1,722,363 research outputs found
Penerapan trigonometri dalam menentukan awal Bulan Qomariyah
ABSTRAK
Perkembangan dan kemajuan ilmu hisab yang sangat dinamis menyebabkan berkembangnya beberapa sistem dan metode perhitungan hisab awal bulan Qomariyah. Banyaknya metode dan sistem perhitungan kadang-kadang mcluhii'kim hasil pcihiumgnn yang bcibcdn-bcilii. Sehmgga mengakibatkan perbedaan hari dalam melaksanakan ibadah. Perbedaan pelaksanaan ibadah ini tentu saja sangat berimplikasi pada hal yang paling urgen dalam hukum Islam yakni menyangkut sah atau tidaknya pelaksanaan ibadah tersebut.
Untuk itu, penulisan skripsi yang menggunakan metode penelitian library research ini, berusaha menjelaskan prosedur perhitungan awal bulan Qomariyah dengan menggunakan metode spherical trigonometry.
Dalam spherical trigonometry ada dua aturan penting, yaitu aturan sinus dan cosinus. Dengan menggunakan aturan-aturan tersebut, maka ketinggian, azimut dan sudut waktu suatu benda langit dapat dihitung. Diam perhitungan ketinggian bulan, diperlukan transformasi perhitungan dari sistem acuan ekuator ke sistem acuan horizon. Transformasi itu dapat dilakukan dengan mengunakan ilmu ukur scgitiga bola.
Perbedaan dalam menentukan awal bulan Qomariyah lebih disebabkan pada pelaksanaan ru 'yah al-hilal dan banyaknya sistem perhitungan awal bulan Qomariyah. Padahal pelaksanaan ru'yah al-hilal dapat dipengaruhi oleh kekontrasan cahaya matahari disenja hari dan faktor cuaca seperti awan, hujan, debu atau asap. Disamping itu, cahaya hilal lebih redup dari pada cahaya matahari. Dengan banyaknya hambatan tersebut, maka penampakan hilal akan sulit di ru'yah bagi observer, sehingga akan sulit bagi ahli hisab maupun ru'yah dalam menentukan awal bulan Qomariyah
Konsep wilayatul hukmi dalam penetapan awal Bulan Qomariyah di Indonesia
Tujuan dari penulisan judul skripsi ini adalah mengetahui metode penetapan awal bulan Qomariyah di Indonesia dan memahami konsep mathla wilayatul hukmi kaitannya dengan letak geografis Indonesia. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan lebih dominan kepustakaan (library research) mencakup pengumpulan data, teori, buku yang relevan dengan topic penelitian serta mengidentifikasi teori secara sistematis. Penulis menganalisa beberapa metode penetapan awal bulan Qomariyah baik itu dengan hisab ataupun rukyat dilihat dari kaca mata ormas (Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah) serta peranan pemerintah (ulil amri) yang mempunyai otoritas dalam penetapan awal bulan Qomariyah yang sejalan dengan konsep wilayatul hukmi. Dalam penelitian ini penulis menemukan hal-hal terkait penetapan awal bulan Qomariyah yang tidak sesuai dengan analisa konsep diatas, meskipun pemerintah sudah menetapkan awal bulan Qomariyah sesuai dengan pertimbangan-pertimbangan atau pemahaman konsep wilaytul hukmi, akan tetapi beberapa ormas masih berpegang teguh akan pemahaman masing-masin
Studi kritis penetapan awal bulan Qomariyah menurut Nahdhatul Ulama dan Muhammadiyah
ABSTRAK
Awal bulan Qomariyah mendapat perhatian dari banyak pihak terutama pada bulan-bulan yang dalam agama Islam merupakan bulan istimewa karena terkait dengan ibadah, yaitu bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah. Pada masyarakat yang mayoritas muslim seperti Indonesia penetapan awal bulan qomariyah berimplikasi pada berbagai aktivitas sosial-kemasyarakatan dalam skala luas. Mempertimbangkan kondisi tersebut, pemerintah Indonesia sebagai institusi resmi mempunyai otoritas dalam penentuan tersebut. Disamping pemerintah Indonesia, juga terdapat beberapa organisasi keIslaman yang secara otonom juga menetapkan awal bulan Qomariyah bagi anggotanya. Dua organisasi tersebut diantaranya ialah Nahdhatul Ulama dan Muhammadiyah.
Dua organisasi ini dalam menetapkan awal bulan Qomariyah seringkali berbeda. Perbedaan tersebut dapat dianalisis sebagai manifestasi dari perbedaan dasar penetapan dan sistem yang digunakan. Nahdhatul Ulama mendasarkan penetapannya pada hadits Rasul Saw, oleh karena itu Nahdhatul Ularna memprioritaskan rukyat bil fi'li, atau melakukan istikmal apabila memungkinkan. Muhammadiyah yang berorientasi pada pengembangan pemikiran Islam, lebih memprioritaskan hisab karena dasar yang digunakan ialah juga al-Qur'an surat Yunus ayat 5 yang mengkorelasikan perhitungan waktu dengan manzilah bulan dan hadits riwayat Imam Bukhari. Nahdahtul Ulama dan Muhamadiyah mempunyai perspektif berbeda dalam menentukan awal bulan Qomariyah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai metode dalam menentukan awal bulan Qomariyah dari berbagai aspek tentang penentuan awal bulan Qomariyah yang dilakukan oleh Nahdhatul Ulama dan Muhamamdiyah. Oleh karena itu penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian studi kasus penetapan awal bulan Qomariyah yang dilakukan Nahdhatul Ulama dan Muhammadiyah. Dalam menganilisis data kualitatif yang telah diperoleh dilakukan secara deskriptif analisis yang terlebih dahulu mendeskripsikan tentang konsep penentuan awal bulan Qomariyah menurut Nahdhatul Ulama dan Muhammadiyah dan kemudian dilakukan analisa tentang kelebihan dan kekurangannya masing-masing. .
Dari data yang telah diperoleh dapat disimpulkan bahwa (i) dalam menentukan awal bulan Qomariyah dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu rukyat dan hisab. Kesaksian rukyat dapat diperoleh dengan bantuan hisab yang dapat dibagi menjadi dua, yaitu hisab urfi dan hisab haqiqi. Menentukan awal bulan Qomariyah khususnya Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah hanya dapat dilakukan dengan hisab haqiqi yang masih dapat dibagi menjadi tiga, yaitu haqiqi taqribi, haqiqi tahqiqi dan haqiqi kontemporer. (ii) Dalam kalangan Nahdhatul Ulama menggunakan ketiga sistem hisab haqiqi tersebut, akan tetapi untuk penentuannya hanya dapat dilakukan dengan rukyat. Meskipun pada banyak aspek rukyat mempunyai banyak kesulitan dalam aplikasi di lapangan. (iii) Sedangkan Muhammadiyah menggunakan sumber hukum yang berasal dari al-Qur'an dan hadits yang dalam pelaksanaannya lebih memprioritaskan pada hisab haqiqi wujudul hilal meskipun dari angka dalam perhitungan tersebut tidak bernilai mutlak. (iv) Kedua organisasi keIslaman ini dalam menetapkan awal bulan Qomariyah mempuyai kelebihan dan kekurangan masing-masing yang dapat ditinjau dari beberapa aspek seperti dasar hukum penetapan, metode dan sistem hisab yang digunakan dalam penentuan awal bulan Qomariyah
Analisis Statistik Frekuensi Kejadian Gempabumi Menurut Sistem Kalender Qomariyah
Indonesia is in three active tectonic plates junction which causes tectonic activity in Indonesia to be high. The statistical method is often to be used by researchers in examining the relationship of earthquake’s frequencies with the other related parameters. In this study, the author tries to link the frequency of earthquakes that occurred in the Hijriy calendar system for the aim of finding a correlation between Islamic literature and earthquake natural disasters. Gregorian calendar is basically different from Hijriy calendar system. For this reason, various parameters of almanac and astronomy such as Julian Day, Sun Declination, Hour Angle and etc are calculated to determine the deadline of changing days on the Hijriy calender (Maghrib time) for correcting origin time from Gregorian to Hijriy calendar. The data used in this study was earthquake data for Indonesian region which is located between 6º N - 11º S and 95º - 141º E. Data was taken from the USGS site from January 1900 to October 2019 with magnitude ≥ 5 Richter. The results of these mathematical calculations concluded that the smallest earthquake’s frequency occurred on al-Jumu'ah (Friday) during the period of 1900 - 2019.Indonesia berada pada tiga pertemuan lempeng tektonik aktif yang menyebabkan aktivitas tektonik di Indonesia menjadi tinggi. Kerentanan tinggi terhadap gempabumi ini memicu tingginya frekuensi gempabumi di Indonesia. Metode statistika seringkali digunakan oleh para peneliti dalam meneliti hubungan frekuensi gempabumi dengan parameter lain yang berkaitan, seperti periode ulang gempabumi, seismisitas kegempaan, atau penentuan percepatan tanah. Pada penelitian ini, penulis mencoba mengkaitkan antara frekuensi gempabumi dengan hari dalam sistem penanggalan qomariyah (hijriyah) dengan tujuan menemukan korelasi antara literatur islam dengan bencana alam gempabumi. Sistem pergantian hari pada penanggalan masehi berbeda dengan qomariyah. Untuk itu diperlukan metode khusus dalam menentukan batas waktu pergantian hari pada sistem penanggalan qomariyah. Berbagai paramater almanak dan ilmu falak seperti Julian Day, Deklinasi Matahari, Altitude, Equation of Time, Transit Matahari, dan Hour Angle dikalkulasikan untuk menentukan batas waktu pergantian hari qomariyah, yaitu waktu Maghrib, dimana pada sistem masehi adalah pada pukul 24 malam zona waktu setempat. Waktu maghrib inilah yang dijadikan acuan dasar dalam pengkoreksian hari pada penanggalan masehi menjadi hari pada penanggalan qomariyah. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data gempabumi untuk wilayah Indonesia yang terletak antara 6º LU – 11º LS dan 95º BT - 141º BT. Data diambil dari situs USGS untuk periode Januari 1900 sampai Oktober 2019 dengan magnitudo ≥ 5 SR. Dari hasil perhitungan matematis tersebut didapatkan kesimpulan bahwa frekuensi gempabumi terbesar terjadi pada hari Al-Itsnain (Senin) sedangkan frekuensi kejadian gempabumi terkecil terjadi pada hari al-Jumu’ah (Jum’at) dalam periode tahun 1900 – 2019
PENGARUH PEMBIAYAAN MUSYARAKAH TERHADAP PRODUKTIVITAS USAHA NASABAH DI KOPERASI JASA KEUANGAN SYARIAH PERAMBABULAN AL-QOMARIYAH BABADAN CIREBON
ROUDLATUL CHOIRIYAH: Pengaruh Penerapan Pembiayaan
Musyarakah Di KJKS Perambabulan Al-Qomariyah Babadan Cirebon
Terhadap Produktivitas Usaha Nasabah.
Dengan adanya pinjaman modal usaha dari KJKS Al-Qomariyah dalam
bentuk pembiayaan musyarakah, diharapkan nasabah dapat produktivitas
ekonominya. Menurut M. Quraisy Shihab (1997:127), sejahteraan diartikan
dengan terpenuhinya sandang, pangan, papan, yang diistilahkan dengan tidak
lapar, dahaga, telanjang, dan kepanasan. Namun, meskipun nasabah telah
memanfaatkan produk KJKS Al-Qomariyah dalam bentuk pembiayaan musyarkah
untuk modal usaha, akan tetapi produktivitas mereka belum tentu menunjukan
adanya produktivitas ekonominya.
Permasalahan tersebut penulis rumuskan menjadi tiga: Bagaimana
pembiayaan musyarakah di KJKS Perambabulan Al-Qomariyah Babadan
Cirebon? Bagaimana peranan produktivitas usaha nasabah pembiayaan
musyarakah di KJKS Perambabulan Al-Qomariyah Babadan Cirebon? Bagaimana
pengaruh pembiayaan musyarakah di KJKS Perambabulan Al-Qomariyah
terhadap produktivitas usaha nasabah?
Tujuan dari penelitian mengetahui pembiayaan musyarakah yang
dijalankan di KJKS Perambabulan Al-Qomariyah Babadan Cirebon, mengetahui
gambaran produktivitas usaha nasabah pembiayaan musyarakah di KJKS
Perambabulan Al-Qomariyah Babadan Cirebon, menjelaskan pengaruh
pembiayaan musyarakah di KJKS Perambabulan Al-Qomariyah Babadan Cirebon
terhadap produktivitas usaha nasabah.
Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif adapun
pengambilan sampel dengan menggunakan non probability sampling diambil 50
sampel dari total 285 nasabah. Untuk mengetahui hasil hipotesis digunakan
pengujian dengan rumus korelasi produk moment dan uji t.
Berdasarkan penelitian, kesimpulan yang dihasilkan adalah: Pengaruh
penerapan sistem pembiayaan musyarakah terhadap produktivitas nasabah yaitu
dari hasil perhitungan melalui koefisien determinasi diperoler r = 0,464 yang
berarti hubungan variabel tersebut memiliki koefisien yang cukup erat. Dengan
demikian dari uji koefisien determinasi diperoleh nilai 21,5296% , jadi dapat
diketahui bahwa pengaruh sistem pembiayaan sebesar 21,5296% terhadap
produktivitas usaha nasabah
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN KARYAWAN TERHADAP KEPUASAN NASABAH PADA KOPERASI JASA KEUANGAN SYARIAH PERAMBABULAN AL-QOMARIYAH KABUPATEN CIREBON
SRI SUSILAWATI : Pengaruh Kualitas Pelayanan Karyawan Terhadap
Kepuasan Nasabah Pada Koperasi Jasa Keuangan Syariah
Perambabulan Al- Qomariyah Kabupaten Cirebon
Dewasa ini persaingan di dunia lembaga keuangan semakin ketat. Hal ini
menutut lembaga keuangan untuk tetap menjaga serta mempertahankan nasabah yang
sudah ada maupun menambah nasabah baru. Tentunya kepuasan nasabah adalah
faktor utama yang bisa membuat nasabah tetap bertahan dan tidak berpindah kepada
perusahaan lain. Pentingnya faktor-faktor pendukung kepuasan nasabah dalam hal ini
adalah kualitas pelayanan, dirasa sebagai faktor utama dalam memberikan kontribusi
tetap terhadap kepuasan nasabah itu sendiri
Perumusan masalah dala, penelitian bagaimana kualitas pelayanan karyawan
terhadap kepuasaan nasabah di KJKS Perambabulan Al-Qomariyah Kabupaten
Cirebon?. Bagaimana tingkat kepuasan nasabah terhadap kualitas pelayanan
karyawan di KJKS Perambabulan Al-Qomariyah Kabupaten Cirebon?. Adakah
pengaruh kualitas pelayanan karyawan terhadap kepuasaan nasabah di KJKS
Perambabulan Al-Qomariyah Kabupaten Cirebon?. Sedangkan tujuan penelitian ini
untuk mengetahui gambaran mengenai kualitas pelayanan karyawan terhadap
kepuasan nasabah di KJKS Perambabulan Al-Qomariyah Kabupaten Cirebon.
Bagaimana gambaran tingkat kepuasan nasabah terhadap kualitas pelayanan
karyawan di KJKS Perambabulan Al-Qomariyah Kabupaten Cirebon, bagaimana
pengaruh antara kualitas pelayanan karyawan terhadap kepuasan nasabah di KJKS
Perambabulan Al-Qomariyah Kabupaten Cirebon.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian
survey. Populasi dalam penelitian ini adalah nasabah pada KJKS Perambabulan Al-
Qomariyah Kabupaten Cirebon yang berjumlah 700 nasabah. Sampel yang dijadikan
resonden adalah sebannyak 70 nasabah, sedangkan metode pengumpulan data yang
digunakan adalah wawancara, studi pustaka, angket. Sebelum melakukan analisis
terlebih dahulu dilakukan uji coba instrumen untuk mengetahui tingkat validitas dan
reabilitas. Lalu dilakukan, uji koefesiensi determinasi, kemudian uji t.
Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa antara variabel kualitas pelayanan
karyawan terhadap kepuasan nasabah memiliki hubunngan yang kuat. Dari uji
determinasi (penentu) dapat diketahui bahwa kualitas pelayanan karyawan
memberikan kontribusi sebesar sebesar 56.18% terhadap kepuasan nasabah.
Sementara dengan nilai thitung sebesar 7.277 > t tabel 1,668. Yang artinya signifikan dan
positif sehingga Ha diterima. Jadi penelitian ini pada intinya menghasilkan suatu
kesimpulan yaitu kualitas pelayanan karyawan berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kepuasan nasabah.
Kata kunci: Kualitas Pelayanan Karyawan, Kepuasan Nasaba
TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP JAMINAN DALAM PEMBIAYAAN MUSYARAKAH PADA KJKS PERAMBABULAN AL-QOMARIYAH CIREBON
SITI ROFI’AH. NIM. 14112210143: Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah
Terhadap Jaminan dalam Pembiayaan Musyarakah Pada KJKS
Perambabulan Al-Qomariyah Cirebon.
Dewasa ini, mayoritas lembaga keuangan syariah dan khususnya pada
KJKS (Koperasi Jasa Keuangan Syariah) Perambabulan Al-Qomariyah dalam
pembiayaan musyarakah, terdapat hal yang tidak sesuai dengan ketentuan Islam
atau fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN). Mereka lebih mementingkan
keuntungan lembaga dan tidak mau ikut mengalami kerugian sebagaimana halnya
yang dialami oleh nasabah atau anggota dengan mewajibkan adanya barang
jaminan. Maka dari itu, jika ditinjau berdasarkan hukum ekonomi syariah dalam
ketentuan fatwa DSN yakni keuntungan dan kerugian dibagi secara proposional
antara para mitra maka jaminan tidak diwajibkan karena musyarakah merupakan
akad kerjasama atas dasar kepercayaan antara lembaga dan anggotanya.
Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana prosedur
pembiayaan musyarakah pada KJKS Perambabulan Al-Qomariyah, bagaimana
kedudukan jaminan dalam pembiayaan musyarakah pada KJKS Perambabulan
Al-Qomariyah, dan bagaimana hukum jaminan dalam pembiayaan musyarakah
pada KJKS tinjauan ekonomi syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
prosedur pembiayaan musyarakah, kedudukan jaminan dalam pembiayaan
musyarakah dan hukum jaminan dalam pembiayaan musyarakah pada KJKS\ud
Perambabulan Al-Qomariyah sudah sesuai atau tidak dengan pembiayaan
musyarakah berdasarkan ekonomi syariah. Metodologi yang digunakan yaitu
mengunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan
secara tringulasi yaitu menggabungkan teknik observasi (pengamatan),
wawancara mendalam dengan pengelola dan pengurus KJKS Perambabulan Al-
Qomariyah, serta dokumentasi berupa gambar-gambar dan catatan kecil. Dan
analisis data secara induktif.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa prosedur dalam pembiayaan
musyarakah di KJKS Perambabulan Al-Qomariyah memiliki jangka waktu yang
tergantung dari kelengkapan dokumen yang telah dipenuhi oleh para anggota,
terutama jaminan yang sangat mempengaruhi dalam pembiayaan musyarakah
karena jika tidak adanya jaminan maka pembiayaan tidak dapat direalisasikan.
Jaminan pembiayaan tersebut berupa BPKB roda dua dan roda empat. Kedudukan
jaminan dalam pembiayaan musyarakah sebagai penguat bagi KJKS untuk
mempercayai bahwa anggota dapat memperoleh pencairan pembiayaan. Adapun
hukum jaminan pembiayaan tertuang dalam akad/perjanjian pembiayaan
musyarakah pada KJKS Perambabulan Al-Qomariyah Cirebon. Pada dasarnya,
jaminan dalam pembiayaan musyarakah tidak diwajibkan karena pembiayaan
musyarakah termasuk akad kerja sama berdasarkan kepercayaan ṣhahibul mâl dan
muḍharib dan harta yang digunakan adalah amanat yang harus dijaga dengan baik
serta diamalkan pada usaha yang halal dan baik pula.
Kata Kunci: Jaminan, Pembiayaan Musyarakah, Ekonomi Syaria
TELAAH METODE HISAB SULLAM AL-NAYYIRAYN DALAM PENETAPAN AWAL BULAN QOMARIYAH DI PONDOK PESANTREN AL-FALAH PLOSO
ABSTRAK
Mohammad Zahid Hamidi, 126102201007, Telaah Metode Hisab Sullam al-Nayyirayn dalam Penetapan Awal Bulan Qomariyah di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, UIN SATU Tulungagung. Pembimbing: Nuril Farida Maratus, M.H.I
Kata Kunci: Awal Bulan Qomariyah, Hisab Rukyat, Al-Falah Ploso
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya perselisihan akibat perbedaan penetapan awal bulan Qomariyah. Perselisihan ini muncul akibat perbedaan metode yang digunakan dalam menetapkan awal bulan Qomariyah. Secara garis besar metode yang sering digunakan adalah metode hisab dan rukyat. Salah satu organisasi Islam atau lembaga yang sering mendapat perhatian publik akibat perbedaan ini adalah Pondok Pesantren Al-Falah Ploso. Pondok Pesantren tersebut memiliki ajaran bercorak Ahlussunah Wal Jama’ah An-Nahdliyah, namun perihal penetapan awal bulan Qomariyah Pondok Pesantren ini menggunakan metode yang berbeda dengan organisasi NU. Pondok Pesantren Al-Falah menggunakan metode hisab Sullam al-Nayyirayn sedangkan NU menggunakan metode rukyat. Hal tersebut menyebabkan terjadi perbedaan penetapan awal bulan Qomariyah yang memicu kontroversi di kalangan masyarakat NU maupun di media sosial.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana implementasi hisab Sullam al-Nayyirayn di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso? 2) Bagaimana implikasi penggunaan hisab Sullam al-Nayyirayn dalam penetapan awal bulan Qomariyah di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso? Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mengetahui implementasi hisab Sullam al-Nayyirayn di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso. 2) Mengetahui implikasi penggunaan hisab Sullam al-Nayyirayn dalam penetapan awal bulan Qomariyah di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa observasi lapangan, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode analisis deskriptif. Selain itu, teknik keabsahan data yang digunakan yakni teknik triangulasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Implementasi Lajnah Falakiyah Al-Falah dalam menetapkan awal bulan Qomariyah menerapkan metode hisab berdasarkan kitab Sullam al-Nayyirayn dan kriteria yang digunakan adalah minimal ketinggian hilal 2 derajat. Kriteria ini sudah tercantum dalam kitab Sullam al-Nayyirayn cetakan lama. Kemudian jika perhitungan awal bulan hasil hisab menyatakan tinggi hilal kurang dari dua derajat, maka akhir bulan diistikmalkan menjadi 30 hari. 2) Implikasi penggunaan hisab Sullam al-Nayyirayn oleh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso menyebabkan terjadinya perbedaan penetapan awal bulan Qomariyah dengan pemerintah. Contohnya pada penetapan awal Ramadhan 1443 Hijriyah dan penetapan awal Syawal 1444 Hijriyah
METODE DAKWAH “BU NYANYI SHOW” NUR CITA QOMARIYAH DI GRIYA PERMATA GEDANGAN SIDOARJO
Penelitian ini difokuskan untuk menjawab permasalahan bagaimana metode dakwah “Bu Nyanyi Show” Nur Cita Qomariyah di GriyaPermataGedanganSidoarjo?Untuk mengidentifikasi persoalan tersebut, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data yang digunakan berupa hasil dari wawancara, observasi dan dokumentasi yang disajikan dalam bab penyajian data dan bab analisis data. Dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif.Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa Metode Dakwan Bu Nyanyi Show Nur Cita Qomariyah adalah MauidzahHasanah dan mempunyai salah satu trik dan ciri khas yang melekat yaitu dakwah yang disampaikan diiringi dengan lantunan musik. Jenis musik yang digunakan “Bu Nyanyi Show” dalam berceramah yakni music gambus, dengan alat musik keyboard dan dumbug untuk mengiringi dan mengajak bersholawat bersama serta memberikan pesan yang dilantunkan dengan syair.Peneliti ini menfokuskan pada metode dakwah “Bu Nyanyi Show” Nur Cita Qomariyah, maka pada penelitian selanjutnya dapat meneliti tentang pesan, respon mad’u serta evektivitas dakwah “Bu Nyanyi Show”
STUDI KOMPARASI MANAJEMEN KURIKULUM PEMBELAJARAN PADA PONDOK PESANTREN HIDAYATUL MUBTADIIN DAN PONDOK PESANTREN HIDAYATUL QOMARIYAH KOTA BENGKULU
Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin dan Pondok Pesantren Hidayatul Qomariyah adalah dua pondok pesantren salafiyah yangterdapat di Kota Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan manajemen kurikulum pembelajaran antaraPondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin dan Pondok Pesantren Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu, yang terfokus pada prosesperencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum pembelajaran di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin dan Pondok PesantrenHidayatul Qomariyah Kota Bengkulu. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menda-patkan data yanglengkap dan mendalam. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan yang difokuskan pada satu fenomena tertentu. Dalampenelitian ini penulis mengumpulkan data dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Penulis melakukan wawancaradengan Pimpinan, Sekretaris, dan 3 (tiga) orang guru di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin, serta wawancara dengan Pimpinan,Sekretaris, dan 3 (tiga) orang guru di Pondok Pesantren Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu. Hasil dari penelitian ini yaitu bahwaterdapat persamaan dalam penerapan manajemen kurikulum pembelajaran antara kedua pondok pesantren salafiyah tersebut, baikpada proses perencanaan kurikulum, proses pelaksanaan kurikulum, dan proses penilaian/evaluasi kurikulum pembelajaran. Akantetapi, perbedaan antara kedua pondok pesantren salafiyah tersebut terletak pada pelaksanaan proses pembelajaran para santriwatitingkat ulya/aliyah di Pondok Pesantren Hidayatul Qomariyah Kota Bengkulu, yang dalam proses pembelajarannya para santriwatibelajar dengan kurikulum pondok pesantren salafiyah (non formal) dan kurikulum madrasah aliyah dari pemerintah (formal)
- …
