427 research outputs found
ANALISIS KENYAMANAN PASIEN TERHADAP PENGGUNAAN THERMOPLASTIC MASKER PADA KASUS KANKER KEPALA DAN LEHER DI DEPARTEMEN RADIOTERAPI MRCCC SILOAM HOSPITAL JAKARTA
xivANALISISKENYAMANAN PASIEN TERHADAP PENGGUNAAN THERMOPLASTIC MASKER PADA KASUS KANKER KEPALA DAN LEHER DI DEPARTEMEN RADIOTERAPI MRCCC SILOAM HOSPITAL JAKARTAI Dewa Putu Ary Angga Pradana1), Eko Kuntjoro 2),Edy Susanto 3)INTISARIKenyaman pasien juga sangat penting ketika kita memilih teknik imobilisasi untukterapi radiasi dikarenakan semakin tinggi teknik maka harus semakin presisi imobilisasi thermoplastic maskeryang digunakan untuk mengurangi pergerakan pasien (Dieterich, 2016). Berdasarkan studi pendahuluandi Departemen Radioterapi MRCCC Siloam HospitalJakarta beberapa pasien kanker kepala dan leher mengalami pergerakan untuk mencari posisi yang lebih nyaman, pergerakan tersebut akan mengurangi dosis radiasi yang diterima pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kenyamanan pasien terhadap penggunaan thermoplastic maskerpada kasus kanker kepala dan leherdi Departemen Radioterapi MRCCC Siloam Hospital Jakarta.Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif, data yang diambil disusun,dijelaskan kemudian dianalisis. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan cara survey, kuisioner, wawancaradan diolah menggunakan excel. Hasil pengolahan tersebut dibuat tabel dan grafik.Hasil penelitian menunjukkanbahwa dilihat pada tabelkeseluruhan responden dan diagrampasien merasa nyaman terhadap penggunan thermoplastic maskerkepala dan leher di Departemen Radioterapi MRCCC Siloam Hospital Jakarta. Hal ini berdasarkan tanggapan responden dari masing-masing aspekpertanyaan kuisioner yang telah diberikan tergolongkategori nyaman. Dari segi tingkat kenyamanan pasien kanker kepala dan leher terhadap penggunaan thermoplastic maskertelah memenuhi kebutuhan pasien sehingga dapat berpengaruhterhadapkualitas penyinaranradiasi
Perancangan User Interface Sistem Presensi Universitas Primakara Menggunakan Face Recognition dengan Metode Design Sprint
This research aims to design a User Interface for Primakara University's attendance system using face recognition technology with the Design Sprint method. The scope of the research includes designing a User Interface for a facial recognition-based attendance system. The method used is Design Sprint, consisting of five stages: Map & Target, Sketch, Decide, Prototype, and Test. The research resulted in a Prototype of the attendance system User Interface, which was Tested using Maze tools. User experience Testing was conducted using the User Experience Questionnaire Plus (UEQ+). The research concludes that the Design Sprint method is effective in designing a User Interface for an attendance system with face recognition technology. The implications of this research contribute to the development of a more efficient and user-friendly attendance system in higher education environments
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, KOMPETENSI DAN REWARD TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN DAMPAKNYA PADA KINERJA PEGAWAI DINAS PERHUBUNGAN ACEH
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, KOMPETENSI DAN REWARD TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN DAMPAKNYA PADA KINERJA PEGAWAI DINAS PERHUBUNGAN ACEH* Angga Rianda Aulia, Muhammad Adam, Mukhlis Magister Manajemen, Universitas Syiah Kuala, Indonesia*Corresponding Author : [email protected] ini dilakukan untuk mengetahui dan menguji pengaruh budaya organisasi, kompetensi dan reward terhadap kepuasan kerja dan dampaknya pada kinerja pegawai Dinas Perhubungan Aceh. Populasinya adalah pegawai Dinas Perhubungan Aceh yang berjumlah 204 orang. Penarikan sampel dilakukan dengan metode sensus dimana keseluruhan populasi akan dijadikan sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala likert. Model penelitian dianalisis menggunakan bantuan peralatan statistic SEM AMOS. Hasil pengujian membuktikan Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja, Budaya Organisasi, Kompetensi, dan Reward pada Dinas Perhubungan Aceh sudah baik, Budaya Organisasi mempengaruhi Kepuasan Kerja, Kompetensi mempengaruhi Kepuasan Kerja, Reward mempengaruhi Kepuasan Kerja, Budaya Organisasi tidak mempengaruhi Kinerja Pegawai, Kompetensi mempengaruhi Kinerja Pegawai, Reward mempengaruhi Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja mempengaruhi Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja memediasi secara penuh pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja memediasi secara parsial pengaruh Kompetensi terhadap Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja memediasi secara parsial pengaruh Reward terhadap Kinerja Pegawai. Temuan ini bisa menjadi model peningkatan kinerja pegawai secara akademis yang bisa digunakan sebagai referensi pengembangan model penelitian selanjutnya.Keyword : Budaya Organisasi, Kompetensi, reward, kepuasan kerja, kinerja pegawaiPENGARUH BUDAYA ORGANISASI, KOMPETENSI DAN REWARD TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN DAMPAKNYA PADA KINERJA PEGAWAI DINAS PERHUBUNGAN ACEH* Angga Rianda Aulia, Muhammad Adam, Mukhlis Magister Manajemen, Universitas Syiah Kuala, Indonesia*Corresponding Author : [email protected] ini dilakukan untuk mengetahui dan menguji pengaruh budaya organisasi, kompetensi dan reward terhadap kepuasan kerja dan dampaknya pada kinerja pegawai Dinas Perhubungan Aceh. Populasinya adalah pegawai Dinas Perhubungan Aceh yang berjumlah 204 orang. Penarikan sampel dilakukan dengan metode sensus dimana keseluruhan populasi akan dijadikan sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala likert. Model penelitian dianalisis menggunakan bantuan peralatan statistic SEM AMOS. Hasil pengujian membuktikan Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja, Budaya Organisasi, Kompetensi, dan Reward pada Dinas Perhubungan Aceh sudah baik, Budaya Organisasi mempengaruhi Kepuasan Kerja, Kompetensi mempengaruhi Kepuasan Kerja, Reward mempengaruhi Kepuasan Kerja, Budaya Organisasi tidak mempengaruhi Kinerja Pegawai, Kompetensi mempengaruhi Kinerja Pegawai, Reward mempengaruhi Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja mempengaruhi Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja memediasi secara penuh pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja memediasi secara parsial pengaruh Kompetensi terhadap Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja memediasi secara parsial pengaruh Reward terhadap Kinerja Pegawai. Temuan ini bisa menjadi model peningkatan kinerja pegawai secara akademis yang bisa digunakan sebagai referensi pengembangan model penelitian selanjutnya.Keyword : Budaya Organisasi, Kompetensi, reward, kepuasan kerja, kinerja pegawa
Kajian Filosofi Tata Letak Pekarangan Rumah Menurut Lontar Asta Bhumi
Sesuai dengan fakta di lapangan juga berdasarkan pengamatan di lingkungan keluarga masih mengikuti pedoman-pedoman untuk proses pembangunan rumah agar mendapatkan kehidupan yang baik. Tulisan tersebut bertujuan memberikan tahu masyarakat juga mahasiswa untuk mengikuti tatanan pembangunan yang ditentukan dalam Agama Hindu. Yang berisikan Nilai-nilai Filosofis seperti filosofi amaran Tri Hita Karana, Tri Angga atau Tri Mandala dan Tri Ker angka Dasar Agama Hindu
TEOLOGI PEMBEBASAN DALAM TEKS WRSPATI TATTWA
The Wrspati Tattwa text is the core teachings of the Sang Hyang Isvara and Rsi Wrspati dialogue. Wrspati Tattwa texts are Sanskrit and Old Javanese The Wrspati Tattwa text is the result of an adaptation of the Sankhya teachings and Yoga Sutra and some of the concepts of the Shiva siddhanta teachings that originally developed in South India. In this article, 5 basic concepts of Hindu liberation theology are derived from the concept of Panca Sradha, the concept of God or Widhi Tattwa mentions in the Wrspati Tattwa text God as the creator is dwaita 'dualistic' which means there are two principles that cause everything. Namely Cetana and Acetana. Cetana is a conscious principle called Shiva Tattwa, which consists of Tri Purusha. Atma Tattwadalam Wrspati Tattwa text comes from Siwatma. The element of thought contained in creation influences karma and reincarnation. Prayogasandi's path on how to connect with God through sense knowledge and control,yoga as a way of liberation to achieve happiness and authenticity. Sad angga Yoga is one of the paths of Yoga that was delivered by Sang Hyng Isvara to Rsi Wrspati as a way to achieve liberation. The parts of sad angga yoga are pratyahara, dhyana, pranayama, dharana, tarka, and samadhi
Representing Symbolic Controllers with Deep Neural Networks
Controller synthesis techniques based on symbolic models or discrete abstractions are becoming increasingly attractive as they allow for synthesizing correct-by-design controllers of general nonlinear systems under complex behavioral requirements. However, its immense size as the consequence of the state-space explosion prohibits the approach to be widely used in real-life applications. The explosion of state space is mainly caused by the discretization in the abstraction step, and the redundancy of control inputs resulted in from the synthesis. Compression methods and determinization techniques have been developed to tackle the size problem of the resulting controller. Neural networks capabilities at approximating function and substituting look-up tables in broad applications, such as flight-critical system and deep reinforcement learning, motivate us to suggest utilizing neural networks as an alternative approach to represent the controller. In this work, the evaluation of the capability of neural networks as a viable approach to store a symbolic controller is presented. We present the utilization of neural networks to store deterministic controllers. We also propose a determinization technique based on the multiclass classification task in neural networks to determinize the controller. Additionally, we employ neural networks to store non-deterministic controllers by preserving the redundancy of the control inputs. Comparisons between binary decision diagrams (BDDs) and neural networks as compact representations of symbolic controllers are performed. Results show that neural networks are able to represent symbolic controllers in a more compact way compared to BDDs considering the size overhead produced by the CUDD package as its manipulation library.Electrical Engineering | Embedded System
Inklusi dan Eksklusi Aktor Sosial dalam Film Filosofi Kopi: 3 Ben & Jody Karya Angga Dwimas Sangsoko: Pendekatan Theo Van Leeuwen
This research aims to describe the forms of inclusion and exclusion of social actors in the film Filosofi Kopi: 3 Ben & Jody by Angga Dwimas Sangsoko usingTheo van Leeuwen’s critical disourse analysis approach. This research uses a qualitative approach using descriptive methods. The author obtained the data sources in this research from several internet platforms such as Netflix which can be accessed online. The results of this research show that there are 36 inclusions in the form of differentiation, objectivation, abstraction, nomination, categorization, assimilation, individualization, association, dissociation and 1 form of exclusion in the form of using passive constructions and no form of using nominalization constructions. Through this analysis, it was found that in the story of the film “Filosofi Kopi 3: Ben & Jody”, it shows more about the identity of social actors and shows how marginalized groups such as farmers experience oppression that they should not have, while the actors who is the main actor is the company not shown. The producer favors actors helping farmers to fight for their customary land by showing unpleasant acts such as oppression and forced labor. This can be seen from the large amount of inclusion data obtained by showing actors playing the role of victim.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripiskan bentuk-bentuk Inklusi dan Eksklusi aktor sosial dalam film Filosofi Kopi 3: Ben & Jody karya Angga Dwimas Sangsoko menggunakan Pendekatan analisis wacana kritis milik Theo van Leeuwen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Sumber data yang ada di dalam penelitian ini penulis peroleh dari beberapa platform internet seperti Netflix yang dapat di akses secara online. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat sebanyak 36 inklusi dalam bentuk diferensiasi, objektivasi, abstraksi, nominasi, kategorisasi, asimilasi, individualisasi, asosiasi, disosiasi dan 1 bentuk eksklusi dalam bentuk penggunaan kontruksi pasif serta tidak ada bentuk penggunaan kontruksi nominalisasi. Melalui analisis tersebut, ditemukanlah pandangan bahwa dalam tuturan film “Filosofi Kopi3: Ben & Jody” ini, lebih banyak menampilkan bagaimana identitas aktor sosial dan memperlihatkan bagaimana kaum marginal seperti petani mendapatkan penindasan yang seharusnya tidak mereka dapatkan, sedangkan aktor yang menjadi pelaku utama yaitu perusahaan tidak diperlihatkan. Sang produser lebih memihak para aktor membantu para petani untuk memperjuangkan tanah ulayatnya dengan menampilkan perbuatan-perbuatan tidak menyenangkan seperti penindasan, dan kerja paksa, ini dapat dilihat dari banyaknya data inklusi yang diperoleh dengan menampilkan para aktor yang berperan sebagai korban.This research aims to describe the forms of inclusion and exclusion of social actors in the film Filosofi Kopi: 3 Ben & Jody by Angga Dwimas Sangsoko usingTheo van Leeuwen’s critical disourse analysis approach. This research uses a qualitative approach using descriptive methods. The author obtained the data sources in this research from several internet platforms such as Netflix which can be accessed online. The results of this research show that there are 36 inclusions in the form of differentiation, objectivation, abstraction, nomination, categorization, assimilation, individualization, association, dissociation and 1 form of exclusion in the form of using passive constructions and no form of using nominalization constructions. Through this analysis, it was found that in the story of the film “Filosofi Kopi 3: Ben & Jody”, it shows more about the identity of social actors and shows how marginalized groups such as farmers experience oppression that they should not have, while the actors who is the main actor is the company not shown. The producer favors actors helping farmers to fight for their customary land by showing unpleasant acts such as oppression and forced labor. This can be seen from the large amount of inclusion data obtained by showing actors playing the role of victim.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripiskan bentuk-bentuk Inklusi dan Eksklusi aktor sosial dalam film Filosofi Kopi 3: Ben & Jody karya Angga Dwimas Sangsoko menggunakan Pendekatan analisis wacana kritis milik Theo van Leeuwen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Sumber data yang ada di dalam penelitian ini penulis peroleh dari beberapa platform internet seperti Netflix yang dapat di akses secara online. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat sebanyak 36 inklusi dalam bentuk diferensiasi, objektivasi, abstraksi, nominasi, kategorisasi, asimilasi, individualisasi, asosiasi, disosiasi dan 1 bentuk eksklusi dalam bentuk penggunaan kontruksi pasif serta tidak ada bentuk penggunaan kontruksi nominalisasi. Melalui analisis tersebut, ditemukanlah pandangan bahwa dalam tuturan film “Filosofi Kopi3: Ben & Jody” ini, lebih banyak menampilkan bagaimana identitas aktor sosial dan memperlihatkan bagaimana kaum marginal seperti petani mendapatkan penindasan yang seharusnya tidak mereka dapatkan, sedangkan aktor yang menjadi pelaku utama yaitu perusahaan tidak diperlihatkan. Sang produser lebih memihak para aktor membantu para petani untuk memperjuangkan tanah ulayatnya dengan menampilkan perbuatan-perbuatan tidak menyenangkan seperti penindasan, dan kerja paksa, ini dapat dilihat dari banyaknya data inklusi yang diperoleh dengan menampilkan para aktor yang berperan sebagai korban
EFISIENSI PENGGAMBARAN OBJEK 3 DIMENSI MENGGUNAKAN TEKNIK BILLBOARD 2 DIMENSI
Billboard adalah suatu teknik untuk mengelabui cara pandang sebuah objek relatif terhadap objek lain. Billboard menerapkan konsep papan iklan yang akan selalu mengikat pada orang yang memandangnya. Sehingga pada konsep dunia maya 3 dimensi, billboard selalu dihubungkan dengan sebuah objek 2 dimensi yang selalu berhadapan dengan setiap objek yang merupakan pusat subjek dari billboard. Kita bisa membayangkan sebuah papan reklame yang di depannya bertuliskan A dan pada bagian belakangnya bertuliskan B, maka apabila kita mencoba memutar ke belakang reklame tersebut, kita tidak akan pernah melihat tulisan B melainkan selalu berhadapan dengan huruf A atau bagian depan dari papan reklame tersebut. Teknik inilah yang sering digunakan untuk mensimulasikan efek rumput pada industri game pada masa sekarang
PSIKOLOGI PENDIDIKAN BAGI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Pendidikan adalah sesuatu yang mampu memberikan manusia kemampuan ilmu / pengetahuan. Pengetahuan akan membuat manusia mampu bertahan dalam hidupnya (perjuangan hidup) dan mampu mengikuti perkembangan kehidupan dunia. Pendidikan hidup manusia juga timbul karena manusia memiliki kemampuan untuk berpikir bahwa harus diasah dan dikembangkan. Dalam konsep Hindu kita sering akrab dengan konsep "Tri Pramana", konsep bahwa ada tiga kekuatan yang dimiliki oleh seorang anak dalam hidupnya. Kekuatan itu adalah sabda yang berarti suara, bayu yang berarti kekuatan / kekuasaan, dan idep yang berarti pikiran. Masa pendidikan anak usia dini di sini adalah lebih menekankan pada pendidikan psikomotorik anak, pendidikan karakter dan budidaya moral manusia dan sikap hidup. Pendidikan dewasa ini sangat usia dini dikembangkan terkait dengan pembentukan generasi yang lebih baik dan lebih siap untuk life educational. Psikologi pendidikan sebagai cabang psikologi memiliki kontribusi penting untuk proses pendidikan anak usia dini. Tidak dapat disangkal bahwa psikologi  telah lama digunakan dalam psikologi pendidikan sebagai landasan dalam pengembangan teori dan praktek pendidikan dan telah memberikan kontribusi besar terhadap pendidikan, termasuk pengembangan kurikulum, sistem dan sistem penilaian belajar. Kata Kunci : Psikologi Pendidikan, Pendidikan Anak Usia DiniÂ
Hubungan Gaya Pengasuhan Orang Tua (Parenting Style) Dan Budaya Sekolah (School Culture) Terhadap Sikap Empati Siswa Sekolah Dasar
The empathy crisis occurs not only among the general public, but also touches students in educational institutions. Problems in all aspects of life that arise and often we see every day are the effects of poor empathy, both in family life and in social life, including in the world of education. Empathy is one aspect of social and emotional intelligence that has an important role in one's life. In terms of social relations, empathy can be one of the most significant components for establishing social ties between individuals. In the parenting process, each family has a different style from each other, which gives a difference in the quality of emotional ties. The difference in the quality of emotional ties between parents and children can have a different impact on various aspects of individual development. The teacher made a model by his students. Therefore, the pattern of teacher action in schools influences the development of student personality, more specifically the development of students' empathy abilitie
- …
