1,720,973 research outputs found
Supply Chain Risk Mitigation Based on The Integration of House of Risk and MOORA
Supply chains play a critical role in the operational success of organizations, impacting both costs and product quality. However, they are often exposed to various risks that can disrupt business processes. This research aims to identify supply chain risks and propose mitigation strategies using the House of Risk (HOR) and Multi-Objective Optimization on the Basis of Ratio Analysis (MOORA) methods. Through interviews, key issues were identified in a fiberglass company\u27s supply chain, including raw material supply fluctuations, procurement cost variability, defective materials, inappropriate specifications, outdated technology, insufficient worker skills, and ambitious company targets. The novelty of this study lies in the application of MOORA, which introduces a correlation matrix for risk mitigation by considering both cost minimization and benefit maximization. The analysis identified 12 risk agents and 26 risk events, which were prioritized using HOR stage 2 with the MOORA method. The top preventive actions were ranked, providing actionable recommendations for companies to address supply chain risks more effectively. The findings of this research offer practical insights for companies in the fiberglass industry to enhance supply chain resilience by integrating cost and benefit considerations into their risk management strategies
Pemetaan, Pengendalian Dan Sistem Pendukung Keputusan Mitigasi Risiko Rantai Pasok Proses Bisnis PT. XYZ
Rantai pasok merupakan hal penting dalam operasi bisnis. Dalam hal biaya dan kualitas produk, rantai pasok merupakan faktor penting bagi banyak bisnis dalam memastikan kelancaran operasi mereka. Berdasarkan wawancara awal, saat ini terdapat berbagai permasalahan besar di PT. Lini proses bisnis rantai pasok XYZ. Prosedur produksi yang tidak sesuai harapan, kelelahan pekerja, pekerja yang sering lembur untuk memenuhi target, dan keterlambatan bahan baku. Tingginya permintaan perusahaan secara tidak langsung dapat berdampak pada efektivitas dan efisiensinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko-risiko yang terjadi pada proses bisnis rantai pasok dan menentukan langkah mitigasi risiko dengan menggunakan metode House of Risk dan Analytic Hierarchy Process . Dari hasil identifikasi risiko diperoleh 12 agen risiko dan 26 kejadian risiko yang dipetakan melalui Referensi Operasi Rantai pasok. Selanjutnya melalui house of risk tahap 1 dan diagram Pareto diperoleh 6 agen risiko yang harus diberikan tindakan mitigasi. kemudian menghitung House of Risk tahap 2 dengan mengkorelasikan antara 6 agen risiko dan 11 tindakan preventif sehingga menghasilkan prioritas tindakan mitigasi berdasarkan Ratio of Effectiveness to Difficulty. Selanjutnya pada perhitungan Analytic Hierarchy Process diperoleh hasil eigen vector tertinggi sebesar 13,2% dengan nilai konsistensi rasio (CR) sebesar 0.096, maka dianggap valid karena < 0,1. Model ini dianggap konsisten dan dapat diterapkan
Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Divisi Produksi Menggunakan Metode Hazard And Operability Study (HAZOP) Di PT. XYZ
PT. XYZ terletak di Jl. Raya Pekanbaru-Bangkinang KM 16, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau yang merupakan sebuah Perusahaan yang bergerak dibidang pembuatan berbagai macam tangki dengan ukuran dan kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Dalam proses produksi terdapat 5 proses yaitu pemotongan, roll body plat, pengelasan, pengecatan, dan pemasangan aksesoris. Dalam proses tersebut sering mengalami kecelakaan kerja yang terjadi pada karyawan, contoh kecelakaan kerja tersebut seperti tangan terluka, sesak napas dan mata pijar. Untuk mengetahui Tingkat risiko kecelakaan kerja maka diperlukan analisis dengan menggunakan metode HAZOP (Hazard and Operability Study). Metode ini dapat mengidentifikasi bahaya kecelakaan kerja pada karyawan. Hasil analisis tersebut menghasilkan Tingkat level risiko yang berbeda yaitu level tinggi berada pada stasiun Pemotongan, level sedang pada stasiun Roll body plat, sedangkan level rendah pada stasiun pengelasan, pengecetan dan pemasangan aksesoris. Dari hasil penelitian tersebut yang menggunakan metode HAZOP (Hazard and Operability Study) didapatkan rekomendasi untuk divisi Produksi yaitu Pekerja wajib menggunakan APD yang safety seperti penggunaan Helm, sarung tangan, Sepatu dan wearpack
Optimasi Rute Distribusi Telur Menggunakan Algoritma Genetika Untuk Mengatasi Masalah Vehicle Routing Problem Pada PT. XYZ
Permasalahan proses distribusi suatu produk masih sering terjadi di suatu perusahaan yang mendistribusikan produknya dengan skala besar. Permasalahan pada pendistribusian PT. XYZ disebabkan oleh tidak adanya rute optimal dikarenakan armada mengunjungi wilayah yang berbeda-beda yang dapat menyebabkan jarak, waktu dan biaya bahan bakar cukup besar. Oleh karena itu penelitian ini menggunakan Algoritma Genetika dengan software Matlab untuk merancang dan memodelkan proses distribusi telur dari gudang ke masing – masing agen di wilayah Lima Puluh Kota. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang dan memodelkan untuk menentukan rute distribusi serta menghitung penghematan biaya distribusi dan menunjukkan nilai utilitas kendaraan. Hasil penelitian ini didapatkan dengan jarak terbaik pada armada 1 dengan titik pengantaran 1-23-19-11-13-6-12-8-16-21-25-26-24-1, dengan total jarak tempuh 99,35 Km dan armada 2 dengan titik pengantaran 1-2-20-4-14-9-18-7-10-17-15-22-3-5-1, dengan jarak tempuh 172,80 Km. Adapun penghematan bahan bakar kendaraan sebesar 30 % pada armada 1 dan 11 % pada armada 2
Perancangan User Interface Website E-Commerce Pada Usaha Kuliner Menggunakan User Centered Design
Internet telah digunakan oleh banyak orang dari berbagai kalangan untuk mengakses informasi.Umumnya informasi-informasi tersebut disajikan pada website yang dapat dikunjungi oleh pengguna internet kapanpun dan di manapun.Dewasa ini banyak orang yang mengunjungi website e-commerce untuk berbelanja atau mencari informasi mengenai suatu produk.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa memiliki website e-commerce dapat membantu pelaku usaha untuk memperluas pangsa pasarnya dalam rangka meningkatan penjualan.Penelitian ini bertujuan untuk merancang User Interface (UI) untuk website e-commerce pada usaha kuliner dengan memperhatikan aspek visual dan kemudahan dalam penggunaan (user friendly) sehingga dapat menarik minat pengunjung untuk melakukan pembelian. Adapun perancangan User Interface pada penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan User Centered Design (UCD) dengan 4 tahap penyelesaian yang terdiri dari analisis kebutuhan, perancangan, evaluasi dan implementasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan User Centered Design (UCD) pada perancangan User Interface dapat memberikan hasil yang lebih baik dengan menitikberatkan pada kebutuhan pengguna sehingga memungkinkan User Interface yang dihasilkan tidak hanya mudah untuk digunakan (user friendly) tetapi juga dapat menarik minat pengunjung untuk melakukan pembelian.
 
PELATIHAN KETERAMPILAN LAS LOGAM DAN CHROME LOGAM KEPADA MAHASISWA PESERTA KKN PPM UNTUK PENGEMBANGAN WIRAUSAHA KERAJINAN LOGAM SEBAGAI KOMODITAS KHAS DESA SUNGAI MERANTI KECAMATAN PINGGIR KABUPATEN BENGKALIS
Dalam kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) dalam bentuk pembelajaran pemberdayaan masyarakat (PPM) ini, akan dilakukan pemberdayaan secara generik, yaitu dimulai dengan pola pencitraan karang taruna menjadi kelompok produktif yang berguna dalam mendukung munculnya wirausaha baru yang kreatif, peningkatan kecakapan hidup (life skill), dan pola pemasaran yang bersifat kolaboratif dengan memanfaatkan keunggulan daerah sebagai kota wisata. KKN PPM pemuda karang taruna melalui proses transfer keterampilan untuk las logam dan chrome logam untuk pengembangan wirausaha kerajinan logam sebagai komoditas khas desa sungai meranti kecamatan pinggir kabupaten bengkalis. Metode kegiatan program KKN-PPM ini adalah metode workshop dalam bentuk pelatihan dan pendampingan mahasiswa peserta KKN PPM secara intensif sampai menghasilkan produk berupa kerajinan logam souvenir dan hiasan yang menjadi komoditas produk desa sungai meranti kecamatan pinggir kabupaten bengkalis, serta membantu akses pemasaran yang bersifat kontinyu. Sekitar 60 % (12 dari 20 orang peserta ) mahasiswa mendapatkan nilai keberhasilan lebih dari 85 yang berarti telah mengusai sistem pengelasan dan chrome dengan baik secara teori maupun praktek. 40% yang lain dari peserta pelatihan dalam kondisi cukup menguasai pengelasan & chrome tersebut. Sebagian besar Para peserta pelatihan telah memiliki keterampilan untuk bisa menstranfer keterampilannya ke remaja karang taruna desa sungai meranti yang akan di jadikan pembinaannya dalam pelaksanaan KKN PPM
BIELOMATIC MACHINE PRODUCTIVITY ANALYSIS USING OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) METHOD: CASE STUDY
Productivity is an activity in producing an item or product using the most effective and efficient way possible. To increase the productivity of machines/equipment, it is necessary to apply TPM. Section CV 6 has applied the TPM method, but it doesn't work consistently so there are still a lot of loss time. As a result of the loss time, the resulting production is not in accordance with the company's target. So the purpose of this research is to measure the productivity level of a bielomatic machine by using the Overall Equipment Effectiveness (OEE) method and to minimize the Six Big Losses which are the cause of the decline in engine performance. Based on the results of the implementation of the method and discussion, the results of the calculation of the OEE value from 62.76% - 80.03%, it can be concluded that the bielomatic machine still has an OEE value below the standard 85%. From the calculation of the six big losses, several factors were found that caused the low productivity of bielomatic machines, namely the setup and adjustment, Equipment Failure, and Reduced Speed sections. This study also provides input for improvements in the setup and adjustment, Equipment Failure, and Reduced Speed sections after parsing existing problems using Fishbone diagrams
Strategi peningkatan Proses Produksi dan Pemasaran pada Usaha Mikro Kerupuk Sumber Rejeki
Krupuk adalah makanan kas Indonesia yang terbuat dari berbagai tepung dan kombinasi bahan protein lainnya. Usaha Kerupuk Sumber Rejeki yang beralamat di Jl.Guru No.11 RT/RW:003/009 Kelurahan Sidomulyo Barat Kec.Tampan Kota Pekanbaru adalah suatu bentuk usaha mikro bidang kerupuk yang telah berdiri pada tahun 2008. Semenjak pademi covid 19 Usaha Kerupuk Sumber Rejeki mengalami penurunan omset. Proses pemasaran yang tidak dapat dijangkau langsung oleh konsumen menurunkan omset pada saat pemerintah melakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Pada saat WFH masyarakat tidak berani keluar rumah sehingga makanan pokok saja yang dikonsumsi kerupuk mulai di tingalkan sehingga pemilik Usaha Kerupuk Sumber Rejeki terpaksa harus memberhentikan semua karyawannya. Untuk mempertahankan usaha kerupuk tersebut pemilik menjalankan usahanya sendiri dibantu anggota keluarga. Selain peralatan produksi yang seadanya segmentasi pasar pun berebut dengan produsen kerupuk besar. Desain kemasan yang standar dan tidak menarik menjadi faktor menurunnya minat masyarakat untuk membeli kerupuk tersebut. Untuk mengatasi permasalahan mitra dibutuhkan beberapa kepakaran untuk membantu merancang, mendesain dan menyediakan peralatan produksi, untuk menembus segmentasi pasar yang lebih luas disiapkan sebuah aplikasi bernama kerupuk-Ku agar dapat menjangkau pasar yang luas
Analisis Pengukuran Beban Kerja Mental dengan Metode NASA TLX pada Karyawan Divisi Laboraturium PT. Mahato Inti Sawit
PT.MIS bergerak di bidang produksi buah kelapa sawit yang ouput dari hasil produksi yaitu Crude Palm Oil (CPO) dan inti sawit. Perusahaan ini terdapat 10 stasiun kerja, setiap stasiun kerja memiliki masing-masing operator dan terdapat 2 timbangan TBS dengan kapasitas maximal timbangan yaitu 45 Ton. Setiap stasiun kerja ada operator yang bekerja sesuai Jobs, dalam bekerja pasti setiap karyawan memiliki beban kerja, terkhusus pada karyawan divisi laboraturium, pada divisi ini tekanan kerja mental sangat perlu di hitung karena divisi ini membutuhkan mental yang kuat dengan tekanan jerja yang ada, maka dari itu peneliti mengukur beban kerja mental dengan menggunakan metode NASA-TLX. Beban kerja yang di hitung yaitu mental demand, physical demand, temporal demand, own performance, frustation level, effort. Setelah keenam beban kerja tersebut di olah data perhitungtan beban kerja di dapat hasil perbandingan beban kerja tertinggi dan terendah adalah physical demand sebesar 22% dan yang terendah adalah Temporal Demand sebesar 11%. 
Penerapan Metode FMEA dalam Menganalisis Kerusakan pada Portable Toilet PT. App-Duri
- PT Ardian Pratama Perkasa adalah perusahaan bergerak dibidang General Supplier, Jasa, Konstruksi, Sanitasi dan Pemeliharaan Sumur Minyak. Dalam hal penyediaan Portable Toilet sering terjadi kerusakan yang disebabkan oleh perawatan dan pemeliharaan yang kurang. Adapun jenis kerusakan pada Portable Toilet adalah Casis yang berkarat dan keropos, tangki air bocor, pompa otomatis rusak, handle pitu rusak, blower mati, shower bocor, jenjang toilet keropos, tempat sabun lepas, dll. Untuk meminimalisir kerusakan ini digunakan metode FMEA. FMEA berguna dalam mengidentifikasi critical failure mode atau untuk mengidentifikasi kerusakan yang dominan pada Portable Toilet. Sehingga didapatkan hasil bahwa Kerusakan yang dominan pada portable toilet terdapat 6 kerusakan yaitu : anak kunci tidak berfungsi, pipa bocor, handel pintu rusak, pompa otomatis rusak, closet flush duduk bocor, dan tangki air bocor. Mode kegagalan potensial pada portable toilet terdapat 6 riskio kritis yaitu: tekanan air terlalu tinggi, factor cuaca, overhead, mesin cepat panas, generator rusak, dan karet flush tersumbat.Kata kunci: kerusakan, FMEA, penyediaan, pemeliharaan, toilet portabl
- …
