1,721,045 research outputs found
KEMAMPUAN SISWA KELAS XII SMA NEGERI 1 TAKENGON MENGIDENTIFIKASI INFORMASI DALAM TEKS EDITORIAL
ABSTRAK Rahmida. 2020. Kemampuan Siswa SMA Negeri 1 Takengon MengidentifikasiInformasi dalam Teks Editorial. Skripsi. Jurusan Pendidikan BahasaIndonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas SyiahKuala. Pembimbing: (1) Drs. Mukhlis, M.Hum. (2) Muhammad Iqbal, S.Pd., S.H., M.Hum.Kata kunci: kemampuan siswa, mengidentifikasi informasi, teks editorial. Penelitian ini berjudul ?Kemampuan Siswa Kelas XII SMA Negeri 1Takengon Mengidentifikasi Informasi dalam Teks Editorial?. Masalah dalampenelitian ini meliputi beberapa aspek yaitu (a) bagaimakah kemampuan siswakelas XII SMA Negeri 1 Takengon mengidentifikasi pendapat dalam tekseditorial?, (b) bagaimakah kemampuan siswa kelas XII SMA Negeri 1 Takengonmengidentifikasi alternatif solusi dalam teks editorial?, (c) bagaimakahkemampuan siswa kelas XII SMA Negeri 1 Takengon mengidentifikasi simpulandalam teks editorial. Tujuan penelitian ini adalah (a) untuk mengetahuikemampuan siswa kelas XII SMA Negeri 1 Takengon mengidentifikasi pendapat dalam teks editorial, (b) untuk mengetahui kemampuan siswa kelas XII SMANegeri 1 Takengon mengidentifikasi alternatif solusi dalam teks editorial, (c)untuk mengetahui kemampuan siswa kelas XII SMA Negeri 1 Takengonmengidentifikasi simpulan dalam teks editorial. Populasi penelitian ini adalahsiswa kelas XII SMA Negeri 1 Takengon dan sampel penelitian ini adalah siswakelas XII IPA-3 SMA Negeri 1 Takengon sebanyak 30 orang. Data penelitian inidikumpulkan melalui teknik tes hasil belajar. Penganalisisan data menggunakanteknik kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuanmengidentifikasi informasi dalam teks editorial siswa kelas XII SMA Negeri 1Takengon mendapatkan nilai 68 dan termasuk kategori cukup. Nilai rata-rata yangdiperoleh siswa dilihat dari berbagai aspek (1) mengidentifikasi pendapatmendapatkan nilai 68, (2) mengidentifikasi alternatif solusi mendapatkan nilai 74,(3) mengidentifikasi simpulan medapatkan nilai 74. Apabila dikaitkan dengannilai KKM yang berlaku di SMA Negeri 1 Takengon, nilai tersebut termasukdalam katagori tidak tuntas karena nilai KKM untuk pelajaran Bahasa Indonesiadi SMA tersebut dapat dikatakan tuntas apabila mencapai nilai 80. Simpulanpenelitian ini adalah kemampuan SMA Negeri 1 takengon mengidentifikasiinformasi dalam teks editorial sudah dalam kategori cukup
Analisis Koreografi Tari Sengsem: Karya Rahmida Dewi Patmawati
Tari Sengsem adalah bentuk tari kelompok yang diciptakan oleh Rahmida Dewi Patmawati. Sengsem berarti mempesona dan menarik. Salah satu konsep dasar penggarapan tari tersebut adalah rangsang tari. Karya tari Sengsem
merupakan koreografi kelompok yang didukung oleh 7 orang penari putri dengan durasi waktu pertunjukan selama 15 menit. Jika dilihat dari aspek penyajian tari Sengsem dibagi menjadi 3 bagian yaitu awal, tengah dan akhir. Diawali dari
kemunculan 7 penari dari sudut belakang yang merupakan introduksi, dilanjutkan jogetan dimana jogetan yang dimaksut adalah kiprahan Dolalak. Dan diakhiri dengan adegan trance.
Tari Sengsem merupakan perpaduan antara kesenian Rakyat Dolalak dengan tari Klasik Gaya Yogyakarta dengan Menak serta teknik-teknik kelenturan. Dari perpaduan tersebut gerak pada tari Sengsem terlihat tegas, mengalun dan vibrasi. Tegas merupakan penggambaran dari tari Menak seperti gerakan yang selalu patah-patah, dan mengalun merupakan penggambaran pada tari Yogyakarta putri terlihat pada gerakan nggurdha atau ngenceng serta vibrasi merupakan penggambaran pada tari Dolalak
Analisis Koreografi Tari Sengsem: Karya Rahmida Dewi Patmawati
Tari Sengsem adalah bentuk tari kelompok yang diciptakan oleh Rahmida Dewi Patmawati. Sengsem berarti mempesona dan menarik. Salah satu konsep dasar penggarapan tari tersebut adalah rangsang tari. Karya tari Sengsem merupakan koreografi kelompok yang didukung oleh 7 orang penari putri dengan durasi waktu pertunjukan selama 15 menit. Jika dilihat dari aspek penyajian tari Sengsem dibagi menjadi 3 bagian yaitu awal, tengah dan akhir. Diawali dari kemunculan 7 penari dari sudut belakang yang merupakan introduksi, dilanjutkan jogetan dimana jogetan yang dimaksut adalah kiprahan Dolalak. Dan diakhiri dengan adegan trance. Tari Sengsem merupakan perpaduan antara kesenian Rakyat Dolalak dengan tari Klasik Gaya Yogyakarta dengan Menak serta teknik-teknik kelenturan. Dari perpaduan tersebut gerak pada tari Sengsem terlihat tegas, mengalun dan vibrasi. Tegas merupakan penggambaran dari tari Menak seperti gerakan yang selalu patah-patah, dan mengalun merupakan penggambaran pada tari Yogyakarta putri terlihat pada gerakan nggurdha atau ngenceng serta vibrasi merupakan penggambaran pada tari Dolalak
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Analisis Koreografi Tari Sengsem
Tari Sengsem adalah bentuk tari kelompok yang diciptakan oleh Rahmida Dewi Patmawati. Sengsem berarti mempesona dan menarik. Salah satu konsep dasar penggarapan tari tersebut adalah rangsang tari. Karya tari Sengsem merupakan koreografi kelompok yang didukung oleh 7 orang penari putri dengan durasi waktu pertunjukan selama 15 menit. Jika dilihat dari aspek penyajian tari Sengsem dibagi menjadi 3 bagian yaitu awal, tengah dan akhir. Diawali dari kemunculan 7 penari dari sudut belakang yang merupakan introduk si, dilanjutkan jogetan dimana jogetan yang dimaksut adalah kiprahan Dolalak. Dan diakhiri dengan adegan trance.
Tari Sengsem merupakan perpaduan antara kesenian Rakyat Dolalak dengan tari Klasik Gaya Yogyakarta dengau Menak serta teknik-teknik kelenturan. Dari perpaduan tersebut gerak pad a tari Sengsem terlihat tegas, mengalun dan vibrasi. Tegas mempakan penggambaran dari tari Menak seperti gerakan yang selalu patah-patah , dan mengalun merupakan penggambaran pada tari Yogyakarta putri terlihat pada gerakan nggurdha atau ngenceng serta vibrasi merupakan penggambaran pada tari Dolalak
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
LITERASI DAN INKLUSI KEUANGAN PERBANKAN SYARIAH MASYARAKAT TANA TORAJA (Studi Pada Kelurahan Bombongan, Kecamatan Makale)
ABSTRAK
Rahmida Reski Majid, 2022. “Literasi dan Inklusi Keuangan Perbankan
Syariah Masyarakat Tana Toraja (Studi pada
kelurahan Bombongan Kecamatan Makale).”
Skripsi Program Studi Perbankan Syariah Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam
Negeri Palopo. Dibimbing oleh Hendra Safri.
Skripsi ini membahas tentang Literasi dan Inklusi Keuangan Perbankan syariah
Masyarakat Tana Toraja (studi pada kelurahan Bombongan kecamatan Makale).
Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui
bagaimana tingkat literasi dan inklusi keuangan perbankan syariah masyarakat.
jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis penelitian
kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang menggunakan sumber data primer
dan data sekunder yang berupa data dari buku-buku, dokumen, dan jurnal. Teknik
pengumpulan data yang dilakukan yaitu melalui observasi dan wawancara yang
dilakukan secara langsung kepada masyarakat dengan menggunakan teknik
wawancara terstruktur. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini
yaitu dengan reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa literasi dan inklusi keuangan perbankan syariah masyarakat
Tana Toraja sangatlah rendah, dimana dalam penelitian yang didapatkan
dilapangan peneliti hanya mendapatkan sekitar 3 orang saja yang memahami
tentang keuangan perbankan syariah hal tersebut disebabkan karena informan ini
adalah berprofesi sebagai PNS dan terhitung masih belum terlalu lama menjadi
alumni mahasiswa, disisi lain juga mereka sudah sadar dan akan membantu untuk
mensosialisikan atau memberikan informasi ini kepada orang lain yang dimulai
dari keluarga terdekatnya, selanjutnya informan yang lainnya paham namun tidak
secara lebih luas karena hanya mengenal tentang perbankan syariah setelah pihak
bank syariah telah bekerja sama dengan pihak sekolah dalam hal ini kementrian
agama. Selebihnya informan yang kami temui di lapangan hanya pernah
mendengar kata bank syariah namun tidak memahami bank syariah itu seperti apa,
juga sama sekali belum mereka ketahui. Literasi keuangan dan inklusi keuangan
adalah dua hal yang saling berhubungan, jika literasi keuangan rendah maka
secara tidak langsung inklusi keuangan juga akan rendah sebagaimana yang
ditemukan peneliti di lapangan
Kata Kunci : Literasi Keuangan, Inklusi Keuangan, Perbankan Syariah
Nilai-Nilai Dakwah Dalam Buku "30 Dongeng Sebelum Tidur untuk Anak Muslim"
Rahmida wati. 2016. Nilai-Nilai Dakwah dalam Buku “30 Dongeng sebelum Tidur untuk Anak Muslim” Skripsi, Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam, fakultas Dakwah dan Komunikasi. Pembimbing: Drs. H. Ilham, M.AP dan Nahed Nuwairah, S.Ag., M.HI
Kata kunci : Nilai-Nilai Dakwah, Buku, Dongeng sebelum Tidur
Dongeng merupakan media yang sangat efektif untuk menanamkan berbagai nilai agama dan etika terhadap anak. cerita dongeng yang baik memiliki akan banyak nilai-nilai yang tekandung didalam. Nilai-nilai yang tedapat dalam dongeng akan membentuk satu kesatuan yang utuh menjadi suatu cerita akan dengan mudah diingat dan dipahami oleh anak-anak. Buku “30 Dongeng Sebelum Tidur untuk Anak Muslim" adalah buku yang berisi kumpulan cerita-cerita yang berasal dari Alquran dan hadis juga berisi cerita tentang para nabi, sahabat dan orang-orang shaleh yang memiliki nilai-nilai dakwah dan pesan moral yang dapat diceritakan para orang tua atau guru sekolah dasar/MI kepada anak-anak atau anak didik mereka. Buku yang terdiri dari 12 seri ini, mengemas ajaran nilai-nilai dan norma-norma Islam dengan cerita yang menarik sehingga mudah dipahami dan diamalkan, tanpa harus merasa digurui.
Penelitian kepustakaan yang mana datanya dianalisis secara kualitatif. Adapun objek dalam penelitian ini adalah isi nilai-nilai dakwah yang dilihat dari segi akidah, syariah dan akhlak pada buku “30 Dongeng sebelum Tidur untuk Anak Muslim”. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi. Melalui dokumentasi itu, penulis kemudian membaca cerita-cerita dongeng yang terdapat pada buku “30 Dongeng sebelum Tidur untuk Anak Muslim” tersebut secara berulang-ulang kemudian menganalisis isi pesan-pesan dakwah yang terdapat pada cerita tersebut.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1)Terdapat beberapa kategori nilai dakwah dalam bidang akidah yakni nilai dakwah yang berkaitan dengan iman kepada Allah yang Maha Pencipta, iman kepada nabi/rasul (dalam hal ini yaitu kepada Nabi Muhammad saw), iman kepada kitab, larangan berbuat syirik, iman kepada hari akhir, dan iman kepada qada dan qadar. (2)Terdapat beberapa nilai dakwah dalam bidang syariah yakni mengucap syahadat, shalat dan berdoa, perintah membaca ayat Alquran, anjuran-anjuran berzikir (tasbih, tahmid, tahlil dan takbir), anjuran bersedekah, perintah berjihad, dan larangan berbuat maksiat. (3) Terdapat kategori nilai dakwah dalam bidang akhlak yakni akhlak kepada Allah dan akhlak kepada sesama manusia.
Dari penelitian, diketahui bahwa kata “dongeng” dalam judul “30 Dongeng Sebelum Tidur untuk Anak Muslim” ternyata bukan dongeng dalam istilah sastra bahasa indonesia, tetapi lebih mengarah kepada dongeng sebagai cerita pengantar tidur untuk anak. Dongeng dalam buku tersebut berasal dari Alquran dan hadis tetapi dibawakan seperti sebuah dongeng sehingga cocok sebagai pengantar tidur
- …
