18 research outputs found

    Pengaruh Jumlah Angkatan Kerja, Upah Minimum Kota dan Jumlah Industri Terhadap Pengangguran di Kota Tangerang

    No full text
    The problem of the unemployed population can increase demand for jobs anywhere. Unemployment can rise if job demands are not yet met. The city of Tangerang, which has the highest unemployment rate in the province of Banten, has not fully exploited the potential of its labor force and industry. The government's policy to raise the minimum wage every year seems to benefit, but it does not show the expected performance. Employment, minimum wages, and industry are some of the factors that affect unemployment in Tangerang City. This research uses a quantitative approach and uses various types of linear regression analysis. The sample consists of fifteen data points from the Central Statistical Office of Tangerang City, covering the years 2008–2022. Based on the analysis carried out using the SPSS version 25 program, it was found that the minimum wage and the number of industries had a significant impact on the unemployment rate in Tangerang City. On the contrary, the size of the workforce has no significant impact on the unemployment rate in the city. There should be a training program to improve the quality of the workforce in Tangerang City. It's going to get people better prepared for job opportunities. The establishment of a minimum wage by the government is expected to improve the well-being of the people and adjust it to the cost of living

    Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan Media Pembelajaran Wordwall Pada Materi Ekosistem Kelas V-A SD Negeri 060924 Medan Amplas

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Ekosistem dengan menggunakan media pembelajaran Wordwall pada siswa kelas V-A SD Negeri 060924 Medan Amplas. Media pembelajaran Wordwall dipilih karena kemampuannya untuk menyediakan berbagai aktivitas interaktif yang dapat menarik perhatian siswa dan meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses belajar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) dengan desain siklus, yang melibatkan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri dari 32 siswa kelas V-A yang menghadapi tantangan dalam memahami konsep ekosistem secara efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Wordwall secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa. Aktivitas yang dirancang dalam Wordwall, seperti permainan kuis dan latihan interaktif, membantu siswa memahami konsep ekosistem dengan lebih baik. Peningkatan hasil belajar terlihat dari peningkatan

    Pengaruh Pemberian Mesenchymal Stem Cell Wharton's Jelly Terhadap Aktivitas Enzim Katalase pada Tikus Wistar Model Hiperglikemia

    No full text
    Objective: To determine the effect of Wharton's Jelly (MSC-WJ) mesenchymal stem cells on the activity of the catalase enzyme in hyperglycemic Wistar rats. Methods: This study used 21 male Wistar rats aged 2-3 months with a body weight of 200-300 grams according to the inclusion and exclusion criteria. Mice were divided into 3 groups: negative control (K-), positive control (K+), and treatment (P). Group K- was only given food and drink without being given treatment. The K+ group was injected intraperitoneally with alloxan at a dose of 100 mg/kg BW so that the rats became hyperglycemic. Group P was given an alloxan injection and left for a week, then given MSC-WJ 3x106 cells through the tail vein and left for four weeks. After four weeks, all groups had their blood taken to examine the catalase enzyme. Result: Mean of catalase activity enzyme in the K-, K+, and P groups were 4.22 ± 0.27 units/mg, 2.39 ± 0.19 units/mg, and 3.93 ± 0.45 units /mg, respectively. Conclusion: This shows that the administration of mesenchymal stem cells Wharton's Jelly (MSC-WJ) has an effect on increasing the serum catalase enzyme activity of Wistar rats with hyperglycemia models

    PENYULUHAN WASPADA INFEKSI ASCARIASIS PADA SISWA DAN SISWI SDN 1 SENGGIGI: Pendahuluan, Metode, Hasil dan Pembahasan, Simpulan dan Saran, Ucapan Terima Kasih

    No full text
    Ascariasis, a disease caused by roundworms, is one of the parasites that infects the human digestive system and represents a frequently occurring health issue among children, particularly in rural areas such as SDN 1 Senggigi. The objective of this research is to provide educational outreach about Ascariasis to the students of SDN 1 Senggigi as a preventive measure to reduce the risk of worm infections. This outreach encompasses information on the definition, life cycle, risk factors, transmission methods, symptoms, prevention, and treatment of Ascariasis. The educational approach involves presentations utilizing flip charts, along with practical demonstrations of hand and environmental hygiene. Research results indicate the effectiveness of this outreach in enhancing students' knowledge about Ascariasis, accompanied by positive changes in knowing the definition, symptoms, transmission methods, prevention and treatment of ascariasis worms. With this  increased awareness and knowledge, it is anticipated that the prevalence of Ascariasis infections in SDN 1 Senggigi will decrease and promote better health practices among children. Elevating awareness and education about this disease can also assist the broader community in addressing health issues, especially related to Ascariasis

    Analisis Faktor-Faktor Penyebab Pengangguran di Kota Medan Menggunakan Tampilan Grafik Fungsi

    No full text
    Tingkat pengangguran yang tinggi di Kota Medan merupakan masalah yang serius yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Karena Itulah maka Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengangguran di Kota Medan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengidentifikasi sektor-sektor ekonomi yang paling berkontribusi terhadap tingkat pengangguran di Kota Medan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dan menggunakan data statistik yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara. Menurut data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran di Kota Medan telah menunjukkan tren penurunan selama 24 tahun terakhir. Puncak tingkat pengangguran terjadi pada tahun 2004, namun secara bertahap menurun hingga mencapai titik terendah pada tahun 2018. Namun akibat pandemi Covid-19 pada tahun 2019-2021 tingkat pengangguran kembali meningkat dikarenakan pemerintah menerapkan program lockdown untuk menjaga keselamatan warga, yang mengakibatkan banyak lapangan pekerjaan ditutup. Meskipun demikian, tingkat pengangguran kembali menurun pada tahun 2022 menjadi 8,89% dan terus menurun hingga 8,67% pada tahun 2023. Hasil analisis ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih baik tentang faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengangguran di Kota Medan dan dapat mengimplementasikan kebijakan dan program yang tepat untuk mengurangi tingkat pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Medan

    Analisis Kinerja Pengendali Pada Sistem Load Frequency Control Tunggal Dengan Variasi Droop dan Governor

    No full text
    Penelitian ini menganalisis kinerja berbagai pengendali pada sistem Load Frequency Control (LFC) hidraulik tunggal dengan variasi penggunaan droop dan governor terhadap respons transien daya. Pengujian dilakukan dengan menggunakan beberapa jenis pengendali, yaitu P, PI, PD, PID, PDF, dan PIDF. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada konfigurasi dengan droop dan governor, pengendali PD dan PDF memenuhi kriteria waktu naik dan waktu puncak, sedangkan pengendali PI, PID, dan PIDF efektif mengendalikan overshoot. Pada konfigurasi dengan droop tanpa governor, pengendali PD, PID, PDF, dan PIDF memenuhi semua parameter performa, seperti waktu naik, waktu puncak, waktu keadaan mantap, dan overshoot. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi komponen derivatif dan filter pada pengendali memberika

    Analisis Yuridis terhadap Upaya Pengembalian Kerugian bagi Korban Investasi Fiktif di Indonesia

    No full text
    Investasi fiktif merupakan bentuk kejahatan ekonomi yang marak terjadi di era digital dan menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat. Meskipun aparat penegak hukum telah berupaya menindak pelaku melalui jalur pidana, kenyataannya sistem peradilan pidana di Indonesia masih berfokus pada penghukuman pelaku dan belum sepenuhnya menjamin pemulihan kerugian korban. Akibatnya, korban sering kali tidak memperoleh ganti rugi yang sepadan. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Kebaruan dalam penelitian ini terletak pada penekanan pentingnya peran lembaga seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Satgas Waspada Investasi dalam menyediakan perlindungan hukum tambahan di luar sistem peradilan melalui mekanisme yang lebih cepat dan responsif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum yang mengatur pengembalian kerugian bagi korban investasi fiktif serta mengidentifikasi bentuk upaya perlindungan hukum yang dapat diperkuat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme pemulihan kerugian sebenarnya telah diatur dalam Pasal 98–101 KUHAP melalui penggabungan gugatan perdata dalam perkara pidana, Pasal 7A ayat (1) UU No. 31 Tahun 2014 tentang hak restitusi korban, serta POJK No. 6/POJK.07/2022 tentang kewajiban ganti rugi oleh pelaku usaha jasa keuangan. Sementara itu, Pasal 378 KUHP menjadi dasar pemidanaan terhadap pelaku penipuan investasi. Namun dalam praktiknya, perlindungan korban belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret seperti pembentukan dana perlindungan investor, penyederhanaan mekanisme restitusi, serta putusan pengadilan yang lebih berpihak pada korban demi mewujudkan keadilan yang berimbang antara pelaku dan korban

    GAMBARAN KEJADIAN DIARE, FAKTOR PHBS, JAMBAN SEHAT, DAN AIR BERSIH

    No full text
    Background:. Diarrhea is a health condition characterized by increased frequency and looseness of stool, which can result in dehydration and is potentially fatal, especially in children. According to global data, diarrhea is one of the main causes of death among children under the age of five, with significant death rates occurring in developing countries, including Indonesia Objective: This research aims to analyze the relationship between clean and healthy living behavior (PHBS), access to clean water, and the presence of healthy latrines on the incidence of diarrhea in Indonesia. Methods: Using secondary data from the 2019-2023 RI Health Profile using 3 variables, namely PHBS, healthy latrines and clean water taken from data from 34 provinces. This research applies quantitative descriptive methods with statistical analysis. Results: The research results show that poor access to clean water and inadequate sanitation contribute to the high incidence of diarrhea. Even though efforts to increase PHBS have been made, there are still disparities in the implementation of good sanitation practices in various regions. This research also identifies that the presence of healthy latrines is not always directly related to reducing the number of diarrhea. PHBS and consistent use of clean water have a positive impact in reducing the incidence diarrhea. Conclusion: Thus, this research emphasizes the contribution of PHBS, clean water and healthy latrines to the incidence of diarrhea

    EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TERHADAP MOTIVASI DAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATERI USAHA DAN ENERGI

    No full text
    This study aims to describe the learning model implemented by the eighth-grade science teacher at SMPN 2 Jember for the topic of Work and Energy and to evaluate its effect on students’ motivation and understanding. The study used a descriptive qualitative approach with the researcher as the primary instrument, supported by interview guidelines and questionnaires. The subjects were one science teacher and 39 eighth-grade students. Data were collected through structured interviews with the teacher and a 4-point Likert scale questionnaire containing six items on motivation and four items on understanding. Data analysis was conducted descriptively using frequency counts and percentages. Interviews indicated that the teacher applied a cooperative learning model to enhance collaboration, interaction, and students’ social skills. Questionnaire results showed most students had positive motivation, with 42.31% Strongly Agree (SS) and 55.98% Agree (S), while 1.71% were Disagree (TS) and 0% Strongly Disagree (STS). Understanding responses were 43.59% Agree (SS), 46.79% While (S), 8.97% Disagree (TS), and 0.64% Strongly Disagree (STS). Findings confirm that cooperative learning improves engagement, enthusiasm, and understanding. This model provides an interactive and enjoyable learning experience, encouraging students to discuss and collaborate actively. Results are valuable for teachers in designing effective strategies and as a reference for further research on learning models effects on motivation and understanding

    MISKONSEPSI DALAM MEMAHAMI BARISAN DAN DERET ARITMATIKA PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS

    No full text
    Barisan dan deret aritmatika merupakan salah satu materi penting dalam kurikulum matematika SMA yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memiliki penerapan praktis dalam kehidpuan sehari-hari, seperti perhitungan bunga tunggal, anuitas, dan proyeksi pertumbuhan penduduk. Namun, dalam praktik pembelajaran, banyak siswa mengalami kesulitan memahami konsep dasar ini sehingga memunculkan berbagai miskonsepsi. Kesalahan yang sering muncul antara lain menyamakan barisan dengan deret, salah subtitusi rumus suku ke-n, keliru menentukan tanda beda (positif atau negatif), serta penggunaan rumus jumlah n suku pertama yang tidak sesuai dengan konteks. Artikel ini bertujuan untuk  mengidentifikasi dan mengkaji kesalahan umum dalam memahami barisan dan deret aritmatika. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah Modul Matematika Umum Kelas XI Barisan dan Deret terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (2020) sebagai rujukan utama. Analisis dilakukan dengan cara meninjau defenisi, rumus, contoh soal, serta latihan yang tersedia dalam modul, kemudian mengelompokkan potensi miskonsepsi yang sering dialami siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa miskonsepsi paling banyak terjadi pada tahap dasar, yaitu saat siwa membedakan antara barisan (urutan bilangan) dengan deret (penjumlahan suku-suku), serta dalam penggunaan rumus matematika secara konsisten. Kesalahan dalam menafsirkan soal cerita juga menjadi faktor dominan yang yang memengaruhi rendahnya kemampuan siswa dalam mengaplikasikan konsep aritmatika pada permasalahan nyata. Dengan demikian, pemahaman yang benar mengenai konsep dasar dan latihan intensif dalam soal kontekstual sangat diperlukan untuk meminimalisir miskonsepsi
    corecore