267 research outputs found
PERILAKU PENGEMIS PASAR TANJUNG KABUPATEN JEMBER (Studi Deskriptif pada Aktivitas Mengemis Jalanan di Daerah Pasar Tanjung) BEHAVIOR OF BEGGAR ON TANJUNG MARKET JEMBER REGENCY (Descriptive Study Activity For Beggar On Tanjung Market)
Perilaku Pengemis Tanjung Kabupaten Jember; Vina Puspa Wardhani, 100910301002, 111 halaman, Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember.
Fenomena pengemis, banyak dijumpai didaerah sekitar pasar tanjung Kabupaten Jember. mereka menjalankan kehidupannya sebagai pengemis dengan tujuan untuk mencari uang guna memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Berbagai cara mengemis mereka lakukan untuk mendapatkan belas kasihan orang, mulai dari berpindah-pindah tempat yang dirasa strategis untuk mengemis (ramai, banyak orang berlalu lalang) sampai dengan tidur disembarang tempat, yang hal ini sebenarnya bertentangan dengan norma-norma sosial yang berlaku di masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana perilaku pengemis di daerah pasar tanjung dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari, serta bagaimana sikap masyarakat terhadap aktivitas mengemis yang mereka lakukan.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif. Teknik penentuan informan menggunakan tehnik snowball sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis, dalam menguji keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik trianggulasi.
Kesimpulannya yaitu Perilaku melanggar nilai dan norma sosial, yaitu mereka tidak mau di tertibkan dengan adanya razia mereka bisa menghindari petugas yang sedang bertugas, meskipun sudah diusir oleh warga dan bahkan warga sudah mengingatkan dan memberitahukan bahwa jangan mengemis tetapi mereka tidak memperdulikannya.
Ada dua sikap yang terlihat pada pandangan masyarakat, yang pertama masyarakat menolak atau tidak menyukai adanya kehadiran para pengemis yang mengganggu ketertiban dan juga mengganggu ketenangan masyarakat yang ada di pasar Tanjung baik penjual maupun pembeli. Penjual yang merasa di rugikan karena telah membuat pelanggan mereka menjadi tidak nyaman akibat keberadaan pengemis tersebut. Dan sikap yang kedua yaitu sekarang penjual sudah tidak menghiraukan para pengemis yang berada di dekat toko/jualan mereka karena masyarakat pembeli sudah tidak merasa terganggu dengan adanya pengemis di pasar dan menganggap itu sudah biasa bagi mereka, bahkan mereka semua merasa kasihan kepada para pengemis karena melihat kehidupannya seperti itu dan melihat kondisi mereka yang benar-benar sangat memprihatinkan. Jadi terdapat dua sikap dari masyarakat yaitu sikap menolak dan sikap menerima. Sikap yang tadinya menolak pengemis karena sikap mereka yang selalu membuat resah dan atau mengganggu ketertiban umum penjual dan pembeli di pasar Tanjung. Dan kedua yaitu sikap yang menerima adanya pengemis di pasar Tanjung menganggap situasi yang di buat oleh pengemis itu sudah biasa bagi masyarakat bahkan masyarakat merasa kasihan kepada mereka karena mereka para pengemis tidak bisa di sembuhkan dari penyakit sosial seperti itu dan memang terdapat pengemis yang kondisinya memang sangat memprihatinkan bagi masyarakat setempat. Hal
ix
itu membuat masyarakat sudah tidak pernah memperdulikan adanya pengemis di pasar Tanjung.
Ilmu Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jember
International Conference on Prevention and Infection Control 2023
Introduction: Clinical case simulators have high data processing, which results in extremely heavy, slow and expensive computational programs, but which can be solved with the implementation of a decision tree with sufficient branches to demonstrate the consequences of a clinical case action. for medical skill and competency training. Objectives: Demonstrate the development of a web tool, based on SaaS (software as a service) and decision tree, for simulating highly complex clinical cases, editable for medical and academic users, capable of implementing multiple scenarios. Methods: It was developed a simulators of clinical cases that was lighter and faster to process. Based on retrospective bibliographical reviews, the decision tree was chosen as an efficient technology for simulating medical cases, since it is a graphic way of representing decisions and their possible consequences, enabling change of course without concrete repercussions. Results: The simulator managed to be developed according to questions and answers that faithfully simulate a medical care and implementation of a decision tree in a web platform and available as SaaS. In this way, the generated simulator is capable of executing clinical cases with correct and optimized processing capacity, with a degree of uncertainty and customized for use. The developed prototype can be adapted, edited and updated at any time, according to the protocol of each country or according to the clinical case desired by the users, being a great differential for medical simulation. The software has graphic resources for adding nodes to the decision tree, with the capacity for multiple outcomes, including multiple reactions in cases of infection, such as COVID-19 and Hepatitis C (HCV). Conclusion: Simulation in the medical scenario is a teaching strategy that is increasingly valued in undergraduate and graduate medical courses, and the use of fast processing simulators that can be edited and updated will have a great impact on medical education, allowing training clinical reasoning and decision-making based on the latest updates
Application of Historic Sites Mosque in Indonesia Using Macromedia Dreamweaver Mx 2004
In making the application of this website is based on many historical places inIndonesia that are not known to the people, but these places have high historicalvalue, especially if used as a medium for learning and recreation. At this time ofwriting the author would like to introduce these historic places and promotes as onetourist attraction in Indonesia through the media.In scientific writing, the writer gives information about mosques, especially thereligious tourist attraction located in Jakarta, Java, Sumatra, which will featureinformation about the history, facilities and image building that would be presented ina simple website also interesting. Making a web site starts from the navigationstructure, design the page, making page, until a way to upload the website
EFEKTIVITAS PEMBERIAN JUS NANAS DAN JUS PEPAYA SEBAGAI PENDAMPING ARV DALAM MENINGKATKAN KADAR CD4
Abstract: Effectiveness of Pineapple and Papaya Juice as Side ARV in Improving CD4 Levels.This research was aim to determine the effect of the compounds bromeilin enzyme in pineapple and contains the enzyme papain in papaya fruit in increasing CD4 towards HIV patients. This research was quasi-experimental. The results showed differences in levels of CD4 significant difference before and after treatment between groups with p = 0.014 and found significant differences between CD4 levels before and after administration of pineapple juice and papaya juice in the intervention group with a value of p = 0.016. It can be concluded therapy pineapple juice and papaya juice effectively increase CD4 levels of HIV in the Rose Clinic Hospital Dr. Abdul Aziz Singkawang.
Abstrak: Efektivitas Pemberian Jus Nanas Dan Jus Pepaya Sebagai Pendamping ARV dalam Meningkatkan Kadar CD4 . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kandungan enzim bromeilin dalam buah nanas dan kandungan enzim papain dalam buah pepaya dalam meningkatkan kadar CD4 penderita HIV. Penelitian ini bersifat eksperimental semu. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan selisih kadar CD4 yang bermakna sebelum dan sesudah perlakuan antar kelompok dengan nilai p = 0,014 dan didapatkan perbedaan kadar CD4 yang bermakna diantara sebelum dan sesudah pemberian jus nanas dan jus pepaya pada kelompok intervensi dengan nilai p = 0,016. Dengan demikian dapat disimpulkan pemberian terapi jus nanas dan jus pepaya efektif meningkatkan kadar CD4 penderita HIV di Klinik Mawar RSUD Dr. Abdul Aziz Singkawang. Hasil penelitian ini disumbangkan pada pemberian konseling penderita HIV di Klinik Mawar khususnya pada saat jadwal rutin/tertentu
Health Hazard Identification in University Research Laboratory : A Literature Review
Health science and technology continues to grow. The university research laboratory is one of the scientific development centers in the medical field. The laboratory is an important part of universities and research centers that have health hazards. Health hazards include chemical hazards, physical hazards, biological hazards and ergonomic risk factors. Method : This literature review using academic databases such as PubMed and ScienceDirect including all listed journals, classified, and analyzed over 12 years, from 2010 to 2022. Conclution : The health hazards present in university research laboratories are varied. Therefore it is necessary to carry out a control and prevention so that the existing health hazards do not cause workers to experience health problems
The development of science learning media wind power plant miniature on the theme always save energy fourth grade students to understanding of concept SD Plus Al-Kautsar Malang
ABSTRAK
Sains memiliki empat unsur utama, yaitu sikap, proses, produk dan aplikasi, sehingga pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman secara langsung untuk mengembangkan kompetensi agar memahami alam sekitar secara alamiah. Untuk mewujudkan pembelajaran tersebut maka dibutuhkan pengembangan media pembelajaran berupa alat peraga yang menjelaskan konsep melalui percobaan sehingga mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa khususnya pada tema selalu berhemat energi.
Rumusan masalah dari penelitian ini yaitu: (1) Bagaimana proses pengembangan media alat peraga miniatur pembangkit listrik tenaga angin pada tema selalu berhemat energi kelas 4 untuk meningkatkan pemahaman konsep pada materi perubahan energi gerak menjadi listrik, (2) Bagaimana efektivitas media miniatur Pembangkit Listrik Tenaga Angin untuk meningkatkan pemahaman konsep dalam pembelajaran ilmu pengetahuan alam kelas IV SD tema selalu berhemat energi, (3) Apakah ada perbedaan pemahaman konsep anatara siswa kelas IV yang menggunakan alat peraga miniatur Pembangkit Listrik Tenaga Angin dengan siswa yang tidak menggunakan alat peraga miniatur Pembangkit Listrik Tenaga Angin.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pengembangan Research and Development (R & D), dengan menggunakan model Borg and Gall. Penelitian ini dilaksanakan di SD Plus Al-Kautsar Malang dengan mengambil sampel kelas IV A dan IV B yang berjumlah 15 siswa masing-masing kelas. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengembangkan media pembelajaran IPA miniatur pembangkit listrik tenaga angin pada tema selalu berhemat energi kelas IV untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa, meningkatkan keaktifan siswa, serta meningkatkan motivasi siswa dalam proses pembelajaran di kelas.
Dari proses pengembangan media miniatur pembangkit listrik tenaga angin melalui beberapa proses: Tahap studi pendahuluan dengan melakukan analisis kebutuhan merupakan langkah yang paling penting untuk melakukan pengembangan yaitu mengumpulkan berbagai informasi, baik dari hasil observasi, dan wawancara. Kegiatan ini sangat mudah dilakukan karena dengan mengumpulkan berbagai informasi pengembang dapat mengetahui secara langsung kondisi nyata dilapangan. Hasil observasi dan wawancara tersebut dapat dijadikan langkah awal untuk mengembangkan produk, perumusan masalah dan tujuan merupakan hal pokok yang harus dilakukan sebelum merancang suatu pengembangan media. Sebab dengan penetapan tujuan dapat diketahui arah suatu produk yang akan dikembangkan.
Dari keefektifan, menunjukkan bahwa pengembangan alat peraga ini menunjukkan keefektifan, terbukti dari media alat peraga yang dilengkapi dengan compact disk sebagai petunjuk pemakaian alat peraga. Hal ini dapat dilihat dari proses kegiatan pembelajaran yang dilakukan pada kelas eksperimen. Pada aspek ketepatan alat peraga dengan tujuan pembelajaran dinilai sudah sesuai. Alat peraga yang dikembangkan sudah mencakup konsep maupun generalisasi materi energi dan perubahannya yang memerlukan media dalam memahaminya.
Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa media pembelajaran IPA medapatkan penilaian kualifikasi yang baik, karena berdasarkan hasil validasi diperoleh nilai dari ahli materi sebesar 98% yang berarti alat peraga sangat valid dan tidak revisi, nilai dari ahli desain media sebesar 94% yang berarti alat peraga mendapatkan kualifikasi sangat valid dan tidak revisi, sedangkan nilai dari ahli pembelajaran yaitu guru tematik sebesar 92,5% yang berada pada kualifikasi valid dan tidak revisi. Dengan perhitungan menggunakan uji t dengan tingkat kemaknaan 0,05 diperoleh hasil thitung ≥ ttabel yaitu 2,58≥2,14 artinya H0 ditolak dan H1 diterima.
Dilihat dari adanya tingkat perbedaan yaitu signifikan dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas IV SD Plus Al-Kautsar Malang. Dengan melihat rerata posttest kelas kontrol yang lebih kecil dibandingkan kelas eksperimen yaitu 81,53 < 90,27. Kesimpulannya ada perbedaan pemahaman konsep antara siswa kelas IV B yang menggunakan alat peraga miniatur PLTA (angin) pada tema selalu berhemat energi dengan siswa kelas IV A yang tidak menggunakan alat peraga miniatur PLTA (angin) pada tema selalu berhemat energi.
ABSTRACT
Science has four main elements, namely attitudes, processes, products and applications, so learning emphasizes providing direct experiences to develop competency in order to understand the nature around naturally. To realize that learning is required development of instructional media in the form of props that explains the concept through trial so as to improve students' understanding of concepts, especially on the theme always save energy.
The problems of this study are: (1) How is the process of development of media props miniature wind power on a theme always save energy class 4 to improve the understanding of the concept to material changes in the energy of motion into electricity, (2) How is the effectiveness of media miniature Power wind to improve understanding of concepts in teaching natural science grade elementary school theme always save energy, (3) Is there a different understanding of the concept between fourth grade students who use props miniature wind Power with students who do not use props miniature Power Wind.
This research uses research and development Research and Development (R & D), using the model of the Borg and Gall. This research was conducted in SD Plus Al-Kautsar Malang by taking samples of class IV A and IV B, amounting to 15 students in each class. The purpose of this study is to develop science teaching media miniature wind power plant on the theme always save energy class IV to improve the understanding of the concept of students, increase student activity, and increase the motivation of students in the learning process in the classroom.
From miniature media development process of wind power through several processes: a preliminary study phase to conduct a needs analysis is the most important step to development which collects a variety of information, both from observation, and interviews. This activity is very easy to do because by collecting a variety of information developers can directly find the real conditions in the field. Observations and interviews can be used as an initial step to develop the product, formulation problems and goals are key things to do before designing a media development. Because the goal setting can be seen toward a product that will be developed.
The effectiveness, suggesting that the development of these props show effectiveness, as evidenced by the media props are equipped with a compact disk as a user guide props. It can be seen from the process of learning activities carried out in the experimental class. In the aspect of the precision of the props with the purpose of learning is considered to be appropriate. Props are developed already includes concepts and generalizations energy materials and amendments requiring the media to understand.
Based on the results that the medium of learning science obtain the qualification assessment was good, because it is based on the validation results obtained value of subject matter experts by 98% which means the props are very valid and no revision, the value of design experts media by 94% which means the props get qualified very valid and no revision, while the value of thematic learning experts that 92.5% of teachers who are in the qualification is valid and not a revision. By calculation using t test with significance level of 0.05 was obtained results t count which ≥ t table 2,58≥2,14 means H0 and H1 accepted.
So, media science learning miniature wind power proved to significantly improve understanding of the concept of fourth grade students of SD Plus Al-Kautsar Malang. By looking at the average posttest control class is smaller than the experimental class which 81.53 <90.27. In conclusion there are differences between the understanding of the concept of fourth grade students who use props and wind power plant miniature on the theme always save energy with a fourth grade students who did not use props wind power plant miniature on the theme always save energy.
مستخلص البحث
للعلوم أربعة عناصر الأساسي، هم الموقف، والعملية، والإنتاج، والتطبيق. تعليم العلوم يركز في إعطاء الخبرة المباشرة لتطوير الكفاءة كي يفهم التلميذ البيئة عالميا. فنحتاج إلى تطوير الوسيلة التعليمية مثل الأداة العارضة التي تشرح النظرية من خلال التجربة لتحقيق ذلك التعليم حتى تكون بهذه الأداة سترفع فهم التلميذ خاصة في موضوع "دوام الإقتصاد على ديناميكية".
أسئلة البحث: 1) كيف عملية تطوير وسيلة أداة العرض منمنم منشط الكهرباء بالريح في موضوع دوام الإقتصاد على ديناميكية للفصل الرابع لترقية فهم نظرية مادة تحويل ديناميكية الحركية إلى ديناميكية الكهربائية؟ 2) كيف فعالية وسيلة منمنممنشط الكرباء بالريح لترقية فهم نظرية التعليم العلوم الطبيعية للفصل الرابع بالمدرسة الإبتدائية بموضوع دوام الإقتصاد على الديناميكية؟ 3) هل هناك الفرق بين فهم النظرية بين التلميذ الفصل الرابع الذي يستخدم منمنم منشط الكهرباء بالريح وإلا؟
هذا البحث يستخدم نوع البحث التطوير بنماذج بورغ وغال (Borg and Gall). هذا البحث في المدرسة الإبتدائية الفاضلة الكوثر مالانق بعينة الفصل الرابع أ وب، عدد التلاميذ خمسة عشر تلاميذ في كل الفصل. هذف البحث أن تطور الباحثة وسيلة التعليم للعلم الطبيعي بوجود الأداة العرضية من منشط الكهرباء بالريح في موضوع دوام الإقتصاد للفصل الرابع لترقية فهم النظرية التلميذ، وترقية نشاط التلميذ، وترقية دافع التلميذ في عملية التعليم داخل الفصل.
عملية تطوير وسيلة منمنم منشط الكهرباء بالريح لها الخطوات. البحث المبدئي بتحليل الحاجة ولمشكلة هي الخطوة المهمة للتطوير أي بجمع المعلومات من نتيجة الملاحظة والمقابلة. هذه الأنشطة سهلة لأن من خلال جمع المعلومات فتعرف المطورة مباشرة كيف أحوال الواقعي في الميدان. نتيجة الملاحظة والمقابلة لتطوير الإنتاج، رمز أسئلة البحث وأهدافه هم الأشياء الأساسية قبل التصميم وتطوير الوسيلة لأن بتعيين الأهداف فتعرف الباحثة تجاه الإنتاج المطور.
من جهة الفعالية، فنتيجة البحث تشير على أن تطوير أداة العرض فعالا. هذا بدليل وسيلة الأداة العرضية المتكاملة بالأسطوانة فيها إرشادة استخدام الأداة العرضية. هذه الفعالية نظرا من عملية التعليم في الفصل التجربي. من جهة دقة الأداة العرضية تناسب بهدف التعليم. الأداة العرضية المطورة قد شملت النظرية أو تعميم المادة الديناميكية وتحويلها التي تحتاج الوسيلة في فهمها.
اعتمادا على نتيجة البحث، فتعرف الباحثة أن وسيلة التعليم للعلم الطبيعي تنال نتيجة جيدة لأن نتيجة التصديق من خبير المادة 98% بمعنى صدق جدا دون الإصلاح، نتيجة من خبير تصميم الوسيلة 94% بدرجة صدق جدا دون الإصلاح، نتيجة من خبير التعليم وهو مدرس العلم الطبيعي الموضوعي 92،5% بدرجة صدق دون الإصلاح. فبحساب الاختبار "ت" بدرجة المعنى 0،05 فنتيجته "ت" حساب ≥ "ت" جدول 2،58≥2،14 بمعنى فرض صفري مردود وفرض واحدي مقبول.
نظرا من وجود درجة الفرق معنوية وهذه تستطيع أن ترفع فهم نظرية التلميذ الفصل الرابع بالمدرسة الإبتدائية الفاضلة الكوثر مالانق. اعتمادا على متوسط الاختبار النهائي من الفصل الضابط أدنى من نتيجة الفصل التجربي 81،53<90،27. فالاتنباط هذا البحث أن هناك الفرق في فهم النظرية بين تلاميذ الفصل الرابع ب الذين يستخدمون الأداة العرضية منمنم منشط الكهرباء بالريح في موضوع دوام الإقتصاد على الديناميكية بتلاميذ الفصل الرابع أ الذين لايستخدمون أداة العرض منمنم منشط الكهرباء بالريح في موضوع دام الإقتصاد على الديناميكية
ANALISIS SEKUENS NUKLEOTIDA WHOLE GENOME VIRUS DENGUE DEN-1 DAN ASOSIASINYA DENGAN MANIFESTASI KLINIS INFEKSI VIRUS DENGUE DI SURABAYA TAHUN 2012
Latar Belakang: Penelitian sebelumnya menunjukkan ada pergeseran
distribusi Virus Dengue (DENV) dari DENV-2 ke DENV-1 di Surabaya. Genetika
DENV seharusnya terlibat dalam mekanisme serotipe DEN-V dan perpindahan
genotipe, serta berkorelasi dengan manifestasi klinisnya. Studi ini menganalisis
karakteristik genetik DENV-1 dan manifestasi klinis.
Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan
rancangan kohort prospektif. Penelitian dilakukan di rumah sakit Dr. Soetomo, sejak
Februari hingga Agustus 2012. Pengelompokkan manifestasi klinis demam berdarah
didasarkan pada pedoman WHO SEARO 2011 tentang demam berdarah. Pasien yang
diduga menderita demam berdarah menjalani pemeriksaan darah lengkap (CBC)
dengan mengukur sel darah putih, sel darah merah dan indeksnya, serta memeriksa
platelet, AST, ALT dan albumin. Petanda kebocoran organomegali dan plasma
dideteksi dengan metode USG. IgG anti-dengue, deteksi IgM (metode ELISA)
dilakukan untuk menentukan status infeksi primer/sekunder dan antigen NS1
dilakukan dengan metode ELISA. Serotipe DENV dilakukan dengan PCR real-time
menggunakan alat SimplexaTM 3M RT-PCR. Pemeriksaan viral load dilakukan
dengan dua langkah yaitu PCR real-time dengan mengunakan alat Applied Biosystem 7500. Sampel positif dikultur dalam sel C6 / 36. Sampel kultur positif digenotipkan
menggunakan urutan gen amplop dan dilakukan sekuensing pada seluruh genom
nukleotida dengan menggunakan 40 pasang primer tertentu. Metode statistik
nonparametrik digunakan untuk menganalisis hasil.
Hasil: Dari 148 pasien (pts), didapatkan 101 anak (<14 tahun) dan 47
dewasa. Pada pemeriksaan RT-PCR didapatkan delapan puluh empat sampel (56,7%)
terdeteksi sebagai DENV positif dan 64 (43,3%) negatif. Distribusi serotipe demam
berdarah pada tahun 2012 adalah DENV-1 (67,9%), DENV-2 (9,5%), DENV-3
(4,8%), DENV-4 (7,1%), campuran DENV-1 & 2 (2,4%), DENV -1 & 3 (5,9%), dan
DENV-1 & 4 (2,4%). DENV-1 terdiri dari genotipe I (66,7%) dan IV (33,3%),
sedangkan genotipe II, III dan V tidak terdeteksi. Perbandingan antara serotipe
DENV atau genotipe DENV-1 tidak menunjukkan perbedaan bermakna dalam
manifestasi DF dan DBD. Hasil dari MCHC, basofil, neutrofil, limfosit, monosit
berbeda secara bermakna di kelompok dewasa ketika serotipe DENV-1 dibandingkan
dengan serotipe lain (p <0,05). Dikelompok anak, jumlah sel darah merah (RBC)
lebih tinggi pada genotipe I DENV-1 daripada IV, tetapi rerata hemoglobin sel darah
merah (MCH), limfosit dan tingkat albumin lebih rendah pada genotipe I. Tingkat
viral load lebih tinggi pada genotipe I daripada IV, tetapi hal tersebut tidak berbeda
bermakna. Dengan menganalisis seluruh rangkaian nukleotida genom, setiap strain
DENV-1 menunjukkan perubahan nukleotida dan asam amino. Substitusi asam amino
sebagian besar berada di wilayah NS5, seperti M34I, Y127H, V135I, I190E, A259S,
D274E, D554G, V413I, E647G, I651T, A658G, I716V, H828Y, yang memainkan peran penting dalam replikasi virus. Dari seluruh analisis sekuens genom, jumlah
subtitusi asam amino tidak berimbas pada manifestasi DF dan DBD.
Simpulan: Beberapa tolok ukur menunjukkan perbedaan bermakna antara
serotipe atau genotipe DENV-1. Tidak ada perbedaan dalam manifestasi demam
berdarah terkait dengan perubahan asam amino, tetapi masih ada kemungkinan bahwa
manifestasi klinis demam berdarah terkait dengan faktor genetik virus berdasarkan
beberapa tolok ukur yang berbeda secara bermakna
Pentingnya Penerapan Etika Bisnis Pada Perusahaan Di Indoneisa
Ethics in business within the enterprise is essential. Ethics play a role in terms ofManaging all the rights and obligations of employees in the company. Ethics also ensuresthat no employee who did not get justice in the company. The goal is to help everyoneunderstand what is expected by the company to its employees.Code of conduct in companies in the West is already running, and consider an institutionincorporated under the laws themselves. Not so our society. Many companies in Indonesiawhich was not a corporate organization with good management, but rather like a shop.Fortunately, the harm is not clear.An organization can long survive is not shaped by great management, nor by greatpeople, or systems, but built by a strength values. Those values are always stressed to digsomething starting from the bottom.Ethics is the science that deepens the moral standards of personal and moral standards ofsociety. Ethics questioned how the standards applied in our lives and whether thestandards that made sense or not. Reasonable standard that is supported by reasoningthat whether good or bad. Ethics is also a review of moral standards, moral standardsinspection process or the public to determine whether these standards make sense or notto apply in concrete situations and problems. The ultimate goal is to develop the moralstandards of building our sense of moral standards that make sense to adopted. Explicitpurpose of ethics is to determine the correct standard or supported by good reasoning,and thus try to reach conclusions about the ethics of a true moral right and wrong, andmoral good and evil.Business ethics is a specialized study of moral right and wrong as applied to the standardin policies, institutions, and business conduct. and how the standards were implementedinto the system and organization of modern society which used to produce and distributegoods and services and applies to people who are in the organization.Keywords: Business ethics, corporate culture, corporat
Analisis Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Pokok Bahasan Logaritma (Siswa Kelas Ix Smp Negeri I Purwodadi Grobogan)
Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui letak kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelasaikan soal pada pokok bahasan logaritma dan seberapa besar persentase kesalahan yang dilakukannya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri I Purwodadi Grobogan tahun ajaran
2006/2007, sedangkan sampelnya berjumlah 48 anggota. Sampel diambil dengan penarikan sampel secara cluster random. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes sebagai metode pokok dan metode dokumentasi sebagai metode bantu. Tes yang disusun berupa soal-soal uraian tentang materi logaritma. Setelah melakukan perhitungan terhadap data yang diperoleh maka didapat persentase untuk tiap-tiap kesalahan, yaitu kesalahan pemahaman materi pelajaran sebesar 57,55% yang tergolong cukup, kesalahan pengaplikasikan rumus sebesar 55,56% yang tergolong cukup, kesalahan menganalisis soal sebesar 73,91% yang tergolong tinggi, dan kesalahan mengevaluasi soal sebesar 6,67%
yang tergolong sangat rendah. Dengan demikian dapat diketahui jenis kesalahan terbesar adalah pada kesalahan dalam menganalisis soal, sehingga pada tingkat
kompetensi ini perlu diperhatikan dengan seksama untuk melakukan perbaikan lebih lanjut
Potensi microRNA Sebagai kandidat terapi gagal jantung
ABSTRAK
Buku “Potensi microRNA Sebagai Kandidat Terapi Gagal Jantung” merupakan bentuk realisasi inovasi penulis dalam menerapkan ilmu molekuler pada gagal jantung. Gagal jantung merupakan sebuah sindroma yang kompleks dengan penyebab multifaktorial yang perlu ditelaah setiap mekanisme yang serta penatalaksanaannya dalam perspektif biomolekuler yaitu berbasis microRNA. Tatalaksana gagal jantung dalam perspektif biomolekuler dengan dasar penerapan ilmu genetika suatu inovasi dalam bidang kedokteran yang sampai saat ini masih terus diuji dan diuji secara aplikatif. Buku ini ditulis sebagai salah satu publikasi ilmiah yang memaparkan secara beralur mekanisme utama gagalnya pemaparan secara molekuler dan seluler yang mengenai mekanisme tersebut menjadi dasar kerja kandidat terapi berbasis microRNA. Selain itu, pada buku ini juga dicantumkan materi terkait epidemiologi, etiologi, dan faktor risiko gagal jantung serta perspektif Islam dalam bidang kesehatan dan pengembangan terapi.
ABSTRACT
The book "Potential of microRNA as a Candidate for Heart Failure Therapy" is a form of realization of the author's innovation in applying molecular science to heart failure. Heart failure is a complex syndrome with multifactorial causes that need to be studied by each mechanism and its management from a biomolecular perspective, namely microRNA-based. The management of heart failure in a biomolecular perspective based on the application of genetics is an innovation in the medical field which is still being tested and tested in an applicative manner. This book is written as one of the scientific publications that outlines the main mechanism of failure of molecular and cellular exposure, which is the mechanism that forms the basis for the work of candidates for microRNA-based therapy. In addition, this book also includes material related to epidemiology, etiology, and risk factors for heart failure as well as Islamic perspectives in the field of health and therapeutic development
- …
