176 research outputs found

    Kupas Tuntas PCOS

    No full text
    Buku kategori kedokteran yang berjudul Kupas Tuntas PCOS merupakan karya dari R. Muharam, dkk. PCOS (Polycystic Ovary Syndrome), atau dalam bahasa Indonesia disebut Sindroma Ovarium Polikistik (SOPK) merupakan kelainan hormonal pada perempuan yang paling banyak ditemui, dan menjadi salah satu penyebab menstruasi dan infertilitas paling sering di Indonesia. Proses pengobatannya tidaklah mudah dan singkat. Sepanjang karier saya sebagai dokter spesialis kandungan dan kesuburan, saya telah menemui banyak penderita SOPK baik remaja sampai usia paruh baya. Begitu banyak perempuan Indonesia yang gigih berjuang melawan penyakit ini untuk mencapai keinginannya mendapatkan keturunan. Tergerak dari pengalaman tersebut, maka saya menulis buku ini. Saya ingin mempersembahkan ilmu dan pengalaman saya selama ini kepada perempuan Indonesia yang masih harus berjuang melawan SOPK. Buku ini berisikan informasi lengkap terkait SOPK, dengan penekanan terhadap betapa pentingnya diagnosis dini dan tata laksana yang holistik, dan bagaimana untuk melakukannya. Namun untuk dapat mengerti penyakit SOPK, tentu kita harus mengerti terlebih dahulu tentang bagaimana normalnya sistem reproduksi perempuan bekerja. Maka dari itu bagian awal buku ini kita akan membahas terlebih dahulu anatomi organ reproduksi dan fisiologi proses menstruasi

    Faktor Risiko Hipertensi Terkait Pangan dan Gizi pada Penduduk Dewasa di Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor risiko hipertensi terkait pangan dan gizi pada penduduk dewasa Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional study. Penelitian ini melibatkan 82 subjek berusia 26-45 tahun yang merupakan penduduk di 6 Desa di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Subjek dipilih melalui multistage random sampling dari data Survei Keluarga Sehat yang dilakukan oleh Puskesmas Jenu. Pengambilan data dilakukan pada bulan Juni-Agustus 2018. Data karakteristik subjek dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner, data pangan dikumpulkan menggunakan Semi Quantitatative Food Frequency Questionaire (SQ-FFQ) dan data aktifitas fisik diukur menggunakan Global Physical Activity Questionaire (GPAQ). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan (p>0.05) antara usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pendapatan, dan riwayat penyakit hipertensi keluarga dengan hipertensi. Tidak terdapat hubungan signifikan antara asupan natrium, kalium, kalsium, dan magnesium dengan hipertensi. Konsumsi ikan air tawar (p=0.002, r=-0.330), tempe (p=0.039, r=-0.229), dan terung (p=0.049, r =-0.218) berhubungan negatif dengan hipertensi. Terdapat hubungan positif signifikan antara IMT (p=0.003, r=0.325) dan lingkar pinggang (p=0.001, r=0.349) terhadap hipertensi. Tidak terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik subjek dengan hipertensi, namun durasi aktifitas sedenter berhubungan positif dengan hipertensi (p=0.047, r=0.220). Tidak terdapat hubungan signifikan antara kebiasaan merokok dengan hipertensi. Subjek yang tergolong overweight dan obess cenderung memiliki risiko yang lebih besar menderita hipertensi dibandingkan dengan subjek kurus dan normal (OR=4.53; 95% CI 1.01-20.40). Selain itu, subjek yang memiliki durasi aktivitas sedenter lebih dari 4.79 jam/hari memiliki risiko hipertensi yang lebih tinggi (OR=3.12; 95% CI 1.06-9.19). Selanjutnya, konsumsi ikan air tawar kurang dari 15.6 gram/hari dapat meningkatkan risiko hipertensi (OR=5.13; 95% CI 1.76-14.92)

    Hubungan Indeks Massa Tubuh dan Persen Lemak Tubuh dengan Sindrom Pramenstruasi pada Remaja Putri di SMA Bina Insani Bogor

    No full text
    This study aimed to analyze correlation between Body Mass Index for Age and body fat percentage with Premenstrual Syndrome (PMS) complaints of adolescent school girls at Bina Insani High School. A cross sectional study of 59 girls was conducted and data collected. The sample was determined purposive sampling. The study showed that most of the subjects were having normal IMT/U, but over body fat percentage and moderate PMS complaints. Correlation test showed there was significant correlation between protein consumption to PMS complaints level (p=0.04, r=-0.226) and fat consumption to PMS complaints level (p=0.043, r=-0.263), but was no correlation between IMT/U and body fat percentage to PMS complaint

    HUBUNGAN ANTARA POWER OTOT LENGAN BAHU, KEKUATAN OTOT TUNGKAI, KOORDINASI MATA TANGAN DENGAN KEMAMPUAN FREE THROW PADA PESERTA EKSTRAKURIKULER BOLABASKET DI SMA N 1 NGEMPLAK SLEMAN

    No full text
    Kemampuan free throw peserta ekstrakurikuler di SMA N 1 Ngemplak Sleman belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara power otot lengan bahu, kekuatan otot tungkai dan koordinasi mata tangan dengan kemampuan free throw pada peserta ekstrakurikuler bola basket di SMA N 1 Ngemplak Sleman. Jenis penelitian ini adalah korelasional. Metode yang digunakan adalah survei, dengan teknik pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa peserta ekstrakurikuler bolabasket di SMA N 1 Ngemplak Sleman, yang berjumlah 30 siswa. Teknik sampling yaitu dengan purposive sampling, dengan krtiteria, yaitu: (1) siswa ekstrakurikuler bolabasket di SMA N 1 Ngemplak Sleman, (2) merupakan tim inti bolabasket di SMA N 1 Ngemplak Sleman, berjumlah 21 siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes power otot lengan bahu, kekuatan otot tungkai, koordinasi mata tangan dan kemampuan free throw. Analisis data menggunakan uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Ada hubungan yang signifikan antara daya ledak otot lengan dan bahu dengan kemampuan free throw pada siswa ekstrakurikuler bolabasket di SMA N 1 Ngemplak Sleman, dengan rx1.y = 0,957 > r(0.05)(20) = 0,360. (2) Ada hubungan yang signifikan antara kekuatan otot tungkai dengan kemampuan free throw pada siswa ekstrakurikuler bolabasket di SMA N 1 Ngemplak Sleman, dengan rx2.y = 0,958 > r(0.05)(20) = 0,360. (3) Ada hubungan yang signifikan antara koordinasi mata tangan dengan kemampuan free throw pada siswa ekstrakurikuler bolabasket di SMA N 1 Ngemplak Sleman, dengan rx3.y = 0,689 > r(0.05)(20) = 0,360. (4) Ada hubungan yang signifikan antara daya ledak otot lengan dan bahu, kekuatan otot tungkai dan koordinasi mata, tangan dengan kemampuan free throw pada siswa ekstrakurikuler bolabasket di SMA N 1 Ngemplak Sleman, dengan Ry(x1.x2.x3) = 0,983 > R(0.05)(20) = 0,360. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sumbangan daya ledak otot lengan dan bahu, kekuatan otot tungkai dan koordinasi mata, tangan dengan kemampuan free throw sebesar 96,6% dan sisanya sebesar 3,4% dipengaruhi oleh variabel lain

    Elevated MMP-9, Survivin, TGB1 and Downregulated Tissue Inhibitor of TIMP-1, Caspase-3 Activities are Independent of the Low Levels miR-183 in Endometriosis

    Get PDF
    R Muharam,1– 3 Anom Bowolaksono,1,4 Mila Maidarti,1– 3 Ririn Rahmala Febri,1 Kresna Mutia,1 Pritta Ameilia Iffanolida,1 Muhammad Ikhsan,1– 3 Kanadi Sumapraja,1– 3 Gita Pratama,1– 3 Achmad Kemal Harzif,1– 3 Andon Hestiantoro,1– 3 Budi Wiweko1– 3 1Human Reproduction, Infertility and Family Planning Research Center, Indonesian Medical Education and Research Institute, Faculty of Medicine, Universitas Indonesia Jakarta, Jakarta, 10430, Indonesia; 2Division of Reproductive Endocrinology and Infertility Department of Obstetrics and Gynecology, Faculty of Medicine Universitas Indonesia, DKI Jakarta, 10430, Indonesia; 3Yasmin IVF Clinic, Dr. Cipto Mangunkusumo General Hospital, Jakarta, 10430, Indonesia; 4Cellular and Molecular Mechanisms in Biological System (CEMBIOS) Research Group, Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Indonesia, Depok, 16424, IndonesiaCorrespondence: R Muharam, Division of Reproductive Endocrinology and Infertility, Department of Obstetrics and Gynecology - Faculty of Medicine Universitas Indonesia, Jl. Diponegoro No. 71, Salemba, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, 10430, Indonesia, Tel +62 3928720 / +62 816 1188027, Email [email protected]: This study aimed to measure the correlation between miR-183 and gene expression that regulates apoptosis and adhesion mechanism that may be linked to the pathogenesis of endometriosis.Patients and Methods: Forty-four subjects, including 22 control subjects, participated in this study. We collected ectopic endometriosis and endometrial samples. For the control, the sample was taken from endometrial tissue through pipelle biopsy. RNA was extracted from all tissues using RNA mini kit, and the expression was assessed using quantitative-real time PCR. Relative mRNA and miRNA expression were presented using the formula of the Livak method. The data were statistically analyzed using GraphPad Prism 8.Results: The expression of Caspase-3, Survivin, Integrin β 1 (ITGB1), matrix metalloproteinase-9 (MMP-9), and tissue inhibitor of matrix metalloproteinase-1 (TIMP-1) (adhesion- and apoptosis-related gene) were calculated using the relative expression method. We found significant differences in Caspase-3, Survivin, ITGB1, MMP-9, and TIMP-1 expression between ectopic endometriosis tissues of women with endometriosis compared to healthy endometrium. MMP-9, Survivin, and ITGB1 was significantly increased in the endometriosis group, while Caspase-3, TIMP-1, and miR-183 were significantly reduced in the endometriosis group. No correlation was found between the expression level of miR-183 and Caspase3, Survivin, ITGB1, and Cadherin in both tissue types.Conclusion: Despite the difference in expression levels of miR-183 and associated adhesion- and apoptosis-related genes, there was no significant association between miR-183 with specific adhesion and apoptosis genes in endometriosis tissue.Keywords: endometriosis, miR-183, MMP-9, TIMP1, apoptosis, antiapoptosi

    Analisis Kelayakan Usaha dan Nilai Tambah Olahan Kedelai Menjadi Tempe pada UMKM Super Murni Kecamatan Bekasi Selatan Kota Bekasi

    Get PDF
    Agriculture plays an important role in providing food sources that support the survival of society. The growth of the agro-industrial sector not only provides economic benefits for businesses but also contributes to improving the welfare of farmers and the sustainability of the agricultural sector as a whole. Soybean as a multifunctional crop can be utilised to make various culinary delights including tempeh, a traditional Indonesian food. The main objective of this study, conducted by Super Murni MSME, is to evaluate the added value contributed in one production and the business feasibility of tempe production at Super Murni MSME. By considering prices, inputs, and outputs, a value-added analysis approach using the Hayami method and R/C ratio is needed to determine the feasibility of the company. The results showed that the added value required by Super Murni MSMEs in one production of tempe geblekan reached IDR 23,072 or around 61%, using the value-added ratio, the margin obtained reached IDR 21,348 for tempe geblekan. As for tempe lonjoran, the added value is IDR  35,372 or around 71%, with a profit of  IDR 31,205. The calculation of business feasibility using the R/C ratio shows a figure of 1.25 for tempe geblekan which indicates that the Company can develop based on the R/C ratio criteria and an R/C ratio of 1.00 for tempe lonjoran which indicates that this business can be developed because it does not experience losses or profits (break-even) to be operated

    Tradisi Pembacaan Babad Cirebon: Tinjauan Fungsi William R. Bascom

    No full text
    Sastra nusantara merupakanbagian dari kekhazanahan budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Salah satu wujud dari sastra tersebut, yaitu cerita legenda babad Cirebon yang berasal dari Jawa Barat. Cerita babad Cirebon setiap tahunnya dibacakan di Keraton Kanoman pada 1 Muharam dan telah berlangsung lebih dari 1 dekade. Dari hasil analisis menggunakan teori fungsi menurut Bascom. Tradisi pembacaan babad Cirebon yang telah diwariskan secara turun-temurun itu memuat 5 fungsi, yakni berfungsi sebagai sistem proyeksi, pranata religius, sarana pendidikan, sarana pemersatu atau sosial, dan pengesahan kebudayaan. Kata Kunci: Babad, Tradisi Lisan, dan Fungsi Â
    corecore