1,721,296 research outputs found

    Hukum Pidana Di Bidang Sumber Daya Alam

    No full text
    Buku kategori Buku Hukum yang berjudul Hukum Pidana Di Bidang Sumber Daya Alam merupakan karya dari Pujiyono dan Ade Adhari. Buku ini memaparkan tentang norma hukum pidana dalam berbagai peraturan perundang-undangan sebagaimana disebut diatas dikategorikan sebagai Administrative penal law (verwaltungsstrafrecht). Keberadaan ketentuan pidana dalam UU Ketenagalistrikan, UU Migas, UU Perikanan dan UU Minerba menarik dan layak untuk mendapat perhatian serius. Hal tersebut dikarenakan fungsi norma hukum pidana dalam undang-undang yang masuk dalam kelompok undang-undang di bidang SDA berfungsi untuk melindungi kepentingan bangsa dan negara atas sumber daya alam dari berbagai perbuatan yang mengancam keberlanjutan dan kelestarian pengelolaan SDA demi mencapai sebesarbesarnya kemakmuran rakyat, mendorong agar setiap orang menghormati dan menaati norma hukum administratif yang mengatur pengelolaan dan pemanfaatan SDA dan untuk mencegah terjadinya tindak pidana di bidang di bidang SDA melalui penegakan hukum yang tegas sehingga menimbulkan pengaruh mendidik. Kajian yang dimuat dalam tulisan ini mengungkapkan bagaimana pengaturan kebijakan hukum pidana dalam UU Ketenagalistrikan, UU Migas, UU Perikanan dan UU Minerba saat ini, dan dilengkapi dengan analisis terhadap kelemahan kebijakan formulasinya sehingga dapat dijadikan sebagai masukan pembaharuan ketentuan pidana dalam UU Ketenagalistrikan, UU Migas, UU Perikanan dan UU Minerba di masa depan

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Survei tingkat kemampuan teknik dasar bola voli siswa putra ekstrakurikuler bola voli SMP N se kecamatan Gringsing kabupaten Batang tahun 2010

    No full text
    Pujiyono. 2010. Survei tingkat kemampuan teknik dasar bola voli siswa putra ekstrakurikuler bola voli SMP N se kecamatan Gringsing kabupaten Batang tahun 2010. Permasalahan dalam penelitian ini adalah : Bagaimanakah tingkat kemampuan melakukan teknik dasar permainan bola voli siswa putra ekstrakurikuler bola voli SMP N se kecamatan Gringsing kabupaten Batang tahun 2010? Subyek penelitian yang diamati adalah siswa-siswa peserta ekstrakurikuler bola voli di SMP N se kecamatan Gringsing Kabupaten Batang pada tahun 2010. Aspek penelitian ini berdasarkan perumusan masalah adalah bagaimana tingkat kemampuan teknik dasar bola voli pada siswa putra ekstrakurikuler bola voli. Dalam pengambilan data menggunakan teknik survei tes. Prosedur yang dilakukan adalah mempersiapkan instrumen penelitian serta pengambilan data dengan menggunakan analisis data deskriptif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di SMP N se Kecamatan Gringsing Bahwa hasil rata-rata presentil dari passing bawah adalah sebesar 51,06% atau masuk dalam kategori sedang, rata-rata presentil dari passing atas adalah sebesar 20,93% atau masuk dalam kategori kurang, rata-rata presentil dari tes servis adalah sebesar 32,64 % atau masuk dalam kategori kurang, sedangkan rata-rata dari tes smash adalah sebesar 24,29% atau masuk dalam kategori kurang. Sehinga apabila dirata-rata kemampuan teknik dasar yang dimiliki oleh peserta ekstrakurikuler bola voli di SMP N se Kecamatan Gringsing adalah sebesar 32,3 % atau masuk dalam kategori kurang. Simpulan dari penelitian yang dilakukan adalah bahwasanya kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan masih belum maksimal, karena hal ini di sebabkan karena dari hasil analisis data mengenai teknik dasar bermain bola voli SMP N se kecamatan Gringsing masuk dalam kategori kurang. Adapun saran yang dapat diberikan yaitu perlu adanya penambahan jam ekstrakurikuler bolavoli untuk mendukung dan menunjang kegiatan bolavoli sehingga dapat meningkatkan permainan bolavoli, perlu adanya kerjasama pihak sekolah dengan club sekitar sekolah untuk mencari bakat siswa sehingga terjadi kesinambungan, perlu adanya progam latihan bagi siswa sehingga dapat mengukur tingkat kemampuan teknik dasar bermain bola voli, perlu adanya penambahan pengalaman bertanding bagi peserta ekstrakurikuler, dan perlu adanya pelatih khusus supaya dapat meningkatkan kualitas dari peserta ekstrakurikuler

    Survei tingkat kemampuan teknik dasar bola voli siswa putra ekstrakurikuler bola voli SMP N se kecamatan Gringsing kabupaten Batang tahun 2010

    No full text
    Pujiyono. 2010. Survei tingkat kemampuan teknik dasar bola voli siswa putra ekstrakurikuler bola voli SMP N se kecamatan Gringsing kabupaten Batang tahun 2010. Permasalahan dalam penelitian ini adalah : Bagaimanakah tingkat kemampuan melakukan teknik dasar permainan bola voli siswa putra ekstrakurikuler bola voli SMP N se kecamatan Gringsing kabupaten Batang tahun 2010? Subyek penelitian yang diamati adalah siswa-siswa peserta ekstrakurikuler bola voli di SMP N se kecamatan Gringsing Kabupaten Batang pada tahun 2010. Aspek penelitian ini berdasarkan perumusan masalah adalah bagaimana tingkat kemampuan teknik dasar bola voli pada siswa putra ekstrakurikuler bola voli. Dalam pengambilan data menggunakan teknik survei tes. Prosedur yang dilakukan adalah mempersiapkan instrumen penelitian serta pengambilan data dengan menggunakan analisis data deskriptif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di SMP N se Kecamatan Gringsing Bahwa hasil rata-rata presentil dari passing bawah adalah sebesar 51,06% atau masuk dalam kategori sedang, rata-rata presentil dari passing atas adalah sebesar 20,93% atau masuk dalam kategori kurang, rata-rata presentil dari tes servis adalah sebesar 32,64 % atau masuk dalam kategori kurang, sedangkan rata-rata dari tes smash adalah sebesar 24,29% atau masuk dalam kategori kurang. Sehinga apabila dirata-rata kemampuan teknik dasar yang dimiliki oleh peserta ekstrakurikuler bola voli di SMP N se Kecamatan Gringsing adalah sebesar 32,3 % atau masuk dalam kategori kurang. Simpulan dari penelitian yang dilakukan adalah bahwasanya kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan masih belum maksimal, karena hal ini di sebabkan karena dari hasil analisis data mengenai teknik dasar bermain bola voli SMP N se kecamatan Gringsing masuk dalam kategori kurang. Adapun saran yang dapat diberikan yaitu perlu adanya penambahan jam ekstrakurikuler bolavoli untuk mendukung dan menunjang kegiatan bolavoli sehingga dapat meningkatkan permainan bolavoli, perlu adanya kerjasama pihak sekolah dengan club sekitar sekolah untuk mencari bakat siswa sehingga terjadi kesinambungan, perlu adanya progam latihan bagi siswa sehingga dapat mengukur tingkat kemampuan teknik dasar bermain bola voli, perlu adanya penambahan pengalaman bertanding bagi peserta ekstrakurikuler, dan perlu adanya pelatih khusus supaya dapat meningkatkan kualitas dari peserta ekstrakurikuler
    corecore