1,183 research outputs found

    PENGEMBANGAN MEDIA E-BOOKLET SEBAGAI SARANA PENDAMPING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS PESERTA DIDIK KELAS IV DI MI PODOREJO SUMBERGEMPOL TULUNGAGUNG

    No full text
    Syakilah, Divia, Faza. 2024. Pengembangan Media E-Booklet sebagai Sarana Pendamping untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Inggris Kelas IV di MI Podorejo Sumbergempol Tulungagung. Skripsi, Program Studi Pen-didikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Dosen Pembimbing Skripsi Arpinda Syifa’a Awalin, S.Pd., M.Pd. Kata kunci: Media Pembelejaran, E-booklet, Hasil Belajar, Canva Media Pembelajaran e-booklet merupakan media booklet yang dikemas da-lam bentuk digital yang dapat diakses pada perangkat elektronik secara online. E-booklet berisi materi yang dikemas secara ringkas dan menarik berupa vidio, gam-bar, audio, dan latihan soal dengan intruksi yang jelas. E-booklet dibuat menggunakan aplikasi canva dan diunggah pada aplikasi book creator. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kondisi pembelajaran Bahasa Inggris kelas empat di MI Podorejo Tulungagung, (2) menghasilkan media e-booklet sebagai sarana pendamping untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Inggris kelas IV di MI Podorejo Sumbergempol Tulungagung, (3) dan mengetahui hasil uji kelayakan, kepraktisan dan keefektifan media e-booklet sebagai sarana pendamping untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Inggris kelas IV di MI Po-dorejo Sumbergempol Tulungagung, Pendekatan dalam skripsi ini menggunakan metode R&D (Reasearch and Development) yang menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahap, yaitu analisis (analysis), perencanaan (design), pengembangan (develop-ment), implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation). Teknik pengum-pulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, angket, dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan prosedur pengembangan e-booklet diawa-li dengan analisis kebutuhan dan kinerja. Kedua, yaitu perencanaan dengan menentukan desain awal. Ketiga, pengembangan dengan menghasilkan produk. Keempat, yaitu implementasi dengan menguji kelayakan, kepraktisan, dan keefek-tifan produk. Kelima, yaitu evaluasi dengan mengevalusasi program penelitian. Kualitas produk mendapatkan persentase rata-rata 94,35% dari para validator me-dia, materi, serta soal, Tingkat kepraktisan e-booklet mendapatkan persentase 98,2% dilihat dari hasil kuisoner peserta didik. Tingkat keefektifan dapat dilihat nilai post-test peserta didik yang menunjukkan hasil persentase rata-rata 85,88%, Oleh karena itu, media e-booklet memiliki kualitas yang sangat baik sehingga layak digunakan sebagai pendamping untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IV

    HUBUNGAN ANTARA SELF COMPASSION DENGAN BODY DISSATISFACTION PADA SISWA KELAS VIII SMPN 2 BLITAR

    No full text
    Skripi dengan judul “Hubungan antara Self Compassion dengan Body dissatisfaction pada Remaja Kelas VIII SMPN 2 Blitar” ini ditulis oleh Divia Regina Afrisia, NIM. 126308213253, dengan pembimbing/promotor Aminatul Ummah, M.Pd Kata Kunci : Body dissatisfaction, Self Compassion, dan Remaja Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya fenomena ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh (body dissatisfaction) di kalangan remaja, terutama siswa sekolah menengah pertama, yang kerap dipengaruhi oleh standar sosial dan media. Salah satu faktor psikologis yang diduga berperan dalam dinamika ini adalah self-compassion, yaitu sikap belas kasih terhadap diri sendiri dalam menghadapi kekurangan dan penderitaan pribadi. Namun, dalam konteks perkembangan identitas remaja yang kompleks, hubungan antara self-compassion dan body dissatisfaction masih menunjukkan hasil yang beragam dan belum konsisten dalam berbagai penelitian terdahulu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) tingkat self-compassion pada remaja SMPN 2 Blitar; (2) tingkat body dissatisfaction pada remaja SMPN 2 Blitar; dan (3) hubungan antara self-compassion dengan body dissatisfaction pada remaja SMPN 2 Blitar. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi psikologi perkembangan remaja, khususnya dalam pencegahan gangguan citra tubuh. Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Subjek penelitian merupakan siswa kelas VIII SMPN 2 Blitar yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Instrumen disusun berdasarkan teori Self-Compassion dari Neff (2003) dan teori Body Dissatisfaction dari Rosen et. al., (1995), dengan validitas dan reliabilitas yang telah diuji. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson melalui perangkat lunak IBM SPSS Statistics 30 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat self-compassion dan body dissatisfaction pada remaja SMPN 2 Blitar berada dalam kategori sedang; dan (2) terdapat hubungan positif yang signifikan dan berkekuatan cukup kuat antara self-compassion dengan body dissatisfaction, dengan nilai koefisien korelasi Pearson sebesar r = 0,423 dan signifikansi p < 0,001. Artinya, semakin tinggi tingkat self-compassion yang dimiliki remaja, maka semakin tinggi pula tingkat body dissatisfaction yang mereka alami. Temuan ini menegaskan bahwa pada masa remaja, peningkatan self-compassion belum tentu sejalan dengan penerimaan tubuh, dan hal ini dapat menjadi dasar untuk pengembangan pendekatan psikologis yang lebih kontekstual dan responsif terhadap dinamika remaja

    A comparative evaluation of Morinda citrifolia, green tea polyphenols, and Triphala with 5% sodium hypochlorite as an endodontic irrigant against Enterococcus faecalis: An in vitro study

    No full text
    Background: Endodontic infections require effective removal of microorganisms from the root canal system for long-term prognosis. Sodium hypochlorite (NaOCl) is the most effective irrigant currently, but potential complications due to its toxicity warrant search for newer alternatives. In this study, the antimicrobial efficacy of Morinda citrifolia (MC), green tea polyphenols and Triphala was compared with 5% NaOCl against Enterococcus faecalis. Materials and Methods: In this in vitro study sixty extracted human premolar teeth were infected with E. faecalis, a Group D Streptococci for 48 h. At the end of 48 h, the vital bacterial population was assessed by counting the number of colony-forming units (CFUs) on blood agar plate. Samples were divided into five groups; Group I (distilled water), Group II (NaOCl), Group III (MC), Group IV (Triphala), and Group V (green tea polyphenols). The samples were irrigated with individual test agents and CFUs were recorded. Kruskal–Wallis test was performed as the parametric test to compare different groups. Student's t-test was used to compare mean values between groups before and after treatment with test agents (P < 0.001). Results: NaOCl was the most effective irrigant the elimination of E. faecalis reinforcing its role as the best irrigant available currently and a gold standard for comparison of the experimental groups. Its antibacterial effect was comparable to Triphala. Among the experimental groups, MC showed the minimum antibacterial effect. Conclusion: The use of herbal alternatives as a root canal irrigant might prove to be advantageous considering the several undesirable characteristics of NaOCl

    ALICE Data Acquisition: how to record (more than) a DVD every second

    No full text
    The ALICE experiment at CERN requires a system capable to record the equivalent of a DVD every second during several consecutive weeks. The ALICE Data Acquisition system amply supports this requirement while providing several indispensable run-time features for control, monitoring, configuration, alarms etc..

    PENERAPAN KONSELING INDIVIDU DENGAN TEKNIK SELF MANAGEMENT DAN SELF TALK DALAM MENGURANGI PERILAKU MEMBOLOS PESERTA DIDIK DI SMK BLK BANDAR LAMPUNG

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya perilaku tidak disiplin peserta didik yaitu membolos. Perilaku membolos merupakan salah satu perilaku melanggar tata tertib sekolah, perilaku membolos banyak sekali dijumpai di hampir setiap sekolah. perilaku membolos di akibatkan dari banyak faktor, mulai dari kesiangan yang dikarenakan bermain game hingga larut malam akibat bermain game, membolos pada saat jam mata pelajaran, hingga peserta didik yang malas untuk mengikuti jam mata pelajaran tertentu. Penulis melakukan penelitian di SMK Bina Latih Karya Bandar Lampung dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana langkah-langkah teknik yang digunakan Guru Bimbingan dan Konseling, dan bagaimana evaluasi proses dan evaluasi hasil proses konseling dengan menggunakan Konseling Individu dengan Teknik Self management dan Self Talk dalam Menangani Perilaku Membolos. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Desain kasusnya adalah multikasis dalam subjek dalam penelitian adalah 2 orang peserta didik yang memiliki perilaku membolos dengan masalah yang berbeda serta Guru Bimbingan dan Konseling sebagai informan pelengkap akurasi dan validitas data penelitian. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah wawancara, onservasi dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, penulis melakukan proses analisis data dibantu dengan bantuan program aplikasi NVivo 12 Pro, dan teknik keabsahan data yang digunakan oleh penulis menggunakan triangulasi Teknik. Hasil penelitian menunjukan 1)langkah-langkah konseling individu menggunakan Teknik Self management dan Self Talk dalam mengurangi perilaku membolos peserta didik adalah dengan Guru Bimbingan dan Konseling mengajarkan peserta didik untuk dapat memanagement dirinya sendiri dengan menggunakan teknik Self management dan peserta didik diajarkan untuk dapat membuang pikiran irasional menggunakan teknik Self Talk dalam menangani perilaku membolos, dan 2)Evaluasi hasil Konseling Individu menggunakan Teknik Self management dan Self Talk dalam mengurangi perilaku membolos peserta didik di SMK Bina Latih Karya Bandar Lampung dengan tujuan agar kita dapat mengetahui bagaimana perubahan peserta didik setelah melakukan layanan konseling individu dengan menggunakan Teknik Self management dan Self Talk dalam mengurangi perilaku membolos peserta didik. Kata Kunci : Konseling Individu, Self management, Self Talk, Membolos ABSTRACT This research was motivated by the large number of students' undisciplined behavior, namely truancy. Truant behavior is one of the behaviors that violates school rules, truant behavior is often found in almost every school. Truant behavior is the result of many faktors, ranging from oversleeping due to staying up late due to playing games, skipping classes during subject hours, to students who are lazy about attending certain subject hours. The author conducted research at Bina Latih Karya Vocational School in Bandar Lampung with the aim of finding out the technical steps used by Guidance and Counseling Teachers, and how to evaluate the process and evaluate the results of the counseling process using Individual Counseling with Self management and Self Talk Techniques in Handling Truant Behavior . The author uses a qualitative approach with a case study type. The case design is multicasual in that the subjects in the research are 2 students who have truant behavior with different problems and the Guidance and Counseling Teacher as a complementary informant for the accuracy and validity of the research data. The data collection techniques used by the author are interviews, observation and documentation. In this research, the author carried out the data analysis process assisted with the help of the NVivo 12 Pro application program, and the data validity technique used by the author used technical triangulation. The results of the research show 1) the steps for individual counseling using Self management and Self Talk Techniques in reducing students' truancy behavior are by Guidance and Counseling Teachers teaching students to be able to manage themselves using Self management techniques and students are taught to be able to throw away their thoughts. irrational use of the Self Talk technique in dealing with truant behavior, and 2) Evaluation of the results of Individual Counseling using Self management and Self Talk Techniques in reducing the truant behavior of students at SMK Bina Latih Karya Bandar Lampung with the aim that we can find out how students have changed after providing the service individual counseling using Self management and Self Talk Techniques to reduce students' truant behavior. Keywords: Individual Counseling, Self management, Self Talk, Truanc

    Pengembangan Media Ular Tangga untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan 1-6 Anak Usia Dini

    No full text
    Perkembangan kognitif anak usia, dini dibagi menjadi tiga tahap perkembangan, yaitu pengetahuan umum dan ilmiah, konsep bentuk, ukuran dan pola, konsep angka, simbol angka dan huruf. Dengan demikian, pemahaman konsep bilangan merupakan landasan yang kokoh bagi anak dalam pengembangan kemampuan matematika kompleks pada tahap selanjutnya. Salah satu media yang dapat meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan adalah media ular tangga. Media ular tangga ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan, selain itu dapat juga dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang menarik bagi anak. Untuk itu tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk berupa media ular tangga untuk meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan 1-6 kelompok A. Jenis penelitian yang digunakan adalah research and development (R&amp;D). Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan statistika deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan memperoleh hasil penilaian sebesar 97% termasuk kategori berkembang sesuai harapan (BSH). Hasil validasi ahli materi mendapatkan persentase 85% dari kelayakan media mendapatkan persentase 95%. Sedangkan hasil validasi praktisi mendapatkan persentase 92,6%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa produk hasil pengembangan berupa media ular tangga untuk meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan 1-6 layak digunakan.   Early childhood cognitive development is divided into three stages of development, namely general knowledge and science, the concept of shape, size, and pattern, and the concept of numbers, symbols of numbers, and letters. So understanding the concept of numbers is a strong foundation for children to develop complex mathematical abilities at a later stage. One of the media that can improve the ability to recognize the concept of numbers is the snake and ladder media. This snake and ladder medium can be used to improve the ability to recognize the concept of numbers; besides that, it can also be used as an interesting learning medium for children. For this reason, the purpose of this research is to produce a product in the form of snakes and ladders to improve the ability to recognize the concept of numbers 1-6 in group A. The type of research used is research and development (R&amp;D). Data was collected using observation, interviews, and documentation. The analysis technique uses descriptive statistics. Based on the results of research conducted on the development of snakes and ladders media for the ability to recognize the concept of numbers 1-6, which obtained an assessment result of 97%, including the category of developing as expected (BSH), The results of material expert validation get a percentage of 85% of the media's eligibility to get a percentage of 95%. While the results of practitioner validation get a percentage of 92.6%, Thus, it can be concluded that the product developed in the form of snakes and ladders to improve the ability to recognize the concept of numbers 1-6 is feasible to use.Perkembangan kognitif anak usia, dini dibagi menjadi tiga tahap perkembangan, yaitu pengetahuan umum dan ilmiah, konsep bentuk, ukuran dan pola, konsep angka, simbol angka dan huruf. Dengan demikian, pemahaman konsep bilangan merupakan landasan yang kokoh bagi anak dalam pengembangan kemampuan matematika kompleks pada tahap selanjutnya.. Salah satu media yang dapat meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan adalah media ular tangga. Media ular tangga ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan, selain itu dapat juga dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang menarik bagi anak. Untuk itu tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk berupa media ular tangga untuk meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan 1-6 kelompok A. Jenis penelitian yang digunakan adalah research and development (R&amp;D). Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan statistika deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan memperoleh hasil penilaian sebesar 97% termasuk kategori berkembang sesuai harapan (BSH). Hasil validasi ahli materi mendapatkan persentase 85% dari kelayakan media mendapatkan persentase 95%. Sedangkan hasil validasi praktisi mendapatkan persentase 92,6%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa produk hasil pengembangan berupa media ular tangga untuk meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan 1-6 layak digunakan

    Liderazgo transformacional y relaciones interpersonales en los colaboradores en la UGEL N° 305, provincia de Santa Cruz - Cajamarca, 2021

    No full text
    El estudio tuvo como objetivo determinar la relación entre Liderazgo Transformacional y relaciones interpersonales en los colaboradores en la UGEL N° 305 provincia de Santa Cruz - Cajamarca, 2021; el tipo de estudio fue básico y diseño no experimental, descriptiva, cuantitativa, correlacional. La población y muestra estuvo conformada por 25 trabajadores a la vez fue finita. Para el procedimiento de recolección se usó el análisis exploratorio, evaluando las variables liderazgo transformacional y relaciones interpersonales, utilizó el instrumento-cuestionario, que constó de 13 interrogantes para la variable liderazgo transformacional y 15 interrogantes para la variable relaciones interpersonales, de acuerdo a la escala de Likert. Para el procesamiento de datos se usó el programa SPSS Vers-25, con datos organizados en cuadros simples de doble entrada, frecuencia relativa y absoluta, obteniendo como resultados mediante el estadígrafo Rho de Pearson, que la hipótesis general alcanzo una correlación bilateral entre las variables de r= 0,829. Se concluyó la existencia de una correlación altamente significativa, entre las variables liderazgo transformacional y relaciones interpersonale
    corecore