464 research outputs found

    Electronic band structure and pinning of Fermi energy to Van Hove singularities in twisted bilayer graphene: A self-consistent approach

    No full text
    The emergence of flat bands in twisted bilayer graphene leads to an enhancement of interaction effects, and thus to insulating and superconducting phases at low temperatures, even though the exact mechanism is still widely debated. The position and splitting of the flat bands is also very sensitive to the residual interactions. Moreover, the low-energy bands of twisted graphene bilayers show a rich structure of singularities in the density of states, van Hove singularities, which can enhance further the role of interactions. We study the effect of the long-range interactions on the band structure and the van Hove singularities of the low-energy bands of twisted graphene bilayers. Reasonable values of the long-range electrostatic interaction lead to a band dispersion with a significant dependence on the filling. The change of the shape and position of the bands with electronic filling implies that the van Hove singularities remain close to the Fermi energy for a broad range of fillings. This result can be described as an effective pinning of the Fermi energy at the singularity. The sensitivity of the band structure to screening by the environment may open new ways of manipulating the system

    Aspek Hukum Pengenaan Pajak Sarang Burung Walet di Kabupaten Tapanuli Tengah Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 20 Tahun 2011 Tentang Pajak Sarang Burung Walet

    No full text
    Disuatu wilayah perkotaan maupun pedesaan banyak terlihat bangunan maupun gedung-gedung yang tingginya dapat mencapai tiga atau empat lantai, dimana bangunan tersebut terlihat tidak dirawat seperti bangunan tua. Namun nyatanya bangunan tersebut dijadikan tempat usaha budidaya burung walet. Burung walet adalah hewan yang hidup berkelompok yang jumlahnya hingga ratusan ekor. Burung walet menghasilkan air liur yang memiliki kandungan gizi yang tinggi dan sangat baik untuk dikomsumsi, serta digunakan untuk kesehatan maupun pengobatan. Sehingga banyak pengusaha membudidayakan burung walet karena banyaknya permintaan dan harga jual yang tinggi. Adapun permasalahan yang akan dibahas di skripsi ini yakni, Pertama, Mengapakah Hukum Perpajakan perlu di tegakkan di Indonesia? , Kedua Bagaimanakah usaha budidaya sarang burung walet?, Ketiga Bagaimanakah aspek hukum perpajakan pajak sarang burung walet di Kabupaten Tapanuli Tengah menurut ketentuan peraturan daerah Kabupaten Tapanuli Tengah Nomor 20 Tahun 2011 Tentang Pajak Sarang Burung Walet? Metode dalam penulisan skripsi ini menggunakan metode penelitian Normatif empiris, dimana sumber-sumber data yang digunakan seperti buku-buku, dan undang-undang. Penulis juga melakukan wawancara kepada narasumber, Yang hasil dari wawancara tersebut digunakan untuk memperkuat data sekunder. Kesimpulan dari skripsi ini yakni, penegakan hukum pajak di Indonesia perlu ditegakkan karena urgensinya pajak beserta fungsi-fungsi yang terdapat dalam hukum pajak tersebut. Pelaksnaan Peraturan Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah Nomor 20 Tahun 2011 Tentang Pajak Sarang Burung Walet masih banyak mengalami kendala dalam pemungutannya, sehingga perlu adanya upanya dari Pemerintah dan wajib pajak dalam melaksanakan Peraturan tersebut.87 HalamanSkripsi Sarjan

    Korelasi Ukuran Telur terhadap Bobot Tetas Walet Sarang Putih (Collocalia fuciphaga) dari Buntok, Kalimantan Tengah

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ukuran telur (panjang, lebar, dan berat) dengan bobot tetas burung walet sarang putih (Collocalia fuciphaga) asal Buntok, Kalimantan Tengah. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 240 telur fertil burung walet sarang putih asal Buntok, Kalimantan Tengah. Peubah yang diukur adalah panjang telur, lebar telur, berat telur dan berat tetas. Korelasi antara ukuran telur dan berat tetas kemudian dievaluasi menggunakan uji korelasi Pear-son. Panjang telur walet sarang putih berkisar antara 1,83-2,24 cm (rata-rata = 2,01 cm). Lebar telur walet sarang putih berkisar antara 1,20 hingga 1,40 cm (rata-rata = 1,29 cm). Rata-rata berat telur walet sarang putih berkisar antara 1,32 hingga 2,05 g (rata-rata = 1,73 g). Bobot tetas walet sarang putih berkisar antara 1,03 hingga 1,67 g (rata-rata = 1,36 g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang telur dan bobot tetas berkorelasi nyata (r = 0,458, P < 0,001). Korelasi antara lebar telur dan berat tetas juga signifikan (r = 0,572, P < 0,001). Selain itu, berat telur dan berat tetas juga menunjukkan korelasi yang signifikan (r = 0,754, P <0,001). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan sedang dan positif antara panjang telur dengan bobot tetas serta antara lebar telur dengan bobot tetas walet sarang putih asal Buntok, Kalimantan Tengah. Selanjutnya korelasi antara bobot telur dan bobot tetas walet sarang putih asal Buntok, Kalimantan Tengah kuat dan positif

    Twists and the Electronic Structure of Graphitic Materials

    No full text
    We analyze the effect of twists on the electronic structure of configurations of infinite stacks of graphene layers. We focus on three different cases: an infinite stack where each layer is rotated with respect to the previous one by a fixed angle, two pieces of semi-infinite graphite rotated with respect to each other, and finally a single layer of graphene rotated with respect to a graphite surface. In all three cases, we find a rich structure, with sharp resonances and flat bands for small twist angles. The method used can be easily generalized to more complex arrangements and stacking sequences

    Sistem Monitoring Kelembapan Rumah Walet Berbasis Internet of Things

    No full text
    Burung walet dikenal karena sarangnya yang bernilai tinggi, terutama dalam masakan dan pengobatan tradisional China, dengan Indonesia sebagai penghasil utama. Sarang burung walet terbuat dari air liur yang mengeras, dan kualitasnya ditentukan oleh bentuk serta warna sarang. Suhu dan kelembapan ruangan menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas sarang, dengan suhu ideal 26–29°C dan kelembapan sekitar 80% RH. Penelitian ini mengembangkan sistem Monitoring Kelembapan Rumah Walet berbasis IoT menggunakan sensor DHT22 dan server Firebase. Sistem ini memantau kondisi rumah walet secara real-time dan mengontrol kelembapan dengan mengaktifkan pompa air melalui relay berdasarkan parameter suhu dan kelembapan. Pengujian menunjukkan keberhasilan sistem dalam menjaga kelembapan stabil di atas 80% RH, memastikan kondisi optimal untuk kualitas sarang walet

    Kelayakan Finansial Budi Daya Sarang Burung Walet di Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau

    No full text
    Usaha penangkaran burung walet merupakan salah satu usaha yang mempunyai prospek cerah untuk dikembangkan di Indonesia pada saat ini. Hal tersebut didukung oleh kondisi lingkungan dan geografis yang sesuai serta sumber daya yang tersedia untuk mendukung kehidupan burung walet yang dapat ditemukan pada beberapa daerah tertentu di indonesia.  Sarang burung walet merupakan usaha pilihan untuk menambah penghasilan dan menjadi usaha yang meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha sarang burung walet di Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau Kalimantan Utara. Metode yang digunakan adalah survei. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja yaitu di Kecamatan Malinau Barat dengan pertimbangan daerah ini merupakan salah satu Kecamatan yang memiliki letak geografis yang sesuai dengan kehidupan burung walet. Jumlah sampel yang digunakan adalah sebanyak 30 pembudidaya sarang burung walet. Penelitian ini menggunakan analisis kelayakan finansial dengan 6 kriteria yaitu R/C Ratio, Break Even Point (BEP), Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Internal Rate Of Return (IRR) dan Analisis Data Secara Deskriptif. Hasil penelitian menunjukan discount Factor 8 % menunjukan R/C Ratio sebesar 3.10 BEP sebesar Rp. 45.084.475,- NPV sebesar Rp. 627,738,439,- Net B/C sebesar 2.47 dan IRR sebesar 78.63%. Berdasarkan kegiatan tersebut  usaha sarang burung walet ini layak untuk diusahakan secara finansial

    Efisiensi Biaya Usaha Budidaya Sarang Burung Walet di Kabupaten Gresik Tahun 2000

    No full text
    Penelitian dengan judul Efisiensi Biaya Usaha Budidaya Sarang Burung Walet di Kabupaten Gresik Tahun 2000 ini bertujuan untuk mengetahui besarnya efisiensi biaya usaha budidaya sarang burung walet di Kabupaten Gresik dalam tahun 2000. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan deduktif dan induktif. Penelitian deduktif merupakan aplikasi suatu teori yang dipergunakan dalam kondisi yang lebih spesifik. Penelitian induktif merupakan suatu cara yang digunakan untuk menarik suatu kesimpulan yang bersifat khusus. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling yaitu pengusaha yang ada ditengah kota Kabupaten Gresik, sampel yang diambil adalah 20 pengusaha dari 65 pengusaha yang ada di tengah kota Kabupaten Gresik. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian tentang efisiensi biaya usaha budidaya sarang burung walet di Kabupaten Gresik tahun 2000 ini menggunakan analisis efisiensi usaha, penerimaan total dan biaya total sehingga hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut bahwa efisiensi R/C ratio usaha budidaya sarang burung walet yang ada di tengah kota Kabupaten Gresik tahun 2000 yaitu 18,152, dimana R/C ratio > 1, berarti efisien dimana R berbeda secara signifikan dengan C, maka usaha budidaya sarang burung walet yang ada di tengah kota Kabupaten Gresik tahun 2000 masih efisien untuk dikembangkan

    Analisis Kelayakan Usaha Budidaya Sarang Burung Walet di Desa Jotang Kecamatan Empang Kabupaten Sumbawa

    No full text
    Penelitian ini dilaksanakan di Peternakan Walet Bapak Mahmud di Desa Jotang Kecamatan Empang Kabupaten Sumbawa pada tanggal 26 Agustus sampai 26 September 2020. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha budidaya sarang burung walet. Kegunaan penelitian diharapkan dapat dijadikan sebagai dasar atau acuan di masyarakat, ilmu pengetahuan dan pemerintah untuk mengembangkan usaha budidaya sarang burung walet. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah data tentang pengeluaran dan penerimaan usaha walet Milik Bapak Mahmud di Desa Jotang Kecamatan Empang Kabupaten Sumbawa dengan metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantatif. Variabel yang diamati BEP (Break Event Point), R/C ratio (Revenue Cost Ratio), dan B/C ratio (Benefit Cost Ratio). Hasil penelitian menunjukan bahwa luas bangunan usaha budidaya sarang burung walet yaitu 8 x 13 m² dengan tiga lantai, total biaya yang dikeluarkan oleh pengusaha adalah Rp. 16.855.500 yang didapatkan dari hasil penjumlahan total biaya tetap dengan total biaya variabel. Jumlah penerimaan yang dihasilkan sebesar Rp 399.500.000/ tahun, keuntungan sebesar Rp 382.644.500 pertahun. Sedangkan untuk jumlah produksi yang dihasilkan 37 kg/tahun dengan harga jual berbeda berdasarkan kualitasnya. Nilai BEP pruduksi untuk kualitas A : 1,4 kg , kualitas B : 1,6 kg , kualitas C : 1,7 kg. Sedangkan nilai BEP Harga untuk kualitas A : Rp.1.532.318,18 , kualitas B : Rp.1.123.700 , kualitas C : Rp.1.532.318,18 , nilai R/C 23,7, dan nilai B/C sebesar 22,7. Dari kesimpulan penelitian ini usaha budidaya sarang burung walet di Desa Jotang Kecamatan Empang Kabupaten Sumbawa dikatakan menguntungkan dan layak untuk dilanjutkan. Selanjutnya disarankan usaha budidaya sarang burung walet di Desa Jotang Kecamatan Empang Kabupaten Sumbawa bisa dilanjutkan dan dikembangkan karena sudah layak diusahakan apabila dilihat dari segi keuntungan. Untuk penelitian lanjutan dapat dilakukan penelitian dengan tempat yang berbeda apabila dilihat dari segi kelayakan usaha

    Analisis Pendapatan Usaha Ternak Sarang Burung Walet (Collocalia Fuciphaga) . Dengan studi kasus : Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahui pendapatan ternak sarang burung walet dan untuk mengetahui kelayakan usaha ternak sarang burung walet. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan metode sampel jenuh sebanyak 8 sampel peternak sarang burung walet karena kurang dari 30 orang. Metode analisis yang digunakan adalah R/C,B/C,NPV,IRR,Net B/C dan PBP. Hasil penelitian diketahui bahwa yaitu : Diketahui bahwa rata-rata produksi (penjualan) yang di hasilkan oleh peternak sarang burung walet adalah 17,6 Kg/Tahun dengan harga jual Rp 8.500.000/kg dan menghasilkan pendapatan rata-rata Rp 125.824.795/Tahun, di mana dengan mengeluarkan rata-rata biaya produksi Rp 23.775.205/Tahun. Ditinjau dari analisis Rasio penerimaan atas Biaya (R/C Ratio) usaha budidaya ternak sarang burung walet di Kecamatan Gunung meriah layak untuk diusahakan , karena nilai perbandingan R/C adalah 6,2 atau lebih dari 1. Begitu juga dengan analisi B/C ratio, usaha ini layak diusahakan karena perbandingan B/C adalah 5,2 atau lebih dari 0. Usaha ternak sarang burung walet di daerah penelitian secara finansial layak untuk dilaksanakan dan dikembangkan, hal ini dapat dilihat dari NPV > 0, yaitu sebesar Rp 292.569.000,72, nilai IRR > SOCC (17%) yaitu sebesar 35,63%, nilai Net B/C > 1, yaitu 2,05%, dan nilai PBP yaitu sebesar 0,876 dengan perhitungan pulang modal 25 bulan atau 2 tahun 1 bulan

    Pengaruh Komunikasi, Lingkungan Kerja dan Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus pada PT. Raja Walet Indonesia)

    No full text
    In this study, the authors have the aim to determine the effect of communication, work environment and leadership on the performance of employees of PT. Raja Walet Indonesia either partially or simultaneously. The hypothesis in this study is: "It is suspected that communication, work environment and leadership affect the performance of employees of PT. Raja Walet Indonesia either partially or simultaneously”. The data needed in this study are primary data obtained from questionnaires distributed to respondents. The population in this study were employees at PT. Raja Walet Indonesia. The sample in this study was 30 respondents. The analysis technique used in this research is multiple linear regression, t test, F test and determination coefficient test. The results of data analysis in this study can be concluded that communication, work environment and leadership have a positive effect the performance of employees of PT. Raja Walet Indonesia either partially or simultaneously
    corecore