13 research outputs found

    Comparison Of Liquid Luria Broth Media and Molasses Media on Recombinant L-Arabinose Isomerase Enzyme Production From Geobacillus Stearothermophilus

    Full text link
    L-Arabinose isomerase (L-AI) is a type of intracellular enzyme catalyzes the reversible isomerization reaction of L-arabinose to L-ribulose, besides that it can convert D-galactose to D-tagatose. One of the bacteria that can produce this enzyme is Geobacillus stearothermophilus. The high price of instant media, which reaches IDR 1,500,000 to IDR 3.000.000,- for every 500 g and the abundance of natural resources that can be used as a medium for the growth of microorganisms encourages researchers to find alternative media from materials that are easy to get and do not require expensive costs. The researchers compared the effectiveness of liquid Luria Broth (LB) media and molasses media for enzyme production. The research involved inoculating bacteria in both media types, followed by subculture and incubation. IPTG was added to induce enzyme production, followed by cell harvesting through centrifugation and sonication. Enzyme activity was evaluated using SDS PAGE and the cysteine carbazole method. Molasses showed promising results due to water solubility, enzyme activity, abundance, and cost-effectiveness. Molasses appears as an alternative with active enzymes, water solubility, abundant availability, and significant cost savings, making it a viable choice for enzyme production.Keywords— L- Arabinose Isomerase, Molasses, Enzym

    Pleurotus Ostreatus sebagai Nutrisi Pertumbuhan pada Mus Musculus

    Full text link
    Pleurotus ostreatus or white oyster mushroom had been produced commercially on an industrial scale as food and supplements. It is because of this oyster mushroom contained nutritions that were nutriceutical benefit. These fungi acted as anti-tumor, lower cholesterol and anti-oxidants. Based on the wealth of information on the nutritions and the many benefits of this white oyster mushroom, we run the research to obtain information related to the potent of oyster mushrooms in mice. So that white oyster mushroom can be used as a potent medicine to heal various diseases. The purpose of this study was to determine the potency of white oyster mushroom as nutrition growth in mice. This study began with the optimization of the white oyster flour making. Mice in dose of 100 mg / KgBW showed the highest body weight compared to other doses. In the body length parameter indicated that the treatment group with dose of 100 mg / KgBW gave an average body longest compared to other groups. This dose also rise the highest feed intake while the group with the least amount of feed intake was in dose of 200 mg / KgBW

    Kualitas Jajanan Siswa di Sekolah Dasar

    Full text link
    Kebersihan makanan dan minuman sangatlah penting, karena berkaitan dengan kondisi tubuh manusia, terutama makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh anak-anak, karena mereka memiliki imunitas yang lebihrentan terhadap penyakit. Namun, kebanyakan dari anak usia sekolah mempunyai kebiasaan untuk jajan. Sering kali jajanan tersebut dijajakan di pinggir jalan atau di pinggir saluran pembuangan air dan ditempatkan pada area terbuka sehingga memudahkan terjadinya kontak antara pangan yang dijajakan dengan mikroba. Padahal mikroba adalah salah satu penyebab dari berbagai penyakit (foodborne disease). Penelitian ini meneliti kualitas makanan jajanan anak sekolah dasar dengan melihat adanya bakteri Escherichia coli yang terkandung dalam jajanan tersebut. Sampel makanan berasal dari penjaja jajanan yang berdagang di sekitar sekolah dasar di daerah Sisingamangaraja. Sampel yang diambil merupakan makanan yang tidak mengalami pemanasan sebelum disajikan dan minuman yang dibuat saat akan disajikan dan tidakdikemas secara tertutup. Dilakukan tiga metode pengujian, yaitu uji pemeriksaan mikroba, uji pemeriksaan Coliform dan uji konfirmasi E.coli.uji pemeriksaan mikroba menggunakan Nutrient Agar sebagai media umum, uji pemeriksaan Coliform menggunakan Lactose Broth dan Brilliant Green Lactose Broth sebagai media khusus untuk menguji keberadaanColiform, dan uji konfirmasi Eschrichia coli menggunakan Eosin Methylane Blue Agar sebagai media khusus untuk pengujian Escherichia coli. Data yang diperoleh menunjukkan hasil yang positif terhadap adanya bakteri pada media umum, bakteri Coliform dan diduga terdapat bakteri Escherichia coli pada kedua sampel. Untuk itu, diperlukan pengujian lebih lanjut guna memastikan bakteri yang terkandung adalah Escherichia coli

    CONDITIONED MEDIUM DARI KULTUR PRIMER SEL SYARAF Mus musculus

    Full text link
    Secara  in vitro,  Embryonic Stem Cell  (ESC) dapat diarahkan perkembangannya menjadi sel neuron dan sel glia. Conditionedmedium  dari kultur primer sel syaraf mengandung sejumlah faktor pertumbuhan antara lain  nerve growth factor (NGF), glial derived-neurotrophic factor (GDNF), nestin, dan glial fibrillary acidic protein (GFAP). Dengan melakukan purifikasi protein yang terkandung  di dalam CM, maka diharapkan spektrum protein yang ada menjadi lebih sempit sehingga protein target dapat terdeteksi. Penelitian ini mempelajari kultur primer sel syaraf yang berasal dari hemisfer Mus musculus. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan CM dari kultur primer sel syaraf  Mus musculus. Medium yang digunakan adalah Dulbecco’s Modified Eagle’s Medium (DMEM) highglucose FBS 10%. Penggantian medium kultur dilakukan setiap 2 hari sekali. Kepadatan sel sekitar 32x103 sel/2 cm2. Setelah hari ke-4 terlihat adanya pertumbuhan neuron bipolar dan neural progenitor cell (NPC). Sel-sel astrosit akan teramati ketika periode kultur diperpanjang. Sel mengalami konfluensi setelah 12 hari kultur. Sel-sel yang tumbuh berguna untuk penjelasan neurogenesis. Kultur primer sel syaraf secara monolayer yang berasal dari hemisfer neonatus mampu mendukung  pertumbuhan sel yang tergolong sebagai neurogenic dan nonneurogenic.  Kata kunci: kultur primer, sel syaraf, conditioned medium, neural progenitor cell, neurogenesis

    Analisa Cross-Infection Virus AI Subtipe H5N1 Berdasarkan Imunoserologi pada Burung Air di Cagar Alam Pulau Dua

    Full text link
    - Imunoserologi adalah cara mengidentifikasi terbentuknya antibodi yang diproduksi oleh sel darah putih sebagai respon terhadap masuknya antigen. Salah satu teknik Imunoserologi yang lazim digunakan untuk mendeteksi keberadaan antibodi di dalam darah adalah uji hambatan hemaglutinasi (Hemagglutination-inhibition/HI). Pada uji ini digunakan antigen yang homolog sehingga akan terjadi ikatan antigen-antibodi. Titer antibodi merupakan salah satu indikator dalam menentukan respon imun organisme terhadap suatu infeksi, seperti infeksi Virus Avian Influenza (VAI) subtipe H5N1. Interaksi yang terjadi antara burung air liar dengan unggas domestik dapat menyebabkan cross-infection, baik dari unggas domestik ke burung liar maupun dari burung liar ke unggas domestik. Salah satunya cara yang dapat dilakukan untuk menentukan pola penularan dan penyebaran VAI subtipe H5N1 pada kawasan CAPD adalah melalui analisa cross-infection berdasarkan imunoserologi dengan melihat titer antibodi yang terbentuk pada unggas (ayam, bebek, mentok) dan burung-burung air liar penetap di kawasan tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cross-infection tidak terjadi pada penyebaran virus VAI subtipe H5N1 di kawasan CAPD. Penularan terjadi hanya satu arah, dari unggas domestik ke burung-burung air liar penetap di CAPD

    Perbandingan Pertumbuhan Jamur Tiram Putih di Kumbung Ciseeng dan Universitas Al-Azhar Indonesia

    Full text link
    White oyster mushroom (Pleurotus ostreatus) is one of wood fungi which easy to grow at rotting wood and organic waste. White oyster mushroom is rich in protein, carbohydrates, minerals, and vitamins. Environmental factors affecting the growth of white oyster mushrooms is temperature and humidity. The study aims to compare the growth and production of white oyster mushroom in different location, Ciseeng and University of Al-Azhar Indonesia (UAI). Cultivation in UAI done in a controlled situation using autoclave sterilization, inoculation using enkas and the treatment is watering on gunny sack in the mushroom house regularly. Whereas, cultivation in Ciseeng less controlled by traditional cultivation using steam sterilization and inoculation process at open space. Wet weight, dry weight, and biological efficiency results is higher in UAI than Ciseeng at 7.95%, 14.5%, and 7.34% higher, respectively. Morphological parameter such as number of fruiting body, mushroom cap diameters, and stem lenght also show better in UAI than Ciseeng at 23.67%, 8.75%, 54.96% higher, respectively. Better result of mushroom cultivation at UAI supported by 28.3oC average temperature and 93.95% humidity, meanwhile in Ciseeng average temperature and humidity was 29.25oC and 82.15%

    Pengujian Kualitas Minyak Goreng Berulang Menggunakan Metoda Viskositas dan Perubahan Fisis

    Full text link
    – Kualitas produk minyak goreng dari setiap pabrikan memiliki karakteristik yang beragam, tergantung dari bahan dan proses pembuatan. Minyak goreng yang digunakan secara berulang akan meningkatkan asam lemak bebas (kolesterol jahat) yang tidak sehat bila dikosumsi oleh manusia. Pada penelitian ini, minyak goreng dipanaskan bertahap sampai pada titik didih. Hasil pengamatan menunjukan viskositas dan Perubahan fisis minyak goreng akan menentukan besaran asam lemak bebas

    Deteksi Kandungan Babi pada Makanan Berbahan Dasar Daging di Kampus Universitas Al Azhar Indonesia

    Full text link
    - Makanan halal berarti makanan yang diijinkan dalam hukum Islam dan memenuhi syarat yaitu tidak mengandung material apapun yang tidak diperbolehkan dalam hukum Islam. Belum adanya informasi terkait kehalalan makanan yang terdapat pada makanan yang dijual di sekitar kampus UAI menyebabkan perlu dilakukan penelitian yang dapat memberikan informasi terkait kehalalan produk makanan yang dijual pedagang di sekitar kawasan tersebut terutama makanan berbahan daging. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi cemaran daging babi pada makanan berbahan dasar daging yang dijual pedagang di kantin kampus UAI. Metode yang dilakukan yaitu melakukan pengujian menggunakan Porcine detection kit terhadap sampel makanan berbahan daging. Kontrol positif yang dipakai yaitu sampel daging segar babi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh sampel makanan (25 macam) tidak mengandung protein babi (hasil negatif). Dengan demikian makanan yang ada aman untuk dikonsumsi

    Pleurotus ostreatus sebagai Nutrisi Pertumbuhan pada Mus musculus

    Full text link
    Pleurotus ostreatus or white oyster mushroom had been produced commercially on an industrial scale as food and supplements. It is because of this oyster mushroom contained nutritions that were nutriceutical benefit. These fungi acted as anti-tumor, lower cholesterol and anti-oxidants. Based on the wealth of information on the nutritions and the many benefits of this white oyster mushroom, we run the research to obtain information related to the potent of oyster mushrooms in mice. So that white oyster mushroom can be used as a potent medicine to heal various diseases. The purpose of this study was to determine the potency of white oyster mushroom as nutrition growth in mice. This study began with the optimization of the white oyster flour making. Mice in dose of 100 mg / KgBW showed the highest body weight compared to other doses. In the body length parameter indicated that the treatment group with dose of 100 mg / KgBW gave an average body longest compared to other groups. This dose also rise the highest feed intake while the group with the least amount of feed intake was in dose of 200 mg / KgBW

    Pengaruh Pakan Tepung Cannalina terhadap Pertumbuhan Mus Musculus

    Full text link
    – Gizi buruk merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, sedangkan kecukupan zat gizi dibutuhkan untuk pertumbuhan. Upaya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi terus dilakukan salah satunya dengan mencari pangan alternatif. Pada penelitian ini bahan makanan yang digunakan adalah tepung Cannalina yang merupakan kombinasi umbi ganyong merah (Canna edulis Kerr) dan Spirulina (Spirulina platensis). Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi mengenai pengaruh pemberian pakan tepung Cannalina terhadap pertumbuhan, kadar glukosa dan kolesterol darah M. musculus. Metode penelitian adalah eksperimental terhadap 60 ekor M. musculus (mencit) yang dibagi atas 3 kelompok. Kelompok kontrol yaitu yang diberi pakan makanan pelet komersial, kelompok mencit yang makanannya merupakan 50% pelet komersil dan 50% tepung Cannalina, serta kelompok mencit yang makanannya 100% tepung Cannalina. Hasil penelitian menunjukkan pakan tepung Cannalina 50% tidak memberikan respon positif terhadap pertambahan berat badan, panjang badan dan berat otak normal M. musculus. Akan tetapi dapat mempertahankan kadar normal yang cenderung rendah untuk glukosa yaitu 120 mg/dl dan kolesterol yaitu 155 mg/dl. Pemberian tepung Cannalina 100% memberikan efek letal pada M. musculus pada hari ke-4 pengamatan. Tepung Cannalina 50% dan 100% berpotensi untuk menurunkan berat badan, glukosa dan kolestrol darah. Kata kunci - Gizi buruk, kesehatan masyarakat, pangan alternatif , tepung Cannalina, pertumbuha
    corecore