1,727,565 research outputs found

    Jenderal Anumerta Basuki Rachmat

    No full text
    Jenderal Basuki Rachmat telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia dengan Surat Keputusan Presiden No. 0l/TK/1969. Sudah sewajarnya bahwa sebagai Pahlawan Nasional Jenderal Basuki Rachmat patut dikenal oleh seluruh Bangsa Indonesia terutama oleh seluruh pemuda-pemudi Generasi Baru Indonesia yang nanti akan menggantikan Generasi Tua memegang tampuk pimpinan Negara

    PROFIL ATLET SEPAKBOLA RACHMAT IRIANTO DALAM PROSES PENCAPAIAN PRESTASI

    Full text link
    Abstrak Sepakbola adalah satu cabang olahraga yang sangat populer disegala usia, baik anak-anak, remaja hingga dewasa. Rachmat Irianto adalah atlet sepakbola Indonesia yang memulai karirnya sejak masih duduk dibangku sekolah dasar dengan mengikuti sekolah sepakbola. Ia menjalani proses-proses latihan hingga kini mengantarkannya pada prestasi yang patut dibanggakan. Selain latihan rutin yang dibimbing oleh pelatih, Rachmat Irianto juga mendapat perlakukan khusus dari makanan atau asupan gizi yang dikonsumsi. Pengaturan gizi pada atlet sepakbola akan berpengaruh terhadap pencapaian prestasi atlet tersebut. Dimana dalam pengaturan gizi, perlu dianalisis kebutuhan energi dari makanan berupa karbohidrat, lemak, protein, dan lain sebagainya. Pola hidup sehat dan istirahat cukup juga menjadi indikator pencapaian prestasi yang ia dapatkan. Dukungan dari kedua orang tua dan keluarga juga menjadi support system dalam menambah motivasi ia berlatih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses perjalanan karir atlet sepak bola seorang Rachmat Irianto dalam meraih prestasi. Dengan mengetahui proses perjalanan atlet tersebut, diharapkan dapat menginspirasi bagi masyarakat pada umumnya dan semua orang yang berminat atau berbakat pada dunia atlet sepakbola. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan auto-biografi. Data berasal dari sumber yang akurat yang didukung dengan artefak-artefak kejadian sesuai alur peristiwa. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa prestasi tidak dapat diraih secara instan, melainkan secara bertahap yang ditekuni sejak dini. Kata Kunci: Rachmat Irianto; prestasi; pemain sepakbola Abstract Football is a sport that is very popular at all ages, both children, teenagers and adults. Rachmat Irianto is an Indonesian football athlete who started his career when he was still in elementary school by attending a football school. He underwent training processes until now leading him to achievements to be proud of. In addition to routine training guided by a trainer, Rachmat Irianto also received special treatment from the food or nutritional intake he consumed. Nutrition management for football athletes will influence the athlete's achievement. In nutritional regulation, it is necessary to analyze energy requirements from food in the form of carbohydrates, fats, proteins, and so on. A healthy lifestyle and adequate rest are also indicators of the achievements he gets. Support from both parents and family is also a support system in increasing his motivation to practice. The purpose of this study was to find out how the career process of Rachmat Irianto's soccer athlete in achieving achievements. By knowing the process of the athlete's journey, it is hoped that it can inspire the community in general and everyone who is interested or talented in the world of soccer athletes. This study uses qualitative research with an auto-biographical approach. Data comes from accurate sources supported by event artifacts according to the flow of events. The conclusion of this research is that achievement cannot be achieved instantly, but gradually which is practiced from an early age. Keywords: Rachmat Irianto; achievement; football player &nbsp

    Rachmat Gobel : membangun kemakmuran

    No full text
    Buku Rachmat Gobel: Membangun Kemakmuran karya Nasihin Masha terdiri dari lima bab dan merupakan kumpulan fragmen peristiwa yang memiliki benang merah mengenai sosok dan gagasan seorang Rachmat Gobel, putra Gorontalo. Pada buku ini, diceritakan bahwa meskipun Rachmat Gobel adalah anak seorang pengusaha, tetapi ia dididik agar menjadi sosok yang mandiri. Ia tumbuh menjadi pengusaha andal. Kemudian, kecakapan, gagasan, dan semangatnya berhasil membuatnya menjadi seorang anggota DPR. Pada buku ini, diceritakan juga bahwa ia adalah sosok yang peduli pada seni, entrepreneurship, dan petani. Baginya, menjadi anggota DPR berarti membuka ladang pengabdian bagi kampung halaman. Ia memiliki visi besar untuk kampung halamannya dan berharap daerah tersebut dapat menjadi salah satu daerah termakmur di Indonesia. Melalui fragmen-fragmen peristiwa, buku ini mengabadikan sosok, gagasan, cita-cita, dan jejak seorang Rachmat Gobel.Buku Rachmat Gobel: Membangun Kemakmuran secara detail menjelaskan mengenai gagasan, aksi, dan kontribusi Rachmat Gobel terhadap negara Indonesia. Buku ini juga memaparkan mengenai kehidupan Rachmat Gobel, mulai dari keluarga, pendidikan, bisnis, kehidupan sosial, dan politik. Buku ini cocok dibaca untuk memberi motivasi tinggi kepada pembaca dalam mempertahankan kemurnian, kehangatan, dan kedisplinan untuk membangun kehidupan yang makmur. Mencapai kehidupan yang makmur membutuhkan proses panjang dengan hati ikhlas dan penuh kerja keras. Kemajuan harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar

    Pemidanaan Terhadap Pengguna Narkotika Di Dki Jakarta / oleh Rachmat Ismanto

    No full text
    abstrak Judul: Pemidanaan Terhadap Pengguna Narkotika di DKI Jakarta Nama: Rachmat Ismanto NIM:207111001 Isi: Penelitian tentang Pemidanaan Terhadap Pengguna Narkotika di DKI Jakarta dilatarbelakangi karena dalam prakteknya masih ditemui adanya perbedaan pemidanaan dalam kasus putusan pengadilan perkara tindak pidana narkotika di wilayah DKI Jakarta terhadap penyalahguna narkotika baik dewasa maupun anak-anak. Meskipun pasal yang didakwaan sama, namun dalam faktanya terdapat perbedaan dalam hukuman. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan sebagai berikut: (1) Bagaimana proses pemidanaan terhadap pelaku penyalahguna narkotika? (2) Mengapa terjadi perbedaan pemidanaan terhadap pelaku penyalahgunaan narkotika? Metode penelitian yang digunakan adalah normatif dengan ditunjang dengan data kepustakaan dan data lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemidanaan terhadap pelaku penyalahguna narkotika diawali dengan prapenuntutan, penuntutan dan proses persidangan di pengadilan. Adanya perbedaan putusan dalam penanganan pemidanaan terhadap pelaku penyalahguna narkotika lebih didasari karena adanya cara pandang hakim yang tidak sama sehingga menimbulkan dualisme pemahaman aparat terhadap posisi pengguna, yakni antara pelaku dan korban. Selain itu indenpendensi hakim atau kebebasan hakim dimana hakim memutus berdasarkan dua alat bukti dan keyakinan hakim, maka hakim bebas memutus suatu perkara berdasarkan hati nuraninya dan bebas dari pengaruh apa atau siapapun, sehingga sering terjadinya perbedaan atau disparitas pemidanaan terhadap kasus yang serupa atau mirip. Diperlukan adanya persamaan pandangan dari aparat penegak hukum (polisi, jaksa dan hakim) dalam penanganan kasus penyalahguna narkotika, sehingga dalam penanganan kasus penyalahguna tidak lagi ditemukan adanya perbedaan yang sangat mencolok terhadap sanksi atau hukuman yang dijatuhkan

    Pemaksanaan terhadap tersangka dalam pemeriksaan tingkat penyidikan (studi kasus Budi Harjono korban pemaksaan dalam pemeriksaan penyidikan) / oleh Encep Rachmat

    No full text
    abstrak (A) Nama : Encep Rachmat Cahaya (NIM 205010156). (B) Judul Skripsi : Pemaksaan Terhadap Tersangka Dalam Pemeriksaan Tingkat Penyidikan (Studi Kasus Budi Harjono Korban Pemaksaan Dalam Pemeriksaan Penyidikan). (C) Halaman : viii + 68 + 16 + 2007. (D) Kata Kunci : Pemaksaan Dalam Pemeriksaan Penyidikan, Hukum Pidana. (E) Isi : Polisi adalah penegak hukum, namun polisi juga dapat melakukan suatu tindak pidana. Bagaimanakah penegakan hukum bagi aparat kepolisian selaku penyidik yang melakukan pemaksaan dalam pemeriksaan tingkat penyidikan? Penulis meneliti masalah tersebut dengan mengunakan metode penelitian hukum normatif dan empiris. Data penelitian memperlihatkan adanya kelemahan dalam menegakan hukum terhadap penyidik yang melakukan pemaksaan dalam pemeriksaan tingkat penyidikan. pemeriksaan untuk oknum polisi diatur dalam PP No.2 Tahun 2003 Tentang Peraturan Disiplin Anggota POLRI melalui ?Sidang Disiplin? dalam Pasal 14 ayat (2). Dan berdasar pada Pasal 12 ayat (1) PP No.2 Tahun 2003 Tentang Peraturan Disiplin Anggota POLRI, penyelesaian perkara harus ditindaklanjuti ke peradilan umum, karena penjatuhan hukuman disiplin tidak menghapuskan tuntutan pidana. sebaiknya Undang-undang No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara diharapkan lebih disempurnakan dengan menambahkan beberapa pasal yang mengatur secara tegas mengenai proses serta acara pidana untuk oknum polisi yang melakukan tindak pidana, dengan harapan agar proses pemeriksaan dan peradilan bagi oknum Polisi yang melakukan tindak pidana tidak terdapat kerancuan dengan warga sipil. (F) Acuan : 16 (1976-2006) (G) Pembimbing PC. Hadiprastowo, S.H. (H) Penulis Encep Rachmat Cahay

    Rachmat Subagya, Agama asli Indonesia

    No full text
    Sellato Bernard. Rachmat Subagya, Agama asli Indonesia. In: Archipel, volume 28, 1984. pp. 213-217

    Les wakaf ou « biens de mainmorte » à Java-est : étude diachronique

    No full text
    Djatnika Rachmat. Les wakaf ou « biens de mainmorte » à Java-est : étude diachronique. In: Archipel, volume 30, 1985. L'Islam en Indonésie II. pp. 121-136

    KONTRIBUSI JENDERAL BASOEKI RACHMAT DALAM PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA DI BOJONEGORO (1948-1949)

    No full text
    ABSTRAK   Hariyanti, Lia April. 2016. Kontribusi Jenderal Basoeki Rachmat dalam Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan di Bojonegoro (1948-1949). Skripsi, Program Studi S1 Ilmu Sejarah Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Najib Jauhari, S.Pd, M Hum., (2) Dr. Ari Sapto, M. Hum   Kata kunci: Basoeki Rachmat, Bojonegoro, Agresi Militer Belanda II   Bangsa Indonesia yang baru merdeka wajib menjaga dan mempertahankan kemerdekaan. Dalam perjuangan bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan telah banyak meminta korban jiwa. Hampir di semua wilayah Indonesia terjadi pertumpuhan darah,  tidak terkecuali di Bojonegoro. Salah satu Pahlawan Nasional yang memperjuangkan kemerdekaan di Bojonegoro Jenderal Basoeki Rachmat sebagai Komando Batalyon 16. Rumusan masalah pada peneliti ini adalah (1) bagaimana latar belakang kehidupan Basoeki Rachmat, (2) bagaimana kontribusi Basoeki Rachmat dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan di Bojonegoro tahun 1948-1949, (3) nilai-nilai apa yang terkandung dalam perjuangan Basuki Rachmat Peneliti menggunakan metode historis, dalam penelitian historis terdapat lima tahap yaitu pemilihan topik, heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Di samping itu, peneliti ini menggunakan sumber lisan. Temuan peneliti ini yaitu (1) Basoeki Rachmat adalah anak dari pasangan Soedarsono Soemo dihardjo dan Suratni. Jabatan Basoeki Rachmat dalam militer Komandan Batalyon di Ngawi (1945-1946),  Komandan Batalyon di Ronggolawe (1946-1950), Komandan Resimen ditempatkan di Bojonegoro (1950-1953), Kepala Staf Panglima Tentara dan Teritorium V / Brawijaya (1953-1956), Penjabat Panglima Daerah Militer V / Brawijaya (1956). Istri Basuki Rachmat ialah Sriwulan dan memiliki empat putra. (2) pada saat Agresi Militer Belanda II Bojonegoro hanya di pertahankan oleh Batalyon 16 di bawah pimpinan Mayor Basoeki Rachmat dan Pasukan Teritorial Haliq. (3) Pahlawan Basoeki Rachmat telah memberikan nilai-nilai perjuangan seperti rela berkorban, cinta tanah air, persatuan dan kesatuan. Nilai-nilai tersebut mampu mengantarkan bangsa Indonesia mencapai kemerdekaa

    Rachmat Witoelar dan perubahan iklim

    No full text
    Buku ini merupakan gambaran seorang politikus Rachmat Witoelar, baik sebagai sebagai politisi juga sebagai penggiat isu perubahan iklim. Beliau juga sebagai orang yang mampu menyatukan sikap pihak-pihak yang berbeda kepentingan dalam menghadapi isu perubahan ikli

    Ulama dan Politik Peran ulama dalam Kemenangan Rachmat Yasin sebagai Bupati Bogor 2008

    No full text
    Skripsi ini menganalisa tentang peran ulama dalam mendukung dan membantu kemenagan Rachmat Yasin menjadi Bupati Bogor. tujuan dari penelitian ini adalah untuk dapat memahami bahwa aktifitas ulama tidak terbatas, bukan hanya di dalam masjid, pengajian, dan acara-acara keagamaan lainnya, tetapi telah merambah ke arah politik. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap perkembangan ilmu dalam kajian ulama dan poltik. Penelitian ini dilakukan melalui wawancara dan studi pustaka. Penelitian ini menemukan adanya pola-pola ulama dalam mendukung majunya Rachmat Yasin sebagai Calon Bupati pada pilkada Bogor 2008. Ini terlihat ketika adanya dukungan dan restu kepada Rachmat Yasin untuk menjadi Calon Bupati. Salah satu peran ulama sebagai tokoh Islam yang patut dicatat adalah posisi mereka sebagai kelompok terpelajar yang membawa pencerahan kepada masyarakat sekitarnya. Dari apa yang dimiliki oleh ulama, power yang ada pada dirinya menjadikan ia disegani, berpengaruh dan berperan dimasyarakat. sehingga semua permasalahan apapun berada ditangan ulama sebagai pemberi keputusan untuk masyarakat disekitarnya. Disini ulama mempunyai kekuasaan (non formal). Beragam cara ulama membina umat selagi tidak menyimpang dari ajaran islam. Majunya ulama dalam pencalonan Bupati yaitu Rachmat Yasin ini berusaha membina umat melalui jalur pemerintahan yaitu kursi Bupati. Dari sini ulama-ulama Bogor memberikan restu penuh dan dukungan terhadap Rachmat Yasin untuk maju sebagai Bupati. Peran dan strategi pun dimatangkan baik dari Rachmat Yasin dan ulama-ulama, serta organisasi yang masih dipimpin oleh RY. Ini merupakan kesempatan untuk memperoleh dukungan masyarakat Bogor. Berdasarkan analisa yang penulis teliti bahwa, ada peran dan pola-pola ulama untuk memenangkan Rachmat Yasin; perkumpulan ulama-ulama dan Rachmat Yasin dalam rancangan bagaiman jamaah yang telah dibina memberikan dukungan. Silaturrahmi yang dilakukan oleh Rachmat Yasin ke Pondok-Pondok Pesantren (Ulama), Petani, buruh, dan kalangan masyarakat lainnya. Ceramah (pesan-pesan) ulama kepada masyarakat untuk mengarahkan dan menuntun masyarakat memilih Rachmat Yasin sebagai pemimpin Bogor
    corecore