1,723,891 research outputs found

    HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN SIKAP IBU HAMIL TERHADAP KUNJUNGAN ANC (ANTENATALE CARE) ERA PANDEMI COVID-19 DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN WAHYUNING PURWATI MAGUWOHARJO YOGYAKARTA

    Full text link
    Latar Belakang: Pandemi COVID-19 saat ini membuat rasa takut dan kecemasan ibu hamil pun semakin meningkat. Kecemasan dan kekhawatiran terkait COVID-19 pada ibu hamil adalah kunjungan ke rumah sakit untuk periksa kehamilan. Kecemasan yang dirasakan ibu hamil dikarenakan takut tertular apabila pergi ke fasilitas kesehatan dan takut apabila tidak melakukan kunjungan ANC juga akan membahayakan dirinya dan janin yang dikandungnya. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan sikap ibu hamil terhadap kunjungan ANC (antenatale care) era pandemi COVID-19 di Praktik Mandiri Bidan Wahyuning Purwati Maguwoharjo Yogyakarta Tahun 2022 Metode: Jenis penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan yang tercatat di Praktik Mandiri Bidan Wahyuning Purwati Maguwoharjo Yogyakarta sebanyak 54 orang dengan sampel sebanyak 35 orang. Pengumpulan data kecemasan dan sikap menggunakan kuesioner. Pengujian hipotesis mengggunakan uji chi square. Hasil: sebagian besar responden berpendidikan SMA (57,1%). berumur 20-35 tahun (85,7%). Sebagian besar kehamilan responden merupakan kehamilan pertama. Tingkat kecemasan, sebagian besar mengalami kecemasan sedang (62,7%). Sikap kunjungan ANC (Antenatale Care) ibu hamil era pandemi COVID-19 sebagian mendukung. Pengujian hipotesis menunjukkan ada hubungan tingkat kecemasan dengan sikap ibu hamil terhadap kunjungan ANC (antenatale care) era pandemi covid-19 di Praktik Mandiri Bidan Wahyuning Purwati Maguwoharjo Yogyakarta dengan p=0,000. Kesimpulan : Ada hubungan tingkat kecemasan dengan sikap ibu hamil terhadap kunjungan ANC (antenatale care) era pandemi covid-19 di Praktik Mandiri Bidan Wahyuning Purwati Maguwoharjo Yogyakart

    Bentuk Koreografi Tari Gandaria Karya Puji Purwati

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk koreografi Tari Gandaria karya Puji Purwati, tarian yang menggambarkan secara simbolik tentang kesuburan. Dalam perkembangnya Tari Gandaria dipentaskan sebagai selingan pada kesenian Ketoprak dan Emprak. Oleh Puji Purwati dikemas kembali menjadi tari yang dapat dipentaskan sebagai hiburan di semua acara dan menjadi materi pembelajaran di sanggar dan sekolah formal. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif analisis dengan pendekatan koreografi, yaitu tari dipandang dari aspek bentuk, teknik, isi. Penggunaan pendekatan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk mengetahui teks koreografi Tari Gandaria karya Puji Purwati. Berdasarkan hasil penelitian tersebut bentuk koreografi Tari Gandaria sebagai tari berpasangan pria dan wanita, menampakkan struktural tari terbagi menjadi tiga bagian yaitu bagian Pambuka, bagian Manggandha, dan bagian Panutup, dengan penambahan-penambahannya menyangkut permasalahan waktu, menghilangkan erotis berlebihan, menjadi tari sebagai materi pembelajaran di sekolah dan sanggar. Kata kunci: Gandaria Lama,Pendekatan Koreografi, Gandaria Baru

    Stem Cell Inovasi Unggulan UNAIR

    Full text link
    Salah satu produk inovasi unggulan dari Dirjen Pengembangan Inovasi Kemenristek adalah stem cell penelitian dari pusat penelitian dan pengembangan stem cell (P3SC) Universitas Airlangga Surabaya. Produk stem cell atau sel punca antiaging (antipenuaan) terus dikembangkan mengarah ke produksi secara masal karena peminat produk ini sangat banyak, terutama di bidang kesehatan dan perawatan wajah. Kepala P3SC UNAIR Purwati menjelaskan jenis sel punca ini dipilih karena memiliki pasar komersil yang luas dan banyak dibutuhkan. Program Teachinh Industry Stem Cell ini sendiri telah diresmikan oleh Menristekdikti Mohamad Nasir di Gedung Lembaga Penyakit Tropis Kampus C Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, tahun 2018 lalu dan tahun 2019 ini sudah memasuki proses produksi komersial, setelah melewati tes di BPOM (badan Pengawas Obat dan Makanan) "Kenapa antiaging, kalau riset disini kan yang ini (sel punca antiaging) komersialisasi dan hilirisasi produk untuk teaching industry dari BUMN Phapros," kata Purwati

    Racik 3D Printing dan Stem Cell

    Full text link
    Penelitian yang dilakukan Stem Cell Research and Development Center Airlangga University-RSUD dr Soetomo makin menggembirakan. Yang terbaru, mereka menyiapkan penggabungan teknologi 3D printing dan stem cell (sel punca). Penggabungan dua teknologi baru tersebut tergambar dari paparan dr Purwati SpPD FINASIM. Dia menyampaikan hal itu dalam Symposium & Workshop Stem Cell for The Future Medicine di Hotel Bumi Surabaya, Kemarin (13/8). Dalam simposium yang berlangsung sampai hari ini (14/8) itu, Purwati memaparkan proses stem cell dan aplikasi 3D printing untuk masa depan kedokteran. Dua bulan lalu, dia menghadiri workshop penerapan 3D printing untuk stem cell di Mainz, Jerman. "Teknologi 3D printing saat ini menjadi isu paling seksi di dunia" tegasnya. Teknologi 3D printing merupakan sebuah pembuatan objek oragn tiga dimensi. pembuatannya layer-by-layer. Lapis demi lapis

    Evaluasi pendidikan/ Purwati

    No full text
    87 hal.; 21 cm

    Evaluasi pendidikan/ Purwati

    No full text
    87 hal.; 21 cm

    Evaluasi pendidikan/ Purwati

    No full text
    87 hal.; 21 cm

    Evaluasi pendidikan/ Purwati

    No full text
    87 hal.; 21 cm

    Evaluasi pendidikan/ Purwati

    No full text
    87 hal.; 21 cm

    REINTERPRETASI PUJI PURWATI DALAM TARI OREK-OREK DI SANGGAR GALUH AJENG KABUPATEN REMBANG

    Full text link
    ABSTRAK Reinterpretasi Puji Purwati dalam Tari Orek-Orek di Sanggar Galuh Ajeng Kabupaten Rembang (Ainun Galih Widya Asih, 2018). Skripsi Program Studi S1-Seni Tari, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Tari Orek-Orek adalah tari rakyat yang ditarikan penari putra dan penari putri secara berpasangan, diiringi gending Orek-Orek dengan menggunakan instrumen gamelan yang berlaras selendro. Penelitian ini mengungkapkan tentang reinterpretasi Puji Purwati dalam tari Orek-Orek dengan pembahasan yang meliputi bentuk tari Orek-Orek susunan Puji Purwati di Sanggar Galuh Ajeng, reinterpretasi Puji Purwati dalam tari Orek-Orek di Sanggar Galuh Ajeng yang tampak pada gerak, musik, rias dan busana, waktu dan tempat pertunjukan. Penelitian ini menggunakan landasan teori bentuk yang dikemukakan oleh Soedarsono dan teori garap yang dicetuskan oleh Rahayu Supanggah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, merupakan metode penelitian yang menekankan pada telaah mendalam pada fenomena yang terjadi dengan melakukan wawancara, observasi, dokumentasi, pengamatan langsung, pengamatan tidak langsung, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk tari Orek-Orek yang di susun oleh Puji Purwati merupakan hasil reinterpretasi dari tari Orek-Orek yang hidup di Kabupaten Rembang. Hasil reinterpretasi dapat dilihat pada segi gerak yang mempunyai gaya pesisiran pada gerak laku egol dan egol laku telu, pada busana didesain dengan menggunakan batik Lasem, pada rias menggunakan rias korektif. Kata Kunci : Orek-Orek, Reinterpretasi, Garap, Puji Purwat
    corecore