1,720,959 research outputs found

    VERTIKALITAS HISTORIS SEBAGAI BASIS FILSAFAT SEJARAH DALAM PERSPEKTIF MISTISISME IBNU ARABI

    Full text link
    Narasi historis lahir bersamaan dengan perbuatan dan peristiwa sejarah, sehingga juga berhubungan secara langsung dengan keberadaan manusia. Di satu sisi, hubungan langsung dengan manusia ini kemudian menciptakan klaim gerak sejarah horizontal. Sementara di sisi lain, kondisi kemanusiaan justru menjadi rumit disebabkan munculnya kemestian objektif atas gerak yang horizontal itu sendiri. Problema horizontalitas dan objektivitas ini memantik asumsi bahwa gerak vertikalitas diperlukan sebagai pembanding berkorelasi dengan nilai subjektif. Permasalahan ini akan dibahas dari perspektif alur gerak sejarah sebagai bagian dari Filsafat Sejarah, khususnya terhadap aspek spekulatif. Penelitian ini dilakukan tanpa berusahan menafikan bahwa persoalan nilai subjektif dan aspek spekulatif rentan dengan potensi masalah. Oleh karena itu, ajaran mistisisme sebagai sebuah tradisi pemikiran yang tua bercorak spiritual, subjektif, dan terbuka perlu didaulat sebagai pisau analisis utama. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan metode hermeneutis-filosofis berlandaskan atas unsur-unsur metodis deksripsi, kesinambungan historis, induksi-deduksi, bahasa inklusif dan heuristika. Besarnya lingkup pembahasa membuat penelitian ini melibatkan beberapa disiplin keilmuan, seperti ilmu sejarah, ilmu sosial dan politik, aksiologi, dan tasawuf, religiusitas. Penelitian ini menunjukkan bahwa gerak sejarah tidak mungkin horizontal dan objektif. Bahkan objektivitas di dalam sejarah merupakan sesuatu yang tidak mungkin terjadi karena gerak sejarah haruslah bersifat integral dan universal serta tidak boleh tunduk pada satu dominasi yang bersifat partikular. Mistisisme melalui ide vertikalitas-historis yang digerakkan oleh konsep Ketunggalan mampu menjawab beberapa keraguan utama mengenai arah gerak sejarah. Skema vertikalitas dalam sejarah ini merupakan sintesis atas dialektika yang terbangun di dalam pembahasan alur-alur kajian sejarah. Terutama sekali untuk menutup pintu perdebatan mengenai kepastian gerak sejarah yang selama ini ditekankan kepada eksistensi manusia saja. Vertikalitas-historis menjadi satu poin penting yang dapat juga digunakan sebagai inti dari Filsafat Sejarah mistis. 

    KARAKTER KEPANCASILAAN SEBAGAI KONSEP ATAS PONDASI HUKUM UNTUK MEREDUKSI PRAKTIK KORUPSI

    Full text link
    Korupsi merupakan bencana sosial yang terus gencar melanda banyak negara di dunia dalam beberapa dekade terakhir. Indonesia sebagai sebuah negara yang berdaulat pun tak terlepas dari gempuran korupsi yang dilakukan oleh oknum pejabat negara. KPK sebagai lembaga yang diamanahkan untuk memberantas tindakan korupsi belum mampu secara optimal melakukan fungsinya. Penyebab utama dari belum optimalnya hasil dalam pemberantasan korupsi ini terdapat pada karakter dari bangsa Indonesia. Tulisan ini bertujuan untuk menguak secara terbuka penyebab potensial dari tindakan korupsi yang telah mewabah. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah hermeneutisfilosofis dengan menjadikan filsafat hukum sebagai pendekatan utama. Pancasila dalam tulisan ini dijadikan sebagai objek formal sekunder, sekaligus sebagai standar acuan konsep-konsep yang tergulir dari objek formal utama. Hasil yang didapat dari tulisan ini adalah bahwa Pancasila mampu menjadi standar untuk menentukan fondasi hukum untuk mereduksi potensi korupsi. Karakter bangsa yang dibangun sudah seharusnya merujuk kepada regulasi pemerintah berdasarkan etika yang dibangun melalui pancasila. Asas-asas utama yang didapatkan melalui pemikiran filosofis dapat dituangkan dalam bentuk pengajaran dari pendidikan kewarganegaraan dengan merujuk dasar-dasar hukum yang jelas dan terukur. Keywords : Karakter, Pondasi Hukum, Korupsi

    HOW TO CREATE SOCIAL COHESION DURING PANDEMIC? A SOCIOLOGICAL ANALYSIS OF DIGITAL VOLUNTARISM AS THE PATH OF THE RECONSTRUCTION OF RELIGIOUS CONSCIOUSNESS IN INDONESIA

    Full text link
    The most important function of religious rituals is to accept the expression of shared values and goals in society. This function combines social awareness with patterns of interaction in creating solidarity. Currently, social distancing has been seen by many Indonesians as the cause of the degradation of the value of spiritual intimacy in religious rituals. Meanwhile, the need to accept the “New Normal” in all aspects of daily life is absolute for citizens. Therefore, a new conception of this claim is certainly needed to accommodate the pressure in the adaptation process to the "New Normality of Ritual". This study examines the efforts of digital volunteerism to reconstruct religious consciousness among religious people in Indonesia. The research was conducted with descriptive qualitative methods and using Sociology as an approach in the analysis. The results of this study indicate that digital volunteerism efforts can gradually reconstruct religious consciousness in the community, especially during the pandemic. Eventually, this reconstructed religious consciousness will be able to strengthen social cohesion that was previously reduced when social distancing policies were implemented during the pandemic.Fungsi terpenting dari ritual keagamaan adalah menerima ekspresi nilai dan tujuan bersama dalam masyarakat. Fungsi ini menggabungkan kesadaran sosial dengan pola interaksi dalam mendorong solidaritas. Saat ini, social distancing telah dilihat oleh banyak umat beragama di Indonesia sebagai penyebab degradasi nilai keintiman spiritual dalam ritual keagamaan. Sementara itu, kebutuhan untuk menerima “New Normal” dalam segala aspek kehidupan sehari-hari adalah mutlak bagi warga negara. Oleh karena itu, konsepsi baru atas klaim ini tentu diperlukan untuk mengakomodir tekanan dalam proses adaptasi terhadap "ritual kenormalan baru". Penelitian ini mengkaji upaya voluntarisme digital untuk merekonstruksi kesadaran beragama di kalangan umat beragama di Indonesia. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif dan menggunakan Sosiologi sebagai pendekatan dalam analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya voluntarisme digital secara bertahap dapat merekonstruksi kesadaran keagamaan pada masyarakat khususnya di masa pandemi. Pada tahap selanjutnya, kesadaran keagamaan yang terekonstruksi ini dapat memperkuat kohesi sosial yang sebelumnya telah tereduksi ketika kebijakan social distancing diterapkan di masa pandemi

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Konsep Pengembangan Kawasan Wisata Jamblang Sebagai Destinasi Unggulan Kabupaten Cirebon dalam Perspektif Teori Sistem Talcott Parsons

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan membuat konsep pengembangan kawasan Jamblang menjadi destinasi wisata terpadu dengan menganalisis potensi lokal berupa sejarah, sosial, dan budaya.  Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan melakukan pemetaan potensi dan sosial. Pengumpulan data berupa studi dokumentasi dari Rancangan Peraturan Rencana Induk Pengembangan Wisata Kabupaten Cirebon dan Tata Ruang dan Tata Wilayah, observasi dan focus group discussion dari lintas stakeholder. Hasil penelitian menunjukan pengembangan kawasan wisata Jamblang dapat berupa gabungan atraksi wisata seperti desa wisata, seni dan budaya, wisata kuliner dan wisata tiga agama. Kekuatan narasi dibangun untuk mengemas Kota Tua Jamblang yang memiliki kaitan sejarah budaya, serta kreatifitas masyarakat dalam bentuk ekonomi kreatif. Strategi pembangunan pariwisata didasari pada teori sistem dari Talcott Parsons yaitu: (1) adaptasi sosial ekonomi masyarakat sebagai desa wisata meliputi atraksi, amenitas serta kesiapan masyarakat yang awalnya buta wisata; (2) Pencapaian tujuan pengembangan pariwisata berbasis kawasan adalah fokus pada arah visi dan misi pembangunan Kabupaten Cirebon yakni terwujudnya kabupaten cirebon sebagai destinasi pariwisata yang agamis, berbudaya, berdaya saing dan berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat. (3) Integrasi antar sektor adalah berbagi peran pada para stakeholder serta peran pemimpin daerah yang visioner menjadi penentu keberhasilan setiap unsur bekerja bersama. (4) Pengelolaan pola laten upaya pembangunan pariwisata berbasis kawasan berupa nilai dan norma masyarakat serta undang-undang yang berlaku di Kabupaten Cirebon

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore