Prosiding KPSDA
Not a member yet
55 research outputs found
Sort by
Penentuan Lebar Sempadan Sebagai Kawasan Lindung Sungai di Kabupaten Sukoharjo
Penelitian ini merupakan penelitian yang berusaha menemukan model pengelolaan sempadan sungai sebagai strategi pengembangan wilayah. Penelitian akan dilakukan dengan menggunakan pendekatan lingkungan sungai dengan didukung pendekatan dari disiplin ilmu geomorfologi.Tujuan penelitian adalah menentukan model pengelolaan wilayah sempadan di sungai-sungai utama di Kabupaten Sukoharjo dengan mengikutsertakan peran masyarakat sekolah. Secara khusus, tujuan Tahun Pertama Menentukan kriteria apa yang diperlukan dalam penentuan lebar sempadan sungai berdasar kajian biofisik dan mengkaji lebar sempadan sungai di Kabupaten Sukoharjo.Tujuan Tahun Kedua 2013, melakukan kajian alternatif pola ruang di sempadan sungai dan mengkaji kesesuaian dengan struktur ruang arahan pola ruang dengan Rencana Umum Tata Ruang.Tujuan Tahun Ketiga 2014, menentukan jenis konservasi biologi dan teknis dan pengembangan keterlibatan masyarakat melalui pendidikan formal sekolah maupun non formal. Penelitian ini menggunakan pendekatan lingkungan sungai dengan dukungan pendekatan geomorfologi (statik, dinamik, dan terapan/geomorfologi lingkungan), dan pendekatan pola pemanfaatan sempadan oleh masyarakat. Metode yang digunakan adalah metode survei dan analisa data sekunder. Beberapa lokasi contoh akan dipilih berdasarkan atas penggunaan lahan, bentuklahan, dan perubahan penampang sungai. Kriteria yang diperlukan untuk penetapan lebar sempadan sungai di Kabupaten Sukoharjoadalah meliputi Kelas Kemampuan lahan dan Luas DAS Tangkapan.Lebar sempadan sungai terdiri atas sempadan mutlak dan sempadan penyangga.Sempadan mutlak ditetapkan selebar 6 meter. Sempadan penyangga ditetapkan 60 meter untuk sungai besar di lahan dengan Kelas Kemampuan Lahan I sampai V dan 35 meter untuk sungai besar di lahan dengan Kelas Kemampuan Lahan I sampai V. Sungai pada lahan dengan kelas kemampuan Lahan VI sampai VIII ditetapkan sempadan penyangganya adalah 35 meter. Perlu adanya riset lanjutan dalam menyusun model pengelolaan sempadan sungai sehingga didapatkan pengelolaan sempadan yang konservatif dan produktif dengan melibatkan masyarakat serta mengemnbangkan model pendidikan lingkungan sungai
Uji Konsentrasi Klorofil Daun Temu Mangga (Curcuma mangga Val.), Temulawak (Curcuma xanthorrhiza), dan Temu Hitam (Curcuma aeruginosa) dengan Tipe Kertas Saring yang Berbeda Menggunakan Spektrofotometer
Chlorophyll is a dye that is widely available in the plant organs such as leaves and stem bark. Chlorophyll plays an important role in the establishment of the materials is needed by plants to grow and evolve as the process of photosynthesis. This study uses the leaves of the genus like Curcuma mangga Val., aeruginosa, and also xanthorrhiza. In this study used the testing of leaf chlorophyll content using filter paper different is Whattman type 1, 40, and 42. From the test results of the chlorophyll content, the results showed that the retrieval Curcuma mangga Val. the value of a high concentration of chlorophyll contained in filtering results with Whattman paper type 42. Curcuma aeruginosa high chlorophyll a concentration shown in the results of filtering with Whattman paper type 1, and Curcuma xanthorrhiza chlorophyll concentrations approaching the difference figures are not much different, which is between 6.4 to 6.6 with the highest value on the results of filtering with Whattman paper type 1
Konsentrasi Logam Berat (Pb dan Cd) pada Bagian Tumbuhan Akuatik Coix lacryma-jobi (Jali)
Perkembangan pembangunan menyebabkan aktivitas manusia di berbagai sektor kehidupan. Kegiatan ini seringkali menghasilkan bahan pencemar yang berdampak terhadap lingkungan. Salah satu pencemaran yang serius adalah logam berat, karena bila terserap dan terakumulasi dalam tubuh manusia dapat mengganggu kesehatan dan menyebabkan kematian. Logam berat seperti Pb (timbal) dan Cd (kadmium) bersifat toksik dan merupakan pencemar di semua media lingkungan. Konsep yang melihat peran tumbuhan sebagai teknologi alami dalam ekosistem guna mengatasi permasalahan lingkungan dikenal dengan istilah Fitoteknologi. Jenis Coix lacryma-jobi (Jali) dipilih karena dijumpai dialam pada daerah riparian di hulu sungai yang kondisi saat ini dimungkinkan tercemar oleh logam berat dari aktivitas pertanian (pupuk dan pestisida) serta aktivitas lainnya. Pendekatan fitoteknologi ini yang digunakan dalam penelitian. Penelitian bertujuan mengetahui kemampuan tumbuhan akuatik Coix lacryma-jobi terhadap paparan logam berat Pb dan Cd, serta konsentrasi yang terdapat pada bagian tumbuhan sebagai metode dalam fitoforensik. Penelitian dilakukan di Teknik Lingkungan ITS selama Maret 2013 s/d Desember 2014. Parameter yang diamati berupa kandungan logam berat pada media tumbuhan (pasir dan air) serta bagian tumbuhan (akar, batang dan daun), dengan variasi jumlah tiga dan lima individu. Percobaan dilakukan di greenhouse TL-ITS dengan konsentrasi paparan Pb 10.000 ppm dan Cd 400 ppm, kemudian analisis kandungan logam Pb dan Cd di laboratorium LPPM-ITS mengunakan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer). Hasil penelitian menunjukan bahwa Coix lacryma-jobi termasuk tumbuhan akumulator dengan nilai translokasi faktor 1,07 Konsentrasi logam Pb yang ditemukan di akar 8.197 ppm, batang 242 ppm dan daun 274 ppm. Sedangkan konsentrasi logam Cd yang ditemukan pada akar 194 ppm, batang 4 ppm dan daun 6 ppm. Sehingga fitoforensik untuk logam Pb dan Cd pada tumbuhan jali terletak di akar
SETS (Science, Environmental, Technology and Society ) sebagai Pendekatan Pembelajaran IPA Modern pada Kurikulum 2013
Dalam dunia pendidikan mulai diintegrasikan pendidikan berwawasan lingkungan, misalnya Pendidikan bervisi SETS (Science Environment Technology and Society) dimaknakan sebagai sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat, merupakan satu kesatuan yang dalam konsep pendidikan mempunyai implementasi agar anak didik mempunyai kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking). Pendidikan bervisi SETS akan membimbing peserta didik untuk berpikir global dan bertindak lokal maupun global dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi sehari-hari. Masalah-masalah yang berada di masyarakat dibawa ke dalam kelas untuk dicari pemecahannya menggunakan pendidikan SETS secara terpadu dalam hubungan timbal balik antar elemen-elemen sains, lingkungan, teknologi, masyarakat. Dalam implimentasi kurikulum 2013 dalam pembelajaran IPA dengan pendekatan SETS di sekolah wawasan SETS yang diaplikasikan ke dalam proses pembelajaran IPA dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh siswa guna meningkatkan kualitas hidup manusia tanpa harus membahayakan lingkungannya
Studi Perilaku Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) di Taman Wisata Alam Grojogan Sewu Tawangmangu Karanganyar
Long-tailed monkeys (Macaca fascicularis) are social primate animals that interact each other. Social interaction done by long-tailed monkeys give rise to different activities of individuals in the population. The purpose of this research was to study long-tailed monkeys behavior in Grojogan Sewu, Tawangmangu, Karanganyar. This research was conducted in Tuesday, November 24th 2014 in Grojogan Sewu, Tawangmangu, Karanganyar. Observational method that used in this research is focal sampling. Determination of sampling points was conducted by purposive sampling so that resulted 8 sampling points (8 individuals of long-tailed monkeys was observed). Observation was done by observing each long-tailed monkeys daily activity until 3 hours with 5 minutes intervals. Result of this research shows that the average percentage of daily activities of the observed long-tailed monkeys are: 2.27% sleeping; 20.76% inactive; 16.78% grooming; 1.99% mating; 32.85% moving; 13.37% eating; 4.97% take caring; 5.26% playing; 0.71% secreting; 0.42% making a voice; and 0.56% agonistic
Kontribusi Vegetasi Lantai pada Infiltrasi Air di Area Sekitar Mata air Mudal, Purwosari, Gunung Kidul, Yogyakarta
Water is important natural resources for people and spring is one of clean natural water resources in the village. Indonesia has high rain fall, but water availability varies spacially and temporally. The change of land cover or ecosystem in spring catchment area or surroundings decreases water catchment capacity. Therefore it is necessary to conduct a study of floor vegetation contribution on rain-water infiltration. This study aims to determine the structures and the roles of floor vegetation in regards of water infiltration at various degrees of slope. This study was carried out in two times, end of the dry season from June to October 2013 and end of wet season from March to June 2014. Floor vegetation data were obtained from 6 plots (1x1m2) in each growth forms and slopes. Water infiltration were analyzed using rain simulation method in 0.5x0.5m2 plot size. Results showed that there were 18 species of 5 families and 29 species of 10 families found during the dry and wet season respectively. Rainy season triggered grass and herbaceous (Poaceae and Asteraceae) plant density from 5 to 9 times, and also shrubs density from 3 to 6 times. Based on important value analysis at slope classes, Panicum repens (34.7%), Ischaemum sp. (34.2%), Elephantopus scaber (33.5%), and Desmodium triflorum (11.9%) are grasses and herbaceous dominated all slopes during both seasons. Boerhavia difussa, Chromolaena odorata, Flemingia macrophylla, and Mimosa pudica are shrubs dominated in all slopes, especially at the steep slopes for the last 3 shrubs. The diversity index of the floor vegetation can be categorized low. Based on the rain simulation with average rate of 67.6 mLs-1, P. repens and M. pudica, can respectively withstand water runoff for 27s and 18s and had infiltration capacity of 83.2 % and 75.9 % in the steep slope, and E. Scaber can withstand water runoff for 15s and had infiltration capacity 71.6% in the gentle slope
Naskah Awal Prosiding (Cover, Editor, Susunan Panitia, Kata Pengantar, Susunan Acara, Jadwal Presentasi Makalah Paralel, Daftar Isi, Daftar Pemakalah)
Cover, Editor, Susunan Panitia, Kata Pengantar, Susunan Acara, Jadwal Presentasi Makalah Paralel, Daftar Isi, Daftar Pemakala
., Conservation Program Through Ex-Situ Cptive Breeding Of Primates at IPB Research Center
., Conservation Program Through Ex-Situ Cptive Breeding Of Primates at IPB Research Cente
Keanekaragaman Kapang Aspergillus pada Serasah Daun Talok (Muntingia calabura L.) di Kawasan Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, Madura
Desa Sukolilo Barat Kabupaten Bangkalan, Madura mempunyai kondisi alam yang cukup ekstrim karena suhu udara yang panas dan kering, dengan tanah yang mengandung kapur, hal ini menjadikan daerah tersebut sebagai salah satu habitat untuk mendapatkan kapang dengan sifat xerofilik dan alkalotorelan. Serasah daun merupakan salah satu substrat representatif untuk mendapatkan kapang karena mengandung berbagai macam bahan organik, yang dapat digunakan sebagai sumber nutrisi. Pohon yang cukup dominan dikawasan tersebut adalah pohon talok (Muntingia calabura L.). Kapang Aspergillus telah dikenal mempunyai spesies-speciesnya yang penting dalam bidang industri. Penelitian untuk mengetahui keanekaragaman kapang dilakukan untuk mengetahui jenis dan kemampuan ensimatis kapang yang diperoleh dan mengetahui perannya dalam siklus biogeokimiawi. Enumerasi kapang dan isolasi dilakukan dengan metode langsung dan tidak langsung pada media agar DG18, MEA dan OA. Kapang yang terisolasi selanjutnya diuji aktivitas enzimatisnya, meliputi uji selulolitik, uji amilolitik dan uji proteolitik pada suhu inkubasi 310C. Dua puluh dua isolat kapang Aspergillus berhasil diisolasi dari 30 sampel tanah dari 3 lokasi yang ditentukan secara purposive. Berdasarkan Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener menunjukkan keanekaragaman spesies yang tinggi. Aktivitas selulolitik tertinggi ditunjukkan oleh A. tamarii (ISM 1), A. aculeatus (ISM 10) menunjukkan aktivitas amilolitik tertinggi, sedangkan aktivitas proteolitik tertinggi ditunjukkan oleh Aspergillus sp. 2 (ISM 17)
Improving Environmental Attitude and Etichs Trough Subject Specific Pedagogy
Improving Environmental Attitude and Etichs Trough Subject Specific Pedagog