531 research outputs found

    Pelanggaran Prinsip Sopan Santun Tindak Tutur Ekspresif dalam Anime Hanasaku Iroha 花咲くいろはの丁寧の違反における表出的言語行為

    Get PDF
    ABSTRACT Puspitasari, Ayu Ratna. 2019. “Pelanggaran Prinsip Sopan Santun Tindak Tutur Ekspresif dalam Anime Hanasaku Iroha”. Thesis, Departement of Japanese Literature Faculty of Humanities Diponegoro University. Supervisor S.I Trahutami, S.S, M.Hum. This research is about the violation of politeness in expressive speech acts in the anime Hanasaku Iroha. The core problems in this research are: 1. How is the realization of expressive speech act in the anime Hanasaku Iroha? 2. How is the violation of Politeness used in the anime Hanasaku Iroha? This research has two purpose: 1. Describing the realization of the expressive speech act forms in the anime Hanasaku Iroha 2. Describe the violation of politeness in the anime Hanasaku Iroha. Data source in this research is anime Hanasaku Iroha. Data collecting techniques used rekam, simak, and catat technique. The data analysis method are contextual method and qualitative method. The speech act and the violation of politeness were analyzed using Leech theory. The results of this research showed that there were 20 data of expressive speech act found in anime Hanasaku Iroha. Those are 10 data containing criticism, 8 data containing tease,1 data containing refuse and 1 data containing blame. From those data is founded 2 kinds violation of politeness. There are 18 data which are violation of approbation maxim and 2 data violation of agreement maxim. Keywords: pragmatics, expressive speech act, violation of politenes

    Ratna Nisrina Puspitasari's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Ratna Nisrina Puspitasari's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    ANALISIS YURIDIS BENTUK DAKWAAN DAN STRATEGI PEMBUKTIAN PENUNTUT UMUM DALAM PERKARA TINDAK PIDANA KORUPSI ( STUDI KASUS PUTUSAN PENGADILAN NEGERI BANYUMAS NOMOR: 116/PID.B/2009/PN.BMS )

    Get PDF
    Dwi Ratna Puspitasari. E0006271. ANALISIS YURIDIS BENTUK DAKWAAN DAN STRATEGI PEMBUKTIAN PENUNTUT UMUM DALAM PERKARA TINDAK PIDANA KORUPSI ( STUDI KASUS PUTUSAN PENGADILAN NEGERI BANYUMAS NOMOR: 116/PID.B/2009/PN.BMS ) . Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan jaksa penuntut umum menyusun bentuk dakwaan alternatif subsidaritas dan strategi pembuktian yang disusun oleh penuntut umum dalam perkara tindak pidana korupsi dalam kasus putusan Pengadilan Negeri Banyumas Nomor: 116/Pid.B/2009/PN.Bms. Penelitian ini merupakan penelitian hukum doktrinal bersifat preskriptif. Jenis bahan hukum yang digunakan yaitu bahan hukum sekunder. Sumber bahan hukum yang digunakan mencakup bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Teknik pengumpulan bahan hukum yang digunakan yaitu studi kepustakaan baik dari buku, peraturan perundang-undangan, dokumen-dokumen dan sebagainya. Analisis bahan hukum menggunakan metode deduksi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dihasilkan simpulan, Kesatu, alasan penyusunan bentuk dakwaan alternatif subsidaritas jaksa penuntut umum dalam kasus Nomor: 116/Pid.B/2009/PN.Bms, yaitu didalamnya mengandung dakwaan kombinasi yang masing-masing terdiri dari dakwaan subsidair dan atau alternatif. Dasar pertimbangan penggunaan alternatif karena penuntut umum belum yakin tentang kualifikasi atau pasal yang tepat untuk diterapkan terhadap tindak pidana tersebut. Sedangkan dalam dakwaan subsidair penuntut umum berpendapat bahwa terdakwa hanya melakukan satu tindak pidana saja, tetapi penuntut umum ragu-ragu tentang tindak pidana apa yang dilakukan terdakwa dan perumusan tindak pidana disusun secara bertingkat dari dakwaan yang paling berat sampai dakwaan yang paling ringan. Kedua, Strategi pembuktian penuntut umum dalam kasus Nomor: 116/Pid.B/2009/PN.Bms dilakukan dengan beberapa strategi, yaitu strategi pembuktian berdasarkan urutan alat bukti yang diajukan di persidangan dan strategi pembuktian berdasarkan pasal-pasal yang digunakan dalam surat dakwaan. Kata kunci: bentuk dakwaan, alternatif subsidaritas, strategi pembuktian, penuntut umum, korupsi Dwi Ratna Puspita Sari. E0006271. A JURIDICAL ANALYSIS ON THE ACCUSATION FORM AND THE PUBLIC PROSECUTOR’S AUTHENTICATION STRATEGY IN THE CORRUPTION CRIME CASE ( A CASE STUDY ON THE BANYUMAS FIRST INSTANCE COURT’S VERDICT NUMBER: 116/PID.B/2009/PN.BMS ) . Law Faculty of Surakarta Sebelas Maret University. This research aims to find out the public prosecutor’s rationale in developing the alternative subsidiary accusation and authentication strategy developed by the public prosecutor in the corruption crime case in the Banyumas First Instance Court’s Verdict Number: 116/Pid.B/2009/PN.Bms. This study belongs to doctrinal law research that is prescriptive in nature. The type of law material employed was secondary one. The law material source employed included primary and secondary law materials. Technique of collecting law material employed was library research from book, legislation, documents and etc. The analysis on law material was done using deductive method. Considering the result of research and discussion, it can be concluded as follows: firstly, the public prosecutor’s rationale in developing the alternative subsidiary accusation in the case Number: 116/Pid.B/2009/PN.Bms, within which it contains combinations accusation each of which consists of subsidiary and or alternative. The rationale of alternative use is because the public prosecutor has not been certain about the appropriate qualification or article to apply to such crime. Meanwhile in the subsidiary accusation, the public prosecutor argues that the accused commits only one crime, but he/she is hesitant about what crime the accused has done and the crime formulation was arranged in an order from the heaviest to the lightest accusation. Secondly, the public prosecutor’s authentication strategy in the case Number: 116/Pid.B/2009/PN.Bms is done in several strategies: the authentication strategy based on the evidence sequence proposed in the court session and the one based on the articles used in the accusation document. Keywords: accusation, alternative subsidiary, authentication strategy, public prosecutor, corruptio

    Modifikasi Desain Struktur Jembatan Ratna dengan Menggunakan Struktur Baja Komposit Jalan Ratna – Darmokali Kota Surabaya, Jawa Timur

    Get PDF
    Jembatan Ratna terletak di Kota Surabaya yang melewati Sungai Kalimas yang masuk dalam Proyek Pemerintah Kota Surabaya dengan dana CSR dari PT Bumiputera. Jembatan ini memiliki panjang 29,4 m dengan lebar 19,40 m didesain dengan 5 lajur kendaraan dan pedestrian di sisi kanan dan kiri jembatan. Jembatan ini melintasi sungai Kalimas yang menghubungkan Jalan Ratna dengan Jalan Bengawan Surabaya dengan kedalaman ± 2,97 meter dari mukai air sungai terhadap elevasi dasar sungai. Jembatan ini awalnya menggunakan balok pratekan pada struktur girder. Penulis memodifikasi desain girder jembatan menjadi balok komposit baja pada struktur girder. Jembatan Ratna digunakan sebagai objek tugas akhir untuk memodifikasi desain struktur jembatan meliputi bangunan atas meliputi: pelat lantai dan bangunan pengaman lainya menggunakan SNI 1726-2016. Perencanaan sambungan mengacu pada AISC-LRFD. Perencanaan bangunan bawah meliputi : pilar, abutment, pondasi, tiang pancang, dan elastomer mengacu pada RSNI 2T-12-2004 serta SNI 2833:2013 Standar Perencaanaan Ketahanan Gempa untuk Jembatan. Jembatan Ratna didesain ulang menggunakan struktur baja komposit dengan bentang jembatan 29,4 meter. Jembatan didesain menggunakan profil gelagar memanjang W 900 x 300 x 16 x 28 dan profil diafragma W 300 x 300 x 10 x 15. Ditengah jembatan juga didesain pilar menggunakan beton yang kuat terhadap aliran air dan benda hanyut aliran sungai. Pada bagian pondasi juga didesain menggunakan spun pile diameter 500 mm sebanyak 16 buah pada abutment dan 20 buah pada pilar. Dari perhitungan desain yang dimodifikasi dari struktur Jembatan Ratna diperoleh bentuk tiang sandaran dengan dimensi 200mm x 200mm dengan tinggi 1,25 m, pelat lantai kendaraan dengan tebal 250 mm. Jembatan ini juga akan dipasang elastomer berdimensi 300 x 500 x 73 mm. ================================================================================================================== Ratna Bridge is located in Surabaya City passing through Kalimas River which is included in Surabaya City Government Project with CSR fund from PT Bumiputera. This Bridge has 29,4 meters of length, and 19,40 meters of width designed with 5 lanes of vehicles and pedestrian on the right and left side of the bridge. This bridge across Kalimas River connects Ratna Street with Bengawan Street Surabaya with ± 2.97 meters above the river water level to the riverbed. This bridge initially used prestressed beams on the girder structure. The author modified the bridge girder design to steel composite beam in the girder structure. Ratna Bridge is used as the final task object to modify the design of the bridge structure covering the upper building includes: floor plates and other security buildings using SNI 1726-2016. Connection planning refers to AISC-LRFD. Bottom structure planning includes : pillar,abutment,fondation,pile, and elastomers are refer to RSNI 2T-12-2004 and SNI 2833:2013 "Standar Perencanan Ketahanan Gempa untuk Jembatan" (Earthquake Resilience Planning Standards for Bridges). Ratna Bridge is being redesigned using composite stell structure with bridge width of 29,4 meters. Bridge Class being redesigned using extend girder profile of W 900 x 300 x 16 x 28 and diaphragm W 300 x 300 x 10 x 15. In the middle of the bridge also designed using concrete pillar which could hold the waterflow and float off objects. On the foundation part also designed using spun pile with 500mm of diameters,16 piles for abutment and 20 piles for pillars. From the calculation of the modified stucture of Ratna Bridge,the obtained shape of the support pole is 200mm x 200mm with 1,25 m of height, vehicles floor plate with 250mm of thickness. Elastomer with dimension of 300 x 400 x 73 mm will also installed on this bridge

    Studi Pelaksanaan Pekerjaan Lapis Pondasi Pada Proyek Pembangunan Jalan dan Jembatan Widang – Gresik – Surabaya

    No full text
    ABSTRAK     Puspitasari, Feny Dwi Ratna. 2010. Studi Pelaksanaan Pekerjaan Lapis Pondasi Pada Proyek Pembangunan Jalan dan Jembatan Widang – Gresik – Surabaya. Proyek Akhir, Program Studi D3 Teknik Sipil dan Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Pranoto, S.T., M.T.   Kata Kunci : Studi pelaksanaan, lapis pondasi jalan.               Lapis pondasi jalan, baik lapis pondasi bawah (subbase course) maupun lapis pondasi bawah (base course) adalah lapisan yang mendukung lapis permukaan (surface course). Lapis pondasi ini berfungsi sebagai bantalan lapis permukan (surface course) dan menyebarkan beban roda dari lapis perkerasan (surface course) ke tanah dasar. Jika pelaksanaan pekerjaan lapis pondasi jalan tidak dilakukan sesuai prosedur, maka akan menghasilkan mutu pekerjaan yang jelek yang dapat menyebabkan lendutan dan retakan (cracking) pada lapisan di atasnya. Berdasarkan uraian tersebut, maka proyek akhir ini akan mengkaji tentang tentang pelaksanaan pekerjaan lapis pondasi serta mengkaji lebih mendalam tentang karakteristik bahan yang digunakan untuk masing-masing lapis pondasi pada proyek pembangunan jalan dan jembatan Widang – Gresik – Surabaya. Tujuan studi lapangan ini adalah: (1) mengetahui karakteristik bahan yang digunakan untuk masing-masing lapis pondasi pada proyek pembangunan jalan dan jembatan Widang – Gresik – Surabaya; (2) mengetahui proses pelaksanaan pekerjaan lapis pondasi pada proyek pembangunan jalan dan jembatan Widang – Gresik – Surabaya. Hasil dari studi lapangan menyebutkan bahwa: (1) Berdasarkan job mix formula dan laporan hasil pengujian agregat kelas B dan agregat kelas A, dapat dilihat bahwa antara timbunan pilihan (selected material), agregat kelas B, dan agregat kelas A mempunyai komposisi butiran yang berbeda, dimana pada selected material mempunyai komposisi butiran dengan gradasi yang lebih besar dibandingkan dengan agregat kelas B dan agregat kelas B memiliki komposisi butiran yang lebih kasar dibandingkan dengan agregat kelas A, serta ketiga material tersebut berada dalam batas toleransi yang direncanakan dan memenuhi syarat sesuai spesifikasi teknis sebagai material lapis pondasi; (2) Pelaksanaan pekerjaan lapis pondasi pada proyek pembangunan jalan dan jembatan Widang – Gresik – Surabaya meliputi, pekerjaan persiapan, pekerjaan survei lapangan dan pengukuran, pekerjaan pembongkaran beton existing, pekerjaan galian, peyiapan badan jalan, pemasangan geotekstil, pekerjaan timbunan pilihan, dan pekerjaan lapis pondasi agregat; (3) Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa kepadatan masing-masing lapis pondasi juga telah memenuhi syarat kepadatan yang ditentukan yaitu 100% dan pelaksanaan pekerjaan lapis pondasi pada proyek pembangunan jalan dan jembatan Widang – Gresik – Surabaya sesuai dengan spesifikasi teknis

    First record of Celaenorrhinus ratna daphne Evans,1949 from Himachal Pradesh and its first photographic record from the Western Himalayas (Lepidoptera: Hesperiidae, Pyrginae)

    No full text
    The daphne subspecies of Celaenorrhinus ratna Fruhstorfer, [1908] reported first by Evans (1949) from Uttarakhand and has not been reported in the past from the neighbor state Himachal Pradesh. In July 2017, Author recorded and photographed about eight specimens of Celaenorrhinus ratna daphne Evans, 1949 for the first time near McLeodganj town of Himachal Pradesh.La subespecie daphne de Celaenorrhinus ratna Fruhstorfer, [1908] citada por primera vez por Evans (1949) de Uttarakhand y no ha sido citada en el pasado del estado vecino Himachal Pradesh. En julio de 2017, el autor registró y fotografió unos ocho ejemplares de Celaenorrhinus ratna daphne Evans, 1949 por primera vez cerca de la ciudad de McLeodganj de Himachal Pradesh

    Risk Factors of Postpartum Hemorrhage in Bondowoso District, East Java

    Get PDF
    Background: Postpartum hemorrhage is the leading cause of the maternal death worldwide. Postpartum hemorrhage accounted 20% of all causes of maternal death in Bondowoso, East Java. This study aimed to examine the risk factors of postpartum hemorrhage.Subjects and Method: This was an analytic observational study using case control design. The study was carried out at 5 community health centers, Bondowoso District, East Java, from March to May 2017. A sample of 120 study subjects were selected for this study by fixed disease sampling, consisting of 40 postpartum women with hemorrhage and 80 postpartum women without hemorrhage. The dependent variable was postpartum hemorrhage. The independent variables were family income, birth space, type of delivery, mother's middle upper arm circumference (MUAC), antenatal visit, and high-risk score card. The data were collected by a set of pre-tested questionnaire. Path analysis was employed for data analysis.Results: Post partum bleeding was directly affected by birth space 10 years (b=3.03; 95% CI = 1.52 to 4.55; p 10 years (b=0.80; 95% CI= 0.32 to 1.57; p= 0.041), family income < Rp 1,417,000 (b=0.72; 95% CI= -0.57 to 1.49; p= 0.070), and antenatal visit ≥ 4 (b=0.70; 95% CI= -0.07 to 1.48; p= 0.076). MUAC was affected by family income ≥ Rp 1,417,000 (b=0.67; 95% CI= -0.08 to 1.44; p= 0.083). Type of delivery (assisted) was affected by high-risk score card <2 (b=1.00; 95% CI = 0.22 to 1.77; p= 0.011) and mother's MUAC <23.5 cm (b=1.04; 95% CI= 0.20 to 1.88; p= 0.015).Conclusion: Post partum bleeding was directly affected by birth space, antenatal visit, high risk score, type of delivery. High-risk score card was affected by birth space, family income, and antenatal visit. MUAC was affected by family income. Type of delivery (assisted) was affected by high-risk score card and mother's MUAC.Keywords: postpartum hemorrhage, risk factorCorrespondence: Ratna Puspitasari. Masters Program in Public Helath, Sebelas Maret University, Surakarta. Email: [email protected]. Mobile: +6285791373311Journal of Maternal and Child Health (2017), 2(2): 177-187https://doi.org/10.26911/thejmch.2017.02.02.0

    HUBUNGAN INISIASI MENYUSU DINI DENGAN KELANCARAN PENGELUARAN ASI PADA IBU POST PARTUM DI PUSKESMAS PATRANG KABUPATEN JEMBER

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan inisiasi menyusu dini dengan kelancaran pengeluaran ASI pada ibu post partum di Puskesmas Patrang Kabupaten Jember. Jenis penelitian ini adalah observasi analitik dengan metode pendekatan prospective. Sampel 26 ibu post partum. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi inisiasi menyusu dini dan kuesioner kelancaran pengeluaran ASI. Berdasarkan hasil uji statistik chi square diketahui bahwa secara statistik terdapat hubungan inisiasi menyusu dini dengan kelancaran pengeluaran ASI. Tingkat kepercayaan yang digunakan ialah 95% dengan p value (0,028) < α (0,05) dan nilai odds ratio (OR) = 11,333. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah usia rata-rata ibu adalah 24,27 tahun, paritas terbanyak ialah multipara, sebagian besar responden beragama Islam, tingkat pendidikan terbanyak ialah SMA, pekerjaan sebagian besar ialah ibu rumah tangga, pendapatan keluarga sebagian besar lebih dari upah minimum regional, dan rata-rata berat badan lahir bayi ialah 3200 gram. Inisiasi menyusu dini dilakukan responden sebagian besar berada dalam kategori tepat. Sebagian besar kelancaran pengeluaran ASI berada dalam kategori lancar. Terdapat hubungan yang signifikan antara inisiasi menyusu dini dengan kelancaran pengeluaran ASI di Puskesmas Patrang Kabupaten Jember berdasarkan hasil p value yang lebih kecil dari nilai α. Berdasarkan hasil penelitian ini, tenaga kesehatan diharapkan mampu meningkatkan pelaksanaan program kelas ibu hamil yang dapat memberikan informasi dan simulasi pada ibu mengenai IMD. Petugas kesehatan setempat dan melakukan roleplay dengan mengikutsertakan ibu. Promosi kesehatan juga dapat dilaksanakan dengan pemberian informasi terkait hal-hal yang dapat mempengaruhi kelancaran ASI, seperti pentingnya IMD, dan dukungan suami serta keluarga demi suksesnya pemberian ASI
    corecore