jalan Dr. Rajiman menginginkan trotoar diperbaiki dan diperlebar
supaya dapat menampung aktivitas PKL dan pejalan kaki. Selain itu street
furniture yang memadai juga dibutuhkan untuk meningkatkan kenyamanan
pengunjung.
Kata kunci: Jalur pejalan kaki, trotoar, persepsi, dan preferens
PENATAAN PENGGAL JALAN Dr. RAJIMAN “Kampoeng Batik Laweyan Surakarta “
Penataan penggal jalan DR Rajiman adalah suatu upaya pengembangan kawasan untuk meningkatkan kualitas kawasan koridor Jalan DR.Rajiman yang terletak di antara
Kelurahan Laweyan dan Kelurahan Sondakan yang nantinya akan dijadikan suatu jalan yang mendukung kawasan Kampoeng Batik, dengan penambahan fasilitas bangunan dan
street furniture guna memenuhi segala kegiatan dan dapat digunakan siapa saja yang melewati kawasan tersebut. Kawasan Kampoeng Batik Laweyan berfungsi sebagai
kawasan pemukiman, perekonomian, pariswisata dan pelestarian sosial budaya. Dan kawasan Kampoeng Batik Laweyan sendiri akan dikembangkan menjadi kawasan wisata
( tourism district ), budaya ( cultural district ) dan perekonomian ( economic district ) secara fisik, ekonomi dan sosial, selain itu Laweyan akan dikembangkan sebagai
area pemukiman yang tradisional.Letak Laweyan tidak lepas dari jalan DR. Rajiman, yang merupakan jalan propensi. Jalan DR. Rajiman mempunyai potensi yang cukup tinggi kondisi ini ditandai dengan semakin banyak bermunculannya sektor-sektor komersial dan jasa. Sehingga jalan DR. Rajiman perlu ditata agar terlihat rapi dan nyaman karena jalan DR. Rajiman akan dijadikan jalan kolektor primer kawasan dan merupakan akses skunder menuju kawasan Kampoeng Batik Laweyan. Menurut Alan Evison ( Offord Learners’s Dictionary, 1983 ) penataan jalan adalah control pola sirkulasi jalan agar tercipta suatu tatanan sirkulasi yang baik.Berdasarkan kutipan tersebut maka penataan penggal jalan Dr. Rajiman adalah suatu proses menata kembali alur pergerakan sirkulasi antara manusia maupun kendaraan agar tercipta suatu tatanan yang baik serta meningkatkan kualitas penggal jalan Dr. Rajiman. Dan demi terciptanya sebuah penataan penggal jalan yang dapat mewadahi semua kegiatan maka perlu diadakan study literature dari penataan-penataan jalan yang ada seperti pada jalan Malioboro yang merupakan suatu jalan yang sudah terta dan dapat hidup selama 24 jam penuh, Malioboro merupakan salah satu objek wisata yang berada di Yogyakarta dan keberadaannya sangat diminati oleh masyarakat luas, karena letak yang sangat strategis dan terletak diantara situs-situs bersejarah. Selain letak yang sangat strategis Malioboro juga mempunyai penataan jalan yang apabila dilihat dari segi arsitektural sudah memenuhi kebutuhan standar oleh pengguna jalan dan para pejalan kaki, antara lain penataan zona aktifitas, penataan landscape dan komposisi bangunan, jalur sirkulasi
antara pejalan kaki dan kendaraan, Street furniture dan street material serta signage yang terawat dengan baik.
Dasar pemikiran pada penataan jalan ini adalah dengan menata jalan tersebut agar dapat dilalui dengan nyaman dan aman tanpa terkecuali bagi kaum disable yaitu dengan menganalisa baik seacaea makro dan mikro. Makro yaitu analisa pendekatan dan konsep lokasi, potensi kawasan, pencapaian, orientasi, analisa sistem Sirkulasi sedangkan untuk analisa mikro yaitu analisa pengembangan perencanaan meliputi analisa pejlan kaki, analisa street furniture, analisa tata hijau, analisa tampilan bangunan, analisa pedagang kaki lima, analisa parkir serta anlisa penataan.
Pendekatan perancangan dan perencanaan pentaan penggal jalan DR Rajiman “ Kampoeng Batik Laweyan Surakarta “ diharapkan ampu memenuhi kegiatan yang ada dr penggal jalan tersebut, sehingga dengan adanya penataan jalan tersebut Kota Surakarta dapat satu tambahan pariwisata yang diharapkan mampu menjadi magnet bagi masyarakt kota Solo yang haus akan adanya hiburan dan tempat pariwisata. Selain itu secara tidak langsung dapat mendukung keberadaan Kampoeng batik Laweyan yang sedang dalam tahap pengembangan
Analisis Usaha Penggemukan Sapi Potong di Peternakan Bapak Rajiman Kabupaten Karanganyar
Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui analisis usaha penggemukan sapi potong. Pelaksanaan tugas akhir ini pada 28 Maret 2016 sampai 25 April 2016 di Peternakan Bapak Rajiman Kabupaten Karanganyar. Metode yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah praktek lapang, observasi, wawancara dan sumber data (data primer dan data sekunder). Pengambilan lokasi tugas akhir disesuaikan dengan kajian analisis usaha penggemukan sapi potong di Peternakan Bapak Rajiman Desa Sulurejo Rt 09 Rw 10, Kecamatan Plesungan, Kelurahan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. Tugas Akhir ini membahas tentang penggemukan sapi potong dan analisis usaha. Bakalan sapi potong yang dipilih adalah jenis Simmental, Limousin dan Brahman, rata-rata PBBH sebesar 1,2 kg/ekor/hari. Susunan bahan pakan konsentrat adalah Kingfeed, singkong, bekatul, ampas tahu dan kulit kedelai. Analisis usaha ini dengan menghitung keuntungan, BCR, PPC, Rentabilitas, BEP, ATO dan HPP. Berdasarkan analisis usaha yang dilakukan peternakan ini menguntungkan dan layak untuk dikembangkan dengan BCR 1,1
DR. KRT. RAJIMAN WEDYODININGRAT: Hasil Karya Dan Pengabdiannya
Pengertian Tokoh dalam naskah ini ialah seseorang yang telah berjasa atau berprestasi di dalam meningkatkan dan mengembangkan pendidikan, pengabdian, ilmu pengetahuan, keolahragaan dan seni budaya nasional di lndonesia
ANALISIS KARAKTERISTIK LALU LINTAS PADA JALAN ARTERI PRIMER DAN KOLEKTOR PRIMER( STUDI KASUS JALAN A. YANI DAN JALAN dr. RAJIMAN)
Jalan A. Yani dan Jalan dr. Rajiman Surakarta merupakan salah satu jalan
arteri primer dan kolektor primer di Surakarta. Dengan panjang 5,2 km dan 4,9
km. Pada tahun 1999-2002 Dinas Perhubungan Surakarta mengadakan survai lalu
lintas, dari survai lalu lintas tersebut diketahui bahwa kecepatan rata-rata
kendaraan pada Jalan A. Yani adalah 34 km/jam dan jalan dr. Rajiman adalah 30
km/jam. Ternyata kecepatan pada kedua jalan tersebut rendah yaitu di bawah dari
kecepatan yang diijinkan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik
lalu lintas yang terdiri dari volume, kecepatan dan kepadatan, model hubungan
terbaik antara kecepatan, kepadatan dan volume berdasar Metode Greenshields,
Metode Greenberg dan Metode Underwood, kapasitas dan derajat kejenuhan.
Pengambilan data pada penelitian ini dengan cara survai pencatatan
kendaraan untuk mengetahui volume lalu lintas dan waktu tempuh setiap
kendaraan. Data tersebut kemudian digunakan untuk analisis karakteristik lalu
lintas dengan metode yang digunakan Greenshields, Greenberg dan Underwood.
Survai lalu lintas dilaksanakan pada hari Kamis, 29 April 2010, Sabtu, 1 Mei 2010
dan Senin, 3 Mei 2010 pada pukul 06.00 – 09.00, 11.00 – 14.00 dan 15.00 – 18.00
WIB.
Hasil analisis untuk jalan A. Yani Surakarta diperoleh volume 2069,20
smp/jam, kecepatan 44,85 km/jam, kepadatan 51,47 smp/jam, Space Headway
55,32 m/smp, Time Headway 4,56 dt/smp, kapasitas 5764,76 smp/jam, derajat
kejenuhan 0,72, dan untuk jalan dr. Rajiman Surakarta diperoleh volume 2640,20
smp/jam, kecepatan 51,25 km/jam, kepadatan 58,84 smp/jam, Space Headway
37,74 m/smp, Time Headway 0,75 dt/smp, kapasitas 3171,02 smp/jam, derajat
kejenuhan 0,83. Dan didapat model matematis terbaik untuk jalan A. Yani arah
Utara ke Selatan yaitu model Greenberg , Vs = 19,16*ln197,16/D, untuk arah Utara
ke Selatan yaitu model Greenberg, Vs = 20,20*ln 189,36/D, dan untuk jalan dr.
Rajiman Surakarta yaitu model Greenshields ,Vs = 54,11-0,16*
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
