183 research outputs found

    PERHITUNGAN KEBUTUHAN AIR IRIGASI DAN POLA TANAM PADA DAERAH IRIGASI RAWA SALIM BATU DENGAN LUAS AREAL 350 HA, KABUPATEN BULUNGAN, PROVINSI KALIMANTAN UTARA

    Get PDF
    Sandi, Perhitungan Kebutuhan Air Irigasi dan Pola Tanam Pada Daerah Rawa Salim Batu Dengan Luas Areal 350 Ha Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara, di bawah bimbingan Purwanto, ST., M.T dan Viva Oktaviani, ST., M.T.Di Tanjung Buka adalah wilayah di Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan Daerah tersebut memiliki potensi masyarakat untuk bercocok tanam.Oleh karna itu, alokasi air irigasi harus dilakukan secara efektif dan efisien, dalam memnuhi kebutuhan air pada sector pertanian dan system irigasiPenelitian ini menggunakan data primer dan sekunder yang didapat dari survey maupun perhitungan, untuk mengetahui kebutuhan air tanaman padi- dan palawija

    Analisis Pengaruh Variasi Tegangan Tabung dan mAs terhadap Kontras pada Sistem Digital Radiografi

    Get PDF
    Introduction: Digital radiography has become one of the most important diagnostic techniques in the field of radiology, offering advantages in terms of image quality and efficiency. Objective: This study aims to analyze the effect of tube voltage (kV) and milliampere second (mAs) variations on contrast and image density in digital radiographic systems. The selection of the right exposure factor is a fundamental principle for radiographers to produce quality images. Methods: This study uses an experimental method with two variables: tube voltage variations (46 kV, 50 kV, 55 kV, 60 kV, and 66 kV) with fixed mAs values (8 mAs), and mAs variations (2 mAs, 4 mAs, 6 mAs, 8 mAs, and 10 mAs) with fixed tube voltages (50 kV). Result: The study showed that the variation of tube tension had a significant effect on the density value of the image. A tube voltage of 46 kV produces a minimum density of 0.02 and a maximum of 3.22, while a 66 kV produces a minimum density of 1.88 and a maximum of 2.68. The density increases as the tube tension increases, but the contrast of the image tends to decrease, following an exponential relationship with a correlation value of R² = 0.90. In contrast, the mAs variation shows that even though the density increases linearly, the contrast of the image remains unaffected. Conclusion: This study emphasizes the importance of understanding the regulation of exposure factors, where tube voltage has a greater effect on image quality than mAs. This study provides recommendations for optimal regulation in radiography practice to achieve better resultsAnalisis tanggung jawab radiografer Sangat penting untuk mengembangkan lebih lanjut manfaat radiologi di klinik darurat. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui pekerjaan mana yang membutuhkan produktivitas. Workload indicators of staffing need (WISN) merupakan sebuah standar pengukuran  kebutuhan tenaga Kesehatan berdasarkan  indikator  beban kerja  Strategi ini adalah teknik komputasi yang membuat garis besar tanggung jawab seperti halnya jumlah kebutuhan aset manusia yang bergantung pada latihan item di kelas. sumber daya manusia. Penelitian ini untuk mengetahui gambaran beban kerja petugas radiografer menggunakan metode WISN. Observasi ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survey. Di Instalasi Radiologi RS UNS jumlah waktu kerja tersedia dari kegiatan kerja setiap hari dan jumlah hari libur dalam setahun 120 menit per tahun dimana jumlah waktu kerja yang tersedia yang didapatkan sudah sesuai sesuai dengan standar waktu kerja di Rumah Sakit UNS. Beban kerja yang didaptkan 260 hari per tahun dan rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk menangani pasien 5-10 menit untuk pasien konven dan Ct-Scan dan untuk kontras 30-60 menit tergantung pemeriksaan dan waktu kerja dalam sehari 7-8 jam. Standar beban kerja 2000 jam per tahun dan untuk menentukan standar kelonggaran 75(1 jam 15 menit per orang) dan untuk memastikan SDM per unit kerja 2,25. hasil yang diperoleh melalui metode workload indicators staffing needs (WISN) sudah sesuai dengan standar pelayanan radiologi diagnostik menurut Kepmenkes No. 1014 Tahun 2008 yang menerangkan bahwa perbandingan 1 modalitas pesawat diagnostik untuk 2 orang radiografer

    Use of Iodine Contrast Volume and Low Radiation Dose Abdominal CT-Scan Examination New Standard Procedure Patient Safety Radiology Services

    No full text
    Radiodiagnostic and interventional radiology services (RIR) is one of the services that has a high risk to patient safety, one of the risks that exist in RIR services is the use of iodine-based contrast materials with a large volume that can increase the occurrence of CIN (Contrast Induced Nepropathy), CT scan of the abdomen with contrast also has a potential risk of radiation exposure received by the patient. Efforts need to be made to improve new protocol standards that prioritize patient safety. The research method was carried out by an experimental method followed by the implementation of the new standard protocol CT Abdominal Scan using contrast by involving 10 samples, both CT Scan Abdominal Examination in contrast to the old standard and with the new standard. The results of experimental research using phantom materials show that the use of low volume contrast and low radiation dose produces a higher enhancement or opacity (HU) value when compared to using low contrast volume and high radiation dose. The results of the protocol implementation of 10 samples evaluated by 2 observers showed that there was no difference in the value of anatomical images between the old and new protocols. Anova's one-way analysis showed that the value of F-value = 0.22 and p-value = 0.88 because the p-value was greater than 0.05, there was no significant difference between the two CT Scan protocols. The results of experiments with phantom and the implementation of new standards using contrast volume and low radiation dose have proven to be an alternative to the new protocol standard CT Abdominal Contrast Scan based on patient safety

    Proposal of Setting Up a Joint ESC / EAEE Working (Task) Group on Updating of the Concept of Seismic Intensity and of the Seismic Intensity Scales

    No full text
    The proposal presented subsequently was forwarded by the author, in August 2010, on the eve of the 14th European Conference on Earthquake Engineering, to:- Prof. Atilla Ansal, Secretary General, EAEE;- Dr. Mariano García-Fernández, Secretary General, ESC.This proposal was to a high extent a follow up of the project “Quantification of seismic action on structures” (2005-2008), in which research groups of institutes of Romania (coordination), Russian Federation and Republic Moldova were involved. A summary outcome of the project referred to is represented by the volume [Sandi & al., 2010a]. A brief presentation of the volume referred to is given in its foreword, reproduced in Annex II. The correspondence related to the submission of the proposal is reproduced in Annex III. A paper on this subject, [Sandi & al., 2010b], presented at the 14th European Conference on Earthquake Engineering, is also reproduced in this issue of the journal

    Evaluation report for the Healthier Oregon outreach and healthcare system navigation grant program

    Get PDF
    authored by the OSU Evaluation Team : Sandi Cleveland Phibbs, PhD, MPH, Haley Delgado, MPH, Daniela Aguilar, MPH, Araceli Mendez, MPH, Oralia Mendez, MPH, Katherine McLaughlin, PhD.This archived document is maintained by the State Library of Oregon as part of the Oregon Documents Depository Program. It is for informational purposes and may not be suitable for legal purposes.Includes bibliographical references.Mode of access: Internet from the Oregon Government Publications Collection.Text in English

    Upaya Peningkatan Keamanan Siber Indonesia oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) tahun 2017-2020

    Get PDF
    Penelitian ini menganalisis mengenai upaya peningkatan keamanan siber yang dilakukan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sebagai institusi keamanan siber nasional Indonesia. Dalam menganalisis hal tersebut, penulis menggunakan Teori Sekuritisasi serta Konsep Keamanan Siber. Berdasarkan data yang diperoleh, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dibentuk berdasarkan peraturan presiden dengan tugas untuk melaksanakan keamanan dalam bidang siber secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan, mengembangkan, serta mengkonsolidasikan berbagai unsur yang berkaitan dengan keamanan siber. Dalam meningkatkan keamanan siber di Indonesia mengacu pada lima aspek pada Global Cybersecurity Index yaitu aspek hukum, aspek teknis, aspek organisasi, aspek pengembangan kapasitas, dan aspek kerja sama. Global Cybersecurity Index digunakan untuk mengukur komitmen suatu negara terkait kapabilitas keamanan siber di negaranya. Dengan adanya upaya-upaya yang dilakukan BSSN terkait peningkatan keamanan siber diharapkan dapat mengurangi resiko dan ancaman dalam ruang siber di Indonesia. Kata kunci: Keamanan Siber, Badan Siber dan Sandi Negara, Indeks Keamanan Siber Global, Indonesia. This research analyzes about the strategy carried out by the National Cyber and Crypto Agency (BSSN) as the national cybersecurity institute. In this research, the author utilizes the Theory of Securitization and The Concept of Cybersecurity. Based on the data obtained, BSSN was formed by the Presidential Regulation on BSSN which state that BSSN is tasked with implementing cybersecurity effectively and efficiently by utilizing, developing and consolidating all parties related to cybersecurity. BSSN used Global Cybersecurity Index framework to improve the national cybersecurity capability. The GCI measures the commitment of countries in cybersecurity according to the five pillar: legal measures, technical measures, organizational measure, capacity development, and cooperative measures. The strategy of BSSN is expected to be able to face the problems and challenges in the present and future era. Key points : Cybersecurity, the National Cyber and Crypto Agency, Global Cybersecurity Index, Indonesi

    PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DAN TEKNIK SOSIODRAMA DALAM MATERI BENTUK-BENTUK INTERAKSI SOSIAL SEBAGAI UPAYA PENANAMAN NILAI-NILAI PANCASILA

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan proses dan hasil penerapan model Problem Based Learning (PBL) dan teknik Sosiodrama dalam materi Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial sebagai upaya penanaman nilai-nilai Pancasila pada peserta didik kelas VII di SMP Negeri 5 Probolinggo tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada model Class Action Research yang dikemukakan oleh Kemmis and Taggart (1988). Peningkatan prestasi belajar sebagai hasil dari tindakan ini adalah sebesar 7,92%. Demikian juga dengan hasil tes di akhir tindakan baik siklus I maupun II yang menunjukkan adanya peningkatan sebesar 12,29%. Tes akhir tindakan merupakan penguatan terhadap proses pembelajaran dalam menerapkan model PBL dan teknik Sosiodrama dalam rangka penanaman nilai-nilai Pancasila melalui Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Adanya peningkatan terhadap hasil tes akhir tindakan sebesar 12,29% mengindikasikan keberhasilan penelitian dalam penerapan model Problem Based Learning (PBL) dan teknik Sosiodrama dalam materi Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial sebagai upaya penanaman nilai-nilai Pancasila pada peserta didik kelas VII di SMP Negeri 5 Probolinggo tahun pelajaran 2019/2020. Kata Kunci: Problem Based Learning (PBL), Teknik Sosiodrama, Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial, Penanaman Nilai-Nilai Pancasila Abstract: The aim of study is to describe the process and results of implementing the Problem Based Learning (PBL) model and sociodrama techniques in the form of Social Interaction as an effort to instill Pancasila values in grade VII students at SMP Negeri 5 Probolinggo in the 2019 academic year / 2020. In this study, a Class Action Research (CAR) is used which refers to the Class Action Research model proposed by Kemmis and Taggart (1988). The increase in learning achievement as a result of this action was 7.92%. Likewise, the test results at the end of the action both cycle I and II showed an increase of 12.29%. The final action test is a strengthening of the learning process in applying the PBL model and sociodrama techniques in order to instill Pancasila values through Strengthening Character Education (PPK). An increase in the results of the final action test by 12.29% indicates the success of research in the application of the Problem Based Learning (PBL) model and the Sociodrama technique in the Forms of Social Interaction as an effort to instill Pancasila values in grade VII students at SMP Negeri 5 Probolinggo academic year 2019/2020. Keywords: Problem Based Learning (PBL), Sociodrama Techniques, Forms of Social Interaction, Inculcation of Pancasila Values

    BATIK SPERO SEBAGAI KEARIFAN LOKAL DALAM PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (PROJEK PROFIL) DI SMP NEGERI 2 PROBOLINGGO

    Get PDF
    Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila telah dilaksanakan pada sekolah penggerak dan sekolah yang menerapkan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM). Penguatan projek profl pelajar Pancasila diharapkan dapat menjadi sarana yang optimal dalam mendorong peserta didik menjadi pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Tema yang dipilih untuk dilaksanakan dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMP Negeri 2 Probolinggo adalah Kearifan Lokal dengan topik Eksplorasi Batik Spero. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila merupakan momentum untuk menguatkan keberadaan Batik Spero sebagai keunggulan sekolah sekaligus kearifan lokal. Batik Spero menjadi  media pembelajaran dalam penguatan profil pelajar Pancasila sehingga peserta didik mampu membangun rasa ingin tahu dan kemampuan inkuiri melalui eksplorasi budaya dan kearifan lokal

    APLIKASI KRIPTOGRAFI DENGAN METODE ELECTRONIC CODE BOOK (ECB) DAN BASE 64 UNTUK PENGAMANAN DATA MENGGUNAKAN JAVA

    No full text
    Dengan semakin berkembangnya pemanfaatan teknologi informasi dalam membantu pekerjaan di berbagai organisasi maupun pekerjaan pribadi, maka keamanan telah menjadi aspek yang sangat penting dalam suatu sistem informasi. Salah satu upaya pengamanan data pada sistem informasi yang dapat dilakukan adalah kriptografi. Tujuan penulisan ini adalah untuk membangun suatu aplikasi yang berfungsi untuk mengamankan suatu pesan. Dengan mengubah suatu pesan asli menjadi pesan sandi dan mengembalikan pesan sandi ke bentuk semula menjadi pesan asli. Dari hasil pengujian aplikasi, dapat diketahui bahwa aplikasi Enkripsi Dekripsi ini dapat berfungsi dengan baik pada saat mengenkrip maupun mengdekrip. Aplikasi enkripsi dekripsi ini menggunakan Metode Teknik Base 64 dan ECB (Electronic Code Book) dengan menggunakan bahasa pemrograman Java SE. Kata kunci : Plainteks, chiperteks, ponsel,Teknik Base 64, mode ECB (Electronic Code Book), Java SE

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL MELALUI PARTISIPASI KOMUNITAS SAHABAT DUNIA (SANIA) ”SANIA THE EXPLORER”

    No full text
    Tujuan dari penelitian pengembangan ini untuk mengembangkan media pembelajaran dalam bentuk video agar partisipasi aktif peserta didik dapat meningkat dalam proses pembelajaran yang berorientasi pada kecakapan abad 21 dan keterampilan berpikir tingkat tinggi melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sebagai sarana untuk pembuatan media pembelajaran sesuai dengan literasi dasar (Literasi Bahasa, Literasi Sains, dan Literasi Digital). Pengembangan media pembelajaran ini menggunakan metode penelitian pengembangan sesuai sistematika dalam panduan Inobel 2019. Media yang dikembangkan adalah video pembelajaran yang berjudul Sania The Explorer the series merupakan seri video pembelajaran yang terdiri dari 3 episode yakni 1) Mengenal Bencana Alam, 2) Sejarah Bangsaku, dan 3) Flora dan Fauna di Indonesia. Ketiga video pembelajaran tersebut dibuat untuk menunjang proses pembelajaran yang interakatif dan menyenangkan. Dimana proses pembelajaran tersebut dapat dilakukan tidak hanya di dalam kelas, namun bisa diakses dimanapun berada melalui ponsel pintar. Sania The Explorer adalah media pembelajaran yang berprinsip “dari dan untuk peserta didik”. Hal tersebut dikarenakan peserta didik menjadi pemeran dalam video tersebut, serta video pembelajaran tersebut diperuntukkan peserta didik juga. Video pembelajaran telah dikembangkan melalui partisipasi peserta didik yang tergabung dalam komunitas Sahabat Dunia (Sania). Video pembelajaran didukung alat peraga (Peta, atlas, globe, dan media batuan) di sekolah serta teknologi informasi dan komunikasi. Hasil kesimpulan angket responden terhadap video pembelajaran secara keseluruhan sudah baik dan layak untuk digunakan dalam proses pembelajara
    corecore